• 08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Tag Archive Motivasi

SDM Indonesia & Employee Engagement

Keterlibatan Karyawan Employee Engagement

“Keterlibatan Karyawan atau Employee Engagement

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kosa kata employee engagement pertama kali diperkenalkan oleh Kahn (1990), beliau menyatakan bahwa employee engagement sebagai keterikatan anggota organisasi dengan organisasi itu sendiri bukan hanya secara fisik & kognitif tetapi bahkan secara emosional dalam hal kinerjanya. Keterlibatan karyawan atau employee engagement adalah tingkat komitmen & antusiasme yang dimiliki para pegawai terhadap organisasi dan juga pekerjaan mereka sendiri.


Unduh File:

Employee Engagement

Instagram: SDM Indonesia


Employee Engagement merupakan bentuk fisik, kognitif, dan emosi yang penuh dan positif yang diberikan karyawan terhadap pekerjaan dan organisasi.

Tipe Karyawan
  1. Engaged: karyawan yang bekerja dengan passion dan menemukan hubungan yang erat dengan perusahaanya/organisasinya.
  2. Not engaged: karyawan yang mengahabiskan waktu tanpa memberikan passion atau energi dalam
  3. Actively disangaged: karyawan yang tidak hanya membenci pekerjaanya namun juga menutupi ketidak bahagiaannya.
Job Involvement

Pekerjaan yang menjadi identitas dari seorag karyawan secara psikologis yang terdiri dari aspek kogntif dan belief (aspek fisik dan emosi).

Faktor-faktor job involvement
  1. Aktif berpartisipasi dalam pekerjaanya
  2. Menunjukkan pekerjaannya sebagai yang utama
  3. Melihat pekerjaannya sebagai suatu yang penting bagi harga diri
Sikap kerja

Kumpulan perasaan, kepercayaan, dan pemikiran yang dipegang tentang bagaimana cara berperilaku mengenai pekerjaan dan organisasi.

Sikap pegawai
  • Sikap positif: optimis dan selalu berfikir kreatif.
  • Keterampilan intrapersonal: mampu mendengarkan dan memahami orang lain.
  • Sikap keterbukaan: mampu berbagi perasaan kepada orang lain (rekan kerja).
  • Menghargai rekan kerja: mampu menerima pendapat serta dapat beradaptasi dengan lingkungan maupun perubahan yang ada.
  • Kejujuran dan integritas: selalu menjunjung inggi kejujuran serta tidak melakukan kecurangan dalam hal apapun.
 Kepuasan kerja

Kebanggan tersendiri yang diperoleh dari hasil presensi mengenai seberapa baik (tepat dan cepat) pekerjaan yang telah dilakukan memberikan sebuah hal yang dinilai penting dan brguna bagi organisasi/ perusahaan.

 Komitmen

Sikap setia dan tanggung jawab yang ditunjukan oleh seseorang yang telah memutuskan untuk bergabung dalam suatu keanggotaan tertentu.

 Pilar dalam membangun komitmen
  • Rasa memilki
  • Rasa antusias
  • Kepercayaan manajemen
7 Key drivers membuat pekerja engagement

Setidaknya ada 7 key drives yang mendorong karyawan  atau pekerja untuk lebih engaged dengan  organisasi.

  1. Presepsi karyawan mengenai pentingnya pekerjaan mereka
  2. Kejelasan karyawan mengenai harapan atas pekerjaan
  3. Peningkatan karier
  4. Feedback dan dialog berkala dengan atasan
  5. Hubungan yang berkualitas antar rekan kerja
  6. Komunikasi yang efektif antar anggota organisasi
Tips Meningkatkan Keterlibatan Pegawai
  • Apresiasi Komitmen dan Waktu Para Pegawai
  • Beri Kesempatan Para Pegawai Belajar dan Beri Kesempatam untuk Pertumbuhan Pribadi
  • Bantu Para Pegawai Memahami Tujuan Organisasi

Demikian poin-poin singkat tentang Keterlibatan Karyawan (Employee Engagement), semoga bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Explore: Training & Development

sdmindonesia.com

Membangun Motivasi Kerja Karyawan

Membangun Motivasi Kerja Karyawan

“Membangun Motivasi Kerja Karyawan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Manager yang berhasil adalah yang mampu menggerakkan bawahannya, agar mampu memberikan yang terbaik bagi organisasi. Dengan membangun teknik motivasi yang tepat, akan mempercepat mencapai tujuan organisasi yang sudah ditentukan sebelumnya.

Pendekatan teori motivasi tersebut, tentu akan sangat berguna bagi segala jenis organisasi. Organisasi profit maupun non profit. Organisasi skala besar maupun UMKM. Organisasi pemerintah atau swasta. Semua jenis organisasi memerlukan SDM yang kompeten dan memiliki semangat, motivasi kerja yang tinggi.

Berikut slideshare Power Point (PDF) tentang berbagai teknik motivasi dalam organisasi.

_________________________________

Power Point (PDF):

PPT Motivasi

Follow Instagram: SDM Unggul Indonesia Maju

_________________________________

Point-point penting terkait motivasi kerja dalam organisasi sbb:

Pengertian Motivasi
  • Motif: Dorongan dari dalam jiwa
  • Motivasi: Segala sesuatu yang menjadi pendorong untuk bertindak atau melakukan sesuatu
  • Motivator: Objek yang menjadi dorongan untuk melakukan sesuatu
Pembagian Teori Motivasi
TEORI ISI (Content Theory)
  1. Teori Hirarki Kebutuhan (A. Maslow)
  2. Teori E-R-G /Exitency-Related-Growth( Clayton Alderfer)
  3. Teori Tiga Motif Sosial (D. McClelland)
  4. Teori Dua Faktor (Frederick Herzberg)
TEORI PROSES ( Process Theory)
  1. Equity Theory/keadilan (S. Adams)
  2. Expectancy Theory/pengharapan ( Victor Vroom)
  3. Goal Setting Theory/penentuan tujuan (Edwin Locke)
  4. Reinforcement Theory/penguatan ( B.F. Skinner)
Teori Isi: Hierarchy of Needs Theory (Abraham Maslow;1935)

Kebutuhan Manusia:

  • Physiological / Kebutuhan dasar
  • Safety & Security/ Kebutuhan rasa aman
  • Social (Belongingness & Love)/ Kebutuhan cinta & rasa kepemilikan
  • Esteem/ Kebutuhan penghargaan
  • Self Actualization/ Aktualisasi diri
Teori Isi: ERG Theory (Clayton Alderfer)
  1. E (Existence)/ Eksistensi
  2. R (Relatedness)/ Hubungan
  3. G (Growth)/ Perkembangan
Teori isi: Trichotomy of Needs/tiga motif sosial (David McClelland)
  1. Achievement Motive  (nAch): Motif untuk berprestasi
  2. Affiliation Motive (nAff): Motif untuk bersahabat.
  3. Power Motive (nPow): Motif untuk berkuasa
Goal Setting Theory/Teori Penentuan Sasaran (Edwin Locke)
  • Kuat lemahnya tingkah laku manusia ditentukan oleh sifat tujuan yang hendak dicapai.
  • Kecenderungan manusia untuk berjuang lebih keras mencapai suatu tujuan, apabila tujuan itu jelas, dipahami dan bermanfaat.
  • Makin kabur atau makin sulit dipahami suatu tujuan, akan makin besar keenganan untuk bertingkah laku.
Reinforcement Theory/Penguatan (Thorndike & B.F.Skinner)
  • Teori ini didasarkan atas “hukum pengaruh”
  • Tingkah laku dengan konsekuensi positif cenderung untuk diulang, sementara tingkah laku dengan konsekuensi negatif cenderung untuk tidak diulang.
Implikasi Bagi Manajer
  • Recognize Individual Differences/ individu yg berbeda
  • Match People to Jobs/ berikan pekerjaan yg tepat
  • Use Goals/ penggunaan sasaran
  • Ensure that goals are perceived as attainable/ tujuan yg dirasakan dpt tercapai
  • Individualized Rewards/ penghargaan individu
  • Link Rewards to Performance/ hubungan pekerjaan dengan kinerja
  • Check the System for Equity/ evaluasi sistem keadilan
  • Don’t Ignore Money/ jangan menilai dengan uang

Baca juga: Memotivasi Karyawan Dan Membangun Tim Yang Mandiri

Bagaimana ulasan selanjutnya? Silahkan download ppt pada link diatas!

Demikian uraian point-point teori tentang Membangun Motivasi Kerja Karyawan, semoga bermanfaat, dan salam hormat.

________________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

1