• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Blog

Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi

Seiring dengan berjalannya waktu, aset tetap akan mengalami penyusutan (kecuali tanah). Faktor yang mempengaruhi menurun kemampuan suatu aset tetap untuk memberikan jasa/manfaaat yaitu : secara fisik, disebabkan oleh pemakaian dan keausan karena penggunaan yang berlebihan dan secara fungsional, disebabkan oleh ketidakcukupan kapasitas yang tersedia dengan yang diminta (misal kemajuan teknologi). Sehingga penurunan kemampuan aset tetap tersebut dapat dialokasikan sebagai biaya. Masalah pengalokasian biaya penyusutan merupakan masalah penting, karena mempengaruhi laba yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Apabila menggunakan metode penyusutan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku atau kondisi perusahaan tersebut,  maka akan mempengaruhi pendapatan yang dilaporkan setiap periode akuntansi.  Selain itu juga mempengaruhi nilai dari aset tetap tersebut. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi.

Depresiasi/ Penyusutan

Penyusutan/ depresiasi adalah proses akuntansi untuk mengalokasikan biaya aset berwujud menjadi biaya secara sistematis dan rasional terhadap periode yang diharapkan dapat memanfaatkan penggunaan aset tersebut. Mengalokasikan biaya aset berumur panjang :

  • Aset tetap = Beban depresiasi/ penyusutan
  • Tidak berwujud = biaya amortisasi
  • Sumber daya mineral = Biaya deplesi

Tiga pertanyaan dasar:

  1. Dasar penysutan apa yang digunakan?
  2. Berapakah masa manfaat aset?
  3. Apa metode pembagian biaya yang terbaik?

 

Metode Penyusutan

Profesi ini mengharuskan metode yang digunakan menjadi “sistematis dan rasional.” Metode yang digunakan meliputi:

  1. Metode aktivitas (unit penggunaan atau produksi).
  2. Metode garis lurus.
  3. Mengurangi (dipercepat) metode pengisian :
  1. Jumlah angka tahun.
  2. Metode saldo menurun.

 

Masalah Khusus Penyusutan

1.Bagaimana seharusnya perusahaan menghitung depresiasi untuk periode parsial?

    • Perusahaan menentukan biaya penyusutan untuk setahun penuh dan kemudian
    • Perbaiki biaya penyusutan ini antara dua periode yang terlibat.

Proses ini harus berlanjut sepanjang masa manfaat aset.

2.Apakah depresiasi memberi penggantian aset?

    • Tidak melibatkan arus kas keluar.
    • Dana untuk penggantian aset berasal dari pendapatan

3.Bagaimana seharusnya perusahaan menangani revisi dalam tingkat depresiasi?

    • Diperuntukkan dalam periode sekarang dan prospektif
    • Tidak ditangani secara retrospektif.
    • Tidak dianggap kesalahan atau barang luar biasa.

 

Penurunan Nilai

Aset berwujud berumur panjang mengalami penurunan nilai bila perusahaan tidak dapat memulihkan nilai tercatat aset baik melalui penggunaan atau dengan menjualnya. Secara tahunan, perusahaan meninjau aset untuk indikator penurunan nilai yaitu, penurunan kemampuan menghasilkan uang tunai melalui penggunaan atau penjualan.

 

Deplesi

Deplesi merupakan proses pengalokasian biaya sumber daya mineral. Sumber daya alam dapat dibagi menjadi dua kategori :

  1. Aset biologis (lahan hutan)
    • Pendekatan nilai wajar
  2. Sumber daya mineral (pertambangan minyak, gas, dan mineral)).
    • Penghapusan lengkap (konsumsi) aset.
    • Penggantian aset hanya dengan tindakan alam.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Depresiasi, Penurunan Nilai, dan Deplesi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Perseroan

Perseroan adalah badan hukum yang dapat memiliki harta kekayaan, menandatangani perjanjian, mengadakan utang piutang, dan hak serta kewajiban seperti orang–orang pribadi. Perseroan mempunyai dua macam perseroan terbuka dan tertutup. Dalam pendirian perseroan haruslah memiliki modal dan saham, agar memperoleh keuntungan bersama (dividen) antar pemegang saham. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Perseroan.

Karakteristik

Karakteristik yang dimiliki oleh perseroan adalah berikut ini:

  • Kepemilikan ditunjukkan dengan saham
  • Tanggung jawab pemilik terbatas
  • Dianggap sebagai badan hukum tersendiri

 

Isi Akta Pendirian

Berikut ini merupakan isi yang ada di akta pendirian perseroan:

  • Anggaran dasar
  • Jangka waktu pendirian
  • Jumlah modal dasar
  • Jumlah lembar saham dan nilai nominal
  • Jumlah lembar saham yang diambil pendiri dan modal yang disetorkan
  • Wewenang dan tanggung jawab pengurus termasuk komisaris
  • RUPS, pembagian keuntungan, perubahan anggaran dasar dan pembubaran

 

Keuntungan dan Kerugian

Keuntungan dari perseroan yaitu sebagai berikut:

  • Dapat memperoleh dana lebih besar
  • Going concern
  • Kemudahan dalam pemindahan hak pemilikan
  • Tidak ada kewajiban bersama bagi pemegang saham
  • Kewajiban terbatas bagi pemegang saham

Kerugian dari perseroan adalah berikut ini:

  • Pemisahan pemilik dan pengelola
  • Pajak atas penghasilan perseroan
  • Peraturan pemerintah

 

Ekuitas Pemegang Saham

Ekuitas pemegang saham menggambarkan saham dari pemegang saham atas toal aset. Ekuitas pemegang saham = Aset – Liabilitas. Terdapat dua sumber utama ekuitas pemegang saham, yaitu:

  • Investasi Pemegang Saham
  • Laba Ditahan (Retained Earnings)

 

Hak Pemegang Saham

Pemegang saham memiliki hak-hak utama, yaitu sebagai berikut:

  • Memperoleh suara
  • Mendapatkan bagian laba.
  • Hak mendapatkan bagian aset perusahaan saat likuidasi.

 

Sumber Modal Disetor

Modal disetor dapat bersumber dari jumlah lembar saham yang diterbitkan oleh perusahaan. Selain itu, modal disetor juga dapat bersumber dari sumber lain yaitu seperti modal sumbangan.

 

Jenis Saham

Dua jenis utama saham disetor adalah Saham Biasa (common stock) dan Saham Preferen (preferred stock).  Pemegang saham preferen memiliki kesempatan lebih besar  menerima deviden daripada saham biasa.

  • Common Stock merupakan jenis saham yang memiliki hak suara, pemilihan direksi, pembagian distribusi laba, dan pembelian saham tambahan.
  • Preferred Stock merupakan jenis saham yang memiliki hak prioritas dibanding saham biasa dalam pembayaran dividen dan likuidasi perusahaan

 

Penerbitan Saham

Akun Saham Biasa dan Saham Preferen merupakan controlling accounts.  Pencatatan nama, alamat dan jumlah lembar saham  pemegang saham, dalam buku besar pembantu pemegang saham. Jika saham diterbitkan harga > nilai nominal, terjadi  agio /premium.  Jika saham dijual < Nilai Nominal maka terjadi disagio/ discount. Penerbitan saham untuk harta lain selain kas harus dicatat sebesar harga pasar wajar aset tersebut atau harga pasar wajar saham, mana yang paling mudah ditentukan.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Perseroan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Perseroan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Persekutuan

Persekutuan adalah suatu penggabungan diantara dua orang atau lebih untuk memiliki bersama-sama dan menjalankan suatu perusahaan guna mendapatkan keuntungan atau laba. Berbagai masalah akutansi timbul di dalam perusahaan yang berbentuk persekutuan. Di dalam persekutuan pemisahan antara pemilik dengan manajemen hampir tidak ada, namun penyelenggaraan akutansinya harus berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang di atur oleh prinsip-prinsip akutansi yang lazim. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Persekutuan.

Pengertian Persekutuan

Merupakan suatu gabungan atau asosiasi dari dua individu atau lebih untuk memiliki dan menyelenggarakan suatu usaha secara bersama dengan tujuan untuk memperoleh laba. Berdasarkan luasnya tanggung jawab para sekutunya, persekutuan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

  1. Firma (Fa),
  2. Persekutuan komanditer (CV)

Persekutuan Firma

Dalam persekutuan firma, semua sekutu ikut aktif mengelola persekutuan dan bertanggung jawab penuh (tidak terbatas). Yang dimaksud dengan tanggung jawab penuh disini adalah bahwa tanggung jawabnya tidak terbatas sebesar modal yang ditanam di persekutuan saja, melainkan dengan seluruh harta pribadinya .

Persekutuan Komanditer

Dalam persekutuan komanditer, tidak semua sekutu ikut aktif mengelola perusahaan. Berdasarkan luasnya tanggung jawab dan ikut tidaknya di dalam pengelolaan perusahaan, maka para sekutu persekutuan komanditer dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sekutu aktif dan sekutu pasif .

Unsur Pokok Persekutuan

Persekutuan memiliki beberapa unsur pokok, diantaranya sebagai berikut:

  1. Gabungan atau asosiasi para sekutu.
  2. Pemilikan dan pengelolaan bersama.
  3. Tujuan untuk memperoleh laba.

Perjanjian mempunyai peranan yang sangat penting dalam persekutuan mulai dari pendirian hingga pembubarannya.

Karakteristik Utama Persekutuan

  • Mutual Agency yaitu tanggung renteng
  • Limited Life yaitu umur terbatas

Khusus untuk persekutuan firma, ditambah

  • Unlimited Liability (kewajiban tak terbatas)
  • Interest In Partnership (modal milik bersama)
  • Participating In Partnership Profit (hak pembagian laba)

Pembentukan Persekutuan Firma

Pada waktu firma dibentuk atau didirikan, ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu :

  1. Baru, semua anggota menyetor asset.
  2. Firma didirikan dari perusahaan perseorangan, dan anggota lain tidak punya usaha.
  3. Didirikan dari beberapa usaha perseorangan.

Pendirian Firma

Apabila firma didirikan dimana salah satu atau beberapa calon anggota sebelumnya  telah mempunyai usaha perseorangan, maka tahapannya adalah sebagai berikut :

  • Menilai kembali asset usaha lama
  • Menyerahkan asset usaha lama ke firma
  • Membentuk (mendirikan) firma

Selanjutnya perlu diperhatikan, apakah:

  • Buku usaha lama dilanjutkan
  • Menutup Buku usaha lama, dan diganti buku baru

Akuntansi Dalam Persekutuan

Pada umumnya hubungan ekonomis antara persekutuan dan para sekutu ditampung di dalam tiga rekening, yaitu :

  • Modal
  • Prive
  • Utang Kepada Sekutu
  • Piutang Kepada Sekutu

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Persekutuan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Persekutuan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Kas dan Piutang

Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan uang tunai atau kas. Kas adalah salah satu komponen dari aktiva yang sangat vital bagi kelangsungan hidup organisasi, baik organisasi permerintah maupun perusahaan swasta. Kas merupakan elemen kunci dalam perencanaan atas seluruh aspek operasional perusahaan. Tanpa adanya manajemen kas yang baik, suatu organisasi mungkin dapat kehilangan reputasinya dan sulit untuk bertransaksi dengan pihak lain karena organisasi tersebut tidak dapat membayar tagihannya yang sudah jatuh tempo. Di sisi lain Piutang merupakan kekayaan perusahaan yang timbul sebagai akibat dari adanya kebijakan penjualan barang/jasa secara kredit. Kebijakan Kredit  bertujuan memaksimalkan profit dengan risiko yang minimal. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Kas dan Piutang.

Kas

Aset keuangan disebut juga instrumen keuangan. Instrumen Keuangan yaitu kontrak apa pun yang menimbulkan aset keuangan dari satu entitas dan kewajiban keuangan atau kepentingan ekuitas entitas lain. Kas merupakan aset paling likuid, standar pertukaran, dasar untuk mengukur dan menghitung semua bagian lainnya, dan aset lancar. Contoh: Koin, mata uang, dana yang tersedia di deposito di bank, wesel, cek bersertifikat, cek kasir, cek pribadi, bank drafts dan rekening tabungan.

 

Setara Kas

Merupakan investasi jangka pendek dan sangat likuid yang mudah dikonversi menjadi kas, dan begitu dekat umurnya sehingga menyajikan risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Contoh: Treasury bills, commercial paper, and money market funds.

 

Piutang

Merupakan klaim terhadap pelanggan dan orang lain atas uang, barang, atau layanan. Piutang usaha yaitu Janji lisan pembeli untuk membayar barang dan jasa yang terjual, sedangkan wesel tagih yaitu janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal yang ditentukan di masa depan.

 

Piutang Tak Tertagih

Catat kerugian sebagai debit pada Beban Piutang Tak Tertagih. Risiko normal dan perlu melakukan bisnis secara kredit. Dua metode untuk memperhitungkan piutang tak tertagih:

  • Metode Penghapusan Langsung

Secara teoritis kurang :

  • Tidak cocok.
  • Piutang tidak dinyatakan sebesar nilai realisasi kas.
  • Tidak sesuai bila jumlah tidak tertagih adalah material.
  • Metode Penyisihan
  • Persentase Pejualan

Metode ini menghasilkan pencocokan yang lebih baik dari biaya dengan pendapatan. Persentase berdasarkan pengalaman masa lalu dan mengantisipasi kebijakan kredit. Mencapai pencocokan biaya dan pendapatan yang lebih baik. Saldo dalam Penyisihan Piutang Tak Tertagih diabaikan. Metode ini sering disebut sebagai pendekatan laba rugi.

  • Persentase Piutang

Dengan metode ini menghasilkan estimasi yang lebih baik dari nilai realisasi kas. Tidak cocok. Perkiraan nilai realisasi piutang. Perusahaan mungkin menerapkan metode ini dengan menggunakan satu tarif, atau membuat aging schedule menggunakan tarif berbeda.

 

Wesel Tagih

Didukung oleh surat promes resmi.

  • Instrumen yang dapat dinegosiasikan.
  • Tanda pembuat mendukung Penerima Pembayaran.
  • Interest-bearing/ wesel dengan bunga (memiliki tingkat bunga yang dinyatakan) atau
  • Zero-interest-bearing/ wesel tanpa bunga (bunga termasuk dalam jumlah nominal).

Wesel tagih umumnya berasal dari:

  • Dari pelanggan yang perlu memperpanjang masa pembayaran piutang.
  • Pelanggan berisiko tinggi atau baru.
  • Pinjaman kepada karyawan dan anak perusahaan.
  • Penjualan aktiva tetap.
  • Transaksi pinjaman.

 

Penyajian

Aturan umum dalam mengklasifikasikan piutang adalah:

  1. Memisahkan dan melaporkan jumlah tercatat dari berbagai kategori piutang.
  2. Tunjukkan piutang yang tergolong lancar dan tidak lancar dalam laporan posisi keuangan.
  3. Mengkorusikan dengan tepat akun penilaian piutang yang mengalami penurunan nilai, termasuk pembahasan penurunan nilai individual dan kolektif.
  4. Mengungkapkan nilai wajar piutang sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk dibandingkan dengan nilai tercatatnya.
  5. Ungkapkan informasi untuk menilai risiko kredit yang melekat pada piutang.
  6. Mengungkapkan piutang yang dijadikan agunan.
  7. Ungkapkan semua konsentrasi risiko kredit yang timbul dari piutang.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Kas dan Piutang, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Kas dan Piutang

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Persediaan – Bagian 2

Persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual dalam operasi bisnis normal, atau barang yang akan digunakan atau dikonsumsi dalam membuat barang yang akan dijual. Dapat disimpulkan bahwa Persediaan (Inventory), merupakan aktiva perusahaan yang menempati posisi yang cukup penting dalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan industri (manufaktur), apalagi perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi, hampir 50% dana perusahaan akan tertanam dalam persediaan yaitu untuk membeli bahan-bahan bangunan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Persediaan – Bagian 2.

Lower of Cost or Net Realizable Value (LCNRV)

Sebuah perusahaan meninggalkan prinsip biaya historis ketika utilitas masa depan (menghasilkan pendapatan) dari aset turun di bawah biaya awalnya. Nilai Realisasi Bersih (Net Realizable Value) merupakan perkiraan harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya untuk menyelesaikan dan estimasi biaya untuk menjual.

 

Metode Penerapan LCNRV

Dalam kebanyakan situasi, harga persediaan perusahaan berdasarkan item per item. Aturan pajak di beberapa negara mewajibkan perusahaan menggunakan basis item individual. Pendekatan item individual memberikan penilaian terendah untuk laporan posisi keuangan. Metode harus diterapkan secara konsisten dari satu periode ke periode lainnya.

  • Menggunakan Penyisihan

Dalam mengkredit akun persediaan untuk penyesuaian nilai realisasi bersih, perusahaan umumnya menggunakan rekening penyisihan.

  • Pemulihan Kerugian Persediaan

Jumlah yang dihitung adalah terbalik. Pembalikan terbatas pada jumlah penulisan asli.

 

Evaluasi Aturan LCM

Aturan LCNRV mengalami beberapa defisiensi konseptual:

  1. Perusahaan mengakui penurunan nilai aset dan biaya atas biaya pada periode di mana kerugian dalam utilitas terjadi-tidak pada periode penjualan.
  2. Penerapan aturan tersebut mengakibatkan ketidakkonsistenan karena perusahaan dapat menilai persediaan dengan biaya satu tahun dan pada nilai realisasi bersih di tahun depan.
  3. LCNRV menilai persediaan dalam laporan posisi keuangan secara konservatif, namun pengaruhnya terhadap laporan laba rugi mungkin atau mungkin tidak konservatif. Laba bersih untuk tahun di mana perusahaan mengambil kerugian pasti lebih rendah. Laba bersih periode berikutnya mungkin lebih tinggi dari biasanya jika penurunan harga penjualan yang diharapkan tidak terwujud.

 

Kondisi Penilaian Khusus

Berangkat dari peraturan LCNRV dapat dibenarkan dalam situasi berikut

  1. Biaya sulit untuk ditentukan,
  2. Barang dapat dijual dengan harga pasar yang dikutip, dan
  3. Unit produk dapat saling dipertukarkan.

Dua situasi umum dimana NRV adalah peraturan umum:

1.Aset agrikultur

Aset biologis (tergolong aset tidak lancar) adalah hewan atau tumbuhan hidup, seperti domba, sapi, pohon buah-buahan, atau tanaman kapas.

  • Diukur pada pengakuan awal dan pada akhir setiap periode pelaporan dengan nilai wajar dikurangi biaya jual (NRV).
  • Perusahaan mencatat keuntungan atau kerugian akibat perubahan NRV aset biologis dalam pendapatan saat terjadi.

Hasil pertanian adalah hasil panen dari aset biologis, seperti wol dari seekor domba, susu dari sapi perah, mengambil buah dari pohon buah, atau kapas dari tanaman kapas.

  • Diukur dengan nilai wajar dikurangi biaya jual (NRV) pada saat panen.
  • Setelah dipanen, NRV menjadi biaya.

2.Komoditas dipegang oleh broker-trader

Umumnya mengukur persediaan mereka dengan nilai wajar dikurangi biaya menjual (NRV), dengan perubahan NRV diakui dalam pendapatan pada periode perubahan.

  • Membeli atau menjual komoditas (seperti jagung hasil panen, gandum, logam mulia, minyak pemanas).
  • Tujuan utamanya adalah untuk menjual komoditas dalam waktu dekat dan menghasilkan keuntungan dari fluktuasi harga.

 

Metode Laba Kotor (Gross Profit)

Bergantung pada tiga asumsi:

  1. Persediaan awal ditambah pembelian total barang yang sama untuk diperhitungkan.
  2. Barang yang tidak dijual harus di tangan.
  3. Penjualan, dikurangi biaya, dikurangkan dari jumlah persediaan pembukaan ditambah pembelian, persediaan akhir yang sama.

Kekurangan:

  • Menyediakan perkiraan persediaan akhir.
  • Menggunakan persentase masa lalu dalam perhitungan.
  • Tingkat laba kotor rata-rata mungkin tidak mewakili.
  • Biasanya tidak dapat diterima untuk tujuan pelaporan keuangan karena hanya menyediakan perkiraan.

IFRS memerlukan persediaan fisik sebagai verifikasi tambahan persediaan yang ditunjukkan dalam catatan.

 

Metode Retail

Digunakan oleh pengecer untuk menyusun persediaan dengan harga eceran. Pengecer dapat menggunakan formula untuk mengubah harga eceran menjadi biaya. Memerlukan pengecer untuk menyimpan catatan:

  • Total biaya dan nilai eceran barang yang dibeli.
  • Total biaya dan nilai eceran barang yang tersedia untuk dijual.
  • Penjualan untuk periode tersebut.

Digunakan untuk alasan berikut:

  • Mengharuskan perhitungan laba bersih tanpa hitungan persediaan secara fisik.
  • Ukuran kontrol dalam menentukan kekurangan persediaan.
  • Mengatur jumlah barang dagangan di tangan.
  • Informasi asuransi.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Persediaan – Bagian 2, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Persediaan – Bagian 2

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Laporan Laba Rugi Komprehensif

Laba merupakan elemen yang paling menjadi perhatian pemakai, terutama bagi pemilik karena angka laba diahrapkan cukup kaya untuk merepresentasikan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Hasil laba didapatkan melalui laporan laba rugi atau income statement yaitu laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode tertentu. Dari laporan laba rugi ini informasi didapatkan untuk membantu pemilik dalam pengambilan keputusan. Dalam pelaporan khusus yang perlu dilaporkan untuk melengkapi laoran laba rugi yaitu alokasi pajak intraperiode, laba per saham, laporan laba ditahan dan laba komprehensif. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Laporan Laba Rugi Komprehensif.

Kegunaan
  • Mengevaluasi kinerja masa lalu
  • Memprediksi kinerja masa depan.
  • Membantu menilai risiko atau ketidakpastian pencapaian arus kas masa depan.

 

Keterbatasan
  • Perusahaan menghilangkan item yang tidak dapat diukur secara tepat.
  • Pendapatan dipengaruhi oleh metode akuntansi yang digunakan.
  • Pengukuran pendapatan melibatkan penilaian (judgment).

Kualitas Laba

Perusahaan memiliki insentif untuk mengelola pendapatan:

  • Untuk mencapai target, atau
  • Untuk membuat laba terlihat tidak beresiko.

Manajemen laba adalah perencanaan waktu atas pendapatan, biaya, keuntungan, dan kerugian untuk memperlancar pendapatan. Kualitas laba berkurang jika manajemen laba menghasilkan informasi yang kurang berguna untuk memprediksi pendapatan dan arus kas masa depan.

 

Elemen Laporan Laba Rugi
  1. Pendapatan (Income), merupakan kenaikan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk arus masuk atau perangkat tambahan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas, selain yang berkaitan dengan kontribusi dari pemegang saham. Income (Pendapatan)  meliputi pendapatan dan keuntungan. Pendapatan (Revenues) berasal dari aktivitas normal perusahaan. Keuntungan (Gains) – mungkin atau mungkin tidak timbul dari aktivitas normal.
  1. Beban (Expenses), merupakan penurunan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau depresiasi aset atau penambahan kewajiban kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas, selain yang berkaitan dengan distribusi kepada pemegang saham. Expenses (beban) mencakup beban dan kerugian. Beban timbul dari aktivitas normal perusahaan. Kerugian  mungkin atau mungkin tidak timbul dari aktivitas normal.

 

Pelaporan Dalam Laporan Laba Rugi
  1. Laba Kotor. Dihitung dengan mengurangi harga pokok penjualan dengan hasil penjualan bersih. Menyediakan nilai yang berguna untuk mengevaluasi kinerja dan memprediksi laba masa depan. Pendapatan yang tidak biasa atau insidental diungkapkan dalam pendapatan dan beban lainnya.
  2. Pendapatan Usaha. Dihitung dengan cara laba kotor dikurangi biaya penjualan dan administrasi serta pendapatan dan pengeluaran. Menyoroti pengaruhi kegiatan bisnis biasa. Digunakan untuk memprediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan.
  3. Laba Bersih. Menggambarkan pendapatan setelah semua pendapatan dan beban pada periode yang ditentukan. Dilihat oleh banyak orang sebagai ukuran terpenting keberhasilan atau kegagalan perusahaan untuk jangka waktu tertentu.

 

Klasifikasi Beban

Beban dapat diklasifikasikan berdasarkan:

  • Contoh: biaya persediaan yang digunakan, tenaga kerja langsung yang dimasukkan, biaya pengiriman, biaya iklan, beban depresiasi, dan beban amortisasi.
  • Contoh: harga pokok penjualan, beban penjualan, dan beban administrasi.

 

Pengungkapan Lainnya
  1. Perubahan Prinsip Akuntansi. Penyesuaian yang berlaku surut. Penyesuaian efek kumulatif ke awal laba ditahan. Pendekatan menjaga komparabilitas. Termasuk: perubahan dari FIFO ke rata-rata dan Perubahan dari persentase kontrak ke penyelesaian kontrak.
  2. Perubahan Estimasi Akuntansi. Diperhitungkan dalam periode perubahan dan periode mendatang. Tidak ditangani secara retrospektif. Tidak dianggap kesalahan. Contoh termasuk: umur manfaat dan nilai sisa aset tetap, penyisihan piutang tak tertagih, dan persediaan usang.
  3. Koreksi Kesalahan. Hasil dari: kesalahan matematika, kesalahan dalam penerapan prinsip akuntansi, dan pengawasan atau penyalahgunaan fakta. Koreksi diperlakukan sebagai penyesuaian periode sebelumnya. Penyesuaian terhadap saldo awal laba ditahan.
  4. Laporan Perubahan Ekuitas. Dibutuhkan sebagai tambahan dari laporan laba rugi komprehensif. Umumnya terdiri dari: modal saham biasa, agio saham biasa, laba ditahan, dan saldo dari akumulasi laba komprehensif lainnya. Melaporkan perubahan setiap akun ekuitas dan total ekuitas untuk periode. Termasuk:
  • Pendapatan komprehensif tahun berjalan.
  • Kontribusi (penerbitan saham) dan distribusi (dividen) kepada pemilik.
  • Rekonsiliasi nilai tercatat masing-masing komponen ekuitas dari awal sampai akhir periode.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Laporan Laba Rugi Komprehensif, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Laba Rugi Komprehensif

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Aset Tidak Berwujud

Aset yang dimiliki perusahaan dalam menjalankan bisnisnya tidak selalu memiliki wujud fisik yang bisa dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Jenis aset ini bernama Aset tak berwujud (Intangible Asset). PSAK 19 mendefinisikan Aset tak berwujud sebagai aset non-moneter yang teridentifikasi tanpa wujud fisik. Dikategorikan sebagai aset Non-moneter karena mengandung nilai yang tidak pasti di masa mendatang. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Aset Tidak Berwujud.

Karakteristik Aset Tidak Berwujud
  1. Dapat diidentifikasi
  2. Kurangnya eksistensi fisik.
  3. Bukan aset moneter.

Biasanya diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar. Jenis-jenis aset tak berwujud yaitu paten, hak cipta, waralaba atau lisensi, merek dagang atau nama dagang, daftar pelanggan, dan goodwill.

 

Penilaian Aset Tidak Berwujud yang Dibeli
  • Dicatat dengan biaya.
  • Meliputi semua biaya perolehan ditambah pengeluaran untuk membuat aset tak berwujud siap untuk tujuan penggunaannya.
  • Biaya tipikal termasuk :
    • Harga pembelian.
    • Biaya hukum
    • Beban insidental lainnya.

 

Penilaian Aset Tak Berwujud yang Dibangun Internal
  • Perusahaan membebankan semua biaya tahap penelitian dan beberapa biaya tahap pengembangan.
  • Biaya pengembangan tertentu dikapitalisasi setelah kriteria kelayakan ekonomi terpenuhi.
  • IFRS mengidentifikasi beberapa kriteria spesifik yang harus dipenuhi sebelum biaya pengembangan dikapitalisasi

 

Amortisasi Aset Tidak Berwujud dengan Umur Terbatas

Amortisasi dengan biaya sistematis untuk biaya selama masa manfaat.

  • Akun aset kredit atau akumulasi amortisasi.
  • Kehidupan yang berguna harus mencerminkan periode dimana aset tersebut akan berkontribusi terhadap arus kas.
  • Amortisasi harus biaya dikurangi nilai residu.
  • Perusahaan harus mengevaluasi tak berwujud kehidupan sehari-hari untuk penurunan nilai.

Amortisasi Aset Tidak Berwujud dengan Umur Tidak Terbatas
  • Tidak dapat diperkirakan batas waktu aset diharapkan menghasilkan arus kas.
  • Harus menguji penurunan nilai aset tidak berwujud dengan umur tidak terbatas setidaknya setiap tahunnya.
  • Tidak ada amortisasi.

 

Penurunan Nilai Aset Tidak Berwujud Umur Terbatas

Kerugian penurunan nilai adalah nilai tercatat aset dikurangi jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset yang mengalami penurunan nilai.

 

Penurunan Nilai Aset Tak Berwujud Tak Terbatas Selain Goodwill
  • Harus diuji untuk penurunan nilai setidaknya setiap tahunnya.
  • Uji penurunan nilai sama dengan itu untuk kehidupan yang tidak berwujud. Itu adalah,
  • membandingkan jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset tak berwujud dengan nilai tercatat aset.
  • Jika jumlah terpulihkan kurang dari nilai tercatat, perusahaan mengakui adanya penurunan nilai.

 

Penurunan Nilai Goodwill
  • Perusahaan harus menguji goodwill setidaknya setiap tahun.
  • Uji penurunan dilakukan berdasarkan unit penghasil kas dimana goodwill ditetapkan.
  • Unit penghasil kas = kelompok aset terkecil yang dapat diidentifikasi yang menghasilkan arus kas.
  • Karena jarang ada pasar untuk unit penghasil kas, estimasi jumlah terpulihkan untuk penurunan goodwill biasanya didasarkan pada estimasi nilai dalam penggunaan.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Aset Tidak Berwujud, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Aset Tidak Berwujud

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Akuisisi dan Pelepasan Aset Tetap

Suatu perusahaan tertentu pada dasarnya selalu berusaha untuk mencapai tujuan didirikannya perusahaan tersebut. Untuk menunjang agar tercapainya tujuan itu, setiap perusahaan mempunyai aktiva (harta/asset) tertentu guna memperlancar kegiatan yang dilaksanakan perusahaan. Aset tetap merupakan komponen yang sangat penting bagi perusahaan untuk kegiatan operasionalnya. Aktiva tetap tersebut merupakan salah satu komponen dalam neraca, sehingga ketelitian dalam pengolahan aktiva tetap sangat berpengaruh terhadap kewajaran penilaiannya dalam laporan keuangan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Akuisisi dan Pelepasan Aset Tetap.

Properti, Pabrik, dan Peralatan

Merupakan aset yang bersifat jangka panjang. Istilah lain yang biasa digunakan adalah aset pabrik dan aset tetap. Aset ini digunakan dalam operasi dan bukan untuk dijual kembali, sifatnya jangka panjang dan biasanya disusutkan, dan memiliki substansi fisik.

 

Akuisisi Properti, Pabrik, dan Peralatan

Biaya historis mengukur harga tunai atau setara kas untuk mendapatkan aset tersebut dan membawanya ke lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk tujuan penggunaannya. Secara umum, biaya meliputi:

  1. Harga beli, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak dapat dikembalikan, dikurangi diskon dan potongan harga.
  2. Biaya yang timbul untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan agar dapat digunakan dengan cara yang diinginkan oleh perusahaan.

Perusahaan menilai aset tetap pada periode berikutnya dengan menggunakan metode biaya atau metode nilai wajar (revaluasi).

 

Biaya Akuisisi Tanah

Semua pengeluaran dilakukan untuk mendapatkan tanah dan siap untuk digunakan. Biaya tersebut biasanya meliputi:

  • Harga pembelian;
  • Biaya penutupan, seperti hak atas tanah, biaya pengacara, dan biaya perekaman;
  • Biaya grading, filling, draining, dan clearing;
  • Asumsi dari setiap hak gadai, hipotek, atau sitaan pada properti; dan
  • Perbaikan lahan tambahan yang memiliki kehidupan tak terbatas.

 

Biaya Akuisisi Bangunan

Meliputi semua pengeluaran yang berhubungan langsung dengan akuisisi atau konstruksi. Biaya termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead yang terjadi selama konstruksi dan biaya profesional dan izin mendirikan bangunan. Perusahaan mempertimbangkan semua biaya yang dikeluarkan, dari penggalian sampai selesai, sebagai bagian dari biaya bangunan.

 

Biaya Akuisisi Peralatan

Termasuk semua pengeluaran yang dikeluarkan untuk mendapatkan peralatan dan mempersiapkannya untuk digunakan. Biaya termasuk :

  1. Harga pembelian,
  2. Biaya pengiriman dan penanganan,
  3. Asuransi pada peralatan saat dalam perjalanan,
  4. Biaya yayasan khusus jika diperlukan,
  5. Beban perakitan dan pemasangan, dan
  6. Biaya untuk melakukan uji coba.
Aset Membangun Sendiri

Biaya termasuk:

  • Bahan dan tenaga kerja langsung
  • Overhead bisa ditangani dengan dua cara :
    • Tetapkan tidak ada biaya overhead tetap.
    • Menetapkan sebagian dari semua overhead ke proses konstruksi.

Perusahaan menggunakan metode kedua secara ekstensif.

 

Biaya Bunga Selama Konstruksi

IFRS mensyaratkan – mengkapitalisasi bunga aktual (dengan modifikasi). Konsisten dengan biaya historis. Kapitalisasi mempertimbangkan tiga item :

  1. Kualifikasi aset
  2. Periode kapitalisasi.
  3. Jumlah yang dikapitalisasi.

 

Pertukaran Aset Non-Moneter

Biasanya dihitung berdasarkan pada nilai wajar dari apa yang mereka berikan atau pada nilai wajar aset yang diterima, mana yang lebih jelas. Perusahaan harus segera mengenali keuntungan atau kerugian pada saat transaksi tersebut memiliki substansi komersial.

 

Hibah Pemerintah

Adalah bantuan yang diterima dari pemerintah dalam bentuk pemindahan sumber daya ke perusahaan sebagai imbalan atas kepatuhan masa lalu atau masa depan dengan kondisi tertentu yang berkaitan dengan kegiatan operasi perusahaan.

IFRS mensyaratkan hibah untuk diakui dalam pendapatan (pendekatan pendapatan) secara sistematis yang sesuai dengan biaya terkait yang dimaksudkan untuk dikompensasikan.

 

Pelepasan  Properti, Pabrik, dan Peralatan

Perusahaan mungkin akan menghentikan aset secara sukarela atau melepasnya dengan:

  • Menjual,
  • Menukar,
  • Involuntary conversion, atau
  • Pengabaian

Penyusutan harus dilakukan hingga tanggal pelepasan.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Akuisisi dan Pelepasan Aset Tetap, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Akuisisi dan Pelepasan Aset Tetap

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

SAK ETAP

Dalam dunia akuntansi terdapat beberapa standar yang mengatur bagaimana sistematika proses akuntansi pada bidang yang bersangkutan. Masing-masing standar berbeda penggunaannya sesuai dengan jenis perusahaan ataupun berdasarkan kriteria tertentu. Salah satu standar yang berlaku di Indonesia adalah SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik). Akuntan harus mengetahui standar yang digunakan untuk bisnisnya karena hal tersebut sangat penting untuk melakukan proses akuntansi secara tepat. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai SAK ETAP.

Empat Pilar Standar Akuntansi Keuangan

Berikut ini merupakan 4 standar akuntansi keuangan di Indonesia:

  1. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
  2. SAK ETAP
  3. Standar Akuntansi  Keuangan Syariah
  4. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)

Pengguna SAK ETAP

Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP), yaitu entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan. Pengguna SAK ETAP yaitu:

  • Tidak tercatat di pasar modal
  • Tidak sedang dalam proses untuk pengajuan pernyataan pendaftaran di pasar modal
  • Bukan lembaga keuangan

Manfaat SAK ETAP

SAK ETAP memiliki manfaat berikut ini:

  • Bisa menyusun laporan keuangannya sendiri
  • Dapat diaudit dan mendapatkan opini audit
  • Dapat menggunakan laporan keuangannya untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal, misal Bank, pemilik, pekerja, investor (penyandang dana)

Tujuan Laporan Keuangan ETAP

Pembuatan laporan keuangan menurut SAK ETAP memiliki tujuan yaitu:

  • Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan laporan arus kas entitas,
  • Bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi
  • Oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu
  • Laporan keuangan juga menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya

Karakteristik Kualitatif

Berikut ini adalah karakteristik kualitatif laporan keuangan:

  • Dapat dipahami
  • Relevan
  • Materialitas
  • Keandalan
  • Substansi mengungguli bentuk
  • Dapat diperbandingkan
  • Keseimbangan biaya dan manfaat
  • Tepat waktu
  • Kelengkapan
  • Pertimbangan sehat

Posisi Keuangan
  • Aset, merupakan sumber daya dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan memiliki manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diperoleh.
  • Kewajiban, adalah kewajiban masa kini yang timbul karena peristiwa masa lalu dan diharapkan mengakibatkan arus keluar manfaat ekonomi
  • Ekuitas, yaitu aset dikurangi kewajiban

Kinerja Keuangan
  • Penghasilan, merupakan kenaikan manfaat ekonomi dalam bentuk arus masuk atau peningkatan asset, penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi pemilik
  • Beban, merupakan penurunan manfaat ekonomi dalam bentuk arus keluar, atau penurunan asset, terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak terkait dengan distribusi kepada pemilik.

Laporan Keuangan Lengkap

Berikut ini adalah laporan keuangan yang lengkap:

  • Neraca
  • Laba Rugi
  • Laporan Perubahan Ekuitas
  • Laporan Arus Kas
  • Catatan Atas Laporan Keuangan

 

Untuk materi selengkapnya mengenai SAK ETAP, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT SAK ETAP

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Kas Kecil dan Kas di Bank

Kas dan bank merupakan harta perusahaan yang paling likuid sehingga sangat mudah untuk diselewengkan. Setiap hari hampir seluruh transaksi dalam perusahaan menyangkut dengan kas, oleh karena itu perusahaan harus membuat suatu sistem yang kuat untuk mengontrol pengeluaran atau penerimaan kas dan bank. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Kas Kecil dan Kas di Bank.

Pengertian Kas
  • Kas yaitu suatu aktiva lancar yang meliputi uang logam, uang kertas, dan pos-pos lain yang dapat digunakan sebagai alat tukar dan mempunyai dasar pengukuran akuntansi.
  • Merupakan harta yang paling lancar (aktiva yang paling likuid) bagi perusahaan. Disamping paling likuid, kas juga merupakan harta yang paling riskan sehingga pengamanan terhadap kas perlu dilakukan seketat mungkin, untuk menghindari kebocoran yang akan merugikan perusahaan.

Karakteristik Kas

Kas memiliki karakteristik yaitu:

  • Mudah dipindahtangankan.
  • Tidak ada identitas pemilik.

Problem yang dialami manajemen terkait kas yaitu:

  • Pengendalian yang tepat untuk menjamin bahwa tidak ada transaksi yg tidak diotorisasi telah dicatat.
  • Menyediakan informasi yang diperlukan dengan tepat untuk pengelolaan kas dan transaksi kas.

Pengendalian Kas
  • Perencanaan Arus kas
  • Pengendalian penerimaan kas dan pengeluaran kas
  • Kas Kecil
  • Rekonsiliasi Bank

Kas Kecil

Kas kecil yaitu sejumlah kas tertentu yang disediakan untuk pembayaran/ pengeluaran yang tidak mungkin dilakukan dengan menarik cek (tidak efektif dan efisien). Sistem pencatatan kas kecil ada 2, yaitu:

  1. Dana Tetap (Imprest Funds System)
  2. Fluktuasi (Fluctuation System)

Perbedaan Penjurnalan Sistem Dana Tetap dan Sistem Fluktuasi
  1. Saat Pembentukan Kas Kecil
  • Sistem Dana Tetap

(D) Kas Kecil

(K) Kas/ Bank

  • Sistem Fluktuaasi

(D) Kas Kecil

(K) Kas/ Bank

  1. Pemakaian Kas Kecil
  • Sistem Dana Tetap

Tidak ada Jurnal/ No Entry

  • Sistem Fluktuaasi

(D) Beban-beban

(K) Kas kecil

  1. Penggantian/ Pengisian
  • Sistem Dana Tetap

(D) Beban-beban

(K) Kas/ Bank

  • Sistem Fluktuaasi

(D) Kas Kecil

(K) Kas/ Bank

Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank adalah daftar transaksi dan jumlahnya yang menyebabkan saldo kas yang dilaporkan pada laporan bank berbeda dengan saldo kas pada pembukuan perusahaan.

Alasan Terjadinya Perbedaan
  • Cek yang belum dicairkan (Outstanding Check)
  • Setoran yang belum dicatat oleh bank (Deposit in transit)
  • Biaya administrasi bank
  • Penerimaan yang dicatat langsung oleh bank
  • Cek kosong (NSF check)
  • Kesalahan

Langkah-Langkah Rekonsiliasi Bank
  1. Pertama, bandingkan setiap setoran yang tercantum pada laporan bank dengan setoran yang belum tercatat yang termasuk dalam rekonsiliasi periode sebelumnya dan dengan bukti setoran atau catatan setoran lainnya.
  2. Kemudian, lakukan perbandingan cek yang telah dibayar dengan cek yang masih beredar pada rekonsiliasi sebelumnya dan dengan cek yang dicatat dalam pembukuan.
  3. Selanjutnya, bandingkan memorandum kredit bank dengan ayat-ayat yang terdapat pada jurnal.
  4. Setelah itu, bandingkan memorandum debit dengan ayat-ayat jurnal yang mencatat pengeluaran kas.
  5. Teliti kesalahan-kesalahan yang terdapat pada langkah-langkah di atas.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Kas Kecil dan Kas di Bank, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Kas Kecil dan Kas di Bank

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training