• +62-8123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Belajar Mudah dengan Power Point

Treasury Stock

Perseroan Terbatas (PT) merupakan suatu kesatuan usaha yang dari segi hukum dipisahkan dari pemiliknya. Karena terpisah dari pemiliknya maka kewajiban pemilik terhadap perusahaannya terbatas sampai jumlah modal yang disetornya. Selain itu bentuk perseroan memungkinkan untuk mendapat modal dari banyak orang, setiap orang yang menyetor menjadi pemilik dari perseroan tadi. Treasury stock adalah saham perusahaan yang di beli kembali dari peredaran untuk sementara. Perbedaan antara saham yang belum beredar dengan treasury stock adalah bahwa saham yang belum beredar itu merupakan modal saham yang belum di jual (diedarkan) sedangkan treasury stock merupakan modal saham yang beredar yang di beli kembali. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Treasury Stock.

Pengertian Treasury Stock

Perusahaan membeli kembali saham yg diterbitkan untuk tujuan tertentu, disebut treasury stock. Treasury stock adalah saham:

  1. Telah diterbitkan dan disetor penuh.
  2. Diperoleh kembali (reacquired) oleh perusahaan.
  3. Tidak dibatalkan / diterbitkan kembali.

Metode akuntansi yang digunakan adalah harga perolehan/ cost method.

 

Transaksi Treasury Stock
  • 5 Januari, perusahaan membeli 1,000 lembar treasury stock (common stock, $25 per lembar) $45 per lembar.
  • 2 Juni , dijual 200 lembar treasury stock $60 per lembar.
  • 3 September, menjual 200 lembar treasury stock $40 per lembar.

Jurnal yang diperlukan adalah sebagai berikut:

Jurnal tanggal 5 Januari:

(D) Treasury Stock      45.000

(K) Kas                         45.000

Jurnal tanggal 2 Juni:

(D) Kas             12.000

(K) Treasury Stock       9.000

(K) Paid in Capital       3.000

Jurnal tanggal 3 September

(D) Kas                         8.000

(D) Paid in Capital       1.000

(K) Treasury Stock       9.000

 

Stock Splits

Perusahaan menurunkan nilai nominal  saham biasa dan mengeluarkan sejumlah tambahan lembar saham. Hal ini disebut stock split. Stock split tidak merubah saldo rekening perusahaan.  Bahkan, membuat saham menjadi daya tarik investor karena adanya penurunan harga dari setiap lembar saham.

 

Akuntansi Dividen Kas
  • Dividen didistribusikan dari laba ditahan (retained earnings) ke pemegang saham.
  • Dapat berupa kas, saham, atau properti.
  • Dividen, untuk saham preferen kumulatif, bila sudah diumumkan akan menjadi legal liability bagi perusahaan.

Perusahaan mengumumkan dan membayar dividen  kas pada saham beredar  karena tiga kondisi:

  • Kecukupan Laba ditahan
  • Kecukupan kas
  • Tindakan formal dewan direksi

Terdapat tiga tanggal penting dalam dividen, yaitu:

  • Pertama yaitu Tanggal Pengumuman. Misal 1 Desember, Hiber Corporation mengumumkan deviden tunai $42,500. Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

(D) Deviden kas           42.500

(K) Utang Deviden Kas                        42.500

  • Tanggal kedua, Tanggal Pencatatan. Hiber Corporation menentukan tgl 11 Desember. Pada tgl 11 Des, hanya menentukan pemegang saham yg berhak menerima dividen. Tidak ada jurnal.
  • Tanggal ketiga merupakan Tanggal Pembayaran. 2 Januari, Hiber membayar dividen. Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

(D) Utang Deviden kas            42.500

(K) Kas                                     42.500

 

Akuntansi Dividen Saham

Pembagian deviden dalam bentuk lembar saham disebut dividen saham (stock dividend). Dividen yang dibagikan dalam bentuk saham.

 

Pelaporan

Ada dua alternatif pelaporan ekuitas pemegang saham di Neraca yaitu:

  • Pertama, setiap kelas saham disajikan terdahulu, diikuti dengan modal disetor yang terkait.
  • Cara kedua. Akun saham disajikan terlebih dahulu.  Akun modal disetor lainnya disajikan dalam satu akun yaitu tambahan modal disetor (Additional paid-in capital).

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Treasury Stock, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Treasury Stock

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Laporan Arus Kas

Secara umum, laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menyajikan lalu lintas arus kas keluar dan arus kas masuk perusahaan. Laporan arus kas akan menunjukkan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan kas perusahaan. Laporan arus kas juga akan menunjukkan sumber-sumber pemasukan kas dan pengeluaran kas. Dengan laporan arus kas maka pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat. Misalnya, apabila arus kas masuk lebih kecil daripada arus kas keluar tentu kondisi ini akan membawa perusahaan dalam kondisi defisit kas, dan hal tersebut tentu tidak baik untuk perusahaan. Kondisi arus kas yang kecil dibandingkan dengan beban akan membuat kreditor kehilangan keyakinan atas perusahaan karena dianggap mengalami permalasahan keuangan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Laporan Arus Kas.

Tujuan Utama Laporan Arus Kas

Memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan kas dan pembayaran tunai suatu perusahaan selama suatu periode.

Laporan memberikan jawaban atas pertanyaan berikut:

  1. Dari mana uang itu berasal?
  2. Berapa uang tunai yang digunakan?
  3. Berapakah perubahan dalam saldo kas?

 

Konten dan Format Laporan Arus Kas
  1. Transaksi yang masuk ke dalam penentuan laba bersih.
  2. Membuat dan mengumpulkan pinjaman dan akuisisi dan penempatan investasi dan properti, pabrik dan peralatan.
  3. Transaksi yang melibatkan kewajiban dan ekuitas

 

Menyiapkan Laporan Arus Kas

Informasi diperoleh dari beberapa sumber:

  1. Laporan posisi keuangan komparatif,
  2. Laporan laba rugi, dan
  3. Data transaksi dipilih

Tentukan:

  1. Jumlah kas bersih diperoleh dari (atau digunakan dalam) aktivitas operasi.
  2. Kas bersih diperoleh dari (atau digunakan dalam) aktivitas investasi dan pendanaan.
  3. Tentukan perubahan (kenaikan atau penurunan) kas selama periode tersebut.
  4. Rekonsiliasi perubahan kas awal dan saldo kas akhir.

 

Aktivitas Non-Kas Yang Signifikan

Dilaporkan dalam catatan terpisah atas laporan keuangan.

Contohnya meliputi:

  • Penerbitan saham biasa untuk pembelian aset.
  • Konversi obligasi menjadi saham biasa.
  • Penerbitan utang untuk membeli aset.
  • Pertukaran aset berumur panjang.

 

Kegunaan Laporan Arus Kas

Tanpa kas, perusahaan tidak akan bertahan. Arus kas dari Operasi :

  • Jumlah yang tinggi, mampu menghasilkan kas yang cukup dari operasi untuk membayar tagihannya tanpa pinjaman lebih.
  • Jika jumlah rendah atau negatif, mungkin harus
    • Meminjam atau
    • Menerbitkan sekuritas.

 

Catatan Atas Laporan Keuangan

Kebijakan Akuntansi.

  • Prinsip, dasar, konvensi, peraturan, dan praktik khusus yang diterapkan dalam mempersiapkan dan menyajikan informasi keuangan.
  • Catatan pertama secara umum berjudul, “Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Yang Signifikan.”

IFRS membutuhkan pengungkapan khusus. Contohnya meliputi:

  1. Properti, pabrik dan peralatan dipilah menjadi beberapa kelas seperti
    • Tanah,
    • Bangunan, dll,
    • Dalam catatan, dengan akumulasi penyusutan yang dilaporkan jika ada.
  2. Piutang dipilah menjadi beberapa bagian
    • Bagian piutang dari trade customers,
    • Piutang dari pihak hubungan istimewa,
    • Pembayaran di muka, dan
    • Jumlah lainnya
  3. Persediaan dipilah menjadi klasifikasi seperti barang dagangan, persediaan produksi, barang dalam proses, dan barang jadi.
  4. Provisi dibagi menjadi beberapa untuk imbalan kerja dan bagian lainnya.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Laporan Arus Kas, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Laporan Arus Kas

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Standar Akuntansi di Indonesia

Salah satu sarana penunjang yang diperlukan oleh suatu perusahaan atau suatu unit ekonomi adalah standar akuntansi yang memungkinkan terlaksananya sistem informasi manajemen dengan baik. Standar akuntansi dapat digunakan sebagai pedoman dalam menyusun laporan keuangan yang layak serta memiliki daya banding sehingga dapat menyajikan informasi yang bernilai bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Hal ini diperjelas oleh Ikatan Akuntansi Indonesia dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) sebagai pedoman pokok penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan, dana pensiun dan unit ekonomi lainnya adalah sangat penting, agar laporan keuangan lebih berguna, dapat dimengerti dan dapat diperbandingkan serta tidak menyesatkan. Oleh karena itu, maka standar akuntansi merupakan suatu pedoman yang wajib ditaati bagi mereka yang melakukan kegiatan di bidang akuntansi, dalam rangka penyusunan laporan keuangan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Standar Akuntansi di Indonesia.

Ikatan Akuntan Indonesia
  • IAI (Ikatan Akuntan Inonesia) terbentuk pada tahun 1957
  • Prinsip akuntansi masih sebatas usulan-usulan (pada kongres 1 dan 2)
  • Pembahasan prinsip akuntansi pada kongres 3 IAI awal 1973, karena desakan perusahaan yang akan go publik sebagai persyaratan dari BAPEPUM harus memenuhi prinsip akuntansi dan audit.

 

Perkembangan Standar Akuntansi
  • 1973, menjelang diaktifkannya pasar modal di Indonesia, dilakukan kodifikasi prinsip dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dalam buku Prinsip akuntansi Indonesia.
  • 1984, revisi PAI tahun 1973 dengan tujuan menyesuaikan ketentuan akuntansi dalam perkembangan dunia usaha.
  • 1994, revisi total PAI 1984, melakukan modifikasi dalam buku SAK per 1 Oktober 1994.

 

PAI 1973
  • Prinsip dan standar akuntansi di Indonesia selalu mengacu pada standar yang ada di Amerika Serikat.
  • PAI mengacu pada materi yang diterbitkan AICPA (American Institute of Certified Public Accountants)

 

PAI 1984
  • Di AS FAB (Financial Accounting Board) dibentuk dan SFAC (Statement of Financial Accounting Concept) diterbitkan untuk kepentingan perkembangan dunia usaha
  • SFAC no.1 : Objective of Financial Reporting by Business Enterprise (Nov 1978), SFAC no.2 : Qualitative Characteristic of Accounting Information (Mei 1980), SFAC no.3 : Elements of Financial Statements of Business Enterprise (Des 1980)
  • Berdasar penerbitan SFAC tersebut, PAI direvisi total untuk disesuaikan dengan SFAC dan perkembangan usaha di Indonesia, dan disahkan tahun 1984
  • 1986, komite PAI menerbitkan 6 pernyataan PAI (mengubah dan menambah standar yang ada) dan 9 interpretasi PAI (penjelasan standar)

 

SAK 1994-2004
  • Dibutuhkannya kerangka konseptual sebagai dasar penyusunan prinsip/standar akuntansi
  • Harus mengikuti harmonisasi standar akuntansi internasional, IAS (International Accounting Standards)
  • 1994, dilakukan harmonisasi dengan mengadaptasi IAS, dengan alasan:
    • Cocok dengan sosial ekonomi Indonesia dan IAS dapat memperkuat posisi Indonesia di era globalisasi
    • IAS disusun oleh IASC dengan anggota 14 negara dan berbagai organisasi internasional yang independen
    • IAS konsep dasarnya mirip dengan US GAAP yang menjadi acuan PAI
    • Negara tetangga, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan India mengadopsi IAS.
    • Mendapat dukungan Dep. Keuangan dan World Bank untuk mengadaptasi IAS
    • Satu-satunya alternatif terbaik dalam menghadapi tuntutan globalisasi
  • Disahkan 1994 dan berlaku efektif 1 Januari 1995
  • SAK terdiri dari 35 pernyataan:(IAS, FASB, dan Komite SAK IAI)
  • SAK menjadi memiliki mutu internasional, laporan keuangan

 

Beberapa PSAK & Interpretasi SAK
  • Revisi PSAK No. 28 mengenai Akuntansi Asuransi Kerugian.
  • PSAK No. 36 mengenai Akuntansi Asuransi Jasa.
  • Menerbitkan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) No. 1 mengenai Interpretasi atas paragraf 23 PSAK No. 21 tentang Penentuan Harga Pasar Dividen Saham.
  • ISAK No. 2 tentang Interpretasi atas Penyajian Piutang pada Pemesanan Saham.
  • Revisi PSAK No. 26 tentang Biaya Pinjaman.
  • Menerbitkan PSAK No. 37 tentang Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol.
  • PSAK No. 38 tentang Akuntansi Restrukturisasi Entitas si Pengendali.
  • Menerbitkan PSAK No. 39 tentang Akuntansi Kerjasama Operasi.
  • PSAK No. 40 tentang Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/Perusahaan Asosiasi.
  • Menerbitkan PSAK No. 41 tentang Akuntansi Waran.
  • PSAK No. 42 tentang Akuntansi Perusahaan Efek.
  • Menerbitkan PSAK No. 43 tentang Akuntansi Anjak Piutang.
  • PSAK No. 44 tentang Akuntansi Pengembangan Aktivitas Pengembangan Real Estate.
  • Menerbitkan PSAK No. 45 tentang Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba.
  • PSAK No. 46 tentang Akuntansi Pajak Penghasilan.
  • Menerbitkan ISAK No. 3 tentang Interpretasi tentang pengakuan Akuntansi atas Pemberuan Sumbangan atau Bantuan.
  • ISAK No. 4 tentang Interpretasi atas paragraf 32 PSAK No. 10 tentang Alternatif Perlakuan yang Diizinkan atas Selisih Kurs.
  • Revisi PSAK No. 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan.
  • Melakukan Revisi PSAK No. 27 tentang Akuntansi Perkoperasian.
  • Menerbitkan PSAK No. 47 tentang Akuntansi Tanah.
  • PSAK No. 48 tentang Penurunan Nilai Aktiva.
  • Menerbitkan PSAK No. 49 tentang Akuntansi Reksadana.
  • PSAK No. 50 tentang Akuntansi Efek Tertentu.
  • Menerbitkan PSAK No. 51 tentang Akuntansi Kuasi Reorganisasi.

 

Manfaat Konvergensi IFRS
  • Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan Standar Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional (enhance comparability).
  • Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi.
  • Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global.
  • Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan.

 

Dampak IFRS
  • Konsep other comprehensive income didalam laba rugi komprehensif.
  • Perubahan definisi-definisi seperti kewajiban menjadi liabilitas dan hak minoritas menjadi kepentingan nonpengendali (non-controlling interst).
  • Pos Luar Biasa tidak lagi diperbolehkan.
  • Perubahan nama laporan keuangan.
  • Peningkatan penggunaan nilai wajar (fair value). sesuai Standar IFRS terutama untuk properti investasi, beberapa aset tak berwujud, dan aset keuangan.
  • Penggunaan estimasi dan judgement. Akibat karakteristik IFRS yang lebih berbasis prinsip, akan lebih dibutuhkan judgement untuk menentukan bagaimana suatu transaksi keuangan dicatat.
  • Persyaratan pengungkapan yang lebih banyak dan lebih rinci
  • IFRS mensyaratkan pengungkapan berbagai informasi tentang risiko baik kualitatif maupun kuantitatif.
  • Pengungkapan dalam laporan keuangan harus sejalan dengan data/informasi yang dipakai untuk pengambilan keputusan yang digunakan oleh manajemen.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Standar Akuntansi di Indonesia, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Standar Akuntansi di Indonesia

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan

Kerangka kerja konseptual memberikan adaptasi sistematik dalam standar akuntansi bagi lingkungan bisnis yang terus berubah. FASB menggunakan kerangka kerja konseptual untuk membekali perkembangan standar akuntansi yang baru secara terorganisasi dan konsisten. Disamping itu, mempelajari kerangka kerja konseptual FASB akan memudahkan seseorang untuk mengerti dan mengantisipasi standar masa depan. Kerangka kerja konseptual menyebutkan tujuan dari pelaporan keuangan dan karakteristik dari informasi akuntansi yang baik, mendefinisikan dengan tepat istilah-istilah yang biasa digunakan seperti asset dan pendapatan serta menyediakan petunjuk untuk pengakuan, pengukuran, dan pelaporan keuangan yang tepat. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan.

Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual membentuk konsep yang mendasari pelaporan keuangan. Kegunaan kerangka konseptual adalah sebagai berikut:

  • Peraturan dibuat harus membangun dan berhubungan dengan membentuk tubuh dari konsep (body of concept).
  • Memungkinkan IASB menerbitkan pernyataan lebih berguna dan konsisten dari waktu ke waktu.

 

Pengembangan Kerangka Konseptual

Saat ini, Kerangka Konseptual terdiri dari berikut ini.

  1. Tujuan Umum Pelaporan Keuangan
  2. Entitas Pelapor (belum diterbitkan)
  3. Karakteristik Kualitatif Informasi Keuangan
  4. Kerangka Kerja, terdiri dari:
  • Asumsi yang mendasari – asumsi kelangsungan hidup;
  • Unsur laporan keuangan;
  • Pengakuan unsur laporan keuangan;
  • Pengukuran unsur laporan keuangan; dan
  • Konsep modal dan pemeliharaan modal.

Level Pertama: Tujuan

Tujuan pelaporan keuangan yaitu memberikan informasi keuangan entitas pelapor yang berguna untuk menyajikan dan menyediakan sumber daya entitas kepada calon investor, kreditur, dan kreditor lainnya dalam membuat keputusan.

 

Level Kedua: Konsep Fundamental

IASB mengidentifikasi Karakteristik Kualitatif informasi akuntansi yang membedakan informasi yang lebih baik (lebih berguna) dari informasi inferior (kurang berguna) untuk tujuan pengambilan keputusan.

  1. Agar relevan, informasi akuntansi harus mampu membuat sebuah keputusan berbeda
  • Predictive value. Informasi keuangan memiliki nilai prediktif jika memiliki nilai sebagai masukan terhadap proses prediksi yang digunakan oleh investor untuk membentuk harapan mereka sendiri tentang masa depan.
  • Confirmatory value. Informasi yang relevan juga membantu pengguna mengkonfirmasi atau mengoreksi harapan sebelumnya.
  • Informasi bersifat material jika menghilangkan atau menyalahsajikan informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan yang dibuat pengguna atas informasi keuangan yang dilaporkan.
  1. Penyajian yang Wajar. Penyajian yang wajar berarti bahwa jumlah dan deskripsi cocok dengan apa yang sebenarnya ada atau pernah terjadi.
  • Kelengkapan berarti semua informasi yang diperlukan untuk penyajian yang wajar tersedia.
  • Neutrality. Netralitas berarti bahwa perusahaan tidak dapat memilih informasi hanya untuk mendukung salah satu pihak yang berkepentingan saja.
  • Free from error. Informasi yang bebas dari kesalahan akan menjadi penyajian informasi keuangan yang lebih akurat (wajar).
  1. Kualitas Pendukung
  • Informasi yang diukur dan dilaporkan dengan cara yang sama untuk perusahaan yang berbeda dapat dibandingkan.
  • Verifiability. Informasi keuangan memiliki nilai verifikasi ketika diukur dengan menggunakan metode yang sama akan memperoleh hasil yang serupa.
  • Ketepatan waktu berarti memiliki informasi yang tersedia bagi para pengambil keputusan sebelum kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi keputusan.
  • Understandability. Understandability (dapat dipahami) adalah kualitas informasi yang memungkinkan pengguna yang cukup mengetahui melihat signifikansinya.

 

Level Kedua: Elemen Dasar
  1. Aset, merupakan sumber daya yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari kejadian masa lalu dan memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan mengalir ke entitas.
  2. Liabilitas, merupakan kewajiban dari entitas yang timbul dari kejadian masa lalu, penyelesaiannya diperkirakan akan menghasilkan arus keluar dari sumber daya yang mewujudkan manfaat ekonomi.
  3. Ekuitas, merupakan kepentingan residu dalam aset sebuah entitas setelah dikurangi kewajibannya.
  4. Pedapatan, merupakan kenaikan manfaat ekonomi selama periode akuntansi berupa arus masuk atau penyempurnaan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas, selain yang berkaitan dengan kontribusi investor.
  5. Beban, merupakan penurunan manfaat ekonomi selama periode akuntansi berupa arus keluar atau penipisan aset atau timbulnya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas, selain yang berkaitan dengan distribusi ke ekuitas pemegang saham.

 

Level Ketiga: Pengakuan, Pengukuran & Pengungkapan

Konsep ini menjelaskan bagaimana perusahaan harus mengakui, mengukur, dan melaporkan informasi dan kejadian akuntansi.

  1. Asumsi Dasar
  • Economic Entity yaitu perusahaan yang kegiatannya terpisah antara pemilik dan unit bisnisnya sendiri.
  • Going Concern yaitu perusahaan mampu bertahan cukup lama untuk memenuhi tujuan dan komitmen.
  • Monetary Unit yaitu uang adalah yang paling mendominasi.
  • Periodicity yaitu perusahaan dapat membagi kegiatan ekonomi ke dalam periode waktu.
  • Accrual Basis of Accounting yaitu transaksi dicatat dalam periode dimana peristiwa terjadi.
  1. Prinsip Pengukuran
  • Historical Cost umumnya dianggap menjadi representasi  dari jumlah yang dibayar untuk item tertentu.
  • Fair value adalah “nilai dimana suatu aset dapat dipertukarkan, kewajiban diselesaikan, atau instrumen ekuitas yang diberikan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk bertransaksi dalam waktu yang relatif lama.”
  1. Prinsip Pengakuan
  • Revenue Recognition (Pengakuan Pendapatan), yaitu Ketika perusahaan setuju untuk melakukan jasa atau menjual produk ke pelanggan, perusahaan tersebut memiliki kewajiban. Hal ini memerlukan agar perusahaan mengakui pendapatan dalam periode akuntansi dimana kewajiban terpenuhi.
  • Expense Recognition (Pengakuan Pengeluaran), yaitu Arus keluar atau “pengurasan habis” aset dapat menimbulkan kewajiban (atau kombinasi keduanya) selama periode sebagai akibat dari memberikan atau menghasilkan barang dan/ atau penyerahan jasa.
  1. Pengungkapan Penuh (Full Disclosure). Memberikan informasi yang  cukup penting untuk mempengaruhi penilaian dan keputusan pengguna informasi. Disediakan oleh:
  • Laporan Keuangan
  • Catatan Atas laporan Keuangan
  • Informasi Tambahan
  1. Kendala Biaya (Cost Constraint). Perusahaan harus mempertimbangkan biaya untuk menyediakan informasi terhadap manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaannya.
  • Badan pembuat peraturan dan badan pemerintah menggunakan analisis biaya-manfaat sebelum membuat persyaratan informasinya akhir.
  • Untuk membenarkan membutuhkan pengukuran atau pengungkapan tertentu, manfaat yang dirasakan harus melebihi biaya yang dikeluarkan.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Laporan Posisi Keuangan

Laporan keuangan dapat dengan jelas memperlihatkan gambaran kondisi keuangan dari perusahaan. Laporan keuangan yang merupakan hasil dari kegiatan operasi normal perusahaan akan memberikan informasi keuangan yang berguna bagi entitas-entitas di dalam perusahaan itu sendiri maupun entitas-entitas lain di luar perusahaan oleh karena itu untuk  mengetahui Kinerja laporan keuangan tersebut kita memerlukan suatu analisis, analisis-analisis ini lah yang harus dipahami oleh kita baik sebagai manajemen perusahaan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan ataupun sebagai investor jika kita ingin menginvestasikan harta kita terhadap suatu perusahaan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Laporan Posisi Keuangan.

Laporan Posisi Keuangan

Dapat disebut juga Neraca:

  1. Melaporakan aset, liabilitas, dan ekuitas pada tanggal tertentu.
  2. Menyediakan informasi mengenai sumber daya, kewajiban kepada kreditur, dan ekuitas bersih.
  3. Membantu memprediksi arus kas dalam jumlah, waktu dan arus kas masuk yang belum pasti.

Kegunaan Laporan Posisi Keuangan
  1. Menghitung tingkat pengembalian (rates of return).
  2. Mengevalasi struktur modal.
  3. Menilai resiko dan arus kas di masa depan
  4. Menilai likuiditas, solvabilitas, dan fleksibilitas keuangan.

 

Keterbatasan Laporan Posisi Keuangan
  1. Aset dan liabilitas dilaporkan pada nilai historis (historical cost).
  2. Menggunakan judgment dan estimasi
  3. Banyak bagian yang bernilai dihilangkan

 

Elemen Laporan Posisi Keuangan
  1. Merupakan sumber daya yang dikelola oleh entitas. Hasil dari kejadian masa lalu. Manfaat ekonomi masa depan diharapkan mengalir ke entitas.
  2. Merupakan kewajiban entitas saat ini. Timbul karena kejadian masa lalu. Penyelesaian ini diharapkan dapat menghasilkan sumber daya keluar yang mewujudkan manfaat ekonomi.
  3. Merupakan sisa kepentingan dari aset entitas setelah dikurangi dengan semua liabilitas.

 

Klasifikasi Dalam Laporan
  1. Aset Tidak Lancar. Umumnya terdiri dari: investasi jangka panjang, properti, pabrik, dan peralatan, aset tidak berwujud, dan aset lainnya.
  1. Aset Lancar. Kas dan aset lainnya yang diharapkan perusahaan dikonversi menjadi uang tunai, penjualan, atau konsumsi dalam satu tahun atau dalam siklus operasi, mana yang lebih lama. Contoh: Persediaan, Piutang, Biaya dibayar di muka, dan Kas.
  1. Ekuitas
  2. Liabilitas Tidak Lancar. Kewajiban yang tidak diharapkan oleh perusahaan untuk melunasinya dalam waktu lebih dari satu tahun atau siklus operasi normal. Terdapat tiga jenis kewajiban yang timbul dari: Situasi pembiayaan tertentu, Operasi biasa perusahaan, dan Bergantung pada kejadian atau tidak terjadinya satu atau lebih kejadian di masa depan untuk mengonfirmasi jumlah yang harus dibayar, atau penerima pembayaran, atau tanggal yang harus dibayar.
  1. Liabilitas Lancar. Kewajiban yang biasanya diharapkan perusahaan menetap dalam siklus operasi normal atau satu tahun, mana yang lebih lama. Termasuk: Hutang yang berasal dari akuisisi barang dan jasa, Pendapatan diterima di muka untuk pengiriman barang atau kinerja layanan, dan Kewajiban lain yang pelunasannya akan terjadi dalam siklus operasi atau satu tahun.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Laporan Posisi Keuangan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Laporan Posisi Keuangan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Persediaan – Bagian 1

Persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual dalam operasi bisnis normal, atau barang yang akan digunakan atau dikonsumsi dalam membuat barang yang akan dijual. Dapat disimpulkan bahwa Persediaan (Inventory), merupakan aktiva perusahaan yang menempati posisi yang cukup penting dalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan industri (manufaktur), apalagi perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi, hampir 50% dana perusahaan akan tertanam dalam persediaan yaitu untuk membeli bahan-bahan bangunan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Persediaan – Bagian 1.

Pengertian

Persediaan merupakan asset yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, atau barang yang akan digunakan dalam produksi barang yang akan dijual. Usaha yang memiliki persediaan yaitu perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur. Klasifikasi persediaan yaitu:

  • Satu akun persediaan. Membeli barang dagangan dalam bentuk siap jual.
  • Tiga akun, yaitu Bahan baku, Barang dalam proses, dan Barang jadi.

 

Sistem Persediaan

Dua jenis sistem untuk memelihara catatan persediaan – sistem perpetual atau sistem periodik.

  • Sistem Perpetual. Sistem persediaan perpetual memberikan catatan keseimbangan yang berkesinambungan baik dalam akun Persediaan dan Harga pokok penjualan.
  1. Pembelian barang dagangan didebet ke akun Persediaan.
  2. Pengangkutan di debit ke Persediaan. Retur pembelian dan diskon pembelian dikreditkan ke Persediaan.
  3. Harga pokok penjualan didebet dan Persediaan dikreditkan untuk setiap penjualan.
  4. Catatan anak perusahaan menunjukkan jumlah dan biaya masing-masing jenis persediaan di tangan.
  • Sistem Periodik
  1. Pembelian barang dagangan didebet ke Pembelian.
  2. Persediaan akhir ditentukan oleh hitungan fisik.
  3. Perhitungan Harga Pokok Penjualan

 

Pengendalian Persediaan

Semua perusahaan memerlukan verifikasi berkala atas catatan persediaan dengan jumlah aktual, berat, atau ukuran, dengan dihitung dibandingkan dengan catatan persediaan rinci. Perusahaan harus mengambil persediaan fisik menjelang akhir tahun fiskal mereka dan melaporkan jumlah persediaan dalam laporan keuangan tahunan mereka dengan benar.

 

Penilaian Persediaan

Perusahaan harus mengalokasikan biaya semua barang yang tersedia untuk dijual (atau digunakan) antara barang yang dijual atau digunakan dan barang yang masih di tangan. Menilai persediaan membutuhkan penentuan

    1. Barang fisik untuk dimasukkan ke dalam persediaan (siapa pemilik barang? -baik dalam perjalanan, barang-barang konsinyasi, perjanjian penjualan khusus).
    2. Biaya untuk dimasukkan dalam persediaan (biaya produk vs periodik).
    3. Asumsi aliran biaya untuk diadopsi (identifikasi khusus, biaya rata-rata, FIFO, ritel, dll).

 

Barang Fisik Termasuk Dalam Persediaan
  1. Barang dalam perjalanan
  2. Penjualan dalam perjanjian pembelian kembali
  3. Barang Konsinyasi
  4. Penjualan dengan hak pengembalian

 

Efek Kesalahan Persediaan
  1. Salah Saji Persediaan Akhir. Dampak kesalahan pada laba bersih dalam satu tahun akan diiikuti pada tahun berikutnya, namun laporan laba rugi akan salah saji selama dua tahun.
  2. Salah Saji Pembelian dan Persediaan. Persoalan tersebut tidak mempengaruhi harga pokok penjualan dan laba bersih karena kesalahan saling mengimbangi.

 

Biaya Produk

Merupakan biaya yang berhubungan langsung dengan membawa barang ke tempat usaha pembeli dan mengubah barang tersebut menjadi kondisi laku. Biaya pembelian mencakup :

  1. Harga beli.
  2. Bea masuk dan pajak lainnya.
  3. Biaya transportasi.
  4. Penanganan biaya berhubungan langsung dengan perolehan barang.

 

Biaya Periode

Merupakan biaya yang secara tidak langsung terkait dengan perolehan atau produksi barang. Biaya periode seperti:

  1. Beban penjualan, dan,
  2. Beban administrasi dan umum

tidak termasuk sebagai bagian dari biaya persediaan.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Persediaan – Bagian 1, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Persediaan – Bagian 1

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Perseroan

Perseroan adalah badan hukum yang dapat memiliki harta kekayaan, menandatangani perjanjian, mengadakan utang piutang, dan hak serta kewajiban seperti orang–orang pribadi. Perseroan mempunyai dua macam perseroan terbuka dan tertutup. Dalam pendirian perseroan haruslah memiliki modal dan saham, agar memperoleh keuntungan bersama (dividen) antar pemegang saham. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Perseroan.

Karakteristik

Karakteristik yang dimiliki oleh perseroan adalah berikut ini:

  • Kepemilikan ditunjukkan dengan saham
  • Tanggung jawab pemilik terbatas
  • Dianggap sebagai badan hukum tersendiri

 

Isi Akta Pendirian

Berikut ini merupakan isi yang ada di akta pendirian perseroan:

  • Anggaran dasar
  • Jangka waktu pendirian
  • Jumlah modal dasar
  • Jumlah lembar saham dan nilai nominal
  • Jumlah lembar saham yang diambil pendiri dan modal yang disetorkan
  • Wewenang dan tanggung jawab pengurus termasuk komisaris
  • RUPS, pembagian keuntungan, perubahan anggaran dasar dan pembubaran

 

Keuntungan dan Kerugian

Keuntungan dari perseroan yaitu sebagai berikut:

  • Dapat memperoleh dana lebih besar
  • Going concern
  • Kemudahan dalam pemindahan hak pemilikan
  • Tidak ada kewajiban bersama bagi pemegang saham
  • Kewajiban terbatas bagi pemegang saham

Kerugian dari perseroan adalah berikut ini:

  • Pemisahan pemilik dan pengelola
  • Pajak atas penghasilan perseroan
  • Peraturan pemerintah

 

Ekuitas Pemegang Saham

Ekuitas pemegang saham menggambarkan saham dari pemegang saham atas toal aset. Ekuitas pemegang saham = Aset – Liabilitas. Terdapat dua sumber utama ekuitas pemegang saham, yaitu:

  • Investasi Pemegang Saham
  • Laba Ditahan (Retained Earnings)

 

Hak Pemegang Saham

Pemegang saham memiliki hak-hak utama, yaitu sebagai berikut:

  • Memperoleh suara
  • Mendapatkan bagian laba.
  • Hak mendapatkan bagian aset perusahaan saat likuidasi.

 

Sumber Modal Disetor

Modal disetor dapat bersumber dari jumlah lembar saham yang diterbitkan oleh perusahaan. Selain itu, modal disetor juga dapat bersumber dari sumber lain yaitu seperti modal sumbangan.

 

Jenis Saham

Dua jenis utama saham disetor adalah Saham Biasa (common stock) dan Saham Preferen (preferred stock).  Pemegang saham preferen memiliki kesempatan lebih besar  menerima deviden daripada saham biasa.

  • Common Stock merupakan jenis saham yang memiliki hak suara, pemilihan direksi, pembagian distribusi laba, dan pembelian saham tambahan.
  • Preferred Stock merupakan jenis saham yang memiliki hak prioritas dibanding saham biasa dalam pembayaran dividen dan likuidasi perusahaan

 

Penerbitan Saham

Akun Saham Biasa dan Saham Preferen merupakan controlling accounts.  Pencatatan nama, alamat dan jumlah lembar saham  pemegang saham, dalam buku besar pembantu pemegang saham. Jika saham diterbitkan harga > nilai nominal, terjadi  agio /premium.  Jika saham dijual < Nilai Nominal maka terjadi disagio/ discount. Penerbitan saham untuk harta lain selain kas harus dicatat sebesar harga pasar wajar aset tersebut atau harga pasar wajar saham, mana yang paling mudah ditentukan.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Perseroan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Perseroan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Persekutuan

Persekutuan adalah suatu penggabungan diantara dua orang atau lebih untuk memiliki bersama-sama dan menjalankan suatu perusahaan guna mendapatkan keuntungan atau laba. Berbagai masalah akutansi timbul di dalam perusahaan yang berbentuk persekutuan. Di dalam persekutuan pemisahan antara pemilik dengan manajemen hampir tidak ada, namun penyelenggaraan akutansinya harus berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang di atur oleh prinsip-prinsip akutansi yang lazim. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Persekutuan.

Pengertian Persekutuan

Merupakan suatu gabungan atau asosiasi dari dua individu atau lebih untuk memiliki dan menyelenggarakan suatu usaha secara bersama dengan tujuan untuk memperoleh laba. Berdasarkan luasnya tanggung jawab para sekutunya, persekutuan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

  1. Firma (Fa),
  2. Persekutuan komanditer (CV)

Persekutuan Firma

Dalam persekutuan firma, semua sekutu ikut aktif mengelola persekutuan dan bertanggung jawab penuh (tidak terbatas). Yang dimaksud dengan tanggung jawab penuh disini adalah bahwa tanggung jawabnya tidak terbatas sebesar modal yang ditanam di persekutuan saja, melainkan dengan seluruh harta pribadinya .

Persekutuan Komanditer

Dalam persekutuan komanditer, tidak semua sekutu ikut aktif mengelola perusahaan. Berdasarkan luasnya tanggung jawab dan ikut tidaknya di dalam pengelolaan perusahaan, maka para sekutu persekutuan komanditer dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sekutu aktif dan sekutu pasif .

Unsur Pokok Persekutuan

Persekutuan memiliki beberapa unsur pokok, diantaranya sebagai berikut:

  1. Gabungan atau asosiasi para sekutu.
  2. Pemilikan dan pengelolaan bersama.
  3. Tujuan untuk memperoleh laba.

Perjanjian mempunyai peranan yang sangat penting dalam persekutuan mulai dari pendirian hingga pembubarannya.

Karakteristik Utama Persekutuan

  • Mutual Agency yaitu tanggung renteng
  • Limited Life yaitu umur terbatas

Khusus untuk persekutuan firma, ditambah

  • Unlimited Liability (kewajiban tak terbatas)
  • Interest In Partnership (modal milik bersama)
  • Participating In Partnership Profit (hak pembagian laba)

Pembentukan Persekutuan Firma

Pada waktu firma dibentuk atau didirikan, ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu :

  1. Baru, semua anggota menyetor asset.
  2. Firma didirikan dari perusahaan perseorangan, dan anggota lain tidak punya usaha.
  3. Didirikan dari beberapa usaha perseorangan.

Pendirian Firma

Apabila firma didirikan dimana salah satu atau beberapa calon anggota sebelumnya  telah mempunyai usaha perseorangan, maka tahapannya adalah sebagai berikut :

  • Menilai kembali asset usaha lama
  • Menyerahkan asset usaha lama ke firma
  • Membentuk (mendirikan) firma

Selanjutnya perlu diperhatikan, apakah:

  • Buku usaha lama dilanjutkan
  • Menutup Buku usaha lama, dan diganti buku baru

Akuntansi Dalam Persekutuan

Pada umumnya hubungan ekonomis antara persekutuan dan para sekutu ditampung di dalam tiga rekening, yaitu :

  • Modal
  • Prive
  • Utang Kepada Sekutu
  • Piutang Kepada Sekutu

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Persekutuan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Persekutuan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Kas dan Piutang

Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan uang tunai atau kas. Kas adalah salah satu komponen dari aktiva yang sangat vital bagi kelangsungan hidup organisasi, baik organisasi permerintah maupun perusahaan swasta. Kas merupakan elemen kunci dalam perencanaan atas seluruh aspek operasional perusahaan. Tanpa adanya manajemen kas yang baik, suatu organisasi mungkin dapat kehilangan reputasinya dan sulit untuk bertransaksi dengan pihak lain karena organisasi tersebut tidak dapat membayar tagihannya yang sudah jatuh tempo. Di sisi lain Piutang merupakan kekayaan perusahaan yang timbul sebagai akibat dari adanya kebijakan penjualan barang/jasa secara kredit. Kebijakan Kredit  bertujuan memaksimalkan profit dengan risiko yang minimal. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Kas dan Piutang.

Kas

Aset keuangan disebut juga instrumen keuangan. Instrumen Keuangan yaitu kontrak apa pun yang menimbulkan aset keuangan dari satu entitas dan kewajiban keuangan atau kepentingan ekuitas entitas lain. Kas merupakan aset paling likuid, standar pertukaran, dasar untuk mengukur dan menghitung semua bagian lainnya, dan aset lancar. Contoh: Koin, mata uang, dana yang tersedia di deposito di bank, wesel, cek bersertifikat, cek kasir, cek pribadi, bank drafts dan rekening tabungan.

 

Setara Kas

Merupakan investasi jangka pendek dan sangat likuid yang mudah dikonversi menjadi kas, dan begitu dekat umurnya sehingga menyajikan risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Contoh: Treasury bills, commercial paper, and money market funds.

 

Piutang

Merupakan klaim terhadap pelanggan dan orang lain atas uang, barang, atau layanan. Piutang usaha yaitu Janji lisan pembeli untuk membayar barang dan jasa yang terjual, sedangkan wesel tagih yaitu janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal yang ditentukan di masa depan.

 

Piutang Tak Tertagih

Catat kerugian sebagai debit pada Beban Piutang Tak Tertagih. Risiko normal dan perlu melakukan bisnis secara kredit. Dua metode untuk memperhitungkan piutang tak tertagih:

  • Metode Penghapusan Langsung

Secara teoritis kurang :

  • Tidak cocok.
  • Piutang tidak dinyatakan sebesar nilai realisasi kas.
  • Tidak sesuai bila jumlah tidak tertagih adalah material.
  • Metode Penyisihan
  • Persentase Pejualan

Metode ini menghasilkan pencocokan yang lebih baik dari biaya dengan pendapatan. Persentase berdasarkan pengalaman masa lalu dan mengantisipasi kebijakan kredit. Mencapai pencocokan biaya dan pendapatan yang lebih baik. Saldo dalam Penyisihan Piutang Tak Tertagih diabaikan. Metode ini sering disebut sebagai pendekatan laba rugi.

  • Persentase Piutang

Dengan metode ini menghasilkan estimasi yang lebih baik dari nilai realisasi kas. Tidak cocok. Perkiraan nilai realisasi piutang. Perusahaan mungkin menerapkan metode ini dengan menggunakan satu tarif, atau membuat aging schedule menggunakan tarif berbeda.

 

Wesel Tagih

Didukung oleh surat promes resmi.

  • Instrumen yang dapat dinegosiasikan.
  • Tanda pembuat mendukung Penerima Pembayaran.
  • Interest-bearing/ wesel dengan bunga (memiliki tingkat bunga yang dinyatakan) atau
  • Zero-interest-bearing/ wesel tanpa bunga (bunga termasuk dalam jumlah nominal).

Wesel tagih umumnya berasal dari:

  • Dari pelanggan yang perlu memperpanjang masa pembayaran piutang.
  • Pelanggan berisiko tinggi atau baru.
  • Pinjaman kepada karyawan dan anak perusahaan.
  • Penjualan aktiva tetap.
  • Transaksi pinjaman.

 

Penyajian

Aturan umum dalam mengklasifikasikan piutang adalah:

  1. Memisahkan dan melaporkan jumlah tercatat dari berbagai kategori piutang.
  2. Tunjukkan piutang yang tergolong lancar dan tidak lancar dalam laporan posisi keuangan.
  3. Mengkorusikan dengan tepat akun penilaian piutang yang mengalami penurunan nilai, termasuk pembahasan penurunan nilai individual dan kolektif.
  4. Mengungkapkan nilai wajar piutang sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk dibandingkan dengan nilai tercatatnya.
  5. Ungkapkan informasi untuk menilai risiko kredit yang melekat pada piutang.
  6. Mengungkapkan piutang yang dijadikan agunan.
  7. Ungkapkan semua konsentrasi risiko kredit yang timbul dari piutang.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Kas dan Piutang, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Kas dan Piutang

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Persediaan – Bagian 2

Persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual dalam operasi bisnis normal, atau barang yang akan digunakan atau dikonsumsi dalam membuat barang yang akan dijual. Dapat disimpulkan bahwa Persediaan (Inventory), merupakan aktiva perusahaan yang menempati posisi yang cukup penting dalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan industri (manufaktur), apalagi perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi, hampir 50% dana perusahaan akan tertanam dalam persediaan yaitu untuk membeli bahan-bahan bangunan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Persediaan – Bagian 2.

Lower of Cost or Net Realizable Value (LCNRV)

Sebuah perusahaan meninggalkan prinsip biaya historis ketika utilitas masa depan (menghasilkan pendapatan) dari aset turun di bawah biaya awalnya. Nilai Realisasi Bersih (Net Realizable Value) merupakan perkiraan harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya untuk menyelesaikan dan estimasi biaya untuk menjual.

 

Metode Penerapan LCNRV

Dalam kebanyakan situasi, harga persediaan perusahaan berdasarkan item per item. Aturan pajak di beberapa negara mewajibkan perusahaan menggunakan basis item individual. Pendekatan item individual memberikan penilaian terendah untuk laporan posisi keuangan. Metode harus diterapkan secara konsisten dari satu periode ke periode lainnya.

  • Menggunakan Penyisihan

Dalam mengkredit akun persediaan untuk penyesuaian nilai realisasi bersih, perusahaan umumnya menggunakan rekening penyisihan.

  • Pemulihan Kerugian Persediaan

Jumlah yang dihitung adalah terbalik. Pembalikan terbatas pada jumlah penulisan asli.

 

Evaluasi Aturan LCM

Aturan LCNRV mengalami beberapa defisiensi konseptual:

  1. Perusahaan mengakui penurunan nilai aset dan biaya atas biaya pada periode di mana kerugian dalam utilitas terjadi-tidak pada periode penjualan.
  2. Penerapan aturan tersebut mengakibatkan ketidakkonsistenan karena perusahaan dapat menilai persediaan dengan biaya satu tahun dan pada nilai realisasi bersih di tahun depan.
  3. LCNRV menilai persediaan dalam laporan posisi keuangan secara konservatif, namun pengaruhnya terhadap laporan laba rugi mungkin atau mungkin tidak konservatif. Laba bersih untuk tahun di mana perusahaan mengambil kerugian pasti lebih rendah. Laba bersih periode berikutnya mungkin lebih tinggi dari biasanya jika penurunan harga penjualan yang diharapkan tidak terwujud.

 

Kondisi Penilaian Khusus

Berangkat dari peraturan LCNRV dapat dibenarkan dalam situasi berikut

  1. Biaya sulit untuk ditentukan,
  2. Barang dapat dijual dengan harga pasar yang dikutip, dan
  3. Unit produk dapat saling dipertukarkan.

Dua situasi umum dimana NRV adalah peraturan umum:

1.Aset agrikultur

Aset biologis (tergolong aset tidak lancar) adalah hewan atau tumbuhan hidup, seperti domba, sapi, pohon buah-buahan, atau tanaman kapas.

  • Diukur pada pengakuan awal dan pada akhir setiap periode pelaporan dengan nilai wajar dikurangi biaya jual (NRV).
  • Perusahaan mencatat keuntungan atau kerugian akibat perubahan NRV aset biologis dalam pendapatan saat terjadi.

Hasil pertanian adalah hasil panen dari aset biologis, seperti wol dari seekor domba, susu dari sapi perah, mengambil buah dari pohon buah, atau kapas dari tanaman kapas.

  • Diukur dengan nilai wajar dikurangi biaya jual (NRV) pada saat panen.
  • Setelah dipanen, NRV menjadi biaya.

2.Komoditas dipegang oleh broker-trader

Umumnya mengukur persediaan mereka dengan nilai wajar dikurangi biaya menjual (NRV), dengan perubahan NRV diakui dalam pendapatan pada periode perubahan.

  • Membeli atau menjual komoditas (seperti jagung hasil panen, gandum, logam mulia, minyak pemanas).
  • Tujuan utamanya adalah untuk menjual komoditas dalam waktu dekat dan menghasilkan keuntungan dari fluktuasi harga.

 

Metode Laba Kotor (Gross Profit)

Bergantung pada tiga asumsi:

  1. Persediaan awal ditambah pembelian total barang yang sama untuk diperhitungkan.
  2. Barang yang tidak dijual harus di tangan.
  3. Penjualan, dikurangi biaya, dikurangkan dari jumlah persediaan pembukaan ditambah pembelian, persediaan akhir yang sama.

Kekurangan:

  • Menyediakan perkiraan persediaan akhir.
  • Menggunakan persentase masa lalu dalam perhitungan.
  • Tingkat laba kotor rata-rata mungkin tidak mewakili.
  • Biasanya tidak dapat diterima untuk tujuan pelaporan keuangan karena hanya menyediakan perkiraan.

IFRS memerlukan persediaan fisik sebagai verifikasi tambahan persediaan yang ditunjukkan dalam catatan.

 

Metode Retail

Digunakan oleh pengecer untuk menyusun persediaan dengan harga eceran. Pengecer dapat menggunakan formula untuk mengubah harga eceran menjadi biaya. Memerlukan pengecer untuk menyimpan catatan:

  • Total biaya dan nilai eceran barang yang dibeli.
  • Total biaya dan nilai eceran barang yang tersedia untuk dijual.
  • Penjualan untuk periode tersebut.

Digunakan untuk alasan berikut:

  • Mengharuskan perhitungan laba bersih tanpa hitungan persediaan secara fisik.
  • Ukuran kontrol dalam menentukan kekurangan persediaan.
  • Mengatur jumlah barang dagangan di tangan.
  • Informasi asuransi.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Persediaan – Bagian 2, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Persediaan – Bagian 2

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training