• 08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Manajemen Keuangan

Working Capital Management (Manajemen Modal Kerja)

Working Capital Management (Manajemen Modal Kerja)

Pengertian Modal Kerja

Modal kerja adalah selisih antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Dengan demikian modal kerja merupakan investasi dalam kas, surat-surat berharga, piutang dan persediaan dikurangi hutang lancar yang digunakan untuk melindungi aktiva lancar.

Konsep Modal Kerja

Menurut Munawir (2010:14) ada 3 konsep modal kerja yang umum digunakaan, yaitu :

  1. Konsep Kuantitatif

Konsep ini menitik beratkan kepada kuantum yang diperlakukan untuk mencukupi kebutuhan perusahaan dalam membiayai operasinya yang bersifat rutin atau menunjukan jumlah dana (fund) yang tersedia untuk tujuan operasi jangka penpek. Dalam konsep ini menganggap bahwa modal kerja adalah jumlah aktiva lancar (gross working capital).

  1. Konsep Kualitatif

Konsep ini menitik beratkan pada kualitas modal kerja, dalam konsep ini pengertian modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap hutang jangka pendek (net working capital), yaitu jumlah aktiva lancar yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun para pemilik perusahaan.

  1. Konsep Fungsional

Konsep ini menitik beratkan fungsi dari dana yang dimiliki dalam rangka menghasilkan pendapatan (laba) dari usaha pokok perusahaan.

Jenis Modal Kerja

Menurut WB. Taylor dan Bambang Rianto (1990:54-55) Modal Kerja digolongkan dalam beberapa jenis yaitu :

1. Modal Kerja Permanen (Permanent Working Capital)
Yaitu modal kerja yang ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya antara modal kerja ini terdiri dari :
a. Modal kerja primer (Primary Working Capital) : jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjaga kontinuitas usahanya.
b. Modal kerja normal (Normal Working Capital) : modal kerja yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan proses produksi yang normal.

2. Modal Kerja Variabel (Variable Working Capital)
Yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan. Modal kerja ini dibagi:
a. Modal kerja musiman (Seasonal Working Capital) : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan oleh fluktuasi musim.
b. Modal kerja siklis (Cyclical Working Capital) : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan oleh fluktuasi konjungtur.
c. Modal kerja darurat (Emergency Working Capital) : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya.

Faktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja

Menurut Hampton (1989:180) perusahaan membutuhkan modal kerja ditentukan oleh 4 faktor:

  1. Volume Penjualan
  2. Musim dan Siklus
  3. Perubahan dalam Teknologi
  4. Kebijakan Perusahaan

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai manajemen modal kerja bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Working Capital Management (Manajemen Modal Kerja)

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Working Capital Management (Manajemen Modal Kerja)

Hubungi Customer Service kami

Konsep Penilaian (Valuation) Surat Berharga

Pengertian Penilaian

Konsep penilaian (valuation) merupakan proses penentuan harga surat berharga atau aktiva/aset modal yang ada di suatu perusahaan. Penilaian untuk aktiva modal berupa surat berharga seperti obligasi, saham preferen dan saham biasa dalam rangka melihat nilai perusahaan. Elemen penilaian adalah penerimaan yang akan diperoleh di masa yg akan datan.

Penilaian Obligasi dan Saham

Obligasi
Obligasi merupakan surat tanda berhutang (promissory note) jangka panjang (lebih dari 1 tahun) yang dikeluarkan oleh perusahaan. Obligasi memiliki nilai nominal, tingkat bunga tertentu dan masa berlaku jangka waktu tertentu
Pemegang obligasi atau bondholder adalah perusahaan yang memberi pinjaman atau pihak kreditur atau pemegang obligasi.Investor yang membeli obligasi mempunyai tujuan utama memperoleh return / hasil atau yield yang diharapkan diterima di masa datang.

Beberapa istilah dalam obligasi :

  • Par value adalah jumlah yang dijanjikan pihak penerbit pada saat jatuh tempo yang tertera pada lembaran obligasi disebut juga dengan nilai nominal.
  • Coupon interest rate adalah tingkat bunga obligasi per tahun yang diperoleh dengan cara membagi coupon payment dengan par value.
  • Maturity date merupakan tanggal jatuh tempo obligasi adalah saat obligasi harus dilunasi sebesar par value.
  • Yield to maturity adalah return / pendapatan yang diharapkan dapat diperoleh oleh pemegang obligasi jika obligasi tersebut dimiliki sampai jatuh tempo.
  • Yield to call adalah tingkat return / pendapatan yang diharapkan dapat diperoleh oleh pemegang oblgasi jika obligasi tersebut dimiliki tidak sampai jatuh tempo.
  • Discount bond adalah diskon atau potongan nilai obligasi jika suatu obligasi dijual di bawah harga nominal (par value), terjadi jika tingkat bunga obligasi lebih rendah dari bunga bank.
  • Premium bond adalah kelebihan nilai obligasi jika suatu obligasi dijual di atas harga nominal (par value), terjadi jika tingkat bunga obligasi lebih tinggi dari bunga bank.

Saham Preferen
Saham preferen merupakan surat penyertaan kpemilikan /saham yang mempunyai preferensi / keistimewaan tertentu dibnding saham biasa. Keistimewaan saham preferen : pembayaran deviden sifatnya tetap per tahun dan dibayarkan lebih dahulu dibanding deviden saham biasa dan pembagian kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi Saham preferen adalah sebuah hybrid maksudnya adalah saham yang serupa dengan obligasi dalam beberapa hal dan dengan saham biasa dalam hal lainnya. Saham preferen membayarkan deviden yang tetap dan reguler kepada pemiliknya dan pembayaran berlangsung selamanya.

Saham Biasa
Saham biasa merupakan surat bukti penyertaan atas suatu perusahaan yang mengeluarkan / emiten
Saham biasa memberi hak deviden kepada pemegangnya jika perusahaan mendapat laba

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai valuation bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Penilaian (Valuation)

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Penilaian (Valuation)

Hubungi Customer Service kami

Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Pengertian

Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk produksi. Anggaran (budget) adalah sebuah rencana rinci yg memproyeksikan aliran kas masuk dan aliran kas keluar selama beberapa periode pada saat yg akan datang. Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap. Penganggaran modal (capital budgeting) adalah proses evaluasi dan pemilihan investasi jangka panjang yang konsisten terhadap maksimalitas tujuan perusahaan.

Pentingnya Penggangaran Modal

  1. Keputusan penggaran modal akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitasnya.
  2. Penanggaran modal yg efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva.
  3. Pengeluaran modal sangatlah penting.

Klasifikasi Usulan Investasi

Usulan proyek / investasi dapat terdiri dari berbagai tipe, pada umumnya diklasifikasikan dalam tiga kategori sebagai berikut :

  • Penggantian (Replacement) yaitu usulan investasi menyangkut penggantian asset. Penggantian ini dapat bertujuan untuk mempertahankan bisnis yang sudah ada atau untuk mengurangi biaya / meningkatkan efisien atau mengganti asset lama dengan asset yang baru.
  • Perluasan (Expansion) yaitu usulan investasi menyangkut perluasan usaha, dapat berupa menambah jumlah produksi / perluasan daerah pemasaran atau menambah produk baru yang dihasilkan.
  • Keamanan Lingkungan (Safety / Environmental Project) yaitu usulan investasi yang dilakukan dalam rangka untuk memenuhi ketentuan pemerintah, aturan perburuhan atau kebijakan asuransi. Oleh karena pengeluaran ini dinamakan nonrevenue – producing project.

Kriteria Pengusulan Investasi

  1. Payback period (PP) : Payback  period menunjukkan periode waktu yang diperoleh untuk menutup kembali uang yang telah diinvestasikan dengan hasil yang akan diperoleh (net cash flow) dari investasi tersebut.
  2. Discounted payback periode (DPP) : Untuk mengatasi salah satu kelemahan pada metode payback period yaitu tidak memperhatikan time value of money atau faktor disconto, maka timbul metode disconted payback period.
  3. Net Present Value (NPV) : Dalam metode ini kita akan menggunakan faktor diskonto. Semua pengeluaran dan penerimaan (dimana saat pengeluaran serta penerimaanya adalah dalam waktu yang tidak bersamaan) harus diperbandingkan dengan nilai sebanding dalam arti waktu. Dlam hal ini berarti kita harus mendiscountokan nilai – nilai pengeluaran dan penerimaan tersebut ke dalam penilaian yang sebanding ( sama )
  4. Profitabilitas Index (PI) : Profitability Index (PI) atau juga disebut  “benefit-cost ratio” adalah perbandingan antara nilai sekarang aliran kas masuk netto dimasa mendatang dengan aliran kas keluar mula – mula.
  5. Internal Rate of Return (IRR) : IRR adalah tingkat diskonto (discount rate) yang menyamakan present value aliran kas masuk dengan present value aliran kas keluar.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai penganggaran modal bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Hubungi Customer Service kami

Biaya Modal (Cost of Capital)

Biaya Modal (Cost of Capital)

Pengertian Biaya Modal

Biaya modal (Cost of Capital) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yg berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, dan laba ditahan untuk mendanai suatu investasi atau operasi perusahaan.

Penentuan besarnya biaya modal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa besarnya biaya riil yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh dana yang diperlukan.

Fungsi Biaya Modal

  1. Terkait dengan pajak yg dikenakan pd perusahaan : Biaya modal yang dikenakan pada modal pinjaman berbeda dg biaya modal dari modal sendiri.
  2. Sebagai Discount Rate : Untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu usulan investasi yaitu dengan membandingkan tingkat keuntungan (rate of return) dari usulan investasi tsb dengan biaya modalnya.

Jenis-Jenis Biaya Modal

Biaya Modal Individual

  • Biaya Modal Hutang Jangka Pendek : Hutang jangka pendek (hutang lancar) mrp hutang yg jangka waktu pengembaliannya kurang dr 1 tahun, yang terdiri dari hutang perniagaan (trade account payable), hutang wesel & kredit jk pendek dr bank.
  • Biaya Modal Hutang JK Panjang : Pada dasarnya biaya penggunaan hutang jangka panjang (cost of debt) yang biasanya berasal dari obligasi (cost of bond).
  • Biaya Modal Saham Preferen (cost of preferred stock atau kp) : Adalah biaya riil yang harus dibayar jika perusahaan menggunakan dana dg menjual saham preferen. kp diperhitungkan sebesar tingkat keuntungan yang disyaratkan (required rate of return) oleh investor pemegang saham preferen, Artinya tingkat keuntungan yang diharapkan oleh investor merupakan biaya yang harus ditanggung emiten.
  • Biaya Modal Saham Biasa dan Laba Ditahan atau Biaya Modal Sendiri (equitas atau ke) : Merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan yang memperoleh dana dengan menjual saham biasa atau menggunakan laba ditahan untuk investasi.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai biaya modal bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Biaya Modal

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Biaya Modal (Cost of Capital)

Hubungi Customer Service kami

Time Value of Money

Pengertian Time Value of Money

Time value of money atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai waktu uang adalah merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih berharga dari pada nilai uang masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaaan waktu.

Dalam memperhitungkan, baik nilai sekarang maupun nilai yang akan datang maka kita harus mengikutkan panjangnya waktu dan tingkat pengembalian maka konsep time value of money sangat penting dalam masalah keuangan baik untuk perusahaan, lembaga maupun individu. Dalam perhitungan uang, nilai Rp. 1.000 yang diterima saat ini akan lebih bernilai atau lebih tinggi dibandingkan dengan Rp. 1.000 yang akan diterima dimasa akan datang. Hal tersebut sangat mendasar karena nilai uang akan berubah menurut waktu yang disebabkan banyak factor yang mempengaruhinya seperti.adanya inflasi, perubahan suku bunga, kebijakan pemerintah dalam hal pajak, suasana politik, dll.

Sebagai contoh, bila anda memiliki uang Rp 100 sekarang dan anda mendapatkan bunga 5% setahun, maka dalam waktu 1 tahun nilai uang anda akan menjadi Rp 105. Artinya, nilai uang Rp 100 yang anda dapatkan sekarang akan bernilai sama dengan Rp 105 bila anda dapatkan tahun depan atau bisa dikatakan nilai masa depan (future value) uang Rp 100 anda yang diinvestasikan dengan imbal balik 5% pertahun adalah Rp 105.

Metode yang Digunakan

Future Value (nilai yang akan datang)

Adalah nilai uang dimasa yang akan datang dari uang yang diterima atau dibayarkan pada masa sekarang dengan memperhitungkan tingkat bunga setiap periode selama jangka waktu tertentu

Present Value (nilai sekarang)

Adalah nilai uang sekarang yang akan diperoleh atau dibayar dimasa yang akan datang dengan tingakat suku bunga tertentu pada setiap periode.

Annuity (Anuitas)

Anuitas terjadi apabila dalam jangka waktu tertentu aliran kas lebih dari satu kali dan terjadi secara periodik dengan interval yang sama. Anuitas ada dua macam, yaitu :

  • —Annuity Ordinary : jika aliran kas lebih dari sekali terjadi pada setiap akhir periode selama jangka waktu tertentu.
  • —Annuity Due : jika aliran kas lebih dari sekali terjadi pada setiap awal periode selama jangka waktu tertentu.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai time value of money bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Time Value of Money

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Time Value of Money

Hubungi Customer Service kami

Konsep Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan atau aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja, menggunakan atau mengalokasikan dana, dan mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan utama perusahaan.

Fungsi Manajemen Keuangan

Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan:

  1. Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
  3. Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
  4. Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
  5. Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
  6. Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
  7. Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
  8. Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi.

Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Melakukan pengawasan atas biaya
  2. Menetapkan kebijaksanaan harga
  3. Meramalkan laba yang akan datang
  4. Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan utama Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai yang dimiliki perusahaan atau memberikan nilai tambah terhadap asset yang dimiliki oleh pemegang saham.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan terdiri dari:

  1. Keputusan Pendanaan, meliputi kebijakan manajemen dalam pencarian dana perusahaan, misalnya kebijakan menerbitkan sejumlah obligasi dan kebijakan hutang jangka pendek dan panjang perusahaan yang bersumber dari internal maupun eksternal perusahaan.
  2. Keputusan Investasi, Kebijakan penanaman modal perusahaan kepada aktiva tetap atau Fixed Assets seperti gedung, tanah, dan peralatan atau mesin, maupun aktiva finansial berupa surat-surat berharga misalnya saham dan obligasi atau aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
  3. Keputusan Pengelolaan Aset, Kebijakan pengelolaan aset yang dimiliki secara efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.

Untuk materi selengkapnya tentang konsep manajemen keuangan, bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Konsep Manajemen Keuangan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Konsep Manajemen Keuangan

Hubungi Customer Service kami

12