• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Belajar Mudah dengan Power Point

Akuisisi dan Pelepasan Aset Tetap

Suatu perusahaan tertentu pada dasarnya selalu berusaha untuk mencapai tujuan didirikannya perusahaan tersebut. Untuk menunjang agar tercapainya tujuan itu, setiap perusahaan mempunyai aktiva (harta/asset) tertentu guna memperlancar kegiatan yang dilaksanakan perusahaan. Aset tetap merupakan komponen yang sangat penting bagi perusahaan untuk kegiatan operasionalnya. Aktiva tetap tersebut merupakan salah satu komponen dalam neraca, sehingga ketelitian dalam pengolahan aktiva tetap sangat berpengaruh terhadap kewajaran penilaiannya dalam laporan keuangan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Akuisisi dan Pelepasan Aset Tetap.

Properti, Pabrik, dan Peralatan

Merupakan aset yang bersifat jangka panjang. Istilah lain yang biasa digunakan adalah aset pabrik dan aset tetap. Aset ini digunakan dalam operasi dan bukan untuk dijual kembali, sifatnya jangka panjang dan biasanya disusutkan, dan memiliki substansi fisik.

 

Akuisisi Properti, Pabrik, dan Peralatan

Biaya historis mengukur harga tunai atau setara kas untuk mendapatkan aset tersebut dan membawanya ke lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk tujuan penggunaannya. Secara umum, biaya meliputi:

  1. Harga beli, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak dapat dikembalikan, dikurangi diskon dan potongan harga.
  2. Biaya yang timbul untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan agar dapat digunakan dengan cara yang diinginkan oleh perusahaan.

Perusahaan menilai aset tetap pada periode berikutnya dengan menggunakan metode biaya atau metode nilai wajar (revaluasi).

 

Biaya Akuisisi Tanah

Semua pengeluaran dilakukan untuk mendapatkan tanah dan siap untuk digunakan. Biaya tersebut biasanya meliputi:

  • Harga pembelian;
  • Biaya penutupan, seperti hak atas tanah, biaya pengacara, dan biaya perekaman;
  • Biaya grading, filling, draining, dan clearing;
  • Asumsi dari setiap hak gadai, hipotek, atau sitaan pada properti; dan
  • Perbaikan lahan tambahan yang memiliki kehidupan tak terbatas.

 

Biaya Akuisisi Bangunan

Meliputi semua pengeluaran yang berhubungan langsung dengan akuisisi atau konstruksi. Biaya termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead yang terjadi selama konstruksi dan biaya profesional dan izin mendirikan bangunan. Perusahaan mempertimbangkan semua biaya yang dikeluarkan, dari penggalian sampai selesai, sebagai bagian dari biaya bangunan.

 

Biaya Akuisisi Peralatan

Termasuk semua pengeluaran yang dikeluarkan untuk mendapatkan peralatan dan mempersiapkannya untuk digunakan. Biaya termasuk :

  1. Harga pembelian,
  2. Biaya pengiriman dan penanganan,
  3. Asuransi pada peralatan saat dalam perjalanan,
  4. Biaya yayasan khusus jika diperlukan,
  5. Beban perakitan dan pemasangan, dan
  6. Biaya untuk melakukan uji coba.
Aset Membangun Sendiri

Biaya termasuk:

  • Bahan dan tenaga kerja langsung
  • Overhead bisa ditangani dengan dua cara :
    • Tetapkan tidak ada biaya overhead tetap.
    • Menetapkan sebagian dari semua overhead ke proses konstruksi.

Perusahaan menggunakan metode kedua secara ekstensif.

 

Biaya Bunga Selama Konstruksi

IFRS mensyaratkan – mengkapitalisasi bunga aktual (dengan modifikasi). Konsisten dengan biaya historis. Kapitalisasi mempertimbangkan tiga item :

  1. Kualifikasi aset
  2. Periode kapitalisasi.
  3. Jumlah yang dikapitalisasi.

 

Pertukaran Aset Non-Moneter

Biasanya dihitung berdasarkan pada nilai wajar dari apa yang mereka berikan atau pada nilai wajar aset yang diterima, mana yang lebih jelas. Perusahaan harus segera mengenali keuntungan atau kerugian pada saat transaksi tersebut memiliki substansi komersial.

 

Hibah Pemerintah

Adalah bantuan yang diterima dari pemerintah dalam bentuk pemindahan sumber daya ke perusahaan sebagai imbalan atas kepatuhan masa lalu atau masa depan dengan kondisi tertentu yang berkaitan dengan kegiatan operasi perusahaan.

IFRS mensyaratkan hibah untuk diakui dalam pendapatan (pendekatan pendapatan) secara sistematis yang sesuai dengan biaya terkait yang dimaksudkan untuk dikompensasikan.

 

Pelepasan  Properti, Pabrik, dan Peralatan

Perusahaan mungkin akan menghentikan aset secara sukarela atau melepasnya dengan:

  • Menjual,
  • Menukar,
  • Involuntary conversion, atau
  • Pengabaian

Penyusutan harus dilakukan hingga tanggal pelepasan.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Akuisisi dan Pelepasan Aset Tetap, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Akuisisi dan Pelepasan Aset Tetap

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

SAK ETAP

Dalam dunia akuntansi terdapat beberapa standar yang mengatur bagaimana sistematika proses akuntansi pada bidang yang bersangkutan. Masing-masing standar berbeda penggunaannya sesuai dengan jenis perusahaan ataupun berdasarkan kriteria tertentu. Salah satu standar yang berlaku di Indonesia adalah SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik). Akuntan harus mengetahui standar yang digunakan untuk bisnisnya karena hal tersebut sangat penting untuk melakukan proses akuntansi secara tepat. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai SAK ETAP.

Empat Pilar Standar Akuntansi Keuangan

Berikut ini merupakan 4 standar akuntansi keuangan di Indonesia:

  1. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
  2. SAK ETAP
  3. Standar Akuntansi  Keuangan Syariah
  4. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)

Pengguna SAK ETAP

Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP), yaitu entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan. Pengguna SAK ETAP yaitu:

  • Tidak tercatat di pasar modal
  • Tidak sedang dalam proses untuk pengajuan pernyataan pendaftaran di pasar modal
  • Bukan lembaga keuangan

Manfaat SAK ETAP

SAK ETAP memiliki manfaat berikut ini:

  • Bisa menyusun laporan keuangannya sendiri
  • Dapat diaudit dan mendapatkan opini audit
  • Dapat menggunakan laporan keuangannya untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal, misal Bank, pemilik, pekerja, investor (penyandang dana)

Tujuan Laporan Keuangan ETAP

Pembuatan laporan keuangan menurut SAK ETAP memiliki tujuan yaitu:

  • Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan laporan arus kas entitas,
  • Bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi
  • Oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu
  • Laporan keuangan juga menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya

Karakteristik Kualitatif

Berikut ini adalah karakteristik kualitatif laporan keuangan:

  • Dapat dipahami
  • Relevan
  • Materialitas
  • Keandalan
  • Substansi mengungguli bentuk
  • Dapat diperbandingkan
  • Keseimbangan biaya dan manfaat
  • Tepat waktu
  • Kelengkapan
  • Pertimbangan sehat

Posisi Keuangan
  • Aset, merupakan sumber daya dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan memiliki manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diperoleh.
  • Kewajiban, adalah kewajiban masa kini yang timbul karena peristiwa masa lalu dan diharapkan mengakibatkan arus keluar manfaat ekonomi
  • Ekuitas, yaitu aset dikurangi kewajiban

Kinerja Keuangan
  • Penghasilan, merupakan kenaikan manfaat ekonomi dalam bentuk arus masuk atau peningkatan asset, penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi pemilik
  • Beban, merupakan penurunan manfaat ekonomi dalam bentuk arus keluar, atau penurunan asset, terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak terkait dengan distribusi kepada pemilik.

Laporan Keuangan Lengkap

Berikut ini adalah laporan keuangan yang lengkap:

  • Neraca
  • Laba Rugi
  • Laporan Perubahan Ekuitas
  • Laporan Arus Kas
  • Catatan Atas Laporan Keuangan

 

Untuk materi selengkapnya mengenai SAK ETAP, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT SAK ETAP

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Kas Kecil dan Kas di Bank

Kas dan bank merupakan harta perusahaan yang paling likuid sehingga sangat mudah untuk diselewengkan. Setiap hari hampir seluruh transaksi dalam perusahaan menyangkut dengan kas, oleh karena itu perusahaan harus membuat suatu sistem yang kuat untuk mengontrol pengeluaran atau penerimaan kas dan bank. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Kas Kecil dan Kas di Bank.

Pengertian Kas
  • Kas yaitu suatu aktiva lancar yang meliputi uang logam, uang kertas, dan pos-pos lain yang dapat digunakan sebagai alat tukar dan mempunyai dasar pengukuran akuntansi.
  • Merupakan harta yang paling lancar (aktiva yang paling likuid) bagi perusahaan. Disamping paling likuid, kas juga merupakan harta yang paling riskan sehingga pengamanan terhadap kas perlu dilakukan seketat mungkin, untuk menghindari kebocoran yang akan merugikan perusahaan.

Karakteristik Kas

Kas memiliki karakteristik yaitu:

  • Mudah dipindahtangankan.
  • Tidak ada identitas pemilik.

Problem yang dialami manajemen terkait kas yaitu:

  • Pengendalian yang tepat untuk menjamin bahwa tidak ada transaksi yg tidak diotorisasi telah dicatat.
  • Menyediakan informasi yang diperlukan dengan tepat untuk pengelolaan kas dan transaksi kas.

Pengendalian Kas
  • Perencanaan Arus kas
  • Pengendalian penerimaan kas dan pengeluaran kas
  • Kas Kecil
  • Rekonsiliasi Bank

Kas Kecil

Kas kecil yaitu sejumlah kas tertentu yang disediakan untuk pembayaran/ pengeluaran yang tidak mungkin dilakukan dengan menarik cek (tidak efektif dan efisien). Sistem pencatatan kas kecil ada 2, yaitu:

  1. Dana Tetap (Imprest Funds System)
  2. Fluktuasi (Fluctuation System)

Perbedaan Penjurnalan Sistem Dana Tetap dan Sistem Fluktuasi
  1. Saat Pembentukan Kas Kecil
  • Sistem Dana Tetap

(D) Kas Kecil

(K) Kas/ Bank

  • Sistem Fluktuaasi

(D) Kas Kecil

(K) Kas/ Bank

  1. Pemakaian Kas Kecil
  • Sistem Dana Tetap

Tidak ada Jurnal/ No Entry

  • Sistem Fluktuaasi

(D) Beban-beban

(K) Kas kecil

  1. Penggantian/ Pengisian
  • Sistem Dana Tetap

(D) Beban-beban

(K) Kas/ Bank

  • Sistem Fluktuaasi

(D) Kas Kecil

(K) Kas/ Bank

Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank adalah daftar transaksi dan jumlahnya yang menyebabkan saldo kas yang dilaporkan pada laporan bank berbeda dengan saldo kas pada pembukuan perusahaan.

Alasan Terjadinya Perbedaan
  • Cek yang belum dicairkan (Outstanding Check)
  • Setoran yang belum dicatat oleh bank (Deposit in transit)
  • Biaya administrasi bank
  • Penerimaan yang dicatat langsung oleh bank
  • Cek kosong (NSF check)
  • Kesalahan

Langkah-Langkah Rekonsiliasi Bank
  1. Pertama, bandingkan setiap setoran yang tercantum pada laporan bank dengan setoran yang belum tercatat yang termasuk dalam rekonsiliasi periode sebelumnya dan dengan bukti setoran atau catatan setoran lainnya.
  2. Kemudian, lakukan perbandingan cek yang telah dibayar dengan cek yang masih beredar pada rekonsiliasi sebelumnya dan dengan cek yang dicatat dalam pembukuan.
  3. Selanjutnya, bandingkan memorandum kredit bank dengan ayat-ayat yang terdapat pada jurnal.
  4. Setelah itu, bandingkan memorandum debit dengan ayat-ayat jurnal yang mencatat pengeluaran kas.
  5. Teliti kesalahan-kesalahan yang terdapat pada langkah-langkah di atas.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Kas Kecil dan Kas di Bank, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Kas Kecil dan Kas di Bank

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Piutang

Piutang merupakan salah satu unsur dari aktiva lancar dalam neraca perusahaan yang timbul akibat adanya penjualan barang,  jasa atau pemberian kredit terhadap debitur yang pembayaran pada umumnya diberikan dalam tempo 30 hari sampai dengan 90 hari. Pada umumnya piutang timbul akibat dari transaksi penjualan barang dan jasa perusahaan, di mana pembayaran oleh pihak yang bersangkutan baru akan dilakukan setelah tanggal transaksi jual beli. Mengingat piutang merupakan harta perusahaan yang sangat penting, maka harus dilakukan prosedur yang wajar dan cara-cara yang memuaskan dengan para debitur sehingga perlu disusun suatu prosedur yang baik demi kemajuan perusahaan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Piutang.

Pengertian Piutang

Piutang (recievable) adalah mencakup seluruh uang yang diklaim terhadap entitas lain, termasuk  perorangan, perusahaan , dan organisasi lain.

Klasifikasi Piutang
  • Piutang Usaha—digunakan untuk penjualan barang dagang secara kredit, dan biasanya diperkirakan akan diterima dalam periode waktu yang relatif pendek.
  • Wesel Tagih—digunakan untuk memberikan kredit berdasarkan instrumen kredit resmi, yang disebut wesel promes.
  • Piutang Lain-lain—meliputi piutang bunga, piutang pajak, dan piutang dari pejabat atau karyawan perusahaan.

Pengendalian Internal Piutang
  • Pemisahan fungsi penanganan transaksi penjualan dari fungsi akuntansi piutang dagang.
  • Pemisahan fungsi akuntansi piutang dari fungsi penerimaan tagihan piutang.
  • Semua transaksi pemberian kredit, potongan, penghapusan piutang harus persetujuan pejabat berwenang.
  • Piutang dicatat dalam account receivable subsidiary ledger.
  • Pembuatan Daftar piutang berdasarkan umur (aging Schedule).

Piutang Tak Tertagih

Perusahaan sering kali menjual piutangnya ke perusahaan lain.  Transaksi ini disebut sebagai transaksi anjak piutang, dan pembeli dari piutang disebut perusahaan anjak piutang. Terdapat dua metode akuntansi untuk piutang tak tertagih:

  1. Metode penghapusan langsung (direct write of methode) mencatat beban piutang tak tertagih hanya pada saat suatu piutang, dianggap benar-benar tak tertagih. Piutang yang terbukti tidak tertagih dihapus pada tahun piutang tersebut diputuskan tidak tertagih. Beban Piutang Tak Tertagih didebit dan Piutang Usaha dikredit untuk masing-masing transaksi semacam itu.
  2. Metode penyisihan (allowance methode) mencatat beban piutang tak tertagih dengan mengestimasi jumlah piutangt ak tertagih pada akhir periode akuntansi. Manajemen membuat estimasi setiap tahunnya mengenai berapa besar porsi piutang usaha yang mungkin tak tertagih. Beban Piutang Tak Tertagih didebit dan Penyisihan Piutang Tak Tertagih dikredit. Piutang yang ternyata benar-benar tak dapat ditagih didebit ke Penyisihan Piutang Tak Tertagih dan dikredit ke Piutang Usaha. Metode penyisihan menggunakan dua cara untuk mengestimasikan jumlah yang didebit ke Beban Piutang Tak Tertagih, yaitu:
  • Estimasi berdasarkan persentase penjualan.

Jika penjualan kredit untuk periode tersebut sebesar $300.000 dan diestimasikan bahwa 1% akan tidak tertagih, Beban Piutang Tak Tertagih adalah sebesar $3.000.

  • Estimasi berdasarkan analisis piutang .

Jika diestimasikan bahwa piutang sebesar $3.390 akan tidak tertagih dan Akun Penyisihan Piutang Tak Tertagih saat ini memiliki saldo $510, Beban Piutang Tak Tertagih harus didebit sebesar $2.880 ($3.390 – $510).

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Piutang, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Piutang

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Aset Tidak Berwujud

Aset yang dimiliki perusahaan dalam menjalankan bisnisnya tidak selalu memiliki wujud fisik yang bisa dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Jenis aset ini bernama Aset tak berwujud (Intangible Asset). PSAK 19 mendefinisikan Aset Takberwujud sebagai aset non-moneter yang teridentifikasi tanpa wujud fisik. Dikategorikan sebagai aset Non-moneter karena mengandung nilai yang tidak pasti di masa mendatang. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Aset Tidak Berwujud.

Aset Tidak Berwujud

Aset tidak berwujud Merupakan aset non moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik. Syarat identifikasi:

  • Dapat dipisahkan dari aset lainnya atau terbagi terpisah atau dapat dijual, dialihkan, dilisensikan, disewakan atau ditukarkan baik invidual atau bersama.
  • Muncul dari hak kontraktual atau hak hukum lainnya
Jenis Aset Tidak Berwujud
  • Hak Paten (Patent), yaitu merupakan hak yang diberikan kepada pihak yang menemukan sesuatu hal baru ttg suatu produk, dan pemilik Hak Paten dapat membuat, menjual atau mengawasi penemuannya selama jangka waktu tertentu sesuai dengan Undang Undang. Contoh : penemuan suatu formula pembuatan Mesin Penghemat Bahan Bakar
  • Copy Rights (Hak Cipta), yaitu merupakan hak yang diberikan kepada pengarang atau pemain (artis/aktor) untuk menerbitkan, menjual atau mengawasi karya ciptanya selama jangka waktu tertentu sesuai Undang Undang. Contoh : Disertasi
  • Merk Dagang (Trademark), yaitu merupakan hak yang diberikan kepada pihak untuk menggunakan suatu merk dagang dan hal tersebut bisa juga diperoleh dari pembelian kepada pihak lain atau milik sendiri dan dilindungi oleh Undang Undang. Contoh : Minyak Gosok Merk TAWON
  • Waralaba (Franchise), yaitu merupakan hak yang diberikan pihak tertentu untuk menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh Pemilik (franchisor) dengan suatu perjanjian antara kedua belah pihak untuk jangka waktu tertentu dan dilindungi oleh Undang Undang. Contoh : KFC, Mc Donald, Indomaret
  • Royalti (Royalty), yaitu merupakan hak yang diberikan kepada pihak untuk menggandakan, memperbanyak atau menyebarluaskan suatu karya cipta dan pihak yang menerima hak harus membayar sejumlah nilai tertentu kepada pemilik hak atau ahli warisnya sesuai dengan perjanjian antara kedua belah pihak dan dilindungi oleh Undang Undang. Contoh : Penggandaan lagu2 karya John Lennon
  • Nama Baik (Goodwill), yaitu hak yang diberikan kepada pihak atas manfaat yang diterima dan atas hal tersebut menimbulkan keuntungan bagi perusahaan, terutama dalam transaksi penggabungan usaha, reorganisasi, perubahan bentuk perusahaan, pembelian sebagian perusahaan dan hal tersebut dilindungi oleh Undang Undang.

Pengakuan
  • Dapat diakui jika memenuhi prinsip pengakuan.
  • Pada saat perolehan diukur pada biaya perolehannya.
  • Aset tidak berwujud dihasilkan secara internal tidak diakui dan pengeluaran tersebut dicatat sebagai beban.
  • Pengeluaran yang awalnya diakui sebagai beban tidak boleh diakui sebagai bagian perolehan aset tidak berwujud dikemudian hari.
  • Setelah perolehan diukur pada nilai perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai.

Pencatatan
  • Pembelian : dicatat sebesar nilai beli dan biaya2 lain sampai dengan aset tersebut dapat digunakan.
  • Pertukaran : dicatat sebesar market value (Harga Pasar) Aset yang dijadikan dasar pertukaran.
  • Penemuan : dicatat sebesar nilai yang dikeluarkan beserta biaya perijinan sampai dengan aset tersebut dapat digunakan.
  • Bila dalam prosesnya Aset tersebut tidak dikeluarkan biaya maka tidak dapat dicatat dalam Laporan Keuangan.

Amortisasi

Amortisasi adalah jumlah biaya aset tidak berwujud yang ditransfer ke beban. Aset tidak berwujud tidak memiliki atribut fisik dan tidak untuk dijual (paten, hak cipta, dan goodwill).

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Aset Tidak Berwujud, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Aset Tidak Berwujud

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Kewajiban Lancar

Di era globalisasi seperti sekarang ini, keadaan situasi perekonomian yang terjadi pada saat ini menuntut perusahaan untuk melaksanakan operasi perusahaan secara efektif dan efisien. Kewajiban merupakan kemungkinan pengorbanan masa depan atas manfaat ekonomi yang muncul. Karena kewajiban melibatkan pengeluaran aktiva atau jasa di masa depan, Kewajiban yang jatuh tempo saat ini harus diselesaikan secara tepat waktu. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Kewajiban Lancar.

Pengertian

Merupakan kewajiban untuk dibayar. Kewajiban jangka pendek/lancar merupakan kewajiban yang akan dibayar dari aset lancar dalam waktu singkat (1 tahun). Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban dengan periode jatuh tempo lebih dari satu tahun.

Jenis Kewajiban Lancar
  • Utang usaha
  • Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam jangka pendek
  • Utang pajak
  • Wesel bayar
  • Utang beban
  • Pendapatan diterima dimuka
  • Utang bunga
  • Utang gaji

Contoh Wesel Bayar

Perusahaan menerbitkan wesel bayar 90 hari, bunga 12% sebesar Rp. 1.000.000 tertanggal 1 Agustus guna membayar utang usaha yang jatuh tempo.

Jurnal 1 Agustus:

(D) Utang usaha 1000.000

(K) Wesel bayar       1.000.000

Jurnal saat jatuh tempo:

(D) Wesel bayar  Rp. 1000.000

(D) Beban bunga Rp.     30.000

(K) Kas                         Rp.   1.030.000

Contoh Utang Pajak

Penjualan pada restoran Mc Donald’s berjumlah Rp. 100.000 dan tambahan pajak penjualan sebesar 5%.

Jurnal untuk mencatat transaksi diatas yaitu:

(D) Kas             Rp. 105.000

(K) Penjualan        Rp. 100.000

(K) Utang PPN       Rp.     5.000

Penggajian

Dibayarkan kepada karyawan merupakan beban kerja perusahaan. Komponen gaji yaitu:

  • Upah pokok
  • Upah lembur
  • Dll

Tunjangan-tunjangan karyawan yaitu sebagai berikut:

  • Tunjangan Cuti
  • Pensions, yaitu kas yang dibayarkan kepada karyawan yang telah pension.
  • Tunjangan Pasca Pensiun, yaitu tunjangan yang diberikan berupa perawatan gigi, perawatan mata, perawatan kesehatan, asuransi jiwa, bantuan biaya kuliah, pelayanan pajak, dan jasa-jasa hukum.
  • Program Pensiun Iuran Pasti, yaitu merupakan program yang mengharuskan pemberi kerja menginvestasikan uang dalam jumlah tetap atas nama karyawan selama masa kerja karyawan. Besarnya uang pensiun di masa depan tidak pasti.
  • Pensiun Imbalan Pasti, merupakan program dimana pemberi kerja mungkin menjanjikan pembayaran manfaat pensiun yang tetap setiap tahunnya kepada karyawan yang telah pensiun berdasarkan lamanya masa kerja dan jabatan karyawan.

Potongan atas penghasilan karyawan yaitu:

  • Jaminan hari tua
  • Jaminan pemeliharaan kesehatan
  • Pajak penghasilan
  • Potongan lain-lain

Kewajiban perusahaan terkait penggajian yaitu Jaminan hari tua, Jaminan kecelakaan kerja, dan Jaminan kematian.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Kewajiban Lancar, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Kewajiban Lancar

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Surat-Surat Berharga

Surat Berharga adalah istilah umum di dalam dunia keuangan yang menunjukkan bukti (dapat berupa selembar kertas) hak investor (yaitu pihak yang memiliki surat berharga tersebut) untuk mendapatkan hak tertentu atas kepemilikan  surat berharga. Hak atas kepemilikan tersebut dapat berbentuk macam-macam, misalnya hak untuk mendapatkan bagian tertentu atas kekayaan pihak yang menerbitkan surat berharga tersebut (umumnya surat berharga diterbitkan oleh perusahaan). Dikatakan berharga, karena surat tersebut memiliki nilai ekonomis dan dapat diperjualbelikan pada tingkat harga tertentu sehingga seorang pemegang surat berharga dapat memperoleh keuntungan atas jual beli surat berharga tersebut. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Surat-Surat Berharga.

Karakteristik Surat Berharga
  • Merupakan bentuk penyertaan sementara atau investasi jangka pendek dalam rangka memanfaatkan dana yang menganggur.
  • Mempunyai pasar / dapat diperjualbelikan.
  • Pemilikan surat berharga tidak dengan maksud menguasai perusahaan lain.
  • Memanfaatkan dana surplus. Surat Berharga akan dijual kembali jika dana dibutuhkan untuk kegiatan perusahaan.
  • Menghasilkan pendapatan.

Jenis Surat Berharga
  • Saham
  • Obligasi

Transaksi Surat Berharga
  • Pembelian

Pembelian dicatat sebesar harga perolehan. Harga perolehan dihitung sebagai berikut:

Harga Perolehan = harga beli + semua biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh surat berharga (komisi, fee, biaya transaksi)

Jurnal untuk mencatat transaksi pembelian adalah sebagai berikut:

(D) Surat berharga      XXX

(K) Kas                                     XXX

  • Penerimaan Pendapatan

Saham

Jenis pendapatan untuk saham adalah berupa dividen. Jurnal yang digunakan untuk mencatat penerimaan dividen adalah sebagai berikut:

(D) Kas                                     XXX

(K) Pendapatan dividen                       XXX

Obligasi

Jenis pendapatan untuk saham adalah berupa bunga. Jurnal yang digunakan untuk mencatat penerimaan bunga atas obligasi adalah sebagai berikut:

(D) Kas                                     XXX

(K) Pendapatan bunga                        XXX

  • Penjualan Surat Berharga

Jika perusahaan melakukan penjualan surat berharga dan mendapatkan laba, maka akan dijurnal sebagai berikut:

(D) Kas                                                 XXX

(K) Surat berharga                              XXX

(K) Laba Penjualan Surat Berharga    XXX

Namun, jika perusahaan melakukan penjualan surat berharga dan mengalami rugi atas penjualan surat berharga, maka akan dijurnal sebagai berikut:

(D) Kas                                                 XXX

(D) Rugi Penjualan Surat Berharga    XXX

(K) Surat berharga                              XXX

Bunga Berjalan

Jika transaksi terjadi antara tanggal pembayaran bunga, maka ada bunga berjalan. Bunga berjalan dihitung dari tanggal pembayaran bunga sebelum transaksi. Pencatatan bunga berjalan terdapat 2 pendekatan, yaitu:

  • Pendekatan Neraca.

Jika dalam pencatatan bunga berjalan menggunakan pendekatan neraca, maka bunga berjalan akan dicatat dengan menggunakan akun Piutang Bunga.

  • Pendekatan Laba Rugi (L/R)

Jika dalam pencatatan bunga berjalan menggunakan pendekatan laba rugi (L/R), maka bunga berjalan akan dicatat dengan menggunakan akun Pendapatan Bunga.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Surat-Surat Berharga, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Surat-Surat Berharga

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Aset Tetap – Bagian 2

Aset merupakan hal terpenting dalam sebuah perusahaan. Asset adalah salah satu akun dalam sebuah laporan keuangan, yaitu pada laporan posisi keuangan. Aset terbagi menjadi dua yaitu aset lancar dan aset tetap. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Aset Tetap – Bagian 2.

Belanja Modal (Capital Expenditure)

Pengeluaran yang dilakukan untuk mengakuisisi aset tetap baru dikenal sebagai belanja modal (capital expenditure).

Belanja Pendapatan (Revenue Expenditure)

Pengeluaran untuk memperbaiki atau memelihara aset tetap yang tidak memperpanjang umur manfaatnya atau meningkatkan nilainya dikenal sebagai belanja pendapatan (revenue expenditure).

Akuntansi Pelepasan Aset Tetap

Ketika aset tetap kehilangan kegunaannya, aset tersebut dapat dilepas melalui salah satu cara berikut:

  • Dibuang,
  • Dijual, atau
  • Ditukar tambah dengan aset serupa.

Ayat jurnal yang dibutuhkan akan bervariasi dengan jenis pelepasan dan kondisi, tetapi ayat jurnal berikut selalu dibutuhkan.

Akun aset harus dikredit untuk mengeluarkan aset dari buku besar, dan akun Akumulasi Penyusutan terkait harus didebit untuk mengeluarkan saldonya dari buku besar.

Penjualan Aset Tetap

Ketika aset tetap dijual, si pemilik bisa impas, menderita kerugian, atau memperoleh keuntungan.

  1. Harga jual setara dengan nilai buku, tidak ada untung atau rugi.
  2. Jika harga jual kurang dari nilai buku, ada kerugian senilai selisih tersebut.
  3. Jika harga jual lebih dari nilai buku, ada keuntungan senilai selisih tersebut.

Keuntungan atau kerugian akan dilaporkan di laporan laba rugi sebagai Pendapatan Lain-lain atau Kerugian Lain-lain.

Pertukaran Aset Tetap Sejenis

Nilai tukar tambah (NTT) – nilai peralatan lama yang dihitung sebagai pengurang dari harga beli aset baru sejenis.

  • Sisa yang terutang – saldo yang terutang atas peralatan baru setelah dikurangi dengan nilai tukar tambah.
  • Nilai Tukar Tambah (NTT) > Nilai Buku (NB) = Keuntungan atas Pertukaran
  • Nilai Buku (NB) > Nilai Tukar Tambah (NTT) = Kerugian atas Pertukaran
  • Keuntungan tidak pernah diakui atau tidak dicatat.
  • Kerugian harus diakui (dicatat).

Sumber Daya Alam dan Deplesi

Deplesi adalah proses pemindahan beban sumber daya alam ke akun beban. Deplesi merupakan penyusutan untuk asset berupa sumber daya alam.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Aset Tetap – Bagian 2, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Aset Tetap – Bagian 2

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Aset Tetap – Bagian 1

Aset merupakan hal terpenting dalam sebuah perusahaan. Asset adalah salah satu akun dalam sebuah laporan keuangan, yaitu pada laporan posisi keuangan. Aset terbagi menjadi dua yaitu aset lancar dan aset tetap. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Aset Tetap – Bagian 1.

Karakteristik Aset Tetap
  • Aset tetap adalah aset jangka panjang atau relatif permanen.
  • Merupakan aset berwujud karena terlihat secara fisik.
  • Aset dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai bagian dari operasi normal.

Harga Perolehan Tanah

Berikut ini merupakan pengeluaran yang termasuk dalam perhitungan harga perolehan tanah:

  • Harga beli
  • Pajak penjualan
  • Perizinan dari badan pemerintah
  • Komisi makelar
  • Bea balik nama
  • Biaya survei
  • Pajak real estate
  • Pembongkaran bangunan yang tidak diperlukan
  • Perataan tanah
  • Pengaspalan atau pelapisan jalan umum yang membatasi tanah

Harga Perolehan Bangunan

Berikut ini merupakan pengeluaran yang termasuk dalam perhitungan harga perolehan bangunan:

  • Pembayaran jasa arsitek
  • Biaya jasa insinyur
  • Asuransi selama periode konstruksi
  • Bunga atas pinjaman untuk mendanai konstruksi
  • Jalan setapak ke dan sekitar bangunan
  • Pajak penjualan
  • Perbaikan (pembelian bangunan bekas)
  • Rekondisi (pembelian bangunan bekas)
  • Modifikasi penggunaan
  • Izin dari badan-badan pemerintah

Harga Perolehan Mesin dan Peralatan

Berikut ini merupakan pengeluaran yang termasuk dalam perhitungan harga perolehan mesin dan peralatan:

  • Pajak penjualan
  • Biaya angkut
  • Instalasi
  • Perbaikan (pembelian mesin bekas)
  • Rekondisi (pembelian mesin bekas)
  • Asuransi selama perjalanan
  • Perakitan
  • Modifikasi kegunaan
  • Pengujian
  • Izin dari badan-badan pemerintah

Tidak Termasuk Biaya Akuisisi Aset Tetap

Berikut ini merupakan pengeluaran yang tidak termasuk dalam biaya akuisisi asset tetap:

  • Vandalisme
  • Kesalahan dalam instalasi
  • Pencurian yang tidak diasuransikan
  • Kerusakan selama pembongkaran dan instalasi
  • Denda karena tidak memperoleh izin yang sesuai dari badan pemerintah

Karakteristik Penyusutan

Semua aset tetap kecuali tanah kehilangan kapasitas produktifnya untuk menyediakan jasa. Kehilangan ini diakui sebagai Beban Penyusutan. Penyusutan fisik terjadi akibat kerusakan dan keausan ketika digunakan dan pengaruh cuaca. Penyusutan fungsional terjadi ketika suatu aset tetap tidak lagi dapat menyediakan jasa pada tingkat yang dimaksudkan, misalnya, komputer pribadi (PC).

Metode Penyusutan
  • Garis Lurus
  • Saldo Menurun
  • Unit Produksi

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Aset Tetap – Bagian 1, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Aset Tetap – Bagian 1

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Persediaan

Persediaan adalah unsur yang paling aktif dalam opperasi perusahaan yang dilakukan secara terus menerus di produksi. Dalam laporan keuangan, persediaan merupakan hal yang sangat penting karena baik laporan Rugi/Laba maupun Neraca tidak akan dapat disusun tanpa mengetahui nilai persediaan. Kesalahan dalam penilaian persediaan akan langsung berakibat kesalahan dalam laporan Rugi/Laba maupun neraca. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Persediaan.

Karakteristik Persediaan
  • Untuk dijual dalam kegiatan usaha normal
  • Dalam proses produksi untuk kemudian dijual
  • Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa

Pengukuran

Nilai persediaan diukur pada nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan yaitu biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lainnya untuk membawa persediaan ke kondisi sekarang. Nilai realisasi bersih yaitu harga jual dikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual.

Biaya Persediaan
  • Biaya Pembelian, yaitu meliputi harga beli, bea impor, pajak, biaya angkut, dan biaya lain yang dapat diatribusikan secara langsung. Tidak termasuk: diskon dagang dan beban keuangan
  • Biaya Konversi, yaitu tenaga kerja langsung, alokasi beban overhead tetap – berdasarkan kapasitas produksi normal atau produksi aktual jika produksi di atas kapasitas normal, dan overhead yang tidak teralokasi diakui sebagai beban periode berjalan.

Tidak Termasuk Biaya Persediaan

Yang tidak termasuk biaya persediaan yaitu:

  • Bahan tidak terpakai, tenaga kerja dan biaya produksi lainnya yang tidak normal.
  • Biaya penyimpanan, kecuali biaya yang diperlukan dalam proses produksi sebelum tahap produksi selanjutnya.
  • Overhead administratif yang tidak berkontribusi untuk membuat persediaan ke kondisi dan lokasi sekarang.
  • Beban penjualan

Pengungkapan
  • Kebijakan akuntansi untuk mengukur persediaan.
  • Nilai tercatat persediaan untuk masing-masing kelompok persediaan.
  • Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban periode berjalan.
  • Penurunan nilai persediaan dan pemulihannya.
  • Jumlah tercatat persediaan yang diagunkan.

Penilaian Lower of Cost or Market

Lower of Cost or Market merupakan penilaian persediaan yang membandingkan mana yang lebih rendah antara Harga Pokok atau Harga Pasar. Nilai Pasar adalah biaya penggantian untuk mendapatkan barang sejenis pada tanggal persedian. Penerepkan metode nilai pasar atau biaya lebih rendah dapat ditentukan dari salah satu tiga cara :

  1. Setiap barang dalam persediaan .
  2. Kelas atau kategori utama dalam persediaan.
  3. Persediaan secara keseluruhan.

Mengestimasi Biaya Persediaan

Untuk mengetahui jumlah persediaan ketika catatan tidak ada dan perhitungan fisik tidak praktis. Maka biaya persediaan harus diperkirakan  menggunakan:

  • Metode persediaan ritel : berdasarkan hubungan biaya barang tersedia untuk dijual terhadap harga retil yang sama.
  • Metode laba kotor : menggunakan laba kotor dalam periode tertentu untuk memperkirakan persediaan pada akhir periode.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Persediaan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Persediaan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training