• 62-8123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Belajar Mudah dengan Power Point

Account Officer

Tautan Artikel

  1. Peran Account Officer bagi Perbankan
  2. Analisa Laporan Keuangan
  3. Analisa Kualitatif
  4. Analisa Kuantitatif
  5. Kredit Modal Kerja Perusahaan

Akuntansi Biaya

Tautan Artikel
  1. Pengantar Akuntansi Biaya
  2. Syarat dan Tujuan Biaya
  3. Harga Pokok Pesanan
  4. Activity-Based Costing (ABC) dan Activity-Based Management (ABM)
  5. Menentukan Perilaku Biaya
  6. Pengambilan Keputusan dan Informasi Relevan
  7. Harga Pokok Proses
  8. Produk Cacat, Pengerjaan Ulang, dan Sisa
  9. Anggaran Utama dan Akuntansi Pertanggungjawaban
  10. Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Langsung & Pengendalian Manajemen
  11. Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Overhead Pabrik & Pengendalian Manajemen
  12. Produk Gabungan dan Produk Sampingan

Akuntansi Keuangan 1

Tautan Artikel
  1. Standar Akuntansi di Indonesia
  2. Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan
  3. Laporan Laba Rugi Komprehensif
  4. Laporan Posisi Keuangan
  5. Laporan Arus Kas
  6. Kas dan Piutang
  7. Persediaan – Bagian 1
  8. Persediaan – Bagian 2
  9. Investasi
  10. Akuisisi dan Pelepasan Aset Tetap
  11. Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi
  12. Aset Tidak Berwujud

Pengantar Akuntansi 2

Tautan Artikel

  1. SAK ETAP
  2. Kas Kecil dan Kas di Bank
  3. Surat-Surat Berharga
  4. Piutang
  5. Persediaan
  6. Aset Tetap – Bagian 1
  7. Aset Tetap – Bagian 2
  8. Aset Tidak Berwujud
  9. Kewajiban Lancar
  10. Persekutuan
  11. Perseroan
  12. Treasury Stock

Training Need Analysis untuk SDM Unggul Indonesia

Training Need Analysis

“Pentingnya Training Need Analysis dalam Organisasi”

Dalam suatu perusahaan kebutuhan akan pelatihan akan dapat diketahui apabila dalam suatu organisasi mengalami masalah ketimpangan (problem) yang dapat mempengaruhi operasi serta kinerja dari suatu organisasi.

___________________________________

Power Point (PDF):

Optimalisasi Training Need Analysis

___________________________________

Pelaksanaan Training

Suatu kegiatan investasi untuk mewujudkan SDM yang mapan dari segi pemikiran, sikap, dan keterampilan. Sehingga upaya training harus tepat pada sasaran kebutuhan sebuah perusahaan.

Training Need Analysis (TNA)

Proses analisa yang di lakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang harus di perbaiki ataupun ditingkatkan didalam perusahaan agar dapat meningkatakan kinerja karyawan.

Tujuan TNA
  1. Dapat meningkatkan kompetensi dalam peningatan produktivitas kerja
  2. Dasar dalam penyusunan materi training
  3. Sesuai dengan kebutuhan perusahaan
  4. Mengidentifikasi jenis pelatihan yang akan dibutuhkan
  5. Dasar penyusunan anggaran training

Dalam menyusun TNA, terdapat beberapa pendekatan analisis yang harus diperhatikan, pendekatan tersebut meliputi:

  • Analisis Organisasi
  • Analisis Individu
  • Analisis Kompetensi Kerja
  • Analisis Konten
  • Analisis Performa
  • Analisis Kesesuaian Pelatihan
  • Analisis Biaya-Manfaat.
Menentukan Metode

Pelaksanaan TNA dapat direalisasikan dengan menggunakan metode-metode yang sesuai dengan kondisi perusahaan serta berasal dari sumber yang tepat.

Langkah TNA
  1. Analisis organisasi : menentukan prioritas training yang sesuai dengan tujuan bisnis bersama anggota tim.
  2. Analisis tugas : pemecahan tugas secara sistematis untuk menghasilkan daftar tugas yang harus dilakukan.
  3. Analisis individu : memahami karakteristik orang-orang yang akan berpartisispasi dalam training.
Peserta Training

Penentuan peserta merupakan hal yang sangat krusial karena peserta akan sangat menentukan format pelatihan dalam pemilihan trainer yang tepat agar proses pembelajaran dapat sesuai dengan sasaran.

Dukungan dan Komitmen

Komitmen dari para manager atau supervisor untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi para peserta pelatihan untuk dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam pelatihan sehingga perusahaan dapat memperoleh feedback berupa peningkatan kinerja karyawan.

Suasana Kondusif di Perusahaan
  • Menempatkan pegawai pada jabatan yang sesuai dengan kompetensinya
  • Memberikan feedback kinerja keryawan secara berkala
  • Mendengarkan keluhan serta permasalahan yang sedang di hadapi oleh karyawan
  • Memberikan reward bagi pekerja berkinerja baik.
Biaya

Investasi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan ketika memutuskan program pelatihan karyawan untuk meningkatkan kinerja, meningkatkan produktifitas dan efisiensi perusahaan.

Demikian poin-poin singkat terkait materi Training Need Analysis, untuk lebih jelas, silahkan di unduh slide ppt diatas.

______________________________

sdmindonesia.com

Layanan SDM Indonesia


Kata kunci untuk penelusuran: training need analysis, analisis kebutuhan pelatihan, motivasi, pelatihan pegawai, training sdm, pelatihan manajemen, workshop pegawai, manajemen sumber daya manusia

SDM Indonesia & Employee Engagement

Employee Engagement


Dapatkan Slide Presentasi dibawah ini:

(Employee Engagement)


Kosa kata employee engagement pertama kali diperkenalkan oleh Kahn (1990), beliau menyatakan bahwa employee engagement sebagai keterikatan anggota organisasi dengan organisasi itu sendiri bukan hanya secara fisik & kognitif tetapi bahkan secara emosional dalam hal kinerjanya.

Employee Engagement merupakan bentuk fisik, kognitif, dan emosi yang penuh dan positif yang diberikan karyawan terhadap pekerjaan dan organisasi.

Tipe Karyawan
  1. Engaged : karyawan yang bekerja dengan passion dan menemukan hubungan yang erat dengan perusahaanya/organisasinya.
  2. Not engaged : karyawan yang mengahabiskan waktu tanpa memberikan passion atau energi dalam
  3. Actively disangaged : karyawan yang tidak hanya membenci pekerjaanya namun juga menutupi ketidak bahagiaannya.
Job Involvement

Pekerjaan yang menjadi identitas dari seorag karyawan secara psikologis yang terdiri dari aspek kogntif dan belief (aspek fisik dan emosi).

Faktor-faktor job involvement
  1. Aktif berpartisispasi dalam pekerjaanya
  2. Menunjukan pekerjaanya sebagai yang utama
  3. Melihat pekerjaanya sebagai suatu yang penting bagi harga diri
Sikap kerja

Kumpulan perasaan, kepercayaan, dan pemikiran yang dipegang tentang bagaimana cara berperilaku mengenai pekerjaan dan organisasi.

Sikap pegawai
  • sikap positif : optimis dan selalu berfikir kreatif.
  • keterampilan intrapersonal : mampu mendengarkan dan memahami orang lain.
  • sikap keterbukaan : mampu berbagi perasaan kepada orang lain (rekan kerja).
  • menghargai rekan kerja : mampu menerima pendapat serta dapat beradaptasi dengan lingkungan maupun perubahan yang ada.
  • kejujuran dan integritas : selalu menjunjung inggi kejujuran serta tidak melakukan kecurangan dalam hal apapun.
 Kepuasan kerja

Kebanggan tersendiri yang diperoleh dari hasil presensi mengenai seberapa baik (tepat dan cepat) pekerjaan yang telah dilakukan memberikan sebuah hal yang dinilai penting dan brguna bagi organisasi/ perusahaan.

 Komitmen

Sikap setia dan tanggung jawab yang ditunjukan oleh seseorang yang telah memutuskan untuk bergabung dalam suatu keanggotaan tertentu.

 Pilar dalam membangun komitmen
  • Rasa memilki
  • Rasa antusias
  • Kepercayaan manajemen
7 Key drivers membuat pekerja engagement

Setidaknya ada 7 key drives yang mendorong karyawan  atau pekerja untuk lebih engaged dengan  organisasi.

  1. Presepsi karyawan mengenai pentingnya pekerjaan mereka
  2. Kejelasan karyawan mengenai harapan atas pekerjaan
  3. Peningkatan karier
  4. Feedback dan dialog berkala dengan atasan
  5. Hubungan yang berkualitas antar rekan kerja
  6. Komunikasi yang efektif antar anggota organisasi

Dapatkan Slide Presentasi dibawah ini:

(Employee Engagement)


Salam hormat

admin,

sdmindonesia.com


Informasi Pelatihan :

Layanan SDM Indonesia


Kata kunci untuk penelusuran: employee engagement, komitmen pegawai, motivasi karyawan, pelatihan pegawai, training sdm, pelatihan manajemen, workshop pegawai, manajemen sumber daya manusia

Key Performance Indicator

Key Performance Indicator (KPI)


Unduh Slide:

Key Performance Indicator (KPI)


SDMIndonesia.com – Pada setiap perusahaan ukuran kinerja harus diciptakan untuk mengukur kemajuan yang sudah di capai dengan tujuan untuk meningkatkan kemajuan ke arah yang lebih baik.

Key Performance Indicator (KPI)

Ukuran atau indikator kualitatif yang digunakan oleh perusahaan/ industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional.

Jenis KPI
  1. KPI financial : selalu berkaitan dengan keuangan perusahaan/ organisasi.
  • KPI laba kotor (gross profit) : mengukur jumlah uang yang tersisa dari pendapatan setelah dikurangi harga pokok penjualan (HPP)
  • KPI laba bersih (net profit) : mengukur jumlah uang yang tersisa dari pendapatan setelah dikurang dengan harga pokok penjualan (HPP) dan biaya lain seperti bunga dan pajak
  • KPI margin laba kotor (gross profit margin) : nilai presentase yang diperoleh dengan membagi laba kotor dengan pendapatan.
  • KPI margin laba bersih (net profit margin) : nilai presentase yang diperoleh dengan membagi laba bersih dengan pendapatan.
  • KPI rasio lancar (current ratio) : mengukuk kinerja keuangan secara likuiditas.
  1. KPI non financial : secara tidak langsung mempengaruhi keuangan suatu perusahaan/ organisasi.
  • Perputaran tenaga kerja (man power turnover)
  • Metriks epuasan pelanggan (customer satisfaction metriks)
  • Rasio pelanggan berulang terhadap pelanggan baru (repead customer to new customer ratio)
  • Pangsa pasar (market share)
Prinsip KPI
  1. Spesific : sasaran strategi harus secara rinci dan detail menggambarkan apa yang kita raih.
  2. Measurable : harus dapat diukur baik volume, presentase, dan angka nominal.
  3. Achievable : target yang ditetapkan masih bisa dicapai dengan dukungan dan sumber daya yang tersedia.
  4. Relevant : sasaran kinerja harus bersifat relevan dengan tugas pokok dantanggung jawab yang di emban oleh pegawai
  5. Timed : sasaran kinerja yang disusun harus memiliki target waktu yang jelas.
Langkah membuat KPI
  1. Review tugas inti
  2. Review tugas Ad Hoc (khusus)
  3. Analisa sasaran kinerja
  4. Tentukan KPI dan bobot setiap KPI
  5. Tentukan strategi KPI

Demikian sekelumit penjelasan tentang konsep dasar KPI, untuk info dalam bentuk slide presentasi, silahkan di unduh tautan berikut, terima kasih.


Unduh Slide:

Key Performance Indicator (KPI)


Salam Hormat,

admin,

SDMIndonesia.com


Kata kunci penting: kpi, balance scorecard, key performance indicator, pengukuran kinerja, performance management, indikator kinerja utama, sdm indonesia

Pelatihan kepemimpinan & manajemen organisasi

Pengelolaan, Kepemimpinan, dan Pemberdayaan

“Pengelolaan, Kepemimpinan, dan Pemberdayaan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Seorang pemimpin perlu memiliki 3  ketrampilan penting yaitu: Ketrampilan mengelola organisasi, memimpin organisasi dan memberdayakan potensi pegawai yang dimiliki.

Ketrampilan-ketrampilan tersebut, tidak mudah untuk didapatkan, perlu terus belajar dan berlatih dalam kehidupan nyata organisasi.

Berikut sekilas pokok materi yang dapat dipelajari, dilatih dan dikembangkan. Silahkan mengunduh slideshare yang ada.

Dapatkan Slideshare Gratis:
PPT Pengelolaan, Kepemimpinan, dan Pemberdayaan
Peran Manajemen Baru
  • Komunikator terlatih
  • Team player dan perencana
  • Koordinator
  • Penyelenggara
  • Pengawas
Mengelola untuk Masa Depan
  • Siapkan yang tak terduga
  • Waktu reaksi lebih cepat
  • Struktur datar
  • Bangun tim
  • Tumbuh secara global
  • Kembangkan kepekaan budaya
  • Berinvestasi dalam teknologi
  • Kembangkan suasana kerja keluarga
  • Buat visi
  • Meningkatkan kompetensi
Fungsi Manajemen
  • Perencanaan
  • Pengorganisasian
  • Terkemuka
  • Mengontrol
Perencanaan: Buat Visi
  • Tetapkan Visi, Tujuan, Tujuan
  • Visi dan Misi – Mengapa Organisasi Ada, Tujuan Organisasi
  • Tujuan – Luas, Jangka Panjang
  • Tujuan – Tertentu, Jangka Pendek
  • Continuous Process SWOT dan PDCA
Pertanyaan Perencanaan
  1. Apa situasinya sekarang? Ke mana kita ingin pergi?
  2. Bagaimana kita bisa sampai disini dari sini?
    • Perencanaan strategis
    • Perencanaan Taktis
    • Perencanaan Operasional
    • Perencanaan kontingensi
Kepemimpinan  ( Leadership)

Pemimpin adalah seseorang yang diakui atau memperoleh pengakuan dari anggota sistem sosialnya dan berhak atau memiliki kekuasaan untuk dalam situasi tertentu menggerakkan anggotanya untuk mencapai tujuan bersama yang telah direncanakan.

Faktor Yang Menentukan Keberanian Manager Untuk Mengambil Keputusan
  • Pengalaman masa lalu
  • Intuisi
  • Keberanian mengambil resiko
  • Daya analisis
  • Kreativitas berfikir
  • Pengetahuan teoritik
  • Tekad untuk meraih keberhasilan
Kepemimpinan yang Sukses
  • Komunikasikan sebuah Visi
  • Menetapkan Nilai Perusahaan
  • Promosikan Etika Perusahaan
  • Ganti Rubah
Gaya Kepemimpinan
  • Otokratis
  • Partisipatif (demokratik)
  • Bebas-mengendalikan
Empat Tipe Kepemimpinan
  • Rasionalis
  • Politisi
  • Manusiawi
  • Budayawan
Kepemimpinan otokratis

Membuat keputusan manajerial tanpa berkonsultasi dengan orang lain

Kepemimpinan Partisipatif
  • Demokratis
  • Manajer dan karyawan bekerja sama untuk membuat keputusan
Kepemimpinan Bebas
  • Manajer menetapkan tujuan
  • Karyawan relatif bebas melakukan apapun yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut
Memberdayakan Karyawan
  • Pemberdayaan: Memberikan wewenang dan tanggung jawab kepada karyawan untuk mengambil keputusan.
  • Mengaktifkan: Memberi pekerja alat pendidikan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan.

Untuk materi selengkapnya mengenai pengelolaan, kepemimpinan dan pemberdayaan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Desain struktur organisasi yang efektif

Mengadaptasi Organisasi Pada Pasar Sekarang


Dapatkan slideshare disini:
>>>PPT Mengadaptasi Organisasi Pada Pasar Sekarang<<<

Agar bisnis dapat berjalan dengan sukses maka perlu diorganisasikan. Dalam mengorganisasi suatu bisnis tentunya harus memperhatikan unsur-unsur bisnis yang ada. Unsur bisnis yang perlu mendapat perhatian pengusaha yaitu lingkungan bisnis. Lingkungan sangat besar pengaruhnya kepada efisiensi dari operasional perusahaan dan kemampuannya untuk memperoleh keuntungan, Untuk itu setiap pemilik dan pemimpin usaha harus dapat memahami keadaan lingkungannya dan dampak lingkungan tersebut terhadap usahanya.

Ekonomi Skala (economies of scale) adalah situasi di mana perusahaan dapat mengurangi biaya produksi apabila mereka dapat membeli bahan mentah dalam jumlah besar, biaya rata – rata barang menurun ketika tingkat produksi meningkat.

Stuktur Organisasi terdiri dari :

  1. Pembagian Kerja
  2. Tugas Tim
  3. Menetapkan tanggung jawab / otoritas
  4. Akuntabilitas
  5. Mengalokasikan sumber daya
  6. Mendirikan prosedur
Prinsip – Prinsip Organisasi Fayol

Fayol memperkenalkan prinsip – prinsip tersebut sebagai berikut :

  1. Kesatuan Perintah adalah setiap pekerja harus melapor ke seorang dan satu – satunya atasan. Keuntungan dari prinsip ini sangat nyata.
  2. Hierarki Otoritas adalah semua pekerja harus mengetahui kepada siapa mereka harus melapor. Para manajer harus memiliki hak untuk memberikan perintah dan mengharapkan orang lain untuk mematuhinya.
  3. Divisi Tenaga Kerja adalah fungsi – fungsi harus dibagi menjadi area – area spesialisasi, seperti produksi, pemasaran, dan keuangan.
  4. Subordinasi Kepentingan Individu dengan Kepentingan Umum adalah para pekerja harus menganggap diri mereka sebagai tim yang terkoordinasi. Tujuan tim lebih penting daripada tujuan para pekerja individual.
  5. Otoritas adalah para manajer memiliki hak untuk memberikan perintah dan kuasa untuk menggalakkan kepatuhan.
  6. Tingkat Sentralisasi adalah jumlah kuasa pengambilan keputusan yang diberikan dalam manajemen puncak seharusnya berbeda – beda sesuai dengan keadaan.
  7. Saluran Komunikasi yang Jelas adalah semua pekerja harus mampu menjangkau orang lain dalam perusahaan tersebut dengan cepat dan mudah.
  8. Tata Tertib adalah bahan dan orang – orang harus ditempatkan dan dipertahankan dalam lokasi yang baik.
  9. Keadilan adalah seorang manajer harus memperlakukan para karyawan dan rekan kerja dengan rasa hormat dan keadilan.
  10. Esprit De Corps adalah semangat kebanggaan dan kesetiaan harus diciptakan di antara orang – orang dalam perusahaan.
Prinsip – Prinsip Organisasi Weber
  1. Deskripsi Pekerjaan.
  2. Peraturan Tertulis, Garis pedoman keputusan, dan catatan yang mendetail.
  3. Prosedur, Peraturan, dan Kebijakan yang konsisten.
  4. Promosi dan susunan kepegawaian yang didasarkan pada kualifikasi.
Sistim Sentralisasi

Otoritas yang Tersentralisasi (centralized authority) adalah sebuah struktur organisasi yang mempertahankan otoritas pengambilan keputusan di tingkat manajemen puncak di markas besar perusahaan.

Keuntungan:

  1. Kendali atas manajemen yang lebih besar
  2. Lebih efisiensi
  3. Sistem distribusi sederhana
  4. Citra merek / perusahaan yang kuat

Kerugian:

  1. Kurang tanggap terhadap pelanggan
  2. Pemberdayaan kurang
  3. Konflik interorganisasional
  4. Menurunkan moral dari kantor pusat
Sistem Desentralisasi

Otoritas yang Terdesentralisasi (decentralized authority) adalah sebuah struktur organisasi yang mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan kepada para manajer tingkat lebih rendah yang lebih familier dengan kondisi lokal daripada manajemen markas besar.

Keuntungan:

  1. Ingin adaptasi yang lebih baik kepada pelanggan.
  2. Lebih pemberdayaan pekerja.
  3. Pengambilan keputusan yang lebih cepat.
  4. Lebih tinggi moral.

Kerugian:

  1. Kurang efisiensi
  2. Sistem distribusi kompleks
  3. Kurang kendalli atas manajemen
  4. Melemah citra perusahaan

Untuk materi selengkapnya mengenai adaptasi organisasi, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

Dapatkan slideshare gratis:
>>>PPT Mengadaptasi Organisasi Pada Pasar Sekarang<<<

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training


Hubungi Customer Service kami untuk informasi:

Pelatihan (In-house Training) Membuat Struktur Organisasi dan Job Description

Kata kunci untuk penelusuran: Pelatihan membuat struktur organisasi, konsultasi bisnis dan organisasi, business process reengineering, organisasi sentralisasi dan desentralisasi, prinsip organisasi weber, pelatihan penyusunan standar dan SOP, pelatihan kerja, devision of labor, membangun tim yang unggul, training motivasi dan komunikasi, sdm indonesia

Harga Pokok Proses

Metode harga pokok proses merupakan metode pengumpulan biaya produksi yang digunakan oleh perusahaan yang mengolah produknya secara masal. Di dalam metode ini,biaya produksi dikumpulkan untuk setiap proses selama jangka waktu tertentu, dan biaya produksi persatuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi dalam proses tertentu, selama periode tertentu dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dari proses tersebut selama jangka waktu yang bersangkutan. Dengan adanya proses ini, maka dapat menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca.Pada saat manajemen dituntut untuk membuat pertanggungjawaban laporan periode, manajemen harus menyajikan laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi. Metode harga pokok proses produk diolah melalaui satu departemen produksi dan lebih dari satu departemen produksi. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Harga Pokok Proses.

Process Costing

Process costing adalah sistem dimana biaya unit produk atau jasa diperoleh dengan menetapkan biaya total ke banyak unit output yang identik atau serupa. Biaya unit dihitung dengan membagi total biaya yang dikeluarkan oleh jumlah unit output dari proses produksi. Setiap unit menerima biaya bahan langsung yang sama atau serupa, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead manufaktur.

 

Job Costing vs Process Costing

Dalam sistem job-costing, pekerjaan individu menggunakan jumlah sumber daya yang berbeda-beda, jadi akan salah jika membebankan setiap pekerjaan dengan biaya produksi rata-rata yang sama. Sebaliknya, ketika unit produk atau layanan identik atau serupa diproduksi secara massal, process costing digunakan untuk menghitung biaya produksi rata-rata untuk semua unit yang diproduksi.

 

Kategori Biaya Harga Pokok Proses

Sistem harga pokok proses memisahkan biaya ke kategori biaya sesuai dengan biaya yang dikeluarkan ke dalam proses.

  1. Bahan baku langsung biasanya ditambahkan pada awal proses produksi, atau pada saat mulai bekerja di departemen berikutnya di jalur perakitan.
  2. Biaya konversi umumnya ditambahkan sama sepanjang proses produksi.

 

Lima Langkah Alokasi Harga Pokok Proses

Berikut ini merupakan lima langkah dalam mengalokasikan biaya dengan sistem harga pokok proses:

  1. Ringkaskan aliran unit output fisik.
  2. Hitung output dalam satuan ekuivalen.
  3. Ringkaskan total biaya yang harus dibayar.
  4. Hitung biaya per unit ekuivalen.
  5. Tetapkan total biaya ke unit yang diselesaikan dan ke unit dalam barang dalam proses akhir.

 

Unit Ekuivalen

Jumlah turunan dari unit output itu membawa jumlah setiap masukan dalam unit selesai dan dalam unit barang dalam proses yang belum selesai dan mengonversi jumlah input ke dalam jumlah unit keluaran selesai yang dapat diproduksi dengan jumlah masukan tersebut. Dihitung secara terpisah untuk setiap masukan. (bahan langsung dan biaya konversi). Saat menghitung unit ekuivalen di langkah 2, fokuskan pada jumlah dan mengabaikan jumlah dolar sampai unit ekuivalen dihitung.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Harga Pokok Proses, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Harga Pokok Proses

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training