• 62-8123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Belajar Mudah dengan Power Point

Pelatihan Pengembangan Kepribadian

Kepribadian Positif & Prestasi individu

Pengembangan Kepribadian

Pengertian

Pengembangan kepribadian memberikan peran yang sangat besar kepada anda  dalam rangka meningkatkan kualitas diri pribadi, kualitas hubungan dengan orang lain agar anda mampu berhubungan dengan lingkungan, semangat untuk selalu meningkatkan kapasitas da kualitas kepribadian anda sehari hari, akan mendorong anda untuk mengembangkan kepribadian ke arah yang lebih baik.

Inner Self & Outer Self

Pengembangan Kepribadian yaitu keseluruhan pola (bentuk) tingkah laku, sifa-sifat, kebiasaan, kecakapan bentuk tubuh, serta unsur-unsur psiko-fisik lainnya yang selalu menampakkan diri dalam kehidupan seseorang. Dengan kata lain dapat dikatakan kepribadian yang mencakup semua aktualisasi dari (penampilan) yang selalu tampak pada diri seseorang, merupakan bagian yang khas atau ciri dari seseorang. Jadi Pengembangan Kepribadian mengembangkan Inner Self dan Outer Self sesorang dengan lebih jelasnya mengembangkan diri secara dari dalam diri dan luar dirinya.

Kepribadian positif akan berdampak positif jauh lebih besar daripada faktor lain dalam pencapaian sukses kita.” Demikian ungkap pakar manajemen diri, Brian Tracy.

Artinya adalah, untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup, kita mau tidak mau harus mengembangkan kepribadian yang mendukung kita menjadi sukses. Sebagaimana yang disampaikan Napoleon Hill dalam buku Think & Grow Rich, bahwa untuk menjadi sukses, kita harus membuat pikiran kita sadar akan kesuksesan. Berpikir negatif dan gagal, akan membawa kegagalan.

Mengapa pengembangan kepribadian itu penting ?

  • Agar merasa tenteram dan nyaman baik dengan diri sendiri maupun dalam berinteraksi berkomunikasi dengan orang lain.
  • Karena kepribadian dapat menjadi faktor pendukung motivasi kesuksesan atau sebaliknya menjadi sumber kesulitan.
  • Memperbaiki kualitas kepribadian secara langsung maupun tidak langsung melalui kegiatan menciptakan pola berpikir yang positif setiap hari, sehingga setiap orang akan mencapai derajat kehidupan yang lebih baik dari hari – hari sebelumnya.
  • Mengenal kepribadian dan kemampuan leadership (kepemimpinan) seseorang
  • Mengetahui kekuatan, dan mengurangi kelemahan dengan mengembangkan perilaku dan kebiasaan yang relevan dengan kelemahan yang dimiliki secara terus menerus serta mengaitkannya dengan tujuan yang akan dicapai.
  • Banyak membaca dan belajar tentang pengembangan diri.
  • Memperkuat aqidah dan akhlak spiritual keagamaan.
  • Menyusun rencana yang jelas untuk pengembangan pribadi.
  • Mancari lingkungan yang kondusif untuk pengembangan pribadi

Untuk penjelasan lebih lanjut tentang pengembangan kepribadian, silahkan download ppt pada file di bawah ini :

Klik disini:

PPT Pengembangan Kepribadian

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Lembaga Pelatihan & Konsultasi Manajemen Sumber Daya Manusia

Pelatihan Kerja & Training Center


Untuk Informasi Pelatihan/ In-House Training:
Etiket & Pengembangan Kepribadian
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Etos Kerja

Budaya Organisasi

Budaya Organisasi

Secara Umum, Pengertian Budaya Organisasi adalah sebuah karakteristik yang dijunjung tinggi oleh organisasi dan menjadi panutan organisasi sebagai pembeda antara satu organisasi dengan organisasi yang lain.

Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :

  • Menurut Hodge, B.J., et al., 2002 : budaya organisasi merupakan suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi yang bersangkutan dan juga meliputi sistem bersama.
  • Menurut Uttal, 1983 : budaya organisasi merupakan sistim dari nilai-nilai yang dipegang bersama tentang apa yang penting serta keyakinan tentang bagaimana dunia berjalan.
  • Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
  • Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.

Sumber-Sumber Budaya Organisasi

  • Pengaruh umum dari luar yang luas
    Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi.
  • Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
    Keyakinan-keyakinan dn nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan.
  • Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
    Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.

Fungsi Budaya Organisasi

  • Mendorong dan meningkatkan kinerja ekonomi baik dalam jangka pendek dan panjang
  • Penentu arah organisasi mana yang boleh dan yang tidak boleh
  • Perasaan Identitas dan menambah komitmen organisasi
  • Alat pengorganisasian anggota
  • Mekanisme kontrol perilaku
  • Menguatkan nila-nilai dalam organisasi

Ciri-ciri Budaya Organisasi

  1. Menurut Robbins (1996:289), ada 7 ciri-ciri budaya organisasi adalah: Inovasi dan pengambilan resiko : Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.
  2. Perhatian terhadap detail : Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
  3. Orientasi hasil : Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
  4. Orientasi orang : Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada orang-orang di dalam organisasi itu.
  5. Orientasi tim : Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, ukannya individu.
  6. Keagresifan : Berkaitan dengan agresivitas karyawan.
  7. Kemantapan : Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik.

Untuk materi power point (ppt) Budaya Organisasi bisa langsung di download ppt pada link di bawah ini :

PPT Budaya Organisasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-House Training

Pelatihan Kerja & Training Center


Untuk Pelatihan/ In-House Training:
Membangun Budaya Organisasi & Etos Kerja
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Pelatihan dan Training SDM Indonesia

Membangun Kepercayaan Diri

Membangun Kepercayaan Diri & Sikap Positif

Kepercayaan diri merupakan keyakinan individu tentang dirinya bahwa mampu berperilaku sesuai dengan harapan, kebutuhan atau keinginan untuk tujuan kesuksesan hidup. Hal terpenting dari rasa percaya diri adalah adanya perasaan atau kepercayaan bahwa individu dapat melakukan sesuatu sesuai dengan harapan yang dimiliki tapi bukan berarti induvidu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.

Orang yang memiliki kepercayaan rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa bersikap sebagai berikut :

  1. Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan.
  2. Tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh-sungguh.
  3. Mudah frustasi atau give-up ketika menghadapi masalah atau kesulitan.
  4. Canggung dalam menghadapi orang.
  5. Sering memiliki harapan yang tidak realistis.
  6. Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah.
  7. Terlalu perfeksionis.
  8. Terlalu sensitif.
  9. Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal).

Sebaliknya, orang yang mempunyai kepercayaan diri yang bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.

Cara Membangun Kepercayaan Diri

Hilangkan apa pun yang dapat memunculkan pikiran negatif. Jangan biarkan diri Anda berada dalam situasi yang membuat Anda merasa negatif kepada diri sendiri. Misalnya, pengingat akan masa lalu, pakaian yang sudah tidak pas lagi, atau tempat yang tidak sesuai dengan tujuan baru Anda untuk memiliki kepercayaan diri.

Lupakan Standar Yang Ditetapkan Orang Lain. Berpeganglah pada standar yang anda miliki. Orang lain memiliki nilai yang berbeda dengan anda, dan sekeras apapun anda mencoba, anda tidak pernah bisa memuaskan semua orang setiap saat.

Kenali bakat Anda. Setiap orang mempunyai keahlian, jadi carilah apa yang mampu anda lakukan dengan baik, lalu berfokuslah pada bakat anda. Temukan apa yang anda sukai lalu kembangkan bakat yang sesuai dengan minat anda tersebut.

Banggalah kepada diri sendiri. Anda tidak cuma harus bangga dengan bakat atau keahlian, tetapi juga harus memperhatikan semua hal yang membuat kepribadian Anda istimewa. Misalnya, rasa humor, kasih sayang, keahlian mendengarkan, atau kemampuan mengatasi stres.

Untuk materi selengkapnya tentang cara membangun kepercayaan diri bisa langsung di download pada link di bawah ini :

PPT Membangun Kepercayaan diri

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Pelatihan/In-House Training/Pendampingan

Pelatihan Kerja & Training Center


Untuk Pelatihan/ In-House Training:
Membangun Rasa Percaya Diri & Sikap Positif
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Tata Krama pergaulan global

Etiket dalam Bisnis & Pergaulan Global

Etiket dalam Pergaulan

Pengertian

Etiket dalam pergaulan maksudnya adalah aturan sopan santun dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari. Etiket merupakan alat dan sarana manusia dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama. Orang yang menerapkan etiket dalam pergaulan mereka akan terhindar dari perselisihan dan kesalahpahaman.

Yang harus diperhatikan dalam etiket pergaulan baik dengan orang sebaya, dibawah maupun yang diatas kita baik disisi sosial maupun usia adalah prinsip saling menghormati. Dengan etiket yang baik dapat dipastikan bahwa seseorang akan dapat diterima dengan baik dalam pergaulan sehari-hari.

Mengapa manusia harus beretiket baik ? 

  • Manusia harus dituntut untuk saling berhubungan, mengenal dan membantu
  • Agar tingkah laku kita diterima dan disenangi oleh siapa saja yang bergaul dengan kita
  • Tata krama dan tingkah laku sehari-hari merupakan cermin pribadi kita sendiri

Dasar – Dasar Etiket : 

  • Mampu menjaga perasaan orang lain
  • Sopan dan ramah kepada siapa saja
  • Memiliki rasa toleransi
  • Dapat menguasai diri, mengendalikan emosi dalam situasi
  • Memberi perhatian kepada orang lain
  • Ingin membantu

Manfaat Etiket dalam Kehidupan :

  • Membuat seseorang disegani, dihormati, disenangi orang lain
  • Memberi keyakinan pada diri sendiri dalam setiap situasi
  • Dapat memelihara suasana yang baik dilingkungan keluarga, tempat kerja, dan antara teman
  • Mendapat kemudahan dalam hubungan baik dengan orang (better human relation)

Yang harus di perhatikan dalam pergaulan adalah :

  1. Pandai menempatkan diri
  2. Memiliki sikap empati
  3. Dapat membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua, sebaya, dan yang lebih muda. Misalnya :
  • Orang yang lebih tua / yang dituakan harus kita hormati.
  • Orang yang sebaya harus dihargai
  • Orang yang lebih muda harus disayangi.

Dalam beretiket, kita dapat menerapkan kapan saja dan dimana:

  1. Di Sekolah/Kampus : dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan seluruh personal (Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi/TU, Pramubakti, Teman, dosen, civitas akademika dll.
  2. Di Masyarakat : dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan anggota masyarakat. Misal di Toko dengan pelayan Toko, di Kantor Pos dengan karyawannya, dan sebagainya; dalam menggunakan fasilitas umum; dalam berkendara, dll.
  3. Di Rumah : dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan anggota keluarga, baik orang tua maupun saudara.
  4. Di kantor : dalam berinteraksi dengan seluruh stakeholder kantor, dalam menggunakan fasilitas kantor, dalam berinteraksi dengan pelanggan/klien, dll.

Untuk mengetahui secara teknis bagaimana cara beretiket di dalam pergaulan seperti : etiket berinteraksi dengan orang yang sudah dikenal dan yang baru, etiket makan, etiket menggunakan fasilitas umum dan kantor, etiket membuang sampah, etiket berlalu lintas, dll. Bisa di download pada link di bawah ini :

PPT Etiket dalam Pergaulan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Pelatihan/In-House Training & Pendampingan

Pelatihan Kerja & Training Center


Untuk Pelatihan/ In-House Training:
Etiket dalam Bisnis & Pergaulan Global
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Merger

Kombinasi Bisnis

Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang me-merger mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di-merger dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang di-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598).

Akuisisi adalah pengambil-alihan (takeover) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada. (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598).

Konsolidasi adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih, dimana hasil penggabungan tersebut muncul satu perusahaan baru; pada umumnya perusahaan yang bergabung ukuran relatif sama.

Jenis-Jenis Merger dan Akuisisi

Menurut Damodaran 2001, suatu perusahaan dapat diakuisisi perusahaan lain dengan beberapa cara, yaitu :
  • Merger : Pada merger, para direktur kedua pihak setuju untuk bergabung dengan persetujuan para pemegang saham. Pada umumnya, penggabungan ini disetujui oleh paling sedikit 50% shareholder dari target firm dan bidding firm. Pada akhirnya target firm akan menghilang (dengan atau tanpa proses likuidasi) dan menjadi bagian dari bidding firm.
  • Konsolidasi : Setelah proses merger selesai, sebuah perusahaan baru tercipta dan pemegang saham kedua belah pihak menerima saham baru di perusahaan ini.
  • Tender offer : Terjadi ketika sebuah perusahaan membeli saham yang beredar perusahaan lain tanpa persetujuan manajemen target firm, dan disebut tender offer karena merupakan hostile takeover.
  • Acquisistion of assets : Sebuah perusahaan membeli aset perusahaan lain melalui persetujuan pemegang saham target firm.
  • Acquisition of stock : Akuisisi dapat juga dilakukan dengan cara membeli voting stock perusahaan, dapat dengan cara membeli sacara tunai, saham, atau surat berharga lain. Acquisition of stock dapat dilakukan dengan mengajukan penawaran dari suatu perusahaan terhadap perusahaan lain, dan pada beberapa kasus, penawaran diberikan langsung kepada pemilik perusahaan yang menjual.

Sedangkan berdasarkan jenis perusahaan yang bergabung, merger atau akuisisi dapat dibedakan :

  • Horizontal merger terjadi ketika dua atau lebih perusahaan yang bergerak di bidang industri yang sama bergabung.
  • Vertical merger terjadi ketika suatu perusahaan mengakuisisi perusahaan supplier atau customernya.
  • Congeneric merger terjadi ketika perusahaan dalam industri yang sama tetapi tidak dalam garis bisnis yang sama dengan supplier atau customernya. Keuntungannya adalah perusahaan dapat menggunakan penjualan dan distribusi yang sama.
  • Conglomerate merger terjadi ketika perusahaan yang tidak berhubungan bisnis melakukan merger. Keuntungannya adalah dapat mengurangi resiko. (Gitman, 2003, p.717).

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai merger bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Merger

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Merger

Hubungi Customer Service kami

Kebijakan Dividen (Dividend Policy)

Pengertian Kebijakan Dividen

Kebijakan dividen merupakan bagian yang tidak dapat dipisahan dengan keputusan pendanaan perusahaan. Secara definisi Kebijakan Deviden adalah kebijakan untuk menentukan berapa laba yang harus dibayarkan (deviden) kepada pemegang saham dan berapa banyak yang harus ditanam kembali ( laba ditahan ). Dividen adalah pendapatan bagi pemegang saham yang dibayarkan setiap akhir periode sesuai dengan persentasenya. Persentase dari laba yang akan dibagikan sebagai deviden kepada pemegang saham disebut sebagai Deviden Payout Ratio (DPR).

Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

Beberapa faktor yang menentukan dan mempengaruhi dalam pembuatan kebijakan dividen menurut Dr.Dermawan Sjahrial, M.M.(2002) antara lain:

  1. Posisi likuiditas perusahaan

Makin kuat posisi likuiditas perusahaan makin besar dividen yang dibayarkan.

  1. Kebutuhan dana untuk membayar hutang

Apabila sebagian besar laba digunakan untuk membayar hutang maka sisanya yang digunakan untuk membayar dividen makin kecil

  1. Rencana perluasan usaha

Makin besar perluasan usaha perusahaan, makin berkurang dana yang dapat dibayarkan untuk dividen.

  1. Pengawasan terhadap perusahaan

Kebijakan pembiayaan: untuk ekspansi dibiayai dengan dana dari sumber intern antara lain: laba. Dengan pertimbangan: apabila dibiayai dengan penjualan saham baru ini akan melemahkan kontrol dari kelompok pemegang saham dominan. Karena suara pemegang saham mayoritas berkurang.

Teori-teori Kebijakan Dividen

Teori  Dividen  Tidak  Relevan dari  Modigliani  dan  Miller

Menurut  Modigliani  dan  Miller  (MM),  nilai  suatu  perusahaan  tidak  ditentukan  oleh  besar  kecilnya  presentase laba yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk uang tunai atau DPR (Dividen Payout  Ratio),  tapi  ditentukan  oleh  laba  bersih  sebelum  pajak  atau  EBIT (Earning  Before Interest and Tax)  dan  kelas  risiko  perusahaan.  Jadi  menurut  MM,  dividen  adalah  tidak  relevan.

Pernyataan  ini  didasarkan  pada  beberapa  asumsi  penting  yang  lemah seperti  : (1) Pasar  modal  sempurna  dimana  semua  investor  adalah  rasional, (2) Tidak  ada  biaya  emisi  saham  baru  jika  perusahaan  menerbitkan  saham  baru, dan (3) Tidak  ada  pajak Kebijakan  investasi  perusahaan  tidak  berubah.

Sedangkan kenyataannya :  (1) Pasar  modal  yang  sempurna  sulit  ditemui, (2) Biaya  emisi  saham  baru  pasti  ada, (3) Pajak  pasti  ada, dan (4) Kebijakan  investasi  perusahaan  tidak  mungkin  tidak  berubah.

Teori the bird in the hand

Gordon dan Lintner menyatakan bahwa, biaya modal sendiri (Ks) perusahaan akan naik jika Dividend Payout Ratio (DPR) rendah karena investor lebih suka menerima dividen dibanding capital gain. Karena dividend yield lebih pasti.

Menurut Modigliani dan Miller pendapat Gordon dan Lintner merupakan suatu kesalahan, karena akhirnya investor akan kembali menginvestasikan dividen yang diterima pada perusahaan yang sama atau perusahaan yang memiliki resiko yang hampir sama.

Teori perbedaan pajak

Teori ini diajukan oleh Litzen berger dan Ramaswamy. Karena adanya pajak terhadap dividen dan capital gain, para investor lebih menyukai capital gain karena dapat menunda pembayaran pajak.

Teori signaling hypothesis

Menyatakan bahwa, jika ada kenaikan dividen sering kali diikuti dengan kenaikan harga saham. Demikian pula sebaliknya. Menurut Modigliani dan Miller kenaikan dividen biasanya merupakan suatu signal (tanda) kepada para investor, bahwa manajemen perusahaan meramalkan suatu penghasilan yang baik di masa mendatang. Sebaliknya, suatu penuruna dividen atau kenaikan dividen yang dibawah normal (dari biasanya) diyakini investor sebagai pertanda bahwa perusahaan menghadapi masa sulit diwaktu mendatang.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai kebijakan dividen bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Kebijakan Dividen

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Kebijakan Dividen (Dividend Policy)

Hubungi Customer Service kami

Struktur Modal

Pengertian Modal dan Struktur Modal

Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan dalam pos modal (modal saham), keuntungan atau laba yang ditahan atau kelebihan aktiva yang dimiliki perusahaan terhadap seluruh utangnya (Munawir,2001).
Modal pada dasarnya terbagi atas dua bagian yaitu modal Aktif (Debet) dan modal Pasif (Kredit).
Struktur Modal adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dan modal sendiri. Modal asing diartikan dalam hal ini adalah hutang baik jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Sedangkan modal sendiri bisa terbagi atas laba ditahan dan bisa juga dengan penyertaan kepemilikan perusahaan.

Teori Struktur Modal

  1. Pendekatan Laba Bersih, Pendekatan ini menggunakan asumsi bahwa investor memiliki reaksi yang berbeda terhadap penggunaan hutang perusahaan. Pendekatan ini melihat bahwa biaya modal rata-rata tertimbang bersifat konstan berapapun tingkat hutang yang digunakan oleh perusahaan.
  2. Teori Pendekatan TradisionalPendekatan Tradisional berpendapat akan adanya struktur modal yang optimal. Artinya Struktur Modal mempunyai pengaruh terhadap Nilai Perusahaan, dimana Struktur Modal dapat berubah-ubah agar bisa diperoleh nilai perusahaan yang optimal.
  3. Teori Pendekatan Modigliani dan Miller tanpa pajakTeori struktur modal modern yang pertama adalah teori Modigliani dan Miller (teori MM). Mereka berpendapat bahwa struktur modal tidak relevan atau tidak mempengaruhi nilai perusahaan.
  4. Teori Pendekatan Modigliani dan Miller dengan pajak, Teori MM tanpa pajak dianggap tidak realistis dan kemudian MM memasukkan faktor pajak ke dalam teorinya. Pajak dibayarkan kepada pemerintah, yang berarti merupakan aliran kas keluar. Hutang bisa digunakan untuk menghemat pajak, karena bunga bisa dipakai sebagai pengurang pajak.
  5. Teori Trade-Off dalam Struktur ModalMenurut trade-off teory yang diungkapkan oleh Myers (2001), “Perusahaan akan berhutang sampai pada tingkat hutang tertentu, dimana penghematan pajak (tax shields) dari tambahan hutang sama dengan biaya kesulitan keuangan (financial distress)” (p.81). Biaya kesulitan keuangan (Financial distress) adalah biaya kebangkrutan (bankruptcy costs) atau reorganization, dan biaya keagenan (agency costs) yang meningkat akibat dari
    turunnya kredibilitas suatu perusahaan. Trade-off theory dalam menentukan struktur modal yang optimal memasukkan beberapa faktor antara lain pajak, biaya keagenan (agency costs) dan biaya kesulitan keuangan (financial distress) tetapi tetap mempertahankan asumsi efisiensi pasar dan symmetric information sebagai imbangan dan manfaat penggunaan hutang
  6. Teori Pecking Order, Menurut Myers (1984), pecking order theory menyatakan bahwa ”Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi justru tingkat hutangnya rendah, dikarenakan perusahaan yang profitabilitasnya tinggi memiliki sumber dana internal yang berlimpah.” Dalam pecking order theory ini tidak terdapat struktur modal yang optimal. Secara spesifik perusahaan mempunyai urut-urutan preferensi (hierarki) dalam penggunaan dana. Menurut pecking order theory dikutip oleh Smart, Megginson, dan Gitman (2004, p.458-459)

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai struktur modal bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Struktur Modal

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Struktur Modal

Hubungi Customer Service kami

 

Manajemen Piutang

Manajemen Piutang

Piutang adalah tagihan kepada pihak lain dimasa yang akan datang karena terjadinya transaksi dimasa lalu. Walaupun pada dasarnya semua perusahaan dagang/industri menginginkan penjualan cash, tetapi karena adanya keterbatasan daya beli masyarakat, atau alasan lainnya dilakukan penjualan secara kredit. Manajemen piutang adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dalam bentuk klaim kepada pihak lain, baik terhadap perorangan, badan usaha maupun pihak tertagih lainnya atas aktiva atau kekayaan perusahaan yang timbul sebagai akibat dari dilaksanakannya transaksi penjualan kredit dengan pihak lain, penyelesaiannya dilakukan dengan penerimaan baik berupa uang, barang atau jasa dengan menggunakan sumberdaya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kebijakan Pengumpulan Piutang dan Kredit

Dalam memberikan atau menjual barang secara angsuran ada beberapa kebijakan yang harus dilakukan agar penjualan kredit yang diberikan akan memberikan keuntungan seperti yang diinginkan. Kebijakan kredit ini meliputi:

Standar Kredit

Untuk menghindari atau meminimalkan risiko yang dihadapi perusahaan, maka sebelum penjualan kredit diberikan, maka perlu dilakukan analisis kredit. tujuannya adalah untuk mengetahui kemauan dan kemampuan pelanggan dalam membayar kewajibannya. Analisis kredit yang diberikan tidak jauh berbeda dengan pinjaman yang diberikan bank, misalnya dengan analisis “the Five C’s of Credit”.

Persyaratan Kredit

Sebagai contoh, perusahaan memberikan persyaratan kredit 2/10, net 30 yang artinya pelanggan akan diberikan potongan pembayaran 2% dari total penjualan apabila perusahaan membayar dalam waktu 10 hari. Sedangkan jangka waktu kredit adalah 30 hari yang artinya kredit harus dibayarkan dalam jangka waktu 30 hari.

Kebijakan Pengumpulan Piutang

Kebijakan kredit dan pengumpulan piutang menurut Sartono (2014: 435-436) mencakup beberapa keputusan: (1) kualitas account accepted, (2) periode kredit, (3) potongan tunai, (4) persyaratan khusus dan (5) tingkat pengeluaran untuk pengumpulan piutang. Apabila pelanggan terlambat untuk membayar tagihannya, maka perusahaan perlu mengambil tindakan nyata untuk menyelamatkan kredit tersebut agar tidak macet, misalnya melalui teguran yang dilakukan melalui surat atau telepon, menyerahkannya ke badan penagih (collection agency) semacam debt collector.

Rasio yang Berhubungan dengan Piutang

Rasio-rasio keuangan yang berhubungan dengan piutang tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Perputaran piutang (receivable turnover). Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode. Atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode.
  2. Hari rata-rata penagihan piutang (days of receivable). Bagi bank yang akan memberikan kredit perlu juga menghitung hari rata-rata penagihan piutang (days of receivable). Hasil perhitungan ini menunjukkan jumlah hari (berapa hari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih dan rasio ini juga sering disebut days sales uncollected.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai manajemen piutang bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Manajemen Piutang

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Manajemen Piutang

Hubungi Customer Service kami

Manajemen Persediaan

Manajemen Persediaan

Pengertian Manajemen Persediaan

Manajemen Persediaan atau Inventory Management merupakan salah satu bagian dalam manajemen operasional dan manajemen produksi. Dalam businessdictionary.com disebutkan bahwa manajemen persediaan adalah kegiatan untuk menjaga jumlah optimum dari barang yang dimiliki.

Secara keseluruhan proses produksi merupakan proses yang dinamais terutama pada pergerakan barangnya. Karena itu diperlukan pengelolaan yang baik terhadap barang tersebut agar tidak mengganggu proses produksi. Nah pengelolaan inilah yang dimaksud dengan manajemen persediaan.

Jenis Persediaan

Macam persediaan, tergantung jenis perusahaan ( bahan baku,barang dalam proses, barang jadi, suku cadang dll ). Pada perusahaan manufaktur umumnya mempunyai 3 jenis persediaan yaitu:

  • Bahan baku/material
  • Barang dalam proses (barang setengah jadi)
  • Barang jadi

Tujuan Manajemen Persediaan

Ada banyak tujuan lain yang bisa dimanfaatkan melalui manajemen persediaan berikut ini beberapa diantaranya.

  1. Memastikan adanya persediaan melalui safety stock
  2. Memberi waktu luang untuk pengelolaan produksi dan pembelian
  3. Mengantisipasi perubahan permintaan dan penawaran.
  4. Menghilangkan atau mengurangi risiko keterlambatan pengiriman bahan
  5. Menyesuaikan dengan jadwal produksi
  6. Menghilangkan atau mengurangi resiko kenaikan harga
  7. Menjaga persediaan bahan yang dihasilkan secara musiman
  8. Mengantisipasi permintaan yang dapat diramalkan.
  9. Mendapatkan keuntungan dari quantity discount
  10. Komitmen terhadap pelanggan.

Fungsi Pengendalian Persediaan

Beberapa fungsi pengendalian persediaan diantaranya adalah sebagai berikut :

 

  1. Sebagai penyangga proses produksi (buffer) sehingga proses operasi dapat berjalan terus.
  2. Menetapkan jumlah barang yang harus disimpan sebagai sumber daya agar tetap ada.
  3. Menghindari kekurangan atau kelebihan bahan
  4. Mengurangi risiko perubahan harga akibat inflasi dan kenaikan harga dari pemasok

Metode Pengendalian Persediaan

Pendekatan yang umum digunakan untuk manajemen persediaan adalah dengan EOQ (Economic Order Quantity Model) dan yang terbaru dengan metode MRP model (mengenai model-model manajemen persediaan dibahas lebih rinci di mata kuliah manajemen operasional dan manajemen persediaan).

Model ini digunakan untuk menentukan jumlah pembelian bahan baku yang optimal yaitu jumlah yang harus dipesan dengan biaya yang paling rendah (ekonomis).

Biaya Inventory

Ada 3 macam biaya yang berhubungan dengan inventory yaitu:

1.  Ordering cost (biaya pesan dan pemasaran)

contohnya: biaya pemesanan, set up cost, biaya pengiriman dan penangannya (bongkar-muat), potongan harga karena jumlah pembelian besar.

2.  Carrying cost (biaya penyimpanan)

Contohnya: biaya gudang, asuransi, pajak kekayaan, biaya modal, penyusutan

3. Biaya persediaan pengaman, contohnya: kehilangan penjualan, kehilangan kepercayaan pelanggan, gangguan jadwal produksi.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai manajemen persediaan bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Manajemen Persediaan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Manajemen Persediaan

Hubungi Customer Service kami

Manajemen Kas dan Surat Berharga

Manajemen Kas dan Surat Berharga

Pengertian Manajemen Kas

Manajemen Kas (Cash Management) adalah suatu kumpulan kegiatan perencanaan, perkiraan, pengumpulan, pengeluaran dan investasi kas dari suatu perusahaan agar dapat beroperasi dengan lancar. Tanpa manajemen kas yang baik sebuah perusahaan bisa mengalami kebangkrutan karena kekurangan kas, walaupun ia menghasilkan profit.

Alasan Memegang Kas

  • Motif transaksi : Motif transaksi adalah untuk memungkinkan perusahaan melaksanakan usaha sehari-hari, yaitu melakukan pembelian dan penjualan. Pembayaran dilakukan per kas dan penerimaan kas dilakukan dalam rekening kas. Pembayaran ini dapat berupa gaji pegawai, pembelian bahan persediaan, pajak, listrik, dan lain-lain.
  • Motif berjaga-jaga : Penggunaan kas dengan motif berjaga-jaga erat kaitannya dengan tingkat peramalan  arus kas masuk dan kas keluar. Jika tingkat peramalan tinggi, berarti mudah meramalkan arus keluar masuknya kas, berarti lebih sedikit kas yang perlu dikeluarkan untuk menghadapi keadaan darurat dan hal-hal tidak terduga. Faktor lain yang mempengaruhi motif berjaga-jaga adalah kemungkinan dapat menunjukkan tambahan kas dengan segera.
  • Motif spekulasi : Penggunaan kas dengan motif spekulasi adalah untuk memungkinkan perusahaan mamanfaatkan kesempatan menciptakan laba yang mungkin timbul.

Model Manajemen Kas dan Surat Berharga

Model Kas Sebagai Persediaan Barang

Metode yang paling mendasar dalam menunjukkan kebutuhan rata rata kebutuhan kas adalah seperti konsep Economic order quantity (EOQ), adapun tujuan dari model ini adalah menyeimbangkan pendapatan yang hilang yang dialami oleh perusahaan yang memegang Kas, bukannya sekuritas yang dapat diperjual belikan dibandingkan dengan biaya transaksi dalam mengubah sekuritas menjadi kas.

Model Persediaan (Model Baumol)

William Baumol (1952) mengidentifikasikan bahwa kebutuhan akan kas dalam perusahaan mirip dengan pemakaian persediaan. Apabila perusahaan memiliki saldo kas yang tinggi, perusahaan akan mengalami kehilangan kesempatan untuk menginvestasikan dana tersebut pada kesempatan investasi yang lain yang lebih menguntungkan (sebaliknya). Maka model kas sebagai persediaan barang dapat dimodifikasi sebagai model baumol. Dengan demikian model boumel adalah identic dengam model persediaan kecuali untuk biaya penyimpanan kasnya diganti dengan tingkat suku bunga.

Miller dan Orr

Miller and Orr mengasumsikan bahwa aliran kass masuk dan keluar tidak konstan (berfluktuasi). Miller and Orr menentukan batas pengendalian atas dan batas pengendalian bawah serta saldo kas yang ditargetkan.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai manajemen kas dan surat berharga bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Manajemen Kas dan Surat Berharga

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Manajemen Kas dan Surat Berharga

Hubungi Customer Service kami