• +62-8123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Manajemen Pemasaran

Memposisikan produk

Manajemen Pemasaran: Memposisikan Produk

“Manajemen Pemasaran: Kiat Memposisikan Produk”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan (benak) konsumen.

Dengan demikian konsumen / segmen pasar memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya.

Penting bagi perusahaan untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan mengambil posisi tertentu dibandingkan dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar.

Jika posisi perusahaan itu sendiri dekat dengan pesaing lainnya, perusahaan itu harus menyeleksi dan kemudian mencari perbedaan lebih lanjut melalui keunikan / perbedaan-perbedaan tersendiri.

__________________________

Belajar Mudah dengan Power Point (PDF):

PPT Product Positioning

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

__________________________

Peran Positioning dalam Strategi Pemasaran

Menurut Craven, seorang pakar pemasaran, positioning memegang peran yang sangat besar dalam strategi pemasaran. Langkah tersebut dilakukan setelah analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal perusahaan (total situation analysis).

Alasannya dunia sekarang ini dilanda over komunikasi, terjadi ledakan barang, media, maupun iklan. Akibatnya pikiran (benak / persepsi) para prospek menjadi ajang pertempuran.

Oleh karena itu, agar dapat berhasil dalam suatu masyarakat yang over komunikasi, perusahaan bidang apapun sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan tidak hanya kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri, tetapi juga kekuatan dan kelemahan pesaingnya dalam pikiran prospeknya.

Itulah sebabnya, ancangan dasar ‘positioning’ tidak lagi sekadar menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang
lain, tetapi memanfaatkan dengan cerdik apa yang ada di dalam pikiran dan mengkaitkan hubungan-hubungan yang telah ada.

Product Positioning

Dalam proses positioning selalu dimulai product positioning. Pendapat ini dikemukakan oleh Regis Mc Kenna, tokoh pemasaran yang juga mengemukakan definisi product positioning.

Beliau menyampaikan penjelasan sebagai berikut:
“The positioning process should begin with the product themselves. To gain a strong product positioning, a company must differentiate its product from all other products on the market. The goal is to give the product a unique position in the market place.”

Dari definisi diatas mengandung pengertian bahwa proses positioning harus dimulai dengan produk itu sendiri. Untuk mencapai product positioning yang kuat, suatu perusahaan perlu melakukan diferensiasi dalam banyak faktor yaitu: teknologi, harga, kualitas, saluran distribusi atau sasaran konsumennya.

Baca juga: Manajemen Pemasaran: Analisis Persaingan dan Strategi Bersaing

Demikian poin-poin singkat dari Manajemen Pemasaran: Memposisikan Produk. Untuk materi lanjutan tentang product positioning, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Manajemen Pemasaran & Analisis Persaingan

Manajemen Pemasaran: Analisis Persaingan dan Strategi Bersaing

“Manajemen Pemasaran, Analisis Persaingan dan Strategi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Analisis persaingan adalah usaha mengidentifikasi kesempatan, tantangan atau permasalahan strategis (strategy question) yang terjadi akibat perubahan persaingan potensial, serta kekuatan dan kelemahan dalam kompetisi.

Analisis Persaingan dan kompetisi berguna untuk mendasari keputusan tentang produk yang dipasarkan agar kemudian diperoleh laba yang optimal.

Pasar berubah karena adanya perubahan kebutuhan pembeli, teknologi baru, kekuatan sosial-ekonomi, dan kegiatan persaingan.

Perubahan-perubahan ini menciptakan peluang dan tantangan baru bagi perusahaan untuk melayani pasar.

Analisis persaingan dimulai dengan pesaing umum dan selanjutnya pesaing potensial. Ada dua cara untuk mengidentifikasi pesaing umum. Yang pertama menguji perspektif  pelanggan dalam membuat pilihan diantara para  pesaing.

Silahkan diunduh file power-point (PDF) berikut ini:

_____________________________

Belajar Mudah dengan Power point (PDF):

PPT Analisis Persaingan dan Strategi Bersaing

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_____________________________

Tipe kedua adalah identifikasi dengan pendekatan yang berusaha menempatkan para pesaing kedalam kelompok-kelompok strategi dari dasar strategi persaingannya.

Setelah para pesaing diidentifikasi, fokusnya adalah berusaha memahami  mereka dan strateginya. Dari  uraian  tersebut dapat  dikembangkan analisis dari kekuatan dan kelemahan dari masing-masing pesaing atau kelompok strategi dari  pesaing.

Identifikasi Strategi Pesaing

Dalam melakukan identifikasi strategi pesaing ini, kita perlu memperhatikan juga beberapa hal berikut ini:

  1. Semakin mirip strategi suatu perusahaan dengan produk yang sejenis, maka semakin bersaing.
  2. Dalam suatu industri, pesaing-pesaing dalam industri yang bersangkutan dikelompokan dalam grup-grup. Setiap grup melakukan strategi yang berbeda dengan grup yang lain. Misalnya: Citra kualitas, Teknologi yang dipakai, Pasarnya, Metode produksinya.
Penilaian Kekuatan dan Kelemahan Pesaing

Setelah kita tahu siapa saja pesaing/kompetitor kita, tentukan kekuatan mereka dan cari tahu kerentanan mereka. Mengapa konsumen membeli dari mereka, apakah karena harga, nilai, pelayanan, kenyamanan, dan reputasi.

Fokuskan terutama pada kekuatan dan kelemahan yang dirasakan seperti yang kita lakukan terhadap perusahaan sesungguhnya. Ini karena persepsi konsumen ternyata bisa lebih penting dari kenyataan.

Identifikasi reaksi pesaing

Reaksi Pesaing maksudnya bagaimana pola dan strategi pesaing dalam merebut segmen pasar yang ada, dan bagaimana perusahaan mampu melakukan terobosan-terobosan baru dalam rangka mengungguli pesaing yang ada.

Untuk materi berikutnya tentang analisis persaingan dan strategi bersaing, bisa di download pada link diatas.

Demikian uraian singkat tentang Manajemen Pemasaran, Analisis Persaingan dan Strategi. Semoga bermanfaat, dan sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_____________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

strategi pemasaran saluran distribusi

Strategi Pemasaran: Saluran Distribusi

“Strategi Pemasaran: Saluran Distribusi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Saluran distribusi suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.

____________________________

Power Point (PDF):

PPT Strategi Saluran Distribusi

Follow Instagram: SDM Unggul Indonesia Maju

____________________________

Suatu perusahaan perlu melaksanakan fungsi distribusi dikarenakan pendistribusian merupakan salah satu proses pada perusahaan dalam penyetokan barang atau penawaran produknya ke pasar.

Dan pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa kepada konsumen sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, kualitas, jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan).

Tujuan dari penggunaan perantara adalah memanfaatkan tingkat kontak atau hubungan, pengalaman, spesialisasi, dan skala operasi mereka dalam menyebar luaskan produk sehingga dapat mencapai pasar sasaran secara efektif dan efisien.

Strategi Distribusi

Secara garis besar terdapat enam macam strategi distribusi yang dapat digunakan, yaitu :

  • Strategi Struktur Saluran Distribusi
    • Strategi ini berkaitan dengan penentuan jumlah perantara yang digunakan untuk mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen.
    • Alternatif yang dipilih dapat berupa distribusi langsung atau distribusi tidak langsung.
    • Tujuannya untuk mencapai jumlah pelanggan yang optimal pada waktu yang tepat dan dengan biaya yang rendah namun dapat meraih dan menjaga tingkat pengendalian distribusi tertentu.
  • Strategi Cakupan Distribusi
    • Strategi ini berkaitan dengan jumlah perantara sesuatu wilayah.
    • Tujuannya untuk melayani pasar dengan biaya yang minimal namun bisa menciptakan citra produk yang diinginkan.
  • Strategi Distribusi Berganda
    • Yaitu penggunaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani segmen pelanggan.
    • Tujuannya untuk memperoleh akses yang optimal pada setiap segmen.
  • Strategi Modifikasi Saluran Distribusi
    • Adalah strategi mengubah susunan saluran distribusi yang ada berdasarkan evaluasi dan peninjauan ulang.
    • Dengan mengubah susunan saluran distribusi diharapkan perusahaan dapat menjaga system distribusi yang optimal pada perubahan-perubahan lingkungan tertentu.
  • Strategi pengendalian Saluran Distribusi
    • Adalah menguasai semua anggota dalam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan mereka secara terpusat kearah pencapaian tujuan bersama.
  • Strategi Manajemen Konflik dalam Saluran Distribusi
    • Konsep sistem pada distribusi mensyaratkan adanya kerja sama antar saluran.
    • Meskipun demikian didalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga diantara anggota saluran sering terjadi perselisihan.
    • Konflik juga dapat timbul antara saluran yang satu dengan saluran yang lain yang menjual produk yang sama dan ke pasar yang sama pula.
    • Konflik yang sehat (positif) dapat meningkatkan kreatifitas dan efisiensi saluran distribusi

Baca juga: Perencanaan Strategi Pemasaran

Bagaimana kelanjutannya? Untuk materi selengkapnya tentang strategi saluran distribusi, bisa di download pada link power point (PDF) diatas.

Demikian uraian singkat tentang Strategi Pemasaran: Saluran Distribusi. Semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_______________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training SDM

Perencanaan Strategi Pemasaran

Perencanaan Strategi Pemasaran

“Mengelola Perencanaan Strategi Pemasaran”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Sebuah perusahaan seharusnya memiliki sebuah rencana strategi dalam keberlangsungan perusahaannya, termasuk dalam pemasaran produk atau jasa yang diproduksinya.

___________________________________

Power Point (PDF):

Strategi Pemasaran

___________________________________

Memikirkan bagaimana sebuah perusahaan memutuskan untuk masuk ke dalam sebuah bisnis, apakah mereka sudah siap bersaing dengan perusahaan/produsen lain, apakah target mereka akan sama atau berbeda. Hal-hal inilah yang harus dipikirkan dalam strategi sebuah pemasaran. 

Perencanaan strategi pemasaran adalah bagaimana cara untuk dapat menemukan berbagai peluang menarik dan menyusun strategi yang menguntungkan. Kegiatan penyusunan rencana pemasaran inilah yang disebut dengan perencanaan pemasaran.

Manfaat perencanaan pemasaran :
  1. Usaha mengkoordinasi kegiatan pemasaran secara lebih baik.
  2. Usaha untuk mendorong cara berpikir jauh kedepan.
  3. Usaha mengawasi kegiatan pemasaran yang telah dilakukan yang didasarkan atas standar prestasi kerja yang ditetapkan dalam rencana.
Tujuan perencanaan pemasaran :
  1. Menggunakan cara-cara berusaha dibidang pemasaran secaar intensif dan optimal.
  2. Menyeimbangkan dan menyelaraskan kegiatan pemasaran yang dapat menjamin tercapainya tujuan dan sasaran.
  3. Menjamin keselarasan dan keserasian antara bagian yang terdapat dalam perusahaan dalam usaha pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan.
Macam-macam Perencanaan Pemasaran
  1. Perencanaan pasar yang strategis (Strategic Market Planning). Perencanaan ini berkaitan dengan perencanaan usaha perusahaan, kearah mana usaha perusahaan akan dikembangkan. Dalam perencanaan ini akan dicakup penetapan pasar yang mana akan dilayani dan produk apa yang harus dihasilkan dan dipasarkan.
  2. Perencanaan Strategis Pemasaran Perusahaan (Corporate Marketing Planning) Perencanaan ini merupakan perencanaan jangka panjang yang bersifat  menyeluruh dan strategis, yang merumuskan berbagai strategi dan program pokok dibidang pemasaran perusahaan, yang akan dilaksanakan  untuk mencapai tujuan perusahaan dalam suatu jangka waktu tertentu.
  3. Perencanaan Pemasaran yang strategis ( Strategic  marketing Planning) Perencanaan ini berkaitan dengan usaha untuk memasarkan produk perusahaan. Perencanaan ini mencakup strategi pemasaran yang terpadu. Yang dimaksud dengan acuan pemasaran (marketing mix), yaitu strategi produk, strategi harga, distribusi dan strategi promosi.
  4. Perencanaan pemasaran yang operasional (Operational Marketing Planning)Perencanaan ini merupakan perencanaan kegiatan pelaksanaan dibidang pemasaran yang rinci atas daerah/wilayah niaga, produk, dan waktu.

Tertarik mempelajari lebih dalam? Untuk materi selengkapnya tentang perencanaan strategi pemasaran, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

______________________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Analisa pasar konsumen & bisnis

Analisis Pasar Konsumen dan Bisnis

Pentingnya Analisis Pasar

Pasar Konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau mendapatkan barang dan jasa untuk keperluan konsumsi pribadi. Sedangkan Pasar Bisnis adalah konsumen yang membeli barang dan jasa sebagai input bagi proses produksinya atau konsumen yang membeli penawaran dari suatu perusahaan untuk dijual kembali.

Perilaku dari pasar konsumen, berbeda dari perilaku pasar bisnis.  Agar dapat merencanakan suatu strategi pemasaran dan program pemasaran yang baik, seorang pemasar harus memahami karakteristik, perilaku dan keinginan dari pelanggan yang dihadapinya. Dengan memahami respon pelanggan terhadap rangsangan-rangsangan pemasaran tertentu, seorang pemasar dapat menyusun suatu rencana pemasaran yang dapat memancing respon yang diinginkan dari pelanggannya, yaitu pembelian dan loyalitas pelanggan.

Tujuan pemasaran adalah mempengaruhi pemikiran pelanggan dan perilakunya terhadap organisasi dan penawaran pasarnya. Untuk mempengaruhi apa, kapan dan bagaimana perilaku pembelian itu, mula-mula pemasar harus memahami mengapa konsumen berperilaku demikian.

Ciri-ciri yang membedakan pasar bisnis dengan pasar konsumen
  1. Pembeli (konsumen) pasar organisasional lebih sedikit dibandingkan dengan pasar konsumen, dikarenakan biasanya pembeli pasar organisasional hanya perusahaan atau industri tertentu saja.
  2. Volume (jumlah) pembeliannya lebih besar/banyak daripada pasar konsumen, karena produk yang dibeli kan diolah dan dijual lagi maka diperlukan jumlah yang banyak.
  3. Hubungan antara pemasok dengan pelanggan lebih akrab dan dekat.
  4. Pembeli (konsumen) lebih terpusat secara geografis, misal pada kota industri, pertokoan di pusat keramaian.
  5. Permintaannya cenderung bersifat permintaan turunan (derived demand).
  6. Permintaannya tidak elastis (permintaannya tidak banyak dipengaruhi oleh perubahan harga), dikarenakan konsumen (perusahaan atau industri) berapapun harganya pasti kan membeli produk tersebut untuk membuat produknya yang kan dijual lagi.
  7. Permintaannya bergejolak, terutama pada pabrik dan peralatan baru.
  8. Pembeliannya dilakukan secara profesional oleh agen pembelian yang sudah terlatih, disini perusahaan akan mengirim orang yang sudah berpengalaman dan cakap untuk melobi dan menawar produk yang akan dibeli untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Untuk materi selengkapnya tentang pasar konsumen dan bisnis, bisa di download ppt pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Menganalisis Pasar Konsumen dan Bisnis

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training & Pelatihan Pemasaran

Dapatkan informasi terkait: Perencanaan Strategi Pemasaran / marketing / strategy / marketing strategy / swot analysis / in-house training / training center / pelatihan pemasaran / lokakarya / bimtek / pemasaran / strategi pemasaran /analisis konsumen / analisis pasar / strategi pemasaran / pasar konsumen / pasar bisnis / pelatihan / training / Indonesia / sumber daya manusia

Ekuitas Merek

Menciptakan Ekuitas Merek

Pengertian Ekuitas Merek

Ekuitas Merek (bahasa Inggris: brand equity) adalah seperangkat aset dan keterpercayaan merek yang terkait dengan merek tertentu, nama dan atau simbol, yang mampu menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau jasa, baik bagi pemasar/perusahaan maupun pelanggan.

Bagi pelanggan, ekuitas merek dapat memberikan nilai dalam memperkuat pemahaman mereka akan proses informasi, memupuk rasa percaya diri dalam pembelian, serta meningkatkan pencapaian kepuasan. Nilai ekuitas merek bagi pemasar/perusahaan dapat mempertinggi keberhasilan program pemasaran dalam memikat konsumen baru atau merangkul konsumen lama. Hal ini dimungkinkan karena dengan merek yang telah dikenal maka promosi yang dilakukan akan lebih efektif.

Fungsi dan Manfaat Ekuitas Merek

Ekuitas merek memiliki beberapa fungsi dan manfaat sebagai berikut (Simamora, 2003:49):

  1. Loyalitas memungkinkan terjadinya pembelian/transaksi berulang atau jika konsumen tersebut merupakan commited buyer, tidak hanya terhenti pada pembelian ulang, namun konsumen tersebut juga dapat menganjurkan atau merekomendasikannya kepada orang lain.
  2. Memungkinkan perusahaan menetapkan harga yang lebih tinggi (premium), yang berarti marjin yang lebih tinggi bagi perusahaan.
  3. Memberikan kredibilitas pada produk lain yang menggunakan merek tersebut.
  4. Memungkinkan return yang lebih tinggi.
  5. Diferensiasi relatif dengan pesaing yang jelas, bernilai dan berkesinambungan.
  6. Memungkinkan fokus internal yang jelas.

Dimensi Ekuitas Merek

  1. Kesadaran Merek (Brand Awareness). Kesadaran merek adalah kemampuan pelanggan untuk mengenali atau mengingat kembali sebuah merek dan mengaitkannya dengan satu kategori produk tertentu.
  2. Persepsi Kualitas (Perceived Quality). Persepsi kualitas terhadap merek menggambarkan respons keseluruhan pelanggan terhadap kualitas dan keunggulan yang ditawarkan merek.
  3. Asosiasi Merek (Brand Associations). Asosiasi merek berkenaan dengan segala sesuatu yang terkait dalam memori pelanggan terhadap sebuah merek.
  4. Loyalitas Merek (Brand Loyalty). Loyalitas merek adalah komitmen kuat dalam berlangganan atau membeli kembali suatu merek secara konsisten di masa mendatang.

Untuk materi selengkapnya tentang ekuitas merek, bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Menciptakan Ekuitas Merek

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi  Pelatihan / In-House Training bidang Pemasaran
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Dapatkan informasi terkait: Ekuitas Merek / Persepsi Merek / Loyalitas Merek / Persepsi Kualitas / Asosiasi Merek / Kesadaran Merek / Pelatihan / Training / SDM / Pemasaran / Marketing / Indonesia

Penetapan Strategi Harga

Penetapan Strategi Harga

Penetapan harga barang dan jasa merupakan suatu strategi kunci dalam berbagai perusahaaan sebagai konsentrasi dari deregulasi, persaingan global yang kian sengit, rendahnya pertumbuhan di banyak pasar, dan peluang bagi perusahaan untuk memantapkan posisinya di pasar. Harga mempengaruhi kinerja keuangan dan juga sangat mempengaruhi persepsi pembeli dan penentuan posisi merek. Harga menjadi suatu ukuran tentang mutu produk pembeli mengalami kesulitan dalam mengevaluasi produk – produk yang kompleks.

Tujuan Penetapan Harga

Nitir, 2008 mengemukakan pada dasarnya ada empat jenis tujuan penetapan harga, yaitu :
  • Tujuan Berorientasi pada Laba, Asumsi teori ekonomi klasik menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba paling tinggi. Tujuan ini dikenal dengan istilah maksimisasi laba. Dalam era persaingan global, kondisi yang dihadapi semakin kompleks dan semakin banyak variabel yang berpengaruh terhadap daya saing setiap perusahaan, sehingga tidak mungkin suatu perusahaan dapat mengetahui secara pasti tingkat harga yang dapat menghasilkan laba maksimum. Oleh karena itu ada pula perusahaan yang menggunakan pendekatan target laba, yakni tingkat laba yang sesuai atau pantas sebagai sasaran laba. Ada dua jenis target laba yang biasa digunakan, yaitu target marjin dan target ROI (Return On Investment)
  • Tujuan Berorientasi pada Volume, Selain tujuan berorientasi pada laba, ada pula perusahaan yang menetapkan harganya berdasarkan tujuan yang berorientasi pada volume tertentu atau yang biasa dikenal dengan istilah volume pricing objective. Harga ditetapkan sedemikian rupa agar dapat mencapai target volume penjualan atau pangsa pasar. Tujuan ini banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan penerbangan.
  • Tujuan Berorientasi pada Citra, Citra (image) suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga. Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau mempertahankan citra prestisius. Sementara itu harga rendah dapat digunakan untuk membentuk citra nilai tertentu (image of value), misalnya dengan memberikan jaminan bahwa harganya merupakan harga yang terendah di suatu wilayah tertentu. Pada hakekatnya baik penetapan harga tinggi maupun rendah bertujuan untuk meningkatkan persepsi konsumen terhadap keseluruhan bauran produk yang ditawarkan perusahaan.
  • Tujuan Stabilisasi Harga, Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu perusahaan menurunkan harganya, maka para pesaingnya harus menurunkan pula harga mereka. Kondisi seperti ini yang mendasari terbentuknya tujuan stabilisasi harga dalam industri-industri tertentu (misalnya minyak bumi). Tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader).
  • Tujuan-tujuan lainnya, Harga dapat pula ditetapkan dengan tujuan mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan ulang, atau menghindari campur tangan pemerintah.Tujuan-tujuan penetapan harga di atas memiliki implikasi penting terhadap strategi bersaing perusahaan. Tujuan yang ditetapkan harus konsisten dengan cara yang ditempuh perusahaan dalam menetapkan posisi relatifnya dalam persaingan. Misalnya, pemilihan tujuan laba mengandung makna bahwa perusahaan akan mengabaikan harga para pesaing.

Untuk materi selengkapnya tentang penetapan strategi harga, bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Penetapan Strategi Harga

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training Penetapan Strategi Harga

Hubungi Customer Service kami

1