• 08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Belajar Mudah dengan Power Point

Manajemen Kas dan Surat Berharga

Manajemen Kas & Surat Berharga

“Manajemen Kas dan Surat Berharga”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Instagram: SDM Indonesia

Pengertian Manajemen Kas

Manajemen Kas (Cash Management) adalah suatu kumpulan kegiatan perencanaan, perkiraan, pengumpulan, pengeluaran dan investasi kas dari suatu perusahaan agar dapat beroperasi dengan lancar. Tanpa manajemen kas yang baik sebuah perusahaan bisa mengalami kebangkrutan karena kekurangan kas, walaupun ia menghasilkan profit.

Alasan Memegang Kas
  • Motif transaksi: Motif transaksi adalah untuk memungkinkan perusahaan melaksanakan usaha sehari-hari, yaitu melakukan pembelian dan penjualan. Pembayaran dilakukan per kas dan penerimaan kas dilakukan dalam rekening kas. Pembayaran ini dapat berupa gaji pegawai, pembelian bahan persediaan, pajak, listrik, dan lain-lain.
  • Motif berjaga-jaga: Penggunaan kas dengan motif berjaga-jaga erat kaitannya dengan tingkat peramalan  arus kas masuk dan kas keluar. Jika tingkat peramalan tinggi, berarti mudah meramalkan arus keluar masuknya kas, berarti lebih sedikit kas yang perlu dikeluarkan untuk menghadapi keadaan darurat dan hal-hal tidak terduga. Faktor lain yang mempengaruhi motif berjaga-jaga adalah kemungkinan dapat menunjukkan tambahan kas dengan segera.
  • Motif spekulasi: Penggunaan kas dengan motif spekulasi adalah untuk memungkinkan perusahaan mamanfaatkan kesempatan menciptakan laba yang mungkin timbul.

Unduh PPT:

PPT Manajemen Kas dan Surat Berharga


Model Manajemen Kas dan Surat Berharga

Model Kas Sebagai Persediaan Barang

Metode yang paling mendasar dalam menunjukkan kebutuhan rata rata kebutuhan kas adalah seperti konsep Economic order quantity (EOQ), adapun tujuan dari model ini adalah menyeimbangkan pendapatan yang hilang yang dialami oleh perusahaan yang memegang Kas, bukannya sekuritas yang dapat diperjual belikan dibandingkan dengan biaya transaksi dalam mengubah sekuritas menjadi kas.

Model Persediaan (Model Baumol)

William Baumol (1952) mengidentifikasikan bahwa kebutuhan akan kas dalam perusahaan mirip dengan pemakaian persediaan. Apabila perusahaan memiliki saldo kas yang tinggi, perusahaan akan mengalami kehilangan kesempatan untuk menginvestasikan dana tersebut pada kesempatan investasi yang lain yang lebih menguntungkan (sebaliknya). Maka model kas sebagai persediaan barang dapat dimodifikasi sebagai model baumol. Dengan demikian model boumel adalah identic dengam model persediaan kecuali untuk biaya penyimpanan kasnya diganti dengan tingkat suku bunga.

Miller dan Orr

Miller and Orr mengasumsikan bahwa aliran kas masuk dan keluar tidak konstan (berfluktuasi). Miller and Orr menentukan batas pengendalian atas dan batas pengendalian bawah serta saldo kas yang ditargetkan.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai manajemen kas dan surat berharga bisa di download pada link PPT diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Explore: Training & Development

SDMIndonesia.com

Risk & Return

Manajemen Keuangan, Risk & Return

“Manajemen Keuangan, Mengenal Konsep Risk & Return”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Instagram: SDM Indonesia

Risiko menurut Jorion adalah tingkat potensi kerugian yang timbul karena perolehan hasil investasi yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan. Risiko dapat dikatakan sebagai suatu peluang terjadinya kerugian atau kegagalan.

Lebih luas, risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya hasil yang tidak diinginkan atau berlawanan dari yang diinginkan. Dalam industri keuangan pada umumnya, terdapat suatu jargon high risk bring about high return, artinya jika ingin memperoleh hasil yang lebih besar, akan dihadapkan pada risiko yang lebih besar pula.

_______________________________

Power Point:

PPT Risk and Return

_______________________________

Berbicara mengenai investasi, seorang investor dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:

Risk Seeker / Agresif

Investor tipe 1 / Risk Seeker : Tipe Investor yang lebih berani mengambil risiko untuk menghasilkan keuntungan yang lebih  besar / imbal hasil tinggi. Investor tipe 1 ini bersedia berinvestasi pada produk-produk pasar modal dan perdagangan berjangka.

Risk Neutral / Moderat

Investor tipe 2 / Risk Neutral: Investor yang berharap kenaikan tingkat pengembalian yang sama untuk setiap kenaikan risiko. Intinya investor risk neutral cenderung memilih produk-produk investasi yang dapat mengembangkan uangnya (peningkatan imbal hasil).

Risk Averter / Konservatif

Investor tipe 3 / Risk Averter: Tipe investor ketiga adalah investor yang berusaha menjauhi risiko. Tujuan utama investor tipe risk averter adalah menjaga nilai uangnya agar tidak kebalap dengan inflasi (keamanan modal)

Return (Tingkat Pengembalian)

Return atau pengembalian adalah keuntungan yang akan di dapat pada masa yang akan datang. Pengembalian (return) adalah kompensasi dari adanya inflasi (kenaikan harga-harga barang).

Pengembalian (return) investasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu return yang diharapkan (expected return) dan return yang sebenarnya (realized return).

  • Tingkat Pengembalian yang Diharapkan (Expected Return) : Tingkat pengembalian di masa depan yang diharapkan oleh investor.
  • Tingkat Pengembalian yang Sebenarnya (Realized Return) : Tingkat pengembalian actual atau tingkat pengembalian yang sebenarnya diterima oleh investor

Hubungan Risiko dan Tingkat Pengembalian

Risk and return adalah kondisi yang dialami oleh perusahaan, institusi, dan individu dalam keputusan investasi yaitu, baik kerugian maupun keuntungan dalam suatu periode akuntansi. Hubungan antara risiko dengan tingkat pengembalian adalah:

  • Bersifat linear atau searah.
  • Semakin tinggi tingkat pengembalian maka semakin tinggi pula risiko.
  • Semakin besar asset yang kita tempatkan dalam keputusan investasi maka semakin besar pula risiko yang timbul dari investasi tersebut.
  • Kondisi linear hanya mungkin terjadi pada pasar yang bersifat normal.

Baca juga: Pengambilan Risiko

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai risk and return bisa di download pada link diatas.

Demikian uraian singkat tentang Manajemen Keuangan: Risk and Return. Semoga bermanfaat, dan sukses selalu.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ

_______________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Mengelola Perubahan Organisasi

Manajemen Perubahan Dalam Organisasi

“Manajemen Perubahan Dalam Organisasi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Seorang ahli filsafat Yunani kuno yang bernama Heraclitus pernah berkata bahwa didunia ini tidak ada yang permanen, kecuali perubahan. Pernyataan tersebut kiranya masih mengandung kebenaran sampai saat ini. Dikatakan demikian karena memang pada kenyataannya di dunia ini selalu terjadi perubahan yang mencakup seluruh segi kehidupan baik pada tingkat individu maupun tingkat organisasional.


Unduh PPT:

PPT Manajemen Perubahan Dalam Organisasi

Instagram: SDM Indonesia


Perubahan organisasi terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam berbagai variable eksternal seperti system politik, ekonomi, teknologi, pasar, nilai-nilai, kenaikan biaya, kelangkaan sumber daya, keamanan karyawan, peraturan dan kebijakan, dan lainnya adalah beberapa contoh faktor-faktor lingkungan yang menyebabkan perubahan. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tak bisa dihindari dan harus dihadapi. Maka diperlukan satu pengelolaan perubahan agar proses & dampak dari perubahan tersebut dapat di arahkan pada titik perubahan yang positif.

Faktor Penyebab Perubahan Organisasi

A. Faktor Internal adalah segala keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi dimana faktor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Faktor Internal terdiri dari:

  • Perubahan kebijakan lingkungan.
  • Perubahan struktur organisasi.
  • Volume kegiatan bertambah banyak.
  • Sikap dan perilaku para anggota organisasi.

B. Faktor Ekstern adalah segala keseluruhan faktor yang ada di luar organisasi yang dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Faktor eksternal diantaranya terdiri dari:

  • Sumber daya alam.
  • Kompetisi yang semakin tajam antar organisasi..
  • Perubahan lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosial.
Dampak Perubahan Organisasi

Dampak perubahan dan pengembangan dalam organisasi dapat menjadi dampak yang positif jika tujuan dari suatu organisai dapat tercapai. Dampak terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Dampak Positif: Dampak yang memberi rasa nyaman kepada masyarakat karena telah mempercayai organisasi yang telah diikuti.
  • Dampak Negatif: Dampak negatif dari organisasi adalah dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, dan berakibat keruntuhan dari organisasi tersebut yang pada akhirnya proses perkembangan organisasi tersebut menjadi gagal total.

Untuk materi selengkapnya tentang managing change for success, bisa di download file ppt pada link diatas:

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Explore: Training & Development

SDMIndonesia.com

Konsultasi / Pelatihan / In-house Training / Training / Training Center / Pelatihan Kerja / Contoh Pelatihan / Mengelola Perubahan / Managing Change / Managing Change for Success / SDMIndonesia


Pengelolaan, Kepemimpinan, dan Pemberdayaan

Pengelolaan, Kepemimpinan, dan Pemberdayaan

“Pengelolaan, Kepemimpinan, dan Pemberdayaan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Instagram: SDM Indonesia

Seorang pemimpin perlu memiliki 3  ketrampilan penting yaitu: Ketrampilan mengelola organisasi, memimpin organisasi dan memberdayakan potensi pegawai yang dimiliki.

Ketrampilan-ketrampilan tersebut, tidak mudah untuk didapatkan, perlu terus belajar dan berlatih dalam kehidupan nyata organisasi.

Berikut sekilas pokok materi yang dapat dipelajari, dilatih dan dikembangkan. Silahkan mengunduh slideshare PPT dibawah ini.


Unduh PPT:

PPT Pengelolaan, Kepemimpinan, dan Pemberdayaan


Peran Manajemen Baru
  • Komunikator terlatih
  • Team player dan perencana
  • Koordinator
  • Penyelenggara
  • Pengawas
Mengelola untuk Masa Depan
  • Siapkan yang tak terduga
  • Waktu reaksi lebih cepat
  • Struktur datar
  • Bangun tim
  • Tumbuh secara global
  • Kembangkan kepekaan budaya
  • Berinvestasi dalam teknologi
  • Kembangkan suasana kerja keluarga
  • Buat visi
  • Meningkatkan kompetensi
Fungsi Manajemen
  • Perencanaan (Planning)
  • Pengorganisasian (Organizing)
  • Pengarahan (Leading)
  • Pengendalian (Controlling)
Perencanaan: Buat Visi
  • Tetapkan Visi, Tujuan, Tujuan
  • Visi dan Misi – Mengapa Organisasi Ada, Tujuan Organisasi
  • Tujuan – Luas, Jangka Panjang
  • Tujuan – Tertentu, Jangka Pendek
  • Continuous Process SWOT dan PDCA
Pertanyaan Perencanaan
  1. Apa situasinya sekarang? Ke mana kita ingin pergi?
  2. Bagaimana kita bisa sampai disini dari sini?
    • Perencanaan strategis
    • Perencanaan Taktis
    • Perencanaan Operasional
    • Perencanaan kontingensi
Kepemimpinan  (Leadership)

Pemimpin adalah seseorang yang diakui atau memperoleh pengakuan dari anggota sistem sosialnya dan berhak atau memiliki kekuasaan untuk dalam situasi tertentu menggerakkan anggotanya untuk mencapai tujuan bersama yang telah direncanakan.

Baca juga: Manajemen Perubahan Dalam Organisasi

Faktor Yang Menentukan Keberanian Manager Untuk Mengambil Keputusan
  • Pengalaman masa lalu
  • Intuisi
  • Keberanian mengambil resiko
  • Daya analisis
  • Kreativitas berfikir
  • Pengetahuan teoritik
  • Tekad untuk meraih keberhasilan
Kepemimpinan yang Sukses
  • Komunikasikan sebuah Visi
  • Menetapkan Nilai Perusahaan
  • Promosikan Etika Perusahaan
  • Ganti Rubah
Gaya Kepemimpinan
  • Otokratis
  • Partisipatif (demokratik)
  • Bebas-mengendalikan
Empat Tipe Kepemimpinan
  • Rasionalis
  • Politisi
  • Manusiawi
  • Budayawan
Kepemimpinan otokratis

Membuat keputusan manajerial tanpa berkonsultasi dengan orang lain

Kepemimpinan Partisipatif
  • Demokratis
  • Manajer dan karyawan bekerja sama untuk membuat keputusan
Kepemimpinan Bebas
  • Manajer menetapkan tujuan
  • Karyawan relatif bebas melakukan apapun yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut
Memberdayakan Karyawan
  • Pemberdayaan: Memberikan wewenang dan tanggung jawab kepada karyawan untuk mengambil keputusan.
  • Mengaktifkan: Memberi pekerja alat pendidikan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan.

Untuk materi selengkapnya mengenai pengelolaan, kepemimpinan dan pemberdayaan, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Usaha kecil dan kewirausahaan Indonesia

Usaha Kecil & Kewirausahaan

“Usaha Kecil & Kewirausahaan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Instagram: SDM Indonesia

Anda ingin menjadi wirausahawan?  Bila Iya, anda perlu melanjutkan membaca info singkat ini dan mengunduh slideshare yang tersedia. Pada uraian berikut akan di jabarkan point-point penting terkait bisnis kecil, entrepreneurship dan waralaba. Dengan memahami kriteria, fakta-fakta, kekuatan dan kelemahan terkait usaha kecil, diharapkan dapat lebih tepat dalam menyusun perencanaan dan pengambilan keputusan.


Unduh PPT:

 >>>PPT Usaha Kecil, Kewirausahaan dan Waralaba<<<


Pengertian Usaha Kecil

Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang bersekala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan serta kepemilikan.

Kriteria Usaha Kecil
  • Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus juta Rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  • Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah)
  • Milik Warga Negara Indonesia
  • Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar;
  • Berbentuk usaha orang perseorangan, badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
Ciri-ciri Usaha Kecil
  • Manajemen tergantung pemilik,
  • Modal disediakan oleh pemilik sendiri,
  • Skala usaha dan jumlah modal relatif kecil,
  • Daerah operasi usaha bersifat lokal,
  • Sumber daya manusia yang terlibat terbatas,
  • Biasanya berhubungan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari,
  • Karyawan ada hubungan kekerabatan emosional, dan
  • Mayoritas karyawan berasal dari kalangan yang tidak mampu secara ekonomis.
Fakta-Fakta Usaha Kecil di Banyak Negara
  • Di banyak negara, 99% dari semua bisnis adalah usaha kecil.
  • 40% pekerja bekerja di sektor usaha kecil.
  • 40% dari volume bisnis di banyak negara dilakukan oleh usaha kecil.
  • 75% persen dari pekerjaan baru dihasilkan oleh sektor usaha kecil
  • 50% dari usaha kecil gagal pada dua tahun pertama.
  • Usaha kecil menampung porsi terbesar pegawai dalam industri ritel, grosir dan jasa.
  • Usaha kecil menyumbang bagian terbesar dari penjualan di sektor manufaktur.
  • Manajemen yang buruk adalah penyebab terbesar kegagalan usaha kecil.
  • Di hampir semua negara, usaha kecil adalah tempat lahirnya kewirausahaan.
Kekuatan dan Kelemahan Usaha Kecil

Kelemahan usaha kecil:

  • Modal terbatas
  • Kredibilitas
  • Permasalahan pegawai
  • Tingginya biaya langsung
  • Terlalu banyak telur dalam satu keranjang
  • Keterbatasan kualitas produk

Kekuatan usaha kecil:

  • Sentuhan pribadi
  • Motivasi yang lebih tinggi
  • Fleksibilitas yang tinggi
  • Minim birokrasi
  • Melayani pasar lokal/domestik
  • Produk/jasa tidak menarik perhatian (tidak mencolok)

Untuk materi selengkapnya mengenai usaha kecil, wirausaha dan waralaba, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ


Explore: Training & Development

SDMIndonesia.com

Kata kunci untuk penelusuran: pelatihan entrepreneurship, training UMKM, pelatihan UKM, pelatihan kewirausahaan, training bisnis untuk UKM, sukses waralaba dan UMKM, usaha kecil dan menengah, pelatihan business model canvas, pelatihan business model generation, strategi pengembangan UMKM, wirausaha mandiri, manajemen bisnis UMKM

Desain struktur organisasi yang efektif

Perubahan & Adaptasi Struktur Organisasi

“Perubahan & Adaptasi Struktur Organisasi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Agar bisnis dapat berjalan dengan sukses maka perlu diorganisasikan. Dalam mengorganisasi suatu bisnis tentunya harus memperhatikan unsur-unsur bisnis yang ada. Unsur bisnis yang perlu mendapat perhatian pengusaha yaitu lingkungan bisnis. Lingkungan sangat besar pengaruhnya kepada efisiensi dari operasional perusahaan dan kemampuannya untuk memperoleh keuntungan, Untuk itu setiap pemilik dan pemimpin usaha harus dapat memahami keadaan lingkungannya dan dampak lingkungan tersebut terhadap usahanya.


Unduh PPT:

>>>PPT Mengadaptasi Organisasi Pada Pasar Sekarang<<<

Instagram: SDM Indonesia


Ekonomi Skala (economies of scale) adalah situasi di mana perusahaan dapat mengurangi biaya produksi apabila mereka dapat membeli bahan mentah dalam jumlah besar, biaya rata – rata barang menurun ketika tingkat produksi meningkat.

Stuktur Organisasi terdiri dari:

  1. Pembagian Kerja
  2. Tugas Tim
  3. Menetapkan tanggung jawab / otoritas
  4. Akuntabilitas
  5. Mengalokasikan sumber daya
  6. Mendirikan prosedur
Prinsip – Prinsip Organisasi Fayol

Fayol memperkenalkan prinsip – prinsip tersebut sebagai berikut :

  1. Kesatuan Perintah adalah setiap pekerja harus melapor ke seorang dan satu – satunya atasan. Keuntungan dari prinsip ini sangat nyata.
  2. Hierarki Otoritas adalah semua pekerja harus mengetahui kepada siapa mereka harus melapor. Para manajer harus memiliki hak untuk memberikan perintah dan mengharapkan orang lain untuk mematuhinya.
  3. Divisi Tenaga Kerja adalah fungsi – fungsi harus dibagi menjadi area – area spesialisasi, seperti produksi, pemasaran, dan keuangan.
  4. Subordinasi Kepentingan Individu dengan Kepentingan Umum adalah para pekerja harus menganggap diri mereka sebagai tim yang terkoordinasi. Tujuan tim lebih penting daripada tujuan para pekerja individual.
  5. Otoritas adalah para manajer memiliki hak untuk memberikan perintah dan kuasa untuk menggalakkan kepatuhan.
  6. Tingkat Sentralisasi adalah jumlah kuasa pengambilan keputusan yang diberikan dalam manajemen puncak seharusnya berbeda – beda sesuai dengan keadaan.
  7. Saluran Komunikasi yang Jelas adalah semua pekerja harus mampu menjangkau orang lain dalam perusahaan tersebut dengan cepat dan mudah.
  8. Tata Tertib adalah bahan dan orang – orang harus ditempatkan dan dipertahankan dalam lokasi yang baik.
  9. Keadilan adalah seorang manajer harus memperlakukan para karyawan dan rekan kerja dengan rasa hormat dan keadilan.
  10. Esprit De Corps adalah semangat kebanggaan dan kesetiaan harus diciptakan di antara orang – orang dalam perusahaan.
Prinsip – Prinsip Organisasi Weber
  1. Deskripsi Pekerjaan.
  2. Peraturan Tertulis, Garis pedoman keputusan, dan catatan yang mendetail.
  3. Prosedur, Peraturan, dan Kebijakan yang konsisten.
  4. Promosi dan susunan kepegawaian yang didasarkan pada kualifikasi.
Sistim Sentralisasi

Otoritas yang Tersentralisasi (centralized authority) adalah sebuah struktur organisasi yang mempertahankan otoritas pengambilan keputusan di tingkat manajemen puncak di markas besar perusahaan.

Keuntungan:

  1. Kendali atas manajemen yang lebih besar
  2. Lebih efisiensi
  3. Sistem distribusi sederhana
  4. Citra merek / perusahaan yang kuat

Kerugian:

  1. Kurang tanggap terhadap pelanggan
  2. Pemberdayaan kurang
  3. Konflik interorganisasional
  4. Menurunkan moral dari kantor pusat
Sistem Desentralisasi

Otoritas yang Terdesentralisasi (decentralized authority) adalah sebuah struktur organisasi yang mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan kepada para manajer tingkat lebih rendah yang lebih familier dengan kondisi lokal daripada manajemen markas besar.

Keuntungan:

  1. Ingin adaptasi yang lebih baik kepada pelanggan.
  2. Lebih pemberdayaan pekerja.
  3. Pengambilan keputusan yang lebih cepat.
  4. Lebih tinggi moral.

Kerugian:

  1. Kurang efisiensi
  2. Sistem distribusi kompleks
  3. Kurang kendali atas manajemen
  4. Melemah citra perusahaan

Demikian uraian singkat tentang Perubahan & Adaptasi Struktur Organisasi, semoga bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Explore: Training & Development

SDMIndonesia.com


Membangun etika dan tanggung jawab sosial

Etika & Tanggung Jawab Sosial

“Etika & Tanggung Jawab Sosial”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Instagram: SDM Indonesia

Etika adakah pandangan, keyakinan dan nilai akan sesuatu yang baik dan buruk, benar dan salah. Etika berkenaan dengan pendapat tentang benar dan salah, lebih khusus, dengan kewajiban moral seseorang pada masyarakat. Selanjutnya, dalam memahami etika dan tanggung jawab sosial,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, faktor yang mempengaruhi keputusan-keputusan, dan  tujuan  serta strategi dari etika dan tanggung jawab sosial.


Unduh slide disini:
>>>PPT Etika dan Tanggung Jawab Sosial<<<

Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan-Keputusan Masalah Etika
  1. Hukum
  2. Peraturan Pemerintah
  3. Kode etik industri dan perusahaan
  4. Tekanan-tekanan sosial
  5. Konflik antara standar perorangan dengan kebutuhan organisasi
Upaya Perwujudan Dan Peningkatan Etika Manajemen
  • Pelatihan etika
  • Advokasi etika
  • Kode Etik
  • Keterlibatan Publik dalam Etika Manajemen Perusahaan
Pengertian Tanggung Jawab Sosial

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan, norma masyarakat, partisipasi pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial lainnya.

Strategi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial
  • Strategi Reaktif

Kegiatan bisnis yang melakukan strategi reaktif dalam tanggung jawab sosial cenderung menolak atau menghindarkan diri dari tanggung jawab social.

  • Strategi Defensif

Strategi defensif dalam tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan terkait dengan penggunaan pendekatan legal atau jalur hukum untuk menghindarkan diri atau menolak tanggung jawab sosial.

  • Strategi Akomodatif

Strategi Akomidatif merupakan tanggung jawab sosial yang dijalankan perusahaan dikarenakan adanya tuntutan dari masyarakat dan lingkungan sekitar akan hal tersebut.

  • Strategi Proaktif

Perusahaan memandang bahwa tanggung jawab sosial adalah bagian dari tanggung jawab untuk memuaskan stakeholders. Jika stakeholders terpuaskan, maka citra positif terhadap perusahaan akan terbangun.

Manfaat Tanggung Jawab Sosial
  • Manfaat bagi Perusahaan: Citra Positif Perusahaan dimata masyarakat & pemerintah.
  • Manfaat bagi Masyarakat: masyarakat terakomodasi, hubungan masyarakat dengan perusahaan akan lebih erat dalam situasi win-win solution.
  • Manfaat bagi Pemerintah: memiliki partner dalam menjalankan misi sosial dari pemerintah dalam hal tanggung jawab social.
Melaksanakan Bisnis Secara Etis dan Bertanggung Jawab Sosial
  1. Etika Bisnis adalah rangkaian dasar etika yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis
  2. Perilaku Etis
  3. Tanggung Jawab Sosial: Suatu pengakuan dari perusahaan bahwa keputusan bisnis dapat mempengaruhi masyarakat
Area Tanggung Jawab Sosial
  1. Tanggung Jawab Terhadap Pelanggan
  2. Tanggung Jawab Kepada Karyawan
  3. Tanggung jawab kepada pemegang saham dan Kreditor
  4. Tanggung Jawab Kepada Lingkungan

Baca juga: Pentingnya Etika bagi Kehidupan Bermasyarakat

Untuk materi selengkapnya mengenai Etika dan Tanggung Jawab Sosial, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga info singkat ini dapat bermanfaat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

SDMIndonesia.com


Explore: Training & Development


Kata kunci untuk penelusuran: Lembaga Pelatihan SDM, Institusi pengembangan SDM Indonesia, Training Etika Bisnis dalam perusahaan, Pelatihan CSR untuk perusahaan, training SCR untuk organisasi, konsultasi pengembangan etika dan tanggung jawab sosial bagi perusahaan, motivasi dan leadership organisasi.

Memilih Bentuk Kepemilikan Usaha

Memilih Bentuk Kepemilikan Usaha

“Memilih Bentuk Kepemilikan Usaha”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Instagram: SDM Indonesia

Untuk mengawali sebuah bisnis, seorang entrepreneur perlu mengenal berbagai bentuk kepemilikan usaha. Masing-masing bentuk kepemilikan usaha ini, mempunyai kelebihan dan kelemahan, untuk itu  penting untuk mengetahui plus-minus masing-masing bentuk kepemilikan tersebut.


Unduh Slide PPT:

PPT Memilih Bentuk Kepemilikan Usaha


Bentuk Bisnis
  • Perusahaan Perseorangan (Proprietorship)
  • Perusahaan Kemitraan/ Partnership (Firma, CV)
  • Korporasi/corporation
Definisi Bisnis

Menurut Skinner, bisnis adalah pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat. Dalam menjalankan bisnis, seseorang perlu menentukan bentuk kepemilikan bisnisnya.

Faktor-Faktor Kepemilikan Bisnis

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih bentuk perusahaan atau bentuk kepemilikan bisnis yang akan didirikan, antara lain:

  1. Jumlah modal yang dimiliki maupun yang diperlukan untuk memulai usaha.
  2. Kemungkinan penambahan modal yang diperlukan.
  3. Metode dan luasnya pengawasan terhadap perusahaan.
  4. Rencana pembagian laba.
  5. Rencana penentuan tanggung jawab.
  6. Besar kecilnya resiko yang harus dihadapi.
  7. Bentuk kepemimpinan.
  8. Tanggung jawab terhadap utang-piutang perusahaan.
Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis

Usaha yang tidak berbentuk badan hukum yaitu:

  1. Badan usaha perseorangan.
  2. Persekutuan firma.
  3. Persekutuan komanditer

Bentuk kepemilikan bisnis antara lain:

  1. Perusahaan perseorangan
  2. Firma
  3. CV
Perusahaan Perseorangan

Perusahaan perseorangan merupakan suatu bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh seorang individu atau dimiliki orang seorang saja. Orang tersebut menjalankan usahanya untuk mendapat keuntungan dari bisnisnya.

Pemimpin dalam perusahaan ini  merupakan pemilik dan mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas. Contoh perusahaan perseorangan: usaha bengkel, pertokoan, bioskop, karaoke dan sebagainya.

Kebaikannya:

  • Mudah untuk memulai.
  • Adanya kebebasan dan fleksibilitas.
  • Pemilik memiliki laba.
  • Kerahasiaan usaha relative lebih terjamin.
  • Mudah untuk membubarkan.

Kelemahannya:

  • Tanggung jawab pemilik tidak terbatas.
  • Keterbatasan dalam kemampuan managerial.
  • Keterbatasan sumber keuangan.
  • Kurang stabil.
  • Menyita banyak waktu.
  • Kesulitan dalam menyewa dan mempertahankan pekerja yang baik.
Firma

Bentuk bisnis firma merupakan suatu persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan nama bersama. Tanggung jawab masing- masing anggota firma tidak terbatas, sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi bersama. Firma didirikan dengan akte notaris, yang didaftarkan pada panitera pengadilan setempat dan diumumkan dalam Berita Negara.

Baca juga: Pengantar Bisnis dan Ekonomi

Permodalan berasal dari pemilik dengan suatu jumlah yang diatur bersama dan kemungkinan hanya ada yang memasukan keahlian kedalam firma. Untuk anggota yang hanya memasukan keahlian, bagian labanya sama dengan anggota yang menyetor modal paling kecil.

Untuk materi selengkapnya mengenai bentuk-bentuk kepemilikan usaha, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ


SDMIndonesia.com


Explore: Training & Development

Kata kunci untuk penelusuran: memilih bentuk kepemilikan usaha, membuat perseroaan terbatas PT, membuat firma, badan usaha koperasi, badan usaha dagang UD, kelebihan dan kelemahan perseroan terbatas, pelatihan pembuatan badan usaha, training pendirian PT, in house training memilih badan usaha, indonesia sumber daya manusia

Persepsi dan pengambilan keputusan individu

Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu

“Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Persepsi adalah suatu proses dengan mana individu-individu mengorganisasikan & menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan mereka.

Seorang manajer, perlu mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan dampaknya terhadap pengambilan keputusan individu. Dengan pemahaman yang benar, maka manajer dapat mengelola kualitas komunikasi dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

Silahkan diunduh file power point (PDF) dibawah ini:

_________________________________

Power Point:

Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_________________________________

Dari materi power point diatas, ada beberapa hal penting sbb:

Membuat Penilaian Mengenai Orang Lain

Berikut bebarapa konsep penting yang perlu didiskusikan lebih dalam:

Teori Atribusi, misal:
  • Kekeliruan atribusi mendasar
  • Prasangka layanan diri
Teori Jalan Pintas, misal:
  • Persepsi selektif
  • Efek hallo
  • Efek kontras
  • Proyeksi
  • Berstereotipe
Implikasi dalam organisasi, diantarannya:
  • Wawancara pekerjaan
  • Pengharapan kinerja
  • Efek pigmalion
  • Evaluasi kinerja
  • Upaya karyawan
  • Kesetiaan karyawan
Teori Hubungan
  • Teori Hubungan: Usaha ketika individu-individu mengamati perilaku untuk menentukan apakah hal ini disebabkan secara internal atau eksternal.
  • Perilaku yang disebabkan secara internal adalah perilaku yang diyakini dipengaruhi oleh kendali pribadi seorang individu, perilaku yang disebabkan secara eksternal dianggap sebagai akibat dari sebab-sebab luar; yaitu individu dianggap telah dipaksa perilaku demikian oleh situasi.
  • Kesalahan hubungan yang fundamental: Kecenderungan untuk merendahkan pengaruh faktor-faktor eksternal dan meninggikan pengaruh faktor-faktor internal ketika membuat penilaian tentang perilaku orang lain.
  • Bias Pemikiran Diri Sendiri: Kecenderungan bagi para individu untuk menghubungkan keberhasilan mereka sendiri dengan faktor-faktor internal, sementara menyalahkan faktor-faktor eksternal untuk kegagalan.
Jalan Pintas Yang Sering digunakan Dalam  Menilai Individu Lain
  • Persepsi Selektif: Menginterpretasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman, dan sikap seseorang.
  • Efek Halo: Membuat sebuah gambaran umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik.
  • Efek-efek kontras: Evaluasi tentang karakteristik-karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh perbandingan-perbandingan dengan orang lain yang baru ditemui, yang mendapat nilai lebih tinggi atau lebih rendah untuk karakteristik-karakteristik yang sama.
  • Proyeksi: Menghubungkan karakateristik-karakteristik diri sendiri dengan individu lain.
  • Pembentukaan Stereotip: menilai seseorang berdasarkan persepsi tentang kelompok di mana ia tergabung.
Berbagai Aplikasi Khusus dari Jalan Pintas
  • Wawancara Pekerjaan
  • Harapan Kinerja: Ada banyak bukti menunjukkan bahwa individu akan berusaha untuk mengesahkan persepsi mereka tentang kenyataan, bahkan ketika persepsi-persepsi tersebut salah.
  • Ramalan yang Terealisasi Sendiri: Situasi dimana seseorang menilai yang kedua secara tidak akurat dan harapan yang dihasilkan membuat orang kedua tersebut berperilaku dalam cara-cara yang konsisten dengan persepsi semula.
  • Pembentukkan Profil: Pembentukkan stereotip dimana satu kelompok individu dipilih biasanya berdasarkan ras atau etnis untuk penyelidikan intensif, inspeksi ketat atau investigasi.
  • Evaluasi Kinerja: Penilaian kinerja sangat bergantung pada proses penginterpretasian. Masa depan seorang karyawan berhubungan erat dengan penilaian – promosi, kenaikan bayaran dan kelanjutan pekerjaan meruapakan beberapa hasil yang paling nyata.

Bagaimana ulasan selanjutnya?  Silahkan di unduh ppt pada link diatas.

Baca juga: Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

__________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

perilaku individu, sikap & kepuasan kerja

Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja

“Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kajian Perilaku individu diawali dengan pembahasan tentang dasar-dasar perilaku individu. Kemudian selanjutnya akan bagaimana sikap seseorang dapat terbentuk dan dilanjutkan pada kepuasan kerja dalam kontek organisasi.

Seorang manajer perlu mengenal dan memahami landasan perilaku para bawahan dalam organisasi. Tanpa pengenalan yang utuh terhadap landasan perilaku karyawannya, tentu pengambilan keputusan terkait manajemen sumber daya manusia dikuatirkan kurang tetap sasaran.

Silahkan diunduh file power point (PDF) dibawah ini:

___________________________________

Power Point (PDF):

Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja

Instagram: SDM Unggul Indonesia Maju

___________________________________

Dasar-Dasar Perilaku Individual

Aspek-aspek perilaku individu yang mempengaruhi keberhasilan organisasi diantaranya adalah:

  1. Karakteristik biografis
  2. Kemampuan (ability)
  3. Kepribadian
  4. Belajar
  5. Perilaku organisasi positif
Karakteristik Biografis

Merupakan karakteristik pribadi yang dapat diperoleh dalam berkas personalia dari seorang karyawan seperti usia, jenis kelamin, status kawin, jumlah tanggungan dan masa kerja.

  1. Usia
  • Keyakinan bahwa makin tuanya sesorang produktivitasnya mersosot, tidak selalu terbukti.
  • Karyawan tua mempunyai tingkat kemangkiran-yang dapat dihindari-yang lebih rendah dari karyawan muda
  • Makin tua semakin kecil kemungkinan berhenti dari pekerjaan, karena;
    1. semakin terbatasnya pekerjaan alternatif.
    2. Masa kerja yang lebih panjang, berdampak pada tingkat imbalan yang lebih baik
  • Bertambahnya usia, kepuasan meningkat untuk karyawan profesional, dan diantara non profesional merosot selama setengah baya, dan naik lagi pada tahun-tahun yang lebih belakangan
  1. Jenis Kelamin
  • Tidak ada beda yang bermakna dalam produktivitas kerja antara pria dan wanita
  • Wanita mempunyai tingkat kemangkiran dan keluarnya (turnover) karyawan yang lebih tinggi dari pada pria
  • Tidak ada bukti yang menyatakan jenis kelamin karyawan mempengaruhi kepuasan kerja
  1. Status Kawin dan jumlah tanggungan
  • Tidak cukup bukti ada efek status perkawinan pada produktivitas
  • Karyawan yang menikah lebih sedikit absensinya, mengalami pergantian yang lebih rendah, dan lebih puas dengan pekerjaan mereka daripada rekan sekerja mereka yang bujangan
  • Banyaknya tanggungan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas, tingkat absensi, pergantian dan kepuasan kerja
  1. Masa Kerja
  • Tidak ada alasan untuk meyakini bahwa orang yang lebih lama berada pada suatu pekerjaan lebih produktif daripada mereka yang senioritasnya lebih rendah
  • Senioritas berkaitan secara negatif terhadap kemangkiran dan pergantian karyawan
  • Masa kerja dan kepuasan saling berkaitan secara positif
Kemampuan
  • Kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan
  • Kemampuan individu tersusun dalam dua perangkat faktor yaitu:
    1. Kemampuan intelektual, berupa kemampuan yang diperlukan untuk mengerjakan kegiatan mental, seperti kemahiran berhitung, pemahaman verbal, kecepatan perseptual, penalaran induktif, penalaran diduktif, visualisasi ruang, dan ingatan.
    2. Kemampuan fisik, kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan ketrampilan.
Kepribadian
  • Kepribadian merupakan jumlah total dari cara-cara dalam mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi  dengan orang lain.
  • Sesuatu yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.

Untuk materi selengkapnya mengenai Konsep Dasar Perilaku Individu, bisa di download ppt pada link diatas.

Baca juga: Motivasi Kerja: Membangun Semangat Karyawan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development