• 08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Daily Archive June 9, 2021

Training Need Analysis untuk SDM Unggul Indonesia

Training Need Analysis

“Pentingnya Training Need Analysis dalam Organisasi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam suatu organisasi (perusahaan) kebutuhan akan pelatihan akan dapat diketahui apabila dalam suatu organisasi mengalami masalah ketimpangan (problem) yang dapat mempengaruhi operasi serta kinerja organisasi.

___________________________________

Power Point (PPT):

Optimalisasi Training Need Analysis

Instagram: SDM Indonesia

___________________________________

Pelaksanaan Training

Suatu kegiatan investasi untuk mewujudkan SDM yang mapan dari segi pemikiran, sikap, dan keterampilan. Sehingga upaya training harus tepat pada sasaran kebutuhan sebuah perusahaan.

Training Need Analysis (TNA)

Proses analisa yang di lakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang harus di perbaiki ataupun ditingkatkan didalam perusahaan agar dapat meningkatakan kinerja karyawan.

Tujuan TNA
  1. Dapat meningkatkan kompetensi dalam peningatan produktivitas kerja
  2. Dasar dalam penyusunan materi training
  3. Sesuai dengan kebutuhan perusahaan
  4. Mengidentifikasi jenis pelatihan yang akan dibutuhkan
  5. Dasar penyusunan anggaran training

Dalam menyusun TNA, terdapat beberapa pendekatan analisis yang harus diperhatikan, pendekatan tersebut meliputi:

  • Analisis Organisasi
  • Analisis Individu
  • Analisis Kompetensi Kerja
  • Analisis Konten
  • Analisis Performa
  • Analisis Kesesuaian Pelatihan
  • Analisis Biaya-Manfaat.
Menentukan Metode

Pelaksanaan TNA dapat direalisasikan dengan menggunakan metode-metode yang sesuai dengan kondisi perusahaan serta berasal dari sumber yang tepat.

Langkah TNA
  1. Analisis organisasi: Menentukan prioritas training yang sesuai dengan tujuan bisnis bersama anggota tim.
  2. Analisis tugas: Pemecahan tugas secara sistematis untuk menghasilkan daftar tugas yang harus dilakukan.
  3. Analisis individu: Memahami karakteristik orang-orang yang akan berpartisispasi dalam training.
Peserta Training

Penentuan peserta merupakan hal yang sangat krusial karena peserta akan sangat menentukan format pelatihan dalam pemilihan trainer yang tepat agar proses pembelajaran dapat sesuai dengan sasaran.

Dukungan dan Komitmen

Komitmen dari para manager atau supervisor untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi para peserta pelatihan untuk dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam pelatihan sehingga perusahaan dapat memperoleh feedback berupa peningkatan kinerja karyawan.

Suasana Kondusif di Perusahaan
  • Menempatkan pegawai pada jabatan yang sesuai dengan kompetensinya
  • Memberikan feedback kinerja keryawan secara berkala
  • Mendengarkan keluhan serta permasalahan yang sedang di hadapi oleh karyawan
  • Memberikan reward bagi pekerja berkinerja baik.
Biaya

Investasi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan ketika memutuskan program pelatihan karyawan untuk meningkatkan kinerja, meningkatkan produktifitas dan efisiensi perusahaan.

Demikian poin-poin singkat terkait materi Training Need Analysis, untuk lebih jelas, silahkan di unduh slide ppt diatas.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Explore: Training & Development

sdmindonesia.com

SDM Indonesia & Employee Engagement

Keterlibatan Karyawan Employee Engagement

“Keterlibatan Karyawan atau Employee Engagement

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kosa kata employee engagement pertama kali diperkenalkan oleh Kahn (1990), beliau menyatakan bahwa employee engagement sebagai keterikatan anggota organisasi dengan organisasi itu sendiri bukan hanya secara fisik & kognitif tetapi bahkan secara emosional dalam hal kinerjanya. Keterlibatan karyawan atau employee engagement adalah tingkat komitmen & antusiasme yang dimiliki para pegawai terhadap organisasi dan juga pekerjaan mereka sendiri.


Unduh File:

Employee Engagement

Instagram: SDM Indonesia


Employee Engagement merupakan bentuk fisik, kognitif, dan emosi yang penuh dan positif yang diberikan karyawan terhadap pekerjaan dan organisasi.

Tipe Karyawan
  1. Engaged: karyawan yang bekerja dengan passion dan menemukan hubungan yang erat dengan perusahaanya/organisasinya.
  2. Not engaged: karyawan yang mengahabiskan waktu tanpa memberikan passion atau energi dalam
  3. Actively disangaged: karyawan yang tidak hanya membenci pekerjaanya namun juga menutupi ketidak bahagiaannya.
Job Involvement

Pekerjaan yang menjadi identitas dari seorag karyawan secara psikologis yang terdiri dari aspek kogntif dan belief (aspek fisik dan emosi).

Faktor-faktor job involvement
  1. Aktif berpartisipasi dalam pekerjaanya
  2. Menunjukkan pekerjaannya sebagai yang utama
  3. Melihat pekerjaannya sebagai suatu yang penting bagi harga diri
Sikap kerja

Kumpulan perasaan, kepercayaan, dan pemikiran yang dipegang tentang bagaimana cara berperilaku mengenai pekerjaan dan organisasi.

Sikap pegawai
  • Sikap positif: optimis dan selalu berfikir kreatif.
  • Keterampilan intrapersonal: mampu mendengarkan dan memahami orang lain.
  • Sikap keterbukaan: mampu berbagi perasaan kepada orang lain (rekan kerja).
  • Menghargai rekan kerja: mampu menerima pendapat serta dapat beradaptasi dengan lingkungan maupun perubahan yang ada.
  • Kejujuran dan integritas: selalu menjunjung inggi kejujuran serta tidak melakukan kecurangan dalam hal apapun.
 Kepuasan kerja

Kebanggan tersendiri yang diperoleh dari hasil presensi mengenai seberapa baik (tepat dan cepat) pekerjaan yang telah dilakukan memberikan sebuah hal yang dinilai penting dan brguna bagi organisasi/ perusahaan.

 Komitmen

Sikap setia dan tanggung jawab yang ditunjukan oleh seseorang yang telah memutuskan untuk bergabung dalam suatu keanggotaan tertentu.

 Pilar dalam membangun komitmen
  • Rasa memilki
  • Rasa antusias
  • Kepercayaan manajemen
7 Key drivers membuat pekerja engagement

Setidaknya ada 7 key drives yang mendorong karyawan  atau pekerja untuk lebih engaged dengan  organisasi.

  1. Presepsi karyawan mengenai pentingnya pekerjaan mereka
  2. Kejelasan karyawan mengenai harapan atas pekerjaan
  3. Peningkatan karier
  4. Feedback dan dialog berkala dengan atasan
  5. Hubungan yang berkualitas antar rekan kerja
  6. Komunikasi yang efektif antar anggota organisasi
Tips Meningkatkan Keterlibatan Pegawai
  • Apresiasi Komitmen dan Waktu Para Pegawai
  • Beri Kesempatan Para Pegawai Belajar dan Beri Kesempatam untuk Pertumbuhan Pribadi
  • Bantu Para Pegawai Memahami Tujuan Organisasi

Demikian poin-poin singkat tentang Keterlibatan Karyawan (Employee Engagement), semoga bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Explore: Training & Development

sdmindonesia.com

Perencanaan Sumber Daya Manusia

Perencanaan Sumber Daya Manusia

“Perencanaan Sumber Daya Manusia”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Perencanaan sumber daya manusia adalah sebuah proses sistematis yang digunakan untuk memperkirakan/ mengantisipasi permintaan/kebutuhan adanya tenaga kerja dan mengevaluasi ukuran, sifat dan sumber-sumber pasokan yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan tersebut.


Unduh PPT:

PPT Perencanaan Sumber Daya Manusia

Instagram: SDM Indonesia


Tujuan perencanaan SDM adalah untuk memastikan bahwa sejumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan dalam jumlah tertentu, memenuhi persyaratan, dan telah tersedia pada suatu kurun tertentu.

Perencanaan SDM yang baik

Terdapat beberapa syarat untuk membuat sebuah perencanaan SDM yang baik, yakni:

  1. Harus mengetahui secara jelas masalah yang direncanakannya.
  2. Harus mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM dalam organisasi tersebut secara lengkap.
  3. Mempunyai pengalaman luas tentang analisis pekerjaan (job analysis), kondisi organisasi, dan persediaan SDM.
  4. Harus mampu membaca situasi SDM saat ini dan masa mendatang.
  5. Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.
  6. Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan pemerintah, khususnya yang menyangkut tenaga kerja
Mengapa perencanaan SDM?
  • Dari segi kepentingan individu : Untuk mengetahui rencana ketenagakerjaan agar dapat mengembangkan karier.
  • Dari segi kepentingan Organisasi : Membantu manajemen untuk memberdayakan SDM yang ada, sehingga organisasi mampu meningkatkan efisiensi dan produktifitasnya.
  • Dari segi kedudukan sebuah rencana : Rencana membimbing ke arah kesuksesan. Memungkinkan organisasi melakukan penyesuaian dengan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi. Mengharuskan manajemen untuk menetapkan tujuan yang hendak dicapai. Untuk melakukan pengawasan yang efektif.
Langkah-Langkah Perencanaan SDM

Untuk sebuah perencanaan SDM yang baik, diperlukan tahapan-tahapan:

  1. Mampu menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM.
  2. Mengumpulkan data dan informasi yang lengkap mengenai SDM.
  3. Mengelompokkan data dan informasi tersebut, kemudian menganalisisnya.
  4. Menetapkan beberapa alternatif yang kira-kira sanggup ditempuh.
  5. Memilih alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang ada.
  6. Menginformasikan rencana terpilih kepada para karyawan agar direalisasikan.

Baca juga: Rekrutmen dan Seleksi: Talent Management

Kegiatan Yang Dilakukan Dalam Perencanaan

  • Inventarisasi SDM (pengetahuan, keterampilan dan potensi)
  • Peramalan SDM (peramalan tentang penawaran tenaga kerja yang akan datang)
  • Perencanaan SDM (merencanakan perluasan tenaga kerja yang berkualitas dengan penarikan, seleksi, pengembangan dan pelatihan, penempatan, mutasi dan pemberian balas jasa)
  • Pengawasan dan Evaluasi (monitoring)

Untuk memahami lebih dalam tentang perencanaan SDM silakan unduh PPT pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Explore: Training & Development

SDMIndonesia.com