• +62-8123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Belajar Mudah dengan Power Point

Berpikir Positif

Kekuatan Berpikir Positif & Dampaknya terhadap Prestasi

The Power of Positive Thinking

Berpikir positif adalah cara berpikir secara logis yang memandang sesuatu dari segi positifnya baik terhadap dirinya sendiri, orang lain, maupun keadaan lingkungannya. Orang yang berfikir positif tidak akan putus asa atas masalah yang dihadapinya dan mereka akan mudah dalam mencari jalan keluarnya. Berpikir positif akan mendorong kita untuk bersikap dan berbuat yang mendukung hal positif tersebut untuk terjadi. Berpikir positif merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari tiga komponen, yaitu muatan pikiran, penggunaan pikiran, dan pengawasan pikiran.

Cara Berfikir Positiftasi

  • Bersikap optimis
  • Bersikap proaktif
  • Hadapi masalah berat dengan tenang, jika perlu gunakan humor untuk mencairkan suasana
  • Fokuskan pada faktor positif dalam hidup kita
  • Tumbuhkan sikap mental positif
  • Lakukan olahraga teratur

Komponen Berpikir Positif

1. Muatan Pikiran

Memasukkan muatan positif pada ruang pikiran akan sia sia jika tidak diiringi dengan tindakan nyata, sehingga, isi muatan yang positif tersebut perlu diaktualisasikan ke dalam tindakan agar ada dampak yang ditimbulkan.

Menurut Ubaedy, muatan positif untuk pikiran adalah berbagai bentuk pemikiran yang memiliki kriteria:

  • Benar (tak melanggar nilai-nilai kebenaran)
  • Baik (bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan)
  • Bermanfaat (menghasilkan sesuatu yang berguna)
  • Penggunaan Pikiran

2. Penggunaan Pikiran

Memasukkan muatan positif pada ruang pikiran merupakan tindakan positif namun tindakan tersebut berada pada tingkatan yang masih rendah jika muatan positif tersebut tidak diwujudkan dalam tindakan nyata. Oleh karena itu isi muatan yang positif tersebut perlu diaktualisasikan ke dalam tindakan agar ada dampak yang ditimbulkan.

3. Pengawasan Pikiran

Pengawasan pikiran merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengeluarkan hal hal negatif yang ikut masuk kedalam pikiran dan menggantinya dengan hal yang positif. Jika ternyata teridentifikasi bahwa pikiran bekerja tidak semestinya maka dilakukan usaha untuk memperbaiki kelemahan atau kesalahan tersebut.

Untuk materi selengkapnya tentang berfikir positif bisa langsung di download Slideshare ppt di bawah ini :

Klik disini:

PPT Berfikir Positif

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com


Dapatkan Informasi terkait: Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Kepribadian / Berpikir Positif / Positif Thinking / Sikap Positif / Positive Behavior /Oubound Training / Leadership / Komunikasi / SDM / Manajemen / Strategi /Keunggulan bersaing / Human Resources management


Untuk Informasi Pelatihan
“Who Am I & Teknik Perpikir Positif”

 

Perencanaan SDM

Analisa Jabatan: Menyiapkan kebutuhan SDM yang handal

Analisa Jabatan (Job Analysis)

Pengertian

Analisa Jabatan adalah suatu proses untuk mengidentifikasi  dan mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan pekerjaan dan tugas dalam suatu jabatan,  yang selanjutnya  menetapkan tugas dan ketrampilan yang disyaratkan dalam suatu jabatan.

Dessler (1997), mengungkapkan bahwa analisa jabatan merupakan prosedur untuk menetapkan tugas dan tuntutan keterampilan dari suatu jabatan dan orang yang seperti apa yang akan melaksanakan pekerjaan tersebut. Dalam pengertian ini, dessler menekankan pada dua aspek, yaitu meyangkut isi pekerjaan dan orang yang melaksanakan pekerjaan.

Analisa jabatan digunakan untuk menetapkan SDM yang seperti apa yang dibutuhkan perusahaan sehingga hasil dari analisis jabatan yaitu berupa deskripsi jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job specification).

Hasil Analisis Jabatan

  1. Deskripsi Pekerjaan adalah pernyataan tertulis tentang apa yang harus dikerjakan oleh pemegang jabatan, bagaimana cara mengerjakannya dan dan dalam kondisi apa pekerjaan tersebut dilaksanakan. Memuat bagian-bagian tentang: Identifikasi Jabatan, Ringkasan Jabatan, Hubungan, tanggung jawab dan kewajiban, Wewenang pemegang jabatan, Standar kinerja, Kondisi kerja, dan Spesifikasi jabatan.
  2. Spesifikasi Jabatan adalah Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pekerja yang akan menduduki suatu jabatan, supaya dia dapat melaksanakan pekerjaannya dengan maksimal. Memuat bagian-bagian tentang: Persyaratan mengenai minimal pendidikan, pelatihan dan pengalaman kerja yang dimiliki, Persyaratan mengenai wawasan dan kemampuan apa saja yang dimiliki, Persyaratan mengenai jenis kelamin dan umur, Persyaratan mengenai kesehatan seperti keadaan fisik dan mental.

Tujuan Analisa Jabatan

  • Untuk rekruitmen dan seleksi : Perekrutan karyawan baru, Menentukan tingkat gaji yang tepat, Persyaratan minimum ( pendidikan dan atau pengalaman), seleksi, orientasi, hingga evaluasi.
  • Kompensasi : menetapkan bonus sesuai prestasi dan peningkatan kinerja.
  • Penilaian kerja : Tujuan dan sasaran, kinerja standar, Panjang periode percobaan, tugas untuk dievaluasi, Kriteria evaluasi.
  • Pelatihan dan pengembangan : Pelatihan konten, Penilaian tes untuk mengukur efektivitas pelatihan, Peralatan yang akan digunakan dalam memberikan pelatihan, Metode pelatihan ( kelompk kecil, berbasis computer, video ).

Untuk materi selengkapnya tentang analisa jabatan bisa langsung di download pada link di bawah ini :

Klik Disini:

Analisa Jabatan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Medan, Balikpapan

Dapatkan informasi terkait: Konsultasi / Pelatihan / In-house Training / Training / Training Center / Pelatihan Kerja / Contoh Pelatihan / Mengelola Perubahan / Managing Change / Managing Change for Success / SDMIndonesia


Untuk Konsultasi / Training & Pendampingan Analisis Jabatan di Perusahaan
Hubungi Customer Service Anda (klik disini)

Motivasi

Motivasi Kerja: Membangun Semangat Karyawan

Pengertian Motivasi Kerja

Manajer perusahaan adalah orang-orang yang mencapai hasil melalui orang lain (karyawan). Sehingga menjadi kewajiban dari setiap manajer agar para karyawannya berprestasi. Karyawan bisa berprestasi karena disebabkan oleh dua hal yaitu: kemampuan dan motivasi, Kemampuan dan sifat-sifat pribadi, sedangkan motivasi dipengaruhi oleh sesuatu yang ada dalam diri seseorang dan hal-hal lain di luar dirinya. Motivasi kerja adalah suatu kondisi yang berpengaruh untuk membangkitkan, mengarahkan, dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja (Nursalam, 2008).

Di bawah ini tercantum beberapa definisi atau pengertian motivasi kerja dari sejumlah penulis sebagai berikut:

  • George R. Terry berpendapat “motivasi kerja adalah suatu keinginan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk bertindak sesuatu”.
  • Dr. Sondan P. Siagian, MPA berpendapat bahwa: “Motivasi kerja merupakan keseluruhan proses pemberian motiv berkerja para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis.
  • Wahjosumadjo menyatakan, “motivasi kerja merupakan suatu prsoses psikologis yang mencerminkan interaski antara sikap kebutuhan persepsi dan kepuasan yang terjadi pada diri seseorang
  • G. Terry mengemukakan bahwa “Motivasi diartikan sebagai mengusahakan supaya seseorang dapat menyelesaikan mempekerjaan dengan semangat karena ia ingin melaksanakannya”.

Prinsip-prinsip dalam motivasi kerja

Menurut Nursalam (2008), terdapat beberapa prinsip dalam memotivasi kerja pegawai yaitu:

  • Prinsip partisipatif: karyawan perlu diberikan kesempatan ikut berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang akan dicapai oleh pemimpin.
  • Prinsip komunikasi: Pemimpin mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas. Dengan informasi yang jelas, karyawan akan lebih mudah dimotivasi.
  • Prinsip mengakui andil bawahan: Pemimpin mengakui bahwa bawahan (pegawai) mempunyai andil didalam usaha pencapaian tujuan. Dengan pengakuan tersebut, pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.
  • Prinsip pendelegasian wewenang: Pemimpin akan memberikan otoritas atau wewenang kepada karyawan bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengambil keputusan terhadap pekerjaan yang dilakukannya, akan membuat yang bersangkutan menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh pemimpin.
  • Prinsip memberi perhatian: Pemimpin memberikan perhatian terhadap apa yang diinginkan pegawai bawahannya, sehingga bawahan akan termotivasi bekerja sesuai dengan harapan pemimpin.

Tujuan Motivasi

Tujuan motivasi antara lain sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kedisiplinan karyawan
  2. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan
  3. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan
  4. Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan
  5. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik
  6. Mengefektifkan pengadaan karyawan
  7. Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi karyawan.
  8. Meningkatkan tingkat kesejateraan karyawan
  9. Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya
  10. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku

Untuk memahami lebih dalam tentang motivasi kerja bisa langsung di download Slideshare ppt pada link di bawah ini:

Klik SlideShare dibawah ini:

PPT Motivasi Kerja

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com


Dapatkan Informasi terkait: Konsultasi / Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Motivasi / Training Motivation / Motivasi karyawan / Motivation & Goal setting / Training Self Motivation Skill /Oubound Training / Leadership / Komunikasi



Mengelola Perubahan Organisasi

Manajemen Perubahan Dalam Organisasi

Managing Change for Success

Seorang ahli filsafat Yunani kuno yang bernama Heraclitus pernah berkata bahwa didunia ini tidak ada yang permanen, kecuali perubahan. Pernyataan tersebut kiranya masih mengandung kebenaran sampai saat ini. Dikatakan demikian karena memang pada kenyataannya di dunia ini selalu terjadi perubahan yang mencakup seluruh segi kehidupan baik pada tingkat individu maupun tingkat organisasional. Perubahan organisasi terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam berbagai variable eksternal seperti system politik, ekonomi, teknologi, pasar, nilai-nilai, kenaikan biaya, kelangkaan sumber daya, keamanan karyawan, peraturan dan kebiojakan, dan lainnya adalah beberapa contoh factor-faktor lingkungan yang menyebabkan perubahan. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tak bisa dihindari dan harus dihadapi. Maka diperlukan satu pengelolaan perubahan agar proses & dampak dari perubahan tersebut dapat di arahkan pada titik perubahan yang positif.

Faktor Penyebab Perubahan Organisasi

Faktor – faktor penyebab perubahan organisasi terdiri dari dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

A. Faktor Internal adalah segala keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi dimana faktor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Faktor Internal terdiri dari :

  • Perubahan kebijakan lingkungan.
  • Perubahan struktur organisasi.
  • Volume kegiatan bertambah banyak.
  • Sikap dan perilaku para anggota organisasi.

B. Faktor Ekstern adalah segala keseluruhan faktor yang ada di luar organisasi yang dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Faktor eksternal diantaranya terdiri dari :

  • Sumber daya alam.
  • Kompetisi yang semakin tajam antar organisasi..
  • Perubahan lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosial.

Dari faktor-faktor diatas sangatlah besar kemungkinan suatu organisasi dapat berubah, entah kearah yang lebih positif maupun sebaliknya.

Dampak Perubahan Organisasi

Dampak perubahan dan pengembangan dalam organisasi dapat menjadi dampak yang positif jika tujuan dari suatu organisai dapat tercapai. Dampak terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Dampak Positif : Dampak yang memberi rasa nyaman kepada masyarakat karena telah mempercayai organisasi yang telah diikuti.
  • Dampak Negatif : Dampak negatif dari organisasi adalah dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, dan berakibat keruntuhan dari organisasi tersebut yang pada akhirnya proses perkembangan organisasi tersebut menjadi gagal total.

Untuk materi selengkapnya tentang managing change for success, bisa di download file ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Perubahan Dalam Organisasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi / Pelatihan / In-house Training / Training / Training Center / Pelatihan Kerja / Contoh Pelatihan / Mengelola Perubahan / Managing Change / Managing Change for Success / SDMIndonesia


Untuk Informasi In-House Training
“Managing Change For Success”
Hubungi Customer Service Anda (klik disini)

 

Pelatihan Hypnotherapy & NLP

Ikutilah Pelatihan: Self Transformation for Excellent Personality

Self Transformation for Excellent Personality

Pelatihan ini dirancang dengan menggunakan pendekatan optimalisasi pikiran bawah sadar dan metode NLP (Neuro-Linguistic Programming). Pelatihan ini bermanfaat untuk menambah keberlimpahan mental, motivasi dan softskills para anggota perusahaan/organisasi/staf/ karyawan sehingga mampu mengeksplorasi potensi diri dan potensi anggota tim dalam organisasi, serta siap melakukan perbaikan setiap saat ke arah yang lebih positif. Peserta dilatih untuk berani kreatif dan berani keluar dari Comfort Zone.

 

 TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta memahami prinsip-prinsip kerja otak dan cara mengoptimalkan fungsi dan cara kerja otak manusia.
  2. Peserta  mengenal potensi-potensi dahsyat yang dimiliki individu masing-masing.
  3. Peserta memahami metode dasar Mind Reframming dan Suggestible-state sehingga dapat mengubah persepsi negatif menjadi lebih positif dan percaya diri.
  4. Peserta menguasai Fast Motivation Technique yang bisa digunakan dalam situasi-situasi sulit yang menekan dan mendesak
  5. Peserta  memahami & mampu membuat SMART Goal dan memprogramkannya ke dalam alam Pikiran Bawah Sadar.
  6. Peserta memahami & mampu mendeteksi adanya Limiting Belief dan mahir dalam melakukan Self Mind-Reconstruction

 

MATERI PELATIHAN

  1. Mengetahui cara kerja dan mekanisme otak dalam menerima segala jenis stimulus eksternal
  2. Memahami bagaimana sebuah pikiran menjadi persepsi, dari persepsi menjadi perilaku.
  3. Memahami cara/ teknik mengubah persepsi sehingga mampu memberdayakan/ mengoptimalkan potensi pikiran.
  4. Menguasai teknik & metode mendeteksi adanya Limiting Belief dan cara melakukan Self Mind-Reconstruction.
  5. Mengetahui 4 pola bahasa Limiting Belief.
  6. Menguasai Teknik/ metode CRAFT untuk merekonstruksi Limiting Belief
  7. Menguasai Forgiveness Tehcnique
  8. Mengetahui 4 Negative Emotions
  9. Melakukan Teknik  Memaafkan, baik terhadap diri maupun orang lain.
  10. Menguasai Anchor Technique
  11. Memahami & Mengetahui cara Visualisasi yang berdampak
  12. Memahami & Menguasai teknik pengaplikasian Anchor dalam pekerjaan
  13. Mengetahui cara membuat S.M.A.R.T. Goal ( Specific, Measurable, Attainable, Relevan & Timed
  14. Menyusun rencana kerja pengembangan potensi diri.

 

METODE PELATIHAN

  1. Presentasi
  2. Diskusi kelompok dan studi kasus
  3. Teknik Multimedia
  4. Role Play & Simulasi
  5. Hypnotherapy, Teknik Psikologi dan NLP (Neuro-Linguistic Programming)

 

NARASUMBER: (Klik disini)

TARGET PESERTA PELATIHAN

Calon peserta/organisasi yang menginginkan perbaikan positif didalam diri karyawan dengan menggunakan pendekatan Hypnotherapy (mengoptimalkan pikiran bawah sadar) dan metode NLP (Neuro-Linguistic Programming)

 

BIAYA INVESTASI

Biaya investasi pelatihan sebesar Rp. 23.000.000,- (Maksimal 25 Peserta)

Jangka waktu/durasi pelatihan : 2 hari (Pk. 09.00 s.d 16.00)

Ketentuan :

  • Harga diatas adalah harga untuk pelatihan dalam organisasi atau in house training.
  • Biaya sudah termasuk fee instruktur &modul pelatihan.
  • Biaya belum termasuk biaya transportasi & akomodasi instruktur & tim, konsumsi selama pelatihan dan pengadaan ruang pelatihan beserta perlengkapannya.
  • Biaya belum termasuk biaya pajak (apabila dibutuhkan)

mutupendidikan.com

Pelatihan / In-house training /  Konsultasi Manajemen Terapan / Training Center / Pelatihan Kerja


Untuk In-House Training:
Self Transformation for Excellent Personality
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Pelatihan manajemen waktu

Manajemen Waktu: Metode & Strategi

Ketrampilan Manajemen Waktu

Manajemen Waktu

Manajemen waktu (Time Management) adalah suatu proses yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu maupun sasaran yang sebelumnya telah ditentukan untuk bisa dicapai dalam suatu periode tertentu dengan penggunaan sumber daya secara efisien dan efektif, seperti misalnya adalah waktu, uang, manusia, perlengkapan, metode dan bahan. Dapat pula dikatakan bahwa manajemen waktu adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian dan juga pengawasan mengenai produktivitas tertentu.

Efektifitas & Efisiensi

Tingkat efektivitas dari suatu manajemen waktu akan bisa terlihat dari pencapaian suatu target dan juga tujuan tujuan dari manajemen waktu tersebut dilakukan. Efisien sendiri memiliki dua makna yaitu antara lain pengurangan waktu yang telah dialokasikan serta adanya makna investasi dari waktu dengan penggunaan waktu yang telah tersedia.

Skala Prioritas

Manajemen waktu juga tidak akan lepas dari bagaimana anda bisa menentukan skala prioritas. Ketika anda dihadapkan dengan beberapa hal yang penting namun hanya diberikan alokasi waktu yang sedikit, maka tugas anda untuk menentukan skala prioritas, mana kegiatan yang penting untuk dilakukan dan memerlukan lebih banyak perhatian dan mana kegiatan yang bisa ditinggalkan sehingga dapat menghemat alokasi waktu.

Untuk mempermudah kita dalam mengelola waktu, perlu dilakukan yang namanya kriteria prioritas kegiatan yang terdiri dari 4 kuadran, yaitu :

  • Kuadran 1 : penting & mendesak, maksudnya adalah kegiatan yang harus dikerjakan dan tidak bisa ditunda. Contohnya membawa teman yang pingsan ke ruang kesehatan.
  • Kuadran 2 : tidak penting tapi mendesak, maksudnya adalah kegiatan yang tidak penting namun memaksa kita untuk segera melaksanakannya. Contohnya terpaksa mengantar adik.
  • Kuadran 3 : penting tapi tidak mendesak, maksudnya adalah kegiatan yang semuanya penting namun tidak mendesak. Contohnya olahraga.
  • Kuadran 4 : tidak penting & tidak mendesak, maksudnya adalah kegiatan yang tidak penting dan tidak perlu segera dilakukan. Contohnya nonton tv.

Agar bisa mengatur waktu dengan baik, maka seorang individu perlu mengetahui prinsip dasar dari manajemen waktu. Prinsip dari manajemen waktu berhubungan dengan bagaimana individu bisa menentukan prioritas dari kegiatan kegiatan yang dijalankannya.

Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan download ppt pada file di bawah ini :

Klik disini:

PPT Manajemen Waktu

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi / Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan manajemen waktu / Training time management / Trampil mengelola waktu


Pelatihan dan Training SDM

Perencanaan Sumber Daya Manusia untuk Organisasi

Perencanaan Sumber Daya Manusia

Tujuan Perencanaan SDM

Perencanaan sumber daya manusia adalah sebuah proses sistematis yang digunakan untuk memperkirakan/ mengantisipasi permintaan/kebutuhan adanya tenaga kerja dan mengevaluasi ukuran, sifat dan sumber-sumber pasokan yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan tersebut.

Tujuan perencanaan SDM adalah untuk memastikan bahwa sejumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan dalam jumlah tertentu, memenuhi persyaratan, dan telah tersedia pada suatu kurun tertentu.

Perencanaan SDM yang baik

Terdapat beberapa syarat untuk membuat sebuah perencanaan SDM yang baik, yakni:

  1. Harus mengetahui secara jelas masalah yang direncanakannya.
  2. Harus mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM dalam organisasi tersebut secara lengkap.
  3. Mempunyai pengalaman luas tentang analisis pekerjaan (job analysis), kondisi organisasi, dan persediaan SDM.
  4. Harus mampu membaca situasi SDM saat ini dan masa mendatang.
  5. Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.
  6. Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan pemerintah, khususnya yang menyangkut tenaga kerja

Mengapa perencanaan SDM perlu dilakukan ?

  • Dari segi kepentingan individu : Untuk mengetahui rencana ketenagakerjaan agar dapat mengembangkan karier.
  • Dari segi kepentingan Organisasi : Membantu manajemen untuk memberdayakan SDM yang ada, sehingga organisasi mampu meningkatkan efisiensi dan produktifitasnya.
  • Dari segi kedudukan sebuah rencana : Rencana membimbing ke arah kesuksesan. Memungkinkan organisasi melakukan penyesuaian dengan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi. Mengharuskan manajemen untuk menetapkan tujuan yang hendak dicapai. Untuk melakukan pengawasan yang efektif.

Langkah Perencanaan SDM

Untuk sebuah perecanaan SDM yang baik, diperlukan tahapan-tahapan atau langkah dasar yang harus ditempuh:

  1. Mampu menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM.
  2. Mengumpulkan data dan informasi yang lengkap mengenai SDM.
  3. Mengelompokkan data dan informasi tersebut, kemudian menganalisisnya.
  4. Menetapkan beberapa alternatif yang kira-kira sanggup ditempuh.
  5. Memilih alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang ada.
  6. Menginformasikan rencana terpilih kepada para karyawan agar direalisasikan.

Kegiatan Yang Dilakukan Dalam Perencanaan

  • Inventarisasi SDM (pengetahuan, keterampilan dan potensi)
  • Peramalan SDM (peramalan tentang penawaran tenaga kerja yang akan datang)
  • Perencanaan SDM (merencanakan perluasan tenaga kerja yang berkualitas dengan penarikan, seleksi, pengembangan dan pelatihan, penempatan, mutasi dan pemberian balas jasa)
  • Pengawasan dan Evaluasi (monitoring)

Untuk memahami lebih dalama tentang perencanaan SDM bisa langsung di download Slideshare pada link di bawah ini :

Klik SlideShare dibawah ini:

PPT Perencanaan Sumber Daya Manusia

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi / Pelatihan / Traning / In-House Training / Pelatihan Kerja / Training Center

Manajemen Sumber Daya Manusia indonesia


Untuk Informasi Pelatihan / In-House Training / Outbound:
Hubungan Customer Service Anda (Klik disini)

 

Ketrampilan Komunikasi & Presentasi

Tips untuk meningkatkan Keterampilan Presentasi

Public Speaking for Success

Pengantar

Apakah Anda seorang mahasiswa, trainer, publik speaker, atau siapapun itu yang  sering melakukan presentasi? Apakah Anda masih merasa kaku dan belum terampil dalam presentasi ?

Terima kasih telah mengunjungi web SDMIndonesia.com, kali ini kami akan menginformasikan bagaimana cara meningkatkan keterampilan presentasi agar audiens senang mendengarkan presentasi anda.

Cara Ampuh Sukses Presentasi :

Pertama, anda harus mengetahui siapa audiens anda. Hal yang harus diperhatikan adalah :

  • Alasan mengikuti presentasi
  • Karakteristik demografi
  • Pengetahuan topik
  • Cara audiens memahami informasi

Tujuan Presentasi

Kedua, anda harus merumuskan tujuan presentasi. Presentasi yang baik yaitu harus :

  • Mempengaruhi
  • Menginformasikan
  • Memotivasi
  • Menghibur
  • Menginspirasi

Persiapan Presentasi

Ketiga, anda harus mempersiapkan materi dan media. Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun bahan presentasi :

  • Variasi penggunaan huruf
  • Keterbacaan tulisan
  • Konsisten
  • Buat sistematika presentasi
  • Maksimal 5-6 kalimat dalam 1 slide dan maksimal terdiri 5-6 kata dalam kalimat
  • Penggunaan warna

Hal – Hal yang Harus Diperhatikan Saat Presentasi:

  • Anda harus mengetahui dimana lokasi presentasi. Maksudnya adalah untuk memastikan tempat presentasi mendukung kelancaran saat presentasi.
  • Anda harus pintar mengelola waktu, Maksudnya adalah untuk menyusun skenario presentasi, mengorganisir materi, tanya jawab, dll.

Penguasaan Materi & Kesiapan Presentasi

1. Body Language (Bahasa Tubuh)

Bahasa tubuh adalah satu dari beberapa hal penting yang perlu di kuasai, jangan malu untuk kursus bahasa tubuh, karena itu sangat bermanfaat. Apalagi untuk seorang publik speaking.

2. Gaya Bahasa

Gaya bahasa, intonasi, tempo, tinggi rendah suara, penekanan kata. Hal-hal tersebut cukup vital dalam penjelasan materi, karena dapat mempermudah audiens untuk memahami materi.

3. Kuasai Materi

Tentu saja ini penting dalam hal persentasi. Minimalisirlah penggunaan kata-kata atau kalimat dalam slide. Hal ini dapat Anda lakukan dengan menggunakan gambar sebagai pengganti kalimat-kalimat panjang Anda. Dan tentu saja jangan sampai ada materi yang tidak tersampaikan dalam meminimalisir kalimat.

4. Penampilan Menarik

Berpenampilan yang rapi dan menarik, ini bisa membuat audiens memperhatikan Anda.

5. Komputer Memadai

Gunakanlah komputer dengan spesifikasi yang memadai jika power point Anda banyak atau berukuran besar, agar tidak terjadi “lemot” dan tidak membuat value kita menjadi menurun

Untuk penjelasan lebih lanjut tentang keterampilan presentasi, silahkan download file ppt (Slideshare) di bawah ini:

Klik disini:

PPT Keterampilan Presentasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Pelatihan / In-house training /  Konsultasi Manajemen Terapan / Training Center / Pelatihan Kerja


Untuk In-house Training “Public Speaking for Success”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Pelatihan MSDM

Kebebasan & Tanggung Jawab : Menjadi Pribadi yang Merdeka

Kebebasan & Tanggung Jawab

Pengertian Kebebasan

Kebebasan yang dimiliki manusia merupakan ungkapan dari martabatnya sebagai manusia, dan oleh karena itu maka manusia dapat dibebani kewajiban moral. Kebebasan manusia  adalah kebebasan eksistensial. Kebebasan eksistensial adalah kebebasan menyeluruh yang menyangkut seluruh kepribadian manusia. Kebebasan tersebut mencakup seluruh kehidupan manusia dan tidak terbatas pada salah satu aspek tertentu saja.

Kebebasan manusia tidak semata-mata bebas tanpa batas, justru dalam kebebasan manusia tersebut terdapat ketidakbebasan, karena dalam kebebasan yang dilakukan harus diperhitungkan dan memiliki dampak, baik itu positif maupun negatif yang kesemuanya itu harus bisa dipertanggungjawabkan.

Seseorang Disebut Bebas Apabila :

  1. Dapat menentukan sendiri tujuan-tujuannya dan apa yang dilakukannya
  2. Dapat memilih antara kemungkinan-kemungkinan yang tersedia baginya, dan
  3. Tidak dipaksa atau terikat untuk memuat sesuatu yang tidak akan dipilihnya sendiri ataupun dicegah dari berbuat apa yang dipilihnya sendiri, oleh kehendak orang lain, negara atau kekuasaan apapun

Macam – Macam Kebebasan :

  • Kebebasan fisik adalah terlepas dari paksaan fisik (tidak terbelenggu atau jadi tahanan rumah).
  • Kebebasan yuridis adalah  tidak dirampas hak-haknya (tidak hidup dalam negara kediktatoran dan tidak bisa mengemukakan pendapat, rapat, dll)
  • Kebebasan psikologis adalah terlepas dari tekanan batin atau gangguan psikis (tidak menderita kelainan jiwa).
  • Kebebasan moral adalah orang yang terlepas dari paksaan moral (saat ditodong benda tajam untuk menyerahkan harta bendanya).
  • Kebebasan eksistensial adalah orang yang terlepas dari keterasingan

Tanggung jawab

Tanggung jawab berarti bahwa orang tidak boleh mengelak bila diminta penjelasan tentang tingkah laku atau perbuatannya. Dalam tanggung jawab terkandung pengertian penyebab. Setiap manusia harus bertanya kepada dirinya sendiri apa yang mendorongnya dalam berperilaku, bertutur kata, dan merencanakan sesuatu. Apakah perilaku itu berlandaskan akal sehat, hawa nafsu, dan ambisi pribadi. Manusia yang baik adalah manusia yang bisa bertanggungjawab dari semua yang dilakukannya.

Macam-Macam Tanggung Jawab :

  • Tanggung Jawab Terhadap Allah SWT
  • Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
  • Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
  • Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
  • Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan

Untuk penjelasan lebih lanjut tentang kebebasan & tanggungjawab, silahkan download ppt pada file di bawah ini :

Klik di tautan dibawah ini:

PPT Kebebasan & Tanggung Jawab

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Pelatihan Kerja / Pendampingan / Training Center / Manajemen


Untuk Pelatihan / In-House Training
Character Building
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Pelatihan SDM

Pentingnya Etika bagi Kehidupan Bermasyarakat

Konsep Dasar Etika

Pengertian Etika

Istilah “etika” berasal dan bahasa Yunani kuno. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai arti kebiasaan-kebiasaan tingkah laku manusia; adat, ahlak, watak, perasaan; sikap; dan cara berfikir. Dalam bentuk jamak ta etha mempunyai adat kebiasaan. Menurut filsuf Yunani Aristoteles, istilah etika sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat/moral. Sehingga berdasarkan asal usul kata, maka etika berarti: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.

Etika merupakan cabang filsafat yang  membahas tentang nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia, baik secara pribadi maupun kelompok.

Faktor-faktor yang melandasi etika

  1. Religius, Agama mempunyai hubungan erat dengan moral, agama merupakan motivasi terkuat perilaku moral atau etik, agama merupakan salah satu sumber nilai dan norma etis yang paling penting, setiap agama mengandung ajaran moral yang menjadi pegangan bagi perilaku para anggotanya.
  2. Nilai-nilai atau value : sesuatu yang berguna dan sangat memberi makna bagi seseorang atau kelompok orang.
  3. Norma : aturan atau kaidah perilaku &tindakan manusia yang memberikan pedoman tentang bagaimana bertindak/berperilaku yang baik atau benar dan tepat.
  4. Sosial budaya, dibangun oleh konstruksi sosial dan dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
  5. Kebijakan atau policy maker, siapa stakeholders nya dan / bagaimana kebijakan yang dibuat sangat berpengaruh atau mewarnai etika maupun kode etik.

Terdapat tiga pembagian etika

  • Etika deskriptif, Etika deskriptif tidak memberi penilaian tetapi menggambarkan moralitas pada individu-individu tertentu, kebudayaan atau subkultur tertentu dalam kurun waktu tertentu.
  • Etika normatif, Pada etika normatif terjadi penilaian tentang perilaku manusia. Penilaian ini terbentuk atas dasar norma. Etika normatif bersifat preskriptif (memerintahkan), tidak melukiskan melainkan menentukan benar atau tidaknya tingkah laku.
  • Metaetika, “Meta” berasal dan bahasa Yunani yang berarti melebihi atau melampaui. Metaetika mempelajari logika khusus dan ucapan-ucapan etis. Pada metaetika mempersoalkan bahasa normatif apakah dapat diturunkan menjadi ucapan kenyataan. Metaetika mengarahkan pada arti khusus dan bahasa etika.

Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan download ppt pada file di bawah ini :

Klik disini:

PPT Konsep Dasar Etika

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi / Pelatihan / Training / Manajemen Sumber Daya Manusia


Untuk Pelatihan & In-House Training:
Etika & Pengembangan Kepribadian
Kontak Customer Service Anda (Klik disini)