• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Blog

Penyelesaian Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Seperti pada perusahaan jasa, dalam siklus akuntansi perusahaan dagang juga terdiri dari beberapa proses, dimulai dengan adanya transaksi kemudian dilakukan pencatatan pada jurnal dan selanjutnya dilaporkan pada laporan keuangan. Pada tahap penyelesaian ini terdiri dari beberapa proses yang harus dilakukan dan ada perbedaan dengan perusahaan jasa. Pada kesempatan kali ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan informasi mengenai Penyelesaian Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang.

Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Pencatatan persediaan barang dagang dapat dilakukan dengan dua sistem pencatatan sebagai berikut:

  1. Sistem Persediaan Periodik (Physical Inventory System).

Pada sistem persediaan periodik, catatan persediaan sepanjang periode akuntansi tidak memperhatikan jumlah persediaan barang dagang untuk dijual dan jumlah barang dagang yang telah terjual. Meskipun demikian, perhitungan fisik atas sisa persediaan dilakukan pada akhir periode akuntansi. Perhitungan fisik ini sering disebut pula dengan istilah stock opname. Perhitungan persediaan secara fisik digunakan untuk menentukan harga pokok (cost) dari sisa persediaan barang dagang pada akhir periode dan harga pokok penjualan selama periode bersangkutan.

  1. Sistem Persediaan Perpetual (Perpetual Inventory System).

Pada sistem persediaan perpetual, setiap pembelian dan penjualan barang dagang dicatat pada akun persediaan. Sistem pencatatan ini dengan demikian mengakibatkan jumlah persediaan barang dagang untuk dijual dan jumlah barang dagang yang telah terjual secara terus menerus akan tercantum dalam catatan persediaan.

 

Penyesuaian Persediaan Menggunakan Pendekatan Harga Pokok Penjualan

Perhitungan harga pokok penjualan (HPP) melibatkan akun-akun persediaan barang dagang awal dan akhir, pembelian, retur pembelian dan pengurangan harga, serta potongan pembelian. Jika persediaan barang dagang disesuaikan menggunakan pendekatan harga pokok penjualan maka seluruh akun tersebut akan ikut terlibat. Menurut pendekatan ini, seluruh akun tersebut akan dipindahkan ke akun harga pokok penjualan, sehingga kita dapat memperoleh saldo akun harga pokok penjualan pada akhir periode. Persediaan barang dagang menggunakan pendekatan harga pokok penjualan disesuaikan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Persediaan barang dagang awal.

Dr. Harga pokok penjualan     XXX

Cr. Persediaan                                                XXX

  1. Pembelian barang dagang.

Dr. Harga pokok penjualan     XXX

Cr. Pembelian                                                 XXX

  1. Retur pembelian dan pengurangan harga.

Dr. Retur pembelian               XXX

Cr. Harga pokok penjualan                 XXX

  1. Beban angkut pembelian.

Dr. Harga pokok penjualan     XXX

Cr. Beban angkut pembelian              XXX

  1. Potongan pembelian.

Dr. Potongan pembelian         XXX

Cr. Harga pokok penjualan                 XXX

  1. Persediaan barang dagang akhir.

Dr. Persediaan                        XXX

Cr. Harga pokok penjualan                 XXX

 

Penyesuaian Persediaan Menggunakan Pendekatan Ikhtisar Laba Rugi

Pada akhir periode akuntansi, jumlah persediaan barang dagang awal disesuaikan menjadi persediaan barang dagang akhir menggunakan akun ikhtisar laba rugi (termasuk akun nominal) sebagai perantara. Hal ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Memindahkan saldo akun persediaan barang dagang awal ke akun ikhtisar laba rugi.

Dr. Ikhtisar laba rugi   XXX

Cr. Persediaan                                    XXX

  1. Memunculkan saldo akun persediaan barang dagang akhir.

Dr. Persediaan                        XXX

Cr. Ikhtisar laba rugi               XXX

 

Jurnal Penutup
  1. Menutup rekening pendapatan

Jurnal Penutup :

Dr. Penjualan                          XXX

Dr.Pendapatan lainnya           XXX

Cr. Retur Penjualan                            XXX

Cr. Potongan Penjualan                      XXX

Cr. Ikhtisar Laba-Rugi                         XXX

  1. Menutup Rekening Harga Pokok Penjualan dan Semua Rekening Biaya

Jurnal Penutup :

Dr. Ikhtisar Rugi-Laba             XXX

Cr. Harga Pokok Penjualan                 XXX

Cr. Biaya …..                                        XXX

Cr. Biaya …..                                        XXX

  1. Menutup Laba atau Rugi Dengan Memindahkan Ke Rekening Modal Pemilik

Jurnal Penutup  (Laba) :

Dr. Ikhtisar Rugi-Laba             XXX

Cr. Modal Pemilik                               XXX

Jurnal Penutup  (Rugi) :

Dr. Modal Pemilik                   XXX

Cr. Ikhtisar Rugi-Laba                         XXX

  1. Menutup Rekening Prive Dengan Memindahkan Saldo Rekening Prive Ke Rekening Modal

Jurnal Penutup :

Dr. Modal Pemilik                   XXX

Cr. Prive                                              XXX

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Penyelesaian Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Penyelesaian Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Akuntansi Perusahaan Dagang

Seperti yang kita ketahui pada pembahasan pada bagian Pengenalan Akuntansi dan Bisnis bahwa terdapat beberapa jenis perusahaan. Perbedaan jenis perusahaan juga berbeda pula akuntansi yang diterapkan. Hal ini sangat penting untuk dipahami oleh seorang akuntan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Akuntansi Perusahaan Dagang.

Karakteristik Perusahaan

Perusahaan Jasa:

Pendapatan Jasa                     $XXX

Beban Operasi                        –XXX

Laba Bersih                             $XXX

 

Perusahaan Dagang:

Penjualan                                $XXX

Harga Pokok Penjualan           –XXX

Laba Kotor                               $XXX

Beban Operasi                        –XXX

Laba Bersih                             $XXX

 

Metode Periodik vs Metode Perpetual
  1. Metode Periodik
  • Suatu metode untuk menentukan harga pokok barang yang dijual dan nilai persediaan barang dagangan.
  • Dalam metode ini, catatan persediaan tidak menunjukkan nilai barang dagangan yang tersedia untuk dijual dan nilai barang dagangan yang terjual selama periode tersebut.
  1. Metode Perpetual
  • Dalam metode ini, setiap pembelian dan penjualan barang dagangan dicatat dalam akun Persediaan dan akun Harga Pokok Penjualan.
  • Nilai barang dagangan tersedia untuk dijual dan nilai barang dagangan yang dijual secara kontinu disajikan di catatan persediaan.

 

Perhitungan Harga Pokok Barang yang Dibeli

Pembelian                                                        XXXX

Retur & pot. Pembelian          XXXX

Diskon pembelian                   XXXX                (XXXX)

Pembelian bersih                                                                    XXXX

Ditambah transportasi masuk                                                XXXX

Harga pokok barang dibeli                                              XXXX

 

Perhitungan Harga Pokok Penjualan

Persediaan barang dagangan, 1/1/07                        XXXX

Pembelian                                                       XXXX

Dikurangi:

Retur & pot. Pembelian          XXXX

Diskon pembelian                   XXXX    (XXXX)

Pembelian bersih                                            XXXX

Ditambah transportasi masuk                        XXXX

Harga pokok barang dibeli                             XXXX

Barang dagangan tersedia untuk dijual                     XXXX

Dikurangi persediaan, 31/12/07                                (XXXX)

Harga pokok penjualan                                            XXXX

 

FOB Shipping Point vs FOB Destination Point
  1. FOB Shipping Point: Pembeli membayar ongkos angkut dan mendebit Persediaan Barang Dagang. Hak kepemilikan beralih ke pembeli pada titik pengiriman.
  2. FOB Destination Point: Penjual membayar ongkos angkut dan mendebit Biaya Pengiriman. Hak kepemilikan beralih ke pembeli ketika barang tiba di tempat tujuan.

 

Perbedaan Pencatatat Metode Periodik vs Metode Perpetual
  1. Pembelian

Periodik

(D) Pembelian                   XXXX

(K) Kas/Hutang                 XXXX

Perpetual

(D) Persediaan                  XXXX

(K) Kas/Hutang                 XXXX

  1. Retur dan Potongan Pembelian

Periodik

(D) Hutang                       XXXX

(K) Retur/Pot. Pemb         XXXX

Perpetual

(D) Hutang                       XXXX

(K) Persediaan                  XXXX

  1. Biaya Angkut

Periodik

(D) Biaya Angkut               XXXX

(K) Kas                               XXXX

Perpetual

(D) Persediaan                  XXXX

(K) Kas                               XXXX

  1. Pembayaran

Periodik

(D) Hutang                        XXXX

(K) Kas                               XXXX

(K) Pot. pembelian            XXXX

Perpetual

(D) Hutang                        XXXX

(K) Kas                               XXXX

(K) Persediaan                  XXXX

  1. Penjualan

Periodik

(D) Kas/ Piutang                XXXX

(K) Penjualan                     XXXX

Perpetual

(D) Kas/ Piutang                XXXX

(K) Penjualan                     XXXX

(D) HPP                              XXXX

(K) Persediaan                   XXXX

  1. Retur dan Potongan Penjualan

Periodik

(D) Retur penjualan          XXXX

(K) Piutang                        XXXX

Perpetual

(D) Retur penjualan          XXXX

(K) Piutang                        XXXX

(D) Persediaan                  XXXX

(K) HPP                             XXXX

  1. Pelunasan/ Penerimaan Kas

Periodik

(D) Kas                               XXXX

(D) Pot Penjualan              XXXX

(K) Piutang                        XXXX

Perpetual

(D) Kas                               XXXX

(D) Pot Penjualan              XXXX

(K) Piutang                        XXXX

 

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Akuntansi Perusahaan Dagang, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Akuntansi Perusahaan Dagang

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Koreksi Kesalahan dan Jurnal Penyesuaian

Dalam melakukan penjurnalan dapat dimungkinkan seorang akuntan mengalami kesalahan. Ketika terjadi kesalahan dalam menjurnal maka akan berakibat pada laporan keuangan yang tidak reliabel, sehingga kesalahan jurnal tersebut perlu dilakukan koreksi. Selain itu, pada akhir periode saldo dari akun-akun tertentu tidak menunjukkan saldo yang sebenarnya sehingga perlu untuk dilakukan penyesuaian. Berikut ini tim SDM Indonesia akan menguraikan materi tentang Koreksi Kesalahan dan Jurnal Penyesuaian.

Kesalahan

Kesalahan yang tidak menyebabkan neraca saldo menjadi tidak seimbang:

  • Kegagalan untuk mencatat atau memposting suatu transaksi.
  • Pencatatan jumlah yang salah baik di sisi debit maupun di sisi kredit.
  • Pencatatan transaksi yang sama lebih dari satu kali.
  • Memposting transaksi dengan benar sebagai debit atau kredit tapi ke akun yang salah.

 

Koreksi Kesalahan
  1. Ayat jurnal tidak benar tetapi tidak diposting. . Prosedur koreksinya yaitu coret kesalahan tersebut dan cantumkan judul atau jumlah yang benar.
  2. Ayat jurnal sudah benar tetapi diposting secara keliru. Prosedur koreksinya yaitu coret kesalahan tersebut dan lakukan posting yang benar.
  3. Ayat jurnal tidak benar dan sudah diposting. Prosedur koreksinya yaitu buat dan posting jurnal koreksi.

 

Konsep Penandingan
  1. Akuntansi dasar Kas (Cash Basis)

Pada dasar kas (cash basis) untuk konsep periode akuntansi, pendapatan dan beban dilaporkan dalam laporan laba rugi pada periode di mana kas diterima atau dibayar.

 

  1. Akuntansi dasar Akrual (Accrual Basis)

Pada dasar akrual (accrual basis) untuk konsep periode akuntansi, pendapatan dan beban dilaporkan dalam laporan laba rugi pada periode di mana pendapatan tersebut dihasilkan atau beban tersebut terjadi. Dasar akrual untuk akuntansi:

  • Pendapatan dilaporkan ketika dihasilkan
  • Beban dilaporkan ketika terjadi
  • Benar-benar menandingkan pendapatan dengan beban dalam menentukan laba bersih
  • Membutuhkan ayat jurnal penyesuaian di akhir periode

 

Jurnal Penyesuaian
  1. Beban yang Ditangguhkan (Beban Dibayar di Muka)

Ilustrasi:

Akun perlengkapan menunjukkan saldo sebesar $2.000. Sebagian dari perlengkapan ini telah digunakan. Pada tanggal 31 Desember, perhitungan fisik menunjukkan bahwa perlengkapan yang tersisa adalah sebesar $760.

Jurnal Penyesuaian:

(D) Beban Perlengkapan                           1.240

(K) Perlengkapan                                      1.240

  1. Pendapatan yang Ditangguhkan (Pendapatan Diterima di Muka)

Ilustrasi:

Sewa selama tiga bulan sebesar $360 diterima pada tanggal 1 Desember.  Pada tanggal 31 Desember, hanya $120 yang dapat dibukukan sebagai pendapatan.

Jurnal Penyesuaian:

(D) Sewa diterima di muka                       120

(K) Pendapatan sewa                                120

  1. Beban Akrual

Ilustrasi:

Pada akhir bulan Desember, utang upah jumlahnya adalah $250. Saat ini, Beban Upah dilaporkan terlalu rendah dan tidak ada kewajiban yang dilaporkan untuk upah ini.

Jurnal Penyesuaian:

(D) Beban Upah                                        250

(K) Utang Upah                                         250

  1. Pendapatan Akrual

Ilustrasi:

NetSolutions menyediakan jasa senilai $500 selama bulan Desember untuk mana pelanggan belum ditagih.

Jurnal Penyesuaian:

(D) Piutang Usaha                                                 500

(K) Pendapatan jasa                                             500

  1. Aset Tetap

Ilustrasi:

NetSolutions mengestimasikan penyusutan untuk peralatan kantor sebesar $50 untuk bulan Desember.

Jurnal Penyesuaian:

(D) Beban Penyusutan                                          50

(K) Akm. Peny. Peralatan kantor                          50

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Koreksi Kesalahan dan Jurnal Penyesuaian, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Koreksi Kesalahan dan Jurnal Penyesuaian

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Analisis Transaksi

Dalam akuntansi, setiap transaksi keuangan yang terjadi harus dicatat dalam jurnal dan selanjutnya dilaporkan dalam laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Untuk melakukan pencatatan perlu diketahui jenis transaksi dan akun-akun yang harus digunakan. Berikut ini tim SDM Indonesia akan sedikit memberikan penjelasan mengenai Analisis Transaksi.

Akun, Buku Besar, dan Bagan Akun

Sistem Akuntansi didesain untuk menggambarkan kenaikan dan penurunan masing-masing item laporan keuangan sebagai catatan yang terpisah. Catatan ini disebut Akun (Account). Setiap item dalam laporan keuangan, yang disebut akun, dimasukkan ke dalam buku besar (ledger). Daftar akun dalam buku besar disebut bagan akun (Chart of Account). Sekelompok akun untuk suatu entitas bisnis disebut buku besar (ledger).

Klasifikasi Akun
  1. Aset. Aset merupakan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Contoh: Kas, Piutang Usaha, Perlengkapan, Bangunan, dll.
  1. Liabilitas. Liabilitas merupakan utang kepada pihak luar (kreditor). Contoh: Utang Usaha, Wesel Bayar, Utang Gaji.
  1. Ekuitas. Ekuitas adalah hak pemilik atas aset perusahaan. Contoh: Modal Chris Clark dan  Penarikan Chris Clark.
  1. Pendapatan. Pendapatan adalah kenaikan ekuitas pemilik sebagai hasil dari menjual jasa atau produk. Contoh: Pendapatan Jasa dan Pendapatan Komisi.
  1. Beban. Beban adalah penggunaan aset atau jasa untuk menghasilkan pendapatan. Contoh: Beban Sewa, Beban Gaji, Beban Utilitas, dll
Akuntansi dengan Jurnal Berpasangan

Akuntansi dengan jurnal berpasangan didasarkan pada konsep yang sederhana: setiap pihak dalam suatu transaksi bisnis akan menerima sesuatu dan memberikan sesuatu sebagai imbalannya. Dalam istilah pembukuan, apa yang diterima adalah debit dan apa yang diberikan adalah kredit. Akun T mencerminkan timbangan atau neraca. Luca Pacioli adalah sang penemu akuntansi dengan jurnal berpasangan.

Akun T memiliki sisi Debit dan sisi Kredit. Sisi kiri dari akun adalah sisi debit. Sisi kanan dari akun adalah sisi kredit.

Cara Menyeimbangkan Akun T:

  1. Pertama, jumlahkan sisi debit.
  2. Kemudian, jumlahkan sisi kredit.
  3. Kurangkan total kredit dari total debit untuk mendapatkan saldo akun.
Aturan Saldo dari Akun-Akun Neraca

                                                                           Debit                           Kredit

Akun aset                                                        Kenaikan  (+)               Penurunan (-)

Akun kewajiban                                               Penurunan (-)              Kenaikan (+)

Akun ekuitas pemilik (modal)                         Penurunan (-)              Kenaikan (+)

 

Aturan Saldo dari Akun-Akun Laba Rugi

                                                                          Debit                           Kredit

Akun pendapatan                                            Penurunan (-)              Kenaikan (+)

Akun beban                                                     Kenaikan (+)                Penurunan (-)

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Analisis Transaksi, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Analisis Transaksi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Pengenalan Akuntansi dan Bisnis

Dalam dunia perekonomian tidak terlepas dengan keberadaan suatu bisnis. Setiap orang dapat menciptakan bisnis masing-masing. Dalam membuat sebuah bisnis tentunya harus menentukan jenis usaha dan bidang dari bisnis tersebut. Saat menjalankan bisnis tentunya tidak terlepas dari akuntansi untuk mencatat transaksi dalam bisnis tersebut. Berikut ini tim SDM Indonesia akan memberikan uraian mengenai Pengenalan Akuntansi dan Bisnis.

Jenis-Jenis Perusahaan
  1. Perusahaan Jasa, yaitu suatu jenis usaha yang hanya menyediakan jasa (layanan) untuk pelanggan. Contoh: Disney, Garuda Indonesia, Marriott Hotels, Citibank, Telkomsel.
  2. Perusahaan Dagang yaitu suatu jenis usaha yang melakukan pembelian dan penjualan barang dagangan. Contoh: Carrefour, Kidz Station, Electronic City, Lands End, Amazon.com.
  3. Perusahaan Manufaktur yaitu suatu jenis usaha yang melakukan pengolahan terhadap bahan baku sampai dengan bahan tersebut menjadi barang jadi. Contoh: Honda, Intel, Boeing, Nike, Coca-Cola, Sony.
Jenis-Jenis Organisasi Perusahaan
  1. Perusahaan Perseorangan: perusahaan yang dimiliki oleh perorangan.
  1. Persekutuan: perusahaan yang dimiliki oleh dua atau lebih individu.
  1. Korporasi: perusahaan yang dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah, sebagai badan hukum yang terpisah.
Strategi Bisnis

Adalah serangkaian rencana dan tindakan terintegrasi yang didesain bagi perusahaan sebagai sarana untuk memperoleh keuntungan melebihi pesaingnya sekaligus untuk memaksimalkan laba; terdiri atas:

  1. Strategi biaya rendah

Berdasarkan strategi biaya rendah, suatu perusahaan mendesain dan menghasilkan produk atau jasa dengan kualitas yang diterima konsumen pada biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan para pesaingnya. Contoh: Lion Air dan Air Mineral Vit.

  1. Strategi diferensiasi

Berdasarkan strategi diferensiasi, sebuah perusahaan mendesain dan menghasilkan produk atau jasa yang memiliki kekhususan atau karakteristik yang unik sedemikian rupa sehingga konsumen bersedia membayar harga yang lebih tinggi dibandingkan harga yang umum. Contoh: Desainer  Biyan dan Electrolux.

Akuntansi dan Profesi Akuntansi

Accounting (Akuntansi) merupakan suatu sistem informasi yang menyediakan laporan untuk pemangku kepentingan (stakeholder) mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.

Terdapat 2 profesi akuntansi, yaitu:

  1. Akuntan yang bekerja pada perusahaan bisnis atau organisasi nirlaba disebut sebagai akuntan swasta.
  2. Profesi akuntan dan stafnya yang memberikan jasa akuntansi berdasarkan honor disebut sebagai akuntan publik.
Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum
  1. Entitas Usaha
  1. Biaya
  1. Objektivitas
  1. Unit Pengukuran

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Pengenalan Akuntansi dan Bisnis, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Pengenalan Akuntansi dan Bisnis

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Akuntansi Manufaktur Metode Perpetual

Akuntansi Perusahaan Manufaktur – Metode Perpetual


Dapatkan Slideshare disini:
PPT Akuntansi Perusahaan Manufaktur – Metode Perpetual

Bagaimana praktek Metode Perpetual dalam Akuntansi Perusahaan Manufaktur?

Jika yang diterapkan adalah sistem perpetual, perusahan tidak perlu melakukan penghitungan fisik untuk menentukan nilai saldo akhir persediaan, karena setiap transaksi terkait dengan persediaan—baik kenaikan maupun penurunan—telah dicatat melalui penjurnalan. Meskipun demikian, penghitungan fisik tetap dilakukan untuk kemudian dibandingkan dengan saldo akhir yang ditunjukan oleh buku persediaan. Jika terjadi perbedaan antara saldo akhir hasil penghitungan fisik dengan saldo akhir yang ditunjukan oleh buku persediaan, maka dibuatkan rekonsiliasi persediaan dengan memasukan jurnal penyesuaian persediaan (inventory adjustment entry).

Dengan sistem perpetual, perusahaan tidak perlu lagi membuat perhitungan seperti pada sistem periodik karena penggunaan persediaan langsung diakui setiap kali ada penjualan dengan mendebit akun “Harga Pokok Penjualan” dan mengkredit “Persediaan” di sisi lainnya.

Sistem Pencatatan Biaya
  1. Job order cost systemPencatatan Biaya dilakukan untuk tiap pekerjaan
  1. Process cost systemPencatatan biayanya diakumulasikan untuk tiap departemen atau proses  dalam pabrik
Sistem Pengendalian Persediaan

Dalam sistem Perpetual, perubahan jumlah persediaan dimonitor setiap saat. Rekening yang digunakan pada sistem perpetual :

  1. Persediaan
  2. Harga Pokok Penjualan
Jurnal-Jurnal yang Diperlukan
  • Pembelian Bahan Baku

(D) Persediaan Bahan Baku

(K) Kas/ Utang

  • Penggunaan Bahan Baku

(D) Barang dalam proses

(K) Persediaan Bahan Baku

  • Mencatat Biaya tenaga kerja

(D) Barang dalam proses

(K) Utang Gaji

  • Pembebanan Overhead pabrik

(D) Barang dalam proses

(K) Overhead pabrik

Akuntansi Overhead
  • Penggunaan BOP aktual dapat menyesatkan manajemen dalam pengambilan keputusan
  • Biaya aktual berfluktuasi tiap bulan
  • Saat terjadinya BOP tidak bersamaan dengan saat penyerapan biaya oleh produk sehingga metode perpetual tidak dapat dilaksanakan
  • Digunakan normal cost system untuk BOP yaitu BOP ditaksir untuk tahun ke depan berdasar pengalaman sebelumnya

Perusahaan tidak dapat menunggu sampai akhir periode dalam menentukan harga produk, sehingga BOP harus diestimasi dengan rumus:

Tarif overhead = (Total Biaya Overhead yang dianggarkan/ Dasar aktivitas yang dianggarkan)

An activity base (dasar pengukuran) yang dipilih relevan untuk BOP dan dapat diukur.  Beberapa pengukuran yang mungkin dipakai :

  1. Volume produksi
  2. Jam mesin
  3. Jam tenaga kerja
  4. Bahan baku
  5. Tenaga Kerja Langsung

Untuk materi selengkapnya mengenai metode perpetual, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

Dapatkan Free Slideshare:
 >>>PPT Akuntansi Perusahaan Manufaktur – Metode Perpetual <<<

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training


Hubungi Customer Service untuk informasi :
Pelatihan (In-house Training) “Pengelolaan sistem Akuntansi Perusahaan”

Kata kunci untuk penelusuran: pelatihan akuntansi perusahaan, training akuntansi biaya, training akuntansi dasar, pelatihan akuntansi dan perpajakan, pelatihan akuntansi keuangan, kursus akuntansi, pelatihan akuntansi dasar dan lanjutan, pelatihan akuntansi manajemen, materi ppt, bahan power point, sdm indonesia.

Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Seperti yang kita ketahui pada pembahasan bagian Pengenalan Akuntansi dan Bisnis bahwa terdapat beberapa jenis perusahaan. Perbedaan jenis perusahaan juga berbeda pula akuntansi yang diterapkan. Hal ini sangat penting untuk dipahami oleh seorang akuntan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Akuntansi Perusahaan Manufaktur.

Pengertian Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan utamanya mengolah bahan mentah (bahan baku) menjadi barang jadi kemudian menjual barang jadi tersebut. Kegiatan ini sering disebut proses produksi.

 

Klasifikasi Persediaan

Klasifikasi persediaan pada perusahaan manufaktur adalah

  1. Bahan Baku
  2. Barang Dalam Proses
  3. Barang Jadi

Harga Pokok Produksi

Harga pokok produksi adalah sering disebut juga dengan biaya produksi yaitu kumpulan dari biaya-biaya yang dikorbankan untuk memperoleh dan mengolah bahan baku sampai menjadi barang jadi.

Kumpulan biaya tersebut terdiri dari:

  1. BBB (Biaya Bahan Baku)
  2. Biaya TKL (Tenaga Kerja Langsung)
  3. BOP (Biaya Overhead Pabrik)

 

Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku adalah harga perolehan (harga pokok) dari materi yang terdapat pada barang jadi. Bahan baku adalah bagian dari barang jadi yang dapat di telusuri keberadaannya. Bahan baku pada sebuah pabrik dapat juga berasal dari barang jadi pabrik yang lain. Contoh : Kayu, pipa besi, spon (perusahaan mebel)

Biaya Tenaga Kerja Langsung

Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang memiliki hubungan dan kinerja langsung saat proses pengolahan barang, baik menggunakan kemampuan fisik atau dengan bantuan mesin. Jadi, biaya tenaga kerja langsung adalah semua kontra prestasi yang diberikan kepada tenaga kerja langsung.

Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead pabrik adalah seluruh biaya yang timbul dalam proses pengolahan, yang tidak dapat digolongkan dalam biaya bahan baku atau biaya tenaga kerja langsung. Yang termasuk dalam biaya overhead pabrik antara lain:

  1. Biaya bahan penolong, adalah jenis bahan yang sangat kecil kuantitasnya yang digunakan dalam proses pengolahan, dan tidak bisa ditelusuri keberadaannya pada barang jadi.
  2. Biaya tenaga kerja tidak langsung, misalnya upah pengawas, mekanik, mandor dan bagian reparasi.
  3. Beban penyusutan gedung pabrik, misalnya biaya penyusutan mesin.
  4. Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Aktiva Tetap Pabrik
  5. Biaya Listrik dan Air Pabrik
  6. Beban Asuransi Pabrik
  7. Biaya Departemen Pembantu
  8. BOP Lain-lain

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Akuntansi Perusahaan Manufaktur, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Penyelesaian Siklus Akuntansi

Dalam siklus akuntansi terdiri dari beberapa proses, dimulai dengan adanya transaksi kemudian dilakukan pencatatan pada jurnal dan selanjutnya dilaporkan pada laporan keuangan. pada tahap penyelesaian ini terdiri dari beberapa proses yang harus dilakukan. Pada kesempatan kali ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan informasi mengenai Penyelesaian Siklus Akuntansi.

Neraca Lajur

Akuntan seringkali menggunakan kertas kerja (worksheet) berupa neraca lajur untuk mengumpulkan dan meringkas data yang mereka butuhkan dalam rangka menyiapkan laporan keuangan. Kertas kerja ini berbentuk multikolom, yang memuat kolom neraca saldo sebelum penyesuaian, kolom penyesuaian, kolom neraca saldo setelah penyesuaian, kolom laba rugi, dan kolom neraca.

Adapun urutan tahapan dalam meyiapkan kertas kerja adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan neraca saldo sebelum penyesuaian (un-adjusted trial balance) kedalam kertas kerja.
  2. Memasukkan data jurnal penyesuaian ke kolom penyesuaian yang ada dalam kertas kerja.
  3. Memasukkan saldo yang telah di sesuaikan kedalam kolom neraca saldo setelah penyesuaian (adjusted trial balance) yang ada dalam kertas kerja.
  4. Memindahkan tiap saldo masing-masing akun yang ada dalam kolom neraca saldo setelah penyesuaian kedalam kolom laporan keuangan.
  5. Untuk masing-masing kolom (baik kolom laba rugi maupun kolom neraca), hitunglah total saldo debet dan total saldo kreditnya dengan cara menjumlahkan seluruh saldo akun dari atas sampai ke bawah sesuai dengan saldo akun yang ada pada masing-masing kolom. Besarnya selisih antara total saldo debet dengan total saldo kredit untuk kolom laba rugi harus sama dengan besarnya selisih antara total saldo debet dengan total saldo kredit untuk kolom neraca, hanya saja posisi untuk masing-masing selisih tersebut akan saling berlawanan antara kolom laba rugi dengan kolom neraca.

 

Jurnal Penutup

Jurnal penutup dilakukan dengan cara:

(1) Mmentransfer akun pendapatan yang memiliki saldo normal kredit ke sebelah debet dan kemudian mengkredit akun ikhtisar laba rugi (income summary);

(2) Mentransfer akun beban yang memiliki saldo normal debit ke sebelah kredit dan kemudian mendebit akun ikhtisar laba rugi;

(3) Mentransfer jumlah laba bersih/rugi bersih ke akun modal, dengan ketentuan bahwa jika laba bersih maka akun modal akan di kredit (debetnya adalah akun ikhtisar laba rugi)  dan sebaliknya juka rugi bersih maka akun modal akan di debet (kreditnya adalah akun ikhtisar laba rugi);

(4) Mentransfer akun prive/ penarikan yang memiliki saldo normal debet ke sebelah kredit dan kemudian mendebet akun modal.

 

Jurnal Balik

Ada 4 hal yang perlu dibuatkan ayat jurnal balik, yaitu:

  1. Beban yang masih harus dibayar/ beban akrual/ hutang akrual.
  2. Pendapatan yang masih harus diterima/ pendapatan akrual/ piutang akrual.
  3. Biaya dibayar di muka yang mula-mula dicatat langsung sebagai beban bukan sebagai aset/ prepaid.
  4. Pendapatan diterima dimuka yang mula-mula dicatat langsung sebagai pendapatan bukan sebagai hutang.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Penyelesaian Siklus Akuntansi, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Penyelesaian Siklus Akuntansi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training