• +62-8123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Belajar Mudah dengan Power Point

Analisis Aspek Organisasi dan Manajemen

Manajemen merupakan pengaturan, yang memiliki arti sebuah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Jadi manajemen adalah bagaimana kita bisa mengatur sumber daya agar suatu usaha dapat berjalan di koridor yang sesuai sebagaimana mestinya demi tercapainya suatu tujuan. Hampir semua perusahaan memiliki manajemen tersendiri yang diduduki oleh orang-orang yang berpengalaman didalamnya. Karena manajemen dalam dunia usaha sangat penting, maka suatu usaha apalagi yang sedang di rintis tidakakan bisa berjalan teratur dan konsisten tanpa adanya sebuah  manajemen di dalamnya. Manajemen sendiri harus  berjalan seiring dengan usaha karena hubungannya yang saling terikat dan tidak bisa digugurkan salah satunya karena usaha dan manajemen memang harus dimulai secara bersamaan dan berdampingan.

Manajemen pun mulai memiliki banyak ragam, seperti manajemen keuangan, manajemen  pembangunan  dan lain sebagainya. Dan di setiap aspek tersebut haruslah dipegang oleh  profesional yang akan menjadi jaminan  untuk  suksesnya  sebuah usaha yang akan atau sedang dirintis yang terdiri  dari perorangan atau bisa juga organisasi-organisasi khusus. Karena manajemen yang baik juga menjadi faktor dari berhasil tidaknya suatu usaha, maka suatu  usaha yang mengalami kebangkrutan mencerminkan dari buruknya manajemen di dalamnya pun sebaliknya. Dalam manajemen juga terdapat aspek-aspek yang harus diketahui terlebih dalam manajemen pembangunan proyek dan kaitannya dengan sumberdaya manusia. Berikut penjelasannya…

Analisis Aspek Organisasi dan Manajemen

Aspek manajemen dan organisasi adalah aspek yang sangat penting dalam  suatu usaha. Karena usaha yang akan atau  sedang dirintis mungkin saja akan mengalami kegagalan jika  manajemen dan organisasi tidak berjalan dengan baik. Proses manajemen sendiri juga terdapat kaidah-kaidah agar suatu usaha bisa berjalan lebih  mudah. Dan aturan itu sendiri  bisa tergambar  jelas melalui fungsi-fungsi manajemen berikut:

  1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan adalah proses untuk menentukan  kemana dan  bagaimana suatu usaha akan dijalankan atau dimulai untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

  1. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah proses untuk mengelompokkan kegiatan-kegiatan dalam unit-unit tertentu agar jelas dan teratur sesuai dengan tanggungjawab dan wewenang si pemegang unit.

  1. Pelaksanaan (Actuating)

Pelaksanaan adalah proses dimana semua  hal yang terencana telah dimulai  oleh  seluruh unit. Seperti seorang  manajer yang mengerahkan  seluruh  bawahannya untuk memulai pekerjaan sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan kepadanya.

  1. Pengawasan (Controlling)

Pengawasan adalah proses untuk mengukur, menilai dan mengevaluasi hasil pekerjaan agar tetap  sesuai dengan rencana awal dan mengoreksi  berbagai penyimpangan selama proses pelasanaan  kerja.

 

 

Bagaimana ulasan selanjutnya mengenai Analisis Aspek Organisasi dan Manajemen? Silahkan download ppt pada link di bawah ini:

PPT Analisis Aspek Organisasi dan Manajemen

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

 

Usaha kecil dan kewirausahaan Indonesia

Usaha Kecil, Kewirausahaan, dan Waralaba


Dapatkan Slideshare Gratis:
 >>>PPT Usaha Kecil, Kewirausahaan dan Waralaba<<<

Anda ingin menjadi wirausahawan?  Bila Iya, anda perlu melanjutkan membaca info singkat ini dan mengunduh slideshare yang tersedia. Pada uraian berikut akan di jabarkan point-point penting terkait bisnis kecil, entrepreneurship dan waralaba. Dengan memahami kriteria, fakta-fakta, kekuatan dan kelemahan terkait usaha kecil, diharapkan dapat lebih tepat dalam menyusun perencanaan dan pengambilan keputusan.

Pengertian Usaha Kecil

Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang bersekala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan serta kepemilikan.

Kriteria Usaha Kecil
  • Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus juta Rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  • Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah)
  • Milik Warga Negara Indonesia
  • Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar;
  • Berbentuk usaha orang perseorangan, badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
Ciri-ciri Usaha Kecil
  • Manajemen tergantung pemilik,
  • Modal disediakan oleh pemilik sendiri,
  • Skala usaha dan jumlah modal relatif kecil,
  • Daerah operasi usaha bersifat lokal,
  • Sumber daya manusia yang terlibat terbatas,
  • Biasanya berhubungan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari,
  • Karyawan ada hubungan kekerabatan emosional, dan
  • Mayoritas karyawan berasal dari kalangan yang tidak mampu secara ekonomis.
Fakta-Fakta Usaha Kecil di Banyak Negara
  • Di banyak negara, 99% dari semua bisnis adalah usaha kecil.
  • 40% pekerja bekerja di sektor usaha kecil.
  • 40% dari volume bisnis di banyak negara dilakukan oleh usaha kecil.
  • 75% persen dari pekerjaan baru dihasilkan oleh sektor usaha kecil
  • 50% dari usaha kecil gagal pada dua tahun pertama.
  • Usaha kecil menampung porsi terbesar pegawai dalam industri ritel, grosir dan jasa.
  • Usaha kecil menyumbang bagian terbesar dari penjualan di sektor manufaktur.
  • Manajemen yang buruk adalah penyebab terbesar kegagalan usaha kecil.
  • Di hampir semua negara, usaha kecil adalah tempat lahirnya kewirausahaan.
Kekuatan dan Kelemahan Usaha Kecil

Kelemahan usaha kecil:

  • Modal terbatas
  • Kredibilitas
  • Permasalahan pegawai
  • Tingginya biaya langsung
  • Terlalu banyak telur dalam satu keranjang
  • Keterbatasan kualitas produk

Kekuatan usaha kecil:

  • Sentuhan pribadi
  • Motivasi yang lebih tinggi
  • Fleksibilitas yang tinggi
  • Minim birokrasi
  • Melayani pasar lokal/domestik
  • Produk/jasa tidak menarik perhatian (tidak mencolok)

Untuk materi selengkapnya mengenai usaha kecil, wirausaha dan waralaba, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

 

Dapatkan Slideshare Gratis:
 >>>PPT Usaha Kecil, Kewirausahaan dan Waralaba<<<

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training


Hubungi Customer Service kami untuk informasi:

Pelatihan (In-house Training) Entrepreneurship, Strategi Bisnis & UKM

Kata kunci untuk penelusuran: pelatihan entrepreneurship, training UMKM, pelatihan UKM, pelatihan kewirausahaan, training bisnis untuk UKM, sukses waralaba dan UMKM, usaha kecil dan menengah, pelatihan business model canvas, pelatihan business model generation, strategi pengembangan UMKM, wirausaha mandiri, manajemen bisnis UMKM

 

Training Pengembangan Produk Baru

Desain Produk dan Jasa

Dasar keberadaan organisasi yaitu produk atau jasa yang disajikan kepada masyarakat. Produk yang baik, merupakan kunci keberhasilan. Tapi, strategi produk yang kurang baik, dapat menghancurkan perusahaan. Misalnya: perusahaan fokus ke produk tertentu. Salah satu strategi produk adalah membangun kemampuan tertentu dalam kustomisasi keluarga produk atau jasa yang sudah ada. Strategi produk yang efektif menghubungkan keputusan produk dengan investasi, pangsa pasar, dan siklus hidup produk, dan menggambarkan luasnya lini produk. Tujuan dari keputusan produk yaitu untuk mengembangkan dan menerapkan sebuah strategi produk yang dapat memenuhi permintaan pasar dengan keunggulan bersaing. Fokus dari keuggulan bersaing: pembedaan, biaya rendah, dan atau respon cepat. Dalam memahami lebih lengkapnya materi desain produk dan jasa, kita ulas terlebih dahulu mengenai pengertian, tujuan, sirklus, serta analisis dari desain produk dan jasa.

Pemilihan Produk dan Jasa

Pemilihan produk dimaksudkan sebagai proses memilih produk/jasa untuk dapat disajikan kepada pelanggan atau klien.

Contoh:

  1. Rumah sakit melakukan spesialisasi pada berbagai jenis pasien dan prosedur kesehatan, seperti: rumah sakit bersalin.
  2. Toyota yang memberikan respon cepat terhadap pelanggan, yaitu dengan memberikan proses desain mobil tercepat dalam industri otomotif (dibawah 2 tahun).
Sirklus Hidup Produk / P L C

Product Life Cycle (PLC) yang menggambarkan lahirnya suatu produk baru sampai pada kematian suatu produk yang dikatakan sudah lama. Secara sederhana, konsep ini menyatakan bahwa hampir semua produk baru yang ditawarkan kepada masyarakat akan menjalani suatu siklus kehidupan yang terdiri atas empat tahap dalam periode waktu terbatas. Tiap tahap dalam PLC, membuka kesempatan-kesempatan baru dan menimbulkan masalah-masalah baru bagi manajemen produksi. Bila diketahui kedudukan produk dalam siklus kehidupannya, maka dapat dirumuskan rencana perbaikan desain dan pengembangan produk yang lebih baik.

Ada empat fase hidup produk yaitu:

  1. Fase Perkenalan
  2. Fase Pertumbuhan
  3. Fase Kematangan
  4. Fase Penurunan

Setiap fase memiliki strategi yang sesuai atau  sejalan dengan perubahan produk yang masuk pada fase  siklus hidup produk.

Analisis Produk Berdasarkan Nilai

Merupakan urutan produk dari yang tertinggi ke yang terendah akan kontribusi $ mereka pada perusahaan dan juga kontribusi $ tahunan total. Laporan produk berdasarkan nilai membuat manajemen dapat mengevaluasi strategi yang mungkin untuk setiap produk.

Bagaimana materi selengkapnya mengenai Desain Produk dan Jasa?? Silahkan di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Desain Produk dan Jasa

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Strategi Manajemen Operasional

Strategi Operasi

Operasi bisnis seharusnya tidak hanya sebagai tempat untuk menghasilkan barang dan jasa perusahaan, tetapi juga harus memberikan kekuatan kompetitif pada suatu bisnis. Berbicara mengenai pandangan global strategi operasi, maka disini kami membahas ada enam alasan mengapa operasi bisnis domestik beralih ke operasi bisnis Internasional, faktornya antara lain: Mengurangi biaya (upah, pajak, dll), Memperbaiki rantai pasokan, Menghasilkan pelayanan dan produk yang lebih baik, Memahami pasar, Belajar untuk memperbaiki operasi, Mendapatkan dan mempertahankan bakat global. Selanjutnya kami membahas terlebih dahulu mengenai pengertian, keputusan strategi Manajemen Operasi, strategi perusahaan.

Pengertian Strategi Operasi

Pengertian strategi operasi adalah suatu visi fungsi operasi yang menetapkan keseluruhan arah atau daya dorong untuk pengambilan keputusan. Bertambahnya pengenalan mengenai operasi sangat membantu perusahaan dalam mencapai suautu posisi kompetitif di pasar. Operasi seharusnya tidak hanya sebagai tempat untuk menghasilkan barang dan jasa perusahaan, tetapi juga harus memberikan kekuatan kompetitif pada suatu bisnis.

Pandangan Global Mengenai Operasi

Berbicara mengenai pandangan global operasi, maka disini kami membahas ada enam alasan mengapa operasi bisnis domestik beralih ke operasi bisnis Internasional, faktornya antara lain:

  • Mengurangi biaya (upah, pajak)
  • Memperbaiki rantai pasokan
  • Menghasilkan pelayanan dan produk yang lebih baik
  • Memahami pasar
  • Belajar untuk memperbaiki operasi
  • Mendapatkan dan mempertahankan bakat global
Keputusan Strategi MO

Strategi operasi merupakan salah satu penjabaran dari strategi bisnis atau korporasi sehingga kategori keputusan dapat diambil secara cepat dan konsisten. Dengan demikian strategi operasi akan memberikan arah untuk mengambil keputusan hubungan antara strategi bisnis/korporasi dan strategi operasi. Keputusan dari strategi MO, antara lain:

  1. Perancangan barang dan jasa.
  2. Kualitas.
  3. Perancangan proses dan kapasitas.
  4. Pemilihan Lokasi.
  5. Perancangan Tata Letak.
  6. Sumber Daya manusia dan rancangan pekerjaan.
  7. Manajemen Rantai Pasokan.
  8. Persediaan.
  9. Penjadwalan.
Strategi Perusahaan

Service Strategy adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan jasa dengan penekanan pada proses /pelayanan, meliputi :

  • Standardized Service Strategy: strategi yang dilakukan pada proses yang menyediakan pelayanan dengan jenis variasi pelayanan sedikit dengan pelayanan volume tinggi. Misal: jasa expedisi
  • Assemble to Order Strategy: strategi pelayanan yang meliputi proses keseluruhan dan proses dilakukan untuk menyediakan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Misal: celluler phone, internet access, dll
  • Customized Services Strategy: strategi pelayanan yag didisegn untuk memberikan pelayanan secara individu. Misal: proses pelayanan kesehatan

Manufacturing Strategy adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur, meliputi:

  • Make to Stock Strategy: strategi dengan membuat produk untuk persediaan. Biasanya perusahaan menggunakan pendekatan mass production.
  • Assemble to Order Strategy: strategi dengan merangkai produk sesuai dengan pesanan. Peneananya pada mass cutomizations yaitu memenuhi apa yang diminta oleh konsumen, dan membutuhkan relatif sedikit komponen jika konsumen malukan pemesanan ulang.
  • Make to Order Strategy: strategi yang dilakukan perusahaan dalam membuat produk dengan sedikit volumepelayanan yag didisegn untuk memberikan pelayanan secara individu. Misal: proses pelayanan kesehatan.

Tertarik untuk mempelajari lebih dalam? Untuk materi selengkapnya mengenai Manajemen Operasi, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Strategi Operasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Pengambilan Risiko

Pengambilan risiko merupakan prinsip yang wajar dalam merealisasikan potensi sendiri sebagai wirausaha. Para wirausaha pada umumnya menyukai pengambilan risiko usaha karena ingin berhasil di dalam mengelola usaha atau bisnisnya. Pengambilan risiko dalam hidup melibatkan suatu kendala akan peristiwa-peristiwa yang terjadi, perhatian akan masa depan dan keinginan hidup di masa sekarang. Agar kita memahami sebuah pegambilan resiko,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, karakteristik, serta motivasi dari pengambilan resiko.

Pengambilan Risiko

Risiko adalah sesuatu yang selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan yang tidak terduga dan tidak diharapkan.
Pendapat lain mengatakan bahwa risiko adalah kegagalan atau ketidakberhasilan dalam menangkap peluang usaha. Bentuk risiko usaha itu dapat berupa kerugian financial dan pengalaman buruk. Dari risiko usaha ini seorang wirausahawan dapat memperbaiki diri dengan cara belajar lagi dengan cara-cara baru, gigih, ulet dan kerja keras agar dapat meraih keberhasilan. Sedangkan karakteristik risiko itu sendiri:
1. Risiko adalah sesuatu ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa.
2.   Risiko adalah ketidakpastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian.

Hasil yang dicapai dari suatu kegiatan jarang sekali dapat diramalkan dengan hasil yang sempurna. Pada umumnya terjadi penyimpangan, biarpun kecil. Risiko selalu terjadi bila keputusan yang diambil menggunakan criteria peluang (decision under risk) atau criteria ketidakpastian (decision under uncertainly). Pada umumnya untuk risiko menghitung dipakai nilai yang diperkirakan (expected value) atau angka penyimpangan (variance). Bagi seorang wirausaha, menghadapi risiko adalah tantangan karena mengambil risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi karyawan. Pengambilan risiko adalah hal yang hakiki dan wajar dalam merealisasi potensi diri sebagai wirausaha. Pengambilan risiko dalam hidup melibatkan suatu kesadaran akan peristiwa-peristiwa yang terjadi, perhatian untuk masa depan dan keinginan hidup di masa sekarang. Sebagai seorang wirausaha harus sadar bahwa pertumbuhan usaha di masa yang akan datang merupakan hasil keuntungan peluang usaha masa sekarang dan dalam pengambilan risiko untuk mencapai tujuan usaha atau bisnis. Jika dalam berwirausaha tidak bersedia mengambil risiko, maka mereka tidak akan pernah dapat mewujudkan bakat berwirausaha dan semangat kewirausahaan.

Motivasi Mengambil Resiko
  • Keinginan untuk mendapatkan tingkat pengembalian/keuntungan yang sepadan dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan.
  • Keterpaksaan akibat dari kondisi yang menyertainya (kepepet)

 

Bagaimana ulasan selanjutnya mengenai Pengambilan Resiko? Silahkan di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Pengambilan Risiko

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

 

Pelatihan Manajemen Pemasaran & Bisnis

Pemasaran: Membangun Hubungan Pelanggan (Bagian 1)


Dapatkan Slideshare disini:
PPT Pemasaran: Membangun Hubungan Pelanggan (Bagian 1)

Untuk sukses dalam bisnis dewasa ini, pengusaha harus bisa membangun hubungan yang baik dengan konsumen. Manajer harus bisa memuaskan pelanggan dengan layanan produk atau jasa diberikan. Pastinya kita sebagai pebisnis tidak ingin pelanggan kita beralih ke produk lainnya. Perusahaan yang berhasil pada saat ini, baik perusahaan besar atau kecil, laba atau nirlaba, domestik atau global, memiliki budaya “fokus pelanggan” yang kuat dan memiliki komitmen besar terhadap kegiatan pemasaran. Tujuan pemasaran adalah membangun dan menata hubungan pelanggan yang menguntungkan.

Pemasaran berusaha menarik pelanggan baru dengan menjanjikan nilai unggul dan untuk mempertahankan dan menumbuhkan pelanggan yang ada dengan memberikan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Sekali lagi, agar berhasil, perusahaan harus sangat fokus pada pasar.

Definisi Pemasaran

Pemasaran adalah proses di mana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat untuk menangkap kembali nilai dari pelanggan

Konsep Pemasaran Filosofi Bisnis, terdiri dari:
  1. Orientasi Pelanggan
  2. Orientasi Jasa
  3. Orientasi Laba
  4. Hubungan pelanggan

 Era Hubungan Pelanggan, di tahun 1990-an dan awal tahun 2000 an, para manajer mengembangkan konsep pemasaran dengan menggunakann konsep manajemen hubungan pelanggan.

Produk adalah barang fisik, jasa atau ide yang memuaskan keinginan atau kebutuhan plus apapun yang akan meningkatkan produk dimata konsumen, seperti merk.

Uji Pemasaran adalah proses pengujian produk diantara pengguna potensial

Tahapan Kegiatan Pemasaran meliputi:
  1. Menemukan peluang
  2. Melakukan penelitian
  3. Mengidentifikasikan pasar sasaran
  4. Merancang sebuah produk untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan pada penelitian
  5. Melakukan pengujian produk
  6. Menentukan nama merk, merancang kemasan, dan menentukan harga
  7. Memilih system distribusi
  8. Merancang program promosional
  9. Membangun hubungan dengan pelanggan
Dua Pasar Yang Berbeda
  • Pasar konsumen, adalah terdiri atas semua individu atau rumah tangga yang menginginkan barang dan jasa untuk konsumsi atau penggunaan pribadi dan memiliki sumber untuk membelinya.
  • Pasar bisnis ke bisnis, adalah terdiri atas semua individu dan organisasi yang menginginkan barang dan jasa untuk penggunaan dalam memproduksi barang dan jasa lain atau untuk penjualan, penyewaan, atau pemasokan barang kepada orang lain.

Untuk materi selengkapnya, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

Dapatkan Slideshare disini:
PPT Pemasaran: Membangun Hubungan Pelanggan (Bagian 1)

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training


Hubungi Customer Service untuk informasi :
Pelatihan (In-house Training) “Marketing Management”

Kata kunci untuk penelusuran: pelatihan marketing untuk karyawan, training sales & marketing, pelatihan pengembangan sdm pemasaran, pelatihan digital marketing, training marketing online, pelatihan pemasaran produk, pelatihan strategi pemasaran, materi training marketing powerpoint, materi ppt, bahan power point, sdm indonesia.

Memulai Sebuah Usaha Baru

 

Dalam memulai suatu usaha begitu banyak hal yang perlu diperhatikan, selain skill dan keberanian juga dibutuhkan kesiapan menghadapi hal – hal yang tidak di inginkan kedepannya. Apakah usaha yang kita bangun ini akan sukses atau mengalami kehancuran ? Perlu kesiapan dan keberanian yang besar untuk memulai suatu usaha. Adapun langkah – langkah yang paling utama dalam memulai suatu usaha yaitu mencari tahu barang atau usaha apa yang dibutuhkan oleh konsumen, kepada siapa kita menjual produk atau usaha tersebut, mencari sumber daya misalnya tenaga ahli, modal, tekhnologi dan manajemennya. Dalam memahami sebuah peran menjadi seorang wirausaha yang memulai usaha baru,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian dan langkah-langkah dari memulai sebuah usaha baru dari seorang wirausaha.

Langkah-langkah Memulai Usaha Baru
  1. Mengenali peluang usaha: Pengalaman hidup, Hubungan sosial
  2. Optimalisasi Potensi diri
  3. Fokus dalam bidang usaha

Dalam memulai sebuah usaha atau inovasi dilakukan untuk terfokus dimulai dari yang kecil berdasarkan sumberdaya yang kita  miliki.

  1. Berani memulai

Dunia kewirausahaan adalah dunia ketidakpastian sementara informasi yang dimiliki oleh yang akan memulai usaha sedikit. Oleh karenanya, ‘sedikit agak gila’  (overconfidence) dan berani mengambil resiko adalah sangat perlu dilakukan.

Dalam memulai sebuah usaha, langkah awal yang harus kita lakukan adalah mengenali peluang usaha. dengan adanya peluang ini barulah kita akan mentyetarakan dengan potensi yang kita miliki agar kita bisa  menentukan usaha apa yang bakal kita jalani.

Setelah menentuka usaha yang kita jalani, kita harus fokus pada bidang yang telah kita tentukan tersebut dan tidak plin plan agar usaha berjalan sukses. Dan hal selanjutnya adalah berani memulai usaha tersebut, bukan hanya difikirkan saja  tapi harus direalisasikan.

Dalam memulai usaha ini kita bisa melakukan berbagai cara, diantaranya mendirikan sendiri, membeli perusahaan lain atau kerjasama dengan orang lain dalam melakukan perintisan usaha. Dengan begitu kita akan berkembang menuju karir sebagai pengusaha yang berhasil.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Memulai Sebuah Usaha Baru, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Memulai Sebuah Usaha Baru

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Manajemen Rantai Pasokan

Tujuannya membangun sebuah rantai pasokan yang memusatkan perhatian untuk memaksimalkan nilai bagi pelanggan. Untuk menyediakan produk yang murah, berkualitas dan cepat, tidak cukup hanya dengan melakukan perbaikan di lingkungan internal perusahaan saja. Dibutuhkan peran serta supplier, perusahaan transportasi dan jaringan distributor. Kesadaran akan adanya produk yang murah, cepat dan berkualitas inilah yang melahirkan konsep baru tahun 1990-an yaitu Supply Chain Management (SCM). Dalam memahami manajemen rantai pasokan,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian,  tujuan  serta manfaat dari sebuah manajemen rantai pasokan.

Pengertian Manajemen Rantai Pasokan

Supply Chain Management (SCM) adalah suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total perusahaan dalam rantai suplai melalui optimalisasi waktu, lokasi dan aliran kuantitas bahan. Manufakturing, dalam penerapan supply chain management (SCM), perusahaan-perusahaan diharuskan mampu memenuhi kepuasan pelanggan, mengembangkan produk tepat waktu, mengeluarkan biaya yang rendah dalam bidang persediaan dan penyerahan produk, mengelola industri secara cermat dan fleksibel.

Supply Chain

Supply Chain adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir.

Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk supplier, pabrik, distributor, toko atau ritel, serta perusahaan pendukung seperti jasa logistik.

Supply Chain Management

SCM adalah rangkaian pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan pemasok, produsen, gudang dan toko secara efektif agar persediaan barang dapat diproduksi dan didistribusi pada jumlah yang tepat, ke lokasi yang tepat, dan pada waktu yang tepat sehingga biaya keseluruhan sistem dapat diminimalisir selagi berusaha memuaskan kebutuhan dan layanan (Simchi-Levi, dkk (2004)).

Manfaat SCM secara langsung

SCM secara fisik dapat mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan mengantarkannya kepada konsumen akhir. SCM berfungsi sebagai mediasi pasar, yaitu memastikan apa yang dipasok sesuai dengan aspirasi pelanggan.

Melalui pelaksanaan SCM, pemasaran dapat mengidentifikasi produk dengan karakteristik dan  atribut yang diharapkan konsumen, sehingga bisa dikomunikasikan kepada perancang produk.

 

Bagaimana ulasan selanjutnya mengenai Manajemen Rantai Pasokan? Silahkan unduh ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Rantai Pasokan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Pelatihan Mutu Layanan & ISO 9000

Memproduksi Barang dan Layanan Kelas Dunia


Dapatkan Slideshare Gratis:
>>>PPT Memproduksi Barang dan Layanan Kelas Dunia<<<

Berbagai macam sumber daya yang digunakan dalam produksi meliputi sumber daya manusia, bahan baku, dan sumber daya lainnya. Perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh empat kelompok utama karakteristik pembeli yaitu budaya, sosial, pribadi, dan psikologi. Masing-masing faktor ini memberikan perspektif yang berbeda tentang pemahaman cara kerja pembeli.

Untuk Menjadi lebih Kompetitif

Apa yang telah dilakukan oleh para manajer untuk mendapatkan kembali daya kompetitif? Pada umumnya mereka menekankan :

  • Berfokus pada pelanggan.
  • Mempertahankan hubungan erat dengan pemasok dan perusahaan lain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
  • Mempraktikkan pengembangan yang kontinu.
  • Berfokus pada kualitas.
  • Menghemat biaya melalui selekdi tempat.
  • Mengandalkan internet uuntuk menyatukan perusahaan-perusahaan.
  • Menggunakan tekhnik produksi yang baru.
DARI PRODUKSI KE MANAJEMEN OPERASI

Produksi (production) adalah pembuatan barang dan jasa yang sudah jadi dengan menggunakan faktor-faktor produksi: tanah, tenaga kerja, modal, kewirausahaan dan pengetahuan. Menurut sejarahnya, produksi telah dihubungkan dengan manufaktur, tetapi sifat bisnis telah berubah secara signifikan dalam kurang lebih 20 tahun terakhir.

Manajemen produksi (production management) merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan aktivitas yang dilakukan manajer untuk membanatu perusahaan mereka menghasilkan barang. Untuk mencerminkan perubahan dalam kepentingan dari manufaktur ke jasa, istilah produksi sering diganti oleh operasi untuk mencerminkan produksi barang dan jasa.

Manajemen operasi (operations management) adalah area khusus di dalam manajemen yang mengubah atau mentrasformasi sumber daya (termasuk manusia) menjadi barang dan jasa.

Manajemen operasi di sektor jasa

Sebagian dari kita telah dikondisikan untuk memikirkan manajemen operasi dalam sektor manufaktur. Manajemen operasi di sektor jasa menyangkut dalam menciptakan pengalaman yang bagus bagi mereka yang menggunakan layanan ini.

 PROSES PRODUKSI

Produsi menambahkan nilai, atau kegunaan, pada bahan atau proses. Form utility adalah nilai yang ditambahkan dengan pembuatan produk dan jasa yang sudah jadi, seperti nilai yang sudah ditambahkan dengan penggunaan silicon dan pembuatan chip computer atau penggabungan layanan untuk menciptakan paket liburan. Form utility juga dapat muncul di tingkat ritel. Ada beberapa proses berbeda yang digunakan pemanufaktur untuk menghasilkan barang.

  • Manufaktur proses (proses manufacturing) adalah bagian proses produksi yang secara fisik atau kimiawi mengubah bahan.
  • Proses perakitan (assemblt process) adalah bagian proses produksi yngmenyatukan komponoen-komponen.
  • Proses yang berkelanjutan (proses produksi dimana produksi yang lama berjalan dan menghasilkan barang jadi berkali-kali.
  • Proses sebentar-sebentar (intermitten process) proses proksi dimana jumlah produksi sedikit dan mesin sering diubah untuk membuat produk-produk yang berbeda.

 

Manufaktur yang Fleksibel, Ramping & Customization
  • Manufaktur yang fleksibel (flexible manufacturing) melibatkan mendesain mesin untuk melakukan banyak tugas , sehingga mesin tersebut bisa menghasilkan beragam produk.
  • Manufaktur yang ramping (lean manufacturing) adalah produksi barang dengan menggunakan segala sumber yang lebih sedikit keetimbang produksi massa; usaha manusia yang lebih sedikit, ruang manufaktur yang lebih sedikit, investasi yang lebih sedikit dalam peralatan, dan lebih sedikit waktu perencanaan untuk mengembangkan produk baru.
  • Menyesuaikan Massa berarti membuat produk yang unik atau memberikan layanan tertentu untuk individu tertentu. Meskipun dulu ini tampak tidak mungkin, penyesuaian massa (mass customization) yang berarti menyesuaikan produk untuk memenuhi kebutuhan banyak pelanggan individual, sekarang dipraktekkan dimana-mana.

Untuk materi selengkapnya mengenai proses produksi barang dan layanan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

Dapatkan Slideshare Gratis:
>>>PPT Memproduksi Barang dan Layanan Kelas Dunia<<<

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training


Hubungi Customer Service kami untuk informasi:
Pelatihan (In-house Training) Pengembangan Sistem Manufaktur dan ISO 9000

Kata kunci untuk penelusuran: manajemen produksi, manajemen operasional, pelatihan ISO 9000, Pelatihan lean organization, training organisasi kelas dunia, pelatihan program 5 R / 5S, pelayanan prima, sistem produksi, sistem manufaktur, power point, sdm indonesia

Memilih PT, CV, UD atau Koperasi

Memilih Bentuk Kepemilikan Usaha


Dapatkan Slideshare Gratis:

>>>PPT Memilih Bentuk Kepemilikan Usaha<<<

Untuk mengawali sebuah bisnis, seorang entrepreneur perlu mengenal berbagai bentuk kepemilikan usaha. Masing-masing bentuk kepemilikan usaha ini, mempunyai kelebihan dan kelemahan, untuk itu  penting untuk mengetahui plus-minus masing-masing bentuk kepemilikan tersebut.

Bentuk Bisnis
  • Perusahaan Perseorangan (Proprietorship)
  • Perusahaan Kemitraan/ Partnership (Firma, CV)
  • Korporasi/corporation
Definisi Bisnis

Menurut Skinner, bisnis adalah pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat. Dalam menjalankan bisnis, seseorang perlu menentukan bentuk kepemilikan bisnisnya.

Faktor-Faktor Kepemilikan Bisnis

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih bentuk perusahaan atau bentuk kepemilikan bisnis yang akan didirikan, antara lain:

  1. Jumlah modal yang dimiliki maupun yang diperlukan untuk memulai usaha.
  2. Kemungkinan penambahan modal yang diperlukan.
  3. Metode dan luasnya pengawasan terhadap perusahaan.
  4. Rencana pembagian laba.
  5. Rencana penentuan tanggung jawab.
  6. Besar kecilnya resiko yang harus dihadapi.
  7. Bentuk kepemimpinan.
  8. Tanggung jawab terhadap utang-piutang perusahaan.
Bentuk-Bentuk Kepemilikan Bisnis

Usaha yang tidak berbentuk badan hukum yaitu:

  1. Badan usaha perseorangan.
  2. Persekutuan firma.
  3. Persekutuan komanditer

Bentuk kepemilikan bisnis antara lain:

  1. Perusahaan perseorangan
  2. Firma
  3. CV
Perusahaan Perseorangan

Perusahaan perseorangan merupakan suatu bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh seorang individu atau dimiliki orang seorang saja. Orang tersebut menjalankan usahanya untuk mendapat keuntungan dari bisnisnya.

Pemimpin dalam perusahaan ini  merupakan pemilik dan mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas. Contoh perusahaan perseorangan: usaha bengkel, pertokoan, bioskop, karaoke dan sebagainya.

Kebaikannya:

1)        Mudah untuk memulai.

2)        Adanya kebebasan dan fleksibilitas.

3)        Pemilik memiliki laba.

4)        Kerahasiaan usaha relative lebih terjamin.

5)        Mudah untuk membubarkan.

Kelemahannya:

1)        Tanggung jawab pemilik tidak terbatas.

2)        Keterbatasan dalam kemampuan managerial.

3)        Keterbatasan sumber keuangan.

4)        Kurang stabil.

5)        Menyita banyak waktu.

6)      Kesulitan dalam menyewa dan mempertahankan pekerja yang baik.

Firma

Bentuk bisnis firma merupakan suatu persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan nama bersama. Tanggung jawab masing- masing anggota firma tidak terbatas, sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi bersama. Firma didirikan dengan akte notaris, yang didaftarkan pada panitera pengadilan setempat dan diumumkan dalam Berita Negara.

Permodalan berasal dari pemilik dengan suatu jumlah yang diatur bersama dan kemungkinan hanya ada yang memasukan keahlian kedalam firma. Untuk anggota yang hanya memasukan keahlian, bagian labanya sama dengan anggota yang menyetor modal paling kecil.

Untuk materi selengkapnya mengenai bentuk-bentuk kepemilikan usaha, bisa di download ppt pada link di bawah ini:


Dapatkan Slideshare Gratis:

>>>PPT Memilih Bentuk Kepemilikan Usaha<<<

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training


Hubungi Customer Service kami untuk informasi:

Pelatihan (In-house Training) Memahami U.U. Pendirian Badan Usaha

Kata kunci untuk penelusuran: memilih bentuk kepemilikan usaha, membuat perseroaan terbatas PT, membuat firma, badan usaha koperasi, badan usaha dagang UD, kelebihan dan kelemahan perseroan terbatas, pelatihan pembuatan badan usaha, training pendirian PT, in house training memilih badan usaha, indonesia sumber daya manusia