• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Tag Archive MSDM

Training Need Analysis untuk SDM Unggul Indonesia

Training Need Analysis


Unduh materi power point berikut:

Training Need Analysis


Dalam suatu perusahaan kebutuhan akan pelatihan akan dapat diketahui apabila dalam suatu organisasi mengalami masalah ketimpangan (problem) yang dapat mempengaruhi operasi serta kinerja dari suatu organisasi.

Pelaksanaan Training

Suatu kegiatan investasi untuk mewujudkan SDM yang mapan dari segi pemikiran, sikap, dan keterampilan. Sehingga upaya training harus tepat pada sasaran kebutuhan sebuah perusahaan.

 

Training Need Analysis (TNA)

Proses analisa yang di lakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang harus di perbaiki ataupun ditingkatkan didalam perusahaan agar dapat meningkatakan kinerja karyawan.

 

Tujuan TNA
  1. Dapat meningkatkan kompetensi dalam peningatan produktivitas kerja
  2. Dasar dalam penyusunan materi training
  3. Sesuai dengan kebutuhan perusahaan
  4. Mengidentifikasi jenis pelatihan yang akan dibutuhkan
  5. Dasar penyusunan anggaran training

 

Dalam menyusun TNA, terdapat beberapa pendekatan analisis yang harus diperhatikan, pendekatan tersebut meliputi:

  • Analisis Organisasi
  • Analisis Individu
  • Analisis Kompetensi Kerja
  • Analisis Konten
  • Analisis Performa
  • Analisis Kesesuaian Pelatihan
  • Analisis Biaya-Manfaat.
Menentukan Metode

Pelaksanaan TNA dapat direalisasikan dengan menggunakan metode-metode yang sesuai dengan kondisi perusahaan serta berasal dari sumber yang tepat.

 

Langkah TNA
  1. Analisis organisasi : menentukan prioritas training yang sesuai dengan tujuan bisnis bersama anggota tim.
  2. Analisis tugas : pemecahan tugas secara sistematis untuk menghasilkan daftar tugas yang harus dilakukan.
  3. Analisis individu : memahami karakteristik orang-orang yang akan berpartisispasi dalam training.

 

Peserta Training

Penentuan peserta merupakan hal yang sangat krusial karena peserta akan sangat menentukan format pelatihan dalam pemilihan trainer yang tepat agar proses pembelajaran dapat sesuai dengan sasaran.

 

Dukungan dan Komitmen

Komitmen dari para manager atau supervisor untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi para peserta pelatihan untuk dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam pelatihan sehingga perusahaan dapat memperoleh feedback berupa peningkatan kinerja karyawan.

 

Suasana Kondusif di Perusahaan
  • Menempatkan pegawai pada jabatan yang sesuai dengan kompetensinya
  • Memberikan feedback kinerja keryawan secara berkala
  • Mendengarkan keluhan serta permasalahan yang sedang di hadapi oleh karyawan
  • Memberikan reward bagi pekerja berkinerja baik.

 

Biaya

Investasi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan ketika memutuskan program pelatihan karyawan untuk meningkatkan kinerja, meningkatkan produktifitas dan efisiensi perusahaan.

Demikian poin-poin singkat terkait materi Training Need Analysis, untuk lebih jelas, silahkan di unduh slide berikut ini:


Unduh materi power point berikut:

Training Need Analysis


Salam hormat

admin,

sdmindonesia.com


Informasi Pelatihan :

Layanan SDM Indonesia


Kata kunci untuk penelusuran: training need analysis, analisis kebutuhan pelatihan, motivasi, pelatihan pegawai, training sdm, pelatihan manajemen, workshop pegawai, manajemen sumber daya manusia

 

Rekruitmen dan seleksi

Rekrutmen dan Seleksi :Talent Management

Pengertian

Rekrutmen adalah proses menemukan dan menarik para pelamar yang memenuhi syarat untuk dipekerjakan, sedangkan Seleksi adalah kegiatan organisasi/perusahaan untuk memilih karyawan yang paling tepat, baik dalam jumlah maupun mutu dari calon-calon yang ditariknya. Dengan demikian, proses rekrutmen merupakan proses awal yang dilakukan dalam pencarian tenaga kerja, sedangkan proses seleksi terjadi setelah ada sejumlah calon karyawan yang mendaftar atau terdaftar melalui proses rekrutmen.

Tujuan Utama

Tujuan utama dari proses rekrutmen dan seleksi adalah untuk mendapatkan orang yang tepat bagi suatu jabatan tertentu, sehingga orang tersebut mampu bekerja secara optimal dan dapat bertahan di perusahaan untuk waktu yang lama

Sumber dan Metode Rekrutmen

  • Sumber-sumber rekrutmen adalah tempat keberadaan para kandidat yang memenuhi syarat, seperti perguruan-perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan pesaing. Sumber rekrutmen bisa didapatkan dari sumber internal maupun eksternal.
  • Metode-metode rekrutmen adalah cara-cara spesifik yang digunakan untuk menarik para karyawan potensial ke dalam perusahaan, seperti rekrutmen online. Metode rekrutmen ada dua, yaitu metode internal maupun eksternal.

Sumber dan Metode Rekrutmen Internal

  • Sumber Internal (Schuler & Jackson 2006) : Promosi, Transfer, Penarikan Kembali (Rehire).
  • Sumber Internal (Mondy, 2010) : 1) Pengumuman lowongan jabatan (job posting): Memberikan informasi kepada para karyawan akan adanya lowongan-lowongan jabatan, 2) Pengajuan lamaran jabatan (job bidding): Prosedur yang memungkinkan para karyawan yang memenuhi persyaratan untuk melamar kerja pada jabatan yang diumumkan, 3) Referensi Karyawan: Para karyawan secara aktif mengajak teman-teman dan kolega-kolega yang mereka anggap potensial untuk mengajukan lamaran.
  • Metode Internal : Pengumuman Lowongan Jabatan (Job Posting), Persediaan Bakat (Talent Inventory).

Sumber dan Metode Rekrutmen Eksternal

  • Sumber Rekrutmen Eksternal (Mondy, 2010) : Sekolah Menengah Umum dan Sekolah Kejuruan, Akademi dan Universitas, Pesaing dalam Pasar Tenaga Kerja, Karyawan, Pengangguran, Wirausahawan.
  • Metode Rekrutmen Eksternal (Werther & Davis 1996, Schuler & Jackson 2006) : Pelamar yang datang (walk-ins) dan surat lamaran yang masuk (Write-ins), Rekomendasi karyawan, Iklan, Agen tenaga kerja/perusahaan jasa rekrutmen, Lembaga pendidikan, Asosiasi profesional/Organisasi ketenagakerjaan, Open house/job fair, Internet, Merjer dan akuisisi, Rekrutmen internasional.

Hambatan dan Tantangan Rekrutmen

  • Rencana Stratejik dan Sumber Daya Manusia
  • Kondisi Lingkungan
  • Kebiasaan Perekrut
  • Kebijakan Organisasi
  • Persyaratan Kerja
  • Biaya
  • Insentif

Untuk informasi & penjelasan selengkapnya tentang Rekrutmen dan Seleksi bisa langsung di download ppt pada link di bawah ini :

Dapatkan Materi Power Point disini:

>>> PPT Rekrutmen dan Seleksi <<<

 


Untuk Informasi In-House Training “Rekruitmen & Seleksi Karyawan”

Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Kata kunci untuk penelusuran: Konsultasi /Pelatihan Kerja / In-house Training / pelatihan kepemimpinan / training leadership / training center/ pelatihan kerja / leadership / outbound training / pelatihan / training / Rekruitmen / Seleksi Karyawan / SDM / Prestasi Kerja /Indonesia


Pelatihan Ketrampilan Asertif

Sikap Asertif, membangun komunikasi yang efektif


Dapatkan file PPT dibawah ini:

 >>>PPT Komunikasi Asertif <<<


komunikasi asertif adalah suatu kemampuan untuk menyampaikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain tanpa bermaksud menyerang orang lain. Orang yang asertif mampu untuk berkata “tidak”, mampu meminta pertolongan, mampu mengekspresikan perasaan positif dan negatif secara wajar, dan mampu berkomunikasi tentang hal-hal yang bersifat umum.

Sikap Asertif

Sikap asertif terutama dibutuhkan ketika kita dan teman kita memiliki keinginan atau pikiran yang berbeda. Kita bersikap asertif ketika kita menyatakan perasaan dan masalah diri dengan menjelaskan bahwa tingkah laku dan masalah orang lain yang mengganggu dan merugikan diri kita, misalnya “saya merasa tertekan bila kamu memaksakan keinginanmu”.

Perilaku Asertif

Perilaku asertif adalah perilaku individu untuk mengungkapkan keinginan, kebutuhan, pikiran, perasaan, harapan, pendapat diri sendiri secara tegas dengan jujur, apa adanya dan sesuai dengan hal dan kewenangan individu tanpa melanggar hak orang lain.

Gaya berkomunikasi (style of communication) juga sangat berpengaruh terhadap perilaku atau tingkah laku sehari-hari.  Tingkah laku yang perlu ditumbuhkan dalam diri agar dapat  berkomunikasi asertif antara lain:

  • Tetap berpandang positif dan baik dalam menghadapi suatu permasalahan
  • Mengatakan kebenaran dalam mempertahankan tujuan walaupun muncul konflik tetapi selalu menjaga perasaan orang lain
  • Percaya diri dan terbuka
  • Mampu memberi dan menerima umpan balik hal-hal positif dan negatif
  • Cara pandang yang positif dan optimis
  • Mengerti tentang bernegosiasi diantara perbedaan-perbedaan pendapat orang lain
  • Menjelaskan tentang perasaan, kebutuhan dan tujuan yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang berhubungan
  • Mampu berkomunikasi secara sabar tanpa bermaksud menyerang orang lain
  • Tegas dalam menentukan pilihan tanpa memaksakan kehendak kepada orang lain
  • Bermain dalam ketentuan yang jelas dan rasional

Orang yang asertif akan :

  • Bebas mengekspresikan dirinya : Verbal & non verbal, tanpa ada perasaan cemas dan menyesal
  • Menegakkan hak-hak pribadi
  • Menolak permintaan yang tidak masuk akal
  • Komunikasi secara terbuka; langsung; terus terang; sebagaimana mestinya
  • Pandangan aktif terhadap kehidupan
  • Menerima keterbatasan dirinya dan tidak merasa malu dalam suatu pertemuan
  • Selalu berusaha mencapai cita-cita

Penjelasan lebih lanjut tentang komunikasi asertif silahkan download ppt pada link di bawah ini :

Dapatkan file PPT dibawah ini:

>>> PPT Komunikasi Asertif <<<

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Pelatihan / Training / Manajemen / Sumber Daya Manusia / Indonesia / In-house training /  Konsultasi Manajemen Terapan / Training Center / Pelatihan Kerja


Training teamwork

Kerjasama Tim & Sinergi Mencapai Target

Kerjasama Tim & Sinergi Organisasi

Pengertian

Kerjasama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai  misi yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Yang dimaksud saling melengkapi disini adalah apabila ada anggota yang kurang ahli dalam menyelesaikan tugas A, tapi tugas tersebut bisa dikerjakan oleh anggota lainnya. Harus disadari bahwa kerjasama tim merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi yang tidak mementingkan diri sendiri, saling mengerti dan mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama.

Langkah langkah Membangun Kerjasama Tim

Membangunkan kerja sama dalam tim yang solid dan efektif kadang merupakan tantangan, akan tetapi hal tersebut bisa diwujudkan dengan beberapa langkah dibawah ini :

  • Membangun kepercayaan dan saling menghormati : Dengan kuatnya saling rasa percaya dan saling menghormati maka akan mempermudah bekerja sama dengan sesama dan pemimpin dapat mendelegasikan tugas-tugas yang dapat dikerjakan oleh anggota timnya dengan baik.
  • Menyeleraskan harapan : setiap orang mempunyai semangat pencapaian karir yang berbeda, maka akan lebih baik menyelaraskan harapan dalam tim dan juga berusaha secara bersama-sama  memenuhinya.
  • Pemimpin menciptakan komunikasi yang terbuka, jujur dan saling menghormati : Setiap anggota tim berhak untuk mengekspresikan dirinya dalam bentuk pemikiran, opini, bahkan hingga solusi yang menjawab permasalahan yang ditemui kelompok.
  • Menanamkan sikap saling memiliki dalam kelompok : Sikap saling memiliki akan semakin mendalam saat anggota tim menghabiskan waktu bersama mencapai tujuan. Selain itu, pemimpin tim sebaiknya mengikut sertakan anggota tim dalam proses pengambilan keputusan sebagai realisasi dari kerja sama tim.
  • Menerima perbedaan pendapat : dengan memasang kacamata positif dalam memandang suatu fenomena dalam berinteraksi dengan sejumlah orang, hal ini berarti bahwa ada sudut pandang lain yang bisa dianggap sebagai kesempatan yang bisa ditelusuri dan digunakan untuk kepentingan perusahaan/organisasi.
  • Evaluasi kinerja tim dan umpan balik : Hal ini perlu untuk mengukur pencapaian kinerja tiim. Apabila terdapat hal yang tidak sesuai harapan, disinilah saatnya untuk memperbaiki kinerja tim selanjutnya. Disamping itu, setelah melihat kinerja tim, pemimpin bisa memberikan reward dan insentif yang tujuannya agar seluruh anggota tim termotivasi untuk melakukan kinerja yang lebih baik.

Nah, sekarang apa saja sih hambatan kerjasama tim, cara mengembangkan hubungan dalam tim, dan cara mengatasi perbedaan  …?

Untuk menjawabnya, anda bisa download ppt pada link di bawah ini :

Klik tautan dibawah:

(PPT Kerjasama Tim)

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com


Untuk informasi Pelatihan/ In-house Training/ Pendampingan

“Training Programs for Effective Teamwork”

Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)


Dapatkan Informasi terkait: Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen / Startegi / Bisnis / Manajemen sumber daya manusia / Pemasaran / Operasional / TQM / Keuangan / Prosedur / Mutu / Pelatihan / In House Training

Kompensasi

Manajemen Kompensasi Organisasi

Manajemen Kompensasi Organisasi

Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung maupun barang tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atau jasa yang diberikan pada perusahaan. Serta kompensasi tambahan finansial atau non finansial yang diberikan berdasarkan kebijaksanaan perusahaan terhadap semua karyawan dan usaha meningkatkan kesejahteraan mereka seperti tunjangan hari raya dan uang pensiun. Kompensasi merupakan komponen penting dalam penciptaan suatu manajemen yang efektif dan kondusif. Kompensasi adalah bagian dari manajemen. Sistem kompensasi yang baik dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan bisnis.

Jenis-Jenis Kompensasi

Komponen-komponen dari keseluruhan program gaji secara umum dikelompokkan kedalam kompensasi finansial langsung, tak langsung dan non finansial.

  1. Kompensasi finansial secara langsung berupa; bayaran pokok (gaji dan upah), bayaran prestasi, bayaran insentif (bonus, komisi, pembagian laba/keuntungan dan opsi saham) dan bayaran tertangguh (program tabungan dan anuitas pembelian saham)
  2. Kompensasi finansial tidak langsung berupa; program-program proteksi (asuransi  kesehatan, asuransi jiwa, pensiun, asuransi tenaga kerja), bayaran diluar jam kerja (liburan, hari besar, cuti tahunan dan cuti hamil) dan fasilitas-fasilitas seperti kendaran,ruang kantor dan tempat parkir.
  3. Kompensasi non financial, berupa pekerjaan (tugas-tugas yang menarik, tantangan, tanggung jawab, pengakuan dan  rasa pencapaian). Lingkungan kerja (kebijakan-kebijakan yang sehat, supervise yang kompoten, kerabat yang menyenangkan, lingkungan kerja yang nyaman).

Tujuan Kompensasi

Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2000 : 121), tujuan pemberian kompensasi (balas jasa) adalah antara lain.

  1. Ikatan Kerja Sama: Dengan pemberian kompensasi maka terjalinlah ikatan kerja sama formal antara majikan dengan bawahan, di mana karyawan harus mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik, sedang pengusaha atau majikan wajib membayar kompensasi itu sesuai dengan perjanjian yang disepakati.
  1. Kepuasan Kerja: Dengan balas jasa karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisik, status, sosial dan egoistiknya sehingga ia memperoleh kepuasan kerja dari jabatannya itu.
  1. Pengadaan Efektif: Jika program kompensasi ditetapkan cukup besar, maka pengadaan karyawan yang qualified untuk perusahaan itu akan lebih mudah.
  1. Motivasi: Jika balas jasa yang diberikan cukup besar, manajer akan mudah memotivasi bawahannya.
  1. Stabilitas Karyawan: Dengan program kompensasi agar prinsip adil dan layak serta eksternal konsistensi yang kompentatif maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena turnover relatif kecil.
  1. Disiplin: Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin karyawan semakin baik. Mereka akan menyadari serta mentaati peraturan-pertaturan yang berlaku.
  1. Pengaruh Serikat Buruh: Dengan program kompensasi yang baik pengaruh serikat buruh dapat dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada kerjaannya.
  1. Pengaruh Pemerintah: Jika program kompensasi itu sesuai dengan undang-undang perburuhan yang berlaku (seperti batas upah minimum) maka intervensi pemerintah dapat dihindarkan.

Untuk materi selengkapnya tentang manajemen kompensasi organisasi, bisa di download PPT pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Manajemen Kompensasi Organisasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
“Mengelola Sistem Kompensasi Organisasi”

Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)


Dapatkan informasi terkait: penggajian / imbalan /kompensasi / benefit / sistem pengupahan / fringe benefit / upah karyawan / upah buruh / Training center / Pelatihan Kerja / Training Karyawan / reward system / Gaji Pegawai / Salary / Bonus / komisi

Hubungan Industrial

Peran Hubungan Industrial Bagi Keberhasilan Organisasi

Hubungan Industrial

Abdul Khakim (2009) menjelaskan bahwa istilah hubungan industrial merupakan terjemahan dari “labour relation” atau hubungan perburuhan. Istilah ini pada awalnya menganggap bahwa hubungan perburuhan hanya membahas masalah-masalah hubungan antara pekerja/buruh dan pengusaha. Seiring dengan perkembangan dan kenyataan yang terjadi di lapangan bahwa masalah hubungan kerja antara pekerja/buruh dan pengusaha ternyata juga menyangkut aspek-aspek lain yang luas. Dengan demikian, Abdul Khakim (2009) menyatakan hubungan perburuhan tidaklah terbatas hanya pada hubungan antara pekerja/buruh dan pengusaha, tetapi perlu adanya campur tangan pemerintah. sehingga, Hubungan industrial adalah hubungan semua pihak yang terkait atau berkepentingan atas proses produksi barang atau jasa di suatu perusahaan. Pihak yang berkepentingan dalam setiap perusahaan (Stakeholders):

  1. Pengusaha atau pemegang saham yang sehari-hari diwakili oleh pihak manajemen
  2. Para pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruh
  3. Supplier atau perusahaan pemasok
  4. Konsumen atau para pengguna produk/jasa
  5. Perusahaan Pengguna
  6. Masyarakat sekitar
  7. Pemerintah
  8. Para konsultan hubungan industrial dan/atau pengacara
  9. Para Arbitrator, konsiliator, mediator, dan akademisi
  10. Hakim-Hakim Pengadilan hubungan industrial
Mengapa Ada Hubungan Industrial ?

Seperti kita ketahui bersama bahwa seringnya terjadi perselisihan di dalam perusahaan merupakan sesuatu yang amat mengganggu kegiatan operasional perusahaan, banyak hal yang selalu menjadi pemicu permasalahan antara karyawan dan perusahaan, untuk itu perlunya suatu proses mediasi yang dilakukan agar dapat meredam terjadinya perselisihan tersebut. Proses mediasi inilah yang kemudian disebut sebagai Hubungan Industrial. Kegiatan yang berkaitan dengan Hubungan Industrial di dalam sebuah Perusahaan bisa dikatakan lebih dari sekedar dari hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan organisasi perusahaan itu sendiri. Perkembangan yang berkaitan dengan Hubungan Industrial merupakan cerminan adanya perubahan-perubahan dalam sifat dasar kerja di dalam suatu masyarakat (baik dalam arti ekonomi maupun sosial) dan adanya perbedaan pandangan mengenai peraturan perundangan undangan tentang ketenagakerjaan.

Prinsip-Prinsip Hubungan Industrial

Payaman J. Simanjuntak (2009) menjelaskan beberapa prinsip dari Hubungan industrial, yaitu :

  1. Kepentingan Bersama: Pengusaha, pekerja/buruh, masyarakat, dan pemerintah
  2. Kemitraan yang saling menguntungan: Pekerja/buruh dan pengusaha sebagai mitra yang saling tergantung dan membutuhkan
  3. Hubungan fungsional dan pembagian tugas
  4. Kekeluargaan
  5. Penciptaan ketenangan berusaha dan ketentraman bekerja
  6. Peningkatan produktivitas
  7. Peningkatan kesejahteraan bersama

Untuk materi selengkapnya tentang hubungan industrial, bisa di download pada link di bawah ini :

Klik power point dibawah ini:

PPT Hubungan Industrial

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com



Dapatkan Informasi terkait: Konsultasi / Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Motivasi / Hubungan Industrial / Serikat Kerja / Buruh / Kemitraan / Oubound Training / Leadership / Komunikasi / Perselisihan / Kerjasama / Pancasila / MSDM / Indonesia

Penilaian kinerja

Metode Penilaian Kinerja

Pengertian Penilaian Kinerja

  1. Penilaian kinerja adalah suatu sistem formal dan terstruktur yang mengukur, menilai, dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil, termasuk tingkat ketidakhadiran. Fokusnya adalah untuk mengetahui seberapa produktif seorang karyawan dan apakah ia bisa berkinerja sama atau lebih efektif pada masa yang akan datang, sehingga karyawan, organisasi, dan masyarakat semuanya memperoleh manfaat. (Schuler & Jackson, 1996:3).
  2. Penilaian kinerja adalah proses yang dilakukan organisasi untuk mengevaluasi hasil kerja para karyawannya. (Werther & Davis 1996).
  3. Penilaian kinerja adalah sistem formal untuk meninjau dan mengevaluasi kinerja para individu atau tim dalam menjalankan tugasnya. (Mondy 2008).
  4. Penilaian kinerja melibatkan evaluasi kinerja yang didasarkan pada penilaian dan pendapat dari para bawahan, rekan kerja, atasan, manajer lainnya, dan bahkan karyawan itu sendiri. (Schuler & Jackson 2006).

Tujuan Penilaian Kinerja

Schuler dan jackson dalam bukunya yang berjudul Manajemen sumber daya manusia edisi keenam, jilid kedua pada tahun 1996 menjelaskan bahwa sebuah studi yang dilakukan akhir-akhir ini mengidentifikasi ada dua puluh macam tujuan informasi kinerja yang berbeda-beda, yang dapat dikelompokkan dalam empat macam kategori, yaitu:

  • Evaluasi yang menekankan perbandingan antar-orang.
  • Pengembangan yang menekankan perubahan-perubahan dalam diri seseorang dengan berjalannya waktu.
  • Pemeliharaan sistem.
  • Dokumentasi keputusan-keputusan sumber daya manusia bila terjadi peningkatan.

Manfaat penilaian kerja

Manfaat bagi karyawan yang dinilai
Bagi karyawan yang dinilai, keuntungan pelaksanaan penilaian kinerja adalah (Rivai&Basri,2004 :58), antara lain:

  1. Meningkatkan motivasi.
  2. Meningkatkan kepuasan hidup.
  3. Adanya kejelasan standard hasil yang diterapkan mereka.
  4. Umpan balik dari kinerja lalu yang kurang akurat dan konstruktif.
  5. Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan menjadi lebih besar.

Manfaat bagi penilai
Bagi penilai, manfaat pelaksanaan penilaian kinerja (Rivai&Basri, 2004 : 60) adalah;

  1. Kesempatan untuk mengukur dan mengidentifikasikan kecenderungan kinerja karyawan untuk perbaikan manajeman selanjutnya.
  2. Kesempatan untuk mengembangkan suatu pandangan umum tentang pekerjaan individu dan departemen yang lengkap.
  3. Memberikan peluang untuk mengembangkan sistem pengawasan baik untuk pekerjaan manajer sendiri, maupun pekerjaan dari bawahannya.
  4. Identifikasi gagasan untuk peningkatan tentang nilai pribadi.
  5. Peningkatan kepuasan kerja.

Manfaat bagi perusahaan
Bagi perusahaan, manfaat penilaian adalah, (Rivai&Basri, 2004 : 62) antara lain:

  1. Perbaikan seluruh simpul unit-unit yang ada dalam perusahaan karena:
    • Komunikasi menjadi lebih efektif mengenai tujuan perusahaan dan nilai budaya perusahaan.;
    • Peningkatan rasa kebersamaan dan loyalitas;
    • Peningkatan kemampuan dan kemauan manajer untuk menggunakan keterampilan dan keahlian memimpinnya untuk memotivasi karyawan dan mengembangkan kemauan dan keterampilan karyawan.
  2. Meningkatkan pandangan secara luas menyangkut tugas yang dilakukan oleh masing-masing karyawan;
  3. Meningkatkan kualitas komunikasi;
  4. Meningkatkan motivasi karyawan secara keseluruhan;
  5. Meningkatkan keharmonisan hubungan dalam pencapaian tujuan perusahaan

Untuk materi selengkapnya tentang penilaian kinerja karyawan, bisa di download ppt di bawah ini :

Klik power point dibawah ini:

PPT Penilaian Kinerja Karyawan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Dapatkan Informasi terkait: Konsultasi / Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Motivasi / Penilaian Kinerja / Job Evaluation / Performance Appraisal / Oubound Training / Leadership / Komunikasi / MSDM / Indonesia / Penilaian Prestasi / 



Kerja Tim

Membangun Kerjasama Tim

Building An Affective Team

Pengertian Tim

Dalam dunia kerja, kerja sama merupakan salah satu elemen penting dalam hal meraih tujuan. Dalam bekerja di suatu instansi atau perusahaan tentunya memerlukan sinergi setiap tim antar departemen untuk mencapai target secara keseluruhan karena sinergi dalam tim akan menghasilkan output yang lebih besar dibandingkan dengan bekerja secara individu. Kerjasama tim tak hanya bisa menyelesaikan tugas-tugas kecil namun bisa meraih tujuan tim yang merupakan proyek besar dari tim. Dari ilustrasi ini, maka yang dimaksud dengan kerjasama tim adalah Sekumpulan dua orang atau lebih yang satu sama lain berinteraksi dalam mencapai tujuan bersama.

Sebuah tim lebih dari sekadar sejumlah orang yang mengenakan atribut yang sama. Bekerja sama dalam sebuah tim berarti mengarahkan pencapaian-pencapaian individual menuju mencapai tujuan bersama/organisasional. Di dalamnya ada proses saling memberi dan menerima. Karena bekerja sama orang-orang biasa dapat mencapai hasil yang hebat. Sebaliknya, sekumpulan orang yang hebat dapat tak mencapai apapun kalau mereka tidak mau bekerja sama sehingga dikatakan, “It is easy to get good players. Getting them to play together, that is the Hard Part”.

Tim, Bukanlah Kelompok

Kelompok (group) adalah dua orang atau lebih dengan hubungan yang sifatnya umum.Sebuah kelompok bisa jadi adalah rekan kerja atau orang-orang yang berkumpul untuk makan siang. Sedangkan Tim (team) adalah sejumlah kecil orang dengan keterampilan yang saling melengkapi, berkomitmen pada satu tujuan umum, target-target, dan pendekatan yang untuknya mereka mempertahankan diri mereka dengan bertanggung jawab secara mutual.

Kelompok dapat menjadi tim jika:

  • Tim bekerja menyelesaikan masalah secara kontinu, bukan sekadar menjadwalkan waktu untuk rapat.
  • Ukuran tim untuk efektivitas adalah hasil dan tujuan bersama, bukan hasil dan tujuan individual.
  • Anggota-anggota tim menjalankan kepemimpinan.
  • Baik individu maupun tim secara keseluruhan memiliki tanggung jawab atas pekerjaan dalam tim.
  • Tim membangun sebuah tujuan atau misi.

Manfaat Adanya Tim

  • Dengan adanya kelompok maka risiko pekerjaan ditanggung oleh kelompok.
  • Sumber lebih banyak dan terjadi proses belajar.
  • Kelemahan individu teratasi oleh kelompok.
  • Kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dapat lbih akurat.

Cara Membangun Rasa Kebersamaan Tim

  • Tim yang dinamis akan berjalan apabila anggota-nya mampu membangun rasa kebersamaan secara efektif.
  • Rasa kebersamaan dapat terwujud, bila para anggota tim mampu menerima keragaman anggotanya. Karena hakekatnya tidak seorang manusiapun yang sama, termasuk mereka yang lahir kembar (twin).
  • Tim akan efektif bila dibangun berdasarkan kebersamaan, tidak memandang pangkat, suku, golongan. Menunjukkan saling percaya, saling menghargai dan dilandasi keterbukaan.

Untuk materi selengkapnya tentang membangun kerjasama tim, bisa di download ppt pada link di bawah ini :

PPT Membangun Kerjasama Tim

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Dapatkan Informasi terkait: Konsultasi / Pelatihan Kerja / Training Center / Strategi Bisnis /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Motivasi / Teamwork / Kerja tim / training team building /Oubound Training / Leadership / Komunikasi / In-house training / Sinergi / SDM Indonesia / Manajemen / Kualitas / Leadership



Pelatihan Etiket

Tata Krama Berkomunikasi antar Manusia

Etiket Berkomunikasi

Latar belakang

Komunikasi sangat erat hubungannya dengan kebutuhan sosial individu. Tanpa komunikasi, individu akan kesulitan mengungkapkan pendapat, perasaan, dan keinginan menjalankan hubungan dengan individu lainnya. Bayangkan saja jika tidak terjadi komunikasi antar individu yang satu dengan yang lainnya, kehidupan sosial dan informasi yang dibutuhkan tidak akan ada. dunia akan terasa sepi dan Kehidupan akan terasa bosan karena tidak dapat mencurahkan ide dan perasaan. Namun demikian, komunikasi tidak bisa dilepaskan dengan unsur budaya yaitu  Etiket. Tanpa Etiket, akan muncul ketegangan atau konflik yang dapat mengganggu jalannya proses komunikasi.

Berikut ini beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari yaitu :

  • Jujur tidak berbohong
  • Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
  • Berinisiatif sebagai pembuka dialog
  • Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
  • Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
  • Bertingkah laku yang baik / ramah
  • Lapang dada dalam berkomunikasi
  • Bersikap dewasa tidak kekanak-kanakan
  • Tidak mudah terbawa emosi (emosional)

Contoh Teknik Komunikasi Yang Baik

  • Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara
  • Gunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar
  • Menerima pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon
  • Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi
  • Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara.
  • Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik
  • Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat tangan, merunduk, hormat, canda gurau.
  • Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan
  • Menatap mata lawan bicara dengan lembut
  • Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara
  • Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara
  • Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum
  • Dan sebagainya

Di zaman modern seperti saat ini, untuk berkomunikasi tidak harus bertatap langsung dengan lawan bicara. Kemajuan teknologi sudah merubah segalanya menjadi lebih efektif dan efisien. Individu bisa berkomunikasi dengan menggunakan Handphone (melalui telepon dan sms) dan internet seperti chatting media sosial, dan e-mail. Manusia sangat mudah sekali berinteraksi dengan orang-orang baru tanpa harus bertemu dengan mereka. Dalam hal ini, etika juga perlu diterapkan meskipun tidak bertemu secara langsung dengan lawan bicara. Ada banyak aturan yang harus dilakukan setiap individu jika ingin menggunakan teknologi sebagai alat komunikasi. Misalnya, apabila kita ingin mengirim SMS dan chat kepada orang yang sudah dikenal ataupun belum, penulisan yang baik harus diperhatikan, menggunakan kata-kata yang sopan, tanda baca yang jelas dan sesuai agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, dll.

Berikut kami jelaskan apa saja aturan-aturan berkomunikasi dalam memanfaatkan teknologi terkait dengan “Etiket berkomunikasi”. Silahkan di download pada file ppt di bawah ini :

Klik disini:

PPT Etiket Berkomunikasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Pelatihan & Pendampingan

Dapatkan Informasi terkait: Konsultasi / Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Motivasi / Training Motivation / Motivasi karyawan / Etika Bisnis / Etiket / Personality / Kepribadian /Leadership / Komunikasi / Manner / Startegi / Organisasi / Bisnis / contoh ppt



 

Berpikir Positif

Kekuatan Berpikir Positif & Dampaknya terhadap Prestasi

The Power of Positive Thinking

Berpikir positif adalah cara berpikir secara logis yang memandang sesuatu dari segi positifnya baik terhadap dirinya sendiri, orang lain, maupun keadaan lingkungannya. Orang yang berfikir positif tidak akan putus asa atas masalah yang dihadapinya dan mereka akan mudah dalam mencari jalan keluarnya. Berpikir positif akan mendorong kita untuk bersikap dan berbuat yang mendukung hal positif tersebut untuk terjadi. Berpikir positif merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari tiga komponen, yaitu muatan pikiran, penggunaan pikiran, dan pengawasan pikiran.

Cara Berfikir Positiftasi

  • Bersikap optimis
  • Bersikap proaktif
  • Hadapi masalah berat dengan tenang, jika perlu gunakan humor untuk mencairkan suasana
  • Fokuskan pada faktor positif dalam hidup kita
  • Tumbuhkan sikap mental positif
  • Lakukan olahraga teratur

Komponen Berpikir Positif

1. Muatan Pikiran

Memasukkan muatan positif pada ruang pikiran akan sia sia jika tidak diiringi dengan tindakan nyata, sehingga, isi muatan yang positif tersebut perlu diaktualisasikan ke dalam tindakan agar ada dampak yang ditimbulkan.

Menurut Ubaedy, muatan positif untuk pikiran adalah berbagai bentuk pemikiran yang memiliki kriteria:

  • Benar (tak melanggar nilai-nilai kebenaran)
  • Baik (bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan)
  • Bermanfaat (menghasilkan sesuatu yang berguna)
  • Penggunaan Pikiran

2. Penggunaan Pikiran

Memasukkan muatan positif pada ruang pikiran merupakan tindakan positif namun tindakan tersebut berada pada tingkatan yang masih rendah jika muatan positif tersebut tidak diwujudkan dalam tindakan nyata. Oleh karena itu isi muatan yang positif tersebut perlu diaktualisasikan ke dalam tindakan agar ada dampak yang ditimbulkan.

3. Pengawasan Pikiran

Pengawasan pikiran merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengeluarkan hal hal negatif yang ikut masuk kedalam pikiran dan menggantinya dengan hal yang positif. Jika ternyata teridentifikasi bahwa pikiran bekerja tidak semestinya maka dilakukan usaha untuk memperbaiki kelemahan atau kesalahan tersebut.

Untuk materi selengkapnya tentang berfikir positif bisa langsung di download Slideshare ppt di bawah ini :

Klik disini:

PPT Berfikir Positif

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com


Dapatkan Informasi terkait: Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Kepribadian / Berpikir Positif / Positif Thinking / Sikap Positif / Positive Behavior /Oubound Training / Leadership / Komunikasi / SDM / Manajemen / Strategi /Keunggulan bersaing / Human Resources management


Untuk Informasi Pelatihan
“Who Am I & Teknik Perpikir Positif”

 

123