• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Daily Archive May 6, 2020

perilaku individu, sikap & kepuasan kerja

Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja

“Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kajian Perilaku individu diawali dengan pembahasan tentang dasar-dasar perilaku individu. Kemudian selanjutnya akan bagaimana sikap seseorang dapat terbentuk dan dilanjutkan pada kepuasan kerja dalam kontek organisasi.

Seorang manajer perlu mengenal dan memahami landasan perilaku para bawahan dalam organisasi. Tanpa pengenalan yang utuh terhadap landasan perilaku karyawannya, tentu pengambilan keputusan terkait manajemen sumber daya manusia dikuatirkan kurang tetap sasaran.

Silahkan diunduh file power point (PDF) dibawah ini:

___________________________________

Power Point (PDF):

Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

___________________________________

Dasar-Dasar Perilaku Individual

Aspek-aspek perilaku individu yang mempengaruhi keberhasilan organisasi diantaranya adalah:

  1. Karakteristik biografis
  2. Kemampuan (ability)
  3. Kepribadian
  4. Belajar
  5. Perilaku organisasi positif
Karakteristik Biografis

Merupakan karakteristik pribadi yang dapat diperoleh dalam berkas personalia dari seorang karyawan seperti usia, jenis kelamin, status kawin, jumlah tanggungan dan masa kerja.

  1. Usia
  • Keyakinan bahwa makin tuanya sesorang produktivitasnya mersosot, tidak selalu terbukti.
  • Karyawan tua mempunyai tingkat kemangkiran-yang dapat dihindari-yang lebih rendah dari karyawan muda
  • Makin tua semakin kecil kemungkinan berhenti dari pekerjaan, karena;
    1. semakin terbatasnya pekerjaan alternatif.
    2. Masa kerja yang lebih panjang, berdampak pada tingkat imbalan yang lebih baik
  • Bertambahnya usia, kepuasan meningkat untuk karyawan profesional, dan diantara non profesional merosot selama setengah baya, dan naik lagi pada tahun-tahun yang lebih belakangan
  1. Jenis Kelamin
  • Tidak ada beda yang bermakna dalam produktivitas kerja antara pria dan wanita
  • Wanita mempunyai tingkat kemangkiran dan keluarnya (turnover) karyawan yang lebih tinggi dari pada pria
  • Tidak ada bukti yang menyatakan jenis kelamin karyawan mempengaruhi kepuasan kerja
  1. Status Kawin dan jumlah tanggungan
  • Tidak cukup bukti ada efek status perkawinan pada produktivitas
  • Karyawan yang menikah lebih sedikit absensinya, mengalami pergantian yang lebih rendah, dan lebih puas dengan pekerjaan mereka daripada rekan sekerja mereka yang bujangan
  • Banyaknya tanggungan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas, tingkat absensi, pergantian dan kepuasan kerja
  1. Masa Kerja
  • Tidak ada alasan untuk meyakini bahwa orang yang lebih lama berada pada suatu pekerjaan lebih produktif daripada mereka yang senioritasnya lebih rendah
  • Senioritas berkaitan secara negatif terhadap kemangkiran dan pergantian karyawan
  • Masa kerja dan kepuasan saling berkaitan secara positif
Kemampuan
  • Kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan
  • Kemampuan individu tersusun dalam dua perangkat faktor yaitu:
    1. Kemampuan intelektual, berupa kemampuan yang diperlukan untuk mengerjakan kegiatan mental, seperti kemahiran berhitung, pemahaman verbal, kecepatan perseptual, penalaran induktif, penalaran diduktif, visualisasi ruang, dan ingatan.
    2. Kemampuan fisik, kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan ketrampilan.
Kepribadian
  • Kepribadian merupakan jumlah total dari cara-cara dalam mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi  dengan orang lain.
  • Sesuatu yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.

Untuk materi selengkapnya mengenai Konsep Dasar Perilaku Individu, bisa di download ppt pada link diatas.

Baca juga: Motivasi Kerja: Membangun Semangat Karyawan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Persepsi dan pengambilan keputusan individu

Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu

“Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Persepsi adalah suatu proses dengan mana individu-individu mengorganisasikan & menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan mereka.

Seorang manajer, perlu mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan dampaknya terhadap pengambilan keputusan individu. Dengan pemahaman yang benar, maka manajer dapat mengelola kualitas komunikasi dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

Silahkan diunduh file power point (PDF) dibawah ini:

_________________________________

Power Point:

Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_________________________________

Dari materi power point diatas, ada beberapa hal penting sbb:

Membuat Penilaian Mengenai Orang Lain

Berikut bebarapa konsep penting yang perlu didiskusikan lebih dalam:

Teori Atribusi, misal:
  • Kekeliruan atribusi mendasar
  • Prasangka layanan diri
Teori Jalan Pintas, misal:
  • Persepsi selektif
  • Efek hallo
  • Efek kontras
  • Proyeksi
  • Berstereotipe
Implikasi dalam organisasi, diantarannya:
  • Wawancara pekerjaan
  • Pengharapan kinerja
  • Efek pigmalion
  • Evaluasi kinerja
  • Upaya karyawan
  • Kesetiaan karyawan
Teori Hubungan
  • Teori Hubungan: Usaha ketika individu-individu mengamati perilaku untuk menentukan apakah hal ini disebabkan secara internal atau eksternal.
  • Perilaku yang disebabkan secara internal adalah perilaku yang diyakini dipengaruhi oleh kendali pribadi seorang individu, perilaku yang disebabkan secara eksternal dianggap sebagai akibat dari sebab-sebab luar; yaitu individu dianggap telah dipaksa perilaku demikian oleh situasi.
  • Kesalahan hubungan yang fundamental: Kecenderungan untuk merendahkan pengaruh faktor-faktor eksternal dan meninggikan pengaruh faktor-faktor internal ketika membuat penilaian tentang perilaku orang lain.
  • Bias Pemikiran Diri Sendiri: Kecenderungan bagi para individu untuk menghubungkan keberhasilan mereka sendiri dengan faktor-faktor internal, sementara menyalahkan faktor-faktor eksternal untuk kegagalan.
Jalan Pintas Yang Sering digunakan Dalam  Menilai Individu Lain
  • Persepsi Selektif: Menginterpretasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman, dan sikap seseorang.
  • Efek Halo: Membuat sebuah gambaran umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik.
  • Efek-efek kontras: Evaluasi tentang karakteristik-karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh perbandingan-perbandingan dengan orang lain yang baru ditemui, yang mendapat nilai lebih tinggi atau lebih rendah untuk karakteristik-karakteristik yang sama.
  • Proyeksi: Menghubungkan karakateristik-karakteristik diri sendiri dengan individu lain.
  • Pembentukaan Stereotip: menilai seseorang berdasarkan persepsi tentang kelompok di mana ia tergabung.
Berbagai Aplikasi Khusus dari Jalan Pintas
  • Wawancara Pekerjaan
  • Harapan Kinerja: Ada banyak bukti menunjukkan bahwa individu akan berusaha untuk mengesahkan persepsi mereka tentang kenyataan, bahkan ketika persepsi-persepsi tersebut salah.
  • Ramalan yang Terealisasi Sendiri: Situasi dimana seseorang menilai yang kedua secara tidak akurat dan harapan yang dihasilkan membuat orang kedua tersebut berperilaku dalam cara-cara yang konsisten dengan persepsi semula.
  • Pembentukkan Profil: Pembentukkan stereotip dimana satu kelompok individu dipilih biasanya berdasarkan ras atau etnis untuk penyelidikan intensif, inspeksi ketat atau investigasi.
  • Evaluasi Kinerja: Penilaian kinerja sangat bergantung pada proses penginterpretasian. Masa depan seorang karyawan berhubungan erat dengan penilaian – promosi, kenaikan bayaran dan kelanjutan pekerjaan meruapakan beberapa hasil yang paling nyata.

Bagaimana ulasan selanjutnya?  Silahkan di unduh ppt pada link diatas.

Baca juga: Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

__________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Studi kelayakan bisnis dan identifikasi kesempatan usaha

Studi Kelayakan: Identifikasi Kesempatan Usaha

“Studi Kelayakan: Identifikasi Kesempatan Usaha”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kita tahu bahwa peluang  usaha di Indonesia memang cukup luas. Seorang pengusaha yang cakap mampu melihat potensi usaha tersebut. Pengusaha yang jeli, mampu dilihat begitu besarnya permintaan pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri.

_________________________________

Power Point (PDF):

Teknik Identifikasi Kesempatan Usaha

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_________________________________

Dalam masyarakat yang semakin berkembang, menyebabkan banyaknya perubahan baru. Semakin beragam kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi  oleh pasar.

Sayangnya para produsen terkadang kurang  mampu melihat dan memenuhi kebutuhan pasar tersebut. Hal inilah yang harus  dilihat  sebagai peluang bisnis. Para pelaku usaha akan mendapatkan kesempatan usaha dari permintaan pasar yang terus berkembang.

Seorang pelaku bisnis bisa melihat kebutuhan yang ada kemudian memproduksi kebutuhan itu. Hal ini tidak hanya berlaku  dalam bidang produksi barang saja, dalam bidang jasa pun permintaan pasar sangat besar.

Sebuah kesempatan usaha itu, esensinya adalah asas manfaat. Jika peluang usaha itu benar-benar dimanfaatkan dan di kemas dengan sangat rapi  maka bisa memberikan manfaat dan kepuasan yang diharapkan.

Peluang usaha baru adalah sebuah ruang kreasi yang independen atau mandiri. Peluang usaha bukan hanya sebuah kegiatan yang ikut-ikutan demi mengikuti sebuah gaya hidup atau fashion saja.

Tahap-Tahap Dalam Studi Kelayakan

Dalam memahami metode identifikasi kesempatan usaha,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami pengertian, maksud dan  tujuan  serta tahap-tahap dari sebuah identifikasi kesempatan usaha. Berikut tahapannya:

  • Timbulnya gagasan/usulan
  • Penelitian
  • Pengolahan & analisa beserta penyusunan laporan
  • Evaluasi proyek (merupakan tahap terakhir sebelum mengambil keputusan)
  • Ranking untuk berbagai usulan yang feasible
  • Programming atau rencana pelaksanaan usulan yang feasible
  • Pelaksanaan dan atau manajemen proyek
Project Cycle Identifikasi Kesempatan Usaha
  1. Identifikasi

Mendapat gambaran tentang kemampuan potensial suatu proyek yang akan dilaksanakan.

  1. Persiapan & Analisis

Dibuat FS lingkungan proyek. Meliputi: iklim masyarakat, lingkungan masyarakat, Sosial budaya. Persiapan ini memerlukan 7% – 10% dari total investasi.

  1. Appraisal

Tahap penilaian dari FS disetujui atau diperbaiki. Ditentukan lembaga yang akan membiayai proyek

  1. Implementation
Hal Penting Yang perlu diperhatikan:
  1. Proyek dapat mencapai manfaat yang telah ditetapkan.
  2. Proyek mempunyai pengaruh positif terhadap lingkungan sekitar.
  3. Evaluasi

Penilaian dilakukan antar disiplin ilmu mulai proyek sedang berjalan sampai akhir proyek.

Ingin tahu penjelasan lebih detail? Untuk materi selengkapnya mengenai Identifikasi Kesempatan Usaha, bisa di download power point (ppt) pada link diatas.

Baca juga: Analisis Aspek Pasar

Demikian uraian tentang Studi Kelayakan: Identifikasi Kesempatan Usaha. Semoga bermanfaat, dan sukses selalu.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_____________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

___________________________

Iklan Makanan Kesehatan:

Sedia Cookies Manis Legit Diabetes