• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Pengertian

Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk produksi. Anggaran (budget) adalah sebuah rencana rinci yg memproyeksikan aliran kas masuk dan aliran kas keluar selama beberapa periode pada saat yg akan datang. Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap. Penganggaran modal (capital budgeting) adalah proses evaluasi dan pemilihan investasi jangka panjang yang konsisten terhadap maksimalitas tujuan perusahaan.

Pentingnya Penggangaran Modal

  1. Keputusan penggaran modal akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitasnya.
  2. Penanggaran modal yg efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva.
  3. Pengeluaran modal sangatlah penting.

Klasifikasi Usulan Investasi

Usulan proyek / investasi dapat terdiri dari berbagai tipe, pada umumnya diklasifikasikan dalam tiga kategori sebagai berikut :

  • Penggantian (Replacement) yaitu usulan investasi menyangkut penggantian asset. Penggantian ini dapat bertujuan untuk mempertahankan bisnis yang sudah ada atau untuk mengurangi biaya / meningkatkan efisien atau mengganti asset lama dengan asset yang baru.
  • Perluasan (Expansion) yaitu usulan investasi menyangkut perluasan usaha, dapat berupa menambah jumlah produksi / perluasan daerah pemasaran atau menambah produk baru yang dihasilkan.
  • Keamanan Lingkungan (Safety / Environmental Project) yaitu usulan investasi yang dilakukan dalam rangka untuk memenuhi ketentuan pemerintah, aturan perburuhan atau kebijakan asuransi. Oleh karena pengeluaran ini dinamakan nonrevenue – producing project.

Kriteria Pengusulan Investasi

  1. Payback period (PP) : Payback  period menunjukkan periode waktu yang diperoleh untuk menutup kembali uang yang telah diinvestasikan dengan hasil yang akan diperoleh (net cash flow) dari investasi tersebut.
  2. Discounted payback periode (DPP) : Untuk mengatasi salah satu kelemahan pada metode payback period yaitu tidak memperhatikan time value of money atau faktor disconto, maka timbul metode disconted payback period.
  3. Net Present Value (NPV) : Dalam metode ini kita akan menggunakan faktor diskonto. Semua pengeluaran dan penerimaan (dimana saat pengeluaran serta penerimaanya adalah dalam waktu yang tidak bersamaan) harus diperbandingkan dengan nilai sebanding dalam arti waktu. Dlam hal ini berarti kita harus mendiscountokan nilai – nilai pengeluaran dan penerimaan tersebut ke dalam penilaian yang sebanding ( sama )
  4. Profitabilitas Index (PI) : Profitability Index (PI) atau juga disebut  “benefit-cost ratio” adalah perbandingan antara nilai sekarang aliran kas masuk netto dimasa mendatang dengan aliran kas keluar mula – mula.
  5. Internal Rate of Return (IRR) : IRR adalah tingkat diskonto (discount rate) yang menyamakan present value aliran kas masuk dengan present value aliran kas keluar.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai penganggaran modal bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Hubungi Customer Service kami

hasan100

Leave a Reply