• 08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Monthly Archive June 2021

Pengembangan Budaya Organisasi

Pengembangan Budaya Organisasi

“Pengembangan Budaya Organisasi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Budaya Organisasi adalah sebuah karakteristik yang dijunjung tinggi oleh organisasi dan menjadi panutan organisasi sebagai pembeda antara satu organisasi dengan organisasi yang lain.

Memiliki budaya organisasi yang unggul sangat penting. Nilai-nilai budaya yang produktif dan dijunjung tinggi oleh anggota organisasi akan membantu efektifitas organisasi.


Unduh materi PPT:

PPT Budaya Organisasi

Instagram: SDM Indonesia


Pengertian Budaya Organisasi

Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :

  • Menurut Hodge, B.J., budaya organisasi merupakan suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi yang bersangkutan dan juga meliputi sistem bersama.
  • Menurut Uttal, budaya organisasi merupakan sistim dari nilai-nilai yang dipegang bersama tentang apa yang penting serta keyakinan tentang bagaimana dunia berjalan.
  • Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn, budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
  • Menurut Robbins, budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.
Sumber-Sumber Budaya Organisasi
  • Pengaruh umum dari luar yang luas
    Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi.
  • Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
    Keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan.
  • Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
    Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.
Fungsi Budaya Organisasi

Ada beberapa fungsi budaya organisasi, diantaranya:

  • Mendorong dan meningkatkan kinerja ekonomi baik dalam jangka pendek dan panjang
  • Penentu arah organisasi mana yang boleh dan yang tidak boleh
  • Perasaan Identitas dan menambah komitmen organisasi
  • Alat pengorganisasian anggota
  • Mekanisme kontrol perilaku
  • Menguatkan nilai-nilai dalam organisasi
Ciri-ciri Budaya Organisasi

Menurut Robbins, ada 7 ciri-ciri budaya organisasi adalah:

  1. Inovasi dan pengambilan resiko: Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.
  2. Perhatian terhadap detail: Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
  3. Orientasi hasil: Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
  4. Orientasi orang: Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada orang-orang di dalam organisasi itu.
  5. Orientasi tim: Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, ukannya individu.
  6. Keagresifan: Berkaitan dengan agresivitas karyawan.
  7. Stabilitas: Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik.

Baca juga: Manajemen Perubahan Dalam Organisasi

Demikian uraian singkat tentang Pengembangan Budaya Organisasi, semoga bermanfaat. Untuk keterangan detail, silakan slide ppt diatas dapat diunduh.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Artikel Manajemen Strategik

Berikut Artikel tentang Manajemen Strategik, semoga bermanfaat.

  1. Strategi 7S dari McKinsey
Strategi 7S dari McKinsey

Strategi 7S dari McKinsey

“Strategi 7S dari McKinsey”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Instagram: SDM Indonesia

Pada kesempatan kali ini, akan diuraikan sekilas tentang Model 7S McKinsey.  Tool ini merupakan alat yang sering digunakan untuk menganalisis aspek internal organisasi atau perusahaan. 

Dengan menggunakan 7 elemen ini, manajer akan lebih mudah menganalisis kondisi internal organisasi dan melakukan tindakan yang terbaik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi. Alat ini memakai 7 elemen penting yang terdiri dari 3S  hard elements yang relatif lebih mudah dideskripsikan:

3S Hard Elements
  1. Strategy (Strategi). Strategi adalah rumusan organisasi yang dipakai untuk membangun keunggulan kompetitif organisasi.
  2. Systems (Sistem). Proses-proses, standar, manual dan prosedur organisasi yang berisi proses operasional sehari-hari. Sistem ini membantu membuat keputusan-keputusan dalam perusahaan.
  3. Structure (Struktur). Struktur organisasi berfungsi mengatur komunikasi, sistem kerja, uraian jabatan, wewenang dan tanggung jawab serta pendelegasian dalam organisasi. Dengan struktur kerja yang tepat, sasaran organisasi akan dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien.
4S Soft element

4S soft elements berikut ini relatif lebih sulit dideskripsikan & lebih dipengaruhi oleh budaya organisasi:

  1. Shared Values (Nilai-nilai Perusahaan). Nilai-nilai, standar ataupun norma-norma budaya yang menjadi pedoman perilaku bagi seluruh pegawai dan pimpinan organisasi.
  2. Staff (Pegawai). Pegawai yang bekerja di perusahaan. Perilaku mereka dipengaruhi bagaimana mereka direkrut, diseleksi, dilatih, dikembangkan, dimotivasi dan di reward /dihargai.
  3. Skills (Keterampilan). Kemampuan dan kompetensi pegawai yang diperlukan organisasi. Pegawai diharapkan berkinerja tinggi sesuai dengan harapan.
  4. Style (Gaya Kepemimpinan). Elemen ini berbubungan dengan gaya kepemimpinan dalam organisasi. Kepemimpinan yang tepat membantu organisasi untuk mencapai sasaran-sasarannya.

Menurut Tom Peters & Robert Waterman yang pernah bekerja sebagai Konsultan di McKinsey, keselarasan 7 elemen ini merupakan faktor kunci bagi keberhasilan sebuah organisasi. Model ini, dapat dipergunakan pada banyak hal seperti:

  • Menyusun strategi baru dalam perusahaan.
  • Meningkatkan perbaikan kinerja dalam perusahaan.
  • Merancang bentuk bentuk organisasi baru
  • Menguji faktor-faktor perubahan pada perusahaan
  • Menyelaraskan integrasi departemen dan proses organisasi.
  •  Menyusun strategi disaat akuisisi atau merger
Langkah-langkah Model 7S Mckinsey yang efektif
  1. Identifikasi area yang belum selaras / efektif. Tujuan untuk melihat apakah elemen 7S selaras satu dengan lainnya. Apakah ada gap, celah, ketidakkonsistenan & kelemahan di antara hubungan elemen-eleme tersebut.
  2. Merancang desain organisasi yang optimal. Rancang desain organisasi yang efektif yang ingin dicapai. Melalui keselarasan yang diinginkan, ditetapkan tujuan & rencana aksi yang tepat.
  3. Tetapkan perbaikan apa yang harus dilakukan. Rencanakan detail tindakan, rinci area yang ingin diselaraskan, dan bagaimana tahap eksekusinya.
  4. Lakukan Perbaikan secepatnya. Perbaikan yang tepat akan memiliki dampak positif bagi organisasi. Oleh sebab itu, perlu dicari orang-orang (anggota tim) yang tepat atau menyewa tenaga konsultan.
  5. Monitoring Pelaksanaan 7S. Pantau, evaluasi dan tinjau ulang secara terus-menerus. 7 elemen bersifat dinamis & berubah secara konstan. Perubahan di satu elemen dipastikan memiliki efek pada elemen-elemen yang lain.

Baca juga: Budaya Organisasi

Demikian uraiang singkat tentang Strategi 7S dari McKinsey, semoga bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


sdmindonesia.com

Explore: Training & Development

Perencanaan Strategi Pemasaran

Perencanaan & Strategi Pemasaran

“Perencanaan & Strategi Pemasaran”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Sebuah perusahaan seharusnya memiliki sebuah rencana strategi dalam keberlangsungan perusahaannya, termasuk dalam pemasaran produk atau jasa yang diproduksinya.

___________________________________

Power Point (PDF):

Strategi Pemasaran

Instagram: SDM Indonesia

___________________________________

Memikirkan bagaimana sebuah perusahaan memutuskan untuk masuk ke dalam sebuah bisnis, apakah mereka sudah siap bersaing dengan perusahaan/produsen lain, apakah target mereka akan sama atau berbeda. Hal-hal inilah yang harus dipikirkan dalam strategi sebuah pemasaran. 

Perencanaan strategi pemasaran adalah bagaimana cara untuk dapat menemukan berbagai peluang menarik dan menyusun strategi yang menguntungkan. Kegiatan penyusunan rencana pemasaran inilah yang disebut dengan perencanaan pemasaran.

Manfaat perencanaan pemasaran
  1. Usaha mengkoordinasi kegiatan pemasaran secara lebih baik.
  2. Usaha untuk mendorong cara berpikir jauh kedepan.
  3. Usaha mengawasi kegiatan pemasaran yang telah dilakukan yang didasarkan atas standar prestasi kerja yang ditetapkan dalam rencana.
Tujuan perencanaan pemasaran
  1. Menggunakan cara-cara berusaha dibidang pemasaran secaar intensif dan optimal.
  2. Menyeimbangkan dan menyelaraskan kegiatan pemasaran yang dapat menjamin tercapainya tujuan dan sasaran.
  3. Menjamin keselarasan dan keserasian antara bagian yang terdapat dalam perusahaan dalam usaha pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan.
Macam Perencanaan Pemasaran
  1. Perencanaan pasar yang strategis (Strategic Market Planning). Perencanaan ini berkaitan dengan perencanaan usaha perusahaan, kearah mana usaha perusahaan akan dikembangkan. Dalam perencanaan ini akan dicakup penetapan pasar yang mana akan dilayani dan produk apa yang harus dihasilkan dan dipasarkan.
  2. Perencanaan Strategis Pemasaran Perusahaan (Corporate Marketing Planning) Perencanaan ini merupakan perencanaan jangka panjang yang bersifat  menyeluruh dan strategis, yang merumuskan berbagai strategi dan program pokok dibidang pemasaran perusahaan, yang akan dilaksanakan  untuk mencapai tujuan perusahaan dalam suatu jangka waktu tertentu.
  3. Perencanaan Pemasaran yang strategis ( Strategic  marketing Planning) Perencanaan ini berkaitan dengan usaha untuk memasarkan produk perusahaan. Perencanaan ini mencakup strategi pemasaran yang terpadu. Yang dimaksud dengan acuan pemasaran (marketing mix), yaitu strategi produk, strategi harga, distribusi dan strategi promosi.
  4. Perencanaan pemasaran yang operasional (Operational Marketing Planning)Perencanaan ini merupakan perencanaan kegiatan pelaksanaan dibidang pemasaran yang rinci atas daerah/wilayah niaga, produk, dan waktu.

Tertarik mempelajari lebih dalam? Untuk materi selengkapnya tentang perencanaan strategi pemasaran, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

______________________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Memposisikan produk

Manajemen Pemasaran: Memposisikan Produk

“Manajemen Pemasaran: Kiat Memposisikan Produk”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan (benak) konsumen.

Dengan demikian konsumen / segmen pasar memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya.

Penting bagi perusahaan untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan mengambil posisi tertentu dibandingkan dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar.

Jika posisi perusahaan itu sendiri dekat dengan pesaing lainnya, perusahaan itu harus menyeleksi dan kemudian mencari perbedaan lebih lanjut melalui keunikan / perbedaan-perbedaan tersendiri.

__________________________

Belajar Mudah dengan Power Point (PDF):

PPT Product Positioning

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

__________________________

Peran Penting Positioning

Menurut Craven, seorang pakar pemasaran, positioning memegang peran yang sangat besar dalam strategi pemasaran. Langkah tersebut dilakukan setelah analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal perusahaan (total situation analysis).

Alasannya dunia sekarang ini dilanda over komunikasi, terjadi ledakan barang, media, maupun iklan. Akibatnya pikiran (benak / persepsi) para prospek menjadi ajang pertempuran.

Oleh karena itu, agar dapat berhasil dalam suatu masyarakat yang over komunikasi, perusahaan bidang apapun sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan tidak hanya kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri, tetapi juga kekuatan dan kelemahan pesaingnya dalam pikiran prospeknya.

Itulah sebabnya, ancangan dasar ‘positioning’ tidak lagi sekadar menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang lain, tetapi memanfaatkan dengan cerdik apa yang ada di dalam pikiran dan mengkaitkan hubungan-hubungan yang telah ada.

Product Positioning

Dalam proses positioning selalu dimulai product positioning. Pendapat ini dikemukakan oleh Regis Mc Kenna, tokoh pemasaran yang juga mengemukakan definisi product positioning.

Beliau menyampaikan penjelasan sebagai berikut:
“The positioning process should begin with the product themselves. To gain a strong product positioning, a company must differentiate its product from all other products on the market. The goal is to give the product a unique position in the market place.”

Dari definisi diatas mengandung pengertian bahwa proses positioning harus dimulai dengan produk itu sendiri. Untuk mencapai product positioning yang kuat, suatu perusahaan perlu melakukan diferensiasi dalam banyak faktor yaitu: teknologi, harga, kualitas, saluran distribusi atau sasaran konsumennya.

Baca juga: Manajemen Pemasaran: Analisis Persaingan dan Strategi Bersaing

Demikian poin-poin singkat dari Manajemen Pemasaran: Memposisikan Produk. Untuk materi lanjutan tentang product positioning, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

strategi pemasaran saluran distribusi

Strategi Pemasaran: Saluran Distribusi

“Strategi Pemasaran: Saluran Distribusi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Saluran distribusi suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.

____________________________

Power Point (PDF):

PPT Strategi Saluran Distribusi

Follow Instagram: SDM Unggul Indonesia Maju

____________________________

Suatu perusahaan perlu melaksanakan fungsi distribusi dikarenakan pendistribusian merupakan salah satu proses pada perusahaan dalam penyetokan barang atau penawaran produknya ke pasar.

Dan pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa kepada konsumen sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, kualitas, jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan).

Tujuan dari penggunaan perantara adalah memanfaatkan tingkat kontak atau hubungan, pengalaman, spesialisasi, dan skala operasi mereka dalam menyebar luaskan produk sehingga dapat mencapai pasar sasaran secara efektif dan efisien.

Strategi Distribusi

Secara garis besar terdapat enam macam strategi distribusi yang dapat digunakan, yaitu :

  • Strategi Struktur Saluran Distribusi
    • Strategi ini berkaitan dengan penentuan jumlah perantara yang digunakan untuk mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen.
    • Alternatif yang dipilih dapat berupa distribusi langsung atau distribusi tidak langsung.
    • Tujuannya untuk mencapai jumlah pelanggan yang optimal pada waktu yang tepat dan dengan biaya yang rendah namun dapat meraih dan menjaga tingkat pengendalian distribusi tertentu.
  • Strategi Cakupan Distribusi
    • Strategi ini berkaitan dengan jumlah perantara sesuatu wilayah.
    • Tujuannya untuk melayani pasar dengan biaya yang minimal namun bisa menciptakan citra produk yang diinginkan.
  • Strategi Distribusi Berganda
    • Yaitu penggunaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani segmen pelanggan.
    • Tujuannya untuk memperoleh akses yang optimal pada setiap segmen.
  • Strategi Modifikasi Saluran Distribusi
    • Adalah strategi mengubah susunan saluran distribusi yang ada berdasarkan evaluasi dan peninjauan ulang.
    • Dengan mengubah susunan saluran distribusi diharapkan perusahaan dapat menjaga system distribusi yang optimal pada perubahan-perubahan lingkungan tertentu.
  • Strategi pengendalian Saluran Distribusi
    • Adalah menguasai semua anggota dalam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan mereka secara terpusat kearah pencapaian tujuan bersama.
  • Strategi Manajemen Konflik dalam Saluran Distribusi
    • Konsep sistem pada distribusi mensyaratkan adanya kerja sama antar saluran.
    • Meskipun demikian didalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga diantara anggota saluran sering terjadi perselisihan.
    • Konflik juga dapat timbul antara saluran yang satu dengan saluran yang lain yang menjual produk yang sama dan ke pasar yang sama pula.
    • Konflik yang sehat (positif) dapat meningkatkan kreatifitas dan efisiensi saluran distribusi

Baca juga: Perencanaan Strategi Pemasaran

Bagaimana kelanjutannya? Untuk materi selengkapnya tentang strategi saluran distribusi, bisa di download pada link power point (PDF) diatas.

Demikian uraian singkat tentang Strategi Pemasaran: Saluran Distribusi. Semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_______________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training SDM

Manajemen Pemasaran & Analisis Persaingan

Manajemen Pemasaran & Analisis Persaingan

“Manajemen Pemasaran & Analisis Persaingan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Analisis persaingan adalah usaha mengidentifikasi kesempatan, tantangan atau permasalahan strategis (strategy question) yang terjadi akibat perubahan persaingan potensial, serta kekuatan dan kelemahan dalam kompetisi.

Analisis Persaingan dan kompetisi berguna untuk mendasari keputusan tentang produk yang dipasarkan agar kemudian diperoleh laba yang optimal.

Pasar berubah dengan cepat karena adanya perubahan kebutuhan pembeli, teknologi baru, kekuatan sosial-ekonomi, dan kegiatan persaingan.

Perubahan-perubahan ini menciptakan peluang dan tantangan baru bagi perusahaan untuk melayani pasar.

Analisis persaingan dimulai dengan pesaing umum dan selanjutnya pesaing potensial. Ada dua cara untuk mengidentifikasi pesaing umum. Yang pertama menguji perspektif  pelanggan dalam membuat pilihan diantara para  pesaing.

_____________________________

Belajar Mudah dengan Power point:

PPT Analisis Persaingan & Strategi Bersaing

IG: SDM Indonesia

_____________________________

Tipe kedua adalah identifikasi dengan pendekatan yang berusaha menempatkan para pesaing kedalam kelompok-kelompok strategi dari dasar strategi persaingannya.

Setelah para pesaing diidentifikasi, fokusnya adalah berusaha memahami  mereka dan strateginya. Dari uraian  tersebut dapat dikembangkan analisis dari kekuatan dan kelemahan dari masing-masing pesaing atau kelompok strategi dari  pesaing.

Identifikasi Strategi Pesaing

Dalam melakukan identifikasi strategi pesaing ini, kita perlu memperhatikan juga beberapa hal berikut ini:

  1. Semakin mirip strategi suatu perusahaan dengan produk yang sejenis, maka semakin bersaing.
  2. Dalam suatu industri, pesaing-pesaing dalam industri yang bersangkutan dikelompokan dalam grup-grup. Setiap grup melakukan strategi yang berbeda dengan grup yang lain. Misalnya: Citra kualitas, Teknologi yang dipakai, Pasarnya, Metode produksinya.
Penilaian Kekuatan dan Kelemahan Pesaing

Setelah kita tahu siapa saja pesaing/kompetitor kita, tentukan kekuatan mereka dan cari tahu kerentanan mereka. Mengapa konsumen membeli dari mereka, apakah karena harga, nilai, pelayanan, kenyamanan, dan reputasi.

Fokuskan terutama pada kekuatan dan kelemahan yang dirasakan seperti yang kita lakukan terhadap perusahaan sesungguhnya. Ini karena persepsi konsumen ternyata bisa lebih penting dari kenyataan.

Identifikasi reaksi pesaing

Reaksi Pesaing maksudnya bagaimana pola dan strategi pesaing dalam merebut segmen pasar yang ada, dan bagaimana perusahaan mampu melakukan terobosan-terobosan baru dalam rangka mengungguli pesaing yang ada.

Untuk materi berikutnya tentang analisis persaingan dan strategi bersaing, bisa di download pada link diatas.

Demikian uraian singkat tentang Manajemen Pemasaran, Analisis Persaingan dan Strategi. Semoga bermanfaat, dan sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_____________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Trend HR Era Pandemi

Trend HR Era Pandemi

“Trend HR Era Pandemi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Pendemi global yang disebabkan oleh Covid-19 telah merubah seluruh tatanan yang ada di seluruh dunia, termasuk bidang ekonomi dan bisnis. Dengan adanya pandemik ini telah membuat praktek-praktek MSDM, termasuk proses rekruitmen calon pegawai berubah dan terdisrupsi.

Human Resource (HR)

HR dianggap sebagai “nyawa” bagi sebuah perusahaan untuk dapat memperoleh karyawan yang memiliki kompetensi yang tinggi. Human resource (HR) ibarat seorang petani yang merawat padi (karyawan) dengan memberikan air, pupuk, dan obat hama.


Unduh PPT:

Mengelola Human Resources di Era Pandemi

Instagram: @mutupendidikan


Tugas dan Fungsi HR
  • Merekrut karyawan baru
  • Menjamin kesejahteraan karyawan
  • Memotivasi karyawan
  • Memastikan hubungan antar karyawan
  • Memberikan pelatihan/training
Transformasi HR Digital

Transformasi digital dirasa sangat membantu HR untuk melaksanakan fungsi HR dalam sebuah perusahaan dimasa pandemi dan kehidupan normal baru. Transformasi digital HR merupakan tuntutan yang harus dilakukan oleh perusahaan agar tidak mengalami ketertinggalan dalam persaingan bisnis.

Trend HR Era Pandemik
  • Rekrutmen secara online

Rekrutmen merupakan sebuah proses dalam memilih kandidat yang cocok untuk diperkerjakan dalam suatu bidang dalam perusahaan. Digitalisasi membantu HR untuk menemukan kandidat/talent tersebut dengan promosi melalui situs web perusahaan atau memasang info melalui situs lowongan pekerjaan yang ada di internet.

  • Otomatisasi proses HR

Otomatisasi digital merupakan metode penggunaan perangkat lunak untuk menyelesaikan dan mengoptimalkan kerja. Inovasi digital dapat membantu HR dalam memfilter resume dari kandidat rekrutmen yang hendak melamar pekerjaan di sebuah perusahaan melalui online.

  • Wawancara online

Wawancara merupakan sebuah proses yang biasa dilakukan oleh HR dalam sebuah perusahaan untuk melakukan penyeleksian kandidat terbaik. Menyikapi adanya pandemic covid-19 wawancara online melalui media digital seperti zoom, google meet, serta aplikasi lainnya.

  • Analisis HR

Melalui perkembangan teknologi tentunya akses terkait proses analisis yang dilakukan HR tentunya menjadi lebih canggih. Sebelumnya HR banyak menggunakan feeling serta intuisi Ketika hendak mengevaluasi kandidat rekrutmen. Namun sekarang dengan bantuan digital HR dapat langsung melihat analisis baik secara kuantitatif maupun kualitatif dari peserta.

Baca juga: Membangun Tim & Motivasi Karyawan

Demikian, semoga uraian singkat tentang Trend HR Era Pandemi, dapat bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


mutupendidikan.com

Info Pelatihan Mutu Pendidikan

Training Need Analysis untuk SDM Unggul Indonesia

Training Need Analysis

“Pentingnya Training Need Analysis dalam Organisasi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam suatu organisasi (perusahaan) kebutuhan akan pelatihan akan dapat diketahui apabila dalam suatu organisasi mengalami masalah ketimpangan (problem) yang dapat mempengaruhi operasi serta kinerja organisasi.

___________________________________

Power Point (PPT):

Optimalisasi Training Need Analysis

Instagram: SDM Indonesia

___________________________________

Pelaksanaan Training

Suatu kegiatan investasi untuk mewujudkan SDM yang mapan dari segi pemikiran, sikap, dan keterampilan. Sehingga upaya training harus tepat pada sasaran kebutuhan sebuah perusahaan.

Training Need Analysis (TNA)

Proses analisa yang di lakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang harus di perbaiki ataupun ditingkatkan didalam perusahaan agar dapat meningkatakan kinerja karyawan.

Tujuan TNA
  1. Dapat meningkatkan kompetensi dalam peningatan produktivitas kerja
  2. Dasar dalam penyusunan materi training
  3. Sesuai dengan kebutuhan perusahaan
  4. Mengidentifikasi jenis pelatihan yang akan dibutuhkan
  5. Dasar penyusunan anggaran training

Dalam menyusun TNA, terdapat beberapa pendekatan analisis yang harus diperhatikan, pendekatan tersebut meliputi:

  • Analisis Organisasi
  • Analisis Individu
  • Analisis Kompetensi Kerja
  • Analisis Konten
  • Analisis Performa
  • Analisis Kesesuaian Pelatihan
  • Analisis Biaya-Manfaat.
Menentukan Metode

Pelaksanaan TNA dapat direalisasikan dengan menggunakan metode-metode yang sesuai dengan kondisi perusahaan serta berasal dari sumber yang tepat.

Langkah TNA
  1. Analisis organisasi: Menentukan prioritas training yang sesuai dengan tujuan bisnis bersama anggota tim.
  2. Analisis tugas: Pemecahan tugas secara sistematis untuk menghasilkan daftar tugas yang harus dilakukan.
  3. Analisis individu: Memahami karakteristik orang-orang yang akan berpartisispasi dalam training.
Peserta Training

Penentuan peserta merupakan hal yang sangat krusial karena peserta akan sangat menentukan format pelatihan dalam pemilihan trainer yang tepat agar proses pembelajaran dapat sesuai dengan sasaran.

Dukungan dan Komitmen

Komitmen dari para manager atau supervisor untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi para peserta pelatihan untuk dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam pelatihan sehingga perusahaan dapat memperoleh feedback berupa peningkatan kinerja karyawan.

Suasana Kondusif di Perusahaan
  • Menempatkan pegawai pada jabatan yang sesuai dengan kompetensinya
  • Memberikan feedback kinerja keryawan secara berkala
  • Mendengarkan keluhan serta permasalahan yang sedang di hadapi oleh karyawan
  • Memberikan reward bagi pekerja berkinerja baik.
Biaya

Investasi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan ketika memutuskan program pelatihan karyawan untuk meningkatkan kinerja, meningkatkan produktifitas dan efisiensi perusahaan.

Demikian poin-poin singkat terkait materi Training Need Analysis, untuk lebih jelas, silahkan di unduh slide ppt diatas.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Explore: Training & Development

sdmindonesia.com

SDM Indonesia & Employee Engagement

Keterlibatan Karyawan Employee Engagement

“Keterlibatan Karyawan atau Employee Engagement

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kosa kata employee engagement pertama kali diperkenalkan oleh Kahn (1990), beliau menyatakan bahwa employee engagement sebagai keterikatan anggota organisasi dengan organisasi itu sendiri bukan hanya secara fisik & kognitif tetapi bahkan secara emosional dalam hal kinerjanya. Keterlibatan karyawan atau employee engagement adalah tingkat komitmen & antusiasme yang dimiliki para pegawai terhadap organisasi dan juga pekerjaan mereka sendiri.


Unduh File:

Employee Engagement

Instagram: SDM Indonesia


Employee Engagement merupakan bentuk fisik, kognitif, dan emosi yang penuh dan positif yang diberikan karyawan terhadap pekerjaan dan organisasi.

Tipe Karyawan
  1. Engaged: karyawan yang bekerja dengan passion dan menemukan hubungan yang erat dengan perusahaanya/organisasinya.
  2. Not engaged: karyawan yang mengahabiskan waktu tanpa memberikan passion atau energi dalam
  3. Actively disangaged: karyawan yang tidak hanya membenci pekerjaanya namun juga menutupi ketidak bahagiaannya.
Job Involvement

Pekerjaan yang menjadi identitas dari seorag karyawan secara psikologis yang terdiri dari aspek kogntif dan belief (aspek fisik dan emosi).

Faktor-faktor job involvement
  1. Aktif berpartisipasi dalam pekerjaanya
  2. Menunjukkan pekerjaannya sebagai yang utama
  3. Melihat pekerjaannya sebagai suatu yang penting bagi harga diri
Sikap kerja

Kumpulan perasaan, kepercayaan, dan pemikiran yang dipegang tentang bagaimana cara berperilaku mengenai pekerjaan dan organisasi.

Sikap pegawai
  • Sikap positif: optimis dan selalu berfikir kreatif.
  • Keterampilan intrapersonal: mampu mendengarkan dan memahami orang lain.
  • Sikap keterbukaan: mampu berbagi perasaan kepada orang lain (rekan kerja).
  • Menghargai rekan kerja: mampu menerima pendapat serta dapat beradaptasi dengan lingkungan maupun perubahan yang ada.
  • Kejujuran dan integritas: selalu menjunjung inggi kejujuran serta tidak melakukan kecurangan dalam hal apapun.
 Kepuasan kerja

Kebanggan tersendiri yang diperoleh dari hasil presensi mengenai seberapa baik (tepat dan cepat) pekerjaan yang telah dilakukan memberikan sebuah hal yang dinilai penting dan brguna bagi organisasi/ perusahaan.

 Komitmen

Sikap setia dan tanggung jawab yang ditunjukan oleh seseorang yang telah memutuskan untuk bergabung dalam suatu keanggotaan tertentu.

 Pilar dalam membangun komitmen
  • Rasa memilki
  • Rasa antusias
  • Kepercayaan manajemen
7 Key drivers membuat pekerja engagement

Setidaknya ada 7 key drives yang mendorong karyawan  atau pekerja untuk lebih engaged dengan  organisasi.

  1. Presepsi karyawan mengenai pentingnya pekerjaan mereka
  2. Kejelasan karyawan mengenai harapan atas pekerjaan
  3. Peningkatan karier
  4. Feedback dan dialog berkala dengan atasan
  5. Hubungan yang berkualitas antar rekan kerja
  6. Komunikasi yang efektif antar anggota organisasi
Tips Meningkatkan Keterlibatan Pegawai
  • Apresiasi Komitmen dan Waktu Para Pegawai
  • Beri Kesempatan Para Pegawai Belajar dan Beri Kesempatam untuk Pertumbuhan Pribadi
  • Bantu Para Pegawai Memahami Tujuan Organisasi

Demikian poin-poin singkat tentang Keterlibatan Karyawan (Employee Engagement), semoga bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Explore: Training & Development

sdmindonesia.com