• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Kas dan Piutang

Kas dan Piutang

Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan uang tunai atau kas. Kas adalah salah satu komponen dari aktiva yang sangat vital bagi kelangsungan hidup organisasi, baik organisasi permerintah maupun perusahaan swasta. Kas merupakan elemen kunci dalam perencanaan atas seluruh aspek operasional perusahaan. Tanpa adanya manajemen kas yang baik, suatu organisasi mungkin dapat kehilangan reputasinya dan sulit untuk bertransaksi dengan pihak lain karena organisasi tersebut tidak dapat membayar tagihannya yang sudah jatuh tempo. Di sisi lain Piutang merupakan kekayaan perusahaan yang timbul sebagai akibat dari adanya kebijakan penjualan barang/jasa secara kredit. Kebijakan Kredit  bertujuan memaksimalkan profit dengan risiko yang minimal. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Kas dan Piutang.

Kas

Aset keuangan disebut juga instrumen keuangan. Instrumen Keuangan yaitu kontrak apa pun yang menimbulkan aset keuangan dari satu entitas dan kewajiban keuangan atau kepentingan ekuitas entitas lain. Kas merupakan aset paling likuid, standar pertukaran, dasar untuk mengukur dan menghitung semua bagian lainnya, dan aset lancar. Contoh: Koin, mata uang, dana yang tersedia di deposito di bank, wesel, cek bersertifikat, cek kasir, cek pribadi, bank drafts dan rekening tabungan.

 

Setara Kas

Merupakan investasi jangka pendek dan sangat likuid yang mudah dikonversi menjadi kas, dan begitu dekat umurnya sehingga menyajikan risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Contoh: Treasury bills, commercial paper, and money market funds.

 

Piutang

Merupakan klaim terhadap pelanggan dan orang lain atas uang, barang, atau layanan. Piutang usaha yaitu Janji lisan pembeli untuk membayar barang dan jasa yang terjual, sedangkan wesel tagih yaitu janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal yang ditentukan di masa depan.

 

Piutang Tak Tertagih

Catat kerugian sebagai debit pada Beban Piutang Tak Tertagih. Risiko normal dan perlu melakukan bisnis secara kredit. Dua metode untuk memperhitungkan piutang tak tertagih:

  • Metode Penghapusan Langsung

Secara teoritis kurang :

  • Tidak cocok.
  • Piutang tidak dinyatakan sebesar nilai realisasi kas.
  • Tidak sesuai bila jumlah tidak tertagih adalah material.
  • Metode Penyisihan
  • Persentase Pejualan

Metode ini menghasilkan pencocokan yang lebih baik dari biaya dengan pendapatan. Persentase berdasarkan pengalaman masa lalu dan mengantisipasi kebijakan kredit. Mencapai pencocokan biaya dan pendapatan yang lebih baik. Saldo dalam Penyisihan Piutang Tak Tertagih diabaikan. Metode ini sering disebut sebagai pendekatan laba rugi.

  • Persentase Piutang

Dengan metode ini menghasilkan estimasi yang lebih baik dari nilai realisasi kas. Tidak cocok. Perkiraan nilai realisasi piutang. Perusahaan mungkin menerapkan metode ini dengan menggunakan satu tarif, atau membuat aging schedule menggunakan tarif berbeda.

 

Wesel Tagih

Didukung oleh surat promes resmi.

  • Instrumen yang dapat dinegosiasikan.
  • Tanda pembuat mendukung Penerima Pembayaran.
  • Interest-bearing/ wesel dengan bunga (memiliki tingkat bunga yang dinyatakan) atau
  • Zero-interest-bearing/ wesel tanpa bunga (bunga termasuk dalam jumlah nominal).

Wesel tagih umumnya berasal dari:

  • Dari pelanggan yang perlu memperpanjang masa pembayaran piutang.
  • Pelanggan berisiko tinggi atau baru.
  • Pinjaman kepada karyawan dan anak perusahaan.
  • Penjualan aktiva tetap.
  • Transaksi pinjaman.

 

Penyajian

Aturan umum dalam mengklasifikasikan piutang adalah:

  1. Memisahkan dan melaporkan jumlah tercatat dari berbagai kategori piutang.
  2. Tunjukkan piutang yang tergolong lancar dan tidak lancar dalam laporan posisi keuangan.
  3. Mengkorusikan dengan tepat akun penilaian piutang yang mengalami penurunan nilai, termasuk pembahasan penurunan nilai individual dan kolektif.
  4. Mengungkapkan nilai wajar piutang sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk dibandingkan dengan nilai tercatatnya.
  5. Ungkapkan informasi untuk menilai risiko kredit yang melekat pada piutang.
  6. Mengungkapkan piutang yang dijadikan agunan.
  7. Ungkapkan semua konsentrasi risiko kredit yang timbul dari piutang.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Kas dan Piutang, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Kas dan Piutang

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

hasan100

Leave a Reply