• 08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Pengantar Bisnis

Membangun etika dan tanggung jawab sosial

Etika & Tanggung Jawab Sosial

“Etika & Tanggung Jawab Sosial”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Instagram: SDM Indonesia

Etika adakah pandangan, keyakinan dan nilai akan sesuatu yang baik dan buruk, benar dan salah. Etika berkenaan dengan pendapat tentang benar dan salah, lebih khusus, dengan kewajiban moral seseorang pada masyarakat. Selanjutnya, dalam memahami etika dan tanggung jawab sosial,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, faktor yang mempengaruhi keputusan-keputusan, dan  tujuan  serta strategi dari etika dan tanggung jawab sosial.


Unduh slide disini:
>>>PPT Etika dan Tanggung Jawab Sosial<<<

Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan-Keputusan Masalah Etika
  1. Hukum
  2. Peraturan Pemerintah
  3. Kode etik industri dan perusahaan
  4. Tekanan-tekanan sosial
  5. Konflik antara standar perorangan dengan kebutuhan organisasi
Upaya Perwujudan Dan Peningkatan Etika Manajemen
  • Pelatihan etika
  • Advokasi etika
  • Kode Etik
  • Keterlibatan Publik dalam Etika Manajemen Perusahaan
Pengertian Tanggung Jawab Sosial

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan, norma masyarakat, partisipasi pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial lainnya.

Strategi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial
  • Strategi Reaktif

Kegiatan bisnis yang melakukan strategi reaktif dalam tanggung jawab sosial cenderung menolak atau menghindarkan diri dari tanggung jawab social.

  • Strategi Defensif

Strategi defensif dalam tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan terkait dengan penggunaan pendekatan legal atau jalur hukum untuk menghindarkan diri atau menolak tanggung jawab sosial.

  • Strategi Akomodatif

Strategi Akomidatif merupakan tanggung jawab sosial yang dijalankan perusahaan dikarenakan adanya tuntutan dari masyarakat dan lingkungan sekitar akan hal tersebut.

  • Strategi Proaktif

Perusahaan memandang bahwa tanggung jawab sosial adalah bagian dari tanggung jawab untuk memuaskan stakeholders. Jika stakeholders terpuaskan, maka citra positif terhadap perusahaan akan terbangun.

Manfaat Tanggung Jawab Sosial
  • Manfaat bagi Perusahaan: Citra Positif Perusahaan dimata masyarakat & pemerintah.
  • Manfaat bagi Masyarakat: masyarakat terakomodasi, hubungan masyarakat dengan perusahaan akan lebih erat dalam situasi win-win solution.
  • Manfaat bagi Pemerintah: memiliki partner dalam menjalankan misi sosial dari pemerintah dalam hal tanggung jawab social.
Melaksanakan Bisnis Secara Etis dan Bertanggung Jawab Sosial
  1. Etika Bisnis adalah rangkaian dasar etika yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis
  2. Perilaku Etis
  3. Tanggung Jawab Sosial: Suatu pengakuan dari perusahaan bahwa keputusan bisnis dapat mempengaruhi masyarakat
Area Tanggung Jawab Sosial
  1. Tanggung Jawab Terhadap Pelanggan
  2. Tanggung Jawab Kepada Karyawan
  3. Tanggung jawab kepada pemegang saham dan Kreditor
  4. Tanggung Jawab Kepada Lingkungan

Baca juga: Pentingnya Etika bagi Kehidupan Bermasyarakat

Untuk materi selengkapnya mengenai Etika dan Tanggung Jawab Sosial, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga info singkat ini dapat bermanfaat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

SDMIndonesia.com


Explore: Training & Development


Kata kunci untuk penelusuran: Lembaga Pelatihan SDM, Institusi pengembangan SDM Indonesia, Training Etika Bisnis dalam perusahaan, Pelatihan CSR untuk perusahaan, training SCR untuk organisasi, konsultasi pengembangan etika dan tanggung jawab sosial bagi perusahaan, motivasi dan leadership organisasi.

Memilih Bentuk Kepemilikan Usaha

Memilih Bentuk Kepemilikan Usaha

“Memilih Bentuk Kepemilikan Usaha”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Instagram: SDM Indonesia

Untuk mengawali sebuah bisnis, seorang entrepreneur perlu mengenal berbagai bentuk kepemilikan usaha. Masing-masing bentuk kepemilikan usaha ini, mempunyai kelebihan dan kelemahan, untuk itu  penting untuk mengetahui plus-minus masing-masing bentuk kepemilikan tersebut.


Unduh Slide PPT:

PPT Memilih Bentuk Kepemilikan Usaha


Bentuk Bisnis
  • Perusahaan Perseorangan (Proprietorship)
  • Perusahaan Kemitraan/ Partnership (Firma, CV)
  • Korporasi/corporation
Definisi Bisnis

Menurut Skinner, bisnis adalah pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat. Dalam menjalankan bisnis, seseorang perlu menentukan bentuk kepemilikan bisnisnya.

Faktor-Faktor Kepemilikan Bisnis

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih bentuk perusahaan atau bentuk kepemilikan bisnis yang akan didirikan, antara lain:

  1. Jumlah modal yang dimiliki maupun yang diperlukan untuk memulai usaha.
  2. Kemungkinan penambahan modal yang diperlukan.
  3. Metode dan luasnya pengawasan terhadap perusahaan.
  4. Rencana pembagian laba.
  5. Rencana penentuan tanggung jawab.
  6. Besar kecilnya resiko yang harus dihadapi.
  7. Bentuk kepemimpinan.
  8. Tanggung jawab terhadap utang-piutang perusahaan.
Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis

Usaha yang tidak berbentuk badan hukum yaitu:

  1. Badan usaha perseorangan.
  2. Persekutuan firma.
  3. Persekutuan komanditer

Bentuk kepemilikan bisnis antara lain:

  1. Perusahaan perseorangan
  2. Firma
  3. CV
Perusahaan Perseorangan

Perusahaan perseorangan merupakan suatu bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh seorang individu atau dimiliki orang seorang saja. Orang tersebut menjalankan usahanya untuk mendapat keuntungan dari bisnisnya.

Pemimpin dalam perusahaan ini  merupakan pemilik dan mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas. Contoh perusahaan perseorangan: usaha bengkel, pertokoan, bioskop, karaoke dan sebagainya.

Kebaikannya:

  • Mudah untuk memulai.
  • Adanya kebebasan dan fleksibilitas.
  • Pemilik memiliki laba.
  • Kerahasiaan usaha relative lebih terjamin.
  • Mudah untuk membubarkan.

Kelemahannya:

  • Tanggung jawab pemilik tidak terbatas.
  • Keterbatasan dalam kemampuan managerial.
  • Keterbatasan sumber keuangan.
  • Kurang stabil.
  • Menyita banyak waktu.
  • Kesulitan dalam menyewa dan mempertahankan pekerja yang baik.
Firma

Bentuk bisnis firma merupakan suatu persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan nama bersama. Tanggung jawab masing- masing anggota firma tidak terbatas, sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi bersama. Firma didirikan dengan akte notaris, yang didaftarkan pada panitera pengadilan setempat dan diumumkan dalam Berita Negara.

Baca juga: Pengantar Bisnis dan Ekonomi

Permodalan berasal dari pemilik dengan suatu jumlah yang diatur bersama dan kemungkinan hanya ada yang memasukan keahlian kedalam firma. Untuk anggota yang hanya memasukan keahlian, bagian labanya sama dengan anggota yang menyetor modal paling kecil.

Untuk materi selengkapnya mengenai bentuk-bentuk kepemilikan usaha, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ


SDMIndonesia.com


Explore: Training & Development

Kata kunci untuk penelusuran: memilih bentuk kepemilikan usaha, membuat perseroaan terbatas PT, membuat firma, badan usaha koperasi, badan usaha dagang UD, kelebihan dan kelemahan perseroan terbatas, pelatihan pembuatan badan usaha, training pendirian PT, in house training memilih badan usaha, indonesia sumber daya manusia

Training Pengantar Bisnis

Pengantar Bisnis dan Ekonomi

“Pengantar Bisnis dan Ekonomi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ingin belajar teori bisnis dan ekonomi? Ada kemauan pasti ada jalan! Yuk kita mulai belajar bersama.

_____________________________

Belajar Mudah dengan PowerPoint:

PPT Pengantar Bisnis dan Ekonomi

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_____________________________

Berikut secara garis besar (pokok-pokok) tentang teori bisnis dan ekonomi. Dengan mempelajari teori bisnis dan ekonomi, InsyaAllah kita akan mempunyai pengetahuan yang diperlukan apabila kelak akan menjalankan sebuah usaha, baik usaha yang berorientasi profit maupun yang non-profit. Berikut garis besar uraiannya:

Pengertian Bisnis

All the work involved in providing people with goods and services for a profit (suatu usaha/tindakan yang mengelola faktor-faktor produksi untuk menciptakan barang/jasa dan untuk memperoleh laba).

Bisnis adalah kegiatan perusahaan yang terorganisir secara sistematis untuk menyediakan barang atau jasa kepada para konsumen.

Bisnis adalah usaha yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan manusia, kebutuhan organisasi ataupun masyarakat luas.

Jenis Kegiatan Bisnis

Beberapa jenis bisnis, dapat dikelompokkan menjadi:

  • Bisnis ekstraktif: bergerak dalam bidang pertambangan.
  • Bisnis agraris: bergerak di bidang pertanian, termasuk perikanan, peternakan dan perunggasan, perkebunan serta kehutanan.
  • Bisnis industri manufaktur: bergerak di bidang manufaktur barang berwujud.
  • Bisnis jasa: menghasilkan produk tidak berwujud.
Empat Macam Kegunaan

Bisnis didirikan untuk memenuhi beberapa kegunaan, diantaranya:

  • Kegunaan bentuk (form utility)
  • Kegunaan tempat (place utility)
  • Kegunaan waktu (time utility)
  • Kegunaan pemilikan (possession utility)
Faktor-faktor Produksi

Untuk membangun bisnis, diperlukan faktor-faktor produksi, diantaranya:

  • Tenaga kerja
  • Modal
  • Wirausahawan
  • Sumberdaya fisik
  • Sumberdaya informasi
 Jenis-Jenis Sistem Ekonomi

Sebuah bisnis, berada dalam sebuah sistem ekonomi di negara tempat usaha tersebut didirikan. Sistem ekonomi dapat berbentuk:

  • Perekonomian Terpimpin
  • Perekonomian Pasar penawaran-permintaan (bebas)
  • Perekonomian Pasar Campuran
 Mengapa Belajar Bisnis?
  • Karir di masa depan: terbukanya lapangan kerja di bidang bisnis.
  • Entrepreneurship: Membuka bisnis sendiri atau berwiraswasta.
  • Pengenalan masalah-masalah sosial: kegiatan bisnis menimbulkan masyarakat dan lingkungan baik gangguan alam maupun manusiawi seperti polusi, upah minimum, keselamatan kerja, kesejahteraan karyawan..
 Fungsi Dasar Bisnis
  • Mencari dan menemukan sumber bahan baku.
  • Mengolah bahan baku menjadi produk jadi.
  • Menyalurkan produk jadi ke tangan konsumen.
 Sistem Perekonomian
  • Kegiatan bisnis tidak dapat lepas dari kegiatan perekonomian.
  • Ada 5 sistem perekonomian yaitu:
    • Perekonomian Syariah.
    • Kapitalisme.
    • Fasisme.
    • Sosialisme (Perancis, Swedia, India).
    • Komunisme  (Korea Utara, Kuba), dahulu Republik Uni Soviet, Cina, Vietnam.
 Jenis Pasar

Sistem perekonomian sangat berkaitan dengan sistem pasar dari produk itu sendiri. Sistem pasar terbagi ke dalam 4 bagian:

  1. Monopoli: Pasar yang hanya memiliki satu pelaku penawarannya atau PENJUAL TUNGGAL dalam pasar komoditas
  2. Monopsoni: Pelaku usaha/ pembeli menguasai penerimaan pasokan atau PEMBELI TUNGGAL dalam pasar komoditas
  3. Oligopoli: Pasar yang terdiri dari beberapa perusahaan atau penjual dengan produk yang homogen
  4. Pasar Persaingan Sempurna: Pasar yang penjual dan pembeli bergerak leluasa, harga ditentukan oleh mekanisme pasar
 Konsep Lingkungan Bisnis

Faktor-faktor tersebut meliputi lingkungan eksternal yang dibagi dalam lingkungan jauh (makro) yaitu:

  • Politik
  • Ekonomi
  • Sosbud
  • Teknologi
  • Lingkungan industri

Sedangkan lingkungan internal yaitu :

  • Meliputi aspek-aspek internal organisasi seperti sdm, pemasaran, produksi dan keuangan
  • Kebijakan internal di dalam lingkungan perusahaan

Tertarik mempelajari lebih dalam? Berikut materi selengkapnya mengenai Pengantar Bisnis, bisa di download ppt pada link diatas

Demikian poin-poin singkat tentang Pengantar Bisnis dan Ekonomi. Semoga bermanfaat, dan salam sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Massive Online Open Courses
12