• 08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Monthly Archive June 2021

Mengenal Perilaku dan Psikologi Kelompok

Mengenal Perilaku & Psikologi Kelompok

“Mengenal Perilaku & Psikologi Kelompok”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Instagram: SDM Indonesia

Dalam mengelola organisasi, tentu saja manajer dihadapkan pada persoalan bagaimana mengelola kelompok. Kelompok yang efektif akan dapat membangun sinergi yang positif pula. Pada artikel kali ini akan diuraikan bagaimana mengenal perilaku dan psikologi kelompok dan mengarahkan menjadi kelompok yang produktif.

Pengertian Kelompok
  • Robbins & Judge,1 (2008:356) kelompok didefinisikan sebagai dua atau lebih individu yang  berinteraksi, dan saling bergantung untuk mencapai tujuan-tujuan
  • Luthans (2006:514) definisi komprehensif menyatakan bahwa jika ada sebuah kelompok  di dalam organisasi maka anggotanya:
    1. Termotivasi untuk bergabung
    2. Merasa bahwa kelompok adalah tempat untuk saling berinteraksi dan sebuah kesatuan unit
    3. Memiliki berbagai kontribusi dalam proses organisasi (yaitu, beberapa orang memiliki kontribusi dalam hal waktu atau energi lebih dari yang lainnya)
    4. Memiliki berbagai pendapat yang disetujui maupun tidak disetujui melalui berbagai bentuk interaksi

Unduh Slide Perilaku Kelompok (PPT):

PPT Perilaku Kelompok


Syarat-syarat Terbentuknya Kelompok
  • Setiap anggota termotivasi untuk bergabung karena sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan
  • Ada hubungan timbal balik (interaksi) antara anggota yang satu dengan anggota yang lain.
  • Ada faktor yang dimiliki bersama sebagai pengikat, seperti: tugas, atasan, nasib, hobi dan sebagainya sehingga hubungan antar mereka menjadi erat
  • Berstruktur dan berproses
Motivasi Bergabung Dalam Kelompok
  • Teori Kedekatan. Individu berafiliasi satu sama lain karena kedekatan jarak geogragafis.
  • Teori formasi kelompok. Teori ini terdiri dari tiga elemen yaitu: aktivitas, interaksi, dan perasaan.
    • Semakin banyak aktivitas bersama, semakin tinggi interaksi dan semakin kuat perasaan seseorang (disukai atau tidak disukai)
    • Semakin tinggi interaksi, semakin banyak aktivitas bersama, dan semakin kuat perasaannya,
    • Semakin kuat perasaan seseorang thd orang lain, semakin banyak aktivitas dan interaksi bersama.
  • Teori keseimbangan. Orang saling tertarik karena mereka memiliki sikap  yg sama terhadap obyek relevan dan tujuan.
    • Individu X akan berkelompok dengan individu Y karena persamaan sikap dan nilai (agama, poltik, gaya hidup, pekerjaan)
    • Ketika hubungan terbentuk mereka berjuang mempertahankan keseimbangan antara atraksi dan kesamaan sikap.
    • Jika terjadi ketidakseimbangan, dilakukan usaha untuk memper-baikinya. Jika tidak dapat diperbaiki, hubungan akan berakhir.
    • Kedekatan dan interaksi ikut berperan dalam teori keseimbangan

Baca juga: Rahasia dibalik keberhasilan sebuah Tim Kerja

Kelompok Formal Dan Kelompok  Informal

Kelompok Formal, kelompok yang diciptakan oleh keputusan manajerial untuk mencapai tujuan organisasi.

  • Kelompok Komando, kelompok yang tersusun atas seorang manajer dan bawahan-bawahan langsungnya.
  • Kelompok Tugas, kelompok yang bekerjasama untuk menyelesaikan tugas tertentu, yang dapat melintasi hubungan komando.

Kelompok Informal,  kelompok yang muncul dan berkembang secara alamiah yang bekerja karena kebutuhan sosial.

  • Kelompok Kepentingan, mereka yang bekerja sama untuk mencapai sasaran khusus yang menjadi kepedulian dari setiap anggota kelompok.
  • Kelompok Persahabatan, mereka yang bergabung bersama karena mereka berbagi satu atau lebih karakteristik, misalnya umur, jenis keyakinan politik, hoby, etnik.

Untuk materi selengkapnya mengenai Perilaku Kelompok, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian, semoga uraian singkat tentang Mengenal Perilaku & Psikologi Kelompok dapat bermanfaat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ


Explore: Training & Development

SDMIndonesia.com

Membangun Motivasi Kerja Karyawan

Membangun Motivasi Kerja Karyawan

“Membangun Motivasi Kerja Karyawan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Manager yang berhasil adalah yang mampu menggerakkan bawahannya, agar mampu memberikan yang terbaik bagi organisasi. Dengan membangun teknik motivasi yang tepat, akan mempercepat mencapai tujuan organisasi yang sudah ditentukan sebelumnya.

Pendekatan teori motivasi tersebut, tentu akan sangat berguna bagi segala jenis organisasi. Organisasi profit maupun non profit. Organisasi skala besar maupun UMKM. Organisasi pemerintah atau swasta. Semua jenis organisasi memerlukan SDM yang kompeten dan memiliki semangat, motivasi kerja yang tinggi.

Berikut slideshare Power Point (PDF) tentang berbagai teknik motivasi dalam organisasi.

_________________________________

Power Point (PDF):

PPT Motivasi

Follow Instagram: SDM Unggul Indonesia Maju

_________________________________

Point-point penting terkait motivasi kerja dalam organisasi sbb:

Pengertian Motivasi
  • Motif: Dorongan dari dalam jiwa
  • Motivasi: Segala sesuatu yang menjadi pendorong untuk bertindak atau melakukan sesuatu
  • Motivator: Objek yang menjadi dorongan untuk melakukan sesuatu
Pembagian Teori Motivasi
TEORI ISI (Content Theory)
  1. Teori Hirarki Kebutuhan (A. Maslow)
  2. Teori E-R-G /Exitency-Related-Growth( Clayton Alderfer)
  3. Teori Tiga Motif Sosial (D. McClelland)
  4. Teori Dua Faktor (Frederick Herzberg)
TEORI PROSES ( Process Theory)
  1. Equity Theory/keadilan (S. Adams)
  2. Expectancy Theory/pengharapan ( Victor Vroom)
  3. Goal Setting Theory/penentuan tujuan (Edwin Locke)
  4. Reinforcement Theory/penguatan ( B.F. Skinner)
Teori Isi: Hierarchy of Needs Theory (Abraham Maslow;1935)

Kebutuhan Manusia:

  • Physiological / Kebutuhan dasar
  • Safety & Security/ Kebutuhan rasa aman
  • Social (Belongingness & Love)/ Kebutuhan cinta & rasa kepemilikan
  • Esteem/ Kebutuhan penghargaan
  • Self Actualization/ Aktualisasi diri
Teori Isi: ERG Theory (Clayton Alderfer)
  1. E (Existence)/ Eksistensi
  2. R (Relatedness)/ Hubungan
  3. G (Growth)/ Perkembangan
Teori isi: Trichotomy of Needs/tiga motif sosial (David McClelland)
  1. Achievement Motive  (nAch): Motif untuk berprestasi
  2. Affiliation Motive (nAff): Motif untuk bersahabat.
  3. Power Motive (nPow): Motif untuk berkuasa
Goal Setting Theory/Teori Penentuan Sasaran (Edwin Locke)
  • Kuat lemahnya tingkah laku manusia ditentukan oleh sifat tujuan yang hendak dicapai.
  • Kecenderungan manusia untuk berjuang lebih keras mencapai suatu tujuan, apabila tujuan itu jelas, dipahami dan bermanfaat.
  • Makin kabur atau makin sulit dipahami suatu tujuan, akan makin besar keenganan untuk bertingkah laku.
Reinforcement Theory/Penguatan (Thorndike & B.F.Skinner)
  • Teori ini didasarkan atas “hukum pengaruh”
  • Tingkah laku dengan konsekuensi positif cenderung untuk diulang, sementara tingkah laku dengan konsekuensi negatif cenderung untuk tidak diulang.
Implikasi Bagi Manajer
  • Recognize Individual Differences/ individu yg berbeda
  • Match People to Jobs/ berikan pekerjaan yg tepat
  • Use Goals/ penggunaan sasaran
  • Ensure that goals are perceived as attainable/ tujuan yg dirasakan dpt tercapai
  • Individualized Rewards/ penghargaan individu
  • Link Rewards to Performance/ hubungan pekerjaan dengan kinerja
  • Check the System for Equity/ evaluasi sistem keadilan
  • Don’t Ignore Money/ jangan menilai dengan uang

Baca juga: Memotivasi Karyawan Dan Membangun Tim Yang Mandiri

Bagaimana ulasan selanjutnya? Silahkan download ppt pada link diatas!

Demikian uraian point-point teori tentang Membangun Motivasi Kerja Karyawan, semoga bermanfaat, dan salam hormat.

________________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training