• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Monthly Archive May 2020

Produk Cacat, Pengerjaan Ulang dan Sisa

Akuntansi Biaya: Produk Cacat, Pengerjaan Ulang dan Sisa

“Produk Cacat, Pengerjaan Ulang dan Sisa”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam proses produksi suatu barang tentunya tidak semua produk berhasil dihasilkan dengan sempurna. Dari banyak produk yang dihasilkan pasti ada produk yang cacat atau gagal produksi.

Selain itu, produk yang gagal tersebut bisa saja dilakukan pengerjaan  ulang. Dalam akuntansi terdapat perlakuan untuk produk yang cacat dan produk yang harus dilakukan pengerjaan ulang.

Dalam proses produksi juga pasti terdapat produk sisa yang juga terdapat perlakuan akuntansi sendiri. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Produk Cacat, Pengerjaan Ulang, dan Sisa (Spoilage, Rework, & Scrap).

Silahkan diunduh file power point /PDF berikut ini:

_____________________________

Belajar Mudah dengan Power Point:

PPT Produk Cacat, Pengerjaan Ulang & Sisa

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_______________________________

Definisi Dasar dan Poin-Poin Penting:
  • Unit produksi cacat, baik yang lengkap maupun sebagian selesai, yang tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pelanggan untuk unit yang baik dan yang dibuang atau dijual dengan harga yang lebih rendah.
  • Pengerjaan ulang yaitu ketika unit produksi yang tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pelanggan namun kemudian diperbaiki dan dijual sebagai barang jadi yang bagus.
  • Produk sisa adalah bahan sisa yang dihasilkan dari pembuatan produk. Memiliki nilai penjualan yang rendah dibandingkan dengan total nilai penjualan produk. Produk sisa mirip dengan produk sampingan namun muncul sebagai residual dari proses pembuatan dan bukan merupakan produk yang ditargetkan untuk pembuatan atau penjualan oleh perusahaan.
Akuntansi Produk Cacat
  • Sejumlah produk cacat, pengerjaan ulang atau sisa melekat pada banyak proses produksi.
  • Akuntansi produk cacat bertujuan untuk mengetahui besarnya spoilage cost dan untuk membedakan spoilage cost normal dan abnormal.
  • Untuk mengelola, mengendalikan, dan mengurangi biaya produk cacat, sebaiknya disorot, tidak dibuat saja menjadi biaya produksi.
Dua Jenis Produk Cacat

Cacat normal adalah cacat yang melekat dalam proses produksi tertentu yang timbul bahkan dalam kondisi operasi yang efisien.

  • Tingkat cacat normal dihitung dengan membagi unit cacat normal dengan total unit yang selesai, bukan total unit aktual yang mulai diproduksi.
  • Manajemen membuat keputusan tentang tingkat produksi per jam yang menghasilkan tingkat cacat normal.

Cacat yang tidak normal adalah cacat yang tidak melekat dalam proses produksi tertentu dan tidak akan timbul dalam kondisi operasi yang efisien.

  • Cacat tidak normal dianggap bisa dihindari dan terkendali.
  • Efek dari biaya produk cacat yang tidak normal, perusahaan menghitung jumlah cacat tidak normal dan mencatat biaya pada akun Loss from Abnormal Spoilage, yang muncul sebagai bagian terpisah pada laporan laba rugi.
Tiga jenis pengerjaan ulang
  • Pengerjaan ulang normal yang diakibatkan oleh pekerjaan tertentu-biaya pengerjaan ulang dibebankan ke pekerjaan itu.
  • Rework (pengerjaan ulang) normal untuk semua pekerjaan-biaya dibebankan ke biaya produksi dan disebarkan, melalui alokasi overhead, untuk semua pekerjaan.
  • Pengerjaan tidak normal dibebankan ke Rugi dari akun Rutin Abnormal yang muncul pada laporan laba rugi.

Baca juga: Akuntansi Biaya

Akuntansi Produk Sisa (Scrap)
  • Scrap adalah bahan sisa yang dihasilkan dari pembuatan produk; Nilai penjualannya rendah dibandingkan dengan total nilai penjualan produk.
  • Tidak ada perbedaan antara scrap normal dan abnormal karena tidak ada biaya yang dibebankan untuk produk sisa.

Untuk materi selengkapnya mengenai Produk Cacat, Pengerjaan Ulang, dan Sisa (Spoilage, Rework, & Scrap), bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_________________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Strategi proses dan perencanaan kapasitas

Strategi Proses dan Perencanaan Kapasitas

“Strategi Proses dan Perencanaan Kapasitas”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam manajemen operasional, salah satu tugas penting manajer adalah menetapkan proses-proses dalam lingkungan organisasi. Strategi proses merupakan pendekatan organisasi untuk mentransformasi sumber daya yang dimiliki menjadi barang dan jasa.

Tujuan dari strategi proses adalah untuk menemukan jalan dalam memproduksi barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan spesifikasi produk dalam keterbatasan biaya dan keterbatasan manajerial yang lain.

Silahkan diunduh file power point (PDF) berikut ini:

________________________

Power Point (PDF):

PPT Strategi Proses dan Perencanaan Kapasitas

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

________________________

Proses yang dipilih akan memiliki pengaruh jangka panjang pada produksi dan efisiensi, juga pada fleksibilitas biaya, dan kualitas yang dihasilkan.

Dalam memahami materi strategi proses dan perencanaan kapasitas, alangkah baiknya kita memahami terlebih dahulu mengenai pengertian,  tujuan, tipe, analisis dan desain proses, serta pemilihan alat dan teknologi dari strategi proses dan perencanaan kapasitas.

Pengertian Strategi Proses & Perencanaan Kapasitas

Strategi proses atau transformasi adalah pendekatan organisasi untuk mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa.

Tujuan strategi proses adalah untuk menemukan suatu cara membuat produk barang dan jasa yang dapat memenuhi persyaratan dari konsumen dan spesifikasi produk yang berada dalam batasan biaya serta konstrain lainnya.

Hasil dari keputusan ini berdampak pada efisiensi produksi jangka panjang, fleksibilitas, dan kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karenanya banyak strategi perusahaan ditentukan pada saat keputusan tentang proses ini dilakukan.

Tipe Strategi Proses
  1. Fokus pada proses.
  2. Fokus berulang
  3. Fokus pada produk
  4. Mass customization
Analisis Dan Desain Proses
Diagram Alir (Flow Diagram):

Adalah sebuah gambar atau skema yang digunakan untuk menganalisa pergerakan orang atau bahan.

Pemetaan Fungsi Waktu (Time Function Mapping)

Adalah sebuah diagram alir tetapi dengan waktu ditambahkan pada sumbu horizontal. Diagram ini disebut juga pemetaan proses (process mapping) atau pemetaan fungsi waktu (time-function mapping).

Diagram Proses (Process Diagram)

Adalah diagram yang menggunakan simbul, waktu, dan jarak untuk mendapatkan cara uang obyektif dan terstruktur dalam menganalisis dan mencatat aktifitas yang membentuk sebuah proses.

Perencanaan Pelayanan (Service Planning)

Merupakan teknik analisis proses yang memusatkanm perhatian pada konsumen dan interaksi penyedia layanan dengan konsumennya.

Pemilihan Alat Dan Teknologi
Teknologi Produksi
  • Pemilihan Peralatan harus fleksibel.
  • Teknologi Produksi, meliputi :
    1. Teknologi Mesin
    2. Sistem Identifikasi Otomatis / Automatic Identification System (AIS)
    3. Pengendalian Proses
    4. Sitem Visi
    5. Robot
    6. Sistem penyimpanan dan pengambilan secara otomatis / Automatic storage and retrieval systems (ASRS)
    7. Kendaraan Terpadu Otomatis/ Automatic guided vehicles (AGV)
    8. Sistem Maufaktur fleksibel
    9. Manufaktur terintegrasi Komputer
Teknologi Di Sektor Jasa
Pelayanan/ kemudahan yang diberikan oleh perusahaan jasa kepada para   pelanggan, misal:
  • Jasa keuangan
  • Perhotelan
  • Restoran
  • Penerbangan

Untuk materi selengkapnya mengenai Strategi Proses dan Perencanaan Kapasitas, silahkan di download ppt pada link diatas.

Baca juga: Strategi Operasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_______________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Analisis Dampak Perekonomian & Lingkungan

Dampak Proyek Terhadap Perekonomian Dan Lingkungan

“Analisis Dampak Proyek Terhadap Perekonomian Dan Lingkungan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Untuk memulai menjalankan usaha diperlukan studi kelayakan bisnis. Studi kelayakan bisnis diperlukan untuk mengetahui apakah sebuah usaha layak dijalankan atau tidak layak dijalankan.

Tugas seorang manajer atau entrepreneur, melaksanakan analisis studi kelayakan bisnis sebaik mungkin. Apalagi bila proyek tersebut berskala besar yang memerlukan modal sangat besar.

Silahkan diunduh file power point (PDF) dibawah ini:

_________________________

Power Point (PDF):

Analisis Aspek Perekonomian & Lingkungan

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_________________________

Studi kelayakan bisnis adalah penelitian yang menyangkut berbagai aspek  baik itu dari aspek  hukum, sosial ekonomi  dan  budaya, aspek  pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai  dengan aspek manajemen  dan keuangannya.

Aspek-aspek tersebut diatas digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan, dan hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan  apakah  suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau  ditunda  dan bahkan tidak dijalankan.

Dalam memahami sebuah studi kelayakan bisnis pada aspek dampak keberadaan proyek terhadap perekonomian dan lingkungan,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, maksud dan  tujuan  serta fungsi dari sebuah  studi kelayakan bisnis pada aspek dampak keberadaan proyek terhadap perekonomian dan lingkungan.

Analisis Aspek Lingkungan

Lingkungan merupakan faktor yang penting dalam berwirausaha. Jika dalam  menentukan lingkungan kita salah memilih, maka usaha tersebut bisa tidak berjalan  dan tidak menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Studi lingkungan usaha merupakan suatu langkah yang penting dilakukan dengan tujuan  untuk menemukan apakah lingkungan di mana usahanya itu akan berdiri nantinya tidak akan menimbulkan ancaman dan justru dapat memberikan peluang-peluang baru di luar dari usaha yang utama.

Lingkungan tempat bisnis akan dijalankan harus dianalisis dengan cermat. Hal ini disebabkan lingkungan disatu sisi dapat  menjadi peluang dari bisnis yang akan dijalankan, namun disisi lain lingkungan juga dapat menjadi  ancaman bagi perkembangan bisnis.

Keberadaan bisnis dapat berpengaruh terhadap lingkungan, baik  lingkungan masyarakat maupun lingkungan ekologi tempat bisnis yang akan dijalankan.

Analisis aspek lingkungan dilakukan untuk menganalisis apakah lingkungan setempat sesuai dengan ide bisnis yang akan dijalankan, dan untuk mengetahui apakah jumlah manfaat bisnis bagi  lingkungan lebih besar dibandingkan  dampak negatifnya.

Suatu ide bisnis dinyatakan layak berdasarkan aspek lingkungan sesuai dengan  kebutuhan ide bisnis dan ide bisnis tersebut  mampu memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan  dampak  negatifnya di wilayah  tersebut.

Analisis Aspek  Lingkungan Dalam Studi Kelayakan

Analisis aspek lingkungan dapat melingkup:

  1. Analisis kondisi lingkungan operasional
  2. Analisis kondisi lingkungan  industri
  3. Analisis lingkungan ekonomi
  4. Analisis dampak positif maupun negatif  bisnis terhadap lingkungan
  5. Analisis usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif bisnis terhadap lingkungan.

Bagaimana ulasan selanjutnya? Silahkan unduh ppt pada link diatas.

Baca juga: Blog Kategori Studi Kelayakan Bisnis

Demikian semoga uraian tentang Analisis Dampak Proyek Terhadap Perekonomian Dan Lingkungan, dapat bermanfaat dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

___________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Studi kelayakan bisnis dan identifikasi kesempatan usaha

Studi Kelayakan: Identifikasi Kesempatan Usaha

“Studi Kelayakan: Identifikasi Kesempatan Usaha”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kita tahu bahwa peluang  usaha di Indonesia memang cukup luas. Seorang pengusaha yang cakap mampu melihat potensi usaha tersebut. Pengusaha yang jeli, mampu dilihat begitu besarnya permintaan pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri.

_________________________________

Power Point (PDF):

Teknik Identifikasi Kesempatan Usaha

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_________________________________

Dalam masyarakat yang semakin berkembang, menyebabkan banyaknya perubahan baru. Semakin beragam kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi  oleh pasar.

Sayangnya para produsen terkadang kurang  mampu melihat dan memenuhi kebutuhan pasar tersebut. Hal inilah yang harus  dilihat  sebagai peluang bisnis. Para pelaku usaha akan mendapatkan kesempatan usaha dari permintaan pasar yang terus berkembang.

Seorang pelaku bisnis bisa melihat kebutuhan yang ada kemudian memproduksi kebutuhan itu. Hal ini tidak hanya berlaku  dalam bidang produksi barang saja, dalam bidang jasa pun permintaan pasar sangat besar.

Sebuah kesempatan usaha itu, esensinya adalah asas manfaat. Jika peluang usaha itu benar-benar dimanfaatkan dan di kemas dengan sangat rapi  maka bisa memberikan manfaat dan kepuasan yang diharapkan.

Peluang usaha baru adalah sebuah ruang kreasi yang independen atau mandiri. Peluang usaha bukan hanya sebuah kegiatan yang ikut-ikutan demi mengikuti sebuah gaya hidup atau fashion saja.

Tahap-Tahap Dalam Studi Kelayakan

Dalam memahami metode identifikasi kesempatan usaha,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami pengertian, maksud dan  tujuan  serta tahap-tahap dari sebuah identifikasi kesempatan usaha. Berikut tahapannya:

  • Timbulnya gagasan/usulan
  • Penelitian
  • Pengolahan & analisa beserta penyusunan laporan
  • Evaluasi proyek (merupakan tahap terakhir sebelum mengambil keputusan)
  • Ranking untuk berbagai usulan yang feasible
  • Programming atau rencana pelaksanaan usulan yang feasible
  • Pelaksanaan dan atau manajemen proyek
Project Cycle Identifikasi Kesempatan Usaha
  1. Identifikasi

Mendapat gambaran tentang kemampuan potensial suatu proyek yang akan dilaksanakan.

  1. Persiapan & Analisis

Dibuat FS lingkungan proyek. Meliputi: iklim masyarakat, lingkungan masyarakat, Sosial budaya. Persiapan ini memerlukan 7% – 10% dari total investasi.

  1. Appraisal

Tahap penilaian dari FS disetujui atau diperbaiki. Ditentukan lembaga yang akan membiayai proyek

  1. Implementation
Hal Penting Yang perlu diperhatikan:
  1. Proyek dapat mencapai manfaat yang telah ditetapkan.
  2. Proyek mempunyai pengaruh positif terhadap lingkungan sekitar.
  3. Evaluasi

Penilaian dilakukan antar disiplin ilmu mulai proyek sedang berjalan sampai akhir proyek.

Ingin tahu penjelasan lebih detail? Untuk materi selengkapnya mengenai Identifikasi Kesempatan Usaha, bisa di download power point (ppt) pada link diatas.

Baca juga: Analisis Aspek Pasar

Demikian uraian tentang Studi Kelayakan: Identifikasi Kesempatan Usaha. Semoga bermanfaat, dan sukses selalu.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_____________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

___________________________

Iklan Makanan Kesehatan:

Sedia Cookies Manis Legit Diabetes
Persepsi dan pengambilan keputusan individu

Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu

“Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Persepsi adalah suatu proses dengan mana individu-individu mengorganisasikan & menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan mereka.

Seorang manajer, perlu mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan dampaknya terhadap pengambilan keputusan individu. Dengan pemahaman yang benar, maka manajer dapat mengelola kualitas komunikasi dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

Silahkan diunduh file power point (PDF) dibawah ini:

_________________________________

Power Point:

Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_________________________________

Dari materi power point diatas, ada beberapa hal penting sbb:

Membuat Penilaian Mengenai Orang Lain

Berikut bebarapa konsep penting yang perlu didiskusikan lebih dalam:

Teori Atribusi, misal:
  • Kekeliruan atribusi mendasar
  • Prasangka layanan diri
Teori Jalan Pintas, misal:
  • Persepsi selektif
  • Efek hallo
  • Efek kontras
  • Proyeksi
  • Berstereotipe
Implikasi dalam organisasi, diantarannya:
  • Wawancara pekerjaan
  • Pengharapan kinerja
  • Efek pigmalion
  • Evaluasi kinerja
  • Upaya karyawan
  • Kesetiaan karyawan
Teori Hubungan
  • Teori Hubungan: Usaha ketika individu-individu mengamati perilaku untuk menentukan apakah hal ini disebabkan secara internal atau eksternal.
  • Perilaku yang disebabkan secara internal adalah perilaku yang diyakini dipengaruhi oleh kendali pribadi seorang individu, perilaku yang disebabkan secara eksternal dianggap sebagai akibat dari sebab-sebab luar; yaitu individu dianggap telah dipaksa perilaku demikian oleh situasi.
  • Kesalahan hubungan yang fundamental: Kecenderungan untuk merendahkan pengaruh faktor-faktor eksternal dan meninggikan pengaruh faktor-faktor internal ketika membuat penilaian tentang perilaku orang lain.
  • Bias Pemikiran Diri Sendiri: Kecenderungan bagi para individu untuk menghubungkan keberhasilan mereka sendiri dengan faktor-faktor internal, sementara menyalahkan faktor-faktor eksternal untuk kegagalan.
Jalan Pintas Yang Sering digunakan Dalam  Menilai Individu Lain
  • Persepsi Selektif: Menginterpretasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman, dan sikap seseorang.
  • Efek Halo: Membuat sebuah gambaran umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik.
  • Efek-efek kontras: Evaluasi tentang karakteristik-karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh perbandingan-perbandingan dengan orang lain yang baru ditemui, yang mendapat nilai lebih tinggi atau lebih rendah untuk karakteristik-karakteristik yang sama.
  • Proyeksi: Menghubungkan karakateristik-karakteristik diri sendiri dengan individu lain.
  • Pembentukaan Stereotip: menilai seseorang berdasarkan persepsi tentang kelompok di mana ia tergabung.
Berbagai Aplikasi Khusus dari Jalan Pintas
  • Wawancara Pekerjaan
  • Harapan Kinerja: Ada banyak bukti menunjukkan bahwa individu akan berusaha untuk mengesahkan persepsi mereka tentang kenyataan, bahkan ketika persepsi-persepsi tersebut salah.
  • Ramalan yang Terealisasi Sendiri: Situasi dimana seseorang menilai yang kedua secara tidak akurat dan harapan yang dihasilkan membuat orang kedua tersebut berperilaku dalam cara-cara yang konsisten dengan persepsi semula.
  • Pembentukkan Profil: Pembentukkan stereotip dimana satu kelompok individu dipilih biasanya berdasarkan ras atau etnis untuk penyelidikan intensif, inspeksi ketat atau investigasi.
  • Evaluasi Kinerja: Penilaian kinerja sangat bergantung pada proses penginterpretasian. Masa depan seorang karyawan berhubungan erat dengan penilaian – promosi, kenaikan bayaran dan kelanjutan pekerjaan meruapakan beberapa hasil yang paling nyata.

Bagaimana ulasan selanjutnya?  Silahkan di unduh ppt pada link diatas.

Baca juga: Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

__________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

perilaku individu, sikap & kepuasan kerja

Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja

“Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kajian Perilaku individu diawali dengan pembahasan tentang dasar-dasar perilaku individu. Kemudian selanjutnya akan bagaimana sikap seseorang dapat terbentuk dan dilanjutkan pada kepuasan kerja dalam kontek organisasi.

Seorang manajer perlu mengenal dan memahami landasan perilaku para bawahan dalam organisasi. Tanpa pengenalan yang utuh terhadap landasan perilaku karyawannya, tentu pengambilan keputusan terkait manajemen sumber daya manusia dikuatirkan kurang tetap sasaran.

Silahkan diunduh file power point (PDF) dibawah ini:

___________________________________

Power Point (PDF):

Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

___________________________________

Dasar-Dasar Perilaku Individual

Aspek-aspek perilaku individu yang mempengaruhi keberhasilan organisasi diantaranya adalah:

  1. Karakteristik biografis
  2. Kemampuan (ability)
  3. Kepribadian
  4. Belajar
  5. Perilaku organisasi positif
Karakteristik Biografis

Merupakan karakteristik pribadi yang dapat diperoleh dalam berkas personalia dari seorang karyawan seperti usia, jenis kelamin, status kawin, jumlah tanggungan dan masa kerja.

  1. Usia
  • Keyakinan bahwa makin tuanya sesorang produktivitasnya mersosot, tidak selalu terbukti.
  • Karyawan tua mempunyai tingkat kemangkiran-yang dapat dihindari-yang lebih rendah dari karyawan muda
  • Makin tua semakin kecil kemungkinan berhenti dari pekerjaan, karena;
    1. semakin terbatasnya pekerjaan alternatif.
    2. Masa kerja yang lebih panjang, berdampak pada tingkat imbalan yang lebih baik
  • Bertambahnya usia, kepuasan meningkat untuk karyawan profesional, dan diantara non profesional merosot selama setengah baya, dan naik lagi pada tahun-tahun yang lebih belakangan
  1. Jenis Kelamin
  • Tidak ada beda yang bermakna dalam produktivitas kerja antara pria dan wanita
  • Wanita mempunyai tingkat kemangkiran dan keluarnya (turnover) karyawan yang lebih tinggi dari pada pria
  • Tidak ada bukti yang menyatakan jenis kelamin karyawan mempengaruhi kepuasan kerja
  1. Status Kawin dan jumlah tanggungan
  • Tidak cukup bukti ada efek status perkawinan pada produktivitas
  • Karyawan yang menikah lebih sedikit absensinya, mengalami pergantian yang lebih rendah, dan lebih puas dengan pekerjaan mereka daripada rekan sekerja mereka yang bujangan
  • Banyaknya tanggungan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas, tingkat absensi, pergantian dan kepuasan kerja
  1. Masa Kerja
  • Tidak ada alasan untuk meyakini bahwa orang yang lebih lama berada pada suatu pekerjaan lebih produktif daripada mereka yang senioritasnya lebih rendah
  • Senioritas berkaitan secara negatif terhadap kemangkiran dan pergantian karyawan
  • Masa kerja dan kepuasan saling berkaitan secara positif
Kemampuan
  • Kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan
  • Kemampuan individu tersusun dalam dua perangkat faktor yaitu:
    1. Kemampuan intelektual, berupa kemampuan yang diperlukan untuk mengerjakan kegiatan mental, seperti kemahiran berhitung, pemahaman verbal, kecepatan perseptual, penalaran induktif, penalaran diduktif, visualisasi ruang, dan ingatan.
    2. Kemampuan fisik, kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan ketrampilan.
Kepribadian
  • Kepribadian merupakan jumlah total dari cara-cara dalam mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi  dengan orang lain.
  • Sesuatu yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.

Untuk materi selengkapnya mengenai Konsep Dasar Perilaku Individu, bisa di download ppt pada link diatas.

Baca juga: Motivasi Kerja: Membangun Semangat Karyawan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Gaya Kepemimpinan yang Efektif

Apa yang membuat Kepemimpinan menjadi Efektif?

“Mengenal Gaya Kepemimpinan yang Efektif”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Organisasi akan berjalan kurang efektif bila tanpa didukung kepemimpinan yang efektif. Studi tentang kepemimpinan sudah dilakukan cukup lama, dan sampai detik ini, para manajer terus berusaha menggali dan belajar tentang cara-cara memimpin organisasi yang efektif dan efisien.

_________________________

Power Point (PDF):

Kepemimpinan yang Efektif

Follow IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_________________________

Berikut beberapa pengertian tentang kepemimpinan:

  • Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).
  • Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).
  • Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).
  • Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan mentaati segala keinginannya.
  • Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).

Kepemimpinan Yang Efektif

Seorang pemimpin yang efektif adalah yang tidak hanya bekerja sendiri tanpa melibatkan siapapun. Melainkan mampu memanfaatkan berbagai potensi yang mengelilinginya.

Explore: Training & Development

Kepemimpinan efektif bukan sekedar pusat kedudukan atau kekuatan akan tetapi merupakan interaksi aktif antar komponen yang efektif. 

Karakteristik kepemimpinan yang efektif menurut Keith Davis yaitu :

  1. Intelegensi yang tinggi (Intellegence)
  2. Kematangan jiwa social (Social Maturity)
  3. Motivasi terhadap diri dan hasil (Inner motivation and achievement drives)
  4. Menjalin hubungan kerja manusiawi (Human relation attitudes)
Prinsip – Prinsip Kepemimpinan Efektif
  • Seorang yang belajar seumur hidup, Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi, mendengar. dan belajar dari pengalaman.
  • Berorientasi pada pelayanan, Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama.
  • Membawa energi yang positif, dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan.
Tipe Atau Gaya Kepemimpinan

Menurut Ralph white dan Ronald Lippet; ada tiga tipe gaya kepemimpinan antara lain :

Kepemimpinan otoriter
  • Penentuan kebijaksanaan oleh pimpinan sendiri
  • Cara dan kegiatan yang dilakukan berada ditangan pemimpin
  • Stategi, penentuan posisi, pembagian tugas ditentukan pimpinan
Kepemimpinan Demokratis
  • Kebijaksanaan ditentukan bersama secarah musyawarah, pimpinan sebagai fasilitator
  • Pemimpin hanya melakukan sumbang saran mengenai cara kerja dan kegitan yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan
  • Cara kerja, penentuan posisi dan pembagian tugas diserahkan kepada kelompok
Kepemimpinan Liberal
  • Kebebasan penuh pada pengambilan keputusan, pimpinan memiliki peran yang sangat minim
  • Pimpinan hanya memberi informasi bila diminta dan tidak terlibat dalam penentuan cara kerja dan kegiatan yang dilakukan.

Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan download ppt pada file diatas

Baca juga: Pengelolaan, Kepemimpinan, dan Pemberdayaan

Demikian uraian singkat tentang Apa yang membuat Gaya Kepemimpinan menjadi Efektif? Semoga bermanfaat, dan salam hormat.

__________________________

SDMIndonesia.com

Konsultasi /Pelatihan Kerja / In-house Training / pelatihan kepemimpinan / training leadership / training center/ pelatihan kerja / leadership / outbound training / pelatihan / training


Untuk Pelatihan/ In-House Training:
“How to be a Great Leader”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Kerjasama Tim & Sinergi Mencapai Target

Rahasia dibalik keberhasilan sebuah Tim Kerja

“Kerjasama Tim & Sinergi Mencapai Target”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kerjasama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai  misi yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.

___________________________

Power Point (PDF):

PPT Kerjasama Tim

Follow IG: SDM Unggul Indonesia Maju

___________________________

Yang dimaksud “saling melengkapi” disini adalah apabila ada anggota yang kurang ahli dalam menyelesaikan tugas A, tapi tugas tersebut bisa dikerjakan oleh anggota lainnya. 

Harus disadari bahwa kerjasama tim merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi yang tidak mementingkan diri sendiri, saling mengerti dan mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama.

Langkah langkah Membangun Kerjasama Tim

Membangunkan kerja sama dalam tim yang solid dan efektif kadang merupakan tantangan, akan tetapi hal tersebut bisa diwujudkan dengan beberapa langkah dibawah ini :

  • Membangun kepercayaan dan saling menghormati: Dengan kuatnya saling rasa percaya dan saling menghormati maka akan mempermudah bekerja sama dengan sesama dan pemimpin dapat mendelegasikan tugas-tugas yang dapat dikerjakan oleh anggota timnya dengan baik.
  • Menyelaraskan harapan: Setiap orang mempunyai semangat pencapaian karir yang berbeda, maka akan lebih baik menyelaraskan harapan dalam tim dan juga berusaha secara bersama-sama  memenuhinya.
  • Pemimpin menciptakan komunikasi yang terbuka, jujur dan saling menghormati: Setiap anggota tim berhak untuk mengekspresikan dirinya dalam bentuk pemikiran, opini, bahkan hingga solusi yang menjawab permasalahan yang ditemui kelompok.
  • Menanamkan sikap saling memiliki dalam kelompok: Sikap saling memiliki akan semakin mendalam saat anggota tim menghabiskan waktu bersama mencapai tujuan. Selain itu, pemimpin tim sebaiknya mengikut sertakan anggota tim dalam proses pengambilan keputusan sebagai realisasi dari kerja sama tim.
  • Menerima perbedaan pendapat: Dengan memasang kacamata positif dalam memandang suatu fenomena dalam berinteraksi dengan sejumlah orang, hal ini berarti bahwa ada sudut pandang lain yang bisa dianggap sebagai kesempatan yang bisa ditelusuri dan digunakan untuk kepentingan perusahaan/organisasi.
  • Evaluasi kinerja tim dan umpan balik : Hal ini perlu untuk mengukur pencapaian kinerja tim. Apabila terdapat hal yang tidak sesuai harapan, disinilah saatnya untuk memperbaiki kinerja tim selanjutnya. Disamping itu, setelah melihat kinerja tim, pemimpin bisa memberikan reward dan insentif yang tujuannya agar seluruh anggota tim termotivasi untuk melakukan kinerja yang lebih baik.

Nah, sekarang apa saja sih hambatan kerjasama tim, cara mengembangkan hubungan dalam tim, dan cara mengatasi perbedaan? Untuk menjawabnya, anda bisa download ppt pada link diatas.

Baca juga: Kepemimpinan yang Efektif

Demikian uraian singkat tentang Kerjasama Tim & Sinergi Mencapai Target. Semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Dapatkan Informasi terkait: Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen / Startegi / Bisnis / Manajemen sumber daya manusia / Pemasaran / Operasional / TQM / Keuangan / Prosedur / Mutu / Pelatihan / In House Training

Manajemen Pemasaran

Berikut tautan artikel/ blog manajemen pemasaran: