• +62-8123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Daily Archive May 9, 2020

Manajemen Pemasaran & Analisis Persaingan

Manajemen Pemasaran: Analisis Persaingan dan Strategi Bersaing

“Manajemen Pemasaran, Analisis Persaingan dan Strategi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Analisis persaingan adalah usaha mengidentifikasi kesempatan, tantangan atau permasalahan strategis (strategy question) yang terjadi akibat perubahan persaingan potensial, serta kekuatan dan kelemahan dalam kompetisi.

Analisis Persaingan dan kompetisi berguna untuk mendasari keputusan tentang produk yang dipasarkan agar kemudian diperoleh laba yang optimal.

Pasar berubah karena adanya perubahan kebutuhan pembeli, teknologi baru, kekuatan sosial-ekonomi, dan kegiatan persaingan.

Perubahan-perubahan ini menciptakan peluang dan tantangan baru bagi perusahaan untuk melayani pasar.

Analisis persaingan dimulai dengan pesaing umum dan selanjutnya pesaing potensial. Ada dua cara untuk mengidentifikasi pesaing umum. Yang pertama menguji perspektif  pelanggan dalam membuat pilihan diantara para  pesaing.

Silahkan diunduh file power-point (PDF) berikut ini:

_____________________________

Belajar Mudah dengan Power point (PDF):

PPT Analisis Persaingan dan Strategi Bersaing

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_____________________________

Tipe kedua adalah identifikasi dengan pendekatan yang berusaha menempatkan para pesaing kedalam kelompok-kelompok strategi dari dasar strategi persaingannya.

Setelah para pesaing diidentifikasi, fokusnya adalah berusaha memahami  mereka dan strateginya. Dari  uraian  tersebut dapat  dikembangkan analisis dari kekuatan dan kelemahan dari masing-masing pesaing atau kelompok strategi dari  pesaing.

Identifikasi Strategi Pesaing

Dalam melakukan identifikasi strategi pesaing ini, kita perlu memperhatikan juga beberapa hal berikut ini:

  1. Semakin mirip strategi suatu perusahaan dengan produk yang sejenis, maka semakin bersaing.
  2. Dalam suatu industri, pesaing-pesaing dalam industri yang bersangkutan dikelompokan dalam grup-grup. Setiap grup melakukan strategi yang berbeda dengan grup yang lain. Misalnya: Citra kualitas, Teknologi yang dipakai, Pasarnya, Metode produksinya.
Penilaian Kekuatan dan Kelemahan Pesaing

Setelah kita tahu siapa saja pesaing/kompetitor kita, tentukan kekuatan mereka dan cari tahu kerentanan mereka. Mengapa konsumen membeli dari mereka, apakah karena harga, nilai, pelayanan, kenyamanan, dan reputasi.

Fokuskan terutama pada kekuatan dan kelemahan yang dirasakan seperti yang kita lakukan terhadap perusahaan sesungguhnya. Ini karena persepsi konsumen ternyata bisa lebih penting dari kenyataan.

Identifikasi reaksi pesaing

Reaksi Pesaing maksudnya bagaimana pola dan strategi pesaing dalam merebut segmen pasar yang ada, dan bagaimana perusahaan mampu melakukan terobosan-terobosan baru dalam rangka mengungguli pesaing yang ada.

Untuk materi berikutnya tentang analisis persaingan dan strategi bersaing, bisa di download pada link diatas.

Demikian uraian singkat tentang Manajemen Pemasaran, Analisis Persaingan dan Strategi. Semoga bermanfaat, dan sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_____________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Pengambilan Keputusan & Informasi Relevan

Pengambilan Keputusan dan Informasi Relevan

“Akuntansi Biaya: Pengambilan Keputusan dan Informasi Relevan”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam penyusunan perencanaan ataupun pengambilan keputusan organisasi seorang manajer memerlukan informasi. Informasi yang relevan untuk meminimalisir resiko yang mungkin timbul dari perencanaan atau keputusan yang telah dibuat.

Oleh karena itu seorang pengolah informasi atau akuntan harus dapat menyajikan informasi-informasi yang relevan dan berkualitas. Informasi yang disajikan dalam akuntansi manajemen ini merupakan informasi utama yang dimiliki perusahaan.

Tugas utama seorang manajer adalah mengambil keputusan. Kualitas keputusan sangat dipengaruhi oleh kualitas data dan informasi.

Jadi jelas sekali, data dan informasi sangat berperan dalam pembuatan keputusan bagi manajer. Manajer merupakan pimpinan dan peserta aktif dalam proses perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan.

Silahkan diunduh file power point (PDF) berikut ini:

_________________________

Belajar Mudah dengan Power Point (PDF):

PPT Pengambilan Keputusan & Informasi Relevan

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_________________________

Berikut poin-poin penting yang perlu diperhatikan dalam Pengambilan Keputusan dan Informasi Relevan suatu organisasi.

Model Keputusan Organisasi

Model keputusan adalah metode formal untuk membuat pilihan keputusan, seringkali melibatkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Manajer sering menggunakan beberapa variasi Lima Langkah Proses Pengambilan Keputusan.

Informasi yang Relevan
  • Informasi yang relevan memiliki dua karakteristik: Terjadi di masa depan dan Berbeda di antara alternatif tindakan.
  • Biaya yang Relevan – biaya masa depan yang diharapkan
  • Pendapatan yang Relevan – mengharapkan pendapatan di masa depan
  • Biaya historis adalah biaya masa lalu yang tidak relevan dengan pengambilan keputusan. Disebut juga Sunk Costs (Biaya terpendam)
Jenis-Jenis Informasi
  • Faktor kuantitatif adalah hasil yang dapat diukur secara numerik
  • Sedangkan faktor kualitatif adalah hasil yang sulit diukur secara akurat dalam istilah numerik, seperti kepuasan. Sama pentingnya dengan faktor kuantitatif walaupun ukurannya sulit diukur
Terminologi
  • Biaya Inkremental yaitu biaya total tambahan yang dikeluarkan untuk suatu aktivitas
  • Pendapatan Inkremental yaitu jumlah pendapatan tambahan dari suatu kegiatan.
  • Biaya Diferensial yaitu perbedaan total biaya antara dua alternatif.
  • Pendapatan Diferensial yaitu perbedaan total pendapatan antara dua alternative.
One-Time-Only Special Orders
  • Menerima atau menolak pesanan khusus bila ada kapasitas produksi menganggur dan pesanan khusus tidak memiliki implikasi jangka panjang
  • Aturan Keputusan: apakah pesanan khusus menghasilkan pendapatan operasional tambahan?
    • Bila ya: terima
    • Bila tidak: tolak
  • Membandingkan pendapatan yang relevan dan biaya yang relevan untuk menentukan profitabilitas
Insourcing vs Outsourcing
  • Insourcing – memproduksi barang atau jasa dalam suatu organisasi
  • Outsourcing – membeli barang atau jasa dari vendor luar
  • Juga disebut keputusan “Membuat atau Beli
  • Aturan Keputusan: Pilih opsi yang akan memberi perusahaan biaya terendah, dan karena itu keuntungan tertinggi.
Biaya Peluang (Opportunity Costs)
  • Opportunity Cost adalah kontribusi terhadap pendapatan operasional yang dilupakan dengan tidak menggunakan sumber daya terbatas untuk penggunaan alternatif berikutnya
    • “Berapa banyak keuntungan yang perusahaan ‘hilangkan’ dengan tidak memilih alternatif ini?”
  • Jenis Khusus Biaya Peluang: Holding Cost for Inventory. Dana yang diikat dalam persediaan tidak tersedia untuk investasi di tempat lain

Untuk materi selengkapnya mengenai Pengambilan Keputusan dan Informasi Relevan, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Produk Cacat, Pengerjaan Ulang dan Sisa

Akuntansi Biaya: Produk Cacat, Pengerjaan Ulang dan Sisa

“Produk Cacat, Pengerjaan Ulang dan Sisa”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam proses produksi suatu barang tentunya tidak semua produk berhasil dihasilkan dengan sempurna. Dari banyak produk yang dihasilkan pasti ada produk yang cacat atau gagal produksi.

Selain itu, produk yang gagal tersebut bisa saja dilakukan pengerjaan  ulang. Dalam akuntansi terdapat perlakuan untuk produk yang cacat dan produk yang harus dilakukan pengerjaan ulang.

Dalam proses produksi juga pasti terdapat produk sisa yang juga terdapat perlakuan akuntansi sendiri. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Produk Cacat, Pengerjaan Ulang, dan Sisa (Spoilage, Rework, & Scrap).

Silahkan diunduh file power point /PDF berikut ini:

_____________________________

Belajar Mudah dengan Power Point:

PPT Produk Cacat, Pengerjaan Ulang & Sisa

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_______________________________

Definisi Dasar dan Poin-Poin Penting:
  • Unit produksi cacat, baik yang lengkap maupun sebagian selesai, yang tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pelanggan untuk unit yang baik dan yang dibuang atau dijual dengan harga yang lebih rendah.
  • Pengerjaan ulang yaitu ketika unit produksi yang tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pelanggan namun kemudian diperbaiki dan dijual sebagai barang jadi yang bagus.
  • Produk sisa adalah bahan sisa yang dihasilkan dari pembuatan produk. Memiliki nilai penjualan yang rendah dibandingkan dengan total nilai penjualan produk. Produk sisa mirip dengan produk sampingan namun muncul sebagai residual dari proses pembuatan dan bukan merupakan produk yang ditargetkan untuk pembuatan atau penjualan oleh perusahaan.
Akuntansi Produk Cacat
  • Sejumlah produk cacat, pengerjaan ulang atau sisa melekat pada banyak proses produksi.
  • Akuntansi produk cacat bertujuan untuk mengetahui besarnya spoilage cost dan untuk membedakan spoilage cost normal dan abnormal.
  • Untuk mengelola, mengendalikan, dan mengurangi biaya produk cacat, sebaiknya disorot, tidak dibuat saja menjadi biaya produksi.
Dua Jenis Produk Cacat

Cacat normal adalah cacat yang melekat dalam proses produksi tertentu yang timbul bahkan dalam kondisi operasi yang efisien.

  • Tingkat cacat normal dihitung dengan membagi unit cacat normal dengan total unit yang selesai, bukan total unit aktual yang mulai diproduksi.
  • Manajemen membuat keputusan tentang tingkat produksi per jam yang menghasilkan tingkat cacat normal.

Cacat yang tidak normal adalah cacat yang tidak melekat dalam proses produksi tertentu dan tidak akan timbul dalam kondisi operasi yang efisien.

  • Cacat tidak normal dianggap bisa dihindari dan terkendali.
  • Efek dari biaya produk cacat yang tidak normal, perusahaan menghitung jumlah cacat tidak normal dan mencatat biaya pada akun Loss from Abnormal Spoilage, yang muncul sebagai bagian terpisah pada laporan laba rugi.
Tiga jenis pengerjaan ulang
  • Pengerjaan ulang normal yang diakibatkan oleh pekerjaan tertentu-biaya pengerjaan ulang dibebankan ke pekerjaan itu.
  • Rework (pengerjaan ulang) normal untuk semua pekerjaan-biaya dibebankan ke biaya produksi dan disebarkan, melalui alokasi overhead, untuk semua pekerjaan.
  • Pengerjaan tidak normal dibebankan ke Rugi dari akun Rutin Abnormal yang muncul pada laporan laba rugi.

Baca juga: Akuntansi Biaya

Akuntansi Produk Sisa (Scrap)
  • Scrap adalah bahan sisa yang dihasilkan dari pembuatan produk; Nilai penjualannya rendah dibandingkan dengan total nilai penjualan produk.
  • Tidak ada perbedaan antara scrap normal dan abnormal karena tidak ada biaya yang dibebankan untuk produk sisa.

Untuk materi selengkapnya mengenai Produk Cacat, Pengerjaan Ulang, dan Sisa (Spoilage, Rework, & Scrap), bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_________________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training