• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Blog

Biaya Modal (Cost of Capital)

Biaya Modal (Cost of Capital)

Pengertian Biaya Modal

Biaya modal (Cost of Capital) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yg berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, dan laba ditahan untuk mendanai suatu investasi atau operasi perusahaan.

Penentuan besarnya biaya modal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa besarnya biaya riil yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh dana yang diperlukan.

Fungsi Biaya Modal

  1. Terkait dengan pajak yg dikenakan pd perusahaan : Biaya modal yang dikenakan pada modal pinjaman berbeda dg biaya modal dari modal sendiri.
  2. Sebagai Discount Rate : Untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu usulan investasi yaitu dengan membandingkan tingkat keuntungan (rate of return) dari usulan investasi tsb dengan biaya modalnya.

Jenis-Jenis Biaya Modal

Biaya Modal Individual

  • Biaya Modal Hutang Jangka Pendek : Hutang jangka pendek (hutang lancar) mrp hutang yg jangka waktu pengembaliannya kurang dr 1 tahun, yang terdiri dari hutang perniagaan (trade account payable), hutang wesel & kredit jk pendek dr bank.
  • Biaya Modal Hutang JK Panjang : Pada dasarnya biaya penggunaan hutang jangka panjang (cost of debt) yang biasanya berasal dari obligasi (cost of bond).
  • Biaya Modal Saham Preferen (cost of preferred stock atau kp) : Adalah biaya riil yang harus dibayar jika perusahaan menggunakan dana dg menjual saham preferen. kp diperhitungkan sebesar tingkat keuntungan yang disyaratkan (required rate of return) oleh investor pemegang saham preferen, Artinya tingkat keuntungan yang diharapkan oleh investor merupakan biaya yang harus ditanggung emiten.
  • Biaya Modal Saham Biasa dan Laba Ditahan atau Biaya Modal Sendiri (equitas atau ke) : Merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan yang memperoleh dana dengan menjual saham biasa atau menggunakan laba ditahan untuk investasi.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai biaya modal bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Biaya Modal

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Biaya Modal (Cost of Capital)

Hubungi Customer Service kami

Risk & Return

Risk and Return

Risk and Return

Risk (Risiko)

Risiko menurut Jorion adalah tingkat potensi kerugian yang timbul karena perolehan hasil investasi yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan. Risiko dapat dikatakan sebagai suatu peluang terjadinya kerugian atau kehancuran. Lebih luas, risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya hasil yang tidak diinginkan atau berlawanan dari yang diinginkan. Dalam industri keuangan pada umumnya, terdapat suatu jargon “high risk bring about high return”, artinya jika ingin memperoleh hasil yang lebih besar, akan dihadapkan pada risiko yang lebih besar pula.

Berbicara mengenai investasi, seorang investor dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:

Risk Seeker / Agresif

Investor tipe 1 / Risk Seeker : Tipe Investor yang lebih berani mengambil risiko untuk menghasilkan keuntungan yang lebih  besar / imbal hasil tinggi. Investor tipe 1 ini bersedia berinvestasi pada produk-produk pasar modal dan perdagangan berjangka.

Risk Neutral / Moderat

Investor tipe 2 / Risk Neutral: Investor yang berharap kenaikan tingkat pengembalian yang sama untuk setiap kenaikan risiko. Intinya investor risk neutral cenderung memilih produk-produk investasi yang dapat mengembangkan uangnya (peningkatan imbal hasil).

Risk Averter / Konservatif

Investor tipe 3 / Risk Averter: Tipe investor ketiga adalah investor yang berusaha menjauhi risiko. Tujuan utama investor tipe risk averter adalah menjaga nilai uangnya agar tidak kebalap dengan inflasi (keamanan modal)

Return (Tingkat Pengembalian)

Return atau pengembalian adalah keuntungan yang akan di dapat pada masa yang akan datang. Pengembalian (return) adalah kompensasi dari adanya inflasi (kenaikan harga-harga barang).

Pengembalian (return) investasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu return yang diharapkan (expected return) dan return yang sebenarnya (realized return).

  • Tingkat Pengembalian yang Diharapkan (Expected Return) : Tingkat pengembalian di masa depan yang diharapkan oleh investor.
  • Tingkat Pengembalian yang Sebenarnya (Realized Return) : Tingkat pengembalian actual atau tingkat pengembalian yang sebenarnya diterima oleh investor

Hubungan Risiko dan Tingkat Pengembalian

Risk and return adalah kondisi yang dialami oleh perusahaan, institusi, dan individu dalam keputusan investasi yaitu, baik kerugian maupun keuntungan dalam suatu periode akuntansi. Hubungan antara risiko dengan tingkat pengembalian adalah:

  • Bersifat linear atau searah.
  • Semakin tinggi tingkat pengembalian maka semakin tinggi pula risiko.
  • Semakin besar asset yang kita tempatkan dalam keputusan investasi maka semakin besar pula risiko yang timbul dari investasi tersebut.
  • Kondisi linear hanya mungkin terjadi pada pasar yang bersifat normal.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai risk and return bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Risk and Return

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training, lembaga pelatihan sdm, lembaga training sdm, konsultan pelatihan sdm,training sumber daya manusia


Untuk Informasi In-House Training
Risk and Return

Hubungi Customer Service kami

 

Time Value of Money

Pengertian Time Value of Money

Time value of money atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai waktu uang adalah merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih berharga dari pada nilai uang masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaaan waktu.

Dalam memperhitungkan, baik nilai sekarang maupun nilai yang akan datang maka kita harus mengikutkan panjangnya waktu dan tingkat pengembalian maka konsep time value of money sangat penting dalam masalah keuangan baik untuk perusahaan, lembaga maupun individu. Dalam perhitungan uang, nilai Rp. 1.000 yang diterima saat ini akan lebih bernilai atau lebih tinggi dibandingkan dengan Rp. 1.000 yang akan diterima dimasa akan datang. Hal tersebut sangat mendasar karena nilai uang akan berubah menurut waktu yang disebabkan banyak factor yang mempengaruhinya seperti.adanya inflasi, perubahan suku bunga, kebijakan pemerintah dalam hal pajak, suasana politik, dll.

Sebagai contoh, bila anda memiliki uang Rp 100 sekarang dan anda mendapatkan bunga 5% setahun, maka dalam waktu 1 tahun nilai uang anda akan menjadi Rp 105. Artinya, nilai uang Rp 100 yang anda dapatkan sekarang akan bernilai sama dengan Rp 105 bila anda dapatkan tahun depan atau bisa dikatakan nilai masa depan (future value) uang Rp 100 anda yang diinvestasikan dengan imbal balik 5% pertahun adalah Rp 105.

Metode yang Digunakan

Future Value (nilai yang akan datang)

Adalah nilai uang dimasa yang akan datang dari uang yang diterima atau dibayarkan pada masa sekarang dengan memperhitungkan tingkat bunga setiap periode selama jangka waktu tertentu

Present Value (nilai sekarang)

Adalah nilai uang sekarang yang akan diperoleh atau dibayar dimasa yang akan datang dengan tingakat suku bunga tertentu pada setiap periode.

Annuity (Anuitas)

Anuitas terjadi apabila dalam jangka waktu tertentu aliran kas lebih dari satu kali dan terjadi secara periodik dengan interval yang sama. Anuitas ada dua macam, yaitu :

  • —Annuity Ordinary : jika aliran kas lebih dari sekali terjadi pada setiap akhir periode selama jangka waktu tertentu.
  • —Annuity Due : jika aliran kas lebih dari sekali terjadi pada setiap awal periode selama jangka waktu tertentu.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai time value of money bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Time Value of Money

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Time Value of Money

Hubungi Customer Service kami

Konsep Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan atau aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja, menggunakan atau mengalokasikan dana, dan mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan utama perusahaan.

Fungsi Manajemen Keuangan

Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan:

  1. Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
  3. Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
  4. Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
  5. Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
  6. Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
  7. Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
  8. Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi.

Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Melakukan pengawasan atas biaya
  2. Menetapkan kebijaksanaan harga
  3. Meramalkan laba yang akan datang
  4. Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan utama Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai yang dimiliki perusahaan atau memberikan nilai tambah terhadap asset yang dimiliki oleh pemegang saham.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan terdiri dari:

  1. Keputusan Pendanaan, meliputi kebijakan manajemen dalam pencarian dana perusahaan, misalnya kebijakan menerbitkan sejumlah obligasi dan kebijakan hutang jangka pendek dan panjang perusahaan yang bersumber dari internal maupun eksternal perusahaan.
  2. Keputusan Investasi, Kebijakan penanaman modal perusahaan kepada aktiva tetap atau Fixed Assets seperti gedung, tanah, dan peralatan atau mesin, maupun aktiva finansial berupa surat-surat berharga misalnya saham dan obligasi atau aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
  3. Keputusan Pengelolaan Aset, Kebijakan pengelolaan aset yang dimiliki secara efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.

Untuk materi selengkapnya tentang konsep manajemen keuangan, bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Konsep Manajemen Keuangan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Konsep Manajemen Keuangan

Hubungi Customer Service kami

Strategi Saluran Distribusi

Strategi Saluran Distribusi

Saluran distribusi suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri. Suatu perusahaan perlu melaksanakan fungsi distribusi dikarenakan pendistribusian merupakan salah satu proses pada perusahaan dalam penyetokan barang atau penawaran produknya ke pasar. Dan pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa kepada konsumen sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan). Tujuan dari penggunaan perantara adalah perantara memanfaatkan tingkat kontak atau hubungan, pengalaman, spesialisasi, dan skala operasi mereka dalam menyebar luaskan produk sehingga dapat mencapai pasar sasaran secara efektif dan efisien.

Strategi Distribusi

Secara garis besar terdapat enam macam strategi distribusi yang dapat digunakan, yaitu :

  • Strategi Struktur Saluran Distribusi, Strategi ini berkaitan dengan penentuan jumlah perantara yang digunakan untuk mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen. Alternatif yang dipilih dapat berupa distribusi langsung atau distribusi tidak langsung. Tujuannya untuk mencapai jumlah pelanggan yang optimal pada waktu yang tepat dan dengan biaya yang rendah namun dapat meraih dan menjaga tingkat pengendalian distribusi tertentu.
  • Strategi Cakupan Distribusi, Strategi ini berkaitan dengan jumlah perantara sesuatu wilayah. Tujuannya untuk melayani pasar dengan biaya yang minimal namun bisa menciptakan citra produk yang diinginkan.
  • Strategi Distribusi Berganda, Yaitu pengguanaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani segmen pelanggan. Tujuannya untuk memperoleh akses yang optimal pada setiap segmen.
  • Strategi Modifikasi Saluran Distribusi, Adalah strategi mengubah susunan saluran distribusi yang ada berdasarkan evaluasi dan peninjauan ulang. Dengan mengubah susunan saluran distribusi diharapkan perusahaan dapat menjaga system distribusi yang optimal pada perubahan-perubahan lingkungan tertentu.
  • Strategi pengendalian Saluran Distribusi, Adalah menguasai semua anggota dalam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan mereka secara terpusat kearah pencapaian tujuan bersama.
  • Strategi Manajemen Konflik dalam Saluran Distribusi, Konsep sistem pada distribusi mensyaratkan adanya kerja sama antar saluran. Meskipun demikian didalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga diantara anggota saluran sering terjadi perselisihan. Konflik juga dapat timbul antara saluran yang satu dengan saluran yang lain yang menjual produk yang sama dan ke pasar yang samapula.

Untuk materi selengkapnya tentang strategi saluran distribusi, bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Strategi Saluran Distribusi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Strategi Saluran Distribusi

Hubungi Customer Service kami

 

Analisis Persaingan dan Strategi Bersaing

Analisis Persaingan dan Strategi Bersaing

Analisa persaingan adalah usaha mengidentifikasi ancaman, kesempatan atau permasalahan strategis (strategy question) yang terjadi akibat perubahan persaingan potensial, serta kekuatan dan kelemahan pesaing. Analisa berguna untuk mendasari keputusan tentang produk yang dipasarkan agar kemudian diperoleh laba yang optimal. Pasar berubah karena adanya perubahan kebutuhan pembeli, teknologi baru, kekuatan sosial-ekonomi, dan kegiatan persaingan. Perubahan-perubahan ini menciptakan peluang dan ancaman baru bagi perusahaan untuk melayani pasar.

Analisa persaingan dimulai dengan pesaing umum dan selanjutnya pesaing potensial. Ada dua cara untuk mengidentifikasi pesaing umum. Yang pertama menguji perspekstif  pelanggan dalam membuat pilihan diantara para  pesaing. Tipe kedua adalah identifikasi dengan pendekatan yang berusaha menempatkan para pesaing kedalam kelompok-kelompok strategi dari dasar strategi persaingannya. Setelah para pesaing diidentifikasi, fokusnya adalah berusaha  memahami  mereka dan strateginya.  Dari  uraian  tersebut dapat  ditarik analisa dari kekuatan dan kelemahan dari masing-masing pesaing atau kelompok strategi dari  pesaing.

Identifikasi Strategi Pesaing

Dalam melakukan identifikasi strategi pesaing ini, anda perlu memperhatikan juga beberapa hal berikut ini:

  1. Semakin mirip strategi suatu perusahaan dengan produk yang sejenis, maka semakin bersaing.
  2. Dalam suatu industri, pesaing-pesaing dalam industri yang bersangkutan dikelompokan dalam grup-grup. Setiap grup melakukan strategi yang berbeda dengan grup yang lain. Misalnya: Citra kualitas, Teknologi yang dipakai, Pasarnya, Metode produksinya.

Penilaian Kekuatan dan Kelemahan Pesaing

Setelah kita tahu siapa saja pesaing kita, tentukan kekuatan mereka dan cari tahu kerentanan mereka. Mengapa nasabah membeli dari mereka, apakah karena harga, nilai, pelayanan, kenyamanan, dan reputasi. Fokuskan terutama pada kekuatan dan kelemahan yang dirasakan seperti yang kita lakukan terhadap perusahaan sesungguhnya. Ini karena persepsi nasabah ternyata bisa lebih penting dari kenyataan.

Identifikasi reaksi pesaing

Reaksi Pesaing maksudnya bagaimana pola dan strategi pesaing dalam merebut segmen pasar yang ada, dan bagaimana perusahaan mampu melakukan terobosan-terobosan baru dalam rangka mengungguli pesaing yang ada.

Identifikasi Strategi Pesaing

Dalam melakukan identifikasi strategi pesaing ini, anda perlu memperhatikan juga beberapa hal berikut ini:

  1. Semakin mirip strategi suatu perusahaan dengan produk yang sejenis, maka semakin bersaing.
  2. Dalam suatu industri, pesaing-pesaing dalam industri yang bersangkutan dikelompokan dalam grup-grup. Setiap grup melakukan strategi yang berbeda dengan grup yang lain. Misalnya: Citra kualitas, Teknologi yang dipakai, Pasarnya, Metode produksinya.

Untuk materi selengkapnya tentang analisis persaingan dan strategi bersaing, bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Analisis Persaingan dan Strategi Bersaing

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Analisis Persaingan dan Strategi Bersaing

Hubungi Customer Service kami

Penetapan Strategi Harga

Penetapan Strategi Harga

Penetapan harga barang dan jasa merupakan suatu strategi kunci dalam berbagai perusahaaan sebagai konsentrasi dari deregulasi, persaingan global yang kian sengit, rendahnya pertumbuhan di banyak pasar, dan peluang bagi perusahaan untuk memantapkan posisinya di pasar. Harga mempengaruhi kinerja keuangan dan juga sangat mempengaruhi persepsi pembeli dan penentuan posisi merek. Harga menjadi suatu ukuran tentang mutu produk pembeli mengalami kesulitan dalam mengevaluasi produk – produk yang kompleks.

Tujuan Penetapan Harga

Nitir, 2008 mengemukakan pada dasarnya ada empat jenis tujuan penetapan harga, yaitu :
  • Tujuan Berorientasi pada Laba, Asumsi teori ekonomi klasik menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba paling tinggi. Tujuan ini dikenal dengan istilah maksimisasi laba. Dalam era persaingan global, kondisi yang dihadapi semakin kompleks dan semakin banyak variabel yang berpengaruh terhadap daya saing setiap perusahaan, sehingga tidak mungkin suatu perusahaan dapat mengetahui secara pasti tingkat harga yang dapat menghasilkan laba maksimum. Oleh karena itu ada pula perusahaan yang menggunakan pendekatan target laba, yakni tingkat laba yang sesuai atau pantas sebagai sasaran laba. Ada dua jenis target laba yang biasa digunakan, yaitu target marjin dan target ROI (Return On Investment)
  • Tujuan Berorientasi pada Volume, Selain tujuan berorientasi pada laba, ada pula perusahaan yang menetapkan harganya berdasarkan tujuan yang berorientasi pada volume tertentu atau yang biasa dikenal dengan istilah volume pricing objective. Harga ditetapkan sedemikian rupa agar dapat mencapai target volume penjualan atau pangsa pasar. Tujuan ini banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan penerbangan.
  • Tujuan Berorientasi pada Citra, Citra (image) suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga. Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau mempertahankan citra prestisius. Sementara itu harga rendah dapat digunakan untuk membentuk citra nilai tertentu (image of value), misalnya dengan memberikan jaminan bahwa harganya merupakan harga yang terendah di suatu wilayah tertentu. Pada hakekatnya baik penetapan harga tinggi maupun rendah bertujuan untuk meningkatkan persepsi konsumen terhadap keseluruhan bauran produk yang ditawarkan perusahaan.
  • Tujuan Stabilisasi Harga, Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu perusahaan menurunkan harganya, maka para pesaingnya harus menurunkan pula harga mereka. Kondisi seperti ini yang mendasari terbentuknya tujuan stabilisasi harga dalam industri-industri tertentu (misalnya minyak bumi). Tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader).
  • Tujuan-tujuan lainnya, Harga dapat pula ditetapkan dengan tujuan mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan ulang, atau menghindari campur tangan pemerintah.Tujuan-tujuan penetapan harga di atas memiliki implikasi penting terhadap strategi bersaing perusahaan. Tujuan yang ditetapkan harus konsisten dengan cara yang ditempuh perusahaan dalam menetapkan posisi relatifnya dalam persaingan. Misalnya, pemilihan tujuan laba mengandung makna bahwa perusahaan akan mengabaikan harga para pesaing.

Untuk materi selengkapnya tentang penetapan strategi harga, bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Penetapan Strategi Harga

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training Penetapan Strategi Harga

Hubungi Customer Service kami