• 08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Yearly Archive 2020

berpikir perubahan bagi entrepreneur

Berpikir Perubahan bagi Entrepreneur

“Pentingnya Berpikir Perubahan bagi Entrepreneur”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Sebagai pemula untuk memulai sebuah usaha (misal: startup) sering merasa “sangat terlihat sulit” dan bahkan ada sebagian orang mengungkapkan sebagai sesuatu yang “tidak mungkin” (hil yang mustahal he he he).

_________________________________

Power Point:

PPT Berpikir Perubahan

_________________________________

Watak manusia, sering menyangkal realita-realita baru dan terbelenggu oleh realita-realita lama. Suka zona nyaman, rutinitas dan enggan berfikir  tentang hal-hal yang baru. Semua itu dibentuk oleh mindset hasil proses belajar dari lingkungan yang tidak kondusif.

Enterepreneur harus selalu waspada dengan perubahan. Dalam lingkungan yang terdisrupsi, perubahan akan semakin bergejolak. Setiap berubahan tentu akan menimbulkan peluang-peluang baru dan ancaman-ancaman baru. Entrepreneur harus fokus pada peluang-peluang baru, bukan pada ancaman-ancaman baru. Fokus pada ancaman akan membuat sikap pesimis dan takut mencoba.

Dalam memahami makna perubahan, ada baiknya terlebih dahulu kita  memahami pengertian, tujuan, manfaat, serta peranan dari pentingnya berpikir perubahan.

Berpikir Perubahan

Berpikir adalah proses memanipulasi data, fakta dan informasi untuk membuat keputusan. Perubahan menjadi lebih baik adalah esensi dari kemajuan. Berarti seseorang harus berpindah posisi semakin ke depan dari posisi semula.

Berpikir perubahan adalah berpikir inovasi. Mencoba hal baru, untuk berpindah dari posisi awal ke posisi yang lebih baik. Salah satu contoh dari berpikir perubahan, misalnya seorang pegawai kantoran yang dulunya sering disuruh-suruh kini menjadi seorang entrepreneur yang sukses. Mengapa bisa? Karena ada upaya untuk merubah mindset yang bisa membuatnya lebih baik dari sebelumnya.

Dalam berpikir perubahan, seseorang diharapkan memiliki pola pikir yang produktif. Pola pikir seperti inilah yang akan menciptakan ide-ide baru sekaligus dapat membuat seseorang bisa melangkah lebih jauh lagi dalam mengeksplorasi kemampuannya. Entrepreneur diharapkan tidak hanya terpaku pada apa yang sudah ada sekarang yang mungkin dapat membuatnya semakin stagnan. Entrepreneur harus membuka diri untuk melihat kemugkinan-kemungkinan baru yang ada didepan. Sanggup?

Baca juga: Pengembangan UMKM & Kewirausahaan Indonesia

Untuk membangun kebiasaan produktif menjadi kenyataan, entrepreneur harus mengasah kemampuan berpikir. Kebiasaan baru (habit) harus diasah secara berkelanjutan. Senang belajar mencari ilmu-ilmu baru, pengetahuan baru, keterampilan baru.

Manfaat yang bisa didapatkan dari berpikir perubahan sangatlah banyak, diantaranya:

  1. Meningkatkan kemampuan berkreasi dalam diri seseorang.
  2. Merubah kebiasaan yang mungkin dahulunya tidak baik, menjadi lebih bermakna dan lebih baik.
  3. Dapat memotivasi untuk mencoba hal baru yang lebih bermanfaat.
  4. Membuat orang semakin percaya diri dalam menjalani kehidupan.
  5. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu masalah.
  6. Meningkatkan penghasilan /income seseorang.

Untuk materi selengkapnya mengenai seseorang yang berpikir terhadap perubahan, bisa di download ppt pada link datas.

Demikian uraian singkat tentang Berpikir Perubahan bagi Entrepreneur. Semoga bermanfaat dan Berkah, Aamiin.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ

___________________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

___________________________________

Iklan Makanan Sehat:

Pesan Online: Kue Sehat Lezat untuk Penyandang Diabetes

Produk Cacat, Pengerjaan Ulang dan Sisa

Akuntansi Biaya: Produk Cacat, Pengerjaan Ulang dan Sisa

“Produk Cacat, Pengerjaan Ulang dan Sisa”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam proses produksi suatu barang tentunya tidak semua produk berhasil dihasilkan dengan sempurna. Dari banyak produk yang dihasilkan pasti ada produk yang cacat atau gagal produksi.

Instagram: SDM Indonesia

Selain itu, produk yang gagal tersebut bisa saja dilakukan pengerjaan  ulang. Dalam akuntansi terdapat perlakuan untuk produk yang cacat dan produk yang harus dilakukan pengerjaan ulang.

Dalam proses produksi juga pasti terdapat produk sisa yang juga terdapat perlakuan akuntansi sendiri. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Produk Cacat, Pengerjaan Ulang, dan Sisa (Spoilage, Rework, & Scrap).

Silahkan diunduh file power point /PDF berikut ini:

_____________________________

Belajar Mudah dengan Power Point:

PPT Produk Cacat, Pengerjaan Ulang & Sisa

_______________________________

Definisi Dasar dan Poin-Poin Penting:
  • Unit produksi cacat, baik yang lengkap maupun sebagian selesai, yang tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pelanggan untuk unit yang baik dan yang dibuang atau dijual dengan harga yang lebih rendah.
  • Pengerjaan ulang yaitu ketika unit produksi yang tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pelanggan namun kemudian diperbaiki dan dijual sebagai barang jadi yang bagus.
  • Produk sisa adalah bahan sisa yang dihasilkan dari pembuatan produk. Memiliki nilai penjualan yang rendah dibandingkan dengan total nilai penjualan produk. Produk sisa mirip dengan produk sampingan namun muncul sebagai residual dari proses pembuatan dan bukan merupakan produk yang ditargetkan untuk pembuatan atau penjualan oleh perusahaan.
Akuntansi Produk Cacat
  • Sejumlah produk cacat, pengerjaan ulang atau sisa melekat pada banyak proses produksi.
  • Akuntansi produk cacat bertujuan untuk mengetahui besarnya spoilage cost dan untuk membedakan spoilage cost normal dan abnormal.
  • Untuk mengelola, mengendalikan, dan mengurangi biaya produk cacat, sebaiknya disorot, tidak dibuat saja menjadi biaya produksi.
Dua Jenis Produk Cacat

Cacat normal adalah cacat yang melekat dalam proses produksi tertentu yang timbul bahkan dalam kondisi operasi yang efisien.

  • Tingkat cacat normal dihitung dengan membagi unit cacat normal dengan total unit yang selesai, bukan total unit aktual yang mulai diproduksi.
  • Manajemen membuat keputusan tentang tingkat produksi per jam yang menghasilkan tingkat cacat normal.

Cacat yang tidak normal adalah cacat yang tidak melekat dalam proses produksi tertentu dan tidak akan timbul dalam kondisi operasi yang efisien.

  • Cacat tidak normal dianggap bisa dihindari dan terkendali.
  • Efek dari biaya produk cacat yang tidak normal, perusahaan menghitung jumlah cacat tidak normal dan mencatat biaya pada akun Loss from Abnormal Spoilage, yang muncul sebagai bagian terpisah pada laporan laba rugi.
Tiga jenis pengerjaan ulang
  • Pengerjaan ulang normal yang diakibatkan oleh pekerjaan tertentu-biaya pengerjaan ulang dibebankan ke pekerjaan itu.
  • Rework (pengerjaan ulang) normal untuk semua pekerjaan-biaya dibebankan ke biaya produksi dan disebarkan, melalui alokasi overhead, untuk semua pekerjaan.
  • Pengerjaan tidak normal dibebankan ke Rugi dari akun Rutin Abnormal yang muncul pada laporan laba rugi.

Baca juga: Akuntansi Biaya

Akuntansi Produk Sisa (Scrap)
  • Scrap adalah bahan sisa yang dihasilkan dari pembuatan produk; Nilai penjualannya rendah dibandingkan dengan total nilai penjualan produk.
  • Tidak ada perbedaan antara scrap normal dan abnormal karena tidak ada biaya yang dibebankan untuk produk sisa.

Untuk materi selengkapnya mengenai Produk Cacat, Pengerjaan Ulang, dan Sisa (Spoilage, Rework, & Scrap), bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_________________________________

SDMIndonesia.com

Kursus Daring, Pelatihan & In-house Training

Strategi Penetapan Harga

Strategi Penetapan Harga

“Strategi Penetapan Harga”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Penetapan harga barang dan jasa merupakan suatu strategi kunci dalam berbagai perusahaan sebagai konsentrasi dari deregulasi, persaingan global yang kian sengit, rendahnya pertumbuhan di banyak pasar, dan peluang bagi perusahaan untuk memantapkan posisinya di pasar.

Instagram: SDM Indonesia

Harga mempengaruhi kinerja keuangan dan juga sangat mempengaruhi persepsi pembeli dan penentuan posisi merek. Harga menjadi suatu ukuran tentang mutu produk pembeli, sementara konsumen mengalami kesulitan dalam mengevaluasi produk – produk yang kompleks.

Tujuan Penetapan Harga:
  • Tujuan Berorientasi pada Laba. Asumsi teori ekonomi klasik menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba paling tinggi. Tujuan ini dikenal dengan istilah maksimalisasi laba. Dalam era persaingan global, kondisi yang dihadapi semakin kompleks dan semakin banyak variabel yang berpengaruh terhadap daya saing setiap perusahaan, sehingga tidak mungkin suatu perusahaan dapat mengetahui secara pasti tingkat harga yang dapat menghasilkan laba maksimum. Oleh karena itu ada pula perusahaan yang menggunakan pendekatan target laba, yakni tingkat laba yang sesuai atau pantas sebagai sasaran laba. Ada dua jenis target laba yang biasa digunakan, yaitu target marjin dan target ROI (Return On Investment)
  • Tujuan Berorientasi pada Volume. Selain tujuan berorientasi pada laba, ada pula perusahaan yang menetapkan harganya berdasarkan tujuan yang berorientasi pada volume tertentu atau yang biasa dikenal dengan istilah volume pricing objective. Harga ditetapkan sedemikian rupa agar dapat mencapai target volume penjualan atau pangsa pasar. Tujuan ini banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan penerbangan.
  • Tujuan Berorientasi pada Citra. Citra (image) suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga. Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau mempertahankan citra prestisius. Sementara itu harga rendah dapat digunakan untuk membentuk citra nilai tertentu (image of value), misalnya dengan memberikan jaminan bahwa harganya merupakan harga yang terendah di suatu wilayah tertentu. Pada hakekatnya baik penetapan harga tinggi maupun rendah bertujuan untuk meningkatkan persepsi konsumen terhadap keseluruhan bauran produk yang ditawarkan perusahaan.
  • Tujuan Stabilisasi Harga. Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu perusahaan menurunkan harganya, maka para pesaingnya harus menurunkan pula harga mereka. Kondisi seperti ini yang mendasari terbentuknya tujuan stabilisasi harga dalam industri-industri tertentu (misalnya minyak bumi). Tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader).
  • Tujuan-tujuan lainnya. Harga dapat pula ditetapkan dengan tujuan mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan ulang, atau menghindari campur tangan pemerintah.Tujuan-tujuan penetapan harga di atas memiliki implikasi penting terhadap strategi bersaing perusahaan. Tujuan yang ditetapkan harus konsisten dengan cara yang ditempuh perusahaan dalam menetapkan posisi relatifnya dalam persaingan. Misalnya, pemilihan tujuan laba mengandung makna bahwa perusahaan akan mengabaikan harga para pesaing.

Untuk materi selengkapnya tentang penetapan strategi harga, bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Penetapan Strategi Harga

Demikian uraian singkat tentang Strategi Penetapan Harga, semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


SDMIndonesia.com

Kursus Daring, Pelatihan & In-house Training


Training Pengantar Bisnis

Pengantar Bisnis dan Ekonomi

“Pengantar Bisnis dan Ekonomi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ingin belajar teori bisnis dan ekonomi? Ada kemauan pasti ada jalan! Yuk kita mulai belajar bersama.

_____________________________

Belajar Mudah dengan PowerPoint:

PPT Pengantar Bisnis dan Ekonomi

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_____________________________

Berikut secara garis besar (pokok-pokok) tentang teori bisnis dan ekonomi. Dengan mempelajari teori bisnis dan ekonomi, InsyaAllah kita akan mempunyai pengetahuan yang diperlukan apabila kelak akan menjalankan sebuah usaha, baik usaha yang berorientasi profit maupun yang non-profit. Berikut garis besar uraiannya:

Pengertian Bisnis

All the work involved in providing people with goods and services for a profit (suatu usaha/tindakan yang mengelola faktor-faktor produksi untuk menciptakan barang/jasa dan untuk memperoleh laba).

Bisnis adalah kegiatan perusahaan yang terorganisir secara sistematis untuk menyediakan barang atau jasa kepada para konsumen.

Bisnis adalah usaha yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan manusia, kebutuhan organisasi ataupun masyarakat luas.

Jenis Kegiatan Bisnis

Beberapa jenis bisnis, dapat dikelompokkan menjadi:

  • Bisnis ekstraktif: bergerak dalam bidang pertambangan.
  • Bisnis agraris: bergerak di bidang pertanian, termasuk perikanan, peternakan dan perunggasan, perkebunan serta kehutanan.
  • Bisnis industri manufaktur: bergerak di bidang manufaktur barang berwujud.
  • Bisnis jasa: menghasilkan produk tidak berwujud.
Empat Macam Kegunaan

Bisnis didirikan untuk memenuhi beberapa kegunaan, diantaranya:

  • Kegunaan bentuk (form utility)
  • Kegunaan tempat (place utility)
  • Kegunaan waktu (time utility)
  • Kegunaan pemilikan (possession utility)
Faktor-faktor Produksi

Untuk membangun bisnis, diperlukan faktor-faktor produksi, diantaranya:

  • Tenaga kerja
  • Modal
  • Wirausahawan
  • Sumberdaya fisik
  • Sumberdaya informasi
 Jenis-Jenis Sistem Ekonomi

Sebuah bisnis, berada dalam sebuah sistem ekonomi di negara tempat usaha tersebut didirikan. Sistem ekonomi dapat berbentuk:

  • Perekonomian Terpimpin
  • Perekonomian Pasar penawaran-permintaan (bebas)
  • Perekonomian Pasar Campuran
 Mengapa Belajar Bisnis?
  • Karir di masa depan: terbukanya lapangan kerja di bidang bisnis.
  • Entrepreneurship: Membuka bisnis sendiri atau berwiraswasta.
  • Pengenalan masalah-masalah sosial: kegiatan bisnis menimbulkan masyarakat dan lingkungan baik gangguan alam maupun manusiawi seperti polusi, upah minimum, keselamatan kerja, kesejahteraan karyawan..
 Fungsi Dasar Bisnis
  • Mencari dan menemukan sumber bahan baku.
  • Mengolah bahan baku menjadi produk jadi.
  • Menyalurkan produk jadi ke tangan konsumen.
 Sistem Perekonomian
  • Kegiatan bisnis tidak dapat lepas dari kegiatan perekonomian.
  • Ada 5 sistem perekonomian yaitu:
    • Perekonomian Syariah.
    • Kapitalisme.
    • Fasisme.
    • Sosialisme (Perancis, Swedia, India).
    • Komunisme  (Korea Utara, Kuba), dahulu Republik Uni Soviet, Cina, Vietnam.
 Jenis Pasar

Sistem perekonomian sangat berkaitan dengan sistem pasar dari produk itu sendiri. Sistem pasar terbagi ke dalam 4 bagian:

  1. Monopoli: Pasar yang hanya memiliki satu pelaku penawarannya atau PENJUAL TUNGGAL dalam pasar komoditas
  2. Monopsoni: Pelaku usaha/ pembeli menguasai penerimaan pasokan atau PEMBELI TUNGGAL dalam pasar komoditas
  3. Oligopoli: Pasar yang terdiri dari beberapa perusahaan atau penjual dengan produk yang homogen
  4. Pasar Persaingan Sempurna: Pasar yang penjual dan pembeli bergerak leluasa, harga ditentukan oleh mekanisme pasar
 Konsep Lingkungan Bisnis

Faktor-faktor tersebut meliputi lingkungan eksternal yang dibagi dalam lingkungan jauh (makro) yaitu:

  • Politik
  • Ekonomi
  • Sosbud
  • Teknologi
  • Lingkungan industri

Sedangkan lingkungan internal yaitu :

  • Meliputi aspek-aspek internal organisasi seperti sdm, pemasaran, produksi dan keuangan
  • Kebijakan internal di dalam lingkungan perusahaan

Tertarik mempelajari lebih dalam? Berikut materi selengkapnya mengenai Pengantar Bisnis, bisa di download ppt pada link diatas

Demikian poin-poin singkat tentang Pengantar Bisnis dan Ekonomi. Semoga bermanfaat, dan salam sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Massive Online Open Courses
UKM & Kewirausahaan

Pengembangan UMKM & Kewirausahaan Indonesia

Tautan Artikel & Slide Power Point UMKM & Kewirausahaan:
  1. Tips Menjadi Entrepreneur (DT)
  2. Berpikir Perubahan (SF)
  3. Wirausaha: Berpikir Kreatif & Inovatif
  4. Berorientasi Pada Tindakan 🌹
  5. Kepemimpinan
  6. Entrepreneurship: Mencari Ide / Gagasan Usaha (SF)
  7. Pengambilan Resiko
  8. Etika Bisnis
  9. Faktor X
  10. Pemasaran
  11. Manajemen Keuangan Dan Pembiayaan Usaha (NA)
  12. Memulai Sebuah Usaha Baru
  13. Rencana Bisnis

Informasi Pelatihan :

Explore: Training & Development


Kata kunci: kewirausahaan, entrepreneurship, umkm, ukm, usaha kecil, small business, pengusaha, manajemen bisnis

Kiat Komunikasi Efektif

Kiat Komunikasi Efektif: Memahami & Dipahami

“Komunikasi Efektif: kiat untuk Memahami & Dipahami”

Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan.

Silahkan diunduh file PowerPoint (PDF) berikut ini:

___________________________

Belajar mudah dengan PowerPoint:

PPT Komunikasi Efektif

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

___________________________

Pengukuran efektifitas dari suatu proses komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan si pengirim pesan. 

Tujuan komunikasi efektif adalah memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informasi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan.

Menurut Mc. Crosky Larson dan Knapp, komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam proses komunikasi.

Komunikasi yang efektif hanya dapat terjadi jika komunikator dan komunikan memiliki persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa.

Komunikasi dikatakan efektif
  1. Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya.
  2. Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
  3. Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim
Fungsi komunikasi efektif
  • Fungsi informasi: untuk memberitahukan sesuatu (pesan) kepada pihak tertentu, dengan maksud agar komunikan dapat memahaminya.
  • Fungsi ekspresi: Sebagai wujud ungkapan perasaan / pikiran komunikator atas apa yang dia pahami terhadap sesuatu hal atau permasalahan.
  • Fungsi kontrol: Menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, dengan memberi pesan berupa perintah, peringatan, penilaian dan lain sebagainya.
  • Fungsi sosial: Untuk keperluan rekreatif dan keakraban hubungan di antara komunikator dan komunikan.
  • Fungsi ekonomi: Untuk keperluan transaksi usaha (bisnis) yang berkaitan dengan finansial, barang dan jasa.
Komunikasi agar berjalan efektif 
  • Ciptakan suasana yang saling menguntungkan
  • menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti
  • pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan
  • Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat menguntungkannya
  • Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihak komunikan

Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan download ppt pada file diatas.

Baca juga: Tata Krama Berkomunikasi antar Manusia

Demikian uraian singkat tentang Kiat Komunikasi Efektif. Semoga bermanfaat, dan salam sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

____________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Pelatihan, Training & In-house Training

Etika & Etiket Sukses Komunikasi

Etika & Etiket untuk Sukses komunikasi

“Mengenal Etika & Etiket untuk Sukses Komunikasi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Komunikasi sangat erat hubungannya dengan kebutuhan sosial individu. Tanpa komunikasi, individu akan kesulitan mengungkapkan pendapat, perasaan, dan keinginan menjalankan hubungan dengan individu lainnya.

Silahkan diunduh file PowerPoint (PDF) berikut ini:

__________________________

Belajar Mudah dengan PowerPoint:

PPT Tata Krama Berkomunikasi

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

__________________________

Bayangkan saja jika tidak terjadi komunikasi antar individu yang satu dengan yang lainnya, kehidupan sosial dan informasi yang dibutuhkan tidak akan ada. Dunia akan terasa sepi dan Kehidupan akan terasa bosan karena tidak dapat mencurahkan ide dan perasaan.

Namun demikian, komunikasi tidak bisa dilepaskan dengan unsur budaya yaitu  Etiket. Tanpa Etiket, akan muncul ketegangan atau konflik yang dapat mengganggu jalannya proses komunikasi.

Berikut ini beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari yaitu :

  • Jujur tidak berbohong
  • Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
  • Berinisiatif sebagai pembuka dialog
  • Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
  • Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
  • Bertingkah laku yang baik / ramah
  • Lapang dada dalam berkomunikasi
  • Bersikap dewasa tidak kekanak-kanakan
  • Tidak mudah terbawa emosi (emosional)
Contoh Teknik Komunikasi Yang Baik
  • Menerima pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon
  • Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara
  • Gunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar
  • Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara
  • Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara.
  • Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik.
  • Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat tangan, merunduk, hormat, canda gurau.
  • Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan.
  • Menatap mata lawan bicara dengan lembut.
  • Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi
  • Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara
  • Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum
  • Dan sebagainya

Di zaman modern seperti saat ini, untuk berkomunikasi tidak harus bertatap langsung dengan lawan bicara. Kemajuan teknologi sudah merubah segalanya menjadi lebih efektif dan efisien.

Individu bisa berkomunikasi dengan menggunakan Handphone (melalui telepon dan sms) dan internet seperti chatting media sosial, dan e-mail.

Manusia sangat mudah sekali berinteraksi dengan orang-orang baru tanpa harus bertemu dengan mereka. Dalam hal ini, etika juga perlu diterapkan meskipun tidak bertemu secara langsung dengan lawan bicara.

Ada banyak aturan yang harus dilakukan setiap individu jika ingin menggunakan teknologi sebagai alat komunikasi.

Misalnya, apabila kita ingin mengirim WA/ SMS dan chat kepada orang yang sudah dikenal ataupun belum, penulisan yang baik harus diperhatikan, menggunakan kata-kata yang sopan, tanda baca yang jelas dan sesuai agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, dll.

Untuk penjelasan selanjutnya, silahkan di download pada file ppt diatas.

Demikian uraian singkat tentang Etika & Etiket Sukses Komunikasi. Semoga bermanfaat, dan salam sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, online / offline Training, Pelatihan & In-house Training

Manajemen Keuangan dan Pembiayaan Usaha

Manajemen Keuangan dan Pembiayaan Usaha

“Manajemen Keuangan dan Pembiayaan Usaha”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Sistem keuangan merupakan rancangan paling penting dalam suatu bisnis. Sebuah usaha akan berjalan baik bila sistem keuangan dan akuntansinya tetrtata rapi, tepat dan lancar. 

Silahkan diunduh file PowerPoint (PDF) berikut ini:

________________________________

Belajar Mudah dengan PowerPoint (PDF):

Manajemen Keuangan & Pembiayaan

Follow Instagram: SDM Unggul Indonesia Maju

________________________________

Saat kita akan memulai usaha, merencanakan sistem keuangan yang baik akan memberi dampak yang positif dalam perjalanan usaha kita.

Seiring berjalannya usaha, akan terlihat pula apakah sistem keuangan yang kita persiapkan memang sudah baik atau belum.  Bagus atau tidaknya bisnis kita akan terlihat pada bagus atau tidaknya cash flow keuangan kita.

Sebagai latihan bagi pebisnis yang baru mengawali usaha adalah dengan memulai mengatur keuangan pribadi. Kuncinya adalah bagaimana komitmen kita mendisiplinkan diri untuk membuat laporan keuangan pribadi dan mengatur keuangan pribadi kita.

Apabila pengaturan ini sudah terbentuk, kita akan lebih mudah menerapkannya dalam bisnis. Keberhasilan pengalaman pribadi akan sangat membantu dalam merumuskan sistem keuangan organisasi.

Dalam memahami sebuah peran manajemen keuangan dan pembiayaan usaha,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tujuan  serta peranannya.

Manajemen Keuangan dan Pembiayaan Usaha

Analisis kelayakan usaha mencakup beberapa aspek antara lain aspek pasar, aspek teknis dan operasional, aspek finansial dan aspek lingkungan serta aspek legal.

Analisis kelayakan usaha yang disusun merupakan pedoman kerja, baik dalam penanaman investasi, pengeluaran biaya, cara produksi, cara melakukan pemasaran dan cara memperlakukan lingkungan organisasi.

Baca juga: Analisis Aspek Organisasi dan Manajemen

Dalam kenyataannya tidak semua aspek harus diteliti, hanya aspek yang benar-benar dibutuhkan saja yang perlu dianalisis untuk dibahas lebih lanjut.

Modal kerja merupakan besarnya nilai uang yang dibutuhkan untuk mendukung operasionalisasi suatu bisnis. Tanpa adanya sejumlah uang tersebut, operasionalisasi akan terganggu, seperti tidak dapat mendapatkan bahan baku, tidak dapat menyediakan sediaan yang mencukupi dan tidak tercukupinya kas untuk transaksi.

Nah…bagaimana materi lanjutannya? Untuk info lainnya, dapat dengan mudah di download file ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

__________________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Akuntansi Aset Tidak Berwujud

Akuntansi Keuangan: Aset Tidak Berwujud

“Akuntansi Keuangan: Aset Tidak Berwujud”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Aset yang dimiliki perusahaan dalam menjalankan bisnisnya tidak selalu memiliki wujud fisik yang bisa dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

Jenis aset ini bernama Aset tak berwujud (Intangible Asset). PSAK 19 mendefinisikan Aset tak berwujud sebagai aset non-moneter yang teridentifikasi tanpa wujud fisik.

Dikategorikan sebagai aset Non-moneter karena mengandung nilai yang tidak pasti di masa mendatang. Berikut penjelasan mengenai Aset Tidak Berwujud.

Silahkan diunduh file PowerPoint (PDF) berikut ini:

____________________________

PPT Aset Tidak Berwujud

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

____________________________

Berikut poin-poin:

Karakteristik Aset Tidak Berwujud
  1. Dapat diidentifikasi
  2. Kurangnya eksistensi fisik.
  3. Bukan aset moneter.

Biasanya diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar. Jenis-jenis aset tak berwujud yaitu paten, hak cipta, waralaba atau lisensi, merek dagang atau nama dagang, daftar pelanggan, dan goodwill.

Penilaian Aset Tidak Berwujud yang Dibeli
  • Dicatat dengan biaya.
  • Meliputi semua biaya perolehan ditambah pengeluaran untuk membuat aset tak berwujud siap untuk tujuan penggunaannya.
  • Biaya tipikal termasuk :
    • Harga pembelian.
    • Biaya hukum
    • Beban insidental lainnya.
Penilaian Aset Tak Berwujud yang Dibangun Internal
  • Perusahaan membebankan semua biaya tahap penelitian dan beberapa biaya tahap pengembangan.
  • Biaya pengembangan tertentu dikapitalisasi setelah kriteria kelayakan ekonomi terpenuhi.
  • IFRS mengidentifikasi beberapa kriteria spesifik yang harus dipenuhi sebelum biaya pengembangan dikapitalisasi
Amortisasi Aset Tidak Berwujud dengan Umur Terbatas

Amortisasi dengan biaya sistematis untuk biaya selama masa manfaat.

  • Akun aset kredit atau akumulasi amortisasi.
  • Kehidupan yang berguna harus mencerminkan periode dimana aset tersebut akan berkontribusi terhadap arus kas.
  • Amortisasi harus biaya dikurangi nilai residu.
  • Perusahaan harus mengevaluasi tak berwujud kehidupan sehari-hari untuk penurunan nilai.
Amortisasi Aset Tidak Berwujud dengan Umur Tidak Terbatas
  • Tidak dapat diperkirakan batas waktu aset diharapkan menghasilkan arus kas.
  • Harus menguji penurunan nilai aset tidak berwujud dengan umur tidak terbatas setidaknya setiap tahunnya.
  • Tidak ada amortisasi.
Penurunan Nilai Aset Tidak Berwujud Umur Terbatas

Kerugian penurunan nilai adalah nilai tercatat aset dikurangi jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset yang mengalami penurunan nilai.

Penurunan Nilai Aset Tak Berwujud Tak Terbatas Selain Goodwill
  • Harus diuji untuk penurunan nilai setidaknya setiap tahunnya.
  • Uji penurunan nilai sama dengan itu untuk kehidupan yang tidak berwujud. Itu adalah,
    • Membandingkan jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset tak berwujud dengan nilai tercatat aset.
    • Jika jumlah terpulihkan kurang dari nilai tercatat, perusahaan mengakui adanya penurunan nilai.
Penurunan Nilai Goodwill
  • Perusahaan harus menguji goodwill setidaknya setiap tahun.
  • Uji penurunan dilakukan berdasarkan unit penghasil kas dimana goodwill ditetapkan.
  • Unit penghasil kas: kelompok aset terkecil yang dapat diidentifikasi yang menghasilkan arus kas.
  • Karena jarang ada pasar untuk unit penghasil kas, estimasi jumlah terpulihkan untuk penurunan goodwill biasanya didasarkan pada estimasi nilai dalam penggunaan.

Untuk poin-poin selanjutnya mengenai Aset Tidak Berwujud, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian uraian poin-poin Akuntansi Aset Tidak Berwujud. Semoga bermanfaat, dan salam sukses SDM Indonesia.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

______________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

depresiasi-penurunan-nilai-dan-deplesi

Akuntansi Keuangan: Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi

“Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Seiring dengan berjalannya waktu, aset tetap akan mengalami penyusutan (kecuali tanah).

Faktor yang mempengaruhi menurun kemampuan suatu aset tetap untuk memberikan jasa/manfaaat yaitu : secara fisik, disebabkan oleh pemakaian dan keausan karena penggunaan yang berlebihan dan secara fungsional, disebabkan oleh ketidakcukupan kapasitas yang tersedia dengan yang diminta (misal kemajuan teknologi).

Sehingga penurunan kemampuan aset tetap tersebut dapat dialokasikan sebagai biaya. Masalah pengalokasian biaya penyusutan merupakan masalah penting, karena mempengaruhi laba yang dihasilkan oleh suatu perusahaan.

Apabila menggunakan metode penyusutan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku atau kondisi perusahaan tersebut,  maka akan mempengaruhi pendapatan yang dilaporkan setiap periode akuntansi. 

Selain itu juga mempengaruhi nilai dari aset tetap tersebut. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi.

Silahkan diunduh file PowerPoint (PDF) berikut:

_______________________

Belajar mudah dengan PowerPoint:

PPT Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi

IG: SDM Unggul Indonesia Maju

_______________________

Poin-poin penting bab ini

Depresiasi/ Penyusutan

Penyusutan/ depresiasi adalah proses akuntansi untuk mengalokasikan biaya aset berwujud menjadi biaya secara sistematis dan rasional terhadap periode yang diharapkan dapat memanfaatkan penggunaan aset tersebut. Mengalokasikan biaya aset berumur panjang:

  • Aset tetap: Beban depresiasi/ penyusutan
  • Tidak berwujud: biaya amortisasi
  • Sumber daya mineral: Biaya deplesi
Tiga pertanyaan dasar:
  1. Dasar penyusutan apa yang digunakan?
  2. Berapakah masa manfaat aset?
  3. Apa metode pembagian biaya yang terbaik?
Metode Penyusutan

Profesi ini mengharuskan metode yang digunakan menjadi “sistematis dan rasional.” Metode yang digunakan meliputi:

  1. Metode aktivitas (unit penggunaan atau produksi).
  2. Metode garis lurus.
  3. Mengurangi (dipercepat) metode pengisian:
    • Jumlah angka tahun.
    • Metode saldo menurun.
Masalah Khusus Penyusutan
  1. Bagaimana seharusnya perusahaan menghitung depresiasi untuk periode parsial?
    • Perusahaan menentukan biaya penyusutan untuk setahun penuh dan kemudian
    • Perbaiki biaya penyusutan ini antara dua periode yang terlibat. (Proses ini harus berlanjut sepanjang masa manfaat aset).
  1. Apakah depresiasi memberi penggantian aset?
    • Tidak melibatkan arus kas keluar.
    • Dana untuk penggantian aset berasal dari pendapatan
  1. Bagaimana seharusnya perusahaan menangani revisi dalam tingkat depresiasi?
    • Diperuntukkan dalam periode sekarang dan prospektif
    • Tidak ditangani secara retrospektif.
    • Tidak dianggap kesalahan atau barang luar biasa.
Penurunan Nilai

Aset berwujud berumur panjang mengalami penurunan nilai bila perusahaan tidak dapat memulihkan nilai tercatat aset baik melalui penggunaan atau dengan menjualnya.

Secara tahunan, perusahaan meninjau aset untuk indikator penurunan nilai yaitu, penurunan kemampuan menghasilkan uang tunai melalui penggunaan atau penjualan.

Deplesi

Deplesi merupakan proses pengalokasian biaya sumber daya mineral. Sumber daya alam dapat dibagi menjadi dua kategori:

  1. Aset biologis (lahan hutan)
    • Pendekatan nilai wajar
  2. Sumber daya mineral (pertambangan minyak, gas, dan mineral)).
    • Penghapusan lengkap (konsumsi) aset.
    • Penggantian aset hanya dengan tindakan alam.

Baca juga: Aset Tidak Berwujud

Demikian poin-poin singkat, untuk materi selanjutnya mengenai Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi, bisa di download ppt pada link diatas.

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_____________________

SDMIndonesia.com

Explore: Training & Development

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training