• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Blog

Kepemimpinan

Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan dihubungkan dengan proses mempengaruhi orang baik individu maupun masyarakat. Dalam hal ini, dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam susunan aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi. Dalam memahami sebuah kepemimpinan yang baik,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, maksud dan  tujuan, serta tindakan yang dilakukan dari kepemimpinan.

Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukannya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran.

Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan masih banyak lainnya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Tiap oraganisasi yang memerlukan kerjasama antar sumberdaya manusia lainnya dan menyadari bahwa masalah manusia yang utama adalah masalah kepemimpinan. Kita melihat perkembangan dari kepemimpinan pra ilmiah kepada kepemimpinan yang ilmiah. Dalam tingkatan ilmiah kepemimpinan itu disandarkan kepada pengalaman intuisi, dan kecakapan praktis. Kepemimpinan itu dipandang sebagai pembawaan seseorang sebagai anugerah Tuhan. Karena itu dicarilah orang yang mempunyai sifat-sifat istimewa yang dipandang sebagai syarat suksesnya seorang pemimpin. Dalam tingkatan ilmiah kepemimpinan dipandang sebagai suatu fungsi, bukan sebagai kedudukan atau pembawaan pribadi seseorang. Maka diadakanlah suatu analisa tentan gunsur-unsur dan fungsi yang dapat menjelaskan kepada kita, syarat-syarat apa yang diperlukan agar pemimpin dapat bekerja secara efektif dalam situasi yang berbeda-beda. Cara bekerja dan sikap seorang pemimpin yang dipelajari. Konsepsi baru tentang kepemimpinan melahirkan peranan baru yang harus dimainkan oleh seorang pemimpin. Titik berat beralihkan dari pemimpin sebagai orang yang membuat rencana, berfikir dan mengambil tanggung jawab untuk kelompok serta memberikan arah kepada orang-orang lain. Kepada anggapan, bahwa pemimpin itu pada tingkatan pertama adalah pelatih dan koordinator bagi kelompoknya. Fungsi yang utama adalah membantu kelompok untuk belajar memutuskan dan bekerja secara lebih efisien dalam peranannya sebagai pelatih seorang pemimpin dapat memberikan bantuan-bantuan yang khas. Yaitu :

  • Pemimpin membantu akan terciptanya suatu iklim sosial yang baik.
  • Pemimpin membantu kelompok dalam menetapkan prosedur-prosedur kerja.
  • Pemimpim membantu kelompok untuk mengorganisasi diri.
  • Pemimpin bertanggung jawab dalam mengambil keputusan sama dengan kelompok.
  • Pemimpin memberi kesempatan kepada kelompok untuk belajar dari pengalaman.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Kewirausahaan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Kepemimpinan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Strategi Lokasi

Lokasi menentukan prestasi, merupakan ungkapan yang cukup tepat untuk segala jenis kegiatan, demikian pula untuk kegiatan bisnis di sektor barang maupun jasa.

Salah satu keputusan yang paling penting yang dibuat oleh perusahaan adalah dimana mereka akan menempatkan kegiatan operasional mereka, maka keputusan yang harus diambil selanjutnya oleh manajer operasional adalah strategi lokasi. Lokasi yang strategis adalah wilayah penempatan operasi produksi sebuah perusahaan yang dapat memberikan keuntungan maksimal terhadap perusahaan tersebut, karena tujuan strategi lokasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan. Secara lebih lengkapnya mari kita ulas pengertian, faktor-faktor dari strategi lokasi.

Pengertian Strategi Lokasi

Keputusan yang paling penting yang perlu dibuat oleh perusahaan adalah dimana mereka harus menempatkan operasi mereka. Aspek Internasional keputusan ini adalah sebuah indikasi bahwa keputusan lokasi bersifat global. Lokasi sangat mempengaruhi biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Lokasi sangat mempengaruhi risiko dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan.

Faktor-faktor Pertimbangan Lokasi

Salah satu keputusan yang paling penting yang dibuat oleh perusahaan adalah dimana mereka akan menempatkan kegiatan operasional mereka, maka keputusan yang harus diambil selanjutnya oleh manajer operasional adalah strategi lokasi.

Sejumlah perusahaan di dunia melakukannya mengingat lokasi untuk operasional sangat mempengaruhi biaya, baik biaya tetap maupun biaya variable. Lokasi sangat mempengaruhi resiko dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan. Tiga kemungkinan dalam pemilihan lokasi:

  • Tidak pindah, hanya meluaskan faksilitas yang sudah ada
  • Tidak pindah, tapi melakukan ekpansi di tempat lain
  • Menutup fasilitas sekarang dan pindah ke tempat lain
Keputusan Lokasi untuk Perusahaan  yang Beroperasi Secara Global

Adapun berbagai faktor tersebut diantaranya adalah:

  1. Keputusan Pemilihan Lokasi Negara

Adapun faktor yang dipertimbangkan :

  1. Resiko politik yang dihadapi, peraturan yang ada, sikap pemerintah, serta insentif pemerintah.
  2. Permasalahan budaya dan ekonomi , termasuk budaya korupsi
  3. Lokasi pasar karena produk yang telah dibuat harus dapat diserap oleh pasar agar keberlangsungan perusahaan dapat terjamin.
  4. Ketersediaan tenaga kerja, upah buruh, produktifitas, karena unsur tenaga kerja adalah sangat penting bagi perusahaan.
  5. Ketersediaan pasokan, komunikasi dan energi, hal ini disebabkan ketergantungan perusahaan pada hal-hal tersebut karena tanpa bahan baku, komunikasi maupun energi maka perusahaan tidak dapat beroperasi.
  6. Resiko nilai tukar mata uang, karena mata uang dari suatu Negara yang sangat fuktuatif akan berdampak sangat signifikan bagi kegiatan bisnis.
  7. Keputusan Pemilihan Lokasi Daerah (Region)

Faktor yang dipertimbangkan diantaranya:

  1. Keinginan perusahaan
  2. Segi-segi yang menarik dari wilayah tersebut (budaya, pajak, iklim)
  3. Ketersediaan tanaga kerja, upah serta sikap terhadap serikat kerja
  4. Biaya dan ketersediaan pelayanan umum.
  5. Peraturan mengenai lingkungan hidup.
  6. Insentif dari pemerintah.
  7. Kedekatan dengan bahan baku dan konsumen.
  8. Biaya tanah dan pendirian bangunan.
  9. Keputusan Lokasi untuk memilih tempat (site)

Faktor yang dipertimbangkannya:

  1. Ukuran dan biaya lokasi
  2. Sistem transportasi udara, kereta, jalan bebas maupun jalur laut.
  3. Pembatasan daerah.
  4. Kedekatan dengan jasa / pasokan yang dibutuhkan.
  5. Permasalahan dampak lingkungan.

 

Bagaimana penjelasan selanjutnya? Silahkan unduh ppt pada link di bawah ini:

PPT Strategi Lokasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu

Persepsi

Persepsi adalah suatu proses dengan mana individu-invidu mengorganisasikan & menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan mereka.

Membuat Penilaian Mengenai Orang Lain
  • Teori Atribusi

-Kekeliruan atribusi mendasar

-Prasangka layanan diri

  • Jalan Pintas

-Persepsi selektif

-Efek hallo

-Efek kontras

-Proyeksi

-Berstereotipe

  • Penerapan khusus dalam organisasi

-Wawancara pekerjaan

-Pengharapan kinerja

-Efek pigmalion

-Evaluasi kinerja

-Upaya karyawan

-Kesetiaan karyawan

 

Teori Hubungan
  • Teori Hubungan: Usaha ketika individu-individu mengamati perilaku untuk menentukan apakah hal ini disebabkan secara internal atau eksternal.
  • Perilaku yang disebabkan secara internal adalah perilaku yang diyakini dipengaruhi oleh kendali pribadi seorang individu, perilaku yang disebabkan secara eksternal dianggap sebagai akibat dari sebab-sebab luar; yaitu individu dianggap telah dipaksa perilaku demikian oleh situasi.
  • Kesalahan hubungan yang fundamental: Kecenderungan untuk merendahkan pengaruh faktor-faktor eksternal dan meninggikan pengaruh faktor-faktor internal ketika membuat penilaian tentang perilaku orang lain.
  • Bias Pemikiran Diri Sendiri: Kecenderungan bagi para individu untuk menghubungkan keberhasilan mereka sendiri dengan faktor-faktor internal, sementara menyalahkan faktor-faktor eksternal untuk kegagalan.
Jalan Pintas Yang Sering digunakan Dalam  Menilai Individu Lain
  • Persepsi Selektif: Menginterpretasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman, dan sikap seseorang.
  • Efek Halo: Membuat sebuah gambaran umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik.
  • Efek-efek kontras: Evaluasi tentang karakteristik-karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh perbandingan-perbandingan dengan orang lain yang baru ditemui, yang mendapat nilai lebih tinggi atau lebih rendah untuk karakteristik-karakteristik yang sama.
  • Proyeksi: Menghubungkan karakateristik-karakteristik diri sendiri dengan individu lain.
  • Pembentukaan Stereotip: menilai seseorang berdasarkan persepsi tentang kelompok di mana ia tergabung.
Berbagai Aplikasi Khusus dari Jalan Pintas
  • Wawancara Pekerjaan
  • Harapan Kinerja: Ada banyak bukti menunjukkan bvahwa individu akan berusaha untuk mengesahkan persepsi mereka tentang kenyataan, bahkan ketika persepsi-persepsi tersebut salah.
  • Ramalan yang Terealisasi Sendiri: Situasi dimana seseoran menilai yang kedua secara tidak akurat dan harapan yang dihasilkan membuat orang kedua tersebut berperilaku dalam cara-cara yang konsisten dengan persepsi semula.
  • Pembentukkan Profil: Pembentukkan stereotip dimana satu kelompok individu dipilih biasanya berdasarkan ras atau etnis untuk penyelidikan intensif, inspeksi ketat atau investigasi.
  • Evaluasi Kinerja: Penilaian kinerja sangat bergantung pada proses penginterpretasian. Masa depan seorang karyawan berhubungan erat dengan penilaian – promosi, kenaikan bayaran dan kelanjutan pekerjaan meruapakan beberapa hasil yang paling nyata.

Bagaimana ulasan selanjutnya?  Silahkan di unduh ppt pada link di bawah ini:

PPT Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Etika Bisnis

Masalah etika bisnis atau etika usaha akhir-akhir ini semakin banyak dibicarakan bukan hanya di tanah air kita, tetapi juga di negara-negara lain termasuk di negara-negara maju. Perhatian mengenai masalah ini tidak terlepas dari semakin berkembangnya dunia usaha kita sebagai hasil pembangunan selama ini. Peran dunia usaha dalam perekonomian begitu cepatnya, sehingga dalam hal investasi. Kegiatan bisnis yang makin membaik di dalam maupun di luar negeri, telah menimbulkan tantangan baru, yaitu adanya tuntutan praktek bisnis yang baik, yang etis, yang juga menjadi tuntutan kehidupan bisnis di banyak negara di dunia. Transparansi yang dituntut oleh ekonomi global menuntut pula praktik bisnis yang etis. Dalam ekonomi pasar global, kita hanya bisa survive kalau mampu bersaing.  Agar kita lebih memahami mengenai etika bisnis ini,  maka ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tujuan  serta peran dari etika bisnis.

Etika Bisnis

Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Pengertian dan prinsip etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam sistem dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.

Etika

Beberapa pengertian tentang etika adalah sebagai berikut:

  • Etika adalah perbuatan standar yang memimpin individu dalam membuat keputusan
  • Etika adalah suatu studi mengenai yang benar dan yang salah serta pilihan moral yang dilakukan seseorang
  • Keputusan etis adalah suatu hal yang benar mengenai perilaku standar

Etika bisnis adalah keseluruhan dari aturan-aturan etika, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang mengatur hak-hak dan kewajiban produsen dan konsumen serta etika yang harus dipraktekkan dalam bisnis.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Etika Bisnis, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Etika Bisnis

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

 

 

Berorientasi Pada Tindakan

Salah satu ciri seseorang pengusaha adalah pikirannya yang lebih berorientasi pada tindakan (action). Dari pada sekedar bermimipi, berkata-kata, berpikir-pikir, atau berwacana. Seorang pengusaha selalu menghadapi risiko, ketidakpastian, dan keterbatasan dalam setiap masalah yang dihadapi. Jika seorang wirausaha hanya berkata-kata dan tak bertindak, segala kesempatan yang ada berubah menjadi bencana (kerugian). Dalam memahami sebuah pemikiran seseorang yang berorientasi pada tindakan,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, maksud dan  tujuan dari berorientasi pada tindakan.

Berorientasi Pada Tindakan

Menurut Covey, manusia yang efektif adalah manusia yang dilandasi oleh sikap-sikap adil (fairness), mengedepankan persamaan (equity), memiliki (integrity), jujur (honesty), martabat dan keseimbangan, serta senantiasa berfikir positif.

Nilai nilai seperti diatas sangat penting karena akan membuat lebih percaya diri lebih ringan dalam bertindak. Orang-orang yang tidak memiliki integritas, kurang adil, dan tidak jujur cenderung tidak stabil emosinya dan hidupnya tidak damai. Dia bisa memiliki usaha tetapi sulit menjadi besar. Selain itu, Covey juga mengemukakan bahwa karakter seseorang itu dibentuk oleh kebiasaan (habit). Oleh karena itu, kebiasaan yang harus dikembangkan oleh seseorang wirausaha adalah kebiasaan-kebiasaan yang bersifat produktif secara spesifik,  kedelapan kebiasan tersebut adalah be proactive, begin with the end in mind, put first things first, think win/win, seek first to understand-the to be understood, synergize, sharpen the saw, they friend their voice, and help others find theirs.

Wirausaha harus cepat mengambil suatu keputusan agar dapat menggunakan kesempatan sebaik-baiknya. Wirausaha yang ingin maju dalam bisnisnya, harus dapat memutar akal dengan mengandalkan intuisi, ide-ide yang penuh kreatif dan inovatif. Mereka juga harus memandang persoalan dalam konteks yang lebih luas, sambil mengingat bahwa keputusan-keputusan utama akan mempunyai akibat-akibat jangka panjang atas operasi bisnisnya.

Berorientasi pada tindakan berarti berpikir cepat dan bertindak terhadap suatu keadaan untuk menghasilkan solusi permasalahan yang baik dan efektif. Sikap ini terkadang dikaitkan dengan seberapa seseorang responsif terhadap keadaan, seberapa cepat untuk mengambil tindakan sebagai solusi terhadap masalah yang ada, dan seberapa jauh komitmen orang tersebut atas perkataannya.

Seorang pengusaha selalu menghadapi risiko, ketidakpastian, dan keterbatasan dalam setiap masalah yang dihadapi. Kalau dia hanya berkata-kata dan tak bertindak, segala kesempatan yang ada berubah menjadi bencana (kerugian).

Selain itu, seorang pengusaha juga harus memiliki orientasi PDCA (plan, do, check, and action). Hal ini berarti dia tidak hanya sekedar merencanakan berbagai strategi dan taktik, tetapi juga melaksanakannya. Secara spesifik, seorang pengusaha harus menghindari NATO (no action talk only), NADO (no action dream only) dan NACO (no action concept only).

 

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Berorientasi Pada Tindakan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Berorientasi Pada Tindakan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Motivasi

Manager yang berhasil adalah yang mampu menggerakkan bawahannya dengan menciptakan motivasi yang tepat bagi bawahannya. Motivasi ini nanti bertujuan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya di perusahaan. Dengan motivasi yang tepat, maka tujuan pun akan cepat tercapai. Bagaimana agar menciptakan motivasi yang tepat bagi sumber daya manusia di perusahaan? Berikut penjelasannya…

Motivasi

Motif               : dorongan dari dalam jiwa

Motivasi          : segala sesuatu yang menjadi pendorong untuk bertindak atau melakukan sesuatu

Motivator         :objek yang menjadi dorongan untuk melakukan sesuatu

Pembagian Teori Motivasi
  • TEORI ISI (Content Theory)
  1. Teori Hirarki Kebutuhan ( A. Maslow)
  2. Teori E-R-G /exitency-related-growth( Clayton
  3. Alderfer)
  4. Teori Tiga Motif Sosial (D. McClelland)
  5. Teori Dua Faktor (Frederick Herzberg)
  • TEORI PROSES ( Process Theory)
  1. Equity Theory/keadilan (S. Adams)
  2. Expectancy Theory/pengharapan ( Victor Vroom)
  3. Goal Setting Theory/penentuan tujuan (Edwin Locke)
  4. Reinforcement Theory/penguatan ( B.F. Skinner)

Teori Isi: Hierarchy of Needs Theory (Abraham Maslow;1935)

Kebutuhan Manusia:

  • Physiological /dasar
  • Safety & Security/aman
  • Social (Belongingness & Love)/rasa kepemilikan
  • Esteem/penghargaan
  • Self Actualization/aktualisasi diri

Teori Isi: ERG Theory (Clayton Alderfer)

  1. E (Existence)/eksistensi
  2. R (Relatedness)/hubungan
  3. G (Growth)/perkembangan

Mekanisme Kebutuhan :

  • Frustration – Regression/kemudnuran
  • Satisfaction/kepuasan – Progression/peningkatan

Teori isi: Trichotomy of Needs/tiga motif sosial (David McClelland)

  1. Achievement Motive  (nAch): Motif untuk berprestasi
  2. Affiliation Motive (nAff): Motif untuk bersahabat.
  3. Power Motive (nPow) : Motif untuk berkuasa
Bentuk Outcome & Input
  • REWARDS :   – Gaji

– Status / Jabatan

– Penilaian / Penghargaan

  • INPUT : – Pendidikan

– Pengalaman

– Umur

– Jenis kelamin

– Usaha / Produktivitas

Goal Setting Theory/Teori Penentuan Sasaran (Edwin Locke)
  • Kuat lemahnya tingkah laku manusia ditentukan oleh sifat tujuan yang hendak dicapai.
  • Kecenderungan manusia untuk berjuang lebih keras mencapai suatu tujuan, apabila tujuan itu jelas, dipahami dan bermanfaat.
  • Makin kabur atau makin sulit dipahami suatu tujuan, akan makin besar keenganan untuk bertingkah laku.
Reinforcement Theory/Penguatan (Thorndike & B.F.Skinner)
  • Teori ini didasarkan atas “hukum pengaruh”
  • Tingkah laku dengan konsekuensi positif cenderung untuk diulang, sementara tingkah laku dengan konsekuensi negatif cenderung untuk tidak diulang.
Implikasi Bagi Manajer
  • Recognize Individual Differences/individu yg berbeda
  • Match People to Jobs/berikan pekerjaan yg tepat
  • Use Goals /penggunaan sasaran
  • Ensure that goals are perceived as attainable/ tujuan yg dirasakan dpt tercapai
  • Individualized Rewards/penghargaan individu
  • Link Rewards to Performance/ hubungan pekerjaan dengan kinerja
  • Check the System for Equity/ evaluasi sistem keadilan
  • Don’t Ignore Money/ jangan menilai dengan uang

 

Bagaimana ulasan selanjutnya? Silahkan download ppt pada link di bawah ini:

PPT Motivasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Permasalahan Dalam Study Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan bisnis sangat dibutuhkan oleh kalangan  orang banyak, terutama bagi para investor selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi  kredit, dan pemerintah yang memberikan  fasilitas tata peraturan hokum dan perundang-undangan, masing-masing pastinya memiliki kepentingan yang berbeda-beda.

Investor berkepentingan  dalam rangka untuk  mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui  tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan  manfaat dari investasi  tersebut secara makro baik bagi  perekonomian, pemerataan kesempatan kerja.

Dalam studi kelayakan bisnis akan melibatkan banyak tim  dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonomi, pakar hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi.

Dalam memahami sebuah studi kelayakan bisnis,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, maksud dan  tujuan  serta fungsi dari sebuah  studi kelayakan bisnis.

Studi Kelayakan Bisnis

Studi Kelayakan Bisnis merupakan suatu laporan yang membahas atau menilai apakah investasi dalam proyek tertentu dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan, disatu pihak hasil-hasil yang diharapkan dan dilain pihak biaya-biaya yang harus dikeluarkan  untuk proyek yang bersangkutan

Tujuan dari studi kelayakan bisnis adalah untuk mencari jalan keluar agar dapat menimalkan hambatan dan risiko yang mungkin timbul di masa yang akan datang yang penuh dengan ketidakpastian.

Studi kelayakan bisnis juga untuk mengidentifikasi masalah di masa yang akan datang sehingga dapat meminimalkan kemungkinan melencengnya hasil yang ingin dicapai dalam suatu investasi.

Tujuan Studi Kelayakan Bisnis

Ada lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan:

  1. Menghindari Resiko Keuangan
  2. Memudahkan Perencanaan
  3. Memudahkan Pelaksanaan Pekerjaan
  4. Memudahkan Pengawasan
  5. Memudahkan Pengendalian

 

Bagaimana untuk materi selengkapnya mengenai Permasalahan Studi Kelayakan Bisnis, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Permasalahan dalam Studi Kelayakan Bisnis

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Manajemen Keuangan dan Pembiayaan Usaha

Sistem keuangan merupakan rancangan paling penting dalam suatu bisnis. Sebuah usaha akan berjalan baik bila sistem keuangan dan akuntansinya lancar, tepat dan tertata rapi. Saat kita akan memulai usaha, merencanakan sistem keuangan yang baik akan member dampak yang positif dalam perjalanan usaha kita. Seiring berjalannya usaha, akan terlihat pula apakah sistem keuangan yang kita persiapkan memang sudah baik atau belum.  Bagus atau tidaknya sistem keuangan kita akan terlihat pada bagus atau tidaknya cash flow bisnis kita.

Sebagai latihan bagi pebisnis yang baru mengawali usaha adalah dengan memulai mengatur keuangan keuangan pribadi. Kuncinya adalah bagaimana komitmen kita mendisiplinkan diri untuk membuat laporan keuangan pribadi dan mengatur keuangan pribadi kita. Apabila pengaturan ini sudah terbentuk, kita akan lebih mudah menerapkannya dalam bisnis. Dalam memahami sebuah peran manajemen keuangan dan pembiayaan usaha,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tujuan  serta peranannya.

Manajemen Keuangan dan Pembiayaan Usaha

Analisis kelayakan usaha mencakup beberapa aspek antara lain aspek pasar, aspek teknis dan operasional, aspek finansial dan aspek lingkungan serta aspek legal. Analisis kelayakan usaha yang disusun merupakan pedoman kerja, baik dalam penanaman investasi, pengeluaran biaya, cara produksi, cara melakukan pemasaran dan cara memperlakukan lingkungan organisasi. Dalam kenyataannya tidak semua aspek harus diteliti, hanya aspek yang benar-benar dibutuhkan saja yang perlu dianalisis untuk dibahas lebih lanjut.

Modal kerja merupakan besarnya nilai uang yang dibutuhkan untuk mendukung operasionalisasi suatu bisnis. Tanpa adanya sejumlah uang tersebut, operasionalisasi akan terganggu, seperti tidak dapat mendapatkan bahan baku, tidak dapat menyediakan sediaan yang mencukupi dan tidak tercukupinya kas untuk transaksi.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Manajemen Keuangan Dan Pembiayaan Usaha, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Keuangan Dan Pembiayaan Usaha

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Memahami Informasi Keuangan dan Akuntansi

Perusahaan dikatakan maju dan bertumbuh dengan baik ketika bisa menyajikan informasi keuangan yang rapi, valid, akurat, serta mudah dipahami. Dimana penyajian informasi tersebut dapat diperoleh melalui proses akuntansi yang benar. Salah satunya yaitu:

Akuntansi

Adalah pencatatan, pengklasifikasian, peringkasan, dan penginterpretasian kejadian dan transaksi keuangan yang mempengaruhi suatu organisasi. Metode yang digunakan untuk mencatat dan meringkas data akuntansi ke dalam laporan disebut sistem akuntansi. Profesi akuntansi mencakup lima bidang utama yaitu akuntansi manajerial, akuntansi keuangan, auditing, akuntansi pajak, akuntansi pemerintah dan nirlaba.

Akuntansi manajerial

Menyediakan informasi dan analisis bagi manajer di dalam perusahaan untuk membantu dan membuat keputusan.

Certified Management Accountant (CMA)

Adalah seorang akuntan yang telah menempuh persyaratan edukasi dan pengalaman tertentu, lulus ujian kualifikasi di bidang tersebut, dan telah disertifikasi oleh institute of Certified Management Accountants.

Akuntansi keuangan

Menyediakan informasi dan analisis bagi pengguna data eksternal, seperti kreditur dan pemberi pinjaman. Laporan tahunan adalah suatu laporan setiap tahun mengenai kondisi keuangan, kinerja, dan harapan-harapan organisasi.

Akuntan swasta

Adalah seorang akuntan yang bekerja untuk satu perusahaan, agen pemerintah, atau oraganisasi nirlaba tertentu.

Akuntan publik

Adalah seorang akuntan yang menyediakan jasa akuntansi kepada individu atau bisnis atas dasar komisi. Certified Public Accountant (CPA) adalah soerang akuntan yang talah lulus serangkaian ujian yang diselenggarakan oleh American Institute of Certified Public Accountants.

Auditing

Adalah tugas meninjau ulang dan mengevaluasi catatan yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan suatu perusahaan. Certified Internal Auditor (CIA)adalah seorang akuntan yang memiliki gelar sarjana dan dua tahun pengalaman di auditing internal, dan yang telah lulus suatu ujian yang diselenggarakan oleh Institute of Internal Auditors.

Audit Independen

Adalah suatu evaluasi dan opini yang netral mengenai keakuratan laporan keuangan perusahaan.

Akuntan pajak

Adalah seorang akuntan yang diberikan pelatihan mengenai hukum pajak dan bertanggung jawab untuk mempersiapkan SPT Pajak atau mengembangkan strategi pajak.

Akuntansi Pemerintahan dan Nirlaba

Adalah sistem akuntansi bagi organisasi yang tidak berorientasi laba tetapi melayani ratepayers, pembayar pajak, dan lainnya sesuai dengan anggaran dasar yang disetujui.

 

Bagaimana untuk materi selengkapnya? Silahkan di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Memahami Informasi Keuangan dan Akuntansi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training