• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Blog

Pemeliharaan dan Keandalan


Dapatkan slideshare dibawah ini:

PPT Pemeliharaan dan Keandalan


Pengertian 

Maintenance (pemeliharaan) adalah semua aktivitas yang berkaitan untuk mempertahankan peralatan system dalam kondisi layak bekerja. Sebuah system pemeliharaan yang baik akan menghilangkan variabilitas system.

Reliability (keandalan) adalah peluang sebuah komponen mesin atau produk akan bekerja secara baik untuk waktu tertentu di baawah kondisi tertentu.

 

Empat Taktik Untuk Meningkatkan Keandalan & Pemeliharaan
Taktik keandalan:
  • Meningkatkan komponen individual
  • Memberikan redundancy
Taktik pemeliharaan:
  • Menetapkan atau meningkatkan pemeliharaan pencegahan
  • Meningkatkan kemampuan atau kecepatan perbaikan

 

Meningkatkan Kemampuan Memperbaiki
  • Personel yang terlatih dengan baik
  • Sumber daya yang cukup
  • Kemampuan untuk menetapkan sebuah rencana perbaikan dan prioritas
  • Kemampuan dan otoritas untuk melakukan perencanaan material
  • Kemampuan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan
  • Kemampuan untuk mendesain cara untuk memperluas MTBF

 

Pemeliharaan Produktif Total

Mencakup:

  • Perancangan mesin yang andal, mudah dioperasikan, dan mudah dalam pemeliharaan
  • Menekankan biaya kepemilikan total disaat membeli mesin, sedemikian rupa sehingga pelayanan dan pemeliharaan sudah termasuk dalam biaya pembelian biaya tersebut.
  • Membuat rencana pemeliharaan pencegahan yang memanfaatkan praktek operator yang terbaik departemen pemeliharaan dan depot pelayanan
  • Melatih pekerja untuk mengoprasikan dan memelihara mesin mereka sendiri

 

Jenis Pemeliharaan
Pemeliharaan Pencegahan (Preventive Maintenance)

Pemeliharaan terjadwal untuk mempertahankan sebuah sistem pada sebuah tingkat unjuk kerja tertentu dengan menyediakan pemeriksaan sistematis, deteksi, pelayanan, atau pencegahan kegagalan yang akan datang melalui pergantian barang secara periodik

Contoh : pemeriksaan mesin (tune-up), ganti oli setiap n km

Pemeliharaan Perbaikan (Corrective Maintenance)
  • Pemeliharaan tidak terjadual
  • Hasil dari suatu kejadian kerusakan/kegagalan sistem
  • Mengembalikan sistem/produk ke tingkat unjuk kerja sistem yang baik

Contoh : mengganti part / komponen yang sudah rusak

Pengukuran Maintainability
  • Waktu perbaikan (Mct)
  • Waktu pencegahan (Mpt)
  • Total waktu perawatan dan perbaikan (M)
  • Maintenance Down Time (Mdt)

 

Bagaimana ulasan selanjutnya? Silahkan download ppt pada link di bawah ini:

PPT Pemeliharaan dan Keandalan

Demikian semoga bermanfaat dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training


Kata kunci untuk membantu penelusuran artikel: manajemen operasional, manajemen produksi, pemeliharaan dan keandalan, pelatihan sdm, training sdm, sumber daya manusia, maintanance, pemeliharaan, keandalan, reliability, workshop sumber daya manusia, sdm indonesia

 

 

Produk Cacat, Pengerjaan Ulang, dan Sisa (Spoilage, Rework, & Scrap)

Dalam proses produksi suatu barang tentunya tidak semua produk berhasil dihasilkan dengan sempurna. Dari banyak produk yang dihasilkan pasti ada produk yang cacat atau gagal produksi. Selain itu, produk yang gagal tersebut bisa saja dilakukan pengerjaan  ulang. Dalam akuntansi terdapat perlakuan untuk produk yang cacat dan produk yang harus dilakukan pengerjaan ulang. Dalam proses produksi juga pasti terdapat produk sisa yang juga terdapat perlakuan akuntansi sendiri. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Produk Cacat, Pengerjaan Ulang, dan Sisa (Spoilage, Rework, & Scrap).

Definisi Dasar
  • Unit produksi cacat, baik yang lengkap maupun sebagian selesai, yang tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pelanggan untuk unit yang baik dan yang dibuang atau dijual dengan harga yang lebih rendah.
  • Pengerjaan ulang yaitu ketika unit produksi yang tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pelanggan namun kemudian diperbaiki dan dijual sebagai barang jadi yang bagus.
  • Produk sisa adalah bahan sisa yang dihasilkan dari pembuatan produk. Memiliki nilai penjualan yang rendah dibandingkan dengan total nilai penjualan produk. Produk sisa mirip dengan produk sampingan namun muncul sebagai residual dari proses pembuatan dan bukan merupakan produk yang ditargetkan untuk pembuatan atau penjualan oleh perusahaan.

 

Akuntansi Produk Cacat
  • Sejumlah produk cacat, pengerjaan ulang atau sisa melekat pada banyak proses produksi.
  • Akuntansi produk cacat bertujuan untuk mengetahui besarnya spoilage cost dan untuk membedakan spoilage cost normal dan abnormal.
  • Untuk mengelola, mengendalikan, dan mengurangi biaya produk cacat, sebaiknya disorot, tidak dibuat saja menjadi biaya produksi.

 

Dua Jenis Produk Cacat

Cacat normal adalah cacat yang melekat dalam proses produksi tertentu yang timbul bahkan dalam kondisi operasi yang efisien.

  • Tingkat cacat normal dihitung dengan membagi unit cacat normal dengan total unit yang selesai, bukan total unit aktual yang mulai diproduksi.
  • Manajemen membuat keputusan tentang tingkat produksi per jam yang menghasilkan tingkat cacat normal.

Cacat yang tidak normal adalah cacat yang tidak melekat dalam proses produksi tertentu dan tidak akan timbul dalam kondisi operasi yang efisien.

  • Cacat tidak normal dianggap bisa dihindari dan terkendali.
  • Efek dari biaya produk cacat yang tidak normal, perusahaan menghitung jumlah cacat tidak normal dan mencatat biaya pada akun Loss from Abnormal Spoilage, yang muncul sebagai bagian terpisah pada laporan laba rugi.

 

Pengerjaan Ulang

Tiga jenis pengerjaan ulang:

  • Pengerjaan ulang normal yang diakibatkan oleh pekerjaan tertentu-biaya pengerjaan ulang dibebankan ke pekerjaan itu.
  • Rework (pengerjaan ulang) normal untuk semua pekerjaan-biaya dibebankan ke biaya produksi dan disebarkan, melalui alokasi overhead, untuk semua pekerjaan.
  • Pengerjaan tidak normal dibebankan ke Rugi dari akun Rutin Abnormal yang muncul pada laporan laba rugi.

 

Akuntansi Produk Sisa (Scrap)
  • Scrap adalah bahan sisa yang dihasilkan dari pembuatan produk; Nilai penjualannya rendah dibandingkan dengan total nilai penjualan produk.
  • Tidak ada perbedaan antara scrap normal dan abnormal karena tidak ada biaya yang dibebankan untuk produk sisa.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Produk Cacat, Pengerjaan Ulang, dan Sisa (Spoilage, Rework, & Scrap), bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Produk Cacat, Pengerjaan Ulang, dan Sisa (Spoilage, Rework, & Scrap)

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Harga Pokok Proses

Metode harga pokok proses merupakan metode pengumpulan biaya produksi yang digunakan oleh perusahaan yang mengolah produknya secara masal. Di dalam metode ini,biaya produksi dikumpulkan untuk setiap proses selama jangka waktu tertentu, dan biaya produksi persatuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi dalam proses tertentu, selama periode tertentu dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dari proses tersebut selama jangka waktu yang bersangkutan. Dengan adanya proses ini, maka dapat menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca.Pada saat manajemen dituntut untuk membuat pertanggungjawaban laporan periode, manajemen harus menyajikan laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi. Metode harga pokok proses produk diolah melalaui satu departemen produksi dan lebih dari satu departemen produksi. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Harga Pokok Proses.

Process Costing

Process costing adalah sistem dimana biaya unit produk atau jasa diperoleh dengan menetapkan biaya total ke banyak unit output yang identik atau serupa. Biaya unit dihitung dengan membagi total biaya yang dikeluarkan oleh jumlah unit output dari proses produksi. Setiap unit menerima biaya bahan langsung yang sama atau serupa, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead manufaktur.

 

Job Costing vs Process Costing

Dalam sistem job-costing, pekerjaan individu menggunakan jumlah sumber daya yang berbeda-beda, jadi akan salah jika membebankan setiap pekerjaan dengan biaya produksi rata-rata yang sama. Sebaliknya, ketika unit produk atau layanan identik atau serupa diproduksi secara massal, process costing digunakan untuk menghitung biaya produksi rata-rata untuk semua unit yang diproduksi.

 

Kategori Biaya Harga Pokok Proses

Sistem harga pokok proses memisahkan biaya ke kategori biaya sesuai dengan biaya yang dikeluarkan ke dalam proses.

  1. Bahan baku langsung biasanya ditambahkan pada awal proses produksi, atau pada saat mulai bekerja di departemen berikutnya di jalur perakitan.
  2. Biaya konversi umumnya ditambahkan sama sepanjang proses produksi.

 

Lima Langkah Alokasi Harga Pokok Proses

Berikut ini merupakan lima langkah dalam mengalokasikan biaya dengan sistem harga pokok proses:

  1. Ringkaskan aliran unit output fisik.
  2. Hitung output dalam satuan ekuivalen.
  3. Ringkaskan total biaya yang harus dibayar.
  4. Hitung biaya per unit ekuivalen.
  5. Tetapkan total biaya ke unit yang diselesaikan dan ke unit dalam barang dalam proses akhir.

 

Unit Ekuivalen

Jumlah turunan dari unit output itu membawa jumlah setiap masukan dalam unit selesai dan dalam unit barang dalam proses yang belum selesai dan mengonversi jumlah input ke dalam jumlah unit keluaran selesai yang dapat diproduksi dengan jumlah masukan tersebut. Dihitung secara terpisah untuk setiap masukan. (bahan langsung dan biaya konversi). Saat menghitung unit ekuivalen di langkah 2, fokuskan pada jumlah dan mengabaikan jumlah dolar sampai unit ekuivalen dihitung.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Harga Pokok Proses, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Harga Pokok Proses

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Harga Pokok Pesanan

Metode harga pokok pesanan adalah suatu metode pengumpulan biaya produksi untuk menentukan harga pokok produk pada perusahaan yang menghasilkan produk atas dasar pesanan. Tujuan dari penggunaan metode harga pokok pesanan adalah untuk menentukan harga pokok produk dari setiap pesanan baik harga pokok secara keseluruhan dari tiap-tiap pesanan maupun untuk persatuan. Dalam metode ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan harga pokok produksi per satuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Harga Pokok Pesanan.

Terminologi Biaya
  • Objek biaya (cost object) adalah sesuatu yang menjadi ukuran biaya yang diinginkan
  • Biaya langsung dari objek biaya adalah biaya yang dapat ditelusuri ke objek biaya itu secara mudah.
  • By. tidak langsung dari objek biaya adalah biaya yang tidak dapat dilacak dengan cara yang mudah.
  • Cost pool adalah pengelompokan item biaya tidak langsung perorangan
  • Dasar alokasi biaya (cost allocation base) adalah cara sistematis untuk menghubungkan biaya tidak langsung atau kelompok biaya tidak langsung ke objek biaya

 

Sistem Biaya
  • Dalam sistem harga pokok pesanan (job costing system), objek biaya adalah unit atau beberapa unit dari produk atau layanan yang berbeda yang kita sebut pekerjaan. Setiap pekerjaan umumnya menggunakan jumlah sumber daya yang berbeda.
  • Dalam sistem harga pokok proses (process costing system) objek biaya adalah massa dari unit produk atau jasa yang identik atau serupa. Pada jenis sistem ini, kita membagi total biaya untuk memproduksi produk atau jasa yang identik atau serupa dengan jumlah total unit yang dihasilkan untuk mendapatkan biaya per unit.

 

Pendekatan Biaya
  • Metode Alokasi Biaya Aktual: Biaya tidak langsung berdasarkan tingkat biaya tidak langsung aktual yang sering terjadi pada konsumsi aktivitas aktual.
  • Alokasi Biaya Normal: Biaya tidak langsung berdasarkan tingkat biaya tidak langsung yang dianggarkan pada aktivitas konsumsi aktual.
  • Kedua metode tersebut mengalokasikan biaya langsung ke objek biaya dengan cara yang sama: dengan menggunakan tarif langsung aktual yang aktual dari perkiraan konsumsi aktual.

 

7 Langkah Harga Pokok Pesanan
  1. Identifikasi pekerjaan yang merupakan objek biaya yang dipilih.
  2. Identifikasilah biaya langsung pekerjaan.
  3. Pilih basis alokasi biaya yang akan digunakan untuk mengalokasikan biaya tidak langsung ke pekerjaan.
  4. Identifikasi biaya tidak langsung yang terkait dengan setiap basis alokasi biaya. (Tentukan pool biaya yang sesuai yang diperlukan)
  5. Hitunglah Tarif per Unit dari setiap basis alokasi biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya tidak langsung ke pekerjaan (biaya normal, jadi gunakan nilai yang dianggarkan)
  6. Hitunglah biaya tidak langsung yang dialokasikan untuk pekerjaan itu
  7. Hitung total biaya pekerjaan dengan menambahkan semua biaya langsung dan tidak langsung.

 

Harga Pokok Pesanan Pada Sektor Jasa
  • Job costing sering dikaitkan dengan sektor manufaktur namun juga sangat berguna dalam organisasi jasa.
  • Di sebuah kantor akuntan, misalnya, manajemen mungkin ingin menentukan biaya untuk setiap audit. Dalam hal ini, setiap audit akan menjadi pekerjaan dan biaya akan ditelusuri atau dialokasikan dengan tepat untuk itu.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Harga Pokok Pesanan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Harga Pokok Pesanan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Anggaran Utama dan Akuntansi Pertanggungjawaban

Dalam suatu organisasi bisnis terdapat sejumlah aktivitas berbeda yang jalan secara bersamaan, seperti penjualan, produksi, pembelian, distribusi, dan pendanaan. Semua aktivitas tersebut saling berkaitan sehingga akan mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Dengan demikian, perencanaan bagi seluruh organisasi sangat diperlukan. Anggaran merupakan bentuk perencanaan dalam suatu organisasi agar dalam melaksanakan aktivitas dapat terukur dengan jelas. Dari perencanaan tersebut nantinya akan dilakukan pertanggungjawaban. Akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting) merupakan istilah yang digunakan dalam menjelaskan akuntansi perencanaan serta pengukuran dan evaluasi kinerja organisasi sepanjang garis pertanggungjawaban. Garis pertanggungjawaban ini meliputi pendapatan serta biaya-biaya yang diakumulasikan dan dilaporkan oleh pusat pertanggungjawaban. Pusat pertanggungjawaban merupakan bagian dalam organisasi yang diakumulasikan secara menyeluruh untuk kepentingan pencatatan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Anggaran Utama dan Akuntansi Pertanggungjawaban.

Definisi Anggaran

Anggaran adalah pernyataan kuantitatif dari rencana tindakan yang diusulkan oleh manajemen untuk periode tertentu. Budget (anggaran) adalah bantuan untuk mengkoordinasikan apa yang perlu dilakukan untuk melaksanakan rencana tersebut. Anggaran umumnya mencakup aspek keuangan dan non keuangan dan berfungsi sebagai blueprint bagi perusahaan untuk mengikuti periode yang akan datang.

 

Fungsi Anggaran
  • Mengomunikasikan arah dan tujuan ke berbagai departemen perusahaan untuk membantu mereka mengkoordinasikan tindakan yang harus mereka kejar untuk memuaskan pelanggan dan berhasil di pasar.
  • Mengukur kinerja dengan mengukur hasil keuangan terhadap tujuan, aktivitas, dan jadwal yang direncanakan untuk mengetahui potensi masalah.
  • Memotivasi karyawan untuk mencapai tujuannya

 

Rencana Strategis Dan Rencana Operasi

Untuk mengembangkan strategi yang berhasil, para manajer harus mempertimbangkan pertanyaan seperti berikut ini :

  1. Apa tujuan kita?
  2. Bagaimana kita menciptakan nilai bagi pelanggan sementara membedakan diri dari pesaing kita?
  3. Apakah pasar untuk produk kita lokal, regional, nasional atau global?
  4. Tren apa yang mempengaruhi pasar kita?
  5. Struktur organisasi dan keuangan apa yang paling sesuai untuk kita?
  6. Apa saja risiko dan peluang strategi alternatif dan rencana kontinjensi kita jika rencana pilihan kita gagal?

 

Siklus Penganggaran
  1. Sebelum memulai tahun fiskal, para manajer di semua tingkat memperhitungkan kinerja masa lalu, umpan balik pasar, mengantisipasi perubahan di masa depan dan indikator lainnya untuk memulai rencana untuk periode berikutnya.
  2. Manajer senior memberi manajer bawahan kerangka acuan untuk membandingkan hasil aktual.
  3. Manajer dan akuntan manajemen menyelidiki penyimpangan dari rencana tersebut.

 

Keuntungan Anggaran
  • Mempromosikan koordinasi dan komunikasi antar subunit di dalam perusahaan.
  • Menyediakan kerangka kerja untuk menilai kinerja dan memfasilitasi pembelajaran.
  • Memotivasi manajer dan karyawan lainnya.

 

Tantangan Dalam Mengelola Anggaran
  • Manajer puncak menginginkan manajer tingkat rendah untuk berpartisipasi dalam proses penganggaran karena mereka memiliki pengetahuan khusus tentang pengelolaan sehari-hari, namun …
  • Proses penganggaran memakan waktu, dan
  • Dukungan manajemen tingkat atas sangat penting

 

Penganggaran & Akuntansi Pertanggungjawaban

Pusat pertanggungjawaban yaitu bagian, segmen, atau subunit dari sebuah organisasi yang manajernya bertanggung jawab atas seperangkat aktivitas tertentu. Akuntansi pertanggungjawaban yaitu sistem yang mengukur rencana, anggaran, tindakan, dan hasil aktual dari setiap pusat tanggung jawab. Umumnya, kita menentukan 4 tingkat pusat tanggung jawab.

 

Jenis Pusat Pertanggungjawaban
  1. Biaya – bertanggungjawab untuk biaya saja
  2. Pendapatan – bertanggung jawab atas pendapatan saja
  3. Laba – bertanggung jawab atas pendapatan dan biaya
  4. Investasi – bertanggung jawab atas investasi, pendapatan, dan biaya

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Anggaran Utama dan Akuntansi Pertanggungjawaban, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Anggaran Utama dan Akuntansi Pertanggungjawaban

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Pengambilan Keputusan dan Informasi Relevan

Dalam penyusunan perencanaan ataupun pengambilan keputusan seorang manajer memerlukan informasi – informasi yang relevan untuk meminimalisir resiko yang mungkin timbul dari perencanaan atau keputusan yang telah dibuat. Oleh karena itu seorang pengolah informasi atau akuntan harus dapat menyajikan informasi – informasi yang relevan dan berkualitas. Informasi yang disajikan dalam akuntansi manajemen ini merupakan informasi utama yang dimiliki perusahaan. Informasi ini sangat berperan dalam pembuatan keputusan bagi manajer, karena manajer merupakan pimpinan dan peserta aktif dalam proses perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Pengambilan Keputusan dan Informasi Relevan.

Model Keputusan

Model keputusan adalah metode formal untuk membuat pilihan, seringkali melibatkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Manajer sering menggunakan beberapa variasi Lima Langkah Proses Pengambilan Keputusan.

 

Relevan
  • Informasi yang relevan memiliki dua karakteristik: Terjadi di masa depan dan Berbeda di antara alternatif tindakan.
  • Biaya yang Relevan – biaya masa depan yang diharapkan
  • Pendapatan yang Relevan – mengharapkan pendapatan di masa depan
  • Biaya historis adalah biaya masa lalu yang tidak relevan dengan pengambilan keputusan. Disebut juga Sunk Costs (Biaya terpendam)

 

Jenis-Jenis Informasi
  • Faktor kuantitatif adalah hasil yang dapat diukur secara numerik
  • Sedangkan faktor kualitatif adalah hasil yang sulit diukur secara akurat dalam istilah numerik, seperti kepuasan. Sama pentingnya dengan faktor kuantitatif walaupun ukurannya sulit diukur

 

Terminologi
  • Biaya Inkremental yaitu biaya total tambahan yang dikeluarkan untuk suatu aktivitas
  • Pendapatan Inkremental yaitu- jumlah pendapatan tambahan dari suatu kegiatan.
  • Biaya Diferensial yaitu perbedaan total biaya antara dua alternatif.
  • Pendapatan Diferensial yaitu perbedaan total pendapatan antara dua alternative.

 

One-Time-Only Special Orders
  • Menerima atau menolak pesanan khusus bila ada kapasitas produksi menganggur dan pesanan khusus tidak memiliki implikasi jangka panjang
  • Aturan Keputusan: apakah pesanan khusus menghasilkan pendapatan operasional tambahan?
    • Ya – terima
    • Tidak – tolak
  • Membandingkan pendapatan yang relevan dan biaya yang relevan untuk menentukan profitabilitas

 

Insourcing vs Outsourcing
  • Insourcing – memproduksi barang atau jasa dalam suatu organisasi
  • Outsourcing – membeli barang atau jasa dari vendor luar
  • Juga disebut keputusan “Membuat atau Beli”
  • Aturan Keputusan: Pilih opsi yang akan memberi perusahaan biaya terendah, dan karena itu keuntungan tertinggi.

 

Biaya Peluang (Opportunity Costs)
  • Opportunity Cost adalah kontribusi terhadap pendapatan operasional yang dilupakan dengan tidak menggunakan sumber daya terbatas untuk penggunaan alternatif berikutnya
    • “Berapa banyak keuntungan yang perusahaan ‘hilangkan’ dengan tidak memilih alternatif ini?”
  • Jenis Khusus Biaya Peluang: Holding Cost for Inventory. Dana yang diikat dalam persediaan tidak tersedia untuk investasi di tempat lain

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Pengambilan Keputusan dan Informasi Relevan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Pengambilan Keputusan dan Informasi Relevan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Menentukan Perilaku Biaya

Penggolongan biaya sesuai dengan perilaku biaya merupakan faktor kunci yang sangat penting didalam menaksir biaya masa depan dan bermanfaat untuk pengambilan keputusan. Pembahasan mengenai perilaku biaya umumnya dihubungkan dengan faktor – faktor yang mempengaruhi perubahan suatu biaya. Terdapat tiga faktor penting yang mempengaruhi perilaku biaya. Setiap faktor saling berkaitan antara faktor yang satu dengan yang lainnya. Ketiga faktor yang mempengaruhi biaya tersebut adalah: Pengaruh manajemen terhadap biaya, Karakteristik biaya dihubungkan dengan keluarannya, dan Pengaruh perubahan volume kegiatan terhadap biaya. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Menentukan Perilaku Biaya.

Fungsi Biaya dan Terminologi Biaya
  • Fungsi biaya adalah representasi matematis tentang bagaimana perubahan biaya dengan perubahan tingkat aktivitas yang berkaitan dengan biaya tersebut
  • Biaya Variabel adalah biaya yang berubah total sehubungan dengan beberapa aktivitas atau keluaran yang dipilih
  • By. Tetap adalah biaya yang tidak berubah total sehubungan dengan beberapa aktivitas atau keluaran yang dipilih
  • Biaya Campuran adalah biaya yang memiliki komponen tetap dan variabel; juga disebut biaya semivariabel

 

Asumsi Fungsi Biaya
  1. Variasi tingkat aktivitas tunggal (cost driver) menjelaskan variasi biaya total terkait
  2. Perilaku biaya didekati dengan fungsi biaya linier dalam kisaran yang relevan
  • Secara grafis, total biaya versus tingkat aktivitas tunggal yang terkait dengan biaya tersebut adalah garis lurus dalam rentang yang relevan

 

Kriteria Klasifikasi Biaya Variabel & Tetap
  1. Pilihan Objek Biaya – objek yang berbeda dapat menghasilkan klasifikasi biaya yang sama
  2. Time Horizon – semakin lama periode, semakin besar kemungkinan biayanya akan bervariasi
  3. Rentang yang Relevan – perilaku hanya dapat ditebak dalam rangkaian aktivitas ini

 

Sebab & Akibat Tentang Cost Drivers
  • Masalah yang paling penting dalam memperkirakan fungsi biaya adalah menentukan apakah ada hubungan sebab-akibat antara tingkat aktivitas dan biaya yang berkaitan dengan tingkat aktivitas tersebut.
  • Hubungan sebab-akibat mungkin timbul sebagai akibat dari: Hubungan fisik antara tingkat aktivitas dan biaya
  • Perjanjian kontraktual, Pengetahuan tentang operasi.
  • Catatan: korelasi tinggi (hubungan) antara aktivitas dan biaya tidak selalu berarti kausalitas

 

Metode Estimasi Biaya
  1. Rekayasa Industri
  2. Konferensi
  3. Analisis Akun
  4. Metode Analisis Kuantitatif: Metode Tinggi Rendah (High-Low Method) dan Metode Regresi (Regression Analysis)

 

Jenis Kurva Pembelajaran (Learning Curves)
  • Cumulative Average-Time Learning Model – waktu rata-rata kumulatif per unit menurun menurut persentase konstan setiap kali kuantitas kumulatif unit diproduksi ganda
  • Incremental Unit-Time Learning Model – waktu tambahan yang diperlukan untuk menghasilkan unit terakhir menurun dengan persentase konstan setiap kali jumlah kumulatif unit yang diproduksi ganda

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Menentukan Perilaku Biaya, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Menentukan Perilaku Biaya

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Produk Gabungan dan Produk Sampingan

Berkembangnya industri akan selalu memunculkan produk-produk baru. Perusahaan akan selalu berusaha menciptakan produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Akibatnya suatu perusahaan  tidak hanya memproduksi satu produk tetapi beragam produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Seringkali kita jumpai pengolahan satu atau beberapa bahan baku dalam satu proses produksi, dapat menghasilkan beberapa barang jadi. Dalam perusahaan semacam ini, karena beberapa produk yang dihasilkan bersasal dari proses pengolahan bahan baku yang sama, timbul masalah pengalokasian biaya bersama (joint cost) kepada beberapa produk yang dihasilkan tersebut. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Produk Gabungan dan Produk Sampingan.

Terminologi Biaya Bersama

Biaya Bersama yaitu biaya proses produksi tunggal yang menghasilkan beberapa produk secara bersamaan. Titik pisah batas adalah tempat dalam proses produksi gabungan dimana dua atau lebih produk dapat diidentifikasi secara terpisah. Biaya Terpisah yaitu semua biaya yang dikeluarkan di luar titik pisah batas yang dapat dialihkan ke masing-masing produk spesifik yang dapat dikenali sekarang

 

Produk

Kategori output proses gabungan : Output dengan nilai penjualan positif dan Output dengan nilai penjualan nol.

Produk adalah output dengan nilai penjualan positif, atau output yang memungkinkan perusahaan menghindari biaya yang timbul. Nilai bisa tinggi atau rendah.

Produk Utama (Main product) merupakan output dari proses produksi gabungan yang menghasilkan satu produk dengan nilai penjualan tinggi dibandingkan dengan nilai penjualan dari output lainnya. Joint Product (Produk Gabungan) yaitu output dari proses produksi gabungan yang menghasilkan dua atau lebih produk dengan nilai penjualan tinggi dibandingkan dengan nilai penjualan dari output lainnya. Produk sampingan (By product) yaitu output dari proses produksi gabungan yang memiliki nilai penjualan rendah dibandingkan dengan nilai penjualan dari output lainnya.

 

Metode Alokasi Biaya Bersama
  • Ukuran Fisik yaitu mengalokasikan menggunakan atribut nyata dari produk, seperti pound, galon, tong, dll.
  • Dasar pasar yaitu mengalokasikan menggunakan data yang berasal dari pasar (dollar):
    1. Nilai penjualan di titik pisah batas
    2. Nilai realisasi bersih (net realizable value / NRV)
    3. Constant Gross Margin percentage NRV

 

Pemilihan Metode
  • Jika harga jual di titik pisah batas tersedia, gunakan Metode Nilai Penjualan Pada Titik Pisah Batas
  • Gunakan Metode NRV, jika harga jual di titik pisah batas tidak tersedia,
  • Jika kesederhanaan adalah pertimbangan utama, Metode Pengukuran Fisik atau Metode Constant Gross-Margin dapat digunakan
  • Meskipun demikian, beberapa perusahaan memilih untuk tidak mengalokasikan biaya bersama sama sekali

 

Keputusan Menjual atau Memproses Lebih Lanjut
  • Dalam keputusan menjual atau memproses lebih lanjut , biaya gabungan tidak relevan. Produk gabungan telah diproduksi, dan sebuah keputusan prospektif harus dibuat: untuk segera menjual atau memproses lebih lanjut dan menjualnya nanti
  • Joint Cost (Biaya Gabungan) merupakan sunk cost.
  • Biaya Terpisah perlu dievaluasi untuk relevansi secara terpisah.

 

Produk Sampingan

Dua metode untuk menghitung produk sampingan:

  • Metode Produksi yaitu mengakui persediaan produk sampingan pada saat dibuat, dan penjualan dan biaya pada saat penjualan
  • Menggunakan metode Penjualan yaitu tidak mengakui persediaan produk sampingan, dan hanya mengakui penjualan pada saat penjualan: biaya sampingan tidak dilacak secara terpisah.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Produk Gabungan dan Produk Sampingan, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Produk Gabungan dan Produk Sampingan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Overhead Pabrik & Pengendalian Manajemen

Penganggaran adalah penciptaan suatu rencana kegiatan yang dinyatakan dalam ukuran keuangan. Penganggaran memainkan peran penting di dalam perencanaan, pengendalian, dan pembuatan keputusan. Anggaran juga untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi. Penganggaran merupakan salah satu jenis perencanaan. Pada kenyataannya jarang sekali pengeluaran biaya produksi sesungguhnya sama dengan standar. Pada umumnya terdapat perbedaan antara biaya  standar dengan pelaksanaan, yang disebut sebagai selisih atau varians. Selisih adalah perbedaan antara biaya menurut standar (anggaran) dengan biaya aktual (yang sesungguhnya terjadi). Selisih merupakan petunjuk tentang adanya ketidak tepatan, sehingga manajemen perlu menganalisis penyebab terjadinya selisih. Jika pelaksanaan sesungguhnya menyimpang terus-menerus dari standar dengan jenis penyimpangan yang sama, maka bisa jadi terdapat ketidak tepatan dalam standarnya. Namun jika penyimpangan tersebut tidak terjadi terus menerus dan dengan pola yang berbeda-beda, berarti terjadi kesalahan dalam pelaksanaan (biaya aktual). Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Overhead Pabrik & Pengendalian Manajemen.

Merencanakan Overhead Tetap Dan Variabel

Untuk secara efektif merencanakan biaya overhead variabel, manajer harus berfokus pada kegiatan yang memberi nilai tambah dan menghilangkan yang tidak. Perencanaan overhead tetap serupa – rencana hanya untuk kegiatan esensial dan rencanakan untuk seefisien mungkin.

 

Perhitungan Biaya Standar

Merupakan sistem penetapan biaya yang menelusuri biaya langsung ke output dengan mengalikan harga standar atau tingkat dengan jumlah input standar yang diperbolehkan untuk output aktual yang dihasilkan. Mengalokasikan biaya overhead berdasarkan tingkat biaya overhead standar selama jumlah standar dari basis alokasi memungkinkan keluaran aktual yang dihasilkan.

 

Mengembangkan Tarif Overhead Variabel yang Dianggarkan

Langkah-langkah yang harus diikuti dalam mengembangkan variabel yang dianggarkan adalah:

  1. Pilihlah periode yang akan digunakan untuk anggaran.
  2. Pilih basis alokasi biaya untuk digunakan dalam mengalokasikan biaya overhead variabel ke output yang dihasilkan.
  3. Identifikasi biaya overhead variabel yang terkait dengan setiap basis alokasi biaya.
  4. Hitunglah tingkat per unit dari setiap basis alokasi biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead variabel ke output yang dihasilkan.

 

Varians Overhead Variabel Anggaran Fleksibel

Mengukur perbedaan antara biaya overhead variabel aktual yang dikeluarkan dan jumlah overhead variabel anggaran fleksibel. Varians ini dapat dipecah menjadi Varians efisiensi overhead variabel dan Varians pengeluaran overhead variabel.

 

Varians Efisiensi Overhead Variabel

Merupakan selisih antara jumlah sebenarnya dari dasar alokasi biaya overhead variabel yang digunakan dan jumlah anggaran dasar biaya overhead alokasi yang diijinkan memungkinkan output aktual X variabel biaya overhead yang dianggarkan per unit dari alokasi biaya mendasarkan.

Varians Pengeluaran Overhead Variabel

Merupakan perbedaan antara biaya overhead variabel aktual dan yang dianggarkan per unit basis alokasi biaya, dikalikan dengan jumlah aktual basis alokasi biaya overhead variabel yang digunakan.

 

Mengembangkan Tarif Overhead Tetap Dianggarkan

Proses pengembangan tarif overhead tetap yang dianggarkan sama dengan perhitungan tarif overhead variabel yang dianggarkan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Pilihlah periode yang akan digunakan untuk anggaran.
  2. Pilih dasar alokasi biaya untuk digunakan dalam mengalokasikan biaya overhead tetap ke output yang dihasilkan.
  3. Identifikasi biaya overhead tetap yang terkait dengan setiap dasar alokasi biaya.
  4. Hitunglah tarif per unit dari setiap dasar alokasi biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead tetap ke output yang dihasilkan.

 

Varians Overhead Tetap

Varians anggaran fleksibel overhead tetap adalah selisih antara biaya overhead tetap aktual dan biaya overhead tetap dalam anggaran fleksibel. Var. pengeluaran overhead tetap sama dengan Varians anggaran fleksibel overhead tetap

 

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Overhead Pabrik & Pengendalian Manajemen, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Anggaran Fleksibel, Varians Biaya Overhead Pabrik & Pengendalian Manajemen

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Pengantar Akuntansi Biaya

Setiap bidang kegiatan produksi pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan tersebut. Umumnya tujuan utama suatu perusahaan adalah mendapatkan laba atau keuntungan yang besar. Setiap kegiatan produksi membutuhkan biaya produksi karena biaya produksi ditujukan untuk memperoleh nilai ekonomis produk yang lebih tinggi. Oleh karena itu, setiap perusahaan membutuhkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Bidang akuntansi yang mencakup hal tersebut merupakan akuntansi biaya. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Pengantar Akuntansi Biaya.

Gambaran Ilmu Akuntansi
  • Akuntansi manajemen mengukur, menganalisis, dan melaporkan informasi keuangan dan non keuangan untuk membantu manajer dalam membuat keputusan untuk mencapai tujuan organisasi. Akuntansi manajemen tidak mengikuti GAAP.
  • Ak. keuangan berfokus pada pelaporan kepada pengguna eksternal termasuk investor, kreditur, bank, pemasok, dan pemerintah. Laporan keuangan harus berdasarkan GAAP.
  • Akuntansi biaya – mengukur, menganalisis dan melaporkan informasi keuangan dan non keuangan yang terkait dengan biaya perolehan atau penggunaan sumber daya dalam sebuah organisasi.
  • Saat ini, kebanyakan profesional akuntansi mengambil posisi bahwa informasi biaya adalah bagian dari akuntansi manajemen; Oleh karena itu, perbedaan antara keduanya tidak jelas.

 

Strategi dan Akuntansi Manajemen

Strategi menentukan bagaimana sebuah organisasi menyesuaikan kemampuannya dengan peluang di pasar. Ada dua strategi yang luas: kepemimpinan biaya (cost leadership) atau diferensiasi produk (product differentiation). Manajemen biaya strategis menjelaskan manajemen biaya yang secara khusus berfokus pada isu-isu strategis.

Akuntansi manajemen membantu menjawab pertanyaan penting seperti :

  • Siapa pelanggan terpenting kita, dan bagaimana kita bisa bersaing dan memberi nilai pada mereka?
  • Produk pengganti apa yang ada di pasaran, dan bagaimana produk itu berbeda dari produk kita?
  • Apa kemampuan kita yang paling kritis?
  • Akankah dana yang mencukupi tersedia untuk mendanai strategi tersebut atau akankah dana tambahan perlu ditingkatkan?

 

Akuntansi Manajemen dan Nilai

Menciptakan nilai merupakan bagian penting dalam perencanaan dan implementasi strategi. Nilai adalah kegunaan keuntungan pelanggan dari produk atau layanan perusahaan. Seluruh pengalaman pelanggan menentukan nilai yang diperoleh pelanggan dari sebuah produk.

Rantai nilai adalah urutan fungsi bisnis di mana produk dibuat lebih bermanfaat bagi pelanggan. Rantai nilai terdiri dari:

  1. Penelitian & pengembangan
  2. Desain Produk dan Proses
  3. Produksi
  4. Pemasaran
  5. Distribusi
  6. Pelayanan pelanggan

 

Analisis Rantai Pasokan

Produksi dan Distribusi adalah bagian dari rantai nilai yang terkait dengan produksi dan pengiriman produk atau layanan. Kedua fungsi ini bersama-sama dikenal sebagai Rantai Pasokan (Supply Chain). Rantai pasokan menggambarkan arus barang, layanan dan informasi dari sumber awal bahan, layanan, dan informasi sampai pengirimannya terlepas dari apakah aktivitas tersebut terjadi dalam satu organisasi atau di beberapa organisasi.

 

Sarbanes Oxley Act (SOX)

Undang-undang Sarbanes-Oxley disahkan pada tahun 2002 sebagai tanggapan atas serangkaian skandal korporat. Tindakan ini berfokus pada peningkatan :

  1. Pengendalian internal
  2. Tata kelola perusahaan
  3. Pemantauan manajer
  4. Pengungkapan praktik perusahaan publik

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Pengantar Akuntansi Biaya, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Pengantar Akuntansi Biaya

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training