• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Blog

Tata Krama pergaulan global

Etiket dalam Bisnis & Pergaulan Global

Etiket dalam Pergaulan

Pengertian

Etiket dalam pergaulan maksudnya adalah aturan sopan santun dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari. Etiket merupakan alat dan sarana manusia dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama. Orang yang menerapkan etiket dalam pergaulan mereka akan terhindar dari perselisihan dan kesalahpahaman.

Yang harus diperhatikan dalam etiket pergaulan baik dengan orang sebaya, dibawah maupun yang diatas kita baik disisi sosial maupun usia adalah prinsip saling menghormati. Dengan etiket yang baik dapat dipastikan bahwa seseorang akan dapat diterima dengan baik dalam pergaulan sehari-hari.

Mengapa manusia harus beretiket baik ? 

  • Manusia harus dituntut untuk saling berhubungan, mengenal dan membantu
  • Agar tingkah laku kita diterima dan disenangi oleh siapa saja yang bergaul dengan kita
  • Tata krama dan tingkah laku sehari-hari merupakan cermin pribadi kita sendiri

Dasar – Dasar Etiket : 

  • Mampu menjaga perasaan orang lain
  • Sopan dan ramah kepada siapa saja
  • Memiliki rasa toleransi
  • Dapat menguasai diri, mengendalikan emosi dalam situasi
  • Memberi perhatian kepada orang lain
  • Ingin membantu

Manfaat Etiket dalam Kehidupan :

  • Membuat seseorang disegani, dihormati, disenangi orang lain
  • Memberi keyakinan pada diri sendiri dalam setiap situasi
  • Dapat memelihara suasana yang baik dilingkungan keluarga, tempat kerja, dan antara teman
  • Mendapat kemudahan dalam hubungan baik dengan orang (better human relation)

Yang harus di perhatikan dalam pergaulan adalah :

  1. Pandai menempatkan diri
  2. Memiliki sikap empati
  3. Dapat membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua, sebaya, dan yang lebih muda. Misalnya :
  • Orang yang lebih tua / yang dituakan harus kita hormati.
  • Orang yang sebaya harus dihargai
  • Orang yang lebih muda harus disayangi.

Dalam beretiket, kita dapat menerapkan kapan saja dan dimana:

  1. Di Sekolah/Kampus : dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan seluruh personal (Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi/TU, Pramubakti, Teman, dosen, civitas akademika dll.
  2. Di Masyarakat : dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan anggota masyarakat. Misal di Toko dengan pelayan Toko, di Kantor Pos dengan karyawannya, dan sebagainya; dalam menggunakan fasilitas umum; dalam berkendara, dll.
  3. Di Rumah : dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan anggota keluarga, baik orang tua maupun saudara.
  4. Di kantor : dalam berinteraksi dengan seluruh stakeholder kantor, dalam menggunakan fasilitas kantor, dalam berinteraksi dengan pelanggan/klien, dll.

Untuk mengetahui secara teknis bagaimana cara beretiket di dalam pergaulan seperti : etiket berinteraksi dengan orang yang sudah dikenal dan yang baru, etiket makan, etiket menggunakan fasilitas umum dan kantor, etiket membuang sampah, etiket berlalu lintas, dll. Bisa di download pada link di bawah ini :

PPT Etiket dalam Pergaulan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Pelatihan/In-House Training & Pendampingan

Pelatihan Kerja & Training Center


Untuk Pelatihan/ In-House Training:
Etiket dalam Bisnis & Pergaulan Global
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Merger

Kombinasi Bisnis

Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang me-merger mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di-merger dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang di-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598).

Akuisisi adalah pengambil-alihan (takeover) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada. (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598).

Konsolidasi adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih, dimana hasil penggabungan tersebut muncul satu perusahaan baru; pada umumnya perusahaan yang bergabung ukuran relatif sama.

Jenis-Jenis Merger dan Akuisisi

Menurut Damodaran 2001, suatu perusahaan dapat diakuisisi perusahaan lain dengan beberapa cara, yaitu :
  • Merger : Pada merger, para direktur kedua pihak setuju untuk bergabung dengan persetujuan para pemegang saham. Pada umumnya, penggabungan ini disetujui oleh paling sedikit 50% shareholder dari target firm dan bidding firm. Pada akhirnya target firm akan menghilang (dengan atau tanpa proses likuidasi) dan menjadi bagian dari bidding firm.
  • Konsolidasi : Setelah proses merger selesai, sebuah perusahaan baru tercipta dan pemegang saham kedua belah pihak menerima saham baru di perusahaan ini.
  • Tender offer : Terjadi ketika sebuah perusahaan membeli saham yang beredar perusahaan lain tanpa persetujuan manajemen target firm, dan disebut tender offer karena merupakan hostile takeover.
  • Acquisistion of assets : Sebuah perusahaan membeli aset perusahaan lain melalui persetujuan pemegang saham target firm.
  • Acquisition of stock : Akuisisi dapat juga dilakukan dengan cara membeli voting stock perusahaan, dapat dengan cara membeli sacara tunai, saham, atau surat berharga lain. Acquisition of stock dapat dilakukan dengan mengajukan penawaran dari suatu perusahaan terhadap perusahaan lain, dan pada beberapa kasus, penawaran diberikan langsung kepada pemilik perusahaan yang menjual.

Sedangkan berdasarkan jenis perusahaan yang bergabung, merger atau akuisisi dapat dibedakan :

  • Horizontal merger terjadi ketika dua atau lebih perusahaan yang bergerak di bidang industri yang sama bergabung.
  • Vertical merger terjadi ketika suatu perusahaan mengakuisisi perusahaan supplier atau customernya.
  • Congeneric merger terjadi ketika perusahaan dalam industri yang sama tetapi tidak dalam garis bisnis yang sama dengan supplier atau customernya. Keuntungannya adalah perusahaan dapat menggunakan penjualan dan distribusi yang sama.
  • Conglomerate merger terjadi ketika perusahaan yang tidak berhubungan bisnis melakukan merger. Keuntungannya adalah dapat mengurangi resiko. (Gitman, 2003, p.717).

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai merger bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Merger

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Merger

Hubungi Customer Service kami

Kebijakan Dividen (Dividend Policy)

Pengertian Kebijakan Dividen

Kebijakan dividen merupakan bagian yang tidak dapat dipisahan dengan keputusan pendanaan perusahaan. Secara definisi Kebijakan Deviden adalah kebijakan untuk menentukan berapa laba yang harus dibayarkan (deviden) kepada pemegang saham dan berapa banyak yang harus ditanam kembali ( laba ditahan ). Dividen adalah pendapatan bagi pemegang saham yang dibayarkan setiap akhir periode sesuai dengan persentasenya. Persentase dari laba yang akan dibagikan sebagai deviden kepada pemegang saham disebut sebagai Deviden Payout Ratio (DPR).

Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

Beberapa faktor yang menentukan dan mempengaruhi dalam pembuatan kebijakan dividen menurut Dr.Dermawan Sjahrial, M.M.(2002) antara lain:

  1. Posisi likuiditas perusahaan

Makin kuat posisi likuiditas perusahaan makin besar dividen yang dibayarkan.

  1. Kebutuhan dana untuk membayar hutang

Apabila sebagian besar laba digunakan untuk membayar hutang maka sisanya yang digunakan untuk membayar dividen makin kecil

  1. Rencana perluasan usaha

Makin besar perluasan usaha perusahaan, makin berkurang dana yang dapat dibayarkan untuk dividen.

  1. Pengawasan terhadap perusahaan

Kebijakan pembiayaan: untuk ekspansi dibiayai dengan dana dari sumber intern antara lain: laba. Dengan pertimbangan: apabila dibiayai dengan penjualan saham baru ini akan melemahkan kontrol dari kelompok pemegang saham dominan. Karena suara pemegang saham mayoritas berkurang.

Teori-teori Kebijakan Dividen

Teori  Dividen  Tidak  Relevan dari  Modigliani  dan  Miller

Menurut  Modigliani  dan  Miller  (MM),  nilai  suatu  perusahaan  tidak  ditentukan  oleh  besar  kecilnya  presentase laba yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk uang tunai atau DPR (Dividen Payout  Ratio),  tapi  ditentukan  oleh  laba  bersih  sebelum  pajak  atau  EBIT (Earning  Before Interest and Tax)  dan  kelas  risiko  perusahaan.  Jadi  menurut  MM,  dividen  adalah  tidak  relevan.

Pernyataan  ini  didasarkan  pada  beberapa  asumsi  penting  yang  lemah seperti  : (1) Pasar  modal  sempurna  dimana  semua  investor  adalah  rasional, (2) Tidak  ada  biaya  emisi  saham  baru  jika  perusahaan  menerbitkan  saham  baru, dan (3) Tidak  ada  pajak Kebijakan  investasi  perusahaan  tidak  berubah.

Sedangkan kenyataannya :  (1) Pasar  modal  yang  sempurna  sulit  ditemui, (2) Biaya  emisi  saham  baru  pasti  ada, (3) Pajak  pasti  ada, dan (4) Kebijakan  investasi  perusahaan  tidak  mungkin  tidak  berubah.

Teori the bird in the hand

Gordon dan Lintner menyatakan bahwa, biaya modal sendiri (Ks) perusahaan akan naik jika Dividend Payout Ratio (DPR) rendah karena investor lebih suka menerima dividen dibanding capital gain. Karena dividend yield lebih pasti.

Menurut Modigliani dan Miller pendapat Gordon dan Lintner merupakan suatu kesalahan, karena akhirnya investor akan kembali menginvestasikan dividen yang diterima pada perusahaan yang sama atau perusahaan yang memiliki resiko yang hampir sama.

Teori perbedaan pajak

Teori ini diajukan oleh Litzen berger dan Ramaswamy. Karena adanya pajak terhadap dividen dan capital gain, para investor lebih menyukai capital gain karena dapat menunda pembayaran pajak.

Teori signaling hypothesis

Menyatakan bahwa, jika ada kenaikan dividen sering kali diikuti dengan kenaikan harga saham. Demikian pula sebaliknya. Menurut Modigliani dan Miller kenaikan dividen biasanya merupakan suatu signal (tanda) kepada para investor, bahwa manajemen perusahaan meramalkan suatu penghasilan yang baik di masa mendatang. Sebaliknya, suatu penuruna dividen atau kenaikan dividen yang dibawah normal (dari biasanya) diyakini investor sebagai pertanda bahwa perusahaan menghadapi masa sulit diwaktu mendatang.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai kebijakan dividen bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Kebijakan Dividen

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Kebijakan Dividen (Dividend Policy)

Hubungi Customer Service kami

Struktur Modal

Pengertian Modal dan Struktur Modal

Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan dalam pos modal (modal saham), keuntungan atau laba yang ditahan atau kelebihan aktiva yang dimiliki perusahaan terhadap seluruh utangnya (Munawir,2001).
Modal pada dasarnya terbagi atas dua bagian yaitu modal Aktif (Debet) dan modal Pasif (Kredit).
Struktur Modal adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dan modal sendiri. Modal asing diartikan dalam hal ini adalah hutang baik jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Sedangkan modal sendiri bisa terbagi atas laba ditahan dan bisa juga dengan penyertaan kepemilikan perusahaan.

Teori Struktur Modal

  1. Pendekatan Laba Bersih, Pendekatan ini menggunakan asumsi bahwa investor memiliki reaksi yang berbeda terhadap penggunaan hutang perusahaan. Pendekatan ini melihat bahwa biaya modal rata-rata tertimbang bersifat konstan berapapun tingkat hutang yang digunakan oleh perusahaan.
  2. Teori Pendekatan TradisionalPendekatan Tradisional berpendapat akan adanya struktur modal yang optimal. Artinya Struktur Modal mempunyai pengaruh terhadap Nilai Perusahaan, dimana Struktur Modal dapat berubah-ubah agar bisa diperoleh nilai perusahaan yang optimal.
  3. Teori Pendekatan Modigliani dan Miller tanpa pajakTeori struktur modal modern yang pertama adalah teori Modigliani dan Miller (teori MM). Mereka berpendapat bahwa struktur modal tidak relevan atau tidak mempengaruhi nilai perusahaan.
  4. Teori Pendekatan Modigliani dan Miller dengan pajak, Teori MM tanpa pajak dianggap tidak realistis dan kemudian MM memasukkan faktor pajak ke dalam teorinya. Pajak dibayarkan kepada pemerintah, yang berarti merupakan aliran kas keluar. Hutang bisa digunakan untuk menghemat pajak, karena bunga bisa dipakai sebagai pengurang pajak.
  5. Teori Trade-Off dalam Struktur ModalMenurut trade-off teory yang diungkapkan oleh Myers (2001), “Perusahaan akan berhutang sampai pada tingkat hutang tertentu, dimana penghematan pajak (tax shields) dari tambahan hutang sama dengan biaya kesulitan keuangan (financial distress)” (p.81). Biaya kesulitan keuangan (Financial distress) adalah biaya kebangkrutan (bankruptcy costs) atau reorganization, dan biaya keagenan (agency costs) yang meningkat akibat dari
    turunnya kredibilitas suatu perusahaan. Trade-off theory dalam menentukan struktur modal yang optimal memasukkan beberapa faktor antara lain pajak, biaya keagenan (agency costs) dan biaya kesulitan keuangan (financial distress) tetapi tetap mempertahankan asumsi efisiensi pasar dan symmetric information sebagai imbangan dan manfaat penggunaan hutang
  6. Teori Pecking Order, Menurut Myers (1984), pecking order theory menyatakan bahwa ”Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi justru tingkat hutangnya rendah, dikarenakan perusahaan yang profitabilitasnya tinggi memiliki sumber dana internal yang berlimpah.” Dalam pecking order theory ini tidak terdapat struktur modal yang optimal. Secara spesifik perusahaan mempunyai urut-urutan preferensi (hierarki) dalam penggunaan dana. Menurut pecking order theory dikutip oleh Smart, Megginson, dan Gitman (2004, p.458-459)

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai struktur modal bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Struktur Modal

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Struktur Modal

Hubungi Customer Service kami

 

Manajemen Piutang

Manajemen Piutang

Piutang adalah tagihan kepada pihak lain dimasa yang akan datang karena terjadinya transaksi dimasa lalu. Walaupun pada dasarnya semua perusahaan dagang/industri menginginkan penjualan cash, tetapi karena adanya keterbatasan daya beli masyarakat, atau alasan lainnya dilakukan penjualan secara kredit. Manajemen piutang adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dalam bentuk klaim kepada pihak lain, baik terhadap perorangan, badan usaha maupun pihak tertagih lainnya atas aktiva atau kekayaan perusahaan yang timbul sebagai akibat dari dilaksanakannya transaksi penjualan kredit dengan pihak lain, penyelesaiannya dilakukan dengan penerimaan baik berupa uang, barang atau jasa dengan menggunakan sumberdaya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kebijakan Pengumpulan Piutang dan Kredit

Dalam memberikan atau menjual barang secara angsuran ada beberapa kebijakan yang harus dilakukan agar penjualan kredit yang diberikan akan memberikan keuntungan seperti yang diinginkan. Kebijakan kredit ini meliputi:

Standar Kredit

Untuk menghindari atau meminimalkan risiko yang dihadapi perusahaan, maka sebelum penjualan kredit diberikan, maka perlu dilakukan analisis kredit. tujuannya adalah untuk mengetahui kemauan dan kemampuan pelanggan dalam membayar kewajibannya. Analisis kredit yang diberikan tidak jauh berbeda dengan pinjaman yang diberikan bank, misalnya dengan analisis “the Five C’s of Credit”.

Persyaratan Kredit

Sebagai contoh, perusahaan memberikan persyaratan kredit 2/10, net 30 yang artinya pelanggan akan diberikan potongan pembayaran 2% dari total penjualan apabila perusahaan membayar dalam waktu 10 hari. Sedangkan jangka waktu kredit adalah 30 hari yang artinya kredit harus dibayarkan dalam jangka waktu 30 hari.

Kebijakan Pengumpulan Piutang

Kebijakan kredit dan pengumpulan piutang menurut Sartono (2014: 435-436) mencakup beberapa keputusan: (1) kualitas account accepted, (2) periode kredit, (3) potongan tunai, (4) persyaratan khusus dan (5) tingkat pengeluaran untuk pengumpulan piutang. Apabila pelanggan terlambat untuk membayar tagihannya, maka perusahaan perlu mengambil tindakan nyata untuk menyelamatkan kredit tersebut agar tidak macet, misalnya melalui teguran yang dilakukan melalui surat atau telepon, menyerahkannya ke badan penagih (collection agency) semacam debt collector.

Rasio yang Berhubungan dengan Piutang

Rasio-rasio keuangan yang berhubungan dengan piutang tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Perputaran piutang (receivable turnover). Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode. Atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode.
  2. Hari rata-rata penagihan piutang (days of receivable). Bagi bank yang akan memberikan kredit perlu juga menghitung hari rata-rata penagihan piutang (days of receivable). Hasil perhitungan ini menunjukkan jumlah hari (berapa hari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih dan rasio ini juga sering disebut days sales uncollected.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai manajemen piutang bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Manajemen Piutang

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Manajemen Piutang

Hubungi Customer Service kami

Manajemen Persediaan

Manajemen Persediaan

Pengertian Manajemen Persediaan

Manajemen Persediaan atau Inventory Management merupakan salah satu bagian dalam manajemen operasional dan manajemen produksi. Dalam businessdictionary.com disebutkan bahwa manajemen persediaan adalah kegiatan untuk menjaga jumlah optimum dari barang yang dimiliki.

Secara keseluruhan proses produksi merupakan proses yang dinamais terutama pada pergerakan barangnya. Karena itu diperlukan pengelolaan yang baik terhadap barang tersebut agar tidak mengganggu proses produksi. Nah pengelolaan inilah yang dimaksud dengan manajemen persediaan.

Jenis Persediaan

Macam persediaan, tergantung jenis perusahaan ( bahan baku,barang dalam proses, barang jadi, suku cadang dll ). Pada perusahaan manufaktur umumnya mempunyai 3 jenis persediaan yaitu:

  • Bahan baku/material
  • Barang dalam proses (barang setengah jadi)
  • Barang jadi

Tujuan Manajemen Persediaan

Ada banyak tujuan lain yang bisa dimanfaatkan melalui manajemen persediaan berikut ini beberapa diantaranya.

  1. Memastikan adanya persediaan melalui safety stock
  2. Memberi waktu luang untuk pengelolaan produksi dan pembelian
  3. Mengantisipasi perubahan permintaan dan penawaran.
  4. Menghilangkan atau mengurangi risiko keterlambatan pengiriman bahan
  5. Menyesuaikan dengan jadwal produksi
  6. Menghilangkan atau mengurangi resiko kenaikan harga
  7. Menjaga persediaan bahan yang dihasilkan secara musiman
  8. Mengantisipasi permintaan yang dapat diramalkan.
  9. Mendapatkan keuntungan dari quantity discount
  10. Komitmen terhadap pelanggan.

Fungsi Pengendalian Persediaan

Beberapa fungsi pengendalian persediaan diantaranya adalah sebagai berikut :

 

  1. Sebagai penyangga proses produksi (buffer) sehingga proses operasi dapat berjalan terus.
  2. Menetapkan jumlah barang yang harus disimpan sebagai sumber daya agar tetap ada.
  3. Menghindari kekurangan atau kelebihan bahan
  4. Mengurangi risiko perubahan harga akibat inflasi dan kenaikan harga dari pemasok

Metode Pengendalian Persediaan

Pendekatan yang umum digunakan untuk manajemen persediaan adalah dengan EOQ (Economic Order Quantity Model) dan yang terbaru dengan metode MRP model (mengenai model-model manajemen persediaan dibahas lebih rinci di mata kuliah manajemen operasional dan manajemen persediaan).

Model ini digunakan untuk menentukan jumlah pembelian bahan baku yang optimal yaitu jumlah yang harus dipesan dengan biaya yang paling rendah (ekonomis).

Biaya Inventory

Ada 3 macam biaya yang berhubungan dengan inventory yaitu:

1.  Ordering cost (biaya pesan dan pemasaran)

contohnya: biaya pemesanan, set up cost, biaya pengiriman dan penangannya (bongkar-muat), potongan harga karena jumlah pembelian besar.

2.  Carrying cost (biaya penyimpanan)

Contohnya: biaya gudang, asuransi, pajak kekayaan, biaya modal, penyusutan

3. Biaya persediaan pengaman, contohnya: kehilangan penjualan, kehilangan kepercayaan pelanggan, gangguan jadwal produksi.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai manajemen persediaan bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Manajemen Persediaan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Manajemen Persediaan

Hubungi Customer Service kami

Manajemen Kas dan Surat Berharga

Manajemen Kas dan Surat Berharga

Pengertian Manajemen Kas

Manajemen Kas (Cash Management) adalah suatu kumpulan kegiatan perencanaan, perkiraan, pengumpulan, pengeluaran dan investasi kas dari suatu perusahaan agar dapat beroperasi dengan lancar. Tanpa manajemen kas yang baik sebuah perusahaan bisa mengalami kebangkrutan karena kekurangan kas, walaupun ia menghasilkan profit.

Alasan Memegang Kas

  • Motif transaksi : Motif transaksi adalah untuk memungkinkan perusahaan melaksanakan usaha sehari-hari, yaitu melakukan pembelian dan penjualan. Pembayaran dilakukan per kas dan penerimaan kas dilakukan dalam rekening kas. Pembayaran ini dapat berupa gaji pegawai, pembelian bahan persediaan, pajak, listrik, dan lain-lain.
  • Motif berjaga-jaga : Penggunaan kas dengan motif berjaga-jaga erat kaitannya dengan tingkat peramalan  arus kas masuk dan kas keluar. Jika tingkat peramalan tinggi, berarti mudah meramalkan arus keluar masuknya kas, berarti lebih sedikit kas yang perlu dikeluarkan untuk menghadapi keadaan darurat dan hal-hal tidak terduga. Faktor lain yang mempengaruhi motif berjaga-jaga adalah kemungkinan dapat menunjukkan tambahan kas dengan segera.
  • Motif spekulasi : Penggunaan kas dengan motif spekulasi adalah untuk memungkinkan perusahaan mamanfaatkan kesempatan menciptakan laba yang mungkin timbul.

Model Manajemen Kas dan Surat Berharga

Model Kas Sebagai Persediaan Barang

Metode yang paling mendasar dalam menunjukkan kebutuhan rata rata kebutuhan kas adalah seperti konsep Economic order quantity (EOQ), adapun tujuan dari model ini adalah menyeimbangkan pendapatan yang hilang yang dialami oleh perusahaan yang memegang Kas, bukannya sekuritas yang dapat diperjual belikan dibandingkan dengan biaya transaksi dalam mengubah sekuritas menjadi kas.

Model Persediaan (Model Baumol)

William Baumol (1952) mengidentifikasikan bahwa kebutuhan akan kas dalam perusahaan mirip dengan pemakaian persediaan. Apabila perusahaan memiliki saldo kas yang tinggi, perusahaan akan mengalami kehilangan kesempatan untuk menginvestasikan dana tersebut pada kesempatan investasi yang lain yang lebih menguntungkan (sebaliknya). Maka model kas sebagai persediaan barang dapat dimodifikasi sebagai model baumol. Dengan demikian model boumel adalah identic dengam model persediaan kecuali untuk biaya penyimpanan kasnya diganti dengan tingkat suku bunga.

Miller dan Orr

Miller and Orr mengasumsikan bahwa aliran kass masuk dan keluar tidak konstan (berfluktuasi). Miller and Orr menentukan batas pengendalian atas dan batas pengendalian bawah serta saldo kas yang ditargetkan.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai manajemen kas dan surat berharga bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Manajemen Kas dan Surat Berharga

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Manajemen Kas dan Surat Berharga

Hubungi Customer Service kami

Working Capital Management (Manajemen Modal Kerja)

Working Capital Management (Manajemen Modal Kerja)

Pengertian Modal Kerja

Modal kerja adalah selisih antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Dengan demikian modal kerja merupakan investasi dalam kas, surat-surat berharga, piutang dan persediaan dikurangi hutang lancar yang digunakan untuk melindungi aktiva lancar.

Konsep Modal Kerja

Menurut Munawir (2010:14) ada 3 konsep modal kerja yang umum digunakaan, yaitu :

  1. Konsep Kuantitatif

Konsep ini menitik beratkan kepada kuantum yang diperlakukan untuk mencukupi kebutuhan perusahaan dalam membiayai operasinya yang bersifat rutin atau menunjukan jumlah dana (fund) yang tersedia untuk tujuan operasi jangka penpek. Dalam konsep ini menganggap bahwa modal kerja adalah jumlah aktiva lancar (gross working capital).

  1. Konsep Kualitatif

Konsep ini menitik beratkan pada kualitas modal kerja, dalam konsep ini pengertian modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap hutang jangka pendek (net working capital), yaitu jumlah aktiva lancar yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun para pemilik perusahaan.

  1. Konsep Fungsional

Konsep ini menitik beratkan fungsi dari dana yang dimiliki dalam rangka menghasilkan pendapatan (laba) dari usaha pokok perusahaan.

Jenis Modal Kerja

Menurut WB. Taylor dan Bambang Rianto (1990:54-55) Modal Kerja digolongkan dalam beberapa jenis yaitu :

1. Modal Kerja Permanen (Permanent Working Capital)
Yaitu modal kerja yang ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya antara modal kerja ini terdiri dari :
a. Modal kerja primer (Primary Working Capital) : jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjaga kontinuitas usahanya.
b. Modal kerja normal (Normal Working Capital) : modal kerja yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan proses produksi yang normal.

2. Modal Kerja Variabel (Variable Working Capital)
Yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan. Modal kerja ini dibagi:
a. Modal kerja musiman (Seasonal Working Capital) : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan oleh fluktuasi musim.
b. Modal kerja siklis (Cyclical Working Capital) : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan oleh fluktuasi konjungtur.
c. Modal kerja darurat (Emergency Working Capital) : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya.

Faktor Yang Mempengaruhi Modal Kerja

Menurut Hampton (1989:180) perusahaan membutuhkan modal kerja ditentukan oleh 4 faktor:

  1. Volume Penjualan
  2. Musim dan Siklus
  3. Perubahan dalam Teknologi
  4. Kebijakan Perusahaan

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai manajemen modal kerja bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Working Capital Management (Manajemen Modal Kerja)

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Working Capital Management (Manajemen Modal Kerja)

Hubungi Customer Service kami

Konsep Penilaian (Valuation) Surat Berharga

Pengertian Penilaian

Konsep penilaian (valuation) merupakan proses penentuan harga surat berharga atau aktiva/aset modal yang ada di suatu perusahaan. Penilaian untuk aktiva modal berupa surat berharga seperti obligasi, saham preferen dan saham biasa dalam rangka melihat nilai perusahaan. Elemen penilaian adalah penerimaan yang akan diperoleh di masa yg akan datan.

Penilaian Obligasi dan Saham

Obligasi
Obligasi merupakan surat tanda berhutang (promissory note) jangka panjang (lebih dari 1 tahun) yang dikeluarkan oleh perusahaan. Obligasi memiliki nilai nominal, tingkat bunga tertentu dan masa berlaku jangka waktu tertentu
Pemegang obligasi atau bondholder adalah perusahaan yang memberi pinjaman atau pihak kreditur atau pemegang obligasi.Investor yang membeli obligasi mempunyai tujuan utama memperoleh return / hasil atau yield yang diharapkan diterima di masa datang.

Beberapa istilah dalam obligasi :

  • Par value adalah jumlah yang dijanjikan pihak penerbit pada saat jatuh tempo yang tertera pada lembaran obligasi disebut juga dengan nilai nominal.
  • Coupon interest rate adalah tingkat bunga obligasi per tahun yang diperoleh dengan cara membagi coupon payment dengan par value.
  • Maturity date merupakan tanggal jatuh tempo obligasi adalah saat obligasi harus dilunasi sebesar par value.
  • Yield to maturity adalah return / pendapatan yang diharapkan dapat diperoleh oleh pemegang obligasi jika obligasi tersebut dimiliki sampai jatuh tempo.
  • Yield to call adalah tingkat return / pendapatan yang diharapkan dapat diperoleh oleh pemegang oblgasi jika obligasi tersebut dimiliki tidak sampai jatuh tempo.
  • Discount bond adalah diskon atau potongan nilai obligasi jika suatu obligasi dijual di bawah harga nominal (par value), terjadi jika tingkat bunga obligasi lebih rendah dari bunga bank.
  • Premium bond adalah kelebihan nilai obligasi jika suatu obligasi dijual di atas harga nominal (par value), terjadi jika tingkat bunga obligasi lebih tinggi dari bunga bank.

Saham Preferen
Saham preferen merupakan surat penyertaan kpemilikan /saham yang mempunyai preferensi / keistimewaan tertentu dibnding saham biasa. Keistimewaan saham preferen : pembayaran deviden sifatnya tetap per tahun dan dibayarkan lebih dahulu dibanding deviden saham biasa dan pembagian kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi Saham preferen adalah sebuah hybrid maksudnya adalah saham yang serupa dengan obligasi dalam beberapa hal dan dengan saham biasa dalam hal lainnya. Saham preferen membayarkan deviden yang tetap dan reguler kepada pemiliknya dan pembayaran berlangsung selamanya.

Saham Biasa
Saham biasa merupakan surat bukti penyertaan atas suatu perusahaan yang mengeluarkan / emiten
Saham biasa memberi hak deviden kepada pemegangnya jika perusahaan mendapat laba

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai valuation bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Penilaian (Valuation)

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Penilaian (Valuation)

Hubungi Customer Service kami

Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Pengertian

Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk produksi. Anggaran (budget) adalah sebuah rencana rinci yg memproyeksikan aliran kas masuk dan aliran kas keluar selama beberapa periode pada saat yg akan datang. Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap. Penganggaran modal (capital budgeting) adalah proses evaluasi dan pemilihan investasi jangka panjang yang konsisten terhadap maksimalitas tujuan perusahaan.

Pentingnya Penggangaran Modal

  1. Keputusan penggaran modal akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitasnya.
  2. Penanggaran modal yg efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva.
  3. Pengeluaran modal sangatlah penting.

Klasifikasi Usulan Investasi

Usulan proyek / investasi dapat terdiri dari berbagai tipe, pada umumnya diklasifikasikan dalam tiga kategori sebagai berikut :

  • Penggantian (Replacement) yaitu usulan investasi menyangkut penggantian asset. Penggantian ini dapat bertujuan untuk mempertahankan bisnis yang sudah ada atau untuk mengurangi biaya / meningkatkan efisien atau mengganti asset lama dengan asset yang baru.
  • Perluasan (Expansion) yaitu usulan investasi menyangkut perluasan usaha, dapat berupa menambah jumlah produksi / perluasan daerah pemasaran atau menambah produk baru yang dihasilkan.
  • Keamanan Lingkungan (Safety / Environmental Project) yaitu usulan investasi yang dilakukan dalam rangka untuk memenuhi ketentuan pemerintah, aturan perburuhan atau kebijakan asuransi. Oleh karena pengeluaran ini dinamakan nonrevenue – producing project.

Kriteria Pengusulan Investasi

  1. Payback period (PP) : Payback  period menunjukkan periode waktu yang diperoleh untuk menutup kembali uang yang telah diinvestasikan dengan hasil yang akan diperoleh (net cash flow) dari investasi tersebut.
  2. Discounted payback periode (DPP) : Untuk mengatasi salah satu kelemahan pada metode payback period yaitu tidak memperhatikan time value of money atau faktor disconto, maka timbul metode disconted payback period.
  3. Net Present Value (NPV) : Dalam metode ini kita akan menggunakan faktor diskonto. Semua pengeluaran dan penerimaan (dimana saat pengeluaran serta penerimaanya adalah dalam waktu yang tidak bersamaan) harus diperbandingkan dengan nilai sebanding dalam arti waktu. Dlam hal ini berarti kita harus mendiscountokan nilai – nilai pengeluaran dan penerimaan tersebut ke dalam penilaian yang sebanding ( sama )
  4. Profitabilitas Index (PI) : Profitability Index (PI) atau juga disebut  “benefit-cost ratio” adalah perbandingan antara nilai sekarang aliran kas masuk netto dimasa mendatang dengan aliran kas keluar mula – mula.
  5. Internal Rate of Return (IRR) : IRR adalah tingkat diskonto (discount rate) yang menyamakan present value aliran kas masuk dengan present value aliran kas keluar.

Untuk informasi/materi lebih lanjut beserta rumus-rumus mengenai penganggaran modal bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Hubungi Customer Service kami