• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Laporan Laba Rugi Komprehensif

Laporan Laba Rugi Komprehensif

Laba merupakan elemen yang paling menjadi perhatian pemakai, terutama bagi pemilik karena angka laba diahrapkan cukup kaya untuk merepresentasikan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Hasil laba didapatkan melalui laporan laba rugi atau income statement yaitu laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode tertentu. Dari laporan laba rugi ini informasi didapatkan untuk membantu pemilik dalam pengambilan keputusan. Dalam pelaporan khusus yang perlu dilaporkan untuk melengkapi laoran laba rugi yaitu alokasi pajak intraperiode, laba per saham, laporan laba ditahan dan laba komprehensif. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Laporan Laba Rugi Komprehensif.

Kegunaan
  • Mengevaluasi kinerja masa lalu
  • Memprediksi kinerja masa depan.
  • Membantu menilai risiko atau ketidakpastian pencapaian arus kas masa depan.

 

Keterbatasan
  • Perusahaan menghilangkan item yang tidak dapat diukur secara tepat.
  • Pendapatan dipengaruhi oleh metode akuntansi yang digunakan.
  • Pengukuran pendapatan melibatkan penilaian (judgment).

Kualitas Laba

Perusahaan memiliki insentif untuk mengelola pendapatan:

  • Untuk mencapai target, atau
  • Untuk membuat laba terlihat tidak beresiko.

Manajemen laba adalah perencanaan waktu atas pendapatan, biaya, keuntungan, dan kerugian untuk memperlancar pendapatan. Kualitas laba berkurang jika manajemen laba menghasilkan informasi yang kurang berguna untuk memprediksi pendapatan dan arus kas masa depan.

 

Elemen Laporan Laba Rugi
  1. Pendapatan (Income), merupakan kenaikan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk arus masuk atau perangkat tambahan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas, selain yang berkaitan dengan kontribusi dari pemegang saham. Income (Pendapatan)  meliputi pendapatan dan keuntungan. Pendapatan (Revenues) berasal dari aktivitas normal perusahaan. Keuntungan (Gains) – mungkin atau mungkin tidak timbul dari aktivitas normal.
  1. Beban (Expenses), merupakan penurunan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau depresiasi aset atau penambahan kewajiban kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas, selain yang berkaitan dengan distribusi kepada pemegang saham. Expenses (beban) mencakup beban dan kerugian. Beban timbul dari aktivitas normal perusahaan. Kerugian  mungkin atau mungkin tidak timbul dari aktivitas normal.

 

Pelaporan Dalam Laporan Laba Rugi
  1. Laba Kotor. Dihitung dengan mengurangi harga pokok penjualan dengan hasil penjualan bersih. Menyediakan nilai yang berguna untuk mengevaluasi kinerja dan memprediksi laba masa depan. Pendapatan yang tidak biasa atau insidental diungkapkan dalam pendapatan dan beban lainnya.
  2. Pendapatan Usaha. Dihitung dengan cara laba kotor dikurangi biaya penjualan dan administrasi serta pendapatan dan pengeluaran. Menyoroti pengaruhi kegiatan bisnis biasa. Digunakan untuk memprediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan.
  3. Laba Bersih. Menggambarkan pendapatan setelah semua pendapatan dan beban pada periode yang ditentukan. Dilihat oleh banyak orang sebagai ukuran terpenting keberhasilan atau kegagalan perusahaan untuk jangka waktu tertentu.

 

Klasifikasi Beban

Beban dapat diklasifikasikan berdasarkan:

  • Contoh: biaya persediaan yang digunakan, tenaga kerja langsung yang dimasukkan, biaya pengiriman, biaya iklan, beban depresiasi, dan beban amortisasi.
  • Contoh: harga pokok penjualan, beban penjualan, dan beban administrasi.

 

Pengungkapan Lainnya
  1. Perubahan Prinsip Akuntansi. Penyesuaian yang berlaku surut. Penyesuaian efek kumulatif ke awal laba ditahan. Pendekatan menjaga komparabilitas. Termasuk: perubahan dari FIFO ke rata-rata dan Perubahan dari persentase kontrak ke penyelesaian kontrak.
  2. Perubahan Estimasi Akuntansi. Diperhitungkan dalam periode perubahan dan periode mendatang. Tidak ditangani secara retrospektif. Tidak dianggap kesalahan. Contoh termasuk: umur manfaat dan nilai sisa aset tetap, penyisihan piutang tak tertagih, dan persediaan usang.
  3. Koreksi Kesalahan. Hasil dari: kesalahan matematika, kesalahan dalam penerapan prinsip akuntansi, dan pengawasan atau penyalahgunaan fakta. Koreksi diperlakukan sebagai penyesuaian periode sebelumnya. Penyesuaian terhadap saldo awal laba ditahan.
  4. Laporan Perubahan Ekuitas. Dibutuhkan sebagai tambahan dari laporan laba rugi komprehensif. Umumnya terdiri dari: modal saham biasa, agio saham biasa, laba ditahan, dan saldo dari akumulasi laba komprehensif lainnya. Melaporkan perubahan setiap akun ekuitas dan total ekuitas untuk periode. Termasuk:
  • Pendapatan komprehensif tahun berjalan.
  • Kontribusi (penerbitan saham) dan distribusi (dividen) kepada pemilik.
  • Rekonsiliasi nilai tercatat masing-masing komponen ekuitas dari awal sampai akhir periode.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Laporan Laba Rugi Komprehensif, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Laba Rugi Komprehensif

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

hasan100

Leave a Reply