• 08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Belajar Mudah dengan Power Point

Memulai Sebuah Usaha Baru

 

Dalam memulai suatu usaha begitu banyak hal yang perlu diperhatikan, selain skill dan keberanian juga dibutuhkan kesiapan menghadapi hal – hal yang tidak di inginkan kedepannya. Apakah usaha yang kita bangun ini akan sukses atau mengalami kehancuran ? Perlu kesiapan dan keberanian yang besar untuk memulai suatu usaha. Adapun langkah – langkah yang paling utama dalam memulai suatu usaha yaitu mencari tahu barang atau usaha apa yang dibutuhkan oleh konsumen, kepada siapa kita menjual produk atau usaha tersebut, mencari sumber daya misalnya tenaga ahli, modal, tekhnologi dan manajemennya. Dalam memahami sebuah peran menjadi seorang wirausaha yang memulai usaha baru,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian dan langkah-langkah dari memulai sebuah usaha baru dari seorang wirausaha.

Langkah-langkah Memulai Usaha Baru
  1. Mengenali peluang usaha: Pengalaman hidup, Hubungan sosial
  2. Optimalisasi Potensi diri
  3. Fokus dalam bidang usaha

Dalam memulai sebuah usaha atau inovasi dilakukan untuk terfokus dimulai dari yang kecil berdasarkan sumberdaya yang kita  miliki.

  1. Berani memulai

Dunia kewirausahaan adalah dunia ketidakpastian sementara informasi yang dimiliki oleh yang akan memulai usaha sedikit. Oleh karenanya, ‘sedikit agak gila’  (overconfidence) dan berani mengambil resiko adalah sangat perlu dilakukan.

Dalam memulai sebuah usaha, langkah awal yang harus kita lakukan adalah mengenali peluang usaha. dengan adanya peluang ini barulah kita akan mentyetarakan dengan potensi yang kita miliki agar kita bisa  menentukan usaha apa yang bakal kita jalani.

Setelah menentuka usaha yang kita jalani, kita harus fokus pada bidang yang telah kita tentukan tersebut dan tidak plin plan agar usaha berjalan sukses. Dan hal selanjutnya adalah berani memulai usaha tersebut, bukan hanya difikirkan saja  tapi harus direalisasikan.

Dalam memulai usaha ini kita bisa melakukan berbagai cara, diantaranya mendirikan sendiri, membeli perusahaan lain atau kerjasama dengan orang lain dalam melakukan perintisan usaha. Dengan begitu kita akan berkembang menuju karir sebagai pengusaha yang berhasil.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Memulai Sebuah Usaha Baru, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Memulai Sebuah Usaha Baru

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Manajemen Rantai Pasokan

Tujuannya membangun sebuah rantai pasokan yang memusatkan perhatian untuk memaksimalkan nilai bagi pelanggan. Untuk menyediakan produk yang murah, berkualitas dan cepat, tidak cukup hanya dengan melakukan perbaikan di lingkungan internal perusahaan saja. Dibutuhkan peran serta supplier, perusahaan transportasi dan jaringan distributor. Kesadaran akan adanya produk yang murah, cepat dan berkualitas inilah yang melahirkan konsep baru tahun 1990-an yaitu Supply Chain Management (SCM). Dalam memahami manajemen rantai pasokan,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian,  tujuan  serta manfaat dari sebuah manajemen rantai pasokan.

Pengertian Manajemen Rantai Pasokan

Supply Chain Management (SCM) adalah suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total perusahaan dalam rantai suplai melalui optimalisasi waktu, lokasi dan aliran kuantitas bahan. Manufakturing, dalam penerapan supply chain management (SCM), perusahaan-perusahaan diharuskan mampu memenuhi kepuasan pelanggan, mengembangkan produk tepat waktu, mengeluarkan biaya yang rendah dalam bidang persediaan dan penyerahan produk, mengelola industri secara cermat dan fleksibel.

Supply Chain

Supply Chain adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir.

Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk supplier, pabrik, distributor, toko atau ritel, serta perusahaan pendukung seperti jasa logistik.

Supply Chain Management

SCM adalah rangkaian pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan pemasok, produsen, gudang dan toko secara efektif agar persediaan barang dapat diproduksi dan didistribusi pada jumlah yang tepat, ke lokasi yang tepat, dan pada waktu yang tepat sehingga biaya keseluruhan sistem dapat diminimalisir selagi berusaha memuaskan kebutuhan dan layanan (Simchi-Levi, dkk (2004)).

Manfaat SCM secara langsung

SCM secara fisik dapat mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan mengantarkannya kepada konsumen akhir. SCM berfungsi sebagai mediasi pasar, yaitu memastikan apa yang dipasok sesuai dengan aspirasi pelanggan.

Melalui pelaksanaan SCM, pemasaran dapat mengidentifikasi produk dengan karakteristik dan  atribut yang diharapkan konsumen, sehingga bisa dikomunikasikan kepada perancang produk.

 

Bagaimana ulasan selanjutnya mengenai Manajemen Rantai Pasokan? Silahkan unduh ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Rantai Pasokan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Pelatihan Manajemen Proyek

Manajemen Proyek

Manajemen proyek merupakan sebagai control atau pengendalian proyek. Dalam hal ini, peranan manajemen proyek yaitu dalam mengendalikan keberhasilan proyek di akhir. Tujuan utama dilakukan manajemen proyek adalah untuk mencegah adanya penyimpangan yang berlangsung selama proyek. Dalam memahami materi manajemen proyek, sebaiknya kami akan mengulas terlebih dahulu mengenai pengertian, ciri-ciri, fase fungsi dari manajemen proyek.

Pengertian Manajemen Proyek

Manajemen Proyek adalah penerapan dari pengetahuan, keahlian, alat dan teknik pada suatu aktifitas proyek untuk mendapatkan/ memenuhi kebutuhan dan harapan dari pihak yang terkait dari suatu proyek.

Ciri-Ciri Manajemen Proyek

Mekanisme proyek dalam hubungannya dengan pengelolaan, organisasi dan sumberdaya mempunyai ciri-ciri tertentu sebagai berikut:

  1. Seorang manajer proyek memimpin organisasi proyek dan beroperasi secara independen, bebas dari rantai komando yang semestinya dari organisasi induk.
  2. Manajer proyek adalah pembawa tunggal semua usaha mencapai satu tujuan proyek.
  3. Karena setiap proyek memerlukan bermacam-macam keahlian dan sumberdaya, maka pekerjaan-pekerjaan dalam proyek dikerjakan orang dan berbagai fungsi.
  4. Manajer proyek dan tim proyek bertanggungjawab menyatukan orang-orang dan berbagai fungsi/disiplin yang bekerja untuk proyek.
  5. Manajer proyek menegosiasi secara langsung manajer fungsional (pemasaran, personalia, produksi, keuangan, dan lain‐lain) untuk memberikan dukungan.
  6. Proyek akan memfokuskan pada ketepatan waktu dan biaya penyerahan hasil akhir dan kelayakan teknisnya. Sementara unit‐ unit fungsional (dan organisasi induk) harus tetap menjaga kelangsungan organisasi induk untuk mencapai tujuannya. Sebagai konsekuensi terkadang timbul konflik pemakaian sumberdaya antara manajer proyek dan manajer fungsional.
  7. Dalam proyek akan terdapat dua rantai komando‐komando vertikal (dan manajer fungsional) dan komando horisontal (dan manajer prayek). Orang‐orang dalam proyek harus melapor ke manajel fungsional dan manajer proyek.
  8. Proyek bisa berasal dan bagian yang berbeda dan organisasi induk. Pengembangan produk bisa berasal dan bagian pemasaran sementara penerapan teknologi baru berasal dan R&D.
Fase Manajemen Proyek

Manajemen proyek memiliki fungsi yang sangat penting karena manajemen ini akan mengelola kualitas, biaya, keselamatan karyawan, lingkungan, sumber daya sistem informasi serta risiko dari sebuah proyek. Paling tidak ada tiga fungsi utama.

Pertama, berfungsi sebagai perencanaan dalam menjalankan suatu proyek. Agar suatu proyek berjalan secara optimal maka dilakukan perencanaan yang matang. Untuk melakukan hal ini tentunya dibutuhkan perumusan rencana yang siap baik dari administrasi ataupun teknik agar bisa diimplementasikan dengan baik.

Fungsi kedua dari manajemen proyek adalah berguna sebagai system penjadwalan. Hal ini merupakan suatu implementasi dari tahap perencanaan yang di dalamnya terdapat rentang waktu, jadwal serta progress dalam kemajuan proyek tersebut. Proses ini memuat proses monitoring dan updating perkembangan proyek yang dijalankan.

Dalam manajemen proyek penjadwalan merupakan keharusan untuk menjalankan suatu proyek. Dalam proses penjadwalan ini proses monitoring dan updating dilakukan guna melihat keadaan realistis dari pengerjaan proyek tersebut. Metode yang digunakan untuk mengelola hal ini meliputi menggunakan kurva s (hanumm curve), barchart, penjadwalan linear dengan diagram vector, network planning serta waktu dan lamanya durasi pekerjaan.

Bagaimana untuk materi selengkapnya mengenai Manajemen Proyek?? Silahkan  unduh ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Proyek

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Pemasaran

Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran.  Dalam memahami sebuah konsep pemasaran,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, konsep, manajemen dari sebuah pemasaran.

Pengertian Pemasaran

Pemasaran (marketing) adalah aktivitas, serangkaian institusi, dan proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum.

Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.

Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah :

  1. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
  2. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
  3. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
  4. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.
Konsep Pemasaran

Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.

Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan.

Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasiknan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai konsep pemasaran, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Pemasaran

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

 

Manajemen Operasional

Pengantar Manajemen Operasional

Yang bisa dilakukan oleh manajemen operasi adalah melaksanakan seluruh fungsi dari proses manajemen yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), pembentukan staff, kepemimpinan serta pengendalian. Orientasi manajer operasi antara lain guna untuk mengarahkan keluaran atau output dalam jumlah, kualitas, harga, waktu dan tempat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen. Agar kita mengetahui dan memahami materi ini lebih lanjut, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai pengertian, perbedaan dan persamaan perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa, dan pembahasan yang lebih detail lagi.

Pengertian Manajemen Operasi

Definisi Manajemen Operasi adalah suatu proses yang secara berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan (Fogarty). Dan definisi lainnya menurut Krajewski, manajemen operasi adalah bagaimana mengatur dan mengmentransformasi kendalikan proses dalam input menjadi output.

Proses Manajemen Operasi

 Yang bisa dilakukan oleh manajemen operasi adalah melaksanakan seluruh fungsi dari proses manajemen yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), pembentukan staff, kepemimpinan serta pengendalian. Orientasi manajer operasi antara lain guna untuk mengarahkan keluaran atau output dalam jumlah, kualitas, harga, waktu dan tempat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen.

Perbedaan dan Persamaan Perusahaan Manufaktur dan Perusahaan Jasa

Perusahaan manufaktur mencakup menggabungkan bahan baku, tenaga kerja, dan overhead untuk memproduksi produk baru. Barang yang diproduksi berwujud, di simpan, dan dikirim dari pabrik ke pelanggan. Ekonomi kita telah semakin berorientasi pada perusahaan jasa. Sehingga, manajer harus mampu untuk menelusuri biaya jasa  yang diserahkan sama akuratnya dengan mereka menelusuri harga pokok produksi. Rentang atau perbedaan antara perusahaan manufaktur dan jasa dapat ditunjukkan sebagai berikut:

Ciri-Ciri Perusahaan Manufaktur:
  • Produk nyata
  • Output dapat disimpan
  • Kontak dengan konsumen rendah, dll
Ciri-Ciri Perusahaan Jasa:
  • Produk tidak nyata
  • Output tidak dapat disimpan
  • Kontak dengan konsumen tinggi
Persamaan Perusahaan Manufaktur dan Jasa:
  • Memiliki proses yang harus didesain dan dikelola secara efektif
  • Harus memperhatikan kualitas, produktivitas dan ketepatan dalam melayani konsumen
  • Harus bekerjasama dengan pihak luar sebagai penyedia barang dan jasa
Pengukuran Produktivitas

Salah satu tantangan bagi organisasi atau perusahaan dalam pencapaian tujuannya adalah bagaimana memanfaatkan dan mengorganisir sumber daya yang ada pada tingkat operasi yang produktif, atau dengan kata lain dapat memberikan kontribusi nyata pada kegiatan operasi organisasi atau perusahaan tersebut. Konsep siklus produktivitas atau kinerja dapat dibedakan menjadi produktivitas multifaktor dan produktifitas faktor tunggal.

Tertarik mempelajari lebih dalam? Untuk materi selengkapnya mengenai Manajemen Operasi, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Operasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Faktor X

Setiap orang di dunia ini pasti memiliki perbedaan.Masing-masing memiliki potensi dan bakat yang berlainan dan mungkin bersifat unik.Terdapat beberapa orang yang dengan baik mampu mengenali dan mengembangkan potensi atau bakat yang dimilikinya. Namun tidak sedikit juga orang yang bahkan belum menyadari akan potensi dan bakat yang dimilikinya.

Sama hal nya dengan bakat dan potensi, faktor “X” melekat pada diri manusia.Masing-masing manusia memiliki faktor “X” yang berbeda dalam faktor ukuran.Terkadang ada manusia atau orang yang memiliki faktor “X” yang kecil, terkadang ada pula manusia atau orang yang memiliki faktor “X” yang cukup besar.Besar kecilnya ukuran faktor “X” ini ditentukan oleh seberapa jauh seseorang menggali dan mengembangkan faktor “X” tersebut.

Dalam wirausaha, faktor “X” yang melekat pada diri manusia ini memiliki pengaruh terhadap suatu usaha. Namun, tanpa penggalian dan pencarian akan faktor “X” itu sendiri, semua sia-sia. Faktor “X” dapat dikatakan berpengaruh pada usaha apabila seseorang yang memilikinya telah menemukan kunci atau pintunya. Dalam memahami sebuah peran faktor X di diri seorang wirausaha,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian dan karakteristik dari faktor X.

Pengertian Faktor X

Entrepreneur   adalah   orang   yang   merasa   hidupnya   kurang   nyaman,   penu ketidakpastian, terancam banyak resiko. Ia  harus berjuang mengejar kenyamanan dalam hidupnya, ia bergerak, berjalan, berpikir, mengetuk pintu, mengambil resiko, mencari produk, membuat dan membangun usaha, serta mendatangi pelanggan.

Faktor X merupakan faktor yang melekat pada diri semua orang, tak berwujud benda namun dapat dirasakan. Pada diri seorang entrepreneur faktor X sangat mempengaruhi geraknya dalam menjalankan usaha. Awalnya faktor X tidak ada atau sangat kecil sekali, namun apabila kita tekun maka faktor tersebut akan muncul dan tumbuh karena ia hidup. Karena ia hidup, ia pun dapat mati. Berikut merupakan karakteristik faktor X :

  1. Merupakan penentu keberhasilan.
  2. Merekat pada diri manusia.
  3. Tidak dapat diperoleh dalam waktu sekejap.
  4. Dapat tumbuh dan berkembang menjadi “X” besar (hidup), namun dapat juga mati apabila kita tidak memeliharanya, misalnya membiarkan terjadi penuaan, menentang pembaharuan.
  5. Berasal dari diri sendiri, namun juga dapat berasal dari luar diri.
  6. Sekali tumbuh, dapat dipakai untuk membuat usaha lainnya.

 

Bagaimana untuk materi selengkapnya mengenai Faktor “X”? Silahkan di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Faktor X

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

 

 

Manajemen Persediaan

Proses manajemen pasti memerlukan biaya apalagi yang dikelola adalah barang yang memerlukan perhatian khusus. Tujuan utama manajemen persediaan adalah memaksimalkan barang persediaan dengan biaya yang minimal. Dalam memahami materi manajemen persediaan lebih lanjut,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tujuan, serta pendekatan dari manajemen persediaan.

Pengertian Manajemen Persediaan

Persediaan adalah stok dari elemen-elemen/item-item untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang atau bahan/barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu misalnya untuk proses produksi atau perakitan, dijual kembali dan untuk suku cadang dari suatu peralatan /mesin (Heizer & Rander).

Tujuan Manajemen Persediaan

Selain itu ada banyak tujuan lain yang bisa kita manfaatkan melalui manajemen persediaan berikut ini beberapa diantaranya:

  1. Memastikan adanya persediaan melalui safety stock
  2. Memberi waktu luang untuk pengelolaan produksi dan pembelian
  3. Mengantisipasi perubahan permintaan dan penawaran.
  4. Menghilangkan atau mengurangi risiko keterlambatan pengiriman bahan
  5. Menyesuaikan dengan jadwal produksi
  6. Menghilangkan atau mengurangi resiko kenaikan harga
  7. Menjaga persediaan bahan yang dihasilkan secara musiman
  8. Mengantisipasi permintaan yang dapat diramalkan.
  9. Mendapatkan keuntungan dari quantity discount
  10. Komitmen terhadap pelanggan.
Pendekatan Manajemen Persediaan

Untuk melakukan manajemen persediaan ada tiga pendekatan yang bisa kita lakukan, diantaranya economic order quantity, periodic reviewdan material requirement planning. Berikut ini penjelasan singkatnya :

Economic Order Quantity (EOQ)

Economic order quantity adalah jumlah pemesanan yang paling ekonomis, yaitu jumlah pembelian barang yang dapat meminimumkan jumlah biaya pemeliharaan barang di gudang dan biaya pemesanan setiap tahun.

 

Periodic Review

Dalam pendekatan ini yang dilakukan adalah pemesanan barang dengan interval waktu sama. Artinya pemesanan barang sudah terjadwal secara rutin sehingga biaya yang disiapkan bisa diperkirakan.

 

Material Requirement Planning (MRP)

Dalam MRP, pembelian barang yang dibutuhkan direncanakan untuk membuat produk yang terdiri dari beberapa komponen, atau dikenal dengan system assembling. Tujuannya adalah untuk menjamin tersedianya material, item, komponen dalam produksi, serta produk jadi. Tujuan kedua adalah untuk menjaga tingkat persediaan seminim mungkin, serta untuk merencanakan aktivitas pengiriman, penjadwalan, dan pembelian material.

 

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Manajemen Persediaan, silahkan download ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Persediaan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Strategi Tata Letak

Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibelitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak dengan pelanggan dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif akan dapat menunjang pelaksanaan strategi bisnis yang telah ditetapkan perusahaan apakah diferensiasi, low cost atau respon yang cepat.

Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas kerja, kontak pelanggan, dan citra perusahaan. Dalam memahami strategi tata letak,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tipe-tipe, dan  tujuan  serta pendekatan dari strategi tata letak.

Pengertian Strategi Tata Letak

Lay out adalah susunan tata letak fasilitas yang digunakan didalam organisasi. Tata letak adalah suatu keputusan penting yang menentukan efisiensi operasi secara jangka panjang.

Tata letak adalah keputusan mengenai penempatan mesin-mesin pada tempat terbaik (dalam pengaturan produksi), kantor dan meja-meja ( pada pengaturan kantor) atau pusat pelayanan ( dalam pengaturan rumah sakit atau departemen store).

Tipe-tipe Tata Letak
  • Keputusan mengenai tata letak meliputi penempatan mesin pada tempat yang terbaik (dalam pengaturan produksi), kantor dan meja-meja (pada pengaturan kantor) atau pusat pelayanan (dalam pengaturan rumah sakit atau department store).
  • Sebuah tata letak yang efektif memfasilitasi adanya aliran bahan, orang, dan informasi di dalam dan antar-wilayah. Untuk mencapai tujuan ini, beragam pendekatan telah dikembangkan.
Pendekatan Tata Letak
  • Tata letak dengan posisi tetap (Fixed Lay out): Tata letak dengan posisi tetap memenuhi persyaratan tata letak untuk proyek yang besar dan memakan tempat seperti proses pembuatan kapal laut dan gedung.
  • Tata letak yang berorientasi pada proses (Lay out fungsional/ Functional Lay out): Tata letak yang berorientasi pada proses berhubungan dengan produksi dengan volume rendah, dan bervariasi tinggi (juga disebut sebagai “job shop“, atau produksi terputus).
  • Tata letak yang berorientasi pada produk (Lay out Garis/ Line Lay out): Tata letak yang berorientasi pada produk—mencari utilisasi karyawan dan mesin yang paling baik dalam produksi yang kontinu atau berulang.
  • Tata letak untuk kantor: Tata letak kantor menempatkan para pekerja, peralatan mereka, dan ruangan/kantor yang melancarkan aliran informasi.
  • Tata letak untuk ritel: Tata letak ritel menempatkan rak-rak dan memberikan tanggapan atas perilaku pelanggan.
  • Tata letak untuk gudang/ penyimpanan: Tata letak gudang melihat kelebihan dan kekurangan antara ruangan dan sistem penanganan bahan.
  • Lay out Hibrid ( gabungan antara functional Lay out dengan Line Lay out

 

Bagaimana ulasan materi selengkapnya? Silahkan di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Strategi Tata Letak

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Rencana Bisnis

Dalam dunia bisnis, business plan bukan hanya rencana yang dibayangkan di dalam akal. Lebih khusus lagi, bisnis plan merupakan pedoman tertulis yang menggambarkan rancangan-rancangan bisnis dari awal berdiri hingga mengarah pada evaluasi bisnis dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya bisnis plan atau rencana bisnis merupakan gambaran mengenai segala hal yang relevan terkait dengan pendirian, pengelolaan, manajemen sumber daya manusia maupun produk yang ditulis baik digunakan sebagai pedoman bagi pihak internal wirausaha tersebut maupun sebagai alat untuk meyakinkan kepada para investor untuk dapat yakin terhadap model bisnis yang dijalankan sehingga mereka mau menginvertasikan uang mereka. Dalam memahami suatu rencana bisnis,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tujuan  serta manfaat dari rencana bisnis.

Rencana Bisnis

Rencana Bisnis adalah sekian dari beberapa materi yang biasanya dipelajari dalam bidang kewirausahaan. Rencana bisnis dipandang sebagai salah satu unsur penting dalam suatu bisnis karena menjadi arah atau pedoman dalam menjalankan suatu unit usaha.

Bisnis plan atau business plan kemudian menjadi salah satu unsur yang sangat penting dalam mengajukan contoh proposal usaha atau proposal kerja sama bisnis untuk menarik investor. Tanpa adanya rencana bisnis yang jelas mustahil investor akan mau mempertaruhkan uangnya kepada anda. Oleh karena itu, karena rencana bisnis tidak hanya berfungsi sebagai pedoman atau mirip dengan Standar Operasional pengelolaan bisnis, namun juga alat untuk meyakinkan para stakeholder.

Tujuan Business Plan

Adapun tujuan dibuatnya rencana bisnis yaitu:

  1. Untuk mempertajam rencana-rencana yang telah ditetapkan atau rencana yang diharapkan.
  2. Untuk mengetahui arah dan tujuan perusahaan.
  3. Sebagai cara untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai.
  4. Sebagai alat untuk mencari laba dari pihak ketiga seperti investor, bank atau lainnya.
Manfaat Business Plan

Terdapat beberapa manfaat atau fungsi business plan, berikut ini adalah manfaat business plan yang perlu diketahui pentingnya business plan bagi wirausaha:

  1. Untuk Mengawali Sebuah Bisnis atau Usaha

Bussiness plan berfungsi untuk merancang stategi dan rencana awal bisnis. Sebuah bisnis akan sulit berkembang apabila dijalankan tanpa rencana ataupun rancangan bisnis. Untuk itu sangatlah penting bagi seorang wira usaha untuk menyusun sebuah rencana bisnis agar bisnis yang ditekuni lebih terarah dan terorientasi dengan benar dan dapat mencapai kesuksesan.

  1. Untuk Mencari Sumber Dana

Rencana bisnis yang telah disusun bermanfaat untuk mendatangkan pihak ketika seperti investor, bank atau yang lainnya yang akan membantu bisnis yang dijalankan. Artinya, rencana bisnis yang sudah dibuat dapat menjadi semacam proposal atau pelengkap proposal yang akan membantu mendapatkan modal usaha.

  1. Membuat Bisnis Lebih Fokus dan Terarah

Seorang pebisnis perlu menyusun sebuah business plan atau rencana dan rancangan bisnis agar nantinya bisnis yang akan dijalankan akan lebih fokus dan terarah dalam menentukan jenis bisnis, modal, strategi bisnis serta jenis pemasaran yang akan digunakan.

  1. Memprediksi Masa Depan

Business plan juga dapat digunakan untuk memprediksi masa depan bisnis yang kan dijalankan. Sebab, saat menyusun rencana bisnis, maka akan terlihat gambaran jangka pendek, menengah dan panjang bagi bisnis yang akan dijalankan.

  1. Untuk Menaikkan Level Bisnis

Business plan juga dapat menaikkan level bisnis yang sedang dijalankan. Rencana dan rancangan bisnis yang disusun dengan baik akan membuat gairah tersendiri bagi pebisnis untuk menjalankan usaha mereka.

 

Bagaimana ulasan selanjutnya? Silahkan di unduh ppt pada link di bawah ini:

PPT Rencana Bisnis

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training