• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Blog

Memposisikan produk

Memposisikan Produk

Pengertian Positioning

Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Sehingga dengan demikian konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Bagi perusahaan tindakan untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan untuk mengambil posisi tertentu dibandingkan dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar. Jika posisi perusahaan itu sendiri dekat dengan pesaing lainnya, perusahaan itu harus menyeleksi dan kemudian mencari perbedaan lebih lanjut melalui perbedaan-perbedaan tersendiri.

Peran Positioning dalam Strategi Pemasaran

Menurut Craven (1991:270)bahwa positioning memegang peran yang sangat besar dalam strategi pemasaran, setelah melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal perusahaan(total situation analysis).

Alasannya dunia sekarang ini dilanda over komunikasi, terjadi ledakan barang,media, maupun iklan. Akibatnya pikiran para prospek menjadi ajang pertempuran.
Oleh karena itu, agar dapat berhasil dalam suatu masyarakat yang over komunikasi, perusahaan apa pun sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan tidak hanya kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri, tetapi juga kekuatan dan kelemahan pesaingnya dalam pikiran prospeknya. Itulah sebabnya, ancangan dasar ‘positioning’tidak lagi sekadar menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang
lain, tetapi memanfaatkan dengan cerdik apa yang ada di dalam pikiran dan mengkaitkan hubungan-hubungan yang telah ada.

Product Positioning

Dalam proses positioning selalu dimulai product positioning. Pendapat ini dikemukakan oleh Regis Mc Kenna (1985: 37), yang juga mengemukakan definisi product positioning
sebagai berikut:
“The positioning process should begin with the product themselves. To gain a strong product positioning, a company must differentiate its product from all other products on the market. The goal is to give theproduct a unique position in the market place.”

Dari definisi diatas mengandung pengertian bahwa proses positioning harus dimulai dengan produk itu sendiri. Untuk mencapai product positioning yang kuat suatu perusahaan perlu melakukan diferensiasi dalam banyak faktor yaitu: teknologi, harga, kualitas, saluran distribusi atau sasaran konsumennya.

Untuk materi selengkapnya tentang product positioning, bisa di download ppt pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Product Positioning

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training & Pelatihan Pemasaran

Dapatkan informasi terkait: Pemasaran, pelatihan, training, marketing, product positioning, positioning, memposisikan produk, memposisi produk

 

Analisa pasar konsumen & bisnis

Analisis Pasar Konsumen dan Bisnis

Pentingnya Analisis Pasar

Pasar Konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau mendapatkan barang dan jasa untuk keperluan konsumsi pribadi. Sedangkan Pasar Bisnis adalah konsumen yang membeli barang dan jasa sebagai input bagi proses produksinya atau konsumen yang membeli penawaran dari suatu perusahaan untuk dijual kembali.

Perilaku dari pasar konsumen, berbeda dari perilaku pasar bisnis.  Agar dapat merencanakan suatu strategi pemasaran dan program pemasaran yang baik, seorang pemasar harus memahami karakteristik, perilaku dan keinginan dari pelanggan yang dihadapinya. Dengan memahami respon pelanggan terhadap rangsangan-rangsangan pemasaran tertentu, seorang pemasar dapat menyusun suatu rencana pemasaran yang dapat memancing respon yang diinginkan dari pelanggannya, yaitu pembelian dan loyalitas pelanggan.

Tujuan pemasaran adalah mempengaruhi pemikiran pelanggan dan perilakunya terhadap organisasi dan penawaran pasarnya. Untuk mempengaruhi apa, kapan dan bagaimana perilaku pembelian itu, mula-mula pemasar harus memahami mengapa konsumen berperilaku demikian.

Ciri-ciri yang membedakan pasar bisnis dengan pasar konsumen
  1. Pembeli (konsumen) pasar organisasional lebih sedikit dibandingkan dengan pasar konsumen, dikarenakan biasanya pembeli pasar organisasional hanya perusahaan atau industri tertentu saja.
  2. Volume (jumlah) pembeliannya lebih besar/banyak daripada pasar konsumen, karena produk yang dibeli kan diolah dan dijual lagi maka diperlukan jumlah yang banyak.
  3. Hubungan antara pemasok dengan pelanggan lebih akrab dan dekat.
  4. Pembeli (konsumen) lebih terpusat secara geografis, misal pada kota industri, pertokoan di pusat keramaian.
  5. Permintaannya cenderung bersifat permintaan turunan (derived demand).
  6. Permintaannya tidak elastis (permintaannya tidak banyak dipengaruhi oleh perubahan harga), dikarenakan konsumen (perusahaan atau industri) berapapun harganya pasti kan membeli produk tersebut untuk membuat produknya yang kan dijual lagi.
  7. Permintaannya bergejolak, terutama pada pabrik dan peralatan baru.
  8. Pembeliannya dilakukan secara profesional oleh agen pembelian yang sudah terlatih, disini perusahaan akan mengirim orang yang sudah berpengalaman dan cakap untuk melobi dan menawar produk yang akan dibeli untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Untuk materi selengkapnya tentang pasar konsumen dan bisnis, bisa di download ppt pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Menganalisis Pasar Konsumen dan Bisnis

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training & Pelatihan Pemasaran

Dapatkan informasi terkait: Perencanaan Strategi Pemasaran / marketing / strategy / marketing strategy / swot analysis / in-house training / training center / pelatihan pemasaran / lokakarya / bimtek / pemasaran / strategi pemasaran /analisis konsumen / analisis pasar / strategi pemasaran / pasar konsumen / pasar bisnis / pelatihan / training / Indonesia / sumber daya manusia

Ekuitas Merek

Menciptakan Ekuitas Merek

Pengertian Ekuitas Merek

Ekuitas Merek (bahasa Inggris: brand equity) adalah seperangkat aset dan keterpercayaan merek yang terkait dengan merek tertentu, nama dan atau simbol, yang mampu menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau jasa, baik bagi pemasar/perusahaan maupun pelanggan.

Bagi pelanggan, ekuitas merek dapat memberikan nilai dalam memperkuat pemahaman mereka akan proses informasi, memupuk rasa percaya diri dalam pembelian, serta meningkatkan pencapaian kepuasan. Nilai ekuitas merek bagi pemasar/perusahaan dapat mempertinggi keberhasilan program pemasaran dalam memikat konsumen baru atau merangkul konsumen lama. Hal ini dimungkinkan karena dengan merek yang telah dikenal maka promosi yang dilakukan akan lebih efektif.

Fungsi dan Manfaat Ekuitas Merek

Ekuitas merek memiliki beberapa fungsi dan manfaat sebagai berikut (Simamora, 2003:49):

  1. Loyalitas memungkinkan terjadinya pembelian/transaksi berulang atau jika konsumen tersebut merupakan commited buyer, tidak hanya terhenti pada pembelian ulang, namun konsumen tersebut juga dapat menganjurkan atau merekomendasikannya kepada orang lain.
  2. Memungkinkan perusahaan menetapkan harga yang lebih tinggi (premium), yang berarti marjin yang lebih tinggi bagi perusahaan.
  3. Memberikan kredibilitas pada produk lain yang menggunakan merek tersebut.
  4. Memungkinkan return yang lebih tinggi.
  5. Diferensiasi relatif dengan pesaing yang jelas, bernilai dan berkesinambungan.
  6. Memungkinkan fokus internal yang jelas.

Dimensi Ekuitas Merek

  1. Kesadaran Merek (Brand Awareness). Kesadaran merek adalah kemampuan pelanggan untuk mengenali atau mengingat kembali sebuah merek dan mengaitkannya dengan satu kategori produk tertentu.
  2. Persepsi Kualitas (Perceived Quality). Persepsi kualitas terhadap merek menggambarkan respons keseluruhan pelanggan terhadap kualitas dan keunggulan yang ditawarkan merek.
  3. Asosiasi Merek (Brand Associations). Asosiasi merek berkenaan dengan segala sesuatu yang terkait dalam memori pelanggan terhadap sebuah merek.
  4. Loyalitas Merek (Brand Loyalty). Loyalitas merek adalah komitmen kuat dalam berlangganan atau membeli kembali suatu merek secara konsisten di masa mendatang.

Untuk materi selengkapnya tentang ekuitas merek, bisa di download pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Menciptakan Ekuitas Merek

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi  Pelatihan / In-House Training bidang Pemasaran
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Dapatkan informasi terkait: Ekuitas Merek / Persepsi Merek / Loyalitas Merek / Persepsi Kualitas / Asosiasi Merek / Kesadaran Merek / Pelatihan / Training / SDM / Pemasaran / Marketing / Indonesia

Penyusunan Rencana Pemasaran

Perencanaan Strategi Pemasaran

Pengantar

Sebuah perusahaan seharusnya memiliki sebuah rencana strategi dalam keberlangsungan perusahaannya, termasuk dalam pemasaran produk atau jasa yang diproduksinya. Memikirkan bagaimana sebuah perusahaan memutuskan untuk masuk ke dalam sebuah bisnis, apakah mereka sudah siap bersaing dengan perusahaan/produsen lain, apakah target mereka akan sama atau berbeda. Hal-hal inilah yang harus dipikirkan dalam strategi sebuah pemasaran. Perencanaan strategi pemasaran adalah bagaimana cara untuk dapat menemukan berbagai peluang menarik dan menyusun strategi yang menguntungkan. Kegiatan penyusunan rencana pemasaran inilah yang disebut dengan perencanaan pemasaran.

Manfaat perencanaan pemasaran :

  1. Usaha mengkoordinasi kegiatan pemasaran secara lebih baik.
  2. Usaha untuk mendorong cara berpikir jauh kedepan.
  3. Usaha mengawasi kegiatan pemasaran yang telah dilakukan yang didasarkan atas standar prestasi kerja yang ditetapkan dalam rencana.

Tujuan perencanaan pemasaran :

  1. Menggunakan cara-cara berusaha dibidang pemasaran secaar intensif dan optimal.
  2. Menyeimbangkan dan menyelaraskan kegiatan pemasaran yang dapat menjamin tercapainya tujuan dan sasaran.
  3. Menjamin keselarasan dan keserasian antara bagian yang terdapat dalam perusahaan dalam usaha pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan.

Macam-macam Perencanaan Pemasaran

  1. Perencanaan pasar yang strategis (Strategic Market Planning). Perencanaan ini berkaitan dengan perencanaan usaha perusahaan, kearah mana usaha perusahaan akan dikembangkan. Dalam perencanaan ini akan dicakup penetapan pasar yang mana akan dilayani dan produk apa yang harus dihasilkan dan dipasarkan.
  2. Perencanaan Strategis Pemasaran Perusahaan (Corporate Marketing Planning) Perencanaan ini merupakan perencanaan jangka panjang yang bersifat  menyeluruh dan strategis, yang merumuskan berbagai strategi dan program pokok dibidang pemasaran perusahaan, yang akan dilaksanakan  untuk mencapai tujuan perusahaan dalam suatu jangka waktu tertentu.
  3. Perencanaan Pemasaran yang strategis ( Strategic  marketing Planning) Perencanaan ini berkaitan dengan usaha untuk memasarkan produk perusahaan. Perencanaan ini mencakup strategi pemasaran yang terpadu. Yang dimaksud dengan acuan pemasaran (marketing mix), yaitu strategi produk, strategi harga, distribusi dan strategi promosi.
  4. Perencanaan pemasaran yang operasional (Operational Marketing Planning)Perencanaan ini merupakan perencanaan kegiatan pelaksanaan dibidang pemasaran yang rinci atas daerah/wilayah niaga, produk, dan waktu.

Tertarik mempelajari lebih dalam? Untuk materi selengkapnya tentang perencanaan strategi pemasaran, bisa di download ppt pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Perencanaan Strategi Pemasaran

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training & Pelatihan Pemasaran

Dapatkan informasi terkait: Perencanaan Strategi Pemasaran / marketing / goal / strategy / marketing strategy / swot analysis / long term goal / training / in-house training / training center / pelatihan pemasaran / lokakarya / bimtek / pemasaran

Audit SDM

Audit Sumber Daya Manusia (SDM)

Pengertian

Audit sumber daya manusia (SDM) merupakan penilaian dan analisis komprehensif terhadap program-program audit. Audit SDM juga diartikan sebagai pemeriksaan kualitas kegiatan Sumber Daya Manusia secara menyeluruh dalam suatu departemen, divisi atau perusahaan, dalam arti mengevaluasi kegiatan-kegiatan SDM dalam suatu perusahaan dengan menitikberatkan pada peningkatan atau perbaikan (Rivai, 2004: 548).

Audit memberikan suatu perspektif yang komprehensif terhadap praktik yang berlaku sekarang, sumber daya, dan kebijakan manajemen mengenai pengelolaan SDM serta menemukan peluang dan strategi untuk mengarahkan ulang peluang dan strategi tersebut. Intinya, melalui audit dapat menemukan permasalahan dan memastikan kepatuhan terhadap berbagai peraturan perundangan-undangan dan rencana-rencana strategis perusahaan.

Fungsi Audit SDM

Fungsi audit secara umum dapat dikategorikan ke dalam tiga bidang utama yaitu :

  1. Policy audit/manajemen audit atau penilaian yang dilaksanakan secara sistematis dan independen, berorientasi ke masa depan terhadap : keputusan dan kebijakan yang dilakukan oleh manajemen yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM melalui perbaikan pelaksanaan fungsi manjemen, pencapaian rencana yang sudah ditetapkan, serta pencapaian social objective.
  2. Performance/operasional audit, merupakan suatu kegiatan penilaian yang sistematis, dilaksanakan secara objektive dan independen berorientasi atas masa depan untuk semua kegiatan yang ada dalam suatu perubahan yang utamanya dalam bidang SDM.
  3. Financial audit, yang mempunyai orientasi pengujian / penilaian secara independen dan objektif atas tingkat kewajaran dan kecermatan serta data keuangan untuk memberikan perlindungan keamanan asset perusahaan dengan melakukan evaluasi kelayakan internal control yang di tetapkan.

Tujuan Audit SDM

Menurut Rivai (2004, p. 567), audit SDM bertujuan untuk:
1. Menilai efektifitas SDM
2. Mengenali aspek-aspek yang masih dapat diperbaiki
3. Mempelajari aspek-aspek tersebut secara mendalam, dan
4. Menunjukkan kemungkinan perbaikan, serta membuat rekomendasi untuk pelaksanaan perbaikan tersebut.

Ruang Lingkup Audit SDM

Ruang lingkup audit SDM dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu penarikan, pemberdayaan/pemanfaatan, dan pemberhentian/pemensiunan sebagai berikut:

  1. Rekrutmen atau penarikan SDM, mulai dari proses perencanaan kebutuhan SDM hingga proses seleksi dan penempatan.
  2. Pengelolaan (pemberdayaan) SDM, meliputi semua aktivitas pengelolaan SDM setelah ada di perusahaan, dimulai dari pelatihan dan pengembangan sampai dengan penilaian kinerja pegawai.
  3. Pemberhentian atau pemutusan hubungan kerja (PHK) karena mengundurkan diri maupun pemecatan akibat pelanggaran aturan perusahaan, atau disebabkan pegawai memasuki usia pensiun.

Untuk materi selengkapnya tentang audit SDM, bisa di download ppt pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Audit SDM

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training :
Audit Sumber Daya Manusia (SDM)
Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Dapatkan informasi terkait: audit sumber daya manusia / financial audit / operasional audit /manajemen audit /audit sdm / auditor / Auditee / temuan / finding / koreksi / korektif / preventif / pelatihan / training / in-house training

Training teamwork

Kerjasama Tim & Sinergi Mencapai Target

Kerjasama Tim & Sinergi Organisasi

Pengertian

Kerjasama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai  misi yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Yang dimaksud saling melengkapi disini adalah apabila ada anggota yang kurang ahli dalam menyelesaikan tugas A, tapi tugas tersebut bisa dikerjakan oleh anggota lainnya. Harus disadari bahwa kerjasama tim merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi yang tidak mementingkan diri sendiri, saling mengerti dan mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama.

Langkah langkah Membangun Kerjasama Tim

Membangunkan kerja sama dalam tim yang solid dan efektif kadang merupakan tantangan, akan tetapi hal tersebut bisa diwujudkan dengan beberapa langkah dibawah ini :

  • Membangun kepercayaan dan saling menghormati : Dengan kuatnya saling rasa percaya dan saling menghormati maka akan mempermudah bekerja sama dengan sesama dan pemimpin dapat mendelegasikan tugas-tugas yang dapat dikerjakan oleh anggota timnya dengan baik.
  • Menyeleraskan harapan : setiap orang mempunyai semangat pencapaian karir yang berbeda, maka akan lebih baik menyelaraskan harapan dalam tim dan juga berusaha secara bersama-sama  memenuhinya.
  • Pemimpin menciptakan komunikasi yang terbuka, jujur dan saling menghormati : Setiap anggota tim berhak untuk mengekspresikan dirinya dalam bentuk pemikiran, opini, bahkan hingga solusi yang menjawab permasalahan yang ditemui kelompok.
  • Menanamkan sikap saling memiliki dalam kelompok : Sikap saling memiliki akan semakin mendalam saat anggota tim menghabiskan waktu bersama mencapai tujuan. Selain itu, pemimpin tim sebaiknya mengikut sertakan anggota tim dalam proses pengambilan keputusan sebagai realisasi dari kerja sama tim.
  • Menerima perbedaan pendapat : dengan memasang kacamata positif dalam memandang suatu fenomena dalam berinteraksi dengan sejumlah orang, hal ini berarti bahwa ada sudut pandang lain yang bisa dianggap sebagai kesempatan yang bisa ditelusuri dan digunakan untuk kepentingan perusahaan/organisasi.
  • Evaluasi kinerja tim dan umpan balik : Hal ini perlu untuk mengukur pencapaian kinerja tiim. Apabila terdapat hal yang tidak sesuai harapan, disinilah saatnya untuk memperbaiki kinerja tim selanjutnya. Disamping itu, setelah melihat kinerja tim, pemimpin bisa memberikan reward dan insentif yang tujuannya agar seluruh anggota tim termotivasi untuk melakukan kinerja yang lebih baik.

Nah, sekarang apa saja sih hambatan kerjasama tim, cara mengembangkan hubungan dalam tim, dan cara mengatasi perbedaan  …?

Untuk menjawabnya, anda bisa download ppt pada link di bawah ini :

Klik tautan dibawah:

(PPT Kerjasama Tim)

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com


Untuk informasi Pelatihan/ In-house Training/ Pendampingan

“Training Programs for Effective Teamwork”

Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)


Dapatkan Informasi terkait: Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen / Startegi / Bisnis / Manajemen sumber daya manusia / Pemasaran / Operasional / TQM / Keuangan / Prosedur / Mutu / Pelatihan / In House Training

Kompensasi

Manajemen Kompensasi Organisasi

Manajemen Kompensasi Organisasi

Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung maupun barang tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atau jasa yang diberikan pada perusahaan. Serta kompensasi tambahan finansial atau non finansial yang diberikan berdasarkan kebijaksanaan perusahaan terhadap semua karyawan dan usaha meningkatkan kesejahteraan mereka seperti tunjangan hari raya dan uang pensiun. Kompensasi merupakan komponen penting dalam penciptaan suatu manajemen yang efektif dan kondusif. Kompensasi adalah bagian dari manajemen. Sistem kompensasi yang baik dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan bisnis.

Jenis-Jenis Kompensasi

Komponen-komponen dari keseluruhan program gaji secara umum dikelompokkan kedalam kompensasi finansial langsung, tak langsung dan non finansial.

  1. Kompensasi finansial secara langsung berupa; bayaran pokok (gaji dan upah), bayaran prestasi, bayaran insentif (bonus, komisi, pembagian laba/keuntungan dan opsi saham) dan bayaran tertangguh (program tabungan dan anuitas pembelian saham)
  2. Kompensasi finansial tidak langsung berupa; program-program proteksi (asuransi  kesehatan, asuransi jiwa, pensiun, asuransi tenaga kerja), bayaran diluar jam kerja (liburan, hari besar, cuti tahunan dan cuti hamil) dan fasilitas-fasilitas seperti kendaran,ruang kantor dan tempat parkir.
  3. Kompensasi non financial, berupa pekerjaan (tugas-tugas yang menarik, tantangan, tanggung jawab, pengakuan dan  rasa pencapaian). Lingkungan kerja (kebijakan-kebijakan yang sehat, supervise yang kompoten, kerabat yang menyenangkan, lingkungan kerja yang nyaman).

Tujuan Kompensasi

Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2000 : 121), tujuan pemberian kompensasi (balas jasa) adalah antara lain.

  1. Ikatan Kerja Sama: Dengan pemberian kompensasi maka terjalinlah ikatan kerja sama formal antara majikan dengan bawahan, di mana karyawan harus mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik, sedang pengusaha atau majikan wajib membayar kompensasi itu sesuai dengan perjanjian yang disepakati.
  1. Kepuasan Kerja: Dengan balas jasa karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisik, status, sosial dan egoistiknya sehingga ia memperoleh kepuasan kerja dari jabatannya itu.
  1. Pengadaan Efektif: Jika program kompensasi ditetapkan cukup besar, maka pengadaan karyawan yang qualified untuk perusahaan itu akan lebih mudah.
  1. Motivasi: Jika balas jasa yang diberikan cukup besar, manajer akan mudah memotivasi bawahannya.
  1. Stabilitas Karyawan: Dengan program kompensasi agar prinsip adil dan layak serta eksternal konsistensi yang kompentatif maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena turnover relatif kecil.
  1. Disiplin: Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin karyawan semakin baik. Mereka akan menyadari serta mentaati peraturan-pertaturan yang berlaku.
  1. Pengaruh Serikat Buruh: Dengan program kompensasi yang baik pengaruh serikat buruh dapat dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada kerjaannya.
  1. Pengaruh Pemerintah: Jika program kompensasi itu sesuai dengan undang-undang perburuhan yang berlaku (seperti batas upah minimum) maka intervensi pemerintah dapat dihindarkan.

Untuk materi selengkapnya tentang manajemen kompensasi organisasi, bisa di download PPT pada link di bawah ini :

Klik dibawah ini:

PPT Manajemen Kompensasi Organisasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Pelatihan & In-house Training


Untuk Informasi In-House Training
“Mengelola Sistem Kompensasi Organisasi”

Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)


Dapatkan informasi terkait: penggajian / imbalan /kompensasi / benefit / sistem pengupahan / fringe benefit / upah karyawan / upah buruh / Training center / Pelatihan Kerja / Training Karyawan / reward system / Gaji Pegawai / Salary / Bonus / komisi

Hubungan Industrial

Peran Hubungan Industrial Bagi Keberhasilan Organisasi

Hubungan Industrial

Abdul Khakim (2009) menjelaskan bahwa istilah hubungan industrial merupakan terjemahan dari “labour relation” atau hubungan perburuhan. Istilah ini pada awalnya menganggap bahwa hubungan perburuhan hanya membahas masalah-masalah hubungan antara pekerja/buruh dan pengusaha. Seiring dengan perkembangan dan kenyataan yang terjadi di lapangan bahwa masalah hubungan kerja antara pekerja/buruh dan pengusaha ternyata juga menyangkut aspek-aspek lain yang luas. Dengan demikian, Abdul Khakim (2009) menyatakan hubungan perburuhan tidaklah terbatas hanya pada hubungan antara pekerja/buruh dan pengusaha, tetapi perlu adanya campur tangan pemerintah. sehingga, Hubungan industrial adalah hubungan semua pihak yang terkait atau berkepentingan atas proses produksi barang atau jasa di suatu perusahaan. Pihak yang berkepentingan dalam setiap perusahaan (Stakeholders):

  1. Pengusaha atau pemegang saham yang sehari-hari diwakili oleh pihak manajemen
  2. Para pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruh
  3. Supplier atau perusahaan pemasok
  4. Konsumen atau para pengguna produk/jasa
  5. Perusahaan Pengguna
  6. Masyarakat sekitar
  7. Pemerintah
  8. Para konsultan hubungan industrial dan/atau pengacara
  9. Para Arbitrator, konsiliator, mediator, dan akademisi
  10. Hakim-Hakim Pengadilan hubungan industrial
Mengapa Ada Hubungan Industrial ?

Seperti kita ketahui bersama bahwa seringnya terjadi perselisihan di dalam perusahaan merupakan sesuatu yang amat mengganggu kegiatan operasional perusahaan, banyak hal yang selalu menjadi pemicu permasalahan antara karyawan dan perusahaan, untuk itu perlunya suatu proses mediasi yang dilakukan agar dapat meredam terjadinya perselisihan tersebut. Proses mediasi inilah yang kemudian disebut sebagai Hubungan Industrial. Kegiatan yang berkaitan dengan Hubungan Industrial di dalam sebuah Perusahaan bisa dikatakan lebih dari sekedar dari hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan organisasi perusahaan itu sendiri. Perkembangan yang berkaitan dengan Hubungan Industrial merupakan cerminan adanya perubahan-perubahan dalam sifat dasar kerja di dalam suatu masyarakat (baik dalam arti ekonomi maupun sosial) dan adanya perbedaan pandangan mengenai peraturan perundangan undangan tentang ketenagakerjaan.

Prinsip-Prinsip Hubungan Industrial

Payaman J. Simanjuntak (2009) menjelaskan beberapa prinsip dari Hubungan industrial, yaitu :

  1. Kepentingan Bersama: Pengusaha, pekerja/buruh, masyarakat, dan pemerintah
  2. Kemitraan yang saling menguntungan: Pekerja/buruh dan pengusaha sebagai mitra yang saling tergantung dan membutuhkan
  3. Hubungan fungsional dan pembagian tugas
  4. Kekeluargaan
  5. Penciptaan ketenangan berusaha dan ketentraman bekerja
  6. Peningkatan produktivitas
  7. Peningkatan kesejahteraan bersama

Untuk materi selengkapnya tentang hubungan industrial, bisa di download pada link di bawah ini :

Klik power point dibawah ini:

PPT Hubungan Industrial

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com



Dapatkan Informasi terkait: Konsultasi / Pelatihan Kerja / Training Center / Manajemen /SDM / Training / Pelatihan / Pelatihan Motivasi / Hubungan Industrial / Serikat Kerja / Buruh / Kemitraan / Oubound Training / Leadership / Komunikasi / Perselisihan / Kerjasama / Pancasila / MSDM / Indonesia