• +62-8123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Belajar Mudah dengan Power Point

Harga Pokok Pesanan

Metode harga pokok pesanan adalah suatu metode pengumpulan biaya produksi untuk menentukan harga pokok produk pada perusahaan yang menghasilkan produk atas dasar pesanan. Tujuan dari penggunaan metode harga pokok pesanan adalah untuk menentukan harga pokok produk dari setiap pesanan baik harga pokok secara keseluruhan dari tiap-tiap pesanan maupun untuk persatuan. Dalam metode ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan harga pokok produksi per satuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Harga Pokok Pesanan.

Terminologi Biaya
  • Objek biaya (cost object) adalah sesuatu yang menjadi ukuran biaya yang diinginkan
  • Biaya langsung dari objek biaya adalah biaya yang dapat ditelusuri ke objek biaya itu secara mudah.
  • By. tidak langsung dari objek biaya adalah biaya yang tidak dapat dilacak dengan cara yang mudah.
  • Cost pool adalah pengelompokan item biaya tidak langsung perorangan
  • Dasar alokasi biaya (cost allocation base) adalah cara sistematis untuk menghubungkan biaya tidak langsung atau kelompok biaya tidak langsung ke objek biaya

 

Sistem Biaya
  • Dalam sistem harga pokok pesanan (job costing system), objek biaya adalah unit atau beberapa unit dari produk atau layanan yang berbeda yang kita sebut pekerjaan. Setiap pekerjaan umumnya menggunakan jumlah sumber daya yang berbeda.
  • Dalam sistem harga pokok proses (process costing system) objek biaya adalah massa dari unit produk atau jasa yang identik atau serupa. Pada jenis sistem ini, kita membagi total biaya untuk memproduksi produk atau jasa yang identik atau serupa dengan jumlah total unit yang dihasilkan untuk mendapatkan biaya per unit.

 

Pendekatan Biaya
  • Metode Alokasi Biaya Aktual: Biaya tidak langsung berdasarkan tingkat biaya tidak langsung aktual yang sering terjadi pada konsumsi aktivitas aktual.
  • Alokasi Biaya Normal: Biaya tidak langsung berdasarkan tingkat biaya tidak langsung yang dianggarkan pada aktivitas konsumsi aktual.
  • Kedua metode tersebut mengalokasikan biaya langsung ke objek biaya dengan cara yang sama: dengan menggunakan tarif langsung aktual yang aktual dari perkiraan konsumsi aktual.

 

7 Langkah Harga Pokok Pesanan
  1. Identifikasi pekerjaan yang merupakan objek biaya yang dipilih.
  2. Identifikasilah biaya langsung pekerjaan.
  3. Pilih basis alokasi biaya yang akan digunakan untuk mengalokasikan biaya tidak langsung ke pekerjaan.
  4. Identifikasi biaya tidak langsung yang terkait dengan setiap basis alokasi biaya. (Tentukan pool biaya yang sesuai yang diperlukan)
  5. Hitunglah Tarif per Unit dari setiap basis alokasi biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya tidak langsung ke pekerjaan (biaya normal, jadi gunakan nilai yang dianggarkan)
  6. Hitunglah biaya tidak langsung yang dialokasikan untuk pekerjaan itu
  7. Hitung total biaya pekerjaan dengan menambahkan semua biaya langsung dan tidak langsung.

 

Harga Pokok Pesanan Pada Sektor Jasa
  • Job costing sering dikaitkan dengan sektor manufaktur namun juga sangat berguna dalam organisasi jasa.
  • Di sebuah kantor akuntan, misalnya, manajemen mungkin ingin menentukan biaya untuk setiap audit. Dalam hal ini, setiap audit akan menjadi pekerjaan dan biaya akan ditelusuri atau dialokasikan dengan tepat untuk itu.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Harga Pokok Pesanan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Harga Pokok Pesanan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Anggaran Utama dan Akuntansi Pertanggungjawaban

Dalam suatu organisasi bisnis terdapat sejumlah aktivitas berbeda yang jalan secara bersamaan, seperti penjualan, produksi, pembelian, distribusi, dan pendanaan. Semua aktivitas tersebut saling berkaitan sehingga akan mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Dengan demikian, perencanaan bagi seluruh organisasi sangat diperlukan. Anggaran merupakan bentuk perencanaan dalam suatu organisasi agar dalam melaksanakan aktivitas dapat terukur dengan jelas. Dari perencanaan tersebut nantinya akan dilakukan pertanggungjawaban. Akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting) merupakan istilah yang digunakan dalam menjelaskan akuntansi perencanaan serta pengukuran dan evaluasi kinerja organisasi sepanjang garis pertanggungjawaban. Garis pertanggungjawaban ini meliputi pendapatan serta biaya-biaya yang diakumulasikan dan dilaporkan oleh pusat pertanggungjawaban. Pusat pertanggungjawaban merupakan bagian dalam organisasi yang diakumulasikan secara menyeluruh untuk kepentingan pencatatan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Anggaran Utama dan Akuntansi Pertanggungjawaban.

Definisi Anggaran

Anggaran adalah pernyataan kuantitatif dari rencana tindakan yang diusulkan oleh manajemen untuk periode tertentu. Budget (anggaran) adalah bantuan untuk mengkoordinasikan apa yang perlu dilakukan untuk melaksanakan rencana tersebut. Anggaran umumnya mencakup aspek keuangan dan non keuangan dan berfungsi sebagai blueprint bagi perusahaan untuk mengikuti periode yang akan datang.

 

Fungsi Anggaran
  • Mengomunikasikan arah dan tujuan ke berbagai departemen perusahaan untuk membantu mereka mengkoordinasikan tindakan yang harus mereka kejar untuk memuaskan pelanggan dan berhasil di pasar.
  • Mengukur kinerja dengan mengukur hasil keuangan terhadap tujuan, aktivitas, dan jadwal yang direncanakan untuk mengetahui potensi masalah.
  • Memotivasi karyawan untuk mencapai tujuannya

 

Rencana Strategis Dan Rencana Operasi

Untuk mengembangkan strategi yang berhasil, para manajer harus mempertimbangkan pertanyaan seperti berikut ini :

  1. Apa tujuan kita?
  2. Bagaimana kita menciptakan nilai bagi pelanggan sementara membedakan diri dari pesaing kita?
  3. Apakah pasar untuk produk kita lokal, regional, nasional atau global?
  4. Tren apa yang mempengaruhi pasar kita?
  5. Struktur organisasi dan keuangan apa yang paling sesuai untuk kita?
  6. Apa saja risiko dan peluang strategi alternatif dan rencana kontinjensi kita jika rencana pilihan kita gagal?

 

Siklus Penganggaran
  1. Sebelum memulai tahun fiskal, para manajer di semua tingkat memperhitungkan kinerja masa lalu, umpan balik pasar, mengantisipasi perubahan di masa depan dan indikator lainnya untuk memulai rencana untuk periode berikutnya.
  2. Manajer senior memberi manajer bawahan kerangka acuan untuk membandingkan hasil aktual.
  3. Manajer dan akuntan manajemen menyelidiki penyimpangan dari rencana tersebut.

 

Keuntungan Anggaran
  • Mempromosikan koordinasi dan komunikasi antar subunit di dalam perusahaan.
  • Menyediakan kerangka kerja untuk menilai kinerja dan memfasilitasi pembelajaran.
  • Memotivasi manajer dan karyawan lainnya.

 

Tantangan Dalam Mengelola Anggaran
  • Manajer puncak menginginkan manajer tingkat rendah untuk berpartisipasi dalam proses penganggaran karena mereka memiliki pengetahuan khusus tentang pengelolaan sehari-hari, namun …
  • Proses penganggaran memakan waktu, dan
  • Dukungan manajemen tingkat atas sangat penting

 

Penganggaran & Akuntansi Pertanggungjawaban

Pusat pertanggungjawaban yaitu bagian, segmen, atau subunit dari sebuah organisasi yang manajernya bertanggung jawab atas seperangkat aktivitas tertentu. Akuntansi pertanggungjawaban yaitu sistem yang mengukur rencana, anggaran, tindakan, dan hasil aktual dari setiap pusat tanggung jawab. Umumnya, kita menentukan 4 tingkat pusat tanggung jawab.

 

Jenis Pusat Pertanggungjawaban
  1. Biaya – bertanggungjawab untuk biaya saja
  2. Pendapatan – bertanggung jawab atas pendapatan saja
  3. Laba – bertanggung jawab atas pendapatan dan biaya
  4. Investasi – bertanggung jawab atas investasi, pendapatan, dan biaya

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Anggaran Utama dan Akuntansi Pertanggungjawaban, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Anggaran Utama dan Akuntansi Pertanggungjawaban

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Menentukan Perilaku Biaya

Penggolongan biaya sesuai dengan perilaku biaya merupakan faktor kunci yang sangat penting didalam menaksir biaya masa depan dan bermanfaat untuk pengambilan keputusan. Pembahasan mengenai perilaku biaya umumnya dihubungkan dengan faktor – faktor yang mempengaruhi perubahan suatu biaya. Terdapat tiga faktor penting yang mempengaruhi perilaku biaya. Setiap faktor saling berkaitan antara faktor yang satu dengan yang lainnya. Ketiga faktor yang mempengaruhi biaya tersebut adalah: Pengaruh manajemen terhadap biaya, Karakteristik biaya dihubungkan dengan keluarannya, dan Pengaruh perubahan volume kegiatan terhadap biaya. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Menentukan Perilaku Biaya.

Fungsi Biaya dan Terminologi Biaya
  • Fungsi biaya adalah representasi matematis tentang bagaimana perubahan biaya dengan perubahan tingkat aktivitas yang berkaitan dengan biaya tersebut
  • Biaya Variabel adalah biaya yang berubah total sehubungan dengan beberapa aktivitas atau keluaran yang dipilih
  • By. Tetap adalah biaya yang tidak berubah total sehubungan dengan beberapa aktivitas atau keluaran yang dipilih
  • Biaya Campuran adalah biaya yang memiliki komponen tetap dan variabel; juga disebut biaya semivariabel

 

Asumsi Fungsi Biaya
  1. Variasi tingkat aktivitas tunggal (cost driver) menjelaskan variasi biaya total terkait
  2. Perilaku biaya didekati dengan fungsi biaya linier dalam kisaran yang relevan
  • Secara grafis, total biaya versus tingkat aktivitas tunggal yang terkait dengan biaya tersebut adalah garis lurus dalam rentang yang relevan

 

Kriteria Klasifikasi Biaya Variabel & Tetap
  1. Pilihan Objek Biaya – objek yang berbeda dapat menghasilkan klasifikasi biaya yang sama
  2. Time Horizon – semakin lama periode, semakin besar kemungkinan biayanya akan bervariasi
  3. Rentang yang Relevan – perilaku hanya dapat ditebak dalam rangkaian aktivitas ini

 

Sebab & Akibat Tentang Cost Drivers
  • Masalah yang paling penting dalam memperkirakan fungsi biaya adalah menentukan apakah ada hubungan sebab-akibat antara tingkat aktivitas dan biaya yang berkaitan dengan tingkat aktivitas tersebut.
  • Hubungan sebab-akibat mungkin timbul sebagai akibat dari: Hubungan fisik antara tingkat aktivitas dan biaya
  • Perjanjian kontraktual, Pengetahuan tentang operasi.
  • Catatan: korelasi tinggi (hubungan) antara aktivitas dan biaya tidak selalu berarti kausalitas

 

Metode Estimasi Biaya
  1. Rekayasa Industri
  2. Konferensi
  3. Analisis Akun
  4. Metode Analisis Kuantitatif: Metode Tinggi Rendah (High-Low Method) dan Metode Regresi (Regression Analysis)

 

Jenis Kurva Pembelajaran (Learning Curves)
  • Cumulative Average-Time Learning Model – waktu rata-rata kumulatif per unit menurun menurut persentase konstan setiap kali kuantitas kumulatif unit diproduksi ganda
  • Incremental Unit-Time Learning Model – waktu tambahan yang diperlukan untuk menghasilkan unit terakhir menurun dengan persentase konstan setiap kali jumlah kumulatif unit yang diproduksi ganda

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Menentukan Perilaku Biaya, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Menentukan Perilaku Biaya

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Produk Gabungan dan Produk Sampingan

Berkembangnya industri akan selalu memunculkan produk-produk baru. Perusahaan akan selalu berusaha menciptakan produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Akibatnya suatu perusahaan  tidak hanya memproduksi satu produk tetapi beragam produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Seringkali kita jumpai pengolahan satu atau beberapa bahan baku dalam satu proses produksi, dapat menghasilkan beberapa barang jadi. Dalam perusahaan semacam ini, karena beberapa produk yang dihasilkan bersasal dari proses pengolahan bahan baku yang sama, timbul masalah pengalokasian biaya bersama (joint cost) kepada beberapa produk yang dihasilkan tersebut. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Produk Gabungan dan Produk Sampingan.

Terminologi Biaya Bersama

Biaya Bersama yaitu biaya proses produksi tunggal yang menghasilkan beberapa produk secara bersamaan. Titik pisah batas adalah tempat dalam proses produksi gabungan dimana dua atau lebih produk dapat diidentifikasi secara terpisah. Biaya Terpisah yaitu semua biaya yang dikeluarkan di luar titik pisah batas yang dapat dialihkan ke masing-masing produk spesifik yang dapat dikenali sekarang

 

Produk

Kategori output proses gabungan : Output dengan nilai penjualan positif dan Output dengan nilai penjualan nol.

Produk adalah output dengan nilai penjualan positif, atau output yang memungkinkan perusahaan menghindari biaya yang timbul. Nilai bisa tinggi atau rendah.

Produk Utama (Main product) merupakan output dari proses produksi gabungan yang menghasilkan satu produk dengan nilai penjualan tinggi dibandingkan dengan nilai penjualan dari output lainnya. Joint Product (Produk Gabungan) yaitu output dari proses produksi gabungan yang menghasilkan dua atau lebih produk dengan nilai penjualan tinggi dibandingkan dengan nilai penjualan dari output lainnya. Produk sampingan (By product) yaitu output dari proses produksi gabungan yang memiliki nilai penjualan rendah dibandingkan dengan nilai penjualan dari output lainnya.

 

Metode Alokasi Biaya Bersama
  • Ukuran Fisik yaitu mengalokasikan menggunakan atribut nyata dari produk, seperti pound, galon, tong, dll.
  • Dasar pasar yaitu mengalokasikan menggunakan data yang berasal dari pasar (dollar):
    1. Nilai penjualan di titik pisah batas
    2. Nilai realisasi bersih (net realizable value / NRV)
    3. Constant Gross Margin percentage NRV

 

Pemilihan Metode
  • Jika harga jual di titik pisah batas tersedia, gunakan Metode Nilai Penjualan Pada Titik Pisah Batas
  • Gunakan Metode NRV, jika harga jual di titik pisah batas tidak tersedia,
  • Jika kesederhanaan adalah pertimbangan utama, Metode Pengukuran Fisik atau Metode Constant Gross-Margin dapat digunakan
  • Meskipun demikian, beberapa perusahaan memilih untuk tidak mengalokasikan biaya bersama sama sekali

 

Keputusan Menjual atau Memproses Lebih Lanjut
  • Dalam keputusan menjual atau memproses lebih lanjut , biaya gabungan tidak relevan. Produk gabungan telah diproduksi, dan sebuah keputusan prospektif harus dibuat: untuk segera menjual atau memproses lebih lanjut dan menjualnya nanti
  • Joint Cost (Biaya Gabungan) merupakan sunk cost.
  • Biaya Terpisah perlu dievaluasi untuk relevansi secara terpisah.

 

Produk Sampingan

Dua metode untuk menghitung produk sampingan:

  • Metode Produksi yaitu mengakui persediaan produk sampingan pada saat dibuat, dan penjualan dan biaya pada saat penjualan
  • Menggunakan metode Penjualan yaitu tidak mengakui persediaan produk sampingan, dan hanya mengakui penjualan pada saat penjualan: biaya sampingan tidak dilacak secara terpisah.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Produk Gabungan dan Produk Sampingan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Produk Gabungan dan Produk Sampingan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Overhead Pabrik & Pengendalian Manajemen

Penganggaran adalah penciptaan suatu rencana kegiatan yang dinyatakan dalam ukuran keuangan. Penganggaran memainkan peran penting di dalam perencanaan, pengendalian, dan pembuatan keputusan. Anggaran juga untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi. Penganggaran merupakan salah satu jenis perencanaan. Pada kenyataannya jarang sekali pengeluaran biaya produksi sesungguhnya sama dengan standar. Pada umumnya terdapat perbedaan antara biaya  standar dengan pelaksanaan, yang disebut sebagai selisih atau varians. Selisih adalah perbedaan antara biaya menurut standar (anggaran) dengan biaya aktual (yang sesungguhnya terjadi). Selisih merupakan petunjuk tentang adanya ketidak tepatan, sehingga manajemen perlu menganalisis penyebab terjadinya selisih. Jika pelaksanaan sesungguhnya menyimpang terus-menerus dari standar dengan jenis penyimpangan yang sama, maka bisa jadi terdapat ketidak tepatan dalam standarnya. Namun jika penyimpangan tersebut tidak terjadi terus menerus dan dengan pola yang berbeda-beda, berarti terjadi kesalahan dalam pelaksanaan (biaya aktual). Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Overhead Pabrik & Pengendalian Manajemen.

Merencanakan Overhead Tetap Dan Variabel

Untuk secara efektif merencanakan biaya overhead variabel, manajer harus berfokus pada kegiatan yang memberi nilai tambah dan menghilangkan yang tidak. Perencanaan overhead tetap serupa – rencana hanya untuk kegiatan esensial dan rencanakan untuk seefisien mungkin.

 

Perhitungan Biaya Standar

Merupakan sistem penetapan biaya yang menelusuri biaya langsung ke output dengan mengalikan harga standar atau tingkat dengan jumlah input standar yang diperbolehkan untuk output aktual yang dihasilkan. Mengalokasikan biaya overhead berdasarkan tingkat biaya overhead standar selama jumlah standar dari basis alokasi memungkinkan keluaran aktual yang dihasilkan.

 

Mengembangkan Tarif Overhead Variabel yang Dianggarkan

Langkah-langkah yang harus diikuti dalam mengembangkan variabel yang dianggarkan adalah:

  1. Pilihlah periode yang akan digunakan untuk anggaran.
  2. Pilih basis alokasi biaya untuk digunakan dalam mengalokasikan biaya overhead variabel ke output yang dihasilkan.
  3. Identifikasi biaya overhead variabel yang terkait dengan setiap basis alokasi biaya.
  4. Hitunglah tingkat per unit dari setiap basis alokasi biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead variabel ke output yang dihasilkan.

 

Varians Overhead Variabel Anggaran Fleksibel

Mengukur perbedaan antara biaya overhead variabel aktual yang dikeluarkan dan jumlah overhead variabel anggaran fleksibel. Varians ini dapat dipecah menjadi Varians efisiensi overhead variabel dan Varians pengeluaran overhead variabel.

 

Varians Efisiensi Overhead Variabel

Merupakan selisih antara jumlah sebenarnya dari dasar alokasi biaya overhead variabel yang digunakan dan jumlah anggaran dasar biaya overhead alokasi yang diijinkan memungkinkan output aktual X variabel biaya overhead yang dianggarkan per unit dari alokasi biaya mendasarkan.

Varians Pengeluaran Overhead Variabel

Merupakan perbedaan antara biaya overhead variabel aktual dan yang dianggarkan per unit basis alokasi biaya, dikalikan dengan jumlah aktual basis alokasi biaya overhead variabel yang digunakan.

 

Mengembangkan Tarif Overhead Tetap Dianggarkan

Proses pengembangan tarif overhead tetap yang dianggarkan sama dengan perhitungan tarif overhead variabel yang dianggarkan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Pilihlah periode yang akan digunakan untuk anggaran.
  2. Pilih dasar alokasi biaya untuk digunakan dalam mengalokasikan biaya overhead tetap ke output yang dihasilkan.
  3. Identifikasi biaya overhead tetap yang terkait dengan setiap dasar alokasi biaya.
  4. Hitunglah tarif per unit dari setiap dasar alokasi biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead tetap ke output yang dihasilkan.

 

Varians Overhead Tetap

Varians anggaran fleksibel overhead tetap adalah selisih antara biaya overhead tetap aktual dan biaya overhead tetap dalam anggaran fleksibel. Var. pengeluaran overhead tetap sama dengan Varians anggaran fleksibel overhead tetap

 

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Overhead Pabrik & Pengendalian Manajemen, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Overhead Pabrik & Pengendalian Manajemen

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Pengantar Akuntansi Biaya

Setiap bidang kegiatan produksi pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan tersebut. Umumnya tujuan utama suatu perusahaan adalah mendapatkan laba atau keuntungan yang besar. Setiap kegiatan produksi membutuhkan biaya produksi karena biaya produksi ditujukan untuk memperoleh nilai ekonomis produk yang lebih tinggi. Oleh karena itu, setiap perusahaan membutuhkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Bidang akuntansi yang mencakup hal tersebut merupakan akuntansi biaya. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Pengantar Akuntansi Biaya.

Gambaran Ilmu Akuntansi
  • Akuntansi manajemen mengukur, menganalisis, dan melaporkan informasi keuangan dan non keuangan untuk membantu manajer dalam membuat keputusan untuk mencapai tujuan organisasi. Akuntansi manajemen tidak mengikuti GAAP.
  • Ak. keuangan berfokus pada pelaporan kepada pengguna eksternal termasuk investor, kreditur, bank, pemasok, dan pemerintah. Laporan keuangan harus berdasarkan GAAP.
  • Akuntansi biaya – mengukur, menganalisis dan melaporkan informasi keuangan dan non keuangan yang terkait dengan biaya perolehan atau penggunaan sumber daya dalam sebuah organisasi.
  • Saat ini, kebanyakan profesional akuntansi mengambil posisi bahwa informasi biaya adalah bagian dari akuntansi manajemen; Oleh karena itu, perbedaan antara keduanya tidak jelas.

 

Strategi dan Akuntansi Manajemen

Strategi menentukan bagaimana sebuah organisasi menyesuaikan kemampuannya dengan peluang di pasar. Ada dua strategi yang luas: kepemimpinan biaya (cost leadership) atau diferensiasi produk (product differentiation). Manajemen biaya strategis menjelaskan manajemen biaya yang secara khusus berfokus pada isu-isu strategis.

Akuntansi manajemen membantu menjawab pertanyaan penting seperti :

  • Siapa pelanggan terpenting kita, dan bagaimana kita bisa bersaing dan memberi nilai pada mereka?
  • Produk pengganti apa yang ada di pasaran, dan bagaimana produk itu berbeda dari produk kita?
  • Apa kemampuan kita yang paling kritis?
  • Akankah dana yang mencukupi tersedia untuk mendanai strategi tersebut atau akankah dana tambahan perlu ditingkatkan?

 

Akuntansi Manajemen dan Nilai

Menciptakan nilai merupakan bagian penting dalam perencanaan dan implementasi strategi. Nilai adalah kegunaan keuntungan pelanggan dari produk atau layanan perusahaan. Seluruh pengalaman pelanggan menentukan nilai yang diperoleh pelanggan dari sebuah produk.

Rantai nilai adalah urutan fungsi bisnis di mana produk dibuat lebih bermanfaat bagi pelanggan. Rantai nilai terdiri dari:

  1. Penelitian & pengembangan
  2. Desain Produk dan Proses
  3. Produksi
  4. Pemasaran
  5. Distribusi
  6. Pelayanan pelanggan

 

Analisis Rantai Pasokan

Produksi dan Distribusi adalah bagian dari rantai nilai yang terkait dengan produksi dan pengiriman produk atau layanan. Kedua fungsi ini bersama-sama dikenal sebagai Rantai Pasokan (Supply Chain). Rantai pasokan menggambarkan arus barang, layanan dan informasi dari sumber awal bahan, layanan, dan informasi sampai pengirimannya terlepas dari apakah aktivitas tersebut terjadi dalam satu organisasi atau di beberapa organisasi.

 

Sarbanes Oxley Act (SOX)

Undang-undang Sarbanes-Oxley disahkan pada tahun 2002 sebagai tanggapan atas serangkaian skandal korporat. Tindakan ini berfokus pada peningkatan :

  1. Pengendalian internal
  2. Tata kelola perusahaan
  3. Pemantauan manajer
  4. Pengungkapan praktik perusahaan publik

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Pengantar Akuntansi Biaya, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Pengantar Akuntansi Biaya

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Activity-Based Costing (ABC) dan Activity-Based Management (ABM)

Untuk dapat mencapai kualitas produk yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan perusahaan harus mampu hanya menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan. Untuk mewujudkan perlu suatu filosofi untuk menghilangkan pemborosan. Selain itu, usaha menghasilkan produk yang bermutu hanya dapat dicapai bila proses bermutu dapat dicapai. Perbaikan-perbaikan yang dapat dilakukan penghematan di berbagai bidang hanya dapat dilakukan dalam suatu proses yang berlangsung panjang dan terus menerus dan berkesinambungan. Metode ABC (Activity Based Costing) merupakan alternatif lain terhadap metode pembiayaan tradisional atas biaya overhead. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Activity-Based Costing (ABC) dan Activity-Based Management (ABM).

Latar Belakang
  • Ingatlah bahwa Overhead Pabrik diterapkan pada produksi secara sistematis yang rasional, dengan menggunakan beberapa jenis rata-rata. Ada berbagai metode untuk mencapai tujuan ini.
  • Metode ini sering melibatkan pengorbanan antara kesederhanaan dan realisme

 

Overcosting Dan Undercosting
  • Overcosting yaitu ketika sebuah produk mengkonsumsi sumber daya yang rendah namun dialokasikan biaya per unit yang tinggi.
  • Undercosting yaitu ketika produk mengkonsumsi sumber daya tingkat tinggi namun diberi biaya per unit yang rendah.

 

Cross-Subsidization
  • Merupakan hasil overcosting satu produk dan undercosting lainnya
  • Produk yang overcosted menyerap terlalu banyak biaya, membuatnya tampak kurang menguntungkan daripada sebenarnya.
  • Produk undercosted dibiarkan dengan biaya yang terlalu sedikit, membuatnya tampak lebih menguntungkan daripada sebenarnya.

 

Memilih Sistem Penentuan Biaya

Dalam memilih system penentuan biaya perlu memerhatikan berikut:

  • Peningkatan keanekaragaman produk
  • Kenaikan Biaya Tidak Langsung
  • Kemajuan teknologi informasi
  • Persaingan di pasar luar negeri

 

Hirarki Biaya

ABC (Activity Based Costing) menggunakan struktur biaya empat tingkat untuk menentukan sejauh mana biaya siklus produksi harus didorong :

  • Tingkat unit (tingkat output) (Unit-level (output-level))
  • Batch-level (Tingkat batch)
  • Product-sustaining-level
  • Facility-sustaining-level

 

ABC vs Skema Biaya Sederhana
  • Activity Based Costing umumnya dianggap menghasilkan angka penetapan biaya yang superior karena penggunaan beberapa driver di berbagai tingkat
  • ABC hanya sebagus driver yang dipilih, dan hubungan sebenarnya dengan biaya. Driver yang tidak terpilih akan menghasilkan biaya yang tidak akurat, bahkan dengan ABC

 

Activity-Based Management

Merupakan suatu metode manajemen yang menggunakan ABC sebagai bagian integral dalam situasi pengambilan keputusan yang penting, termasuk :

  • Keputusan penetapan harga dan produk-campuran
  • Pembuatan keputusan pengurangan biaya dan perbaikan proses
  • Merancang keputusan
  • Merencanakan dan mengelola kegiatan

 

Peringatan Penggunaan ABC
  • Biaya overhead signifikan dialokasikan dengan menggunakan satu atau dua pool biaya
  • Sebagian besar atau semua overhead dianggap unit-level
  • Produk yang mengkonsumsi jumlah sumber daya yang berbeda
  • Produk yang harus berhasil dibuat dan dijual secara konsisten menunjukkan keuntungan kecil
  • Staf operasi tidak setuju dengan akuntansi mengenai biaya produksi dan pemasaran

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Activity-Based Costing (ABC) dan Activity-Based Management (ABM), bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Activity-Based Costing (ABC) dan Activity-Based Management (ABM)

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Langsung & Pengendalian Manajemen

Penganggaran adalah penciptaan suatu rencana kegiatan yang dinyatakan dalam ukuran keuangan. Penganggaran memainkan peran penting di dalam perencanaan, pengendalian, dan pembuatan keputusan. Anggaran juga untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi. Penganggaran merupakan salah satu jenis perencanaan. Pada kenyataannya jarang sekali pengeluaran biaya produksi sesungguhnya sama dengan standar. Pada umumnya terdapat perbedaan antara biaya  standar dengan pelaksanaan, yang disebut sebagai selisih atau varians. Selisih adalah perbedaan antara biaya menurut standar (anggaran) dengan biaya aktual (yang sesungguhnya terjadi). Selisih merupakan petunjuk tentang adanya ketidak tepatan, sehingga manajemen perlu menganalisis penyebab terjadinya selisih. Jika pelaksanaan sesungguhnya menyimpang terus-menerus dari standar dengan jenis penyimpangan yang sama, maka bisa jadi terdapat ketidak tepatan dalam standarnya. Namun jika penyimpangan tersebut tidak terjadi terus menerus dan dengan pola yang berbeda-beda, berarti terjadi kesalahan dalam pelaksanaan (biaya aktual). Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Langsung & Pengendalian Manajemen.

Konsep Dasar
  1. Varians merupakan perbedaan antara hasil aktual dan kinerja yang diharapkan (dianggarkan).
  2. Manajemen dengan pengecualian yaitu praktik memusatkan perhatian pada area yang tidak berjalan seperti yang diharapkan (dianggarkan).
  3. Anggaran dasar (master) didasarkan pada output yang direncanakan pada awal periode anggaran.
  4. Varians anggaran statis yaitu perbedaan antara hasil sebenarnya dan jumlah anggaran statis yang sesuai
  5. Favorable Variances (Varians yang menguntungkan) artinya memiliki efek peningkatan pendapatan operasional relatif terhadap jumlah anggaran
  6. Unfavorable Variances (Varians yang tidak menguntungkan) artinya memiliki efek penurunan pendapatan operasional relatif terhadap jumlah anggaran

 

Anggaran Fleksibel
  • Anggaran fleksibel adalah menggeser pendapatan yang dianggarkan dan biaya naik turun berdasarkan hasil operasi aktual (aktivitas)
  • Merupakan gabungan aktivitas aktual dan jumlah dolar yang dianggarkan
  • Akan memungkinkan untuk mempersiapkan varians tingkat 2 dan 3

 

Mendapatkan Harga & Input Yang Dianggarkan

Harga input yang dianggarkan dan jumlah masukan yang dianggarkan dapat diperoleh dari sejumlah sumber termasuk data masukan aktual dari periode lalu, data dari perusahaan lain yang memiliki proses dan standar serupa yang dikembangkan oleh perusahaan itu sendiri. Standar adalah harga, biaya atau kuantitas yang ditentukan dengan cermat, yang digunakan sebagai tolok ukur untuk menilai kinerja.

 

Varians dan Jurnal Entri
  • Setiap varian harus dijurnal.
  • Setiap varian memiliki akun sendiri.
  • Variabel yang menguntungkan dikredit; varians yang tidak menguntungkan didebit.
  • Akun varians umumnya ditutup dengan harga pokok penjualan pada akhir periode, jika tidak material.

 

Perhitungan Biaya Standar
  • Sasaran atau standar ditetapkan untuk bahan langsung dan tenaga kerja langsung.
  • Biaya standar dicatat dalam sistem akuntansi.
  • Harga aktual dan jumlah pemakaian dibandingkan dengan standar dan varians dicatat.

 

Biaya Standar Bisa Menjadi Alat Berguna
  • Varians harga dan efisiensi memberikan umpan balik untuk memulai tindakan perbaikan.
  • Standar digunakan untuk mengendalikan biaya.
  • Manajer menggunakan analisis varians untuk mengevaluasi kinerja setelah keputusan diterapkan.
  • Bagian dari program perbaikan berkelanjutan.

 

Benchmarking dan Varians
  • Benchmarking adalah proses berkelanjutan untuk membandingkan tingkat kinerja dalam menghasilkan produk dan layanan terhadap tingkat kinerja terbaik di perusahaan pesaing.
  • Varians dapat diperluas untuk mencakup perbandingan dengan entitas lain.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Langsung & Pengendalian Manajemen, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Langsung & Pengendalian Manajemen

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Syarat dan Tujuan Biaya

Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut. Dalam pengertian ekonomi biaya ialah semua “beban” yang harus ditanggung untuk menyediakan suatu barang agar siap dipakai oleh konsumen. Biaya dalam pengertian Produksi ialah Semua “beban” yang harus ditanggung oleh Produsen untuk menghasilkan suatu Produksi. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Syarat dan Tujuan Biaya.

Terminologi Biaya

Biaya (cost) adalah sumber yang dikorbankan atau dikeluarkan untuk mencapai tujuan tertentu. Actual cost (biaya aktual) adalah biaya sesungguhnya yang telah terjadi. Biaya yang dianggarkan (budgeted cost) adalah biaya yang diperkirakan. Objek biaya (cost object) adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk mengukur biaya. Akumulasi biaya (cost accumulation) yaitu pengumpulan data biaya secara terorganisir melalui sistem akuntansi. Pembebaanan biaya (cost assignment) yaitu istilah umum yang mencakup pengumpulan akumulasi biaya ke objek biaya dengan dua cara :

  • Menelusuri akumulasi biaya dengan hubungan langsung dengan objek biaya, dan
  • Mengalokasikan akumulasi biaya dengan hubungan tidak langsung dengan objek biaya.

 

Biaya Langsung dan Tidak Langsung

Salah satu cara kita membedakan antara berbagai jenis biaya adalah dengan mengidentifikasi mereka secara langsung atau tidak langsung.

  • Direct cost (biaya langsung) dapat ditelusuri dengan mudah dan ekonomis (dilacak) ke objek biaya.
  • Biaya tidak langsung (indirect cost) tidak dapat dilacak dengan mudah atau ekonomis ke objek biaya. Alih-alih ditelusuri, biaya ini dialokasikan ke objek biaya secara rasional dan sistematis.

 

Contoh Biaya
  • Biaya Langsung (direct costs)
    • Bagian (baja atau ban untuk mobil, sebagai contohnya)
    • Upah bagian perakitan
  • Biaya Tidak Langsung (indirect costs)
    • Listrik
    • Sewa
    • Pajak properti
    • Biaya administrasi pabrik

 

Perilaku Biaya
  • Variable cost (biaya variabel) yaitu biaya yang perubahan total sebanding dengan perubahan tingkat aktivitas atau volume output yang terkait.
  • Biaya tetap (fixed costs) yaitu biaya yang tetap tidak berubah total, untuk jangka waktu tertentu, terlepas dari perubahan tingkat aktivitas atau volume output yang terkait.
  • By tetap atau variabel hanya berkenaan dengan aktivitas tertentu atau jangka waktu tertentu.
  • Biaya variabel konstan pada basis per unit. Jika sebuah produk mengambil 5 pon bahan masing-masing, tetap sama per unitnya terlepas dari satu, sepuluh, atau seribu unit yang diproduksi.
  • By. tetap per unit berubah secara terbalik dengan tingkat produksi. Karena semakin banyak unit yang diproduksi, biaya tetap yang sama tersebar di lebih banyak unit, mengurangi biaya per unit.

 

Jenis Persediaan

Perusahaan-perusahaan biasanya memiliki satu atau lebih dari tiga jenis persediaan berikut :

  • Bahan langsung (direct material) sumber dalam persediaan dan tersedia untuk digunakan
  • Barang dalam proses (work in process) yaitu produk dimulai tapi belum selesai, sering disingkat WIP atau BDP
  • Persediaan barang jadi (finished goods) yaitu produk selesai dan siap dijual.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Syarat dan Tujuan Biaya, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Syarat dan Tujuan Biaya

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Investasi

Dunia Globalisasi merupakan hal yang sudah tak asing lagi buat kita semua. Dunia globalisasi telah masuk kesemua Negara tak heran globalisasi membawa hal yang baik dan buruknya. Globalisasi juga telah berkembang merambat kedunia perekonomian biasanya berupa  penanaman modal pada suatu sektor industri. Setiap individu pada dasarnya memerlukan investasi, karena dengan investasi setiap orang dapat mempertahankan dan memperluas basis kekayaannya yang dapat digunakan sebagai jaminan sosial di masa depannya. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Investasi.

Akuntansi Aset Keuangan

Aset Keuangan:

  • Kas
  • Investasi ekuitas perusahaan lain (misal, Saham biasa atau saham preferen).
  • Hak kontraktual untuk menerima uang tunai dari pihak lain (misal., Pinjaman, piutang, dan obligasi).

IFRS mewajibkan perusahaan mengukur aset keuangan berdasarkan dua kriteria :

  • Model bisnis perusahaan untuk mengelola aset keuangannya; dan
  • Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.

 

Investasi Hutang (Debt Investment)

Investasi hutang ditandai dengan pembayaran kontraktual pada tanggal yang ditentukan pokok dan bunga atas jumlah pokok pinjaman. Perusahaan mengukur investasi hutang pada biaya diamortisasi (amortized cost) atau nilai wajar.

Investasi hutang dengan nilai wajar mengikuti entri akuntansi yang sama dengan investasi hutang yang dimiliki untuk koleksi selama periode pelaporan. Artinya, mereka dicatat dengan biaya diamortisasi. Namun, pada setiap tanggal pelaporan, perusahaan:

  • Sesuaikan biaya diamortisasi dengan nilai wajar.
  • Laba atau rugi yang belum direalisasi dilaporkan sebagai bagian dari laba (metode nilai wajar).

Perusahaan memiliki opsi untuk melaporkan sebagian besar aset keuangan pada nilai wajar. Pilihan ini diterapkan secara instrumen per instrumen dan umumnya tersedia hanya pada saat perusahaan pertama kali membeli aset keuangan atau menimbulkan kewajiban keuangan.

Jika perusahaan memilih untuk menggunakan opsi nilai wajar, perusahaan mengukur instrumen ini pada nilai wajar sampai perusahaan tersebut tidak lagi memiliki kepemilikan.

 

Investasi Ekuitas (Equity Investment)

Investasi ekuitas merupakan kepemilikan saham biasa, preferen, atau modal saham lainnya.

  • Biaya meliputi harga keamanan.
  • Komisi dan biaya broker dicatat sebagai beban.

Tingkat di mana satu perusahaan (investor) memperoleh ketertarikan pada saham biasa dari perusahaan lain (investee) umumnya menentukan perlakuan akuntansi untuk investasi setelah akuisisi.

1.Kepemilikan Kurang dari 20%

Menurut IFRS, anggapan bahwa investasi ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan (trading).  Aturan akuntansi dan pelaporan umum :

  • Investasi yang dinilai berdasarkan nilai wajar.
  • Catat keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi dalam laba bersih.

IFRS memungkinkan perusahaan untuk mengklasifikasikan beberapa investasi ekuitas sebagai tidak diperdagangkan (non-trading). Aturan akuntansi dan pelaporan umum:

  • Investasi yang dinilai berdasarkan nilai wajar.
  • Catat keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi dari pendapatan komprehensif lainnya.

2.Kepemilikan 20%-50%

Investasi (langsung atau tidak langsung) sebesar 20 persen atau lebih dari saham pemungut suara dari investee harus mengarah pada anggapan bahwa dengan tidak adanya bukti sebaliknya, investor memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh signifikan atas investee. Dalam contoh “pengaruh signifikan,” investor harus memperhitungkan investasi dengan menggunakan metode ekuitas.

Mencatat investasi dengan biaya dan kemudian sesuaikan jumlah setiap periode

  • Bagian proporsional dari laba (rugi) dan
  • Dividen yang diterima oleh investor.

3.Kepemilikan Lebih dari 50%

Kepentingan Pengendali – Ketika satu perusahaan memperoleh pemungutan suara lebih dari 50 persen di perusahaan lain. Investor disebut sebagai induk.

  • Investee disebut sebagai anak perusahaan.
  • Investasi di anak perusahaan dilaporkan pada buku orang tua sebagai investasi jangka panjang.
  • Induk umumnya menyiapkan laporan keuangan konsolidasi.

Penurunan Nilai

Untuk investasi hutang, perusahaan menggunakan uji penurunan nilai untuk menentukan apakah “besar kemungkinan investor tidak dapat mengumpulkan semua jumlah yang harus dibayar sesuai dengan persyaratan kontrak.”

Kerugian penurunan nilai ini dihitung sebagai selisih antara nilai tercatat ditambah bunga yang masih harus dibayar dan arus kas masa depan yang diharapkan didiskontokan berdasarkan tingkat bunga efektif historis investasi.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Investasi, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Investasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training