• +62-8123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Belajar Mudah dengan Power Point

Persediaan

Persediaan adalah unsur yang paling aktif dalam opperasi perusahaan yang dilakukan secara terus menerus di produksi. Dalam laporan keuangan, persediaan merupakan hal yang sangat penting karena baik laporan Rugi/Laba maupun Neraca tidak akan dapat disusun tanpa mengetahui nilai persediaan. Kesalahan dalam penilaian persediaan akan langsung berakibat kesalahan dalam laporan Rugi/Laba maupun neraca. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Persediaan.

Karakteristik Persediaan
  • Untuk dijual dalam kegiatan usaha normal
  • Dalam proses produksi untuk kemudian dijual
  • Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa

Pengukuran

Nilai persediaan diukur pada nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan yaitu biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lainnya untuk membawa persediaan ke kondisi sekarang. Nilai realisasi bersih yaitu harga jual dikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual.

Biaya Persediaan
  • Biaya Pembelian, yaitu meliputi harga beli, bea impor, pajak, biaya angkut, dan biaya lain yang dapat diatribusikan secara langsung. Tidak termasuk: diskon dagang dan beban keuangan
  • Biaya Konversi, yaitu tenaga kerja langsung, alokasi beban overhead tetap – berdasarkan kapasitas produksi normal atau produksi aktual jika produksi di atas kapasitas normal, dan overhead yang tidak teralokasi diakui sebagai beban periode berjalan.

Tidak Termasuk Biaya Persediaan

Yang tidak termasuk biaya persediaan yaitu:

  • Bahan tidak terpakai, tenaga kerja dan biaya produksi lainnya yang tidak normal.
  • Biaya penyimpanan, kecuali biaya yang diperlukan dalam proses produksi sebelum tahap produksi selanjutnya.
  • Overhead administratif yang tidak berkontribusi untuk membuat persediaan ke kondisi dan lokasi sekarang.
  • Beban penjualan

Pengungkapan
  • Kebijakan akuntansi untuk mengukur persediaan.
  • Nilai tercatat persediaan untuk masing-masing kelompok persediaan.
  • Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban periode berjalan.
  • Penurunan nilai persediaan dan pemulihannya.
  • Jumlah tercatat persediaan yang diagunkan.

Penilaian Lower of Cost or Market

Lower of Cost or Market merupakan penilaian persediaan yang membandingkan mana yang lebih rendah antara Harga Pokok atau Harga Pasar. Nilai Pasar adalah biaya penggantian untuk mendapatkan barang sejenis pada tanggal persedian. Penerepkan metode nilai pasar atau biaya lebih rendah dapat ditentukan dari salah satu tiga cara :

  1. Setiap barang dalam persediaan .
  2. Kelas atau kategori utama dalam persediaan.
  3. Persediaan secara keseluruhan.

Mengestimasi Biaya Persediaan

Untuk mengetahui jumlah persediaan ketika catatan tidak ada dan perhitungan fisik tidak praktis. Maka biaya persediaan harus diperkirakan  menggunakan:

  • Metode persediaan ritel : berdasarkan hubungan biaya barang tersedia untuk dijual terhadap harga retil yang sama.
  • Metode laba kotor : menggunakan laba kotor dalam periode tertentu untuk memperkirakan persediaan pada akhir periode.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Persediaan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Persediaan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Akuntansi Perusahaan Manufaktur – Metode Fisik

Seperti pada perusahaan jasa dan perusahaan dagang, dalam siklus akuntansi perusahaan manufaktur juga terdiri dari beberapa proses, dimulai dengan adanya transaksi kemudian dilakukan pencatatan pada jurnal dan selanjutnya dilaporkan pada laporan keuangan. Pada tahap penyelesaian ini terdiri dari beberapa proses yang harus dilakukan dan ada perbedaan dengan perusahaan jasa dan perusahaan dagang. Pada kesempatan kali ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan informasi mengenai Akuntansi Perusahaan Manufaktur – Metode Fisik.

Metode Fisik/ Periodik

Jika perusahaan menerapkan sistem periodik, nilai saldo akhir persediaan di Neraca ditentukan dengan cara melakukan penghitungan fisik persediaan yang lumrah dikenal dengan istilah “stock opname” sederhananya; di akhir periode, fisik barang bersediaan (bahan baku, bahan penolong, barang dalam proses dan barang jadi) dihitung jumlahnya. Jumlah fisik barang lalu dikalikan dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) satuan barang.

Perusahaan yang menggunakan sistem periodik, nilai persediaan yang digunakan (dan terjual)—untuk dibebankan sebagai “Harga Pokok Penjualan”, dihitung dengan cara menjumlahkan saldo awal persediaan dengan total pembeliaan (atau persediaan masuk) lalu dikurangi dengan saldo akhir persediaan yang diperoleh melalui penghitungan fisik.

 

Jurnal-Jurnal yang Diperukan
  • Transaksi Pembelian

(D) Pembelian

(K) Kas/Hutang

  • Mencatat Retur Pembelian

(D) Hutang/Kas

(K) Retur pembelian

  • Mencatat Pembayaran Hutang

(D) Hutang

(K) Kas

(K) Potongan Pembelian

  • Mencatat Biaya Transportasi/ Biaya Angkut

(D) Biaya transportasi

(K) Kas

  • Mencatat Biaya Gaji

(D) Biaya Gaji dan upah

(K) Kas

  • Mencatat Biaya Asuransi dan Biaya Utilitas

(D) Biaya asuransi

(D) Biaya utilitas

(K) Kas

 

Jurnal Penyesuaian
  • Depresiasi Aset Tetap

(D) Depresiasi Aset Tetap

(K) Akumulasi Depresiasi Aset Tetap

Alokasi:

(D) Depresiasi bangunan pabrik

(D) Depresiasi bangunan toko

(D) Depresiasi bangunan kantor

(K) Depresiasi Aset tetap

  • Gaji dan Upah

(D) Tenaga kerja langsung

(D) Gaji pengawas pabrik

(D) Gaji pegawai kantor

(K) Gaji dan upah

  • Biaya Utilitas

(D) Biaya utilitas pabrik

(D) Biaya utilitas kantor

(D) Biaya utilitas toko

(K) Biaya utilitas

  • Biaya Asuransi

(D) Biaya asuransi pabrik

(D) Biaya asuransi toko

(K) Biaya asuransi

 

Jurnal Penutup
  • (D) Biaya Overhead Pabrik

(K) Biaya asuransi pabrik

(K) Biaya gaji pengawas pabrik

(K) Biaya depresiasi bangunan Pabrik

(K) Biaya utilitas pabrik

(K) Biaya mesin pabrik

(K) Biaya macam-macam pabrik

  • (D) Persediaan BDP

(K) Biaya overhead pabrik

  • (D) Persediaan barang jadi

(K) Persediaan BDP

  • (D) Laba rugi

(K) Persediaan brg jadi

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Akuntansi Perusahaan Manufaktur – Metode Fisik, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Akuntansi Perusahaan Manufaktur – Metode Fisik

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Jurnal Khusus

Untuk melakukan pencatatan jurnal dapat dilakukan melalui jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal khusus ini akan mempermudah kita karena setiap transaksi dicatat pada jurnal yang berbeda, sehingga ketika kita mencari transaksi tertentu kita langsung mencarinya pada jenis jurnal yang sesuai. Jurnal khusus ini terdiri dari berbagai macam. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Jurnal Khusus.

Pengertian Jurnal Khusus 

Jurnal khusus merupakan ayat jurnal yang disusun untuk mencatat transaksi perusahaan yang meliputi pembelian, penjualan, penerimaan kas dan pengeluaran kas. Transaksi tersebut terjadi secara rutin, sering dan berulang selama satu periode akuntansi sehingga pencatatan transaksi pada perusahaan dagang dilakukan di jurnal khusus. Untuk transaksi yang jarang terjadi tetap dicatat di dalam jurnal umum, misalnya transaksi pengembalian barang dagang (retur).

Manfaat Jurnal Khusus
  1. Memungkinkan pembagian pekerjaan. Jurnal umum mencatat semua transaksi pada satu jurnal sehingga cukup sulit dalam membagi pekerjaan secara baik. Pada jurnal khusus pembagian pekerjaan ini bisa dilakukan dengan baik karena terdapat beberapa jurnal yang sesuai dengan jenis transaksinya. Jadi, bagi perusahaan yang besar dapat menugaskan  satu orang khusus untuk menangani satu jurnal. Hal ini akan mendorong hasil yang baik karena adanya spesialisasi dalam penanganan suatu pekerjaan.
  1. Memudahkan posting ke akun buku besar. Manfaat kedua adalah lebih praktis dan mudahnya melakukan posting ke dalam buku besar.
  1. Memungkinkan pengendalian internal yang lebih baik. Dengan adanya spesialisasi pencatatan, pengendalian internal akan lebih baik dalam menangani satu atau dua jurnal khusus. Dibandingkan dengan satu orang yang menangani lebih dari satu bahkan untuk semua jurnal.
Jenis-Jenis Jurnal Khusus

Setiap perusahaan bisa merancang dan menyediakan jurnal khusus sesuai dengan kebutuhannya, jadi kemungkinannya terdapat perbedaan pada setiap perusahaan dalam menyusun bentuk jurnal khusus kecuali pada perusahaan yang sejenis. Jurnal khusus terdapat beberapa jenis, diantaranya:

  • J. Pembelian adalah jurnal khusus yang fungsinya untuk mencatat transaksi-transaksi pembelian barang dagang ataupun barang lainnya yang sistem pembayarannya dilakukan secara kredit.
  • J. Penjualan adalah jurnal khusus yang fungsinya untuk mencatat transaksi penjualan barang atau secara kredit.
  • J. penerimaan kas adalah buku harian khusus yang fungsinya untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas dari hasil penjualan secara tunai baik berupa kas ataupun cek. Buku ini sering juga disebut sebagai buku kas masuk.
  • J. pembayaran kas adalah buku harian khusus yang fungsinya untuk mencatat semua transaksi pembayaran hutang, pembayaran beban dsb secara tunai, baik menggunakan cek ataupun kas. Jurnal ini sering disebut dengan buku kas keluar.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Jurnal Khusus, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Jurnal Khusus

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Jurnal, Buku Besar, dan Neraca Saldo

Setelah melakukan analisis transaksi, maka langkah selanjutnya akan dilakukan penjurnalan. Jurnal sangan penting karena merupakan catatan atas transaksi yang terjadi di suatu perusahaan. Setelah dilakukan penjurnalan, maka angka yang ada di jurnal akan dimasukkan ke dalam buku besar masing-masing akun dan setelah direkap akan muncul saldo yang akan dimasukkan ke dalam neraca saldo. Berikut ini Kami dari tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Jurnal, Buku Besar, dan Neraca Saldo.

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
  1. Transaksi
  2. Pencatatan. Tahap pencatatan terdiri dari:
  • Pembuatan / penerimaan bukti transaksi
  • Penggolongan dan Pencatatan dalam Buku Harian/Jurnal (Journalizing)
  • Pemindahbukuan dari buku harian ke perkiraan/account di Buku Besar (Posting)
  1. Pengikhtisaran dan Pelaporan. Tahap ini terdiri dari:
  • Pembuatan Neraca Saldo
  • Jurnal Penyesuaian dan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
  • Penyusunan Laporan Keuangan
  • Jurnal Penutup
  • Neraca Saldo Penutup dan Jurnal Balik
Alur Transaksi Bisnis
  1. Transaksi diotorisasi
  2. Transaksi terjadi
  3. Dokumen disiapkan
  4. Ayat jurnal dicatat di jurnal
  5. Ayat jurnal diposting ke buku besar
Sistem untuk Menganalisis Transaksi
  1. Tentukan apakah akun aset, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, atau beban terpengaruh oleh suatu transaksi.
  2. Untuk setiap akun yang terpengaruh oleh suatu transaksi, tentukan apakah akun tersebut mengalami kenaikan atau penurunan.
  3. Tentukan apakah kenaikan atau penurunan yang terjadi dalam suatu transaksi dicatat sebagai debit atau kredit.
Contoh Transaksi dan Jurnal

Transaksi:

Des. 1  NetSolutions membayar premi sebesar $2.400 untuk polis asuransi komprehensif yang mencakup periode waktu dua tahun.

Des. 1  NetSolutions membayar sewa untuk bulan Desember sebesar $800.

Des. 1  NetSolutions menerima pendapatan sewa sebesar $360 untuk sewa selama tiga bulan mulai tanggal 1 Desember .

Des. 4  NetSolutions membeli peralatan kantor secara kredit dari Executive Supply Co. sebesar $1.800.

Des. 11 NetSolutions membayar kreditor sebesar $400.

Des. 16 NetSolutions menerima pendapatan jasa sebesar $3,100 secara tunai untuk jasa selama dua minggu pertama di bulan Desember.

Des. 16 Pendapatan jasa secara kredit selama paruh pertama bulan Desember adalah sebesar $1.750.

Des. 21 NetSolutions menerima $650 dari pelanggannya sebagai pelunasan utang mereka.

Des. 31 Chris Clark menarik kas sebesar $2.000 untuk kepentingan pribadi.

 

Jurnal:

Des 1   (D) Asuransi Dibayar di Muka 2.400 (K) Kas 2.400

Des 1   (D) Beban Sewa  800  (K) Kas 800

Des 1   (D) Kas 360 (K) Sewa Diterima di muka 360

Des 4   (D) Peralatan Kantor 1.800 (K) Utang usaha 1.800

Des 11 (D) Utang usaha 400 (K) Kas 400

Des 16 (D) Kas 3.100 (K) Pendapatan Jasa 3.100

Des 16 (D) Piutang usaha 1.750 (K) Pendapatan jasa 1.750

Des 21 (D) Kas 650 (K) Piutang Usaha 650

Des 31 (D) Penarikan Chris Clark 2.000 (K) Kas 2.000

 Trial Balance/ Neraca Saldo
  • Pengikhtisaran saldo semua akun di buku besar.
  • Penulisan urut kelompok akun: aset, kewajiban/utang, modal, penarikan prive, pendapatan dan biaya.
  • Total kolom debit dan kredit pada neraca saldo harus sama.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Jurnal, Buku Besar, dan Neraca Saldo, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Jurnal, Buku Besar, dan Neraca Saldo

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Penyelesaian Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Seperti pada perusahaan jasa, dalam siklus akuntansi perusahaan dagang juga terdiri dari beberapa proses, dimulai dengan adanya transaksi kemudian dilakukan pencatatan pada jurnal dan selanjutnya dilaporkan pada laporan keuangan. Pada tahap penyelesaian ini terdiri dari beberapa proses yang harus dilakukan dan ada perbedaan dengan perusahaan jasa. Pada kesempatan kali ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan informasi mengenai Penyelesaian Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang.

Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Pencatatan persediaan barang dagang dapat dilakukan dengan dua sistem pencatatan sebagai berikut:

  1. Sistem Persediaan Periodik (Physical Inventory System).

Pada sistem persediaan periodik, catatan persediaan sepanjang periode akuntansi tidak memperhatikan jumlah persediaan barang dagang untuk dijual dan jumlah barang dagang yang telah terjual. Meskipun demikian, perhitungan fisik atas sisa persediaan dilakukan pada akhir periode akuntansi. Perhitungan fisik ini sering disebut pula dengan istilah stock opname. Perhitungan persediaan secara fisik digunakan untuk menentukan harga pokok (cost) dari sisa persediaan barang dagang pada akhir periode dan harga pokok penjualan selama periode bersangkutan.

  1. Sistem Persediaan Perpetual (Perpetual Inventory System).

Pada sistem persediaan perpetual, setiap pembelian dan penjualan barang dagang dicatat pada akun persediaan. Sistem pencatatan ini dengan demikian mengakibatkan jumlah persediaan barang dagang untuk dijual dan jumlah barang dagang yang telah terjual secara terus menerus akan tercantum dalam catatan persediaan.

 

Penyesuaian Persediaan Menggunakan Pendekatan Harga Pokok Penjualan

Perhitungan harga pokok penjualan (HPP) melibatkan akun-akun persediaan barang dagang awal dan akhir, pembelian, retur pembelian dan pengurangan harga, serta potongan pembelian. Jika persediaan barang dagang disesuaikan menggunakan pendekatan harga pokok penjualan maka seluruh akun tersebut akan ikut terlibat. Menurut pendekatan ini, seluruh akun tersebut akan dipindahkan ke akun harga pokok penjualan, sehingga kita dapat memperoleh saldo akun harga pokok penjualan pada akhir periode. Persediaan barang dagang menggunakan pendekatan harga pokok penjualan disesuaikan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Persediaan barang dagang awal.

Dr. Harga pokok penjualan     XXX

Cr. Persediaan                                                XXX

  1. Pembelian barang dagang.

Dr. Harga pokok penjualan     XXX

Cr. Pembelian                                                 XXX

  1. Retur pembelian dan pengurangan harga.

Dr. Retur pembelian               XXX

Cr. Harga pokok penjualan                 XXX

  1. Beban angkut pembelian.

Dr. Harga pokok penjualan     XXX

Cr. Beban angkut pembelian              XXX

  1. Potongan pembelian.

Dr. Potongan pembelian         XXX

Cr. Harga pokok penjualan                 XXX

  1. Persediaan barang dagang akhir.

Dr. Persediaan                        XXX

Cr. Harga pokok penjualan                 XXX

 

Penyesuaian Persediaan Menggunakan Pendekatan Ikhtisar Laba Rugi

Pada akhir periode akuntansi, jumlah persediaan barang dagang awal disesuaikan menjadi persediaan barang dagang akhir menggunakan akun ikhtisar laba rugi (termasuk akun nominal) sebagai perantara. Hal ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Memindahkan saldo akun persediaan barang dagang awal ke akun ikhtisar laba rugi.

Dr. Ikhtisar laba rugi   XXX

Cr. Persediaan                                    XXX

  1. Memunculkan saldo akun persediaan barang dagang akhir.

Dr. Persediaan                        XXX

Cr. Ikhtisar laba rugi               XXX

 

Jurnal Penutup
  1. Menutup rekening pendapatan

Jurnal Penutup :

Dr. Penjualan                          XXX

Dr.Pendapatan lainnya           XXX

Cr. Retur Penjualan                            XXX

Cr. Potongan Penjualan                      XXX

Cr. Ikhtisar Laba-Rugi                         XXX

  1. Menutup Rekening Harga Pokok Penjualan dan Semua Rekening Biaya

Jurnal Penutup :

Dr. Ikhtisar Rugi-Laba             XXX

Cr. Harga Pokok Penjualan                 XXX

Cr. Biaya …..                                        XXX

Cr. Biaya …..                                        XXX

  1. Menutup Laba atau Rugi Dengan Memindahkan Ke Rekening Modal Pemilik

Jurnal Penutup  (Laba) :

Dr. Ikhtisar Rugi-Laba             XXX

Cr. Modal Pemilik                               XXX

Jurnal Penutup  (Rugi) :

Dr. Modal Pemilik                   XXX

Cr. Ikhtisar Rugi-Laba                         XXX

  1. Menutup Rekening Prive Dengan Memindahkan Saldo Rekening Prive Ke Rekening Modal

Jurnal Penutup :

Dr. Modal Pemilik                   XXX

Cr. Prive                                              XXX

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Penyelesaian Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Penyelesaian Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Akuntansi Perusahaan Dagang

Seperti yang kita ketahui pada pembahasan pada bagian Pengenalan Akuntansi dan Bisnis bahwa terdapat beberapa jenis perusahaan. Perbedaan jenis perusahaan juga berbeda pula akuntansi yang diterapkan. Hal ini sangat penting untuk dipahami oleh seorang akuntan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Akuntansi Perusahaan Dagang.

Karakteristik Perusahaan

Perusahaan Jasa:

Pendapatan Jasa                     $XXX

Beban Operasi                        –XXX

Laba Bersih                             $XXX

 

Perusahaan Dagang:

Penjualan                                $XXX

Harga Pokok Penjualan           –XXX

Laba Kotor                               $XXX

Beban Operasi                        –XXX

Laba Bersih                             $XXX

 

Metode Periodik vs Metode Perpetual
  1. Metode Periodik
  • Suatu metode untuk menentukan harga pokok barang yang dijual dan nilai persediaan barang dagangan.
  • Dalam metode ini, catatan persediaan tidak menunjukkan nilai barang dagangan yang tersedia untuk dijual dan nilai barang dagangan yang terjual selama periode tersebut.
  1. Metode Perpetual
  • Dalam metode ini, setiap pembelian dan penjualan barang dagangan dicatat dalam akun Persediaan dan akun Harga Pokok Penjualan.
  • Nilai barang dagangan tersedia untuk dijual dan nilai barang dagangan yang dijual secara kontinu disajikan di catatan persediaan.

 

Perhitungan Harga Pokok Barang yang Dibeli

Pembelian                                                        XXXX

Retur & pot. Pembelian          XXXX

Diskon pembelian                   XXXX                (XXXX)

Pembelian bersih                                                                    XXXX

Ditambah transportasi masuk                                                XXXX

Harga pokok barang dibeli                                              XXXX

 

Perhitungan Harga Pokok Penjualan

Persediaan barang dagangan, 1/1/07                        XXXX

Pembelian                                                       XXXX

Dikurangi:

Retur & pot. Pembelian          XXXX

Diskon pembelian                   XXXX    (XXXX)

Pembelian bersih                                            XXXX

Ditambah transportasi masuk                        XXXX

Harga pokok barang dibeli                             XXXX

Barang dagangan tersedia untuk dijual                     XXXX

Dikurangi persediaan, 31/12/07                                (XXXX)

Harga pokok penjualan                                            XXXX

 

FOB Shipping Point vs FOB Destination Point
  1. FOB Shipping Point: Pembeli membayar ongkos angkut dan mendebit Persediaan Barang Dagang. Hak kepemilikan beralih ke pembeli pada titik pengiriman.
  2. FOB Destination Point: Penjual membayar ongkos angkut dan mendebit Biaya Pengiriman. Hak kepemilikan beralih ke pembeli ketika barang tiba di tempat tujuan.

 

Perbedaan Pencatatat Metode Periodik vs Metode Perpetual
  1. Pembelian

Periodik

(D) Pembelian                   XXXX

(K) Kas/Hutang                 XXXX

Perpetual

(D) Persediaan                  XXXX

(K) Kas/Hutang                 XXXX

  1. Retur dan Potongan Pembelian

Periodik

(D) Hutang                       XXXX

(K) Retur/Pot. Pemb         XXXX

Perpetual

(D) Hutang                       XXXX

(K) Persediaan                  XXXX

  1. Biaya Angkut

Periodik

(D) Biaya Angkut               XXXX

(K) Kas                               XXXX

Perpetual

(D) Persediaan                  XXXX

(K) Kas                               XXXX

  1. Pembayaran

Periodik

(D) Hutang                        XXXX

(K) Kas                               XXXX

(K) Pot. pembelian            XXXX

Perpetual

(D) Hutang                        XXXX

(K) Kas                               XXXX

(K) Persediaan                  XXXX

  1. Penjualan

Periodik

(D) Kas/ Piutang                XXXX

(K) Penjualan                     XXXX

Perpetual

(D) Kas/ Piutang                XXXX

(K) Penjualan                     XXXX

(D) HPP                              XXXX

(K) Persediaan                   XXXX

  1. Retur dan Potongan Penjualan

Periodik

(D) Retur penjualan          XXXX

(K) Piutang                        XXXX

Perpetual

(D) Retur penjualan          XXXX

(K) Piutang                        XXXX

(D) Persediaan                  XXXX

(K) HPP                             XXXX

  1. Pelunasan/ Penerimaan Kas

Periodik

(D) Kas                               XXXX

(D) Pot Penjualan              XXXX

(K) Piutang                        XXXX

Perpetual

(D) Kas                               XXXX

(D) Pot Penjualan              XXXX

(K) Piutang                        XXXX

 

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Akuntansi Perusahaan Dagang, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Akuntansi Perusahaan Dagang

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Koreksi Kesalahan dan Jurnal Penyesuaian

Dalam melakukan penjurnalan dapat dimungkinkan seorang akuntan mengalami kesalahan. Ketika terjadi kesalahan dalam menjurnal maka akan berakibat pada laporan keuangan yang tidak reliabel, sehingga kesalahan jurnal tersebut perlu dilakukan koreksi. Selain itu, pada akhir periode saldo dari akun-akun tertentu tidak menunjukkan saldo yang sebenarnya sehingga perlu untuk dilakukan penyesuaian. Berikut ini tim SDM Indonesia akan menguraikan materi tentang Koreksi Kesalahan dan Jurnal Penyesuaian.

Kesalahan

Kesalahan yang tidak menyebabkan neraca saldo menjadi tidak seimbang:

  • Kegagalan untuk mencatat atau memposting suatu transaksi.
  • Pencatatan jumlah yang salah baik di sisi debit maupun di sisi kredit.
  • Pencatatan transaksi yang sama lebih dari satu kali.
  • Memposting transaksi dengan benar sebagai debit atau kredit tapi ke akun yang salah.

 

Koreksi Kesalahan
  1. Ayat jurnal tidak benar tetapi tidak diposting. . Prosedur koreksinya yaitu coret kesalahan tersebut dan cantumkan judul atau jumlah yang benar.
  2. Ayat jurnal sudah benar tetapi diposting secara keliru. Prosedur koreksinya yaitu coret kesalahan tersebut dan lakukan posting yang benar.
  3. Ayat jurnal tidak benar dan sudah diposting. Prosedur koreksinya yaitu buat dan posting jurnal koreksi.

 

Konsep Penandingan
  1. Akuntansi dasar Kas (Cash Basis)

Pada dasar kas (cash basis) untuk konsep periode akuntansi, pendapatan dan beban dilaporkan dalam laporan laba rugi pada periode di mana kas diterima atau dibayar.

 

  1. Akuntansi dasar Akrual (Accrual Basis)

Pada dasar akrual (accrual basis) untuk konsep periode akuntansi, pendapatan dan beban dilaporkan dalam laporan laba rugi pada periode di mana pendapatan tersebut dihasilkan atau beban tersebut terjadi. Dasar akrual untuk akuntansi:

  • Pendapatan dilaporkan ketika dihasilkan
  • Beban dilaporkan ketika terjadi
  • Benar-benar menandingkan pendapatan dengan beban dalam menentukan laba bersih
  • Membutuhkan ayat jurnal penyesuaian di akhir periode

 

Jurnal Penyesuaian
  1. Beban yang Ditangguhkan (Beban Dibayar di Muka)

Ilustrasi:

Akun perlengkapan menunjukkan saldo sebesar $2.000. Sebagian dari perlengkapan ini telah digunakan. Pada tanggal 31 Desember, perhitungan fisik menunjukkan bahwa perlengkapan yang tersisa adalah sebesar $760.

Jurnal Penyesuaian:

(D) Beban Perlengkapan                           1.240

(K) Perlengkapan                                      1.240

  1. Pendapatan yang Ditangguhkan (Pendapatan Diterima di Muka)

Ilustrasi:

Sewa selama tiga bulan sebesar $360 diterima pada tanggal 1 Desember.  Pada tanggal 31 Desember, hanya $120 yang dapat dibukukan sebagai pendapatan.

Jurnal Penyesuaian:

(D) Sewa diterima di muka                       120

(K) Pendapatan sewa                                120

  1. Beban Akrual

Ilustrasi:

Pada akhir bulan Desember, utang upah jumlahnya adalah $250. Saat ini, Beban Upah dilaporkan terlalu rendah dan tidak ada kewajiban yang dilaporkan untuk upah ini.

Jurnal Penyesuaian:

(D) Beban Upah                                        250

(K) Utang Upah                                         250

  1. Pendapatan Akrual

Ilustrasi:

NetSolutions menyediakan jasa senilai $500 selama bulan Desember untuk mana pelanggan belum ditagih.

Jurnal Penyesuaian:

(D) Piutang Usaha                                                 500

(K) Pendapatan jasa                                             500

  1. Aset Tetap

Ilustrasi:

NetSolutions mengestimasikan penyusutan untuk peralatan kantor sebesar $50 untuk bulan Desember.

Jurnal Penyesuaian:

(D) Beban Penyusutan                                          50

(K) Akm. Peny. Peralatan kantor                          50

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Koreksi Kesalahan dan Jurnal Penyesuaian, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Koreksi Kesalahan dan Jurnal Penyesuaian

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Analisis Transaksi

Dalam akuntansi, setiap transaksi keuangan yang terjadi harus dicatat dalam jurnal dan selanjutnya dilaporkan dalam laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Untuk melakukan pencatatan perlu diketahui jenis transaksi dan akun-akun yang harus digunakan. Berikut ini tim SDM Indonesia akan sedikit memberikan penjelasan mengenai Analisis Transaksi.

Akun, Buku Besar, dan Bagan Akun

Sistem Akuntansi didesain untuk menggambarkan kenaikan dan penurunan masing-masing item laporan keuangan sebagai catatan yang terpisah. Catatan ini disebut Akun (Account). Setiap item dalam laporan keuangan, yang disebut akun, dimasukkan ke dalam buku besar (ledger). Daftar akun dalam buku besar disebut bagan akun (Chart of Account). Sekelompok akun untuk suatu entitas bisnis disebut buku besar (ledger).

Klasifikasi Akun
  1. Aset. Aset merupakan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Contoh: Kas, Piutang Usaha, Perlengkapan, Bangunan, dll.
  1. Liabilitas. Liabilitas merupakan utang kepada pihak luar (kreditor). Contoh: Utang Usaha, Wesel Bayar, Utang Gaji.
  1. Ekuitas. Ekuitas adalah hak pemilik atas aset perusahaan. Contoh: Modal Chris Clark dan  Penarikan Chris Clark.
  1. Pendapatan. Pendapatan adalah kenaikan ekuitas pemilik sebagai hasil dari menjual jasa atau produk. Contoh: Pendapatan Jasa dan Pendapatan Komisi.
  1. Beban. Beban adalah penggunaan aset atau jasa untuk menghasilkan pendapatan. Contoh: Beban Sewa, Beban Gaji, Beban Utilitas, dll
Akuntansi dengan Jurnal Berpasangan

Akuntansi dengan jurnal berpasangan didasarkan pada konsep yang sederhana: setiap pihak dalam suatu transaksi bisnis akan menerima sesuatu dan memberikan sesuatu sebagai imbalannya. Dalam istilah pembukuan, apa yang diterima adalah debit dan apa yang diberikan adalah kredit. Akun T mencerminkan timbangan atau neraca. Luca Pacioli adalah sang penemu akuntansi dengan jurnal berpasangan.

Akun T memiliki sisi Debit dan sisi Kredit. Sisi kiri dari akun adalah sisi debit. Sisi kanan dari akun adalah sisi kredit.

Cara Menyeimbangkan Akun T:

  1. Pertama, jumlahkan sisi debit.
  2. Kemudian, jumlahkan sisi kredit.
  3. Kurangkan total kredit dari total debit untuk mendapatkan saldo akun.
Aturan Saldo dari Akun-Akun Neraca

                                                                           Debit                           Kredit

Akun aset                                                        Kenaikan  (+)               Penurunan (-)

Akun kewajiban                                               Penurunan (-)              Kenaikan (+)

Akun ekuitas pemilik (modal)                         Penurunan (-)              Kenaikan (+)

 

Aturan Saldo dari Akun-Akun Laba Rugi

                                                                          Debit                           Kredit

Akun pendapatan                                            Penurunan (-)              Kenaikan (+)

Akun beban                                                     Kenaikan (+)                Penurunan (-)

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Analisis Transaksi, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Analisis Transaksi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Pengenalan Akuntansi dan Bisnis

Dalam dunia perekonomian tidak terlepas dengan keberadaan suatu bisnis. Setiap orang dapat menciptakan bisnis masing-masing. Dalam membuat sebuah bisnis tentunya harus menentukan jenis usaha dan bidang dari bisnis tersebut. Saat menjalankan bisnis tentunya tidak terlepas dari akuntansi untuk mencatat transaksi dalam bisnis tersebut. Berikut ini tim SDM Indonesia akan memberikan uraian mengenai Pengenalan Akuntansi dan Bisnis.

Jenis-Jenis Perusahaan
  1. Perusahaan Jasa, yaitu suatu jenis usaha yang hanya menyediakan jasa (layanan) untuk pelanggan. Contoh: Disney, Garuda Indonesia, Marriott Hotels, Citibank, Telkomsel.
  2. Perusahaan Dagang yaitu suatu jenis usaha yang melakukan pembelian dan penjualan barang dagangan. Contoh: Carrefour, Kidz Station, Electronic City, Lands End, Amazon.com.
  3. Perusahaan Manufaktur yaitu suatu jenis usaha yang melakukan pengolahan terhadap bahan baku sampai dengan bahan tersebut menjadi barang jadi. Contoh: Honda, Intel, Boeing, Nike, Coca-Cola, Sony.
Jenis-Jenis Organisasi Perusahaan
  1. Perusahaan Perseorangan: perusahaan yang dimiliki oleh perorangan.
  1. Persekutuan: perusahaan yang dimiliki oleh dua atau lebih individu.
  1. Korporasi: perusahaan yang dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah, sebagai badan hukum yang terpisah.
Strategi Bisnis

Adalah serangkaian rencana dan tindakan terintegrasi yang didesain bagi perusahaan sebagai sarana untuk memperoleh keuntungan melebihi pesaingnya sekaligus untuk memaksimalkan laba; terdiri atas:

  1. Strategi biaya rendah

Berdasarkan strategi biaya rendah, suatu perusahaan mendesain dan menghasilkan produk atau jasa dengan kualitas yang diterima konsumen pada biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan para pesaingnya. Contoh: Lion Air dan Air Mineral Vit.

  1. Strategi diferensiasi

Berdasarkan strategi diferensiasi, sebuah perusahaan mendesain dan menghasilkan produk atau jasa yang memiliki kekhususan atau karakteristik yang unik sedemikian rupa sehingga konsumen bersedia membayar harga yang lebih tinggi dibandingkan harga yang umum. Contoh: Desainer  Biyan dan Electrolux.

Akuntansi dan Profesi Akuntansi

Accounting (Akuntansi) merupakan suatu sistem informasi yang menyediakan laporan untuk pemangku kepentingan (stakeholder) mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.

Terdapat 2 profesi akuntansi, yaitu:

  1. Akuntan yang bekerja pada perusahaan bisnis atau organisasi nirlaba disebut sebagai akuntan swasta.
  2. Profesi akuntan dan stafnya yang memberikan jasa akuntansi berdasarkan honor disebut sebagai akuntan publik.
Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum
  1. Entitas Usaha
  1. Biaya
  1. Objektivitas
  1. Unit Pengukuran

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Pengenalan Akuntansi dan Bisnis, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Pengenalan Akuntansi dan Bisnis

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Akuntansi Manufaktur Metode Perpetual

Akuntansi Perusahaan Manufaktur – Metode Perpetual


Dapatkan Slideshare disini:
PPT Akuntansi Perusahaan Manufaktur – Metode Perpetual

Bagaimana praktek Metode Perpetual dalam Akuntansi Perusahaan Manufaktur?

Jika yang diterapkan adalah sistem perpetual, perusahan tidak perlu melakukan penghitungan fisik untuk menentukan nilai saldo akhir persediaan, karena setiap transaksi terkait dengan persediaan—baik kenaikan maupun penurunan—telah dicatat melalui penjurnalan. Meskipun demikian, penghitungan fisik tetap dilakukan untuk kemudian dibandingkan dengan saldo akhir yang ditunjukan oleh buku persediaan. Jika terjadi perbedaan antara saldo akhir hasil penghitungan fisik dengan saldo akhir yang ditunjukan oleh buku persediaan, maka dibuatkan rekonsiliasi persediaan dengan memasukan jurnal penyesuaian persediaan (inventory adjustment entry).

Dengan sistem perpetual, perusahaan tidak perlu lagi membuat perhitungan seperti pada sistem periodik karena penggunaan persediaan langsung diakui setiap kali ada penjualan dengan mendebit akun “Harga Pokok Penjualan” dan mengkredit “Persediaan” di sisi lainnya.

Sistem Pencatatan Biaya
  1. Job order cost systemPencatatan Biaya dilakukan untuk tiap pekerjaan
  1. Process cost systemPencatatan biayanya diakumulasikan untuk tiap departemen atau proses  dalam pabrik
Sistem Pengendalian Persediaan

Dalam sistem Perpetual, perubahan jumlah persediaan dimonitor setiap saat. Rekening yang digunakan pada sistem perpetual :

  1. Persediaan
  2. Harga Pokok Penjualan
Jurnal-Jurnal yang Diperlukan
  • Pembelian Bahan Baku

(D) Persediaan Bahan Baku

(K) Kas/ Utang

  • Penggunaan Bahan Baku

(D) Barang dalam proses

(K) Persediaan Bahan Baku

  • Mencatat Biaya tenaga kerja

(D) Barang dalam proses

(K) Utang Gaji

  • Pembebanan Overhead pabrik

(D) Barang dalam proses

(K) Overhead pabrik

Akuntansi Overhead
  • Penggunaan BOP aktual dapat menyesatkan manajemen dalam pengambilan keputusan
  • Biaya aktual berfluktuasi tiap bulan
  • Saat terjadinya BOP tidak bersamaan dengan saat penyerapan biaya oleh produk sehingga metode perpetual tidak dapat dilaksanakan
  • Digunakan normal cost system untuk BOP yaitu BOP ditaksir untuk tahun ke depan berdasar pengalaman sebelumnya

Perusahaan tidak dapat menunggu sampai akhir periode dalam menentukan harga produk, sehingga BOP harus diestimasi dengan rumus:

Tarif overhead = (Total Biaya Overhead yang dianggarkan/ Dasar aktivitas yang dianggarkan)

An activity base (dasar pengukuran) yang dipilih relevan untuk BOP dan dapat diukur.  Beberapa pengukuran yang mungkin dipakai :

  1. Volume produksi
  2. Jam mesin
  3. Jam tenaga kerja
  4. Bahan baku
  5. Tenaga Kerja Langsung

Untuk materi selengkapnya mengenai metode perpetual, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

Dapatkan Free Slideshare:
 >>>PPT Akuntansi Perusahaan Manufaktur – Metode Perpetual <<<

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training


Hubungi Customer Service untuk informasi :
Pelatihan (In-house Training) “Pengelolaan sistem Akuntansi Perusahaan”

Kata kunci untuk penelusuran: pelatihan akuntansi perusahaan, training akuntansi biaya, training akuntansi dasar, pelatihan akuntansi dan perpajakan, pelatihan akuntansi keuangan, kursus akuntansi, pelatihan akuntansi dasar dan lanjutan, pelatihan akuntansi manajemen, materi ppt, bahan power point, sdm indonesia.