• 08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Belajar Mudah dengan Power Point

Akuntansi Aset Tidak Berwujud

Akuntansi Keuangan: Aset Tidak Berwujud

“Akuntansi Keuangan: Aset Tidak Berwujud”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Aset yang dimiliki perusahaan dalam menjalankan bisnisnya tidak selalu memiliki wujud fisik yang bisa dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

Jenis aset ini bernama Aset tak berwujud (Intangible Asset). PSAK 19 mendefinisikan Aset tak berwujud sebagai aset non-moneter yang teridentifikasi tanpa wujud fisik.

Dikategorikan sebagai aset Non-moneter karena mengandung nilai yang tidak pasti di masa mendatang. Berikut penjelasan mengenai Aset Tidak Berwujud.

Silahkan diunduh file PowerPoint (PDF) berikut ini:

____________________________

PPT Aset Tidak Berwujud

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

____________________________

Berikut poin-poin:

Karakteristik Aset Tidak Berwujud
  1. Dapat diidentifikasi
  2. Kurangnya eksistensi fisik.
  3. Bukan aset moneter.

Biasanya diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar. Jenis-jenis aset tak berwujud yaitu paten, hak cipta, waralaba atau lisensi, merek dagang atau nama dagang, daftar pelanggan, dan goodwill.

Penilaian Aset Tidak Berwujud yang Dibeli
  • Dicatat dengan biaya.
  • Meliputi semua biaya perolehan ditambah pengeluaran untuk membuat aset tak berwujud siap untuk tujuan penggunaannya.
  • Biaya tipikal termasuk :
    • Harga pembelian.
    • Biaya hukum
    • Beban insidental lainnya.
Penilaian Aset Tak Berwujud yang Dibangun Internal
  • Perusahaan membebankan semua biaya tahap penelitian dan beberapa biaya tahap pengembangan.
  • Biaya pengembangan tertentu dikapitalisasi setelah kriteria kelayakan ekonomi terpenuhi.
  • IFRS mengidentifikasi beberapa kriteria spesifik yang harus dipenuhi sebelum biaya pengembangan dikapitalisasi
Amortisasi Aset Tidak Berwujud dengan Umur Terbatas

Amortisasi dengan biaya sistematis untuk biaya selama masa manfaat.

  • Akun aset kredit atau akumulasi amortisasi.
  • Kehidupan yang berguna harus mencerminkan periode dimana aset tersebut akan berkontribusi terhadap arus kas.
  • Amortisasi harus biaya dikurangi nilai residu.
  • Perusahaan harus mengevaluasi tak berwujud kehidupan sehari-hari untuk penurunan nilai.
Amortisasi Aset Tidak Berwujud dengan Umur Tidak Terbatas
  • Tidak dapat diperkirakan batas waktu aset diharapkan menghasilkan arus kas.
  • Harus menguji penurunan nilai aset tidak berwujud dengan umur tidak terbatas setidaknya setiap tahunnya.
  • Tidak ada amortisasi.
Penurunan Nilai Aset Tidak Berwujud Umur Terbatas

Kerugian penurunan nilai adalah nilai tercatat aset dikurangi jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset yang mengalami penurunan nilai.

Penurunan Nilai Aset Tak Berwujud Tak Terbatas Selain Goodwill
  • Harus diuji untuk penurunan nilai setidaknya setiap tahunnya.
  • Uji penurunan nilai sama dengan itu untuk kehidupan yang tidak berwujud. Itu adalah,
    • Membandingkan jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset tak berwujud dengan nilai tercatat aset.
    • Jika jumlah terpulihkan kurang dari nilai tercatat, perusahaan mengakui adanya penurunan nilai.
Penurunan Nilai Goodwill
  • Perusahaan harus menguji goodwill setidaknya setiap tahun.
  • Uji penurunan dilakukan berdasarkan unit penghasil kas dimana goodwill ditetapkan.
  • Unit penghasil kas: kelompok aset terkecil yang dapat diidentifikasi yang menghasilkan arus kas.
  • Karena jarang ada pasar untuk unit penghasil kas, estimasi jumlah terpulihkan untuk penurunan goodwill biasanya didasarkan pada estimasi nilai dalam penggunaan.

Untuk poin-poin selanjutnya mengenai Aset Tidak Berwujud, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian uraian poin-poin Akuntansi Aset Tidak Berwujud. Semoga bermanfaat, dan salam sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

______________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

depresiasi-penurunan-nilai-dan-deplesi

Akuntansi Keuangan: Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi

“Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Seiring dengan berjalannya waktu, aset tetap akan mengalami penyusutan (kecuali tanah).

Faktor yang mempengaruhi menurun kemampuan suatu aset tetap untuk memberikan jasa/manfaaat yaitu : secara fisik, disebabkan oleh pemakaian dan keausan karena penggunaan yang berlebihan dan secara fungsional, disebabkan oleh ketidakcukupan kapasitas yang tersedia dengan yang diminta (misal kemajuan teknologi).

Sehingga penurunan kemampuan aset tetap tersebut dapat dialokasikan sebagai biaya. Masalah pengalokasian biaya penyusutan merupakan masalah penting, karena mempengaruhi laba yang dihasilkan oleh suatu perusahaan.

Apabila menggunakan metode penyusutan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku atau kondisi perusahaan tersebut,  maka akan mempengaruhi pendapatan yang dilaporkan setiap periode akuntansi. 

Selain itu juga mempengaruhi nilai dari aset tetap tersebut. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi.

Silahkan diunduh file PowerPoint (PDF) berikut:

_______________________

Belajar mudah dengan PowerPoint:

PPT Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_______________________

Poin-poin penting bab ini

Depresiasi/ Penyusutan

Penyusutan/ depresiasi adalah proses akuntansi untuk mengalokasikan biaya aset berwujud menjadi biaya secara sistematis dan rasional terhadap periode yang diharapkan dapat memanfaatkan penggunaan aset tersebut. Mengalokasikan biaya aset berumur panjang:

  • Aset tetap: Beban depresiasi/ penyusutan
  • Tidak berwujud: biaya amortisasi
  • Sumber daya mineral: Biaya deplesi
Tiga pertanyaan dasar:
  1. Dasar penyusutan apa yang digunakan?
  2. Berapakah masa manfaat aset?
  3. Apa metode pembagian biaya yang terbaik?
Metode Penyusutan

Profesi ini mengharuskan metode yang digunakan menjadi “sistematis dan rasional.” Metode yang digunakan meliputi:

  1. Metode aktivitas (unit penggunaan atau produksi).
  2. Metode garis lurus.
  3. Mengurangi (dipercepat) metode pengisian:
    • Jumlah angka tahun.
    • Metode saldo menurun.
Masalah Khusus Penyusutan
  1. Bagaimana seharusnya perusahaan menghitung depresiasi untuk periode parsial?
    • Perusahaan menentukan biaya penyusutan untuk setahun penuh dan kemudian
    • Perbaiki biaya penyusutan ini antara dua periode yang terlibat. (Proses ini harus berlanjut sepanjang masa manfaat aset).
  1. Apakah depresiasi memberi penggantian aset?
    • Tidak melibatkan arus kas keluar.
    • Dana untuk penggantian aset berasal dari pendapatan
  1. Bagaimana seharusnya perusahaan menangani revisi dalam tingkat depresiasi?
    • Diperuntukkan dalam periode sekarang dan prospektif
    • Tidak ditangani secara retrospektif.
    • Tidak dianggap kesalahan atau barang luar biasa.
Penurunan Nilai

Aset berwujud berumur panjang mengalami penurunan nilai bila perusahaan tidak dapat memulihkan nilai tercatat aset baik melalui penggunaan atau dengan menjualnya.

Secara tahunan, perusahaan meninjau aset untuk indikator penurunan nilai yaitu, penurunan kemampuan menghasilkan uang tunai melalui penggunaan atau penjualan.

Deplesi

Deplesi merupakan proses pengalokasian biaya sumber daya mineral. Sumber daya alam dapat dibagi menjadi dua kategori:

  1. Aset biologis (lahan hutan)
    • Pendekatan nilai wajar
  2. Sumber daya mineral (pertambangan minyak, gas, dan mineral)).
    • Penghapusan lengkap (konsumsi) aset.
    • Penggantian aset hanya dengan tindakan alam.

Baca juga: Aset Tidak Berwujud

Demikian poin-poin singkat, untuk materi selanjutnya mengenai Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_____________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Pengambilan Keputusan & Informasi Relevan

Pengambilan Keputusan dan Informasi Relevan

“Akuntansi Biaya: Pengambilan Keputusan dan Informasi Relevan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam penyusunan perencanaan ataupun pengambilan keputusan organisasi seorang manajer memerlukan informasi. Informasi yang relevan untuk meminimalisir resiko yang mungkin timbul dari perencanaan atau keputusan yang telah dibuat.

Oleh karena itu seorang pengolah informasi atau akuntan harus dapat menyajikan informasi-informasi yang relevan dan berkualitas. Informasi yang disajikan dalam akuntansi manajemen ini merupakan informasi utama yang dimiliki perusahaan.

Tugas utama seorang manajer adalah mengambil keputusan. Kualitas keputusan sangat dipengaruhi oleh kualitas data dan informasi.

Jadi jelas sekali, data dan informasi sangat berperan dalam pembuatan keputusan bagi manajer. Manajer merupakan pimpinan dan peserta aktif dalam proses perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan.

Silahkan diunduh file power point (PDF) berikut ini:

_________________________

Belajar Mudah dengan Power Point (PDF):

PPT Pengambilan Keputusan & Informasi Relevan

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_________________________

Berikut poin-poin penting yang perlu diperhatikan dalam Pengambilan Keputusan dan Informasi Relevan suatu organisasi.

Model Keputusan Organisasi

Model keputusan adalah metode formal untuk membuat pilihan keputusan, seringkali melibatkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Manajer sering menggunakan beberapa variasi Lima Langkah Proses Pengambilan Keputusan.

Informasi yang Relevan
  • Informasi yang relevan memiliki dua karakteristik: Terjadi di masa depan dan Berbeda di antara alternatif tindakan.
  • Biaya yang Relevan – biaya masa depan yang diharapkan
  • Pendapatan yang Relevan – mengharapkan pendapatan di masa depan
  • Biaya historis adalah biaya masa lalu yang tidak relevan dengan pengambilan keputusan. Disebut juga Sunk Costs (Biaya terpendam)
Jenis-Jenis Informasi
  • Faktor kuantitatif adalah hasil yang dapat diukur secara numerik
  • Sedangkan faktor kualitatif adalah hasil yang sulit diukur secara akurat dalam istilah numerik, seperti kepuasan. Sama pentingnya dengan faktor kuantitatif walaupun ukurannya sulit diukur
Terminologi
  • Biaya Inkremental yaitu biaya total tambahan yang dikeluarkan untuk suatu aktivitas
  • Pendapatan Inkremental yaitu jumlah pendapatan tambahan dari suatu kegiatan.
  • Biaya Diferensial yaitu perbedaan total biaya antara dua alternatif.
  • Pendapatan Diferensial yaitu perbedaan total pendapatan antara dua alternative.
One-Time-Only Special Orders
  • Menerima atau menolak pesanan khusus bila ada kapasitas produksi menganggur dan pesanan khusus tidak memiliki implikasi jangka panjang
  • Aturan Keputusan: apakah pesanan khusus menghasilkan pendapatan operasional tambahan?
    • Bila ya: terima
    • Bila tidak: tolak
  • Membandingkan pendapatan yang relevan dan biaya yang relevan untuk menentukan profitabilitas
Insourcing vs Outsourcing
  • Insourcing – memproduksi barang atau jasa dalam suatu organisasi
  • Outsourcing – membeli barang atau jasa dari vendor luar
  • Juga disebut keputusan “Membuat atau Beli
  • Aturan Keputusan: Pilih opsi yang akan memberi perusahaan biaya terendah, dan karena itu keuntungan tertinggi.
Biaya Peluang (Opportunity Costs)
  • Opportunity Cost adalah kontribusi terhadap pendapatan operasional yang dilupakan dengan tidak menggunakan sumber daya terbatas untuk penggunaan alternatif berikutnya
    • “Berapa banyak keuntungan yang perusahaan ‘hilangkan’ dengan tidak memilih alternatif ini?”
  • Jenis Khusus Biaya Peluang: Holding Cost for Inventory. Dana yang diikat dalam persediaan tidak tersedia untuk investasi di tempat lain

Untuk materi selengkapnya mengenai Pengambilan Keputusan dan Informasi Relevan, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Strategi proses dan perencanaan kapasitas

Strategi Proses dan Perencanaan Kapasitas

“Strategi Proses dan Perencanaan Kapasitas”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam manajemen operasional, salah satu tugas penting manajer adalah menetapkan proses-proses dalam lingkungan organisasi. Strategi proses merupakan pendekatan organisasi untuk mentransformasi sumber daya yang dimiliki menjadi barang dan jasa.

Tujuan dari strategi proses adalah untuk menemukan jalan dalam memproduksi barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan spesifikasi produk dalam keterbatasan biaya dan keterbatasan manajerial yang lain.

Silahkan diunduh file power point (PDF) berikut ini:

________________________

Power Point (PDF):

PPT Strategi Proses dan Perencanaan Kapasitas

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

________________________

Proses yang dipilih akan memiliki pengaruh jangka panjang pada produksi dan efisiensi, juga pada fleksibilitas biaya, dan kualitas yang dihasilkan.

Dalam memahami materi strategi proses dan perencanaan kapasitas, alangkah baiknya kita memahami terlebih dahulu mengenai pengertian,  tujuan, tipe, analisis dan desain proses, serta pemilihan alat dan teknologi dari strategi proses dan perencanaan kapasitas.

Pengertian Strategi Proses & Perencanaan Kapasitas

Strategi proses atau transformasi adalah pendekatan organisasi untuk mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa.

Tujuan strategi proses adalah untuk menemukan suatu cara membuat produk barang dan jasa yang dapat memenuhi persyaratan dari konsumen dan spesifikasi produk yang berada dalam batasan biaya serta konstrain lainnya.

Hasil dari keputusan ini berdampak pada efisiensi produksi jangka panjang, fleksibilitas, dan kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karenanya banyak strategi perusahaan ditentukan pada saat keputusan tentang proses ini dilakukan.

Tipe Strategi Proses
  1. Fokus pada proses.
  2. Fokus berulang
  3. Fokus pada produk
  4. Mass customization
Analisis Dan Desain Proses
Diagram Alir (Flow Diagram):

Adalah sebuah gambar atau skema yang digunakan untuk menganalisa pergerakan orang atau bahan.

Pemetaan Fungsi Waktu (Time Function Mapping)

Adalah sebuah diagram alir tetapi dengan waktu ditambahkan pada sumbu horizontal. Diagram ini disebut juga pemetaan proses (process mapping) atau pemetaan fungsi waktu (time-function mapping).

Diagram Proses (Process Diagram)

Adalah diagram yang menggunakan simbul, waktu, dan jarak untuk mendapatkan cara uang obyektif dan terstruktur dalam menganalisis dan mencatat aktifitas yang membentuk sebuah proses.

Perencanaan Pelayanan (Service Planning)

Merupakan teknik analisis proses yang memusatkanm perhatian pada konsumen dan interaksi penyedia layanan dengan konsumennya.

Pemilihan Alat Dan Teknologi
Teknologi Produksi
  • Pemilihan Peralatan harus fleksibel.
  • Teknologi Produksi, meliputi :
    1. Teknologi Mesin
    2. Sistem Identifikasi Otomatis / Automatic Identification System (AIS)
    3. Pengendalian Proses
    4. Sitem Visi
    5. Robot
    6. Sistem penyimpanan dan pengambilan secara otomatis / Automatic storage and retrieval systems (ASRS)
    7. Kendaraan Terpadu Otomatis/ Automatic guided vehicles (AGV)
    8. Sistem Maufaktur fleksibel
    9. Manufaktur terintegrasi Komputer
Teknologi Di Sektor Jasa
Pelayanan/ kemudahan yang diberikan oleh perusahaan jasa kepada para   pelanggan, misal:
  • Jasa keuangan
  • Perhotelan
  • Restoran
  • Penerbangan

Untuk materi selengkapnya mengenai Strategi Proses dan Perencanaan Kapasitas, silahkan di download ppt pada link diatas.

Baca juga: Strategi Operasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_______________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Gaya Kepemimpinan yang Efektif

Apa yang membuat Kepemimpinan menjadi Efektif?

“Mengenal Gaya Kepemimpinan yang Efektif”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Organisasi akan berjalan kurang efektif bila tanpa didukung kepemimpinan yang efektif. Studi tentang kepemimpinan sudah dilakukan cukup lama, dan sampai detik ini, para manajer terus berusaha menggali dan belajar tentang cara-cara memimpin organisasi yang efektif dan efisien.

_________________________

Power Point (PDF):

Kepemimpinan yang Efektif

Follow IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_________________________

Berikut beberapa pengertian tentang kepemimpinan:

  • Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).
  • Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).
  • Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).
  • Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan mentaati segala keinginannya.
  • Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).

Kepemimpinan Yang Efektif

Seorang pemimpin yang efektif adalah yang tidak hanya bekerja sendiri tanpa melibatkan siapapun. Melainkan mampu memanfaatkan berbagai potensi yang mengelilinginya.

Explore: Training & Development

Kepemimpinan efektif bukan sekedar pusat kedudukan atau kekuatan akan tetapi merupakan interaksi aktif antar komponen yang efektif. 

Karakteristik kepemimpinan yang efektif menurut Keith Davis yaitu :

  1. Intelegensi yang tinggi (Intellegence)
  2. Kematangan jiwa social (Social Maturity)
  3. Motivasi terhadap diri dan hasil (Inner motivation and achievement drives)
  4. Menjalin hubungan kerja manusiawi (Human relation attitudes)
Prinsip – Prinsip Kepemimpinan Efektif
  • Seorang yang belajar seumur hidup, Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi, mendengar. dan belajar dari pengalaman.
  • Berorientasi pada pelayanan, Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama.
  • Membawa energi yang positif, dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan.
Tipe Atau Gaya Kepemimpinan

Menurut Ralph white dan Ronald Lippet; ada tiga tipe gaya kepemimpinan antara lain :

Kepemimpinan otoriter
  • Penentuan kebijaksanaan oleh pimpinan sendiri
  • Cara dan kegiatan yang dilakukan berada ditangan pemimpin
  • Stategi, penentuan posisi, pembagian tugas ditentukan pimpinan
Kepemimpinan Demokratis
  • Kebijaksanaan ditentukan bersama secarah musyawarah, pimpinan sebagai fasilitator
  • Pemimpin hanya melakukan sumbang saran mengenai cara kerja dan kegitan yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan
  • Cara kerja, penentuan posisi dan pembagian tugas diserahkan kepada kelompok
Kepemimpinan Liberal
  • Kebebasan penuh pada pengambilan keputusan, pimpinan memiliki peran yang sangat minim
  • Pimpinan hanya memberi informasi bila diminta dan tidak terlibat dalam penentuan cara kerja dan kegiatan yang dilakukan.

Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan download ppt pada file diatas

Baca juga: Pengelolaan, Kepemimpinan, dan Pemberdayaan

Demikian uraian singkat tentang Apa yang membuat Gaya Kepemimpinan menjadi Efektif? Semoga bermanfaat, dan salam hormat.

__________________________

SDMIndonesia.com

Konsultasi /Pelatihan Kerja / In-house Training / pelatihan kepemimpinan / training leadership / training center/ pelatihan kerja / leadership / outbound training / pelatihan / training


Untuk Pelatihan/ In-House Training:
“How to be a Great Leader”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Kerjasama Tim & Sinergi Mencapai Target

Rahasia dibalik keberhasilan sebuah Tim Kerja

“Kerjasama Tim & Sinergi Mencapai Target”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kerjasama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai  misi yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.

___________________________

Power Point (PDF):

PPT Kerjasama Tim

Follow IG: SDM Unggul Indonesia Maju

___________________________

Yang dimaksud “saling melengkapi” disini adalah apabila ada anggota yang kurang ahli dalam menyelesaikan tugas A, tapi tugas tersebut bisa dikerjakan oleh anggota lainnya. 

Harus disadari bahwa kerjasama tim merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi yang tidak mementingkan diri sendiri, saling mengerti dan mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama.

Langkah langkah Membangun Kerjasama Tim

Membangunkan kerja sama dalam tim yang solid dan efektif kadang merupakan tantangan, akan tetapi hal tersebut bisa diwujudkan dengan beberapa langkah dibawah ini :

  • Membangun kepercayaan dan saling menghormati: Dengan kuatnya saling rasa percaya dan saling menghormati maka akan mempermudah bekerja sama dengan sesama dan pemimpin dapat mendelegasikan tugas-tugas yang dapat dikerjakan oleh anggota timnya dengan baik.
  • Menyelaraskan harapan: Setiap orang mempunyai semangat pencapaian karir yang berbeda, maka akan lebih baik menyelaraskan harapan dalam tim dan juga berusaha secara bersama-sama  memenuhinya.
  • Pemimpin menciptakan komunikasi yang terbuka, jujur dan saling menghormati: Setiap anggota tim berhak untuk mengekspresikan dirinya dalam bentuk pemikiran, opini, bahkan hingga solusi yang menjawab permasalahan yang ditemui kelompok.
  • Menanamkan sikap saling memiliki dalam kelompok: Sikap saling memiliki akan semakin mendalam saat anggota tim menghabiskan waktu bersama mencapai tujuan. Selain itu, pemimpin tim sebaiknya mengikut sertakan anggota tim dalam proses pengambilan keputusan sebagai realisasi dari kerja sama tim.
  • Menerima perbedaan pendapat: Dengan memasang kacamata positif dalam memandang suatu fenomena dalam berinteraksi dengan sejumlah orang, hal ini berarti bahwa ada sudut pandang lain yang bisa dianggap sebagai kesempatan yang bisa ditelusuri dan digunakan untuk kepentingan perusahaan/organisasi.
  • Evaluasi kinerja tim dan umpan balik : Hal ini perlu untuk mengukur pencapaian kinerja tim. Apabila terdapat hal yang tidak sesuai harapan, disinilah saatnya untuk memperbaiki kinerja tim selanjutnya. Disamping itu, setelah melihat kinerja tim, pemimpin bisa memberikan reward dan insentif yang tujuannya agar seluruh anggota tim termotivasi untuk melakukan kinerja yang lebih baik.

Nah, sekarang apa saja sih hambatan kerjasama tim, cara mengembangkan hubungan dalam tim, dan cara mengatasi perbedaan? Untuk menjawabnya, anda bisa download ppt pada link diatas.

Baca juga: Kepemimpinan yang Efektif

Demikian uraian singkat tentang Kerjasama Tim & Sinergi Mencapai Target. Semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Dapatkan Informasi terkait: Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen / Startegi / Bisnis / Manajemen sumber daya manusia / Pemasaran / Operasional / TQM / Keuangan / Prosedur / Mutu / Pelatihan / In House Training

Manajemen Pemasaran

Berikut tautan artikel/ blog manajemen pemasaran: