• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Perilaku Keorganisasian

Perilaku Keorganisasian

Perilaku keorganisasian merupakan studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok, dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi, yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan guna meningkatkan efektivitas organisasi. Ilmu yang dimaksut yaitu yang mempelajari tentang interaksi manusia dalam organisasi yang meliputi studi secara sistimatik tentang perilaku, struktur dan proses didalam organisasi. Selanjutnya, dalam memahami sebuah perilaku keorganisasian,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tingkatan analisis, konsep dan  tujuan  dari perilaku keorgaisasian.

Tingkatan Analisis Dalam Perilaku Keorganisasian
  1. Tingkat individu

Kejadian yang terjadi dalam organisasi dianalisis dalam hubungannya dalam perilaku seseorang.

  1. Tingkat kelompok

Perilaku kelompok dipengaruhi aturan kelompok dan nilai yang dianut oleh kelompok itu.

  1. Tingkat organisasi

Organisasi lebih sekedar penjumlahan individu maupun kelompok tetapi kejadian yang terjadi dalam struktur organisasi yaitu struktur dan posisi seseorang dalam organisasi membawa pengaruh pada setiap interaksi sosial dalam organisasi.

Disiplin Ilmu yang Mendukung PO
  1. Psychology

Ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan, dan terkadang mengubah perilaku manusia dan makhluk lain.

  1. Social Psychology

Bidang dalam psikologi yang memadukan konsep dari psikologi dan sosiologi serta berfokus pada pengaruh seseorang terhadap orang lainnya.

  1. Sociology

Studi tentang manusia dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan kultur mereka.

  1. Anthropology

Studi kemasyarakatan untuk mempelajari manusia dan aktivitas-aktivitas mereka.

Konsep Dasar Perilaku Oganisasi
  1. Pekerjaan manajer
  2.  Definisi perilaku organisasi
  3. Disiplin ilmu yang mendukung perilaku organisasi
  4. Tantangan dan peluang perilaku organisasi
  5.  Model perilaku organisasi
Pekerjaan Manajer
  1. PLANNING, proses yang meliputi:
  • Pendefinisian tujuan suatu organisasi,
  • Penentuan strategi keseluruhan untuk mencapai tujuan tersebut
  • Pengembangan serangkaian rencana komprehensif untuk menggabung dan mengoordinasi berbagai aktivitas
  1. ORGANIZING, proses yang meliputi:
  • Penentuan tugas yang harus dikerjakan
  • Siapa yang mengerjakan tugas tersebut
  • Bagaimana tugas tersebut dikelompokkan
  • Siapa melapor kepada siapa
  • Dimana keputusan-keputusan dibuat
  1. LEADING, proses yang mencakup:
  • Pemberian motivasi kepada karyawan
  • Mengatur aktivitas individu lain
  • Memilih saluran komunikasi yang paling efektif
  • Penyelesaian konflik
  1. CONTROLLING
  • Memantau aktivitas untuk memastikan aktivitas tersebut diselesaikan seperti yang telah direncanakan dan membetulkan penyimpangan-penyimpangan yang signifikan

 

Bagaimana ulasan selanjutnya mengenai Perilaku Keorganisasian? Silahkan di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Perilaku Keorganisasian

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu

Persepsi

Persepsi adalah suatu proses dengan mana individu-invidu mengorganisasikan & menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan mereka.

Membuat Penilaian Mengenai Orang Lain
  • Teori Atribusi

-Kekeliruan atribusi mendasar

-Prasangka layanan diri

  • Jalan Pintas

-Persepsi selektif

-Efek hallo

-Efek kontras

-Proyeksi

-Berstereotipe

  • Penerapan khusus dalam organisasi

-Wawancara pekerjaan

-Pengharapan kinerja

-Efek pigmalion

-Evaluasi kinerja

-Upaya karyawan

-Kesetiaan karyawan

 

Teori Hubungan
  • Teori Hubungan: Usaha ketika individu-individu mengamati perilaku untuk menentukan apakah hal ini disebabkan secara internal atau eksternal.
  • Perilaku yang disebabkan secara internal adalah perilaku yang diyakini dipengaruhi oleh kendali pribadi seorang individu, perilaku yang disebabkan secara eksternal dianggap sebagai akibat dari sebab-sebab luar; yaitu individu dianggap telah dipaksa perilaku demikian oleh situasi.
  • Kesalahan hubungan yang fundamental: Kecenderungan untuk merendahkan pengaruh faktor-faktor eksternal dan meninggikan pengaruh faktor-faktor internal ketika membuat penilaian tentang perilaku orang lain.
  • Bias Pemikiran Diri Sendiri: Kecenderungan bagi para individu untuk menghubungkan keberhasilan mereka sendiri dengan faktor-faktor internal, sementara menyalahkan faktor-faktor eksternal untuk kegagalan.
Jalan Pintas Yang Sering digunakan Dalam  Menilai Individu Lain
  • Persepsi Selektif: Menginterpretasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman, dan sikap seseorang.
  • Efek Halo: Membuat sebuah gambaran umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik.
  • Efek-efek kontras: Evaluasi tentang karakteristik-karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh perbandingan-perbandingan dengan orang lain yang baru ditemui, yang mendapat nilai lebih tinggi atau lebih rendah untuk karakteristik-karakteristik yang sama.
  • Proyeksi: Menghubungkan karakateristik-karakteristik diri sendiri dengan individu lain.
  • Pembentukaan Stereotip: menilai seseorang berdasarkan persepsi tentang kelompok di mana ia tergabung.
Berbagai Aplikasi Khusus dari Jalan Pintas
  • Wawancara Pekerjaan
  • Harapan Kinerja: Ada banyak bukti menunjukkan bvahwa individu akan berusaha untuk mengesahkan persepsi mereka tentang kenyataan, bahkan ketika persepsi-persepsi tersebut salah.
  • Ramalan yang Terealisasi Sendiri: Situasi dimana seseoran menilai yang kedua secara tidak akurat dan harapan yang dihasilkan membuat orang kedua tersebut berperilaku dalam cara-cara yang konsisten dengan persepsi semula.
  • Pembentukkan Profil: Pembentukkan stereotip dimana satu kelompok individu dipilih biasanya berdasarkan ras atau etnis untuk penyelidikan intensif, inspeksi ketat atau investigasi.
  • Evaluasi Kinerja: Penilaian kinerja sangat bergantung pada proses penginterpretasian. Masa depan seorang karyawan berhubungan erat dengan penilaian – promosi, kenaikan bayaran dan kelanjutan pekerjaan meruapakan beberapa hasil yang paling nyata.

Bagaimana ulasan selanjutnya?  Silahkan di unduh ppt pada link di bawah ini:

PPT Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Motivasi

Manager yang berhasil adalah yang mampu menggerakkan bawahannya dengan menciptakan motivasi yang tepat bagi bawahannya. Motivasi ini nanti bertujuan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya di perusahaan. Dengan motivasi yang tepat, maka tujuan pun akan cepat tercapai. Bagaimana agar menciptakan motivasi yang tepat bagi sumber daya manusia di perusahaan? Berikut penjelasannya…

Motivasi

Motif               : dorongan dari dalam jiwa

Motivasi          : segala sesuatu yang menjadi pendorong untuk bertindak atau melakukan sesuatu

Motivator         :objek yang menjadi dorongan untuk melakukan sesuatu

Pembagian Teori Motivasi
  • TEORI ISI (Content Theory)
  1. Teori Hirarki Kebutuhan ( A. Maslow)
  2. Teori E-R-G /exitency-related-growth( Clayton
  3. Alderfer)
  4. Teori Tiga Motif Sosial (D. McClelland)
  5. Teori Dua Faktor (Frederick Herzberg)
  • TEORI PROSES ( Process Theory)
  1. Equity Theory/keadilan (S. Adams)
  2. Expectancy Theory/pengharapan ( Victor Vroom)
  3. Goal Setting Theory/penentuan tujuan (Edwin Locke)
  4. Reinforcement Theory/penguatan ( B.F. Skinner)

Teori Isi: Hierarchy of Needs Theory (Abraham Maslow;1935)

Kebutuhan Manusia:

  • Physiological /dasar
  • Safety & Security/aman
  • Social (Belongingness & Love)/rasa kepemilikan
  • Esteem/penghargaan
  • Self Actualization/aktualisasi diri

Teori Isi: ERG Theory (Clayton Alderfer)

  1. E (Existence)/eksistensi
  2. R (Relatedness)/hubungan
  3. G (Growth)/perkembangan

Mekanisme Kebutuhan :

  • Frustration – Regression/kemudnuran
  • Satisfaction/kepuasan – Progression/peningkatan

Teori isi: Trichotomy of Needs/tiga motif sosial (David McClelland)

  1. Achievement Motive  (nAch): Motif untuk berprestasi
  2. Affiliation Motive (nAff): Motif untuk bersahabat.
  3. Power Motive (nPow) : Motif untuk berkuasa
Bentuk Outcome & Input
  • REWARDS :   – Gaji

– Status / Jabatan

– Penilaian / Penghargaan

  • INPUT : – Pendidikan

– Pengalaman

– Umur

– Jenis kelamin

– Usaha / Produktivitas

Goal Setting Theory/Teori Penentuan Sasaran (Edwin Locke)
  • Kuat lemahnya tingkah laku manusia ditentukan oleh sifat tujuan yang hendak dicapai.
  • Kecenderungan manusia untuk berjuang lebih keras mencapai suatu tujuan, apabila tujuan itu jelas, dipahami dan bermanfaat.
  • Makin kabur atau makin sulit dipahami suatu tujuan, akan makin besar keenganan untuk bertingkah laku.
Reinforcement Theory/Penguatan (Thorndike & B.F.Skinner)
  • Teori ini didasarkan atas “hukum pengaruh”
  • Tingkah laku dengan konsekuensi positif cenderung untuk diulang, sementara tingkah laku dengan konsekuensi negatif cenderung untuk tidak diulang.
Implikasi Bagi Manajer
  • Recognize Individual Differences/individu yg berbeda
  • Match People to Jobs/berikan pekerjaan yg tepat
  • Use Goals /penggunaan sasaran
  • Ensure that goals are perceived as attainable/ tujuan yg dirasakan dpt tercapai
  • Individualized Rewards/penghargaan individu
  • Link Rewards to Performance/ hubungan pekerjaan dengan kinerja
  • Check the System for Equity/ evaluasi sistem keadilan
  • Don’t Ignore Money/ jangan menilai dengan uang

 

Bagaimana ulasan selanjutnya? Silahkan download ppt pada link di bawah ini:

PPT Motivasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Konsep Dasar Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja

Dasar-Dasar Perilaku Individual
  1. Karakteristik biografis
  2. Kemampuan
  3. Kepribadian
  4. Belajar
  5. Perilaku organisasi positif
Karakteristik Biografis

Merupakan karakteristik pribadi yang dapat diperoleh dalam berkas personalia dari seorang karyawan seperti usia, jenis kelamin, status kawin, jumlah tanggungan dan masa kerja.

  1. Usia
  • Keyakinan bahwa makin tuanya sesorang produktivitasnya mersosot, tidak selalu terbukti.
  • Karyawan tua mempunyai tingkat kemangkiran-yang dapat dihindari-yang lebih rendah dari karyawan muda
  • Makin tua semakin kecil kemungkinan berhenti dari pekerjaan, karena;
    1. semakin terbatasnya pekerjaan alternatif.
    2. Masa kerja yang lebih panjang, berdampak pada tingkat imbalan yang lebih baik
  • Bertambahnya usia, kepuasan meningkat untuk karyawan profesional, dan diantara non profesional merosot selama setengah baya, dan naik lagi pada tahun-tahun yang lebih belakangan
  1. Jenis Kelamin
  • Tidak ada beda yang bermakna dalam produktivitas kerja antara pria dan wanita
  • Wanita mempunyai tingkat kemangkiran dan keluarnya karyawan yang lebih tinggi dari pada pria
  • Tidak ada bukti yang menyatakan jenis kelamin karyawan mempengaruhi kepuasan kerja
  1. Status Kawin dan jumlah tanggungan
  • Tidak cukup bukti ada efek status perkawinan pada produktivitas
  • Karyawan yang menikah lebih sedikit absensinya, mengalami pergantian yang lebih rendah, dan lebih puas dengan pekerjaan mereka daripada rekan sekerja mereka yang bujangan
  • Banyaknya tanggungan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas, tingkat absensi, pergantian dan kepuasan kerja
  1. Masa Kerja
  • Tidak ada alasan untuk meyakini bahwa orang yang lebih lama berada pada suatu pekerjaan lebih produktif daripada mereka yang senioritasnya lebih rendah
  • Senioritas berkaitan secara negatif terhadap kemangkiran dan pergantian karyawan
  • Masa kerja dan kepuasan saling berkaitan secara positif
Kemampuan
  • Kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan
  • Kemampuan individu tersusun dalam dua perangkat faktor yaitu:
    1. Kemampuan intelektual, berupa kemampuan yang diperlukan untuk mengerjakan kegiatan mental, seperti kemahiran berhitung, pemahaman verbal, kecepatan perseptual, penalaran induktif, penalaran diduktif, visualisasi ruang, dan ingatan.
    2. Kemampuan fisik, kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan ketrampilan.
Kepribadian
  • Kepribadian merupakan jumlah total dari cara-cara dalam mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi  dengan orang lain.
  • Sesuatu yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Konsep Dasar Perilaku Individu, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Konsep Dasar Perilaku Individu, Sikap, dan Kepuasan Kerja

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

 

 

 

 

 

 

Kepribadian dan Nilai

 Pengertian Kepribadian

Kepribadian adalah keseluruhan cara dimana seseorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain.

Faktor Penentu Kepribadian
  1. Faktor Genetik (Keturunan)

Faktor Keturunan. Keturunan merujuk pada faktor genetis seorang individu, tinggi fisik, bentuk wajah, gender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap entah sepenuhnya atau secara substansial dipengaruhi oleh siapa orang tua anda, yaitu komposisi biologis, psikologis dan psikologis bawaan mereka.

  1. Faktor Lingkungan

Faktor Lingkungan: Faktor lain yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap pembentukkan karakter kita adalah lingkungan dimana kita tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman-teman, dan kelompok sosial dan pengaruh-pengaruh lain yang kita alami. Faktor-faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian kita.

Personality Traits
  • Personality Traits merupakan karakteristik yang sering muncul dan karakteristik yang mendiskripsikan perilaku individu.
  • Semakin sering dan semakin konsisten munculnya suatu karakteristik, maka akan semakin mendiskripsikan karakteristik seseorang.
  • Identifikasi Personality Traits penting, karena dapat membantu dalam pertimbangan proses seleksi karyawan, penempatan, promosi melalui tes kepribadian
Sifat-Sifat Kepribadian

Sifat-sifat kepribadian: Karakteristik yang umumnya melekat dalam diri seorang individu adalah malu, agresif, patuh, malas, ambisius, setia, dan takut. Karakteristik2 tersebut, ketika ditunjukkan dalam berbagai situasi, disebut sifat-sifat kepribadian. Karakteristik yang sering muncul dan mendiskripsikan perilaku seorang individu.

Myers-Brigs Type Indikator (MBTI)

Tes kepribadian yang mengguna empat karakteristik dan mengklasifikasikan individu ke dalam salah satu dari 16 tipe kepribadian. Instrumen penilaian berisi 100 pertanyaan mengenai bagaimana individu akan merasa diberikan dalam tes tersebut, individu diklasifikasikan ke dalam karakteristik ekstraver atau introver (ekstraverted atau introverted– E atau I), sensitif atau intuitif (Sensing atau intuitive – S atua N), pemikir atau perasa (Thinking atau Feeling – T atau F) dan memahami atau menilai (Judging atau perceiving – J atau P).

  • Ekstraver versus Introver– Individu dengan karakteristik ekstraver digambarkan sebagai individu yang ramah, suka bergaul, dan tegas sedangkan individu dengan karakteristik introver digambarkan sebagai individu yang pendiam atau pemalu;
  • Sensitif versus Intuitif – Individu dengan karakteristik sensitif digambarkan sebagai individu yang praktis dan lebih menyukai rutinitas dan urutan. Mereka berfokus pada detail. Sebaliknya individu dengan karakteristik intuitif mengandalkan proses-proses tidak sadar dan melihat “gambaran umum”
  • Pemikir versus Perasa- Individu yang termasuk dalam karakteristik pemikir menggunakan alasan dan logika untuk menangani berbagai masalah, sedangkan individu dengan karakteristik perasa mengandalkan nilai-nilai dan emosi pribadi mereka.
  • Memahami versus Menilai- Individu yang cenderung memiliki karakteristik memahami menginginkan kendali dan lebih suka dunia mereka teratur dan terstruktur, sedangkan individu dengan karakteristik menilai cenderung lebih fleksibel dan spontan

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Kepribadian dan Nilai, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Kepribadian dan Nilai

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

 

Perilaku Kelompok

Pengertian Kelompok
  • Robbins & Judge,1 (2008:356) kelompok didefinisikan sebagai dua atau lebih individu yang  berinteraksi, dan saling bergantung untuk mencapai tujuan-tujuan
  • Luthans (2006:514) definisi komprehensif menyatakan bahwa jika ada sebuah kelompok  di dalam organisasi maka anggotanya:
    1. Termotivasi untuk bergabung
    2. Merasa bahwa kelompok adalah tempat untuk saling berinteraksi dan sebuah kesatuan unit
    3. Memiliki berbagai kontribusi dalam proses organisasi (yaitu, beberapa orang memiliki kontribusi dalam hal waktu atau energi lebih dari yang lainnya)
    4. Memiliki berbagai pendapat yang disetujui maupun tidak disetujui melalui berbagai bentuk interaksi
Syarat-syarat Terbentuknya Kelompok
  • Setiap anggota termotivasi untuk bergabung karena sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan
  • Ada hubungan timbal balik (interaksi) antara anggota yang satu dengan anggota yang lain.
  • Ada faktor yang dimiliki bersama sebagai pengikat, seperti: tugas, atasan, nasib, hobi dan sebagainya sehingga hubungan antar mereka menjadi erat
  • Berstruktur dan berproses
Motivasi Bergabung Dalam Kelompok
  • Teori Kedekatan. Individu berafiliasi satu sama lain karena kedekatan jarak geogragafis.
  • Teori formasi kelompok. Teori ini terdiri dari tiga elemen yaitu: aktivitas, interaksi, dan perasaan.
    • Semakin banyak aktivitas bersama, semakin tinggi interaksi dan semakin kuat perasaan seseorang (disukai atau tidak disukai)
    • Semakin tinggi interaksi, semakin banyak aktivitas bersama, dan semakin kuat perasaannya,
    • Semakin kuat perasaan seseorang thd orang lain, semakin banyak aktivitas dan interaksi bersama.
  • Teori keseimbangan. Orang saling tertarik karena mereka memiliki sikap  yg sama terhadap obyek relevan dan tujuan.
    • Individu X akan berkelompok dengan individu Y karena persamaan sikap dan nilai (agama, poltik, gaya hidup, pekerjaan)
    • Ketika hubungan terbentuk mereka berjuang mempertahankan keseimbangan antara atraksi dan kesamaan sikap.
    • Jika terjadi ketidakseimbangan, dilakukan usaha untuk memper-baikinya. Jika tidak dapat diperbaiki, hubungan akan berakhir.
    • Kedekatan dan interaksi ikut berperan dalam teori keseimbangan
Kelompok Formal Dan Kelompok  Informal

Kelompok Formal, kelompok yang diciptakan oleh keputusan manajerial untuk mencapai tujuan organisasi.

  • Kelompok Komando, kelompok yang tersusun atas seorang manajer dan bawahan-bawahan langsungnya.
  • Kelompok Tugas, kelompok yang bekerjasama untuk menyelesaikan tugas tertentu, yang dapat melintasi hubungan komando.

Kelompok Informal,  kelompok yang muncul dan berkembang secara alamiah yang bekerja karena kebutuhan sosial.

  • Kelompok Kepentingan, mereka yang bekerja sama untuk mencapai sasaran khusus yang menjadi kepedulian dari setiap anggota kelompok.
  • Kelompok Persahabatan, mereka yang bergabung bersama karena mereka berbagi satu atau lebih karakteristik, misalnya umur, jenis keyakinan politik, hoby, etnik.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Perilaku Kelompok, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Perilaku Kelompok

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

1