• 62-8123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Belajar Mudah dengan Power Point

Analisis aspek pasar

Analisis Aspek Pasar

“Analisis Aspek Pasar”

Aspek pasar dalam studi kelayakan bisnis merupakan sebuah inti dari banyak aspek yang harus di susun dari sebuah rancangan studi kelayakan bisnis. Hal ini berkaitan dengan permintaan pasar terhadap produk yang merupakan dimana akan berkaitan langsung dengan adanya  penyediaan produk dari sebuah usaha yang akan di bangun. Dalam memahami sebuah studi kelayakan bisnis pada aspek pasar,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, maksud dan  tujuan  serta fungsi dari sebuah  studi kelayakan bisnis pada aspek pasar.

____________________________________

Power Point:

PPT Analisis Aspek Pasar

____________________________________

Analisis Aspek Pasar

Aspek pasar adalah sebuah upaya dalam  mengetahui besarnya permintaan pasar yang akan di terima dari masyarakat sekaligus juga untuk menempatkan posisi yang menguntungkan bagi proyek yang akan di jalankan. Oleh karenanya dalam memahami aspek pasar yang baik lagi maka disini akan di berikan poin-poin penting yang akan di analisa dari sebuah aspek pasar, adalah sebagai berikut:

  • Permintaan pasar terhadap produk yang akan di sediakan
  • Analisis tingkat persaingan serta strategi dalam pemasaran produk
  • Hasil metode dari aspek pasar yang dapat memenangkan produk di tengah persaingan
Struktur Penulisan Aspek Pasar
  1. Tujuan Analisis
  2. Situasi pemasaran yang dihadapi
  3. Perkembangan Permintaan dan Penawaran: Perkembangan Permintaan, Perkembangan Penawaran, Peluang Pasar Potensial berdasarkan permintaan dan penawaran
  4. Perkiraan penjualan proyek
  5. Target Pasar
  6. Strategi Pemasaranà Bauran Pemasaran
  7. Analisis dan Pembahasan
  8. Kesimpulan
Aspek Pasar

Inti dari analisa pasar:

“Untuk memperkirakan berapa penjualan yang bisa dicapai oleh perusahaan”.

Aspek Pasar dan Pemasaran Mempelajari Tentang:

  1. Permintaan (daerah, jenis konsumen, perusahaan besar pemakai, proyeksi permintaan)
  2. Penawaran (dari dalam negeri, impor, perkembangan masa lalu, perkiraan masa datang, barang pengganti/pesaing, perlindungan pemerintah)
  3. Harga (perbandingan dengan harga barang impor atau dalam negeri, pola perubahan  harga)
  4. Program Pemasaran (strategi pemasaran, marketing mix, siklus hidup produk)
  5. Perkiraan Penjualan (market share yang dapat dikuasai)

Baca juga: Analisis Aspek Teknis

Beberapa Pertanyaan Mendasar:

  1. Berapa pasar potensial yang tersedia di masa datang?

Bagaimana permintaan masa lalu, sekarang,  dan variabel yang mempengaruhi permintaan

  1. Berapa market share yang dapat diserap dari keseluruhan pasar potensial?

Bagaimana  perkembangan market share produk tersebut di masa yang akan datang?

  1. Strategi pemasaran untuk mencapai market share yang ditetapkan?

Siklus hidup produk, marketing mix, segmen pasar.

Untuk materi selengkapnya mengenai Studi Kelayakan Bisnis, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan sukses selalu.

_______________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Tautan Penting:

Pelatihan analisis kelayakan aspek teknis

Analisis Aspek Teknis

“Analisis Aspek Teknis”

Aspek teknis dalam studi kelayakan bisnis merupakan suatu yang berkenaan dengan proses pembangunan suatu perusahaan/bisnis secara teknis dan pengoperasiannya setelah perusahaan tersebut dibangun.

_______________________________

Power Point:

PPT Analisis Aspek Teknis

_______________________________

Analisis teknis dapat diketahui rancangan awal penaksiran  biaya investasi  termasuk biaya eksploitasinya. Pelaksanaan  dari  evaluasi aspek teknis sering tidak memberikan suatu keputusan baku. Karenanya  perlu diperhatikan hasil benchmarking atau beberapa pengalaman pada perusahaan lain yang serupa dilokasi lain yang mengunakan teknik dan operasi serupa.

Keberhasilan penggunaan teknologi sejenis ditempat lain sangat membantu  dalam pengambilan keputusan akhir, setidaknya memperhatikan pengalaman ditempat lain tidak bisa dikesampingkan. Berbeda dengan aspek  teknis, aspek  operasi  umumnya kurang  mendapat perhatian dalam pembuatan studi kelayakan  bisnis, karena kebanyakan studi kelayakan bisnis berpusat pada tiga aspek yaitu  pasar, teknik dan keuangan. Kemungkinan banyak orang studi kelayakan bisnis merasa bahwa ketiga aspek sudah baik maka pihak yang menjalankan proyeksi  tersebut  akan senang.

Dalam memahami sebuah studi kelayakan bisnis pada aspek teknis,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, maksud dan  tujuan  serta fungsi dari sebuah  studi kelayakan bisnis pada aspek teknis.

Aspek Teknis
  1. Pertanggungjawaban pemilihan lokasi, dasarnya (tepat), plan site (argumentasi).
  2. Proses Produksi, input – output
  3. Teknologi: sederhana – tepatguna – modern
  4. Teknik yang digunakan, peralatan produksi (jumlah)
  5. Lay-out pabrik
  6. Luas Produksi – Volume produksi 10 tahun (D forecast)
  7. Kebutuhan BB, biaya BB – 10 tahun
  8. TKL (jml. Produksi, upah) – 10 tahun
  9. BOP (semua biaya2 yang terjadidipabrik, selain BB & TKL) – 10 tahun
  10. Menyusun HPP yang terdiri BB, TKL dan BOP untuk 10 tahun
  11. Membuat analisa dari aspek teknis dan menyimpulkan apakah aspek ini layak atau tidak.
Lokasi Proyek
  • Variabel primer: ketersediaan BB, letak  pasar, konsumen.
  • Variabel sekunder: Iklim, keadaan tanah
  • Metode penilailan lokasi, penilaian hasil value, perbandingan biaya, analisis ekonomi

Baca juga: Analisis Aspek Pasar

Luas Produksi

Berapa jumlah produksi yang dihasilkan dalam waktu dengan biaya yang efisien

Faktor-Faktor yang perlu diperhatikan:

  1. Batas D untuk menghitung market share
  2. Tersedia kapasitas mesin sesuai kapasitas teknis
  3. Jumlah dan kemampuan teknis pengelola proses produksi
  4. Kemampuan financial

Bagaimana ulasan selanjutnya? Silahkan unduh ppt pada link diatas

Demikian semoga bermanfaat, dan sukses selalu.

______________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Tautan Penting:

Pelatihan manajemen, analisis aspek keuangan

Analisis Aspek Keuangan

“Analisis Aspek Keuangan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Aspek terpenting dalam studi kelayakan bisnis adalah hitung-hitungan keuangan. Berapa seluruh dana yang kita butuhkan baik modal untuk investasi maupun untuk modal kerja. Berapa penjualan, berapa  biaya produksi, berapa biaya penjualan, berapa  biaya administrasi, dan  berapa tingkat keuntungan yang akan kita dapatkan atau bahkan kemungkinan kerugian.

______________________________________

Power Point PPT:

Pentingnya Analisis Aspek Keuangan

Follow Instagram: SDM Unggul Indonesia Maju

______________________________________

Dalam memahami sebuah studi kelayakan bisnis pada aspek keuangan,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, maksud dan  tujuan  serta fungsi dari sebuah  studi kelayakan bisnis pada aspek keuangan.

Analisis Aspek Keuangan

Tujuan dari analisis aspek  keuangan  adalah untuk  menentukan  rencana investasi  melalui perhitungan biaya dan  manfaat yang di harapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan, seperti ketersediaan dana, biaya modal awal, kemampuan untuk membayar kembali dana tersebut dalam waktu yang telah ditentukan dan menilai apakah perusahaan akan dapat  berkembang terus.

Tujuan Investor Membangun  Proyek

Ingin mendapatkan manfaat financial yaitu memperoleh keuntungan yang optimal. Analisa aspek keuangan wajib mengikuti proses kegiatan sejak awal. Contoh: rencana penjualan (aspek pasar).

Aspek Keuangan

Menyusun anggaran dana investasi awal, yang dipakai untuk mempersiapkan, membangun dan mengoperasikan proyek.

Dikelompokkan:

  1. Anggaran pra-investasi
  2. Anggaran modal tetap
  3. Anggaran modal kerja awal
Anggaran Pra-Investasi

Pengeluaran  untuk membiayai kegiatan pembangunan  dan pengoperasian proyek. Misalnya: biaya survey (lokasi, pasar), biaya pembentukan B.U, biaya pengurusan macam-macam ijin         .

Anggaran Aktiva Tetap
  • Dana yang dibutuhkan untuk pengadaan AT
  • Biaya pengadaan tanah
  • Biaya pembangunan gedung
  • Pembelian sarana transportasi
  • Pembelian meubel, alat kantor
  • Pembelian sarana produksi (mesin, dan lain sebagainya)
Anggaran Modal Kerja Awal
  • Dana yang diperlukan untuk  mengoperasikan proyek pada tahun pertama operasi
  • Jumlahnya dihitung secara neto yaitu modal kerja bruto dikurangi hutang jangka pendek (hutang dagang dari pemasok)
  • Contohnya: bahan baku, bahan pembantu, persediaan kas atau bank, piutang dagang

Baca juga: Analisis Aspek Teknis

Contoh Anggaran Investasi
  • Biaya Pra – investasi Rp ……
  • Modal Tetap

– Tanah                                                Rp ……

– Gedung                                             Rp ……

– Kendaraan                            Rp ……

– Meubel                                              Rp ……

  • Modal Kerja Awal Rp ……
  • Jumlah Anggaran Investasi Rp 200.000.000,-

Untuk materi selengkapnya mengenai Analisis Aspek Keuangan, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

_________________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Mengenal studi kelayakan bisnis

Mengenal Studi Kelayakan Bisnis

“Mengenal Studi Kelayakan Bisnis”

Studi kelayakan bisnis sangat dibutuhkan oleh kalangan  orang banyak, terutama bagi para investor selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi  kredit, dan pemerintah yang memberikan  fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, masing-masing pastinya memiliki kepentingan yang berbeda-beda.

________________________________

Power Point:

Studi Kelayakan Bisnis

________________________________

Investor berkepentingan  dalam rangka untuk  mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui  tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan  manfaat dari investasi  tersebut secara makro baik bagi  perekonomian, pemerataan kesempatan kerja.

Dalam studi kelayakan bisnis akan melibatkan banyak tim  dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonomi, pakar hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi.

Dalam memahami sebuah studi kelayakan bisnis,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, maksud dan  tujuan  serta fungsi dari sebuah  studi kelayakan bisnis.

Studi Kelayakan Bisnis

Studi Kelayakan Bisnis merupakan suatu laporan yang membahas atau menilai apakah investasi dalam proyek tertentu dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan, disatu pihak hasil-hasil yang diharapkan dan dilain pihak biaya-biaya yang harus dikeluarkan  untuk proyek yang bersangkutan

Tujuan dari studi kelayakan bisnis adalah untuk mencari jalan keluar agar dapat menimalkan hambatan dan risiko yang mungkin timbul di masa yang akan datang yang penuh dengan ketidakpastian. Apalagi di era disrupsi seperti sekarang ini, lingkungan bisnis menjadi penuh dengan ketidakpastian.

Baca juga: Analisis Aspek Pasar

Studi kelayakan bisnis juga untuk mengidentifikasi masalah di masa yang akan datang sehingga dapat meminimalkan kemungkinan melencengnya hasil yang ingin dicapai dalam suatu investasi.

Tujuan Studi Kelayakan Bisnis

Ada lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan:

  1. Menghindari Resiko Keuangan
  2. Memudahkan Perencanaan
  3. Memudahkan Pelaksanaan Pekerjaan
  4. Memudahkan Pengawasan
  5. Memudahkan Pengendalian

Dengan penyusunan studi kelayakan yang komprehensif, maka akan diperoleh manfaat yang cukup besar. Hal apa saja yang perlu dianalisis dalam proses studi kelayakan bisnis ? Ingin tahu lebih dalam…

Bagaimana untuk materi selengkapnya mengenai Permasalahan Studi Kelayakan Bisnis, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian uraian singkat tentang Mengenal Studi Kelayakan Bisnis. Semoga bermanfaat, dan Berkah.

________________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

________________________________

Tautan Penting:

Memahami Perilaku Keorganisasian

Pentingnya Memahami Perilaku Keorganisasian bagi Para Manajer

“Pentingnya Memahami Perilaku Keorganisasian”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Perlukah seorang manajer memahami perilaku keorganisasian (Organizational Behavior)?

Perilaku keorganisasian merupakan studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok, dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi, yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan guna meningkatkan efektivitas organisasi.

Ilmu yang dimaksud yaitu yang mempelajari tentang interaksi manusia dalam organisasi yang meliputi studi secara sistimatik tentang perilaku, struktur dan proses didalam organisasi.

Selanjutnya, dalam memahami sebuah perilaku keorganisasian,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tingkatan analisis, konsep dan  tujuan  dari perilaku keorgaisasian.

Silahkan diunduh file power point dibawah ini:

___________________________

Power Point (PDF):

PPT Perilaku Keorganisasian

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_________________________

Tingkatan Analisis Dalam Perilaku Keorganisasian
  1. Analisis Tingkat individu

Kejadian yang terjadi dalam organisasi dianalisis dalam hubungannya dalam perilaku seseorang.

  1. Analisis Tingkat kelompok

Perilaku kelompok dipengaruhi aturan kelompok dan nilai yang dianut oleh kelompok itu.

  1. Analisis Tingkat organisasi

Organisasi lebih sekedar penjumlahan individu maupun kelompok tetapi kejadian yang terjadi dalam struktur organisasi yaitu struktur dan posisi seseorang dalam organisasi membawa pengaruh pada setiap interaksi sosial dalam organisasi.

Disiplin Ilmu yang Mendukung:
  1. Psychology

Ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan, dan terkadang mengubah perilaku manusia dan makhluk lain.

  1. Social Psychology

Bidang dalam psikologi yang memadukan konsep dari psikologi dan sosiologi serta berfokus pada pengaruh seseorang terhadap orang lainnya.

  1. Sociology

Studi tentang manusia dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan kultur mereka.

  1. Anthropology

Studi kemasyarakatan untuk mempelajari manusia dan aktivitas-aktivitas mereka.

Baca juga: Budaya Organisasi

Konsep Dasar Perilaku Oganisasi
  1. Pekerjaan manajer
  2. Definisi perilaku organisasi
  3. Disiplin ilmu yang mendukung perilaku organisasi
  4. Tantangan dan peluang perilaku organisasi
  5. Model perilaku organisasi
Pekerjaan Manajer
  1. PLANNING, proses yang meliputi:
  • Pendefinisian tujuan suatu organisasi,
  • Penentuan strategi keseluruhan untuk mencapai tujuan tersebut
  • Pengembangan serangkaian rencana komprehensif untuk menggabung dan mengoordinasi berbagai aktivitas
  1. ORGANIZING, proses yang meliputi:
  • Penentuan tugas yang harus dikerjakan
  • Siapa yang mengerjakan tugas tersebut
  • Bagaimana tugas tersebut dikelompokkan
  • Siapa melapor kepada siapa
  • Dimana keputusan-keputusan dibuat
  1. LEADING, proses yang mencakup:
  • Pemberian motivasi kepada karyawan
  • Mengatur aktivitas individu lain
  • Memilih saluran komunikasi yang paling efektif
  • Penyelesaian konflik
  1. CONTROLLING:
  • Memantau aktivitas untuk memastikan aktivitas tersebut diselesaikan seperti yang telah direncanakan dan membetulkan penyimpangan-penyimpangan yang signifikan

Bagaimana ulasan selanjutnya mengenai Perilaku Keorganisasian? Silahkan di download ppt pada link diatas.

Baca juga: Manajemen Perubahan Dalam Organisasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_________________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Kepribadian & Nilai NIlai Individu

Mengenal Kepribadian dan Nilai-Nilai Para Karyawan

“Mengenal Kepribadian dan Nilai-Nilai Individu”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kepribadian adalah keseluruhan cara dimana seseorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain.

Seorang pimpinan / manajer sangat perlu untuk memahami nilai-nilai dan kepribadian dari para karyawan.

Dengan pemahaman yang benar atas pola kepribadian karyawan, maka dalam fungsinya sebagai manajer akan lebih mudah untuk melakukan kegiatan koordinasi, kerja tim, kepemimpinan, kerjasama, motivasi dan lain sebagainya.

______________________________

Power Point (PDF):

Mengenal Kepribadian dan Nilai-Nilai Individu

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_____________________________

Faktor Penentu Kepribadian
Faktor Genetik (Keturunan)

Faktor Keturunan. Keturunan merujuk pada faktor genetis seorang individu, tinggi fisik, bentuk wajah, gender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap entah sepenuhnya atau secara substansial dipengaruhi oleh siapa orang tua anda, yaitu komposisi biologis, psikologis dan psikologis bawaan mereka.

Faktor Lingkungan

Faktor Lingkungan: Faktor lain yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap pembentukkan karakter kita adalah lingkungan dimana kita tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman-teman, dan kelompok sosial dan pengaruh-pengaruh lain yang kita alami. Faktor-faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian kita.

Personality Traits
  • Personality Traits merupakan karakteristik yang sering muncul dan karakteristik yang mendiskripsikan perilaku individu.
  • Semakin sering dan semakin konsisten munculnya suatu karakteristik, maka akan semakin mendiskripsikan karakteristik seseorang.
  • Identifikasi Personality Traits penting, karena dapat membantu dalam pertimbangan proses seleksi karyawan, penempatan, promosi melalui tes kepribadian
Sifat-Sifat Kepribadian

Sifat-sifat kepribadian: Karakteristik yang umumnya melekat dalam diri seorang individu adalah malu, agresif, patuh, malas, ambisius, setia, dan takut.

Karakteristik2 tersebut, ketika ditunjukkan dalam berbagai situasi, disebut sifat-sifat kepribadian. Karakteristik yang sering muncul dan mendiskripsikan perilaku seorang individu.

Myers-Brigs Type Indikator (MBTI)

MBTI merupakan tes kepribadian yang mengguna empat karakteristik dan mengklasifikasikan individu ke dalam salah satu dari 16 tipe kepribadian.

Instrumen penilaian berisi 100 pertanyaan mengenai bagaimana individu akan merasa diberikan dalam tes tersebut, individu diklasifikasikan ke dalam karakteristik ekstraver atau introver (ekstraverted atau introverted– E atau I), sensitif atau intuitif (Sensing atau intuitive – S atua N), pemikir atau perasa (Thinking atau Feeling – T atau F) dan memahami atau menilai (Judging atau perceiving – J atau P).

  • Ekstraver versus Introver– Individu dengan karakteristik ekstraver digambarkan sebagai individu yang ramah, suka bergaul, dan tegas sedangkan individu dengan karakteristik introver digambarkan sebagai individu yang pendiam atau pemalu;
  • Sensitif versus Intuitif – Individu dengan karakteristik sensitif digambarkan sebagai individu yang praktis dan lebih menyukai rutinitas dan urutan. Mereka berfokus pada detail. Sebaliknya individu dengan karakteristik intuitif mengandalkan proses-proses tidak sadar dan melihat “gambaran umum”
  • Pemikir versus Perasa- Individu yang termasuk dalam karakteristik pemikir menggunakan alasan dan logika untuk menangani berbagai masalah, sedangkan individu dengan karakteristik perasa mengandalkan nilai-nilai dan emosi pribadi mereka.
  • Memahami versus Menilai- Individu yang cenderung memiliki karakteristik memahami menginginkan kendali dan lebih suka dunia mereka teratur dan terstruktur, sedangkan individu dengan karakteristik menilai cenderung lebih fleksibel dan spontan

Untuk materi selengkapnya mengenai Kepribadian dan Nilai, dapat di download ppt pada link diatas.

Baca juga: Kepribadian Positif & Prestasi individu

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ

___________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Rekruitmen dan seleksi

Rekrutmen dan Seleksi: Talent Management

“Rekrutmen dan Seleksi: Talent Management”

Rekrutmen adalah proses menemukan dan menarik para pelamar yang memenuhi syarat untuk dipekerjakan, sedangkan Seleksi adalah kegiatan organisasi/perusahaan untuk memilih karyawan yang paling tepat, baik dalam jumlah maupun mutu dari calon-calon yang ditariknya. Dengan demikian, proses rekrutmen merupakan proses awal yang dilakukan dalam pencarian tenaga kerja, sedangkan proses seleksi terjadi setelah ada sejumlah calon karyawan yang mendaftar atau terdaftar melalui proses rekrutmen.

_______________________________

Power Point:

PPT Rekrutmen dan Seleksi

_______________________________

Tujuan Utama

Tujuan utama dari proses rekrutmen dan seleksi adalah untuk mendapatkan orang yang tepat bagi suatu jabatan tertentu, sehingga orang tersebut mampu bekerja secara optimal dan dapat bertahan di perusahaan untuk waktu yang lama

Sumber dan Metode Rekrutmen
  • Sumber-sumber rekrutmen adalah tempat keberadaan para kandidat yang memenuhi syarat, seperti perguruan-perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan pesaing. Sumber rekrutmen bisa didapatkan dari sumber internal maupun eksternal.
  • Metode-metode rekrutmen adalah cara-cara spesifik yang digunakan untuk menarik para karyawan potensial ke dalam perusahaan, seperti rekrutmen online. Metode rekrutmen ada dua, yaitu metode internal maupun eksternal.
Sumber dan Metode Rekrutmen Internal
  • Sumber Internal (Schuler & Jackson 2006) : Promosi, Transfer, Penarikan Kembali (Rehire).
  • Sumber Internal (Mondy, 2010) : 1) Pengumuman lowongan jabatan (job posting): Memberikan informasi kepada para karyawan akan adanya lowongan-lowongan jabatan, 2) Pengajuan lamaran jabatan (job bidding): Prosedur yang memungkinkan para karyawan yang memenuhi persyaratan untuk melamar kerja pada jabatan yang diumumkan, 3) Referensi Karyawan: Para karyawan secara aktif mengajak teman-teman dan kolega-kolega yang mereka anggap potensial untuk mengajukan lamaran.
  • Metode Internal : Pengumuman Lowongan Jabatan (Job Posting), Persediaan Bakat (Talent Inventory).
Sumber dan Metode Rekrutmen Eksternal
  • Sumber Rekrutmen Eksternal (Mondy, 2010) : Sekolah Menengah Umum dan Sekolah Kejuruan, Akademi dan Universitas, Pesaing dalam Pasar Tenaga Kerja, Karyawan, Pengangguran, Wirausahawan.
  • Metode Rekrutmen Eksternal (Werther & Davis 1996, Schuler & Jackson 2006) : Pelamar yang datang (walk-ins) dan surat lamaran yang masuk (Write-ins), Rekomendasi karyawan, Iklan, Agen tenaga kerja/perusahaan jasa rekrutmen, Lembaga pendidikan, Asosiasi profesional/Organisasi ketenagakerjaan, Open house/job fair, Internet, Merjer dan akuisisi, Rekrutmen internasional.
Hambatan dan Tantangan Rekrutmen
  • Rencana Stratejik dan Sumber Daya Manusia
  • Kondisi Lingkungan
  • Kebiasaan Perekrut
  • Kebijakan Organisasi
  • Persyaratan Kerja
  • Biaya
  • Insentif

Baca juga: Perencanaan Sumber Daya Manusia untuk Organisasi

Untuk informasi & penjelasan selengkapnya tentang Rekrutmen dan Seleksi bisa langsung di download ppt pada link diatas.

Demikian penjelasan singkat tentang Rekrutmen dan Seleksi: Talent Management. Semoga bermanfaat dan berkah selalu.


SDMIndonesia.com

 Explore: Training & Development

Pengantar Akuntansi

Tautan Artikel

  1. Pengenalan Akuntansi dan Bisnis
  2. Analisis Transaksi
  3. Jurnal, Buku Besar, dan Neraca Saldo
  4. Koreksi Kesalahan dan Jurnal Penyesuaian
  5. Penyelesaian Siklus Akuntansi
  6. Akuntansi Perusahaan Dagang
  7. Jurnal Khusus
  8. Penyelesaian Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
  9. Akuntansi Perusahaan Manufaktur
  10. Akuntansi Perusahaan Manufaktur – Metode Fisik
  11. Akuntansi Perusahaan Manufaktur – Metode Perpetual

Artikel Perilaku Keorganisasian

Tautan Artikel

  1. Pentingnya Memahami Perilaku Keorganisasian
  2. Perilaku Individu, Sikap, Dan Kepuasan Kerja
  3. Mengenal Kepribadian dan Nilai-Nilai Para Karyawan
  4. Persepsi Dan Pengambilan Keputusan Individu
  5. Membangun Motivasi Kerja Karyawan
  6. Perilaku Kelompok

Manajemen Operasional

Tautan Artikel

  1. Manajemen Operasi
  2. Strategi Operasi
  3. Manajemen Proyek
  4. Desain Produk Dan Jasa
  5. Manajemen Kualitas
  6. Strategi Proses Dan Perencanaan Kapasitas
  7. Strategi Lokasi
  8. Strategi Tata Letak
  9. Manajemen Rantai Pasokan
  10. Manajemen Persediaan
  11. Manajemen Operasional: Pemeliharaan dan Keandalan (TA)