• +62-8123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Kewirausahaan

Memulai Sebuah Usaha Baru

 

Dalam memulai suatu usaha begitu banyak hal yang perlu diperhatikan, selain skill dan keberanian juga dibutuhkan kesiapan menghadapi hal – hal yang tidak di inginkan kedepannya. Apakah usaha yang kita bangun ini akan sukses atau mengalami kehancuran ? Perlu kesiapan dan keberanian yang besar untuk memulai suatu usaha. Adapun langkah – langkah yang paling utama dalam memulai suatu usaha yaitu mencari tahu barang atau usaha apa yang dibutuhkan oleh konsumen, kepada siapa kita menjual produk atau usaha tersebut, mencari sumber daya misalnya tenaga ahli, modal, tekhnologi dan manajemennya. Dalam memahami sebuah peran menjadi seorang wirausaha yang memulai usaha baru,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian dan langkah-langkah dari memulai sebuah usaha baru dari seorang wirausaha.

Langkah-langkah Memulai Usaha Baru
  1. Mengenali peluang usaha: Pengalaman hidup, Hubungan sosial
  2. Optimalisasi Potensi diri
  3. Fokus dalam bidang usaha

Dalam memulai sebuah usaha atau inovasi dilakukan untuk terfokus dimulai dari yang kecil berdasarkan sumberdaya yang kita  miliki.

  1. Berani memulai

Dunia kewirausahaan adalah dunia ketidakpastian sementara informasi yang dimiliki oleh yang akan memulai usaha sedikit. Oleh karenanya, ‘sedikit agak gila’  (overconfidence) dan berani mengambil resiko adalah sangat perlu dilakukan.

Dalam memulai sebuah usaha, langkah awal yang harus kita lakukan adalah mengenali peluang usaha. dengan adanya peluang ini barulah kita akan mentyetarakan dengan potensi yang kita miliki agar kita bisa  menentukan usaha apa yang bakal kita jalani.

Setelah menentuka usaha yang kita jalani, kita harus fokus pada bidang yang telah kita tentukan tersebut dan tidak plin plan agar usaha berjalan sukses. Dan hal selanjutnya adalah berani memulai usaha tersebut, bukan hanya difikirkan saja  tapi harus direalisasikan.

Dalam memulai usaha ini kita bisa melakukan berbagai cara, diantaranya mendirikan sendiri, membeli perusahaan lain atau kerjasama dengan orang lain dalam melakukan perintisan usaha. Dengan begitu kita akan berkembang menuju karir sebagai pengusaha yang berhasil.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Memulai Sebuah Usaha Baru, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Memulai Sebuah Usaha Baru

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Pemasaran

Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran.  Dalam memahami sebuah konsep pemasaran,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, konsep, manajemen dari sebuah pemasaran.

Pengertian Pemasaran

Pemasaran (marketing) adalah aktivitas, serangkaian institusi, dan proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum.

Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.

Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah :

  1. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
  2. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
  3. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
  4. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.
Konsep Pemasaran

Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.

Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan.

Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasiknan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai konsep pemasaran, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Pemasaran

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

 

Faktor X

Setiap orang di dunia ini pasti memiliki perbedaan.Masing-masing memiliki potensi dan bakat yang berlainan dan mungkin bersifat unik.Terdapat beberapa orang yang dengan baik mampu mengenali dan mengembangkan potensi atau bakat yang dimilikinya. Namun tidak sedikit juga orang yang bahkan belum menyadari akan potensi dan bakat yang dimilikinya.

Sama hal nya dengan bakat dan potensi, faktor “X” melekat pada diri manusia.Masing-masing manusia memiliki faktor “X” yang berbeda dalam faktor ukuran.Terkadang ada manusia atau orang yang memiliki faktor “X” yang kecil, terkadang ada pula manusia atau orang yang memiliki faktor “X” yang cukup besar.Besar kecilnya ukuran faktor “X” ini ditentukan oleh seberapa jauh seseorang menggali dan mengembangkan faktor “X” tersebut.

Dalam wirausaha, faktor “X” yang melekat pada diri manusia ini memiliki pengaruh terhadap suatu usaha. Namun, tanpa penggalian dan pencarian akan faktor “X” itu sendiri, semua sia-sia. Faktor “X” dapat dikatakan berpengaruh pada usaha apabila seseorang yang memilikinya telah menemukan kunci atau pintunya. Dalam memahami sebuah peran faktor X di diri seorang wirausaha,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian dan karakteristik dari faktor X.

Pengertian Faktor X

Entrepreneur   adalah   orang   yang   merasa   hidupnya   kurang   nyaman,   penu ketidakpastian, terancam banyak resiko. Ia  harus berjuang mengejar kenyamanan dalam hidupnya, ia bergerak, berjalan, berpikir, mengetuk pintu, mengambil resiko, mencari produk, membuat dan membangun usaha, serta mendatangi pelanggan.

Faktor X merupakan faktor yang melekat pada diri semua orang, tak berwujud benda namun dapat dirasakan. Pada diri seorang entrepreneur faktor X sangat mempengaruhi geraknya dalam menjalankan usaha. Awalnya faktor X tidak ada atau sangat kecil sekali, namun apabila kita tekun maka faktor tersebut akan muncul dan tumbuh karena ia hidup. Karena ia hidup, ia pun dapat mati. Berikut merupakan karakteristik faktor X :

  1. Merupakan penentu keberhasilan.
  2. Merekat pada diri manusia.
  3. Tidak dapat diperoleh dalam waktu sekejap.
  4. Dapat tumbuh dan berkembang menjadi “X” besar (hidup), namun dapat juga mati apabila kita tidak memeliharanya, misalnya membiarkan terjadi penuaan, menentang pembaharuan.
  5. Berasal dari diri sendiri, namun juga dapat berasal dari luar diri.
  6. Sekali tumbuh, dapat dipakai untuk membuat usaha lainnya.

 

Bagaimana untuk materi selengkapnya mengenai Faktor “X”? Silahkan di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Faktor X

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

 

 

Rencana Bisnis

Dalam dunia bisnis, business plan bukan hanya rencana yang dibayangkan di dalam akal. Lebih khusus lagi, bisnis plan merupakan pedoman tertulis yang menggambarkan rancangan-rancangan bisnis dari awal berdiri hingga mengarah pada evaluasi bisnis dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya bisnis plan atau rencana bisnis merupakan gambaran mengenai segala hal yang relevan terkait dengan pendirian, pengelolaan, manajemen sumber daya manusia maupun produk yang ditulis baik digunakan sebagai pedoman bagi pihak internal wirausaha tersebut maupun sebagai alat untuk meyakinkan kepada para investor untuk dapat yakin terhadap model bisnis yang dijalankan sehingga mereka mau menginvertasikan uang mereka. Dalam memahami suatu rencana bisnis,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tujuan  serta manfaat dari rencana bisnis.

Rencana Bisnis

Rencana Bisnis adalah sekian dari beberapa materi yang biasanya dipelajari dalam bidang kewirausahaan. Rencana bisnis dipandang sebagai salah satu unsur penting dalam suatu bisnis karena menjadi arah atau pedoman dalam menjalankan suatu unit usaha.

Bisnis plan atau business plan kemudian menjadi salah satu unsur yang sangat penting dalam mengajukan contoh proposal usaha atau proposal kerja sama bisnis untuk menarik investor. Tanpa adanya rencana bisnis yang jelas mustahil investor akan mau mempertaruhkan uangnya kepada anda. Oleh karena itu, karena rencana bisnis tidak hanya berfungsi sebagai pedoman atau mirip dengan Standar Operasional pengelolaan bisnis, namun juga alat untuk meyakinkan para stakeholder.

Tujuan Business Plan

Adapun tujuan dibuatnya rencana bisnis yaitu:

  1. Untuk mempertajam rencana-rencana yang telah ditetapkan atau rencana yang diharapkan.
  2. Untuk mengetahui arah dan tujuan perusahaan.
  3. Sebagai cara untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai.
  4. Sebagai alat untuk mencari laba dari pihak ketiga seperti investor, bank atau lainnya.
Manfaat Business Plan

Terdapat beberapa manfaat atau fungsi business plan, berikut ini adalah manfaat business plan yang perlu diketahui pentingnya business plan bagi wirausaha:

  1. Untuk Mengawali Sebuah Bisnis atau Usaha

Bussiness plan berfungsi untuk merancang stategi dan rencana awal bisnis. Sebuah bisnis akan sulit berkembang apabila dijalankan tanpa rencana ataupun rancangan bisnis. Untuk itu sangatlah penting bagi seorang wira usaha untuk menyusun sebuah rencana bisnis agar bisnis yang ditekuni lebih terarah dan terorientasi dengan benar dan dapat mencapai kesuksesan.

  1. Untuk Mencari Sumber Dana

Rencana bisnis yang telah disusun bermanfaat untuk mendatangkan pihak ketika seperti investor, bank atau yang lainnya yang akan membantu bisnis yang dijalankan. Artinya, rencana bisnis yang sudah dibuat dapat menjadi semacam proposal atau pelengkap proposal yang akan membantu mendapatkan modal usaha.

  1. Membuat Bisnis Lebih Fokus dan Terarah

Seorang pebisnis perlu menyusun sebuah business plan atau rencana dan rancangan bisnis agar nantinya bisnis yang akan dijalankan akan lebih fokus dan terarah dalam menentukan jenis bisnis, modal, strategi bisnis serta jenis pemasaran yang akan digunakan.

  1. Memprediksi Masa Depan

Business plan juga dapat digunakan untuk memprediksi masa depan bisnis yang kan dijalankan. Sebab, saat menyusun rencana bisnis, maka akan terlihat gambaran jangka pendek, menengah dan panjang bagi bisnis yang akan dijalankan.

  1. Untuk Menaikkan Level Bisnis

Business plan juga dapat menaikkan level bisnis yang sedang dijalankan. Rencana dan rancangan bisnis yang disusun dengan baik akan membuat gairah tersendiri bagi pebisnis untuk menjalankan usaha mereka.

 

Bagaimana ulasan selanjutnya? Silahkan di unduh ppt pada link di bawah ini:

PPT Rencana Bisnis

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

12