• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Manajemen Operasional

Strategi proses dan perencanaan kapasitas

Strategi Proses dan Perencanaan Kapasitas

“Strategi Proses dan Perencanaan Kapasitas”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam manajemen operasional, salah satu tugas penting manajer adalah menetapkan proses-proses dalam lingkungan organisasi. Strategi proses merupakan pendekatan organisasi untuk mentransformasi sumber daya yang dimiliki menjadi barang dan jasa.

Tujuan dari strategi proses adalah untuk menemukan jalan dalam memproduksi barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan spesifikasi produk dalam keterbatasan biaya dan keterbatasan manajerial yang lain.

Silahkan diunduh file power point (PDF) berikut ini:

________________________

Power Point (PDF):

PPT Strategi Proses dan Perencanaan Kapasitas

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

________________________

Proses yang dipilih akan memiliki pengaruh jangka panjang pada produksi dan efisiensi, juga pada fleksibilitas biaya, dan kualitas yang dihasilkan.

Dalam memahami materi strategi proses dan perencanaan kapasitas, alangkah baiknya kita memahami terlebih dahulu mengenai pengertian,  tujuan, tipe, analisis dan desain proses, serta pemilihan alat dan teknologi dari strategi proses dan perencanaan kapasitas.

Pengertian Strategi Proses & Perencanaan Kapasitas

Strategi proses atau transformasi adalah pendekatan organisasi untuk mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa.

Tujuan strategi proses adalah untuk menemukan suatu cara membuat produk barang dan jasa yang dapat memenuhi persyaratan dari konsumen dan spesifikasi produk yang berada dalam batasan biaya serta konstrain lainnya.

Hasil dari keputusan ini berdampak pada efisiensi produksi jangka panjang, fleksibilitas, dan kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karenanya banyak strategi perusahaan ditentukan pada saat keputusan tentang proses ini dilakukan.

Tipe Strategi Proses
  1. Fokus pada proses.
  2. Fokus berulang
  3. Fokus pada produk
  4. Mass customization
Analisis Dan Desain Proses
Diagram Alir (Flow Diagram):

Adalah sebuah gambar atau skema yang digunakan untuk menganalisa pergerakan orang atau bahan.

Pemetaan Fungsi Waktu (Time Function Mapping)

Adalah sebuah diagram alir tetapi dengan waktu ditambahkan pada sumbu horizontal. Diagram ini disebut juga pemetaan proses (process mapping) atau pemetaan fungsi waktu (time-function mapping).

Diagram Proses (Process Diagram)

Adalah diagram yang menggunakan simbul, waktu, dan jarak untuk mendapatkan cara uang obyektif dan terstruktur dalam menganalisis dan mencatat aktifitas yang membentuk sebuah proses.

Perencanaan Pelayanan (Service Planning)

Merupakan teknik analisis proses yang memusatkanm perhatian pada konsumen dan interaksi penyedia layanan dengan konsumennya.

Pemilihan Alat Dan Teknologi
Teknologi Produksi
  • Pemilihan Peralatan harus fleksibel.
  • Teknologi Produksi, meliputi :
    1. Teknologi Mesin
    2. Sistem Identifikasi Otomatis / Automatic Identification System (AIS)
    3. Pengendalian Proses
    4. Sitem Visi
    5. Robot
    6. Sistem penyimpanan dan pengambilan secara otomatis / Automatic storage and retrieval systems (ASRS)
    7. Kendaraan Terpadu Otomatis/ Automatic guided vehicles (AGV)
    8. Sistem Maufaktur fleksibel
    9. Manufaktur terintegrasi Komputer
Teknologi Di Sektor Jasa
Pelayanan/ kemudahan yang diberikan oleh perusahaan jasa kepada para   pelanggan, misal:
  • Jasa keuangan
  • Perhotelan
  • Restoran
  • Penerbangan

Untuk materi selengkapnya mengenai Strategi Proses dan Perencanaan Kapasitas, silahkan di download ppt pada link diatas.

Baca juga: Strategi Operasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_______________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Manajemen Operasional, Pemeliharaan dan Keandalan

Manajemen Operasional: Pemeliharaan dan Keandalan

“Manajemen Operasional: Pemeliharaan dan Keandalan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Maintenance (pemeliharaan) adalah semua aktivitas yang berkaitan untuk mempertahankan sistem peralatan dalam kondisi layak bekerja. Sebuah sistem pemeliharaan yang baik akan menghilangkan variabilitas system.

___________________________

Power Point (PDF):

Pemeliharaan dan Keandalan

Follow Instagram: SDM Unggul Indonesia Maju

___________________________

Reliability (keandalan) adalah peluang sebuah komponen mesin atau produk akan bekerja secara baik untuk waktu tertentu dibawah kondisi tertentu.

Empat Taktik Pemeliharaan & Keandalan
Taktik keandalan:
  • Meningkatkan komponen individual
  • Memberikan redundancy
Taktik pemeliharaan:
  • Menetapkan atau meningkatkan pemeliharaan pencegahan
  • Meningkatkan kemampuan atau kecepatan perbaikan
Meningkatkan Kemampuan Memperbaiki
  • Personel yang terlatih dengan baik
  • Sumber daya yang cukup
  • Kemampuan untuk menetapkan sebuah rencana perbaikan dan prioritas
  • Kemampuan dan otoritas untuk melakukan perencanaan material
  • Kemampuan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan
  • Kemampuan untuk mendesain cara untuk memperluas MTBF
Pemeliharaan Produktif Total
  • Perancangan mesin yang andal, mudah dioperasikan, dan mudah dalam pemeliharaan
  • Menekankan biaya kepemilikan total disaat membeli mesin, sedemikian rupa sehingga pelayanan dan pemeliharaan sudah termasuk dalam biaya pembelian biaya tersebut.
  • Membuat rencana pemeliharaan pencegahan yang memanfaatkan praktek operator yang terbaik departemen pemeliharaan dan depot pelayanan
  • Melatih pekerja untuk mengoprasikan dan memelihara mesin mereka sendiri
Jenis Pemeliharaan
Pemeliharaan Pencegahan (Preventive Maintenance)

Pemeliharaan terjadwal untuk mempertahankan sebuah sistem pada sebuah tingkat unjuk kerja tertentu dengan menyediakan pemeriksaan sistematis, deteksi, pelayanan, atau pencegahan kegagalan yang akan datang melalui pergantian barang secara periodik

Contoh : pemeriksaan mesin (tune-up), ganti oli setiap n km

Pemeliharaan Perbaikan (Corrective Maintenance)
  • Pemeliharaan tidak terjadual
  • Hasil dari suatu kejadian kerusakan/kegagalan sistem
  • Mengembalikan sistem/produk ke tingkat unjuk kerja sistem yang baik

Contoh : mengganti part / komponen yang sudah rusak

Pengukuran Maintainability
  • Waktu perbaikan (Mct)
  • Waktu pencegahan (Mpt)
  • Total waktu perawatan dan perbaikan (M)
  • Maintenance Down Time (Mdt)

Baca juga: Pelatihan dan Pengembangan

Bagaimana ulasan selanjutnya? Silahkan download power point pada link diatas.

Demikian uraian singkat tentang Manajemen Operasional: Pemeliharaan dan Keandalan. Semoga bermanfaat dan sukses selalu.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

__________________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

__________________________________

Iklan Ikan segar, Aquascape & Aquarium:

Menghadirkan keindahan dan kehangatan di kantor dan rumah Anda

Strategi Lokasi

Lokasi menentukan prestasi, merupakan ungkapan yang cukup tepat untuk segala jenis kegiatan, demikian pula untuk kegiatan bisnis di sektor barang maupun jasa.

Salah satu keputusan yang paling penting yang dibuat oleh perusahaan adalah dimana mereka akan menempatkan kegiatan operasional mereka, maka keputusan yang harus diambil selanjutnya oleh manajer operasional adalah strategi lokasi. Lokasi yang strategis adalah wilayah penempatan operasi produksi sebuah perusahaan yang dapat memberikan keuntungan maksimal terhadap perusahaan tersebut, karena tujuan strategi lokasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan. Secara lebih lengkapnya mari kita ulas pengertian, faktor-faktor dari strategi lokasi.

Pengertian Strategi Lokasi

Keputusan yang paling penting yang perlu dibuat oleh perusahaan adalah dimana mereka harus menempatkan operasi mereka. Aspek Internasional keputusan ini adalah sebuah indikasi bahwa keputusan lokasi bersifat global. Lokasi sangat mempengaruhi biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Lokasi sangat mempengaruhi risiko dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan.

Faktor-faktor Pertimbangan Lokasi

Salah satu keputusan yang paling penting yang dibuat oleh perusahaan adalah dimana mereka akan menempatkan kegiatan operasional mereka, maka keputusan yang harus diambil selanjutnya oleh manajer operasional adalah strategi lokasi.

Sejumlah perusahaan di dunia melakukannya mengingat lokasi untuk operasional sangat mempengaruhi biaya, baik biaya tetap maupun biaya variable. Lokasi sangat mempengaruhi resiko dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan. Tiga kemungkinan dalam pemilihan lokasi:

  • Tidak pindah, hanya meluaskan faksilitas yang sudah ada
  • Tidak pindah, tapi melakukan ekpansi di tempat lain
  • Menutup fasilitas sekarang dan pindah ke tempat lain
Keputusan Lokasi untuk Perusahaan  yang Beroperasi Secara Global

Adapun berbagai faktor tersebut diantaranya adalah:

  1. Keputusan Pemilihan Lokasi Negara

Adapun faktor yang dipertimbangkan :

  1. Resiko politik yang dihadapi, peraturan yang ada, sikap pemerintah, serta insentif pemerintah.
  2. Permasalahan budaya dan ekonomi , termasuk budaya korupsi
  3. Lokasi pasar karena produk yang telah dibuat harus dapat diserap oleh pasar agar keberlangsungan perusahaan dapat terjamin.
  4. Ketersediaan tenaga kerja, upah buruh, produktifitas, karena unsur tenaga kerja adalah sangat penting bagi perusahaan.
  5. Ketersediaan pasokan, komunikasi dan energi, hal ini disebabkan ketergantungan perusahaan pada hal-hal tersebut karena tanpa bahan baku, komunikasi maupun energi maka perusahaan tidak dapat beroperasi.
  6. Resiko nilai tukar mata uang, karena mata uang dari suatu Negara yang sangat fuktuatif akan berdampak sangat signifikan bagi kegiatan bisnis.
  7. Keputusan Pemilihan Lokasi Daerah (Region)

Faktor yang dipertimbangkan diantaranya:

  1. Keinginan perusahaan
  2. Segi-segi yang menarik dari wilayah tersebut (budaya, pajak, iklim)
  3. Ketersediaan tanaga kerja, upah serta sikap terhadap serikat kerja
  4. Biaya dan ketersediaan pelayanan umum.
  5. Peraturan mengenai lingkungan hidup.
  6. Insentif dari pemerintah.
  7. Kedekatan dengan bahan baku dan konsumen.
  8. Biaya tanah dan pendirian bangunan.
  9. Keputusan Lokasi untuk memilih tempat (site)

Faktor yang dipertimbangkannya:

  1. Ukuran dan biaya lokasi
  2. Sistem transportasi udara, kereta, jalan bebas maupun jalur laut.
  3. Pembatasan daerah.
  4. Kedekatan dengan jasa / pasokan yang dibutuhkan.
  5. Permasalahan dampak lingkungan.

 

Bagaimana penjelasan selanjutnya? Silahkan unduh ppt pada link di bawah ini:

PPT Strategi Lokasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Manajemen Kualitas

Pada tahun-tahun sekarang sangat sangat penting meningkatkan kualitas dari sebuah produk yang di hasilkan. Tekanan ini banyak datang dari perusahaan -perusahaan besar internasional seperti perusahaan mobil dan computer. Persaingan antar perusahaan tersebut lebih memaksa mereka untuk lebih lagi meningkatkan kualitas produk yang di hasilkan, agar mendapat kepercayaan dari pasar. Untuk memahami materi manajemen kualitas lebih lanjut, mari kita ulas mengenai pengertian, fakor-faktor, macam-macam dari manajemen kualitas.

Manajemen Kualitas 

Kualitas adalah kemampuan suatu produk dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

Beberapa sudut pandang kualitas :

  • Pengguna merupakan kualitas bergantung pada pemirsa
  • Manufaktur merupakan pemenuhan standar dan membuat produk secara benar
  • Produk  merupakan variabel yang tepat dan dapat dihitung

Faktor-faktor yang menentukan kualitas :

  • Bahan baku dan bahan lainnya
  • Manusia yang mengerjakan
  • Persaingan di Pasar
  • Tujuan organisasi
Macam-macam kualitas :
  • Design/Physical Quality à mencakup penampilan fisik
  • Performance/sensory Quality à mencakup penampilan non fisik
  • Conformance/ Time Orientation Quality à seberapa lama konsumen dapat memanfaatkan produk
Pengertian TQM

Total Quality Management didefinisikan sebagai konsep perbaikan yang dilakukan secara terus menerus, yang melibatkan semua karyawan di setiap level organisasi, untuk mencapai kualitas yang ‘exellent’ dalam semua aspek organisasi melalui proses manajemen (Dipietro,1993;Greg et al,1994).

Manajemen organisasi keseluruhan yang menjadikannya unggul dalam segala aspek produk yang penting bagi pelanggan. Dua hal dalam TQM adalah Perbaikan yang terus menerus dan Pemberdayaan karyawan. Dalam perbaikan terus menerus, setiap proses penyelesaian masalah/ problem solving, dilakukan PDCA (Plan, Do, Chek dan Act). Pemberdayaan karyawan, dilakukan dengan meluaskan pekerjaan sehingga tanggung jawab dan kewenangan dipndahkan ketingkat terendah dalam organisasi.

TQM atau Total Quality Management (manajemen kualitas total) adalah strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi. Sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta masyarakat.

Alat-alat Total Quality Management
  1. Lembar Pengecekan
  2. Diagram sebar
  3. Digram sebab akibat/ diagram Ishikawa/ diagram tulang ikan
  4. Diagram Pareto
  5. Diagram alir
  6. Histogram
  7. Statistical Quality control
  8. Inspeksi

 

Bagaimana penjelasan selanjutnya mengenai Manajemen Kualitas?? Silahkan download ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Kualitas

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Training Pengembangan Produk Baru

Desain Produk dan Jasa

Dasar keberadaan organisasi yaitu produk atau jasa yang disajikan kepada masyarakat. Produk yang baik, merupakan kunci keberhasilan. Tapi, strategi produk yang kurang baik, dapat menghancurkan perusahaan. Misalnya: perusahaan fokus ke produk tertentu. Salah satu strategi produk adalah membangun kemampuan tertentu dalam kustomisasi keluarga produk atau jasa yang sudah ada. Strategi produk yang efektif menghubungkan keputusan produk dengan investasi, pangsa pasar, dan siklus hidup produk, dan menggambarkan luasnya lini produk. Tujuan dari keputusan produk yaitu untuk mengembangkan dan menerapkan sebuah strategi produk yang dapat memenuhi permintaan pasar dengan keunggulan bersaing. Fokus dari keuggulan bersaing: pembedaan, biaya rendah, dan atau respon cepat. Dalam memahami lebih lengkapnya materi desain produk dan jasa, kita ulas terlebih dahulu mengenai pengertian, tujuan, sirklus, serta analisis dari desain produk dan jasa.

Pemilihan Produk dan Jasa

Pemilihan produk dimaksudkan sebagai proses memilih produk/jasa untuk dapat disajikan kepada pelanggan atau klien.

Contoh:

  1. Rumah sakit melakukan spesialisasi pada berbagai jenis pasien dan prosedur kesehatan, seperti: rumah sakit bersalin.
  2. Toyota yang memberikan respon cepat terhadap pelanggan, yaitu dengan memberikan proses desain mobil tercepat dalam industri otomotif (dibawah 2 tahun).
Sirklus Hidup Produk / P L C

Product Life Cycle (PLC) yang menggambarkan lahirnya suatu produk baru sampai pada kematian suatu produk yang dikatakan sudah lama. Secara sederhana, konsep ini menyatakan bahwa hampir semua produk baru yang ditawarkan kepada masyarakat akan menjalani suatu siklus kehidupan yang terdiri atas empat tahap dalam periode waktu terbatas. Tiap tahap dalam PLC, membuka kesempatan-kesempatan baru dan menimbulkan masalah-masalah baru bagi manajemen produksi. Bila diketahui kedudukan produk dalam siklus kehidupannya, maka dapat dirumuskan rencana perbaikan desain dan pengembangan produk yang lebih baik.

Ada empat fase hidup produk yaitu:

  1. Fase Perkenalan
  2. Fase Pertumbuhan
  3. Fase Kematangan
  4. Fase Penurunan

Setiap fase memiliki strategi yang sesuai atau  sejalan dengan perubahan produk yang masuk pada fase  siklus hidup produk.

Analisis Produk Berdasarkan Nilai

Merupakan urutan produk dari yang tertinggi ke yang terendah akan kontribusi $ mereka pada perusahaan dan juga kontribusi $ tahunan total. Laporan produk berdasarkan nilai membuat manajemen dapat mengevaluasi strategi yang mungkin untuk setiap produk.

Bagaimana materi selengkapnya mengenai Desain Produk dan Jasa?? Silahkan di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Desain Produk dan Jasa

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Strategi Manajemen Operasional

Strategi Operasi

Operasi bisnis seharusnya tidak hanya sebagai tempat untuk menghasilkan barang dan jasa perusahaan, tetapi juga harus memberikan kekuatan kompetitif pada suatu bisnis. Berbicara mengenai pandangan global strategi operasi, maka disini kami membahas ada enam alasan mengapa operasi bisnis domestik beralih ke operasi bisnis Internasional, faktornya antara lain: Mengurangi biaya (upah, pajak, dll), Memperbaiki rantai pasokan, Menghasilkan pelayanan dan produk yang lebih baik, Memahami pasar, Belajar untuk memperbaiki operasi, Mendapatkan dan mempertahankan bakat global. Selanjutnya kami membahas terlebih dahulu mengenai pengertian, keputusan strategi Manajemen Operasi, strategi perusahaan.

Pengertian Strategi Operasi

Pengertian strategi operasi adalah suatu visi fungsi operasi yang menetapkan keseluruhan arah atau daya dorong untuk pengambilan keputusan. Bertambahnya pengenalan mengenai operasi sangat membantu perusahaan dalam mencapai suautu posisi kompetitif di pasar. Operasi seharusnya tidak hanya sebagai tempat untuk menghasilkan barang dan jasa perusahaan, tetapi juga harus memberikan kekuatan kompetitif pada suatu bisnis.

Pandangan Global Mengenai Operasi

Berbicara mengenai pandangan global operasi, maka disini kami membahas ada enam alasan mengapa operasi bisnis domestik beralih ke operasi bisnis Internasional, faktornya antara lain:

  • Mengurangi biaya (upah, pajak)
  • Memperbaiki rantai pasokan
  • Menghasilkan pelayanan dan produk yang lebih baik
  • Memahami pasar
  • Belajar untuk memperbaiki operasi
  • Mendapatkan dan mempertahankan bakat global
Keputusan Strategi MO

Strategi operasi merupakan salah satu penjabaran dari strategi bisnis atau korporasi sehingga kategori keputusan dapat diambil secara cepat dan konsisten. Dengan demikian strategi operasi akan memberikan arah untuk mengambil keputusan hubungan antara strategi bisnis/korporasi dan strategi operasi. Keputusan dari strategi MO, antara lain:

  1. Perancangan barang dan jasa.
  2. Kualitas.
  3. Perancangan proses dan kapasitas.
  4. Pemilihan Lokasi.
  5. Perancangan Tata Letak.
  6. Sumber Daya manusia dan rancangan pekerjaan.
  7. Manajemen Rantai Pasokan.
  8. Persediaan.
  9. Penjadwalan.
Strategi Perusahaan

Service Strategy adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan jasa dengan penekanan pada proses /pelayanan, meliputi :

  • Standardized Service Strategy: strategi yang dilakukan pada proses yang menyediakan pelayanan dengan jenis variasi pelayanan sedikit dengan pelayanan volume tinggi. Misal: jasa expedisi
  • Assemble to Order Strategy: strategi pelayanan yang meliputi proses keseluruhan dan proses dilakukan untuk menyediakan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Misal: celluler phone, internet access, dll
  • Customized Services Strategy: strategi pelayanan yag didisegn untuk memberikan pelayanan secara individu. Misal: proses pelayanan kesehatan

Manufacturing Strategy adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur, meliputi:

  • Make to Stock Strategy: strategi dengan membuat produk untuk persediaan. Biasanya perusahaan menggunakan pendekatan mass production.
  • Assemble to Order Strategy: strategi dengan merangkai produk sesuai dengan pesanan. Peneananya pada mass cutomizations yaitu memenuhi apa yang diminta oleh konsumen, dan membutuhkan relatif sedikit komponen jika konsumen malukan pemesanan ulang.
  • Make to Order Strategy: strategi yang dilakukan perusahaan dalam membuat produk dengan sedikit volumepelayanan yag didisegn untuk memberikan pelayanan secara individu. Misal: proses pelayanan kesehatan.

Tertarik untuk mempelajari lebih dalam? Untuk materi selengkapnya mengenai Manajemen Operasi, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Strategi Operasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Manajemen Rantai Pasokan

Tujuannya membangun sebuah rantai pasokan yang memusatkan perhatian untuk memaksimalkan nilai bagi pelanggan. Untuk menyediakan produk yang murah, berkualitas dan cepat, tidak cukup hanya dengan melakukan perbaikan di lingkungan internal perusahaan saja. Dibutuhkan peran serta supplier, perusahaan transportasi dan jaringan distributor. Kesadaran akan adanya produk yang murah, cepat dan berkualitas inilah yang melahirkan konsep baru tahun 1990-an yaitu Supply Chain Management (SCM). Dalam memahami manajemen rantai pasokan,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian,  tujuan  serta manfaat dari sebuah manajemen rantai pasokan.

Pengertian Manajemen Rantai Pasokan

Supply Chain Management (SCM) adalah suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total perusahaan dalam rantai suplai melalui optimalisasi waktu, lokasi dan aliran kuantitas bahan. Manufakturing, dalam penerapan supply chain management (SCM), perusahaan-perusahaan diharuskan mampu memenuhi kepuasan pelanggan, mengembangkan produk tepat waktu, mengeluarkan biaya yang rendah dalam bidang persediaan dan penyerahan produk, mengelola industri secara cermat dan fleksibel.

Supply Chain

Supply Chain adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir.

Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk supplier, pabrik, distributor, toko atau ritel, serta perusahaan pendukung seperti jasa logistik.

Supply Chain Management

SCM adalah rangkaian pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan pemasok, produsen, gudang dan toko secara efektif agar persediaan barang dapat diproduksi dan didistribusi pada jumlah yang tepat, ke lokasi yang tepat, dan pada waktu yang tepat sehingga biaya keseluruhan sistem dapat diminimalisir selagi berusaha memuaskan kebutuhan dan layanan (Simchi-Levi, dkk (2004)).

Manfaat SCM secara langsung

SCM secara fisik dapat mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan mengantarkannya kepada konsumen akhir. SCM berfungsi sebagai mediasi pasar, yaitu memastikan apa yang dipasok sesuai dengan aspirasi pelanggan.

Melalui pelaksanaan SCM, pemasaran dapat mengidentifikasi produk dengan karakteristik dan  atribut yang diharapkan konsumen, sehingga bisa dikomunikasikan kepada perancang produk.

 

Bagaimana ulasan selanjutnya mengenai Manajemen Rantai Pasokan? Silahkan unduh ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Rantai Pasokan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Pelatihan Manajemen Proyek

Manajemen Proyek

Manajemen proyek merupakan sebagai control atau pengendalian proyek. Dalam hal ini, peranan manajemen proyek yaitu dalam mengendalikan keberhasilan proyek di akhir. Tujuan utama dilakukan manajemen proyek adalah untuk mencegah adanya penyimpangan yang berlangsung selama proyek. Dalam memahami materi manajemen proyek, sebaiknya kami akan mengulas terlebih dahulu mengenai pengertian, ciri-ciri, fase fungsi dari manajemen proyek.

Pengertian Manajemen Proyek

Manajemen Proyek adalah penerapan dari pengetahuan, keahlian, alat dan teknik pada suatu aktifitas proyek untuk mendapatkan/ memenuhi kebutuhan dan harapan dari pihak yang terkait dari suatu proyek.

Ciri-Ciri Manajemen Proyek

Mekanisme proyek dalam hubungannya dengan pengelolaan, organisasi dan sumberdaya mempunyai ciri-ciri tertentu sebagai berikut:

  1. Seorang manajer proyek memimpin organisasi proyek dan beroperasi secara independen, bebas dari rantai komando yang semestinya dari organisasi induk.
  2. Manajer proyek adalah pembawa tunggal semua usaha mencapai satu tujuan proyek.
  3. Karena setiap proyek memerlukan bermacam-macam keahlian dan sumberdaya, maka pekerjaan-pekerjaan dalam proyek dikerjakan orang dan berbagai fungsi.
  4. Manajer proyek dan tim proyek bertanggungjawab menyatukan orang-orang dan berbagai fungsi/disiplin yang bekerja untuk proyek.
  5. Manajer proyek menegosiasi secara langsung manajer fungsional (pemasaran, personalia, produksi, keuangan, dan lain‐lain) untuk memberikan dukungan.
  6. Proyek akan memfokuskan pada ketepatan waktu dan biaya penyerahan hasil akhir dan kelayakan teknisnya. Sementara unit‐ unit fungsional (dan organisasi induk) harus tetap menjaga kelangsungan organisasi induk untuk mencapai tujuannya. Sebagai konsekuensi terkadang timbul konflik pemakaian sumberdaya antara manajer proyek dan manajer fungsional.
  7. Dalam proyek akan terdapat dua rantai komando‐komando vertikal (dan manajer fungsional) dan komando horisontal (dan manajer prayek). Orang‐orang dalam proyek harus melapor ke manajel fungsional dan manajer proyek.
  8. Proyek bisa berasal dan bagian yang berbeda dan organisasi induk. Pengembangan produk bisa berasal dan bagian pemasaran sementara penerapan teknologi baru berasal dan R&D.
Fase Manajemen Proyek

Manajemen proyek memiliki fungsi yang sangat penting karena manajemen ini akan mengelola kualitas, biaya, keselamatan karyawan, lingkungan, sumber daya sistem informasi serta risiko dari sebuah proyek. Paling tidak ada tiga fungsi utama.

Pertama, berfungsi sebagai perencanaan dalam menjalankan suatu proyek. Agar suatu proyek berjalan secara optimal maka dilakukan perencanaan yang matang. Untuk melakukan hal ini tentunya dibutuhkan perumusan rencana yang siap baik dari administrasi ataupun teknik agar bisa diimplementasikan dengan baik.

Fungsi kedua dari manajemen proyek adalah berguna sebagai system penjadwalan. Hal ini merupakan suatu implementasi dari tahap perencanaan yang di dalamnya terdapat rentang waktu, jadwal serta progress dalam kemajuan proyek tersebut. Proses ini memuat proses monitoring dan updating perkembangan proyek yang dijalankan.

Dalam manajemen proyek penjadwalan merupakan keharusan untuk menjalankan suatu proyek. Dalam proses penjadwalan ini proses monitoring dan updating dilakukan guna melihat keadaan realistis dari pengerjaan proyek tersebut. Metode yang digunakan untuk mengelola hal ini meliputi menggunakan kurva s (hanumm curve), barchart, penjadwalan linear dengan diagram vector, network planning serta waktu dan lamanya durasi pekerjaan.

Bagaimana untuk materi selengkapnya mengenai Manajemen Proyek?? Silahkan  unduh ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Proyek

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Manajemen Operasional

Pengantar Manajemen Operasional

Yang bisa dilakukan oleh manajemen operasi adalah melaksanakan seluruh fungsi dari proses manajemen yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), pembentukan staff, kepemimpinan serta pengendalian. Orientasi manajer operasi antara lain guna untuk mengarahkan keluaran atau output dalam jumlah, kualitas, harga, waktu dan tempat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen. Agar kita mengetahui dan memahami materi ini lebih lanjut, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai pengertian, perbedaan dan persamaan perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa, dan pembahasan yang lebih detail lagi.

Pengertian Manajemen Operasi

Definisi Manajemen Operasi adalah suatu proses yang secara berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan (Fogarty). Dan definisi lainnya menurut Krajewski, manajemen operasi adalah bagaimana mengatur dan mengmentransformasi kendalikan proses dalam input menjadi output.

Proses Manajemen Operasi

 Yang bisa dilakukan oleh manajemen operasi adalah melaksanakan seluruh fungsi dari proses manajemen yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), pembentukan staff, kepemimpinan serta pengendalian. Orientasi manajer operasi antara lain guna untuk mengarahkan keluaran atau output dalam jumlah, kualitas, harga, waktu dan tempat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen.

Perbedaan dan Persamaan Perusahaan Manufaktur dan Perusahaan Jasa

Perusahaan manufaktur mencakup menggabungkan bahan baku, tenaga kerja, dan overhead untuk memproduksi produk baru. Barang yang diproduksi berwujud, di simpan, dan dikirim dari pabrik ke pelanggan. Ekonomi kita telah semakin berorientasi pada perusahaan jasa. Sehingga, manajer harus mampu untuk menelusuri biaya jasa  yang diserahkan sama akuratnya dengan mereka menelusuri harga pokok produksi. Rentang atau perbedaan antara perusahaan manufaktur dan jasa dapat ditunjukkan sebagai berikut:

Ciri-Ciri Perusahaan Manufaktur:
  • Produk nyata
  • Output dapat disimpan
  • Kontak dengan konsumen rendah, dll
Ciri-Ciri Perusahaan Jasa:
  • Produk tidak nyata
  • Output tidak dapat disimpan
  • Kontak dengan konsumen tinggi
Persamaan Perusahaan Manufaktur dan Jasa:
  • Memiliki proses yang harus didesain dan dikelola secara efektif
  • Harus memperhatikan kualitas, produktivitas dan ketepatan dalam melayani konsumen
  • Harus bekerjasama dengan pihak luar sebagai penyedia barang dan jasa
Pengukuran Produktivitas

Salah satu tantangan bagi organisasi atau perusahaan dalam pencapaian tujuannya adalah bagaimana memanfaatkan dan mengorganisir sumber daya yang ada pada tingkat operasi yang produktif, atau dengan kata lain dapat memberikan kontribusi nyata pada kegiatan operasi organisasi atau perusahaan tersebut. Konsep siklus produktivitas atau kinerja dapat dibedakan menjadi produktivitas multifaktor dan produktifitas faktor tunggal.

Tertarik mempelajari lebih dalam? Untuk materi selengkapnya mengenai Manajemen Operasi, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Operasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Strategi Tata Letak

Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibelitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak dengan pelanggan dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif akan dapat menunjang pelaksanaan strategi bisnis yang telah ditetapkan perusahaan apakah diferensiasi, low cost atau respon yang cepat.

Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas kerja, kontak pelanggan, dan citra perusahaan. Dalam memahami strategi tata letak,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tipe-tipe, dan  tujuan  serta pendekatan dari strategi tata letak.

Pengertian Strategi Tata Letak

Lay out adalah susunan tata letak fasilitas yang digunakan didalam organisasi. Tata letak adalah suatu keputusan penting yang menentukan efisiensi operasi secara jangka panjang.

Tata letak adalah keputusan mengenai penempatan mesin-mesin pada tempat terbaik (dalam pengaturan produksi), kantor dan meja-meja ( pada pengaturan kantor) atau pusat pelayanan ( dalam pengaturan rumah sakit atau departemen store).

Tipe-tipe Tata Letak
  • Keputusan mengenai tata letak meliputi penempatan mesin pada tempat yang terbaik (dalam pengaturan produksi), kantor dan meja-meja (pada pengaturan kantor) atau pusat pelayanan (dalam pengaturan rumah sakit atau department store).
  • Sebuah tata letak yang efektif memfasilitasi adanya aliran bahan, orang, dan informasi di dalam dan antar-wilayah. Untuk mencapai tujuan ini, beragam pendekatan telah dikembangkan.
Pendekatan Tata Letak
  • Tata letak dengan posisi tetap (Fixed Lay out): Tata letak dengan posisi tetap memenuhi persyaratan tata letak untuk proyek yang besar dan memakan tempat seperti proses pembuatan kapal laut dan gedung.
  • Tata letak yang berorientasi pada proses (Lay out fungsional/ Functional Lay out): Tata letak yang berorientasi pada proses berhubungan dengan produksi dengan volume rendah, dan bervariasi tinggi (juga disebut sebagai “job shop“, atau produksi terputus).
  • Tata letak yang berorientasi pada produk (Lay out Garis/ Line Lay out): Tata letak yang berorientasi pada produk—mencari utilisasi karyawan dan mesin yang paling baik dalam produksi yang kontinu atau berulang.
  • Tata letak untuk kantor: Tata letak kantor menempatkan para pekerja, peralatan mereka, dan ruangan/kantor yang melancarkan aliran informasi.
  • Tata letak untuk ritel: Tata letak ritel menempatkan rak-rak dan memberikan tanggapan atas perilaku pelanggan.
  • Tata letak untuk gudang/ penyimpanan: Tata letak gudang melihat kelebihan dan kekurangan antara ruangan dan sistem penanganan bahan.
  • Lay out Hibrid ( gabungan antara functional Lay out dengan Line Lay out

 

Bagaimana ulasan materi selengkapnya? Silahkan di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Strategi Tata Letak

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

12