• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Blog

Pelatihan manajemen waktu

Manajemen Waktu: Metode & Strategi

Ketrampilan Manajemen Waktu

Manajemen Waktu

Manajemen waktu (Time Management) adalah suatu proses yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu maupun sasaran yang sebelumnya telah ditentukan untuk bisa dicapai dalam suatu periode tertentu dengan penggunaan sumber daya secara efisien dan efektif, seperti misalnya adalah waktu, uang, manusia, perlengkapan, metode dan bahan. Dapat pula dikatakan bahwa manajemen waktu adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian dan juga pengawasan mengenai produktivitas tertentu.

Efektifitas & Efisiensi

Tingkat efektivitas dari suatu manajemen waktu akan bisa terlihat dari pencapaian suatu target dan juga tujuan tujuan dari manajemen waktu tersebut dilakukan. Efisien sendiri memiliki dua makna yaitu antara lain pengurangan waktu yang telah dialokasikan serta adanya makna investasi dari waktu dengan penggunaan waktu yang telah tersedia.

Skala Prioritas

Manajemen waktu juga tidak akan lepas dari bagaimana anda bisa menentukan skala prioritas. Ketika anda dihadapkan dengan beberapa hal yang penting namun hanya diberikan alokasi waktu yang sedikit, maka tugas anda untuk menentukan skala prioritas, mana kegiatan yang penting untuk dilakukan dan memerlukan lebih banyak perhatian dan mana kegiatan yang bisa ditinggalkan sehingga dapat menghemat alokasi waktu.

Untuk mempermudah kita dalam mengelola waktu, perlu dilakukan yang namanya kriteria prioritas kegiatan yang terdiri dari 4 kuadran, yaitu :

  • Kuadran 1 : penting & mendesak, maksudnya adalah kegiatan yang harus dikerjakan dan tidak bisa ditunda. Contohnya membawa teman yang pingsan ke ruang kesehatan.
  • Kuadran 2 : tidak penting tapi mendesak, maksudnya adalah kegiatan yang tidak penting namun memaksa kita untuk segera melaksanakannya. Contohnya terpaksa mengantar adik.
  • Kuadran 3 : penting tapi tidak mendesak, maksudnya adalah kegiatan yang semuanya penting namun tidak mendesak. Contohnya olahraga.
  • Kuadran 4 : tidak penting & tidak mendesak, maksudnya adalah kegiatan yang tidak penting dan tidak perlu segera dilakukan. Contohnya nonton tv.

Agar bisa mengatur waktu dengan baik, maka seorang individu perlu mengetahui prinsip dasar dari manajemen waktu. Prinsip dari manajemen waktu berhubungan dengan bagaimana individu bisa menentukan prioritas dari kegiatan kegiatan yang dijalankannya.

Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan download ppt pada file di bawah ini :

Klik disini:

PPT Manajemen Waktu

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi / Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan manajemen waktu / Training time management / Trampil mengelola waktu


Pelatihan dan Training SDM

Perencanaan Sumber Daya Manusia untuk Organisasi

Perencanaan Sumber Daya Manusia

Tujuan Perencanaan SDM

Perencanaan sumber daya manusia adalah sebuah proses sistematis yang digunakan untuk memperkirakan/ mengantisipasi permintaan/kebutuhan adanya tenaga kerja dan mengevaluasi ukuran, sifat dan sumber-sumber pasokan yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan tersebut.

Tujuan perencanaan SDM adalah untuk memastikan bahwa sejumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan dalam jumlah tertentu, memenuhi persyaratan, dan telah tersedia pada suatu kurun tertentu.

Perencanaan SDM yang baik

Terdapat beberapa syarat untuk membuat sebuah perencanaan SDM yang baik, yakni:

  1. Harus mengetahui secara jelas masalah yang direncanakannya.
  2. Harus mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM dalam organisasi tersebut secara lengkap.
  3. Mempunyai pengalaman luas tentang analisis pekerjaan (job analysis), kondisi organisasi, dan persediaan SDM.
  4. Harus mampu membaca situasi SDM saat ini dan masa mendatang.
  5. Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.
  6. Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan pemerintah, khususnya yang menyangkut tenaga kerja

Mengapa perencanaan SDM perlu dilakukan ?

  • Dari segi kepentingan individu : Untuk mengetahui rencana ketenagakerjaan agar dapat mengembangkan karier.
  • Dari segi kepentingan Organisasi : Membantu manajemen untuk memberdayakan SDM yang ada, sehingga organisasi mampu meningkatkan efisiensi dan produktifitasnya.
  • Dari segi kedudukan sebuah rencana : Rencana membimbing ke arah kesuksesan. Memungkinkan organisasi melakukan penyesuaian dengan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi. Mengharuskan manajemen untuk menetapkan tujuan yang hendak dicapai. Untuk melakukan pengawasan yang efektif.

Langkah Perencanaan SDM

Untuk sebuah perecanaan SDM yang baik, diperlukan tahapan-tahapan atau langkah dasar yang harus ditempuh:

  1. Mampu menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM.
  2. Mengumpulkan data dan informasi yang lengkap mengenai SDM.
  3. Mengelompokkan data dan informasi tersebut, kemudian menganalisisnya.
  4. Menetapkan beberapa alternatif yang kira-kira sanggup ditempuh.
  5. Memilih alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang ada.
  6. Menginformasikan rencana terpilih kepada para karyawan agar direalisasikan.

Kegiatan Yang Dilakukan Dalam Perencanaan

  • Inventarisasi SDM (pengetahuan, keterampilan dan potensi)
  • Peramalan SDM (peramalan tentang penawaran tenaga kerja yang akan datang)
  • Perencanaan SDM (merencanakan perluasan tenaga kerja yang berkualitas dengan penarikan, seleksi, pengembangan dan pelatihan, penempatan, mutasi dan pemberian balas jasa)
  • Pengawasan dan Evaluasi (monitoring)

Untuk memahami lebih dalama tentang perencanaan SDM bisa langsung di download Slideshare pada link di bawah ini :

Klik SlideShare dibawah ini:

PPT Perencanaan Sumber Daya Manusia

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi / Pelatihan / Traning / In-House Training / Pelatihan Kerja / Training Center

Manajemen Sumber Daya Manusia indonesia


Untuk Informasi Pelatihan / In-House Training / Outbound:
Hubungan Customer Service Anda (Klik disini)

 

Pelatihan dan Pengembangan

Pelatihan dan Pengembangan

TRAINING & DEVELOPMENT

Pelatihan dan pengembangan sangat penting bagi tenaga kerja untuk lebih menguasai terhadap pekerjaan yang dijabat atau akan dijabat kedepan. Pelatihan dan pengembangan biasanya dilakukan di perusahaan, organisasi, lembaga, atau bahkan dalam instansi pendidikan. Pelatihan dan pengembangan sering dilakukan sebagai upaya meningkatkan kinerja para tenaga kerja yang dianggap belum mampu untuk mengemban pekerjaannya karena faktor perkembangan kebutuhan masyarakat.

Pengertian Pelatihan dan Pengembangan

Pelatihan (training) adalah proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir sehingga tenaga kerja non manajerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis untuk tujuan tertentu. Pelatihan kerja menurut undang-undang No.13 Tahun 2003 pasal I ayat 9. adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan. Pengembangan adalah usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual , dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan / jabatan melalui pendidikan dan latihan. Selain itu pengembangan (development) juga dapat diartikan sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang lebih tinggi dalam perusahaan, organisasi, lembaga atau instansi pendidikan. Pengembangan cenderung lebih bersifat formal, menyangkut antisipasi kemampuan dan keahlian individu yang harus dipersiapkan bagi kepentingan jabatan yang akan datang. Sasaran dan program pengembangan menyangkut aspek yang lebih luas yaitu peningkatan kemampuan individu untuk mengantisipai perubahan yang mungkin terrjadi tanpa direncanakan (unplanned change) atau perubahan yang direncanakan (planned change). Pelatihan dan pengembangan adalah usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan pegawai.

Tujuan Pelatihan dan Pengembangan SDM

  1. Tujuan Pelatihan SDM
  • Memutakhirkan keahlian seorang individu sejalan dengan perubahan teknologi
  • Melalui pelatihan, pelatih (trainer) memastikan bahwa setiap individu dapat secara efektif menggunakan teknologi-teknologi baru
  • Mengurangi waktu belajar seorang individu baru untuk menjadi kompeten dalam pekerjaan
  • Membantu memecahkan persoalan operasional
  1. Tujuan Pengembangan SDM
  • Meningkatkan produktivitas
  • Meningkatkan mutu tenaga kerja
  • Meningkatkan ketepatan dalam perencanaan SDM
  • Meningkatkan semangat kerja: Suatu rangkaian reaksi positif dapat dihasilkan dari program pelatihan perusahaan yang direncanakan dengan baik
  • Menarik dan menahan tenaga kerja yang baik
  • Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja
  • Menunjang pertumbuhan pribadi (personal growth)

Penjelasan lebih lanjut tentang pelatihan dan pengembangan silahkan download ppt pada link di bawah ini :

Klik disini:

PPT Pelatihan dan Pengembangan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Pelatihan / Pengembangan / Manajemen / Strategi / Sumber Daya Manusia Pelatihan / In-house training /  Konsultasi Manajemen Terapan / Training Center / Pelatihan Kerja



 

Ketrampilan Komunikasi & Presentasi

Tips untuk meningkatkan Keterampilan Presentasi

Public Speaking for Success

Pengantar

Apakah Anda seorang mahasiswa, trainer, publik speaker, atau siapapun itu yang  sering melakukan presentasi? Apakah Anda masih merasa kaku dan belum terampil dalam presentasi ?

Terima kasih telah mengunjungi web SDMIndonesia.com, kali ini kami akan menginformasikan bagaimana cara meningkatkan keterampilan presentasi agar audiens senang mendengarkan presentasi anda.

Cara Ampuh Sukses Presentasi :

Pertama, anda harus mengetahui siapa audiens anda. Hal yang harus diperhatikan adalah :

  • Alasan mengikuti presentasi
  • Karakteristik demografi
  • Pengetahuan topik
  • Cara audiens memahami informasi

Tujuan Presentasi

Kedua, anda harus merumuskan tujuan presentasi. Presentasi yang baik yaitu harus :

  • Mempengaruhi
  • Menginformasikan
  • Memotivasi
  • Menghibur
  • Menginspirasi

Persiapan Presentasi

Ketiga, anda harus mempersiapkan materi dan media. Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun bahan presentasi :

  • Variasi penggunaan huruf
  • Keterbacaan tulisan
  • Konsisten
  • Buat sistematika presentasi
  • Maksimal 5-6 kalimat dalam 1 slide dan maksimal terdiri 5-6 kata dalam kalimat
  • Penggunaan warna

Hal – Hal yang Harus Diperhatikan Saat Presentasi:

  • Anda harus mengetahui dimana lokasi presentasi. Maksudnya adalah untuk memastikan tempat presentasi mendukung kelancaran saat presentasi.
  • Anda harus pintar mengelola waktu, Maksudnya adalah untuk menyusun skenario presentasi, mengorganisir materi, tanya jawab, dll.

Penguasaan Materi & Kesiapan Presentasi

1. Body Language (Bahasa Tubuh)

Bahasa tubuh adalah satu dari beberapa hal penting yang perlu di kuasai, jangan malu untuk kursus bahasa tubuh, karena itu sangat bermanfaat. Apalagi untuk seorang publik speaking.

2. Gaya Bahasa

Gaya bahasa, intonasi, tempo, tinggi rendah suara, penekanan kata. Hal-hal tersebut cukup vital dalam penjelasan materi, karena dapat mempermudah audiens untuk memahami materi.

3. Kuasai Materi

Tentu saja ini penting dalam hal persentasi. Minimalisirlah penggunaan kata-kata atau kalimat dalam slide. Hal ini dapat Anda lakukan dengan menggunakan gambar sebagai pengganti kalimat-kalimat panjang Anda. Dan tentu saja jangan sampai ada materi yang tidak tersampaikan dalam meminimalisir kalimat.

4. Penampilan Menarik

Berpenampilan yang rapi dan menarik, ini bisa membuat audiens memperhatikan Anda.

5. Komputer Memadai

Gunakanlah komputer dengan spesifikasi yang memadai jika power point Anda banyak atau berukuran besar, agar tidak terjadi “lemot” dan tidak membuat value kita menjadi menurun

Untuk penjelasan lebih lanjut tentang keterampilan presentasi, silahkan download file ppt (Slideshare) di bawah ini:

Klik disini:

PPT Keterampilan Presentasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Pelatihan / In-house training /  Konsultasi Manajemen Terapan / Training Center / Pelatihan Kerja


Untuk In-house Training “Public Speaking for Success”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Pelatihan MSDM

Kebebasan & Tanggung Jawab : Menjadi Pribadi yang Merdeka

Kebebasan & Tanggung Jawab

Pengertian Kebebasan

Kebebasan yang dimiliki manusia merupakan ungkapan dari martabatnya sebagai manusia, dan oleh karena itu maka manusia dapat dibebani kewajiban moral. Kebebasan manusia  adalah kebebasan eksistensial. Kebebasan eksistensial adalah kebebasan menyeluruh yang menyangkut seluruh kepribadian manusia. Kebebasan tersebut mencakup seluruh kehidupan manusia dan tidak terbatas pada salah satu aspek tertentu saja.

Kebebasan manusia tidak semata-mata bebas tanpa batas, justru dalam kebebasan manusia tersebut terdapat ketidakbebasan, karena dalam kebebasan yang dilakukan harus diperhitungkan dan memiliki dampak, baik itu positif maupun negatif yang kesemuanya itu harus bisa dipertanggungjawabkan.

Seseorang Disebut Bebas Apabila :

  1. Dapat menentukan sendiri tujuan-tujuannya dan apa yang dilakukannya
  2. Dapat memilih antara kemungkinan-kemungkinan yang tersedia baginya, dan
  3. Tidak dipaksa atau terikat untuk memuat sesuatu yang tidak akan dipilihnya sendiri ataupun dicegah dari berbuat apa yang dipilihnya sendiri, oleh kehendak orang lain, negara atau kekuasaan apapun

Macam – Macam Kebebasan :

  • Kebebasan fisik adalah terlepas dari paksaan fisik (tidak terbelenggu atau jadi tahanan rumah).
  • Kebebasan yuridis adalah  tidak dirampas hak-haknya (tidak hidup dalam negara kediktatoran dan tidak bisa mengemukakan pendapat, rapat, dll)
  • Kebebasan psikologis adalah terlepas dari tekanan batin atau gangguan psikis (tidak menderita kelainan jiwa).
  • Kebebasan moral adalah orang yang terlepas dari paksaan moral (saat ditodong benda tajam untuk menyerahkan harta bendanya).
  • Kebebasan eksistensial adalah orang yang terlepas dari keterasingan

Tanggung jawab

Tanggung jawab berarti bahwa orang tidak boleh mengelak bila diminta penjelasan tentang tingkah laku atau perbuatannya. Dalam tanggung jawab terkandung pengertian penyebab. Setiap manusia harus bertanya kepada dirinya sendiri apa yang mendorongnya dalam berperilaku, bertutur kata, dan merencanakan sesuatu. Apakah perilaku itu berlandaskan akal sehat, hawa nafsu, dan ambisi pribadi. Manusia yang baik adalah manusia yang bisa bertanggungjawab dari semua yang dilakukannya.

Macam-Macam Tanggung Jawab :

  • Tanggung Jawab Terhadap Allah SWT
  • Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
  • Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
  • Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
  • Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan

Untuk penjelasan lebih lanjut tentang kebebasan & tanggungjawab, silahkan download ppt pada file di bawah ini :

Klik di tautan dibawah ini:

PPT Kebebasan & Tanggung Jawab

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Pelatihan Kerja / Pendampingan / Training Center / Manajemen


Untuk Pelatihan / In-House Training
Character Building
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Pelatihan Komunikasi

Komunikasi Efektif, kiat untuk Memahami & Dipahami

Komunikasi Efektif

Pengertian

Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan. Pengukuran efektifitas dari suatu proses komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan si pengirim pesan. Tujuan komunikasi efektif adalah memberi kan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informasi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan.

Menurut Mc. Crosky Larson dan Knapp, komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam proses komunikasi. Komunikasi yang efektif hanya dapat terjadi jika komunikator dan komunikan memiliki persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa.

Komunikasi dikatakan efektif

  1. Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya.
  2. Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
  3. Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim

Fungsi komunikasi efektif

  • Fungsi informasi : untuk memberitahukan sesuatu (pesan) kepada pihak tertentu, dengan maksud agar komunikan dapat memahaminya.
  • Fungsi ekspresi : Sebagai wujud ungkapan perasaan / pikiran komunikator atas apa yang dia pahami terhadap sesuatu hal atau permasalahan.
  • Fungsi kontrol : Menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, dengan memberi pesan berupa perintah, peringatan, penilaian dan lain sebagainya.
  • Fungsi sosial : Untuk keperluan rekreatif dan keakraban hubungan di antara komunikator dan komunikan.
  • Fungsi ekonomi : Untuk keperluan transaksi usaha (bisnis) yang berkaitan dengan finansial, barang dan jasa.

Komunikasi agar berjalan efektif 

  • Ciptakan suasana yang saling menguntungkan
  • menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti
  • pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan
  • Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat menguntungkannya
  • Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihak komunikan

Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan download ppt pada file di bawah ini :

Klik disini:

PPT Komunikasi Efektif

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan, Training & In-house Training

Pelatihan Kerja & Training Center


Untuk Pelatihan/ In-House Training:
Membangun Komunikasi efektif dalam Organisasi
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Pelatihan SDM

Pentingnya Etika bagi Kehidupan Bermasyarakat

Konsep Dasar Etika

Pengertian Etika

Istilah “etika” berasal dan bahasa Yunani kuno. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai arti kebiasaan-kebiasaan tingkah laku manusia; adat, ahlak, watak, perasaan; sikap; dan cara berfikir. Dalam bentuk jamak ta etha mempunyai adat kebiasaan. Menurut filsuf Yunani Aristoteles, istilah etika sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat/moral. Sehingga berdasarkan asal usul kata, maka etika berarti: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.

Etika merupakan cabang filsafat yang  membahas tentang nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia, baik secara pribadi maupun kelompok.

Faktor-faktor yang melandasi etika

  1. Religius, Agama mempunyai hubungan erat dengan moral, agama merupakan motivasi terkuat perilaku moral atau etik, agama merupakan salah satu sumber nilai dan norma etis yang paling penting, setiap agama mengandung ajaran moral yang menjadi pegangan bagi perilaku para anggotanya.
  2. Nilai-nilai atau value : sesuatu yang berguna dan sangat memberi makna bagi seseorang atau kelompok orang.
  3. Norma : aturan atau kaidah perilaku &tindakan manusia yang memberikan pedoman tentang bagaimana bertindak/berperilaku yang baik atau benar dan tepat.
  4. Sosial budaya, dibangun oleh konstruksi sosial dan dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
  5. Kebijakan atau policy maker, siapa stakeholders nya dan / bagaimana kebijakan yang dibuat sangat berpengaruh atau mewarnai etika maupun kode etik.

Terdapat tiga pembagian etika

  • Etika deskriptif, Etika deskriptif tidak memberi penilaian tetapi menggambarkan moralitas pada individu-individu tertentu, kebudayaan atau subkultur tertentu dalam kurun waktu tertentu.
  • Etika normatif, Pada etika normatif terjadi penilaian tentang perilaku manusia. Penilaian ini terbentuk atas dasar norma. Etika normatif bersifat preskriptif (memerintahkan), tidak melukiskan melainkan menentukan benar atau tidaknya tingkah laku.
  • Metaetika, “Meta” berasal dan bahasa Yunani yang berarti melebihi atau melampaui. Metaetika mempelajari logika khusus dan ucapan-ucapan etis. Pada metaetika mempersoalkan bahasa normatif apakah dapat diturunkan menjadi ucapan kenyataan. Metaetika mengarahkan pada arti khusus dan bahasa etika.

Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan download ppt pada file di bawah ini :

Klik disini:

PPT Konsep Dasar Etika

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi / Pelatihan / Training / Manajemen Sumber Daya Manusia


Untuk Pelatihan & In-House Training:
Etika & Pengembangan Kepribadian
Kontak Customer Service Anda (Klik disini)

 

Pelatihan Pengembangan Kepribadian

Kepribadian Positif & Prestasi individu

Pengembangan Kepribadian

Pengertian

Pengembangan kepribadian memberikan peran yang sangat besar kepada anda  dalam rangka meningkatkan kualitas diri pribadi, kualitas hubungan dengan orang lain agar anda mampu berhubungan dengan lingkungan, semangat untuk selalu meningkatkan kapasitas da kualitas kepribadian anda sehari hari, akan mendorong anda untuk mengembangkan kepribadian ke arah yang lebih baik.

Inner Self & Outer Self

Pengembangan Kepribadian yaitu keseluruhan pola (bentuk) tingkah laku, sifa-sifat, kebiasaan, kecakapan bentuk tubuh, serta unsur-unsur psiko-fisik lainnya yang selalu menampakkan diri dalam kehidupan seseorang. Dengan kata lain dapat dikatakan kepribadian yang mencakup semua aktualisasi dari (penampilan) yang selalu tampak pada diri seseorang, merupakan bagian yang khas atau ciri dari seseorang. Jadi Pengembangan Kepribadian mengembangkan Inner Self dan Outer Self sesorang dengan lebih jelasnya mengembangkan diri secara dari dalam diri dan luar dirinya.

Kepribadian positif akan berdampak positif jauh lebih besar daripada faktor lain dalam pencapaian sukses kita.” Demikian ungkap pakar manajemen diri, Brian Tracy.

Artinya adalah, untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup, kita mau tidak mau harus mengembangkan kepribadian yang mendukung kita menjadi sukses. Sebagaimana yang disampaikan Napoleon Hill dalam buku Think & Grow Rich, bahwa untuk menjadi sukses, kita harus membuat pikiran kita sadar akan kesuksesan. Berpikir negatif dan gagal, akan membawa kegagalan.

Mengapa pengembangan kepribadian itu penting ?

  • Agar merasa tenteram dan nyaman baik dengan diri sendiri maupun dalam berinteraksi berkomunikasi dengan orang lain.
  • Karena kepribadian dapat menjadi faktor pendukung motivasi kesuksesan atau sebaliknya menjadi sumber kesulitan.
  • Memperbaiki kualitas kepribadian secara langsung maupun tidak langsung melalui kegiatan menciptakan pola berpikir yang positif setiap hari, sehingga setiap orang akan mencapai derajat kehidupan yang lebih baik dari hari – hari sebelumnya.
  • Mengenal kepribadian dan kemampuan leadership (kepemimpinan) seseorang
  • Mengetahui kekuatan, dan mengurangi kelemahan dengan mengembangkan perilaku dan kebiasaan yang relevan dengan kelemahan yang dimiliki secara terus menerus serta mengaitkannya dengan tujuan yang akan dicapai.
  • Banyak membaca dan belajar tentang pengembangan diri.
  • Memperkuat aqidah dan akhlak spiritual keagamaan.
  • Menyusun rencana yang jelas untuk pengembangan pribadi.
  • Mancari lingkungan yang kondusif untuk pengembangan pribadi

Untuk penjelasan lebih lanjut tentang pengembangan kepribadian, silahkan download ppt pada file di bawah ini :

Klik disini:

PPT Pengembangan Kepribadian

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Lembaga Pelatihan & Konsultasi Manajemen Sumber Daya Manusia

Pelatihan Kerja & Training Center


Untuk Informasi Pelatihan/ In-House Training:
Etiket & Pengembangan Kepribadian
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Etos Kerja

Budaya Organisasi

Budaya Organisasi

Secara Umum, Pengertian Budaya Organisasi adalah sebuah karakteristik yang dijunjung tinggi oleh organisasi dan menjadi panutan organisasi sebagai pembeda antara satu organisasi dengan organisasi yang lain.

Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :

  • Menurut Hodge, B.J., et al., 2002 : budaya organisasi merupakan suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi yang bersangkutan dan juga meliputi sistem bersama.
  • Menurut Uttal, 1983 : budaya organisasi merupakan sistim dari nilai-nilai yang dipegang bersama tentang apa yang penting serta keyakinan tentang bagaimana dunia berjalan.
  • Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
  • Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.

Sumber-Sumber Budaya Organisasi

  • Pengaruh umum dari luar yang luas
    Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi.
  • Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
    Keyakinan-keyakinan dn nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan.
  • Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
    Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.

Fungsi Budaya Organisasi

  • Mendorong dan meningkatkan kinerja ekonomi baik dalam jangka pendek dan panjang
  • Penentu arah organisasi mana yang boleh dan yang tidak boleh
  • Perasaan Identitas dan menambah komitmen organisasi
  • Alat pengorganisasian anggota
  • Mekanisme kontrol perilaku
  • Menguatkan nila-nilai dalam organisasi

Ciri-ciri Budaya Organisasi

  1. Menurut Robbins (1996:289), ada 7 ciri-ciri budaya organisasi adalah: Inovasi dan pengambilan resiko : Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.
  2. Perhatian terhadap detail : Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
  3. Orientasi hasil : Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
  4. Orientasi orang : Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada orang-orang di dalam organisasi itu.
  5. Orientasi tim : Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, ukannya individu.
  6. Keagresifan : Berkaitan dengan agresivitas karyawan.
  7. Kemantapan : Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik.

Untuk materi power point (ppt) Budaya Organisasi bisa langsung di download ppt pada link di bawah ini :

PPT Budaya Organisasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-House Training

Pelatihan Kerja & Training Center


Untuk Pelatihan/ In-House Training:
Membangun Budaya Organisasi & Etos Kerja
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Pelatihan dan Training SDM Indonesia

Membangun Kepercayaan Diri

Membangun Kepercayaan Diri & Sikap Positif

Kepercayaan diri merupakan keyakinan individu tentang dirinya bahwa mampu berperilaku sesuai dengan harapan, kebutuhan atau keinginan untuk tujuan kesuksesan hidup. Hal terpenting dari rasa percaya diri adalah adanya perasaan atau kepercayaan bahwa individu dapat melakukan sesuatu sesuai dengan harapan yang dimiliki tapi bukan berarti induvidu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.

Orang yang memiliki kepercayaan rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa bersikap sebagai berikut :

  1. Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan.
  2. Tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh-sungguh.
  3. Mudah frustasi atau give-up ketika menghadapi masalah atau kesulitan.
  4. Canggung dalam menghadapi orang.
  5. Sering memiliki harapan yang tidak realistis.
  6. Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah.
  7. Terlalu perfeksionis.
  8. Terlalu sensitif.
  9. Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal).

Sebaliknya, orang yang mempunyai kepercayaan diri yang bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.

Cara Membangun Kepercayaan Diri

Hilangkan apa pun yang dapat memunculkan pikiran negatif. Jangan biarkan diri Anda berada dalam situasi yang membuat Anda merasa negatif kepada diri sendiri. Misalnya, pengingat akan masa lalu, pakaian yang sudah tidak pas lagi, atau tempat yang tidak sesuai dengan tujuan baru Anda untuk memiliki kepercayaan diri.

Lupakan Standar Yang Ditetapkan Orang Lain. Berpeganglah pada standar yang anda miliki. Orang lain memiliki nilai yang berbeda dengan anda, dan sekeras apapun anda mencoba, anda tidak pernah bisa memuaskan semua orang setiap saat.

Kenali bakat Anda. Setiap orang mempunyai keahlian, jadi carilah apa yang mampu anda lakukan dengan baik, lalu berfokuslah pada bakat anda. Temukan apa yang anda sukai lalu kembangkan bakat yang sesuai dengan minat anda tersebut.

Banggalah kepada diri sendiri. Anda tidak cuma harus bangga dengan bakat atau keahlian, tetapi juga harus memperhatikan semua hal yang membuat kepribadian Anda istimewa. Misalnya, rasa humor, kasih sayang, keahlian mendengarkan, atau kemampuan mengatasi stres.

Untuk materi selengkapnya tentang cara membangun kepercayaan diri bisa langsung di download pada link di bawah ini :

PPT Membangun Kepercayaan diri

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Pelatihan/In-House Training/Pendampingan

Pelatihan Kerja & Training Center


Untuk Pelatihan/ In-House Training:
Membangun Rasa Percaya Diri & Sikap Positif
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)