• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Blog

Penilaian kinerja

Metode Penilaian Kinerja

Pengertian Penilaian Kinerja

  1. Penilaian kinerja adalah suatu sistem formal dan terstruktur yang mengukur, menilai, dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil, termasuk tingkat ketidakhadiran. Fokusnya adalah untuk mengetahui seberapa produktif seorang karyawan dan apakah ia bisa berkinerja sama atau lebih efektif pada masa yang akan datang, sehingga karyawan, organisasi, dan masyarakat semuanya memperoleh manfaat. (Schuler & Jackson, 1996:3).
  2. Penilaian kinerja adalah proses yang dilakukan organisasi untuk mengevaluasi hasil kerja para karyawannya. (Werther & Davis 1996).
  3. Penilaian kinerja adalah sistem formal untuk meninjau dan mengevaluasi kinerja para individu atau tim dalam menjalankan tugasnya. (Mondy 2008).
  4. Penilaian kinerja melibatkan evaluasi kinerja yang didasarkan pada penilaian dan pendapat dari para bawahan, rekan kerja, atasan, manajer lainnya, dan bahkan karyawan itu sendiri. (Schuler & Jackson 2006).

Tujuan Penilaian Kinerja

Schuler dan jackson dalam bukunya yang berjudul Manajemen sumber daya manusia edisi keenam, jilid kedua pada tahun 1996 menjelaskan bahwa sebuah studi yang dilakukan akhir-akhir ini mengidentifikasi ada dua puluh macam tujuan informasi kinerja yang berbeda-beda, yang dapat dikelompokkan dalam empat macam kategori, yaitu:

  • Evaluasi yang menekankan perbandingan antar-orang.
  • Pengembangan yang menekankan perubahan-perubahan dalam diri seseorang dengan berjalannya waktu.
  • Pemeliharaan sistem.
  • Dokumentasi keputusan-keputusan sumber daya manusia bila terjadi peningkatan.

Manfaat penilaian kerja

Manfaat bagi karyawan yang dinilai
Bagi karyawan yang dinilai, keuntungan pelaksanaan penilaian kinerja adalah (Rivai&Basri,2004 :58), antara lain:

  1. Meningkatkan motivasi.
  2. Meningkatkan kepuasan hidup.
  3. Adanya kejelasan standard hasil yang diterapkan mereka.
  4. Umpan balik dari kinerja lalu yang kurang akurat dan konstruktif.
  5. Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan menjadi lebih besar.

Manfaat bagi penilai
Bagi penilai, manfaat pelaksanaan penilaian kinerja (Rivai&Basri, 2004 : 60) adalah;

  1. Kesempatan untuk mengukur dan mengidentifikasikan kecenderungan kinerja karyawan untuk perbaikan manajeman selanjutnya.
  2. Kesempatan untuk mengembangkan suatu pandangan umum tentang pekerjaan individu dan departemen yang lengkap.
  3. Memberikan peluang untuk mengembangkan sistem pengawasan baik untuk pekerjaan manajer sendiri, maupun pekerjaan dari bawahannya.
  4. Identifikasi gagasan untuk peningkatan tentang nilai pribadi.
  5. Peningkatan kepuasan kerja.

Manfaat bagi perusahaan
Bagi perusahaan, manfaat penilaian adalah, (Rivai&Basri, 2004 : 62) antara lain:

  1. Perbaikan seluruh simpul unit-unit yang ada dalam perusahaan karena:
    • Komunikasi menjadi lebih efektif mengenai tujuan perusahaan dan nilai budaya perusahaan.;
    • Peningkatan rasa kebersamaan dan loyalitas;
    • Peningkatan kemampuan dan kemauan manajer untuk menggunakan keterampilan dan keahlian memimpinnya untuk memotivasi karyawan dan mengembangkan kemauan dan keterampilan karyawan.
  2. Meningkatkan pandangan secara luas menyangkut tugas yang dilakukan oleh masing-masing karyawan;
  3. Meningkatkan kualitas komunikasi;
  4. Meningkatkan motivasi karyawan secara keseluruhan;
  5. Meningkatkan keharmonisan hubungan dalam pencapaian tujuan perusahaan

Untuk materi selengkapnya tentang penilaian kinerja karyawan, bisa di download ppt di bawah ini :

Klik power point dibawah ini:

PPT Penilaian Kinerja Karyawan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Dapatkan Informasi terkait: Konsultasi / Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Motivasi / Penilaian Kinerja / Job Evaluation / Performance Appraisal / Oubound Training / Leadership / Komunikasi / MSDM / Indonesia / Penilaian Prestasi / 



Kerja Tim

Membangun Kerjasama Tim

Building An Affective Team

Pengertian Tim

Dalam dunia kerja, kerja sama merupakan salah satu elemen penting dalam hal meraih tujuan. Dalam bekerja di suatu instansi atau perusahaan tentunya memerlukan sinergi setiap tim antar departemen untuk mencapai target secara keseluruhan karena sinergi dalam tim akan menghasilkan output yang lebih besar dibandingkan dengan bekerja secara individu. Kerjasama tim tak hanya bisa menyelesaikan tugas-tugas kecil namun bisa meraih tujuan tim yang merupakan proyek besar dari tim. Dari ilustrasi ini, maka yang dimaksud dengan kerjasama tim adalah Sekumpulan dua orang atau lebih yang satu sama lain berinteraksi dalam mencapai tujuan bersama.

Sebuah tim lebih dari sekadar sejumlah orang yang mengenakan atribut yang sama. Bekerja sama dalam sebuah tim berarti mengarahkan pencapaian-pencapaian individual menuju mencapai tujuan bersama/organisasional. Di dalamnya ada proses saling memberi dan menerima. Karena bekerja sama orang-orang biasa dapat mencapai hasil yang hebat. Sebaliknya, sekumpulan orang yang hebat dapat tak mencapai apapun kalau mereka tidak mau bekerja sama sehingga dikatakan, “It is easy to get good players. Getting them to play together, that is the Hard Part”.

Tim, Bukanlah Kelompok

Kelompok (group) adalah dua orang atau lebih dengan hubungan yang sifatnya umum.Sebuah kelompok bisa jadi adalah rekan kerja atau orang-orang yang berkumpul untuk makan siang. Sedangkan Tim (team) adalah sejumlah kecil orang dengan keterampilan yang saling melengkapi, berkomitmen pada satu tujuan umum, target-target, dan pendekatan yang untuknya mereka mempertahankan diri mereka dengan bertanggung jawab secara mutual.

Kelompok dapat menjadi tim jika:

  • Tim bekerja menyelesaikan masalah secara kontinu, bukan sekadar menjadwalkan waktu untuk rapat.
  • Ukuran tim untuk efektivitas adalah hasil dan tujuan bersama, bukan hasil dan tujuan individual.
  • Anggota-anggota tim menjalankan kepemimpinan.
  • Baik individu maupun tim secara keseluruhan memiliki tanggung jawab atas pekerjaan dalam tim.
  • Tim membangun sebuah tujuan atau misi.

Manfaat Adanya Tim

  • Dengan adanya kelompok maka risiko pekerjaan ditanggung oleh kelompok.
  • Sumber lebih banyak dan terjadi proses belajar.
  • Kelemahan individu teratasi oleh kelompok.
  • Kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dapat lbih akurat.

Cara Membangun Rasa Kebersamaan Tim

  • Tim yang dinamis akan berjalan apabila anggota-nya mampu membangun rasa kebersamaan secara efektif.
  • Rasa kebersamaan dapat terwujud, bila para anggota tim mampu menerima keragaman anggotanya. Karena hakekatnya tidak seorang manusiapun yang sama, termasuk mereka yang lahir kembar (twin).
  • Tim akan efektif bila dibangun berdasarkan kebersamaan, tidak memandang pangkat, suku, golongan. Menunjukkan saling percaya, saling menghargai dan dilandasi keterbukaan.

Untuk materi selengkapnya tentang membangun kerjasama tim, bisa di download ppt pada link di bawah ini :

PPT Membangun Kerjasama Tim

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Dapatkan Informasi terkait: Konsultasi / Pelatihan Kerja / Training Center / Strategi Bisnis /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Motivasi / Teamwork / Kerja tim / training team building /Oubound Training / Leadership / Komunikasi / In-house training / Sinergi / SDM Indonesia / Manajemen / Kualitas / Leadership



Pelatihan Etiket

Tata Krama Berkomunikasi antar Manusia

Etiket Berkomunikasi

Latar belakang

Komunikasi sangat erat hubungannya dengan kebutuhan sosial individu. Tanpa komunikasi, individu akan kesulitan mengungkapkan pendapat, perasaan, dan keinginan menjalankan hubungan dengan individu lainnya. Bayangkan saja jika tidak terjadi komunikasi antar individu yang satu dengan yang lainnya, kehidupan sosial dan informasi yang dibutuhkan tidak akan ada. dunia akan terasa sepi dan Kehidupan akan terasa bosan karena tidak dapat mencurahkan ide dan perasaan. Namun demikian, komunikasi tidak bisa dilepaskan dengan unsur budaya yaitu  Etiket. Tanpa Etiket, akan muncul ketegangan atau konflik yang dapat mengganggu jalannya proses komunikasi.

Berikut ini beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari yaitu :

  • Jujur tidak berbohong
  • Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
  • Berinisiatif sebagai pembuka dialog
  • Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
  • Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
  • Bertingkah laku yang baik / ramah
  • Lapang dada dalam berkomunikasi
  • Bersikap dewasa tidak kekanak-kanakan
  • Tidak mudah terbawa emosi (emosional)

Contoh Teknik Komunikasi Yang Baik

  • Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara
  • Gunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar
  • Menerima pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon
  • Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi
  • Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara.
  • Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik
  • Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat tangan, merunduk, hormat, canda gurau.
  • Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan
  • Menatap mata lawan bicara dengan lembut
  • Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara
  • Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara
  • Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum
  • Dan sebagainya

Di zaman modern seperti saat ini, untuk berkomunikasi tidak harus bertatap langsung dengan lawan bicara. Kemajuan teknologi sudah merubah segalanya menjadi lebih efektif dan efisien. Individu bisa berkomunikasi dengan menggunakan Handphone (melalui telepon dan sms) dan internet seperti chatting media sosial, dan e-mail. Manusia sangat mudah sekali berinteraksi dengan orang-orang baru tanpa harus bertemu dengan mereka. Dalam hal ini, etika juga perlu diterapkan meskipun tidak bertemu secara langsung dengan lawan bicara. Ada banyak aturan yang harus dilakukan setiap individu jika ingin menggunakan teknologi sebagai alat komunikasi. Misalnya, apabila kita ingin mengirim SMS dan chat kepada orang yang sudah dikenal ataupun belum, penulisan yang baik harus diperhatikan, menggunakan kata-kata yang sopan, tanda baca yang jelas dan sesuai agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, dll.

Berikut kami jelaskan apa saja aturan-aturan berkomunikasi dalam memanfaatkan teknologi terkait dengan “Etiket berkomunikasi”. Silahkan di download pada file ppt di bawah ini :

Klik disini:

PPT Etiket Berkomunikasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Pelatihan & Pendampingan

Dapatkan Informasi terkait: Konsultasi / Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Motivasi / Training Motivation / Motivasi karyawan / Etika Bisnis / Etiket / Personality / Kepribadian /Leadership / Komunikasi / Manner / Startegi / Organisasi / Bisnis / contoh ppt



 

ISO 9001 2015

Perubahan Penting dalam ISO 9001:2015

ISO 9001:2015

Dear SDM Indonesia,

Saat ini Standar mutu ISO 9001 telah mengalami revisi dari versi sebelumnya tahun 2008 menjadi versi baru tahun 2015. Dalam Standar ISO 9001:2015, terdapat beberapa perubahan penting,

Perubahan dalam ISO 9001 : 2015 antara lain:

  • Jumlah prinsip-prinsip dalam ISO 9001:2015
  • Jumlah klausul dalam ISO 9001:2015
  • Tidak diwajibkan memiliki Manual Mutu (not mandatory).
  • Istilah baru “informasi terdokumentasi”.
  • Tidak diwajibkan adanya “Management Representative“ (MR).
  • Tidak ada klausul yang boleh dikecualikan.
  • Preventive Action berubah menjadi Risk Management
  • Pengertian produk dan jasa dalam ISO 9001:2015
  • Adanya beberapa istilah-istilah baru

Untuk informasi lebih jauh, silahkan di unduh file slideshare berikut ini:

Klik Disini:

Perubahan Penting dalam ISO 9001:2015

Demikian, semoga bermanfaat..

Salam SDM Indonesia,

sdmindonesia.com

Dapatkan Informasi terkait: Konsultasi / Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Motivasi / ISO 9001 : 2015 / ISO 9000 / TQM / Manajemen Kualitas /Oubound Training / Leadership / Komunikasi / Kaizen



Berpikir Positif

Kekuatan Berpikir Positif & Dampaknya terhadap Prestasi

The Power of Positive Thinking

Berpikir positif adalah cara berpikir secara logis yang memandang sesuatu dari segi positifnya baik terhadap dirinya sendiri, orang lain, maupun keadaan lingkungannya. Orang yang berfikir positif tidak akan putus asa atas masalah yang dihadapinya dan mereka akan mudah dalam mencari jalan keluarnya. Berpikir positif akan mendorong kita untuk bersikap dan berbuat yang mendukung hal positif tersebut untuk terjadi. Berpikir positif merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari tiga komponen, yaitu muatan pikiran, penggunaan pikiran, dan pengawasan pikiran.

Cara Berfikir Positiftasi

  • Bersikap optimis
  • Bersikap proaktif
  • Hadapi masalah berat dengan tenang, jika perlu gunakan humor untuk mencairkan suasana
  • Fokuskan pada faktor positif dalam hidup kita
  • Tumbuhkan sikap mental positif
  • Lakukan olahraga teratur

Komponen Berpikir Positif

1. Muatan Pikiran

Memasukkan muatan positif pada ruang pikiran akan sia sia jika tidak diiringi dengan tindakan nyata, sehingga, isi muatan yang positif tersebut perlu diaktualisasikan ke dalam tindakan agar ada dampak yang ditimbulkan.

Menurut Ubaedy, muatan positif untuk pikiran adalah berbagai bentuk pemikiran yang memiliki kriteria:

  • Benar (tak melanggar nilai-nilai kebenaran)
  • Baik (bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan)
  • Bermanfaat (menghasilkan sesuatu yang berguna)
  • Penggunaan Pikiran

2. Penggunaan Pikiran

Memasukkan muatan positif pada ruang pikiran merupakan tindakan positif namun tindakan tersebut berada pada tingkatan yang masih rendah jika muatan positif tersebut tidak diwujudkan dalam tindakan nyata. Oleh karena itu isi muatan yang positif tersebut perlu diaktualisasikan ke dalam tindakan agar ada dampak yang ditimbulkan.

3. Pengawasan Pikiran

Pengawasan pikiran merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengeluarkan hal hal negatif yang ikut masuk kedalam pikiran dan menggantinya dengan hal yang positif. Jika ternyata teridentifikasi bahwa pikiran bekerja tidak semestinya maka dilakukan usaha untuk memperbaiki kelemahan atau kesalahan tersebut.

Untuk materi selengkapnya tentang berfikir positif bisa langsung di download Slideshare ppt di bawah ini :

Klik disini:

PPT Berfikir Positif

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com


Dapatkan Informasi terkait: Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Kepribadian / Berpikir Positif / Positif Thinking / Sikap Positif / Positive Behavior /Oubound Training / Leadership / Komunikasi / SDM / Manajemen / Strategi /Keunggulan bersaing / Human Resources management


Untuk Informasi Pelatihan
“Who Am I & Teknik Perpikir Positif”

 

Perencanaan SDM

Analisa Jabatan: Menyiapkan kebutuhan SDM yang handal

Analisa Jabatan (Job Analysis)

Pengertian

Analisa Jabatan adalah suatu proses untuk mengidentifikasi  dan mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan pekerjaan dan tugas dalam suatu jabatan,  yang selanjutnya  menetapkan tugas dan ketrampilan yang disyaratkan dalam suatu jabatan.

Dessler (1997), mengungkapkan bahwa analisa jabatan merupakan prosedur untuk menetapkan tugas dan tuntutan keterampilan dari suatu jabatan dan orang yang seperti apa yang akan melaksanakan pekerjaan tersebut. Dalam pengertian ini, dessler menekankan pada dua aspek, yaitu meyangkut isi pekerjaan dan orang yang melaksanakan pekerjaan.

Analisa jabatan digunakan untuk menetapkan SDM yang seperti apa yang dibutuhkan perusahaan sehingga hasil dari analisis jabatan yaitu berupa deskripsi jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job specification).

Hasil Analisis Jabatan

  1. Deskripsi Pekerjaan adalah pernyataan tertulis tentang apa yang harus dikerjakan oleh pemegang jabatan, bagaimana cara mengerjakannya dan dan dalam kondisi apa pekerjaan tersebut dilaksanakan. Memuat bagian-bagian tentang: Identifikasi Jabatan, Ringkasan Jabatan, Hubungan, tanggung jawab dan kewajiban, Wewenang pemegang jabatan, Standar kinerja, Kondisi kerja, dan Spesifikasi jabatan.
  2. Spesifikasi Jabatan adalah Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pekerja yang akan menduduki suatu jabatan, supaya dia dapat melaksanakan pekerjaannya dengan maksimal. Memuat bagian-bagian tentang: Persyaratan mengenai minimal pendidikan, pelatihan dan pengalaman kerja yang dimiliki, Persyaratan mengenai wawasan dan kemampuan apa saja yang dimiliki, Persyaratan mengenai jenis kelamin dan umur, Persyaratan mengenai kesehatan seperti keadaan fisik dan mental.

Tujuan Analisa Jabatan

  • Untuk rekruitmen dan seleksi : Perekrutan karyawan baru, Menentukan tingkat gaji yang tepat, Persyaratan minimum ( pendidikan dan atau pengalaman), seleksi, orientasi, hingga evaluasi.
  • Kompensasi : menetapkan bonus sesuai prestasi dan peningkatan kinerja.
  • Penilaian kerja : Tujuan dan sasaran, kinerja standar, Panjang periode percobaan, tugas untuk dievaluasi, Kriteria evaluasi.
  • Pelatihan dan pengembangan : Pelatihan konten, Penilaian tes untuk mengukur efektivitas pelatihan, Peralatan yang akan digunakan dalam memberikan pelatihan, Metode pelatihan ( kelompk kecil, berbasis computer, video ).

Untuk materi selengkapnya tentang analisa jabatan bisa langsung di download pada link di bawah ini :

Klik Disini:

Analisa Jabatan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Medan, Balikpapan

Dapatkan informasi terkait: Konsultasi / Pelatihan / In-house Training / Training / Training Center / Pelatihan Kerja / Contoh Pelatihan / Mengelola Perubahan / Managing Change / Managing Change for Success / SDMIndonesia


Untuk Konsultasi / Training & Pendampingan Analisis Jabatan di Perusahaan
Hubungi Customer Service Anda (klik disini)

Motivasi

Motivasi Kerja: Membangun Semangat Karyawan

Pengertian Motivasi Kerja

Manajer perusahaan adalah orang-orang yang mencapai hasil melalui orang lain (karyawan). Sehingga menjadi kewajiban dari setiap manajer agar para karyawannya berprestasi. Karyawan bisa berprestasi karena disebabkan oleh dua hal yaitu: kemampuan dan motivasi, Kemampuan dan sifat-sifat pribadi, sedangkan motivasi dipengaruhi oleh sesuatu yang ada dalam diri seseorang dan hal-hal lain di luar dirinya. Motivasi kerja adalah suatu kondisi yang berpengaruh untuk membangkitkan, mengarahkan, dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja (Nursalam, 2008).

Di bawah ini tercantum beberapa definisi atau pengertian motivasi kerja dari sejumlah penulis sebagai berikut:

  • George R. Terry berpendapat “motivasi kerja adalah suatu keinginan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk bertindak sesuatu”.
  • Dr. Sondan P. Siagian, MPA berpendapat bahwa: “Motivasi kerja merupakan keseluruhan proses pemberian motiv berkerja para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis.
  • Wahjosumadjo menyatakan, “motivasi kerja merupakan suatu prsoses psikologis yang mencerminkan interaski antara sikap kebutuhan persepsi dan kepuasan yang terjadi pada diri seseorang
  • G. Terry mengemukakan bahwa “Motivasi diartikan sebagai mengusahakan supaya seseorang dapat menyelesaikan mempekerjaan dengan semangat karena ia ingin melaksanakannya”.

Prinsip-prinsip dalam motivasi kerja

Menurut Nursalam (2008), terdapat beberapa prinsip dalam memotivasi kerja pegawai yaitu:

  • Prinsip partisipatif: karyawan perlu diberikan kesempatan ikut berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang akan dicapai oleh pemimpin.
  • Prinsip komunikasi: Pemimpin mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas. Dengan informasi yang jelas, karyawan akan lebih mudah dimotivasi.
  • Prinsip mengakui andil bawahan: Pemimpin mengakui bahwa bawahan (pegawai) mempunyai andil didalam usaha pencapaian tujuan. Dengan pengakuan tersebut, pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.
  • Prinsip pendelegasian wewenang: Pemimpin akan memberikan otoritas atau wewenang kepada karyawan bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengambil keputusan terhadap pekerjaan yang dilakukannya, akan membuat yang bersangkutan menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh pemimpin.
  • Prinsip memberi perhatian: Pemimpin memberikan perhatian terhadap apa yang diinginkan pegawai bawahannya, sehingga bawahan akan termotivasi bekerja sesuai dengan harapan pemimpin.

Tujuan Motivasi

Tujuan motivasi antara lain sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kedisiplinan karyawan
  2. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan
  3. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan
  4. Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan
  5. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik
  6. Mengefektifkan pengadaan karyawan
  7. Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi karyawan.
  8. Meningkatkan tingkat kesejateraan karyawan
  9. Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya
  10. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku

Untuk memahami lebih dalam tentang motivasi kerja bisa langsung di download Slideshare ppt pada link di bawah ini:

Klik SlideShare dibawah ini:

PPT Motivasi Kerja

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com


Dapatkan Informasi terkait: Konsultasi / Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Motivasi / Training Motivation / Motivasi karyawan / Motivation & Goal setting / Training Self Motivation Skill /Oubound Training / Leadership / Komunikasi



Mengelola Perubahan Organisasi

Manajemen Perubahan Dalam Organisasi

Managing Change for Success

Seorang ahli filsafat Yunani kuno yang bernama Heraclitus pernah berkata bahwa didunia ini tidak ada yang permanen, kecuali perubahan. Pernyataan tersebut kiranya masih mengandung kebenaran sampai saat ini. Dikatakan demikian karena memang pada kenyataannya di dunia ini selalu terjadi perubahan yang mencakup seluruh segi kehidupan baik pada tingkat individu maupun tingkat organisasional. Perubahan organisasi terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam berbagai variable eksternal seperti system politik, ekonomi, teknologi, pasar, nilai-nilai, kenaikan biaya, kelangkaan sumber daya, keamanan karyawan, peraturan dan kebiojakan, dan lainnya adalah beberapa contoh factor-faktor lingkungan yang menyebabkan perubahan. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tak bisa dihindari dan harus dihadapi. Maka diperlukan satu pengelolaan perubahan agar proses & dampak dari perubahan tersebut dapat di arahkan pada titik perubahan yang positif.

Faktor Penyebab Perubahan Organisasi

Faktor – faktor penyebab perubahan organisasi terdiri dari dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

A. Faktor Internal adalah segala keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi dimana faktor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Faktor Internal terdiri dari :

  • Perubahan kebijakan lingkungan.
  • Perubahan struktur organisasi.
  • Volume kegiatan bertambah banyak.
  • Sikap dan perilaku para anggota organisasi.

B. Faktor Ekstern adalah segala keseluruhan faktor yang ada di luar organisasi yang dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Faktor eksternal diantaranya terdiri dari :

  • Sumber daya alam.
  • Kompetisi yang semakin tajam antar organisasi..
  • Perubahan lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosial.

Dari faktor-faktor diatas sangatlah besar kemungkinan suatu organisasi dapat berubah, entah kearah yang lebih positif maupun sebaliknya.

Dampak Perubahan Organisasi

Dampak perubahan dan pengembangan dalam organisasi dapat menjadi dampak yang positif jika tujuan dari suatu organisai dapat tercapai. Dampak terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Dampak Positif : Dampak yang memberi rasa nyaman kepada masyarakat karena telah mempercayai organisasi yang telah diikuti.
  • Dampak Negatif : Dampak negatif dari organisasi adalah dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, dan berakibat keruntuhan dari organisasi tersebut yang pada akhirnya proses perkembangan organisasi tersebut menjadi gagal total.

Untuk materi selengkapnya tentang managing change for success, bisa di download file ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Perubahan Dalam Organisasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi / Pelatihan / In-house Training / Training / Training Center / Pelatihan Kerja / Contoh Pelatihan / Mengelola Perubahan / Managing Change / Managing Change for Success / SDMIndonesia


Untuk Informasi In-House Training
“Managing Change For Success”
Hubungi Customer Service Anda (klik disini)

 

Pelatihan Hypnotherapy & NLP

Ikutilah Pelatihan: Self Transformation for Excellent Personality

Self Transformation for Excellent Personality

Pelatihan ini dirancang dengan menggunakan pendekatan optimalisasi pikiran bawah sadar dan metode NLP (Neuro-Linguistic Programming). Pelatihan ini bermanfaat untuk menambah keberlimpahan mental, motivasi dan softskills para anggota perusahaan/organisasi/staf/ karyawan sehingga mampu mengeksplorasi potensi diri dan potensi anggota tim dalam organisasi, serta siap melakukan perbaikan setiap saat ke arah yang lebih positif. Peserta dilatih untuk berani kreatif dan berani keluar dari Comfort Zone.

 

 TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta memahami prinsip-prinsip kerja otak dan cara mengoptimalkan fungsi dan cara kerja otak manusia.
  2. Peserta  mengenal potensi-potensi dahsyat yang dimiliki individu masing-masing.
  3. Peserta memahami metode dasar Mind Reframming dan Suggestible-state sehingga dapat mengubah persepsi negatif menjadi lebih positif dan percaya diri.
  4. Peserta menguasai Fast Motivation Technique yang bisa digunakan dalam situasi-situasi sulit yang menekan dan mendesak
  5. Peserta  memahami & mampu membuat SMART Goal dan memprogramkannya ke dalam alam Pikiran Bawah Sadar.
  6. Peserta memahami & mampu mendeteksi adanya Limiting Belief dan mahir dalam melakukan Self Mind-Reconstruction

 

MATERI PELATIHAN

  1. Mengetahui cara kerja dan mekanisme otak dalam menerima segala jenis stimulus eksternal
  2. Memahami bagaimana sebuah pikiran menjadi persepsi, dari persepsi menjadi perilaku.
  3. Memahami cara/ teknik mengubah persepsi sehingga mampu memberdayakan/ mengoptimalkan potensi pikiran.
  4. Menguasai teknik & metode mendeteksi adanya Limiting Belief dan cara melakukan Self Mind-Reconstruction.
  5. Mengetahui 4 pola bahasa Limiting Belief.
  6. Menguasai Teknik/ metode CRAFT untuk merekonstruksi Limiting Belief
  7. Menguasai Forgiveness Tehcnique
  8. Mengetahui 4 Negative Emotions
  9. Melakukan Teknik  Memaafkan, baik terhadap diri maupun orang lain.
  10. Menguasai Anchor Technique
  11. Memahami & Mengetahui cara Visualisasi yang berdampak
  12. Memahami & Menguasai teknik pengaplikasian Anchor dalam pekerjaan
  13. Mengetahui cara membuat S.M.A.R.T. Goal ( Specific, Measurable, Attainable, Relevan & Timed
  14. Menyusun rencana kerja pengembangan potensi diri.

 

METODE PELATIHAN

  1. Presentasi
  2. Diskusi kelompok dan studi kasus
  3. Teknik Multimedia
  4. Role Play & Simulasi
  5. Hypnotherapy, Teknik Psikologi dan NLP (Neuro-Linguistic Programming)

 

NARASUMBER: (Klik disini)

TARGET PESERTA PELATIHAN

Calon peserta/organisasi yang menginginkan perbaikan positif didalam diri karyawan dengan menggunakan pendekatan Hypnotherapy (mengoptimalkan pikiran bawah sadar) dan metode NLP (Neuro-Linguistic Programming)

 

BIAYA INVESTASI

Biaya investasi pelatihan sebesar Rp. 23.000.000,- (Maksimal 25 Peserta)

Jangka waktu/durasi pelatihan : 2 hari (Pk. 09.00 s.d 16.00)

Ketentuan :

  • Harga diatas adalah harga untuk pelatihan dalam organisasi atau in house training.
  • Biaya sudah termasuk fee instruktur &modul pelatihan.
  • Biaya belum termasuk biaya transportasi & akomodasi instruktur & tim, konsumsi selama pelatihan dan pengadaan ruang pelatihan beserta perlengkapannya.
  • Biaya belum termasuk biaya pajak (apabila dibutuhkan)

mutupendidikan.com

Pelatihan / In-house training /  Konsultasi Manajemen Terapan / Training Center / Pelatihan Kerja


Untuk In-House Training:
Self Transformation for Excellent Personality
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

 

Pelatihan Kepemimpinan

Kepemimpinan yang Efektif

How to be a great Leader

  • Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).
  • Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).
  • Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).
  • Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya.
  • Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).

Kepemimpinan Yang Efektif

Seorang pemimpin yang efektif adalah yang tidak hanya bekerja sendiri tanpa melibatkan siapapun. Melainkan mampu memanfaatkan berbagai potensi yang mengelilinginya. Kepemimpinan efektif bukan sekedar pusat kedudukan atau kekuatan akan tetapi merupakan interaksi aktif antar komponen yang efektif. kepemimpinan yang efektif menurut Keith Davis yaitu :

  1. Intelegensi yang tinggi (Intellegence)
  2. Kematangan jiwa social (social Maturity)
  3. Motivasi terhadap diri dan hasil (Inner motivation and achievement drives)
  4. Menjalin hubungan kerja manusiawi (Human relation attitudes)

Prinsip – Prinsip Kepemimpinan Efektif

  • Seorang yang belajar seumur hidup, Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi, mendengar. dan belajar dari pengalaman.
  • Berorientasi pada pelayanan, Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama.
  • Membawa energi yang positif, dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan.

Tipe Atau Gaya Kepemimpinan

Menurut Ralph white dan Ronald lippet; ada tiga tipe gaya kepemimpinan antara lain :

Kepemimpinan otoriter

  • Penentuan kebijaksanaan oleh pimpinan sendiri
  • Cara dan kegiatan yang dilakukan berada ditangan pemimpin
  • Stategi, penentuan posisi, pembagian tugas ditentukan pimpinan

Kepemimpinan Demokratis

  • Kebijaksanaan ditentukan bersama secarah musyawarah, pimpinan sebagai fasilitator
  • Pemimpin hanya melakukan sumbang saran mengenai cara kerja dan kegitan yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan
  • Cara kerja, penentuan posisi dan pembagian tugas diserahkan kepada kelompok

Kepemimpinan Liberal

  • Kebebasan penuh pada pengambilan keputusan, pimpinan memiliki peran yang sangat minim
  • Pimpinan hanya memberi informasi bila diminta dan tidak terlibat dalam penentuan cara kerja dan kegiatan yang dilakukan.

Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan download ppt pada file di bawah ini :

Kepemimpinan yang Efektif

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi /Pelatihan Kerja / In-house Training / pelatihan kepemimpinan / training leadership / training center/ pelatihan kerja / leadership / outbound training / pelatihan / training


Untuk Pelatihan/ In-House Training:
“How to be a Great Leader”
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)