• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Blog

Manajemen Operasional

Pengantar Manajemen Operasional

Yang bisa dilakukan oleh manajemen operasi adalah melaksanakan seluruh fungsi dari proses manajemen yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), pembentukan staff, kepemimpinan serta pengendalian. Orientasi manajer operasi antara lain guna untuk mengarahkan keluaran atau output dalam jumlah, kualitas, harga, waktu dan tempat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen. Agar kita mengetahui dan memahami materi ini lebih lanjut, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai pengertian, perbedaan dan persamaan perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa, dan pembahasan yang lebih detail lagi.

Pengertian Manajemen Operasi

Definisi Manajemen Operasi adalah suatu proses yang secara berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan (Fogarty). Dan definisi lainnya menurut Krajewski, manajemen operasi adalah bagaimana mengatur dan mengmentransformasi kendalikan proses dalam input menjadi output.

Proses Manajemen Operasi

 Yang bisa dilakukan oleh manajemen operasi adalah melaksanakan seluruh fungsi dari proses manajemen yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), pembentukan staff, kepemimpinan serta pengendalian. Orientasi manajer operasi antara lain guna untuk mengarahkan keluaran atau output dalam jumlah, kualitas, harga, waktu dan tempat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen.

Perbedaan dan Persamaan Perusahaan Manufaktur dan Perusahaan Jasa

Perusahaan manufaktur mencakup menggabungkan bahan baku, tenaga kerja, dan overhead untuk memproduksi produk baru. Barang yang diproduksi berwujud, di simpan, dan dikirim dari pabrik ke pelanggan. Ekonomi kita telah semakin berorientasi pada perusahaan jasa. Sehingga, manajer harus mampu untuk menelusuri biaya jasa  yang diserahkan sama akuratnya dengan mereka menelusuri harga pokok produksi. Rentang atau perbedaan antara perusahaan manufaktur dan jasa dapat ditunjukkan sebagai berikut:

Ciri-Ciri Perusahaan Manufaktur:
  • Produk nyata
  • Output dapat disimpan
  • Kontak dengan konsumen rendah, dll
Ciri-Ciri Perusahaan Jasa:
  • Produk tidak nyata
  • Output tidak dapat disimpan
  • Kontak dengan konsumen tinggi
Persamaan Perusahaan Manufaktur dan Jasa:
  • Memiliki proses yang harus didesain dan dikelola secara efektif
  • Harus memperhatikan kualitas, produktivitas dan ketepatan dalam melayani konsumen
  • Harus bekerjasama dengan pihak luar sebagai penyedia barang dan jasa
Pengukuran Produktivitas

Salah satu tantangan bagi organisasi atau perusahaan dalam pencapaian tujuannya adalah bagaimana memanfaatkan dan mengorganisir sumber daya yang ada pada tingkat operasi yang produktif, atau dengan kata lain dapat memberikan kontribusi nyata pada kegiatan operasi organisasi atau perusahaan tersebut. Konsep siklus produktivitas atau kinerja dapat dibedakan menjadi produktivitas multifaktor dan produktifitas faktor tunggal.

Tertarik mempelajari lebih dalam? Untuk materi selengkapnya mengenai Manajemen Operasi, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Operasi

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Faktor X

Setiap orang di dunia ini pasti memiliki perbedaan.Masing-masing memiliki potensi dan bakat yang berlainan dan mungkin bersifat unik.Terdapat beberapa orang yang dengan baik mampu mengenali dan mengembangkan potensi atau bakat yang dimilikinya. Namun tidak sedikit juga orang yang bahkan belum menyadari akan potensi dan bakat yang dimilikinya.

Sama hal nya dengan bakat dan potensi, faktor “X” melekat pada diri manusia.Masing-masing manusia memiliki faktor “X” yang berbeda dalam faktor ukuran.Terkadang ada manusia atau orang yang memiliki faktor “X” yang kecil, terkadang ada pula manusia atau orang yang memiliki faktor “X” yang cukup besar.Besar kecilnya ukuran faktor “X” ini ditentukan oleh seberapa jauh seseorang menggali dan mengembangkan faktor “X” tersebut.

Dalam wirausaha, faktor “X” yang melekat pada diri manusia ini memiliki pengaruh terhadap suatu usaha. Namun, tanpa penggalian dan pencarian akan faktor “X” itu sendiri, semua sia-sia. Faktor “X” dapat dikatakan berpengaruh pada usaha apabila seseorang yang memilikinya telah menemukan kunci atau pintunya. Dalam memahami sebuah peran faktor X di diri seorang wirausaha,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian dan karakteristik dari faktor X.

Pengertian Faktor X

Entrepreneur   adalah   orang   yang   merasa   hidupnya   kurang   nyaman,   penu ketidakpastian, terancam banyak resiko. Ia  harus berjuang mengejar kenyamanan dalam hidupnya, ia bergerak, berjalan, berpikir, mengetuk pintu, mengambil resiko, mencari produk, membuat dan membangun usaha, serta mendatangi pelanggan.

Faktor X merupakan faktor yang melekat pada diri semua orang, tak berwujud benda namun dapat dirasakan. Pada diri seorang entrepreneur faktor X sangat mempengaruhi geraknya dalam menjalankan usaha. Awalnya faktor X tidak ada atau sangat kecil sekali, namun apabila kita tekun maka faktor tersebut akan muncul dan tumbuh karena ia hidup. Karena ia hidup, ia pun dapat mati. Berikut merupakan karakteristik faktor X :

  1. Merupakan penentu keberhasilan.
  2. Merekat pada diri manusia.
  3. Tidak dapat diperoleh dalam waktu sekejap.
  4. Dapat tumbuh dan berkembang menjadi “X” besar (hidup), namun dapat juga mati apabila kita tidak memeliharanya, misalnya membiarkan terjadi penuaan, menentang pembaharuan.
  5. Berasal dari diri sendiri, namun juga dapat berasal dari luar diri.
  6. Sekali tumbuh, dapat dipakai untuk membuat usaha lainnya.

 

Bagaimana untuk materi selengkapnya mengenai Faktor “X”? Silahkan di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Faktor X

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

 

 

Manajemen Persediaan

Proses manajemen pasti memerlukan biaya apalagi yang dikelola adalah barang yang memerlukan perhatian khusus. Tujuan utama manajemen persediaan adalah memaksimalkan barang persediaan dengan biaya yang minimal. Dalam memahami materi manajemen persediaan lebih lanjut,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tujuan, serta pendekatan dari manajemen persediaan.

Pengertian Manajemen Persediaan

Persediaan adalah stok dari elemen-elemen/item-item untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang atau bahan/barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu misalnya untuk proses produksi atau perakitan, dijual kembali dan untuk suku cadang dari suatu peralatan /mesin (Heizer & Rander).

Tujuan Manajemen Persediaan

Selain itu ada banyak tujuan lain yang bisa kita manfaatkan melalui manajemen persediaan berikut ini beberapa diantaranya:

  1. Memastikan adanya persediaan melalui safety stock
  2. Memberi waktu luang untuk pengelolaan produksi dan pembelian
  3. Mengantisipasi perubahan permintaan dan penawaran.
  4. Menghilangkan atau mengurangi risiko keterlambatan pengiriman bahan
  5. Menyesuaikan dengan jadwal produksi
  6. Menghilangkan atau mengurangi resiko kenaikan harga
  7. Menjaga persediaan bahan yang dihasilkan secara musiman
  8. Mengantisipasi permintaan yang dapat diramalkan.
  9. Mendapatkan keuntungan dari quantity discount
  10. Komitmen terhadap pelanggan.
Pendekatan Manajemen Persediaan

Untuk melakukan manajemen persediaan ada tiga pendekatan yang bisa kita lakukan, diantaranya economic order quantity, periodic reviewdan material requirement planning. Berikut ini penjelasan singkatnya :

Economic Order Quantity (EOQ)

Economic order quantity adalah jumlah pemesanan yang paling ekonomis, yaitu jumlah pembelian barang yang dapat meminimumkan jumlah biaya pemeliharaan barang di gudang dan biaya pemesanan setiap tahun.

 

Periodic Review

Dalam pendekatan ini yang dilakukan adalah pemesanan barang dengan interval waktu sama. Artinya pemesanan barang sudah terjadwal secara rutin sehingga biaya yang disiapkan bisa diperkirakan.

 

Material Requirement Planning (MRP)

Dalam MRP, pembelian barang yang dibutuhkan direncanakan untuk membuat produk yang terdiri dari beberapa komponen, atau dikenal dengan system assembling. Tujuannya adalah untuk menjamin tersedianya material, item, komponen dalam produksi, serta produk jadi. Tujuan kedua adalah untuk menjaga tingkat persediaan seminim mungkin, serta untuk merencanakan aktivitas pengiriman, penjadwalan, dan pembelian material.

 

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Manajemen Persediaan, silahkan download ppt pada link di bawah ini:

PPT Manajemen Persediaan

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Strategi Tata Letak

Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibelitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak dengan pelanggan dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif akan dapat menunjang pelaksanaan strategi bisnis yang telah ditetapkan perusahaan apakah diferensiasi, low cost atau respon yang cepat.

Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas kerja, kontak pelanggan, dan citra perusahaan. Dalam memahami strategi tata letak,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tipe-tipe, dan  tujuan  serta pendekatan dari strategi tata letak.

Pengertian Strategi Tata Letak

Lay out adalah susunan tata letak fasilitas yang digunakan didalam organisasi. Tata letak adalah suatu keputusan penting yang menentukan efisiensi operasi secara jangka panjang.

Tata letak adalah keputusan mengenai penempatan mesin-mesin pada tempat terbaik (dalam pengaturan produksi), kantor dan meja-meja ( pada pengaturan kantor) atau pusat pelayanan ( dalam pengaturan rumah sakit atau departemen store).

Tipe-tipe Tata Letak
  • Keputusan mengenai tata letak meliputi penempatan mesin pada tempat yang terbaik (dalam pengaturan produksi), kantor dan meja-meja (pada pengaturan kantor) atau pusat pelayanan (dalam pengaturan rumah sakit atau department store).
  • Sebuah tata letak yang efektif memfasilitasi adanya aliran bahan, orang, dan informasi di dalam dan antar-wilayah. Untuk mencapai tujuan ini, beragam pendekatan telah dikembangkan.
Pendekatan Tata Letak
  • Tata letak dengan posisi tetap (Fixed Lay out): Tata letak dengan posisi tetap memenuhi persyaratan tata letak untuk proyek yang besar dan memakan tempat seperti proses pembuatan kapal laut dan gedung.
  • Tata letak yang berorientasi pada proses (Lay out fungsional/ Functional Lay out): Tata letak yang berorientasi pada proses berhubungan dengan produksi dengan volume rendah, dan bervariasi tinggi (juga disebut sebagai “job shop“, atau produksi terputus).
  • Tata letak yang berorientasi pada produk (Lay out Garis/ Line Lay out): Tata letak yang berorientasi pada produk—mencari utilisasi karyawan dan mesin yang paling baik dalam produksi yang kontinu atau berulang.
  • Tata letak untuk kantor: Tata letak kantor menempatkan para pekerja, peralatan mereka, dan ruangan/kantor yang melancarkan aliran informasi.
  • Tata letak untuk ritel: Tata letak ritel menempatkan rak-rak dan memberikan tanggapan atas perilaku pelanggan.
  • Tata letak untuk gudang/ penyimpanan: Tata letak gudang melihat kelebihan dan kekurangan antara ruangan dan sistem penanganan bahan.
  • Lay out Hibrid ( gabungan antara functional Lay out dengan Line Lay out

 

Bagaimana ulasan materi selengkapnya? Silahkan di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Strategi Tata Letak

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

Menjadi Wirausaha

Memulai usaha bukan hanya di pikirkan saja namun juga dicatat dan dilaksanakan dengan tepat. Ada tahapan dimana anda harus benar-benar memperhatikan hal tersebut agar bisnis anda berjalan dengan lancar.

Menjadi wirausaha muda merupakan impian sebagian besar orang. Namun, tidak mudah mencapai impian tersebut. Seorang pengusaha untuk menjadi sukses harus pandai memulai usaha, mengelola, dan mengembangkannya menjadi sebuah bisnis yang produktif. Selain itu ada hal-hal penting yang harus diperhatikan seorang pengusaha muda untuk mencapai sukses. Dalam memahami sebuah peran menjadi seorang wirausaha,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tips dan  tujuan  serta peranan dari menjadi wirausaha.

Tips Menjadi Pengusaha Sukses

 

Fokus. Tidak jarang seorang entrepreneur muda begitu bersemangat memulai sebuah bisnis, sehingga mengambil semua peluang usaha yang ada. Padahal tidak semua peluang tersebut dapat dilaksanakan dengan mudah dan menghasilkan keuntungan.

Melakukan semua usaha dalam waktu bersamaan membutuhkan banyak tenaga dan waktu yang panjang. Jika Anda ‘nekat’ mengerjakan beberapa usaha dalam waktu bersamaan, resiko untuk gagal cukup besar. Sebab Anda tidak akan memiliki cukup tenaga untuk mengelola berbagai bisnis. Apalagi jika bisnis yang didirikan baru saja dirintis. Tentunya membutuhkan perhatian lebih untuk masing-masing usaha.

Sebaiknya pilih satu bidang usaha saja, yang benar-benar diminati dan dikuasai. Dengan demikian, konsentrasi Anda hanya tertuju pada satu jenis usaha tersebut. Tentunya kerja Anda akan lebih maksimal, sehingga mampu menghasilkan keuntungan yang menarik.

Kerjakan apa yang dipahami. Jangan memulai bisnis hanya karena alasan usaha tersebut sedang tren dan menawarkan keuntungan yang besar. Sebab jika Anda tidak memahami apa yang dikerjakan, hasilnya akan percuma. Lebih baik melakukan sesuatu yang benar-benar dikuasai dan disukai.

Bisnis yang dibangun dengan pengetahuan dan bakat yang dimiliki berpotensi untuk sukses. Sebab usaha yang tumbuh bersama dengan hati Anda akan berkembang dengan lebih baik. Ini adalah kunci menciptakan bisnis yang menguntungkan dan tetap produktif dalam waktu lama.

Kuasai konsep bisnis dengan sempurna. Anda adalah motor penggerak dari bisnis yang dirintis. Jadi perlu menguasai konsep bisnis dengan baik, agar pengembangan usaha tidak keluar dari tujuan awal mendirikan bisnis. Prinsip bisnis ini penting terutama saat menarik investor dan menjalin kerja sama dengan pihak lain.

Kenali kekurangan dan kelebihan diri. Anda harus mengenali diri sendiri dan jangan merasa paling tahu tentang bisnis Anda. Harus ada pembimbing yang dapat memberikan saran dan pengetahuan yang belum dikuasai dalam menjalankan bisnis.

Berteman dengan entrepreneur sukses dapat menjadi pendorong Anda untuk meraih sukses. Belajar dari pengalamannya dan mendengarkan nasihatnya membantu bisnis Anda menjadi sukses.

Belajar dari kegagalan. Sehebat apa pun rencana bisnis Anda, tidak sepenuhnya berjalan lancar. Saat kegagalan datang jangan mudah putus asa dan mudah berganti bisnis. Tetapi jangan pula menunggu terlalu lama untuk mencoba peluang bisnis baru. Yang paling penting adalah belajar dari kesalahan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Sukses Mengembangkan Usaha

Menjadi seorang pengusaha sukses dilihat dari usaha yang berkembang. Tidak mudah melakukan hal tersebut, sebab memerlukan kerja keras dan kesabaran. Selain itu butuh strategi bisnis yang mumpuni, agar bisnis yang dirintis dapat disebut sukses.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Seseorang yang Menjadi Wirausaha, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Menjadi Wirausaha

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

 

Rencana Bisnis

Dalam dunia bisnis, business plan bukan hanya rencana yang dibayangkan di dalam akal. Lebih khusus lagi, bisnis plan merupakan pedoman tertulis yang menggambarkan rancangan-rancangan bisnis dari awal berdiri hingga mengarah pada evaluasi bisnis dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya bisnis plan atau rencana bisnis merupakan gambaran mengenai segala hal yang relevan terkait dengan pendirian, pengelolaan, manajemen sumber daya manusia maupun produk yang ditulis baik digunakan sebagai pedoman bagi pihak internal wirausaha tersebut maupun sebagai alat untuk meyakinkan kepada para investor untuk dapat yakin terhadap model bisnis yang dijalankan sehingga mereka mau menginvertasikan uang mereka. Dalam memahami suatu rencana bisnis,  ada baiknya terlebih dahulu  kita  memahami mengenai pengertian, tujuan  serta manfaat dari rencana bisnis.

Rencana Bisnis

Rencana Bisnis adalah sekian dari beberapa materi yang biasanya dipelajari dalam bidang kewirausahaan. Rencana bisnis dipandang sebagai salah satu unsur penting dalam suatu bisnis karena menjadi arah atau pedoman dalam menjalankan suatu unit usaha.

Bisnis plan atau business plan kemudian menjadi salah satu unsur yang sangat penting dalam mengajukan contoh proposal usaha atau proposal kerja sama bisnis untuk menarik investor. Tanpa adanya rencana bisnis yang jelas mustahil investor akan mau mempertaruhkan uangnya kepada anda. Oleh karena itu, karena rencana bisnis tidak hanya berfungsi sebagai pedoman atau mirip dengan Standar Operasional pengelolaan bisnis, namun juga alat untuk meyakinkan para stakeholder.

Tujuan Business Plan

Adapun tujuan dibuatnya rencana bisnis yaitu:

  1. Untuk mempertajam rencana-rencana yang telah ditetapkan atau rencana yang diharapkan.
  2. Untuk mengetahui arah dan tujuan perusahaan.
  3. Sebagai cara untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai.
  4. Sebagai alat untuk mencari laba dari pihak ketiga seperti investor, bank atau lainnya.
Manfaat Business Plan

Terdapat beberapa manfaat atau fungsi business plan, berikut ini adalah manfaat business plan yang perlu diketahui pentingnya business plan bagi wirausaha:

  1. Untuk Mengawali Sebuah Bisnis atau Usaha

Bussiness plan berfungsi untuk merancang stategi dan rencana awal bisnis. Sebuah bisnis akan sulit berkembang apabila dijalankan tanpa rencana ataupun rancangan bisnis. Untuk itu sangatlah penting bagi seorang wira usaha untuk menyusun sebuah rencana bisnis agar bisnis yang ditekuni lebih terarah dan terorientasi dengan benar dan dapat mencapai kesuksesan.

  1. Untuk Mencari Sumber Dana

Rencana bisnis yang telah disusun bermanfaat untuk mendatangkan pihak ketika seperti investor, bank atau yang lainnya yang akan membantu bisnis yang dijalankan. Artinya, rencana bisnis yang sudah dibuat dapat menjadi semacam proposal atau pelengkap proposal yang akan membantu mendapatkan modal usaha.

  1. Membuat Bisnis Lebih Fokus dan Terarah

Seorang pebisnis perlu menyusun sebuah business plan atau rencana dan rancangan bisnis agar nantinya bisnis yang akan dijalankan akan lebih fokus dan terarah dalam menentukan jenis bisnis, modal, strategi bisnis serta jenis pemasaran yang akan digunakan.

  1. Memprediksi Masa Depan

Business plan juga dapat digunakan untuk memprediksi masa depan bisnis yang kan dijalankan. Sebab, saat menyusun rencana bisnis, maka akan terlihat gambaran jangka pendek, menengah dan panjang bagi bisnis yang akan dijalankan.

  1. Untuk Menaikkan Level Bisnis

Business plan juga dapat menaikkan level bisnis yang sedang dijalankan. Rencana dan rancangan bisnis yang disusun dengan baik akan membuat gairah tersendiri bagi pebisnis untuk menjalankan usaha mereka.

 

Bagaimana ulasan selanjutnya? Silahkan di unduh ppt pada link di bawah ini:

PPT Rencana Bisnis

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Perilaku Kelompok

Pengertian Kelompok
  • Robbins & Judge,1 (2008:356) kelompok didefinisikan sebagai dua atau lebih individu yang  berinteraksi, dan saling bergantung untuk mencapai tujuan-tujuan
  • Luthans (2006:514) definisi komprehensif menyatakan bahwa jika ada sebuah kelompok  di dalam organisasi maka anggotanya:
    1. Termotivasi untuk bergabung
    2. Merasa bahwa kelompok adalah tempat untuk saling berinteraksi dan sebuah kesatuan unit
    3. Memiliki berbagai kontribusi dalam proses organisasi (yaitu, beberapa orang memiliki kontribusi dalam hal waktu atau energi lebih dari yang lainnya)
    4. Memiliki berbagai pendapat yang disetujui maupun tidak disetujui melalui berbagai bentuk interaksi
Syarat-syarat Terbentuknya Kelompok
  • Setiap anggota termotivasi untuk bergabung karena sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan
  • Ada hubungan timbal balik (interaksi) antara anggota yang satu dengan anggota yang lain.
  • Ada faktor yang dimiliki bersama sebagai pengikat, seperti: tugas, atasan, nasib, hobi dan sebagainya sehingga hubungan antar mereka menjadi erat
  • Berstruktur dan berproses
Motivasi Bergabung Dalam Kelompok
  • Teori Kedekatan. Individu berafiliasi satu sama lain karena kedekatan jarak geogragafis.
  • Teori formasi kelompok. Teori ini terdiri dari tiga elemen yaitu: aktivitas, interaksi, dan perasaan.
    • Semakin banyak aktivitas bersama, semakin tinggi interaksi dan semakin kuat perasaan seseorang (disukai atau tidak disukai)
    • Semakin tinggi interaksi, semakin banyak aktivitas bersama, dan semakin kuat perasaannya,
    • Semakin kuat perasaan seseorang thd orang lain, semakin banyak aktivitas dan interaksi bersama.
  • Teori keseimbangan. Orang saling tertarik karena mereka memiliki sikap  yg sama terhadap obyek relevan dan tujuan.
    • Individu X akan berkelompok dengan individu Y karena persamaan sikap dan nilai (agama, poltik, gaya hidup, pekerjaan)
    • Ketika hubungan terbentuk mereka berjuang mempertahankan keseimbangan antara atraksi dan kesamaan sikap.
    • Jika terjadi ketidakseimbangan, dilakukan usaha untuk memper-baikinya. Jika tidak dapat diperbaiki, hubungan akan berakhir.
    • Kedekatan dan interaksi ikut berperan dalam teori keseimbangan
Kelompok Formal Dan Kelompok  Informal

Kelompok Formal, kelompok yang diciptakan oleh keputusan manajerial untuk mencapai tujuan organisasi.

  • Kelompok Komando, kelompok yang tersusun atas seorang manajer dan bawahan-bawahan langsungnya.
  • Kelompok Tugas, kelompok yang bekerjasama untuk menyelesaikan tugas tertentu, yang dapat melintasi hubungan komando.

Kelompok Informal,  kelompok yang muncul dan berkembang secara alamiah yang bekerja karena kebutuhan sosial.

  • Kelompok Kepentingan, mereka yang bekerja sama untuk mencapai sasaran khusus yang menjadi kepedulian dari setiap anggota kelompok.
  • Kelompok Persahabatan, mereka yang bergabung bersama karena mereka berbagi satu atau lebih karakteristik, misalnya umur, jenis keyakinan politik, hoby, etnik.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Perilaku Kelompok, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Perilaku Kelompok

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

 

Rekruitmen dan seleksi

Rekrutmen dan Seleksi :Talent Management

Pengertian

Rekrutmen adalah proses menemukan dan menarik para pelamar yang memenuhi syarat untuk dipekerjakan, sedangkan Seleksi adalah kegiatan organisasi/perusahaan untuk memilih karyawan yang paling tepat, baik dalam jumlah maupun mutu dari calon-calon yang ditariknya. Dengan demikian, proses rekrutmen merupakan proses awal yang dilakukan dalam pencarian tenaga kerja, sedangkan proses seleksi terjadi setelah ada sejumlah calon karyawan yang mendaftar atau terdaftar melalui proses rekrutmen.

Tujuan Utama

Tujuan utama dari proses rekrutmen dan seleksi adalah untuk mendapatkan orang yang tepat bagi suatu jabatan tertentu, sehingga orang tersebut mampu bekerja secara optimal dan dapat bertahan di perusahaan untuk waktu yang lama

Sumber dan Metode Rekrutmen

  • Sumber-sumber rekrutmen adalah tempat keberadaan para kandidat yang memenuhi syarat, seperti perguruan-perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan pesaing. Sumber rekrutmen bisa didapatkan dari sumber internal maupun eksternal.
  • Metode-metode rekrutmen adalah cara-cara spesifik yang digunakan untuk menarik para karyawan potensial ke dalam perusahaan, seperti rekrutmen online. Metode rekrutmen ada dua, yaitu metode internal maupun eksternal.

Sumber dan Metode Rekrutmen Internal

  • Sumber Internal (Schuler & Jackson 2006) : Promosi, Transfer, Penarikan Kembali (Rehire).
  • Sumber Internal (Mondy, 2010) : 1) Pengumuman lowongan jabatan (job posting): Memberikan informasi kepada para karyawan akan adanya lowongan-lowongan jabatan, 2) Pengajuan lamaran jabatan (job bidding): Prosedur yang memungkinkan para karyawan yang memenuhi persyaratan untuk melamar kerja pada jabatan yang diumumkan, 3) Referensi Karyawan: Para karyawan secara aktif mengajak teman-teman dan kolega-kolega yang mereka anggap potensial untuk mengajukan lamaran.
  • Metode Internal : Pengumuman Lowongan Jabatan (Job Posting), Persediaan Bakat (Talent Inventory).

Sumber dan Metode Rekrutmen Eksternal

  • Sumber Rekrutmen Eksternal (Mondy, 2010) : Sekolah Menengah Umum dan Sekolah Kejuruan, Akademi dan Universitas, Pesaing dalam Pasar Tenaga Kerja, Karyawan, Pengangguran, Wirausahawan.
  • Metode Rekrutmen Eksternal (Werther & Davis 1996, Schuler & Jackson 2006) : Pelamar yang datang (walk-ins) dan surat lamaran yang masuk (Write-ins), Rekomendasi karyawan, Iklan, Agen tenaga kerja/perusahaan jasa rekrutmen, Lembaga pendidikan, Asosiasi profesional/Organisasi ketenagakerjaan, Open house/job fair, Internet, Merjer dan akuisisi, Rekrutmen internasional.

Hambatan dan Tantangan Rekrutmen

  • Rencana Stratejik dan Sumber Daya Manusia
  • Kondisi Lingkungan
  • Kebiasaan Perekrut
  • Kebijakan Organisasi
  • Persyaratan Kerja
  • Biaya
  • Insentif

Untuk informasi & penjelasan selengkapnya tentang Rekrutmen dan Seleksi bisa langsung di download ppt pada link di bawah ini :

Dapatkan Materi Power Point disini:

>>> PPT Rekrutmen dan Seleksi <<<

 


Untuk Informasi In-House Training “Rekruitmen & Seleksi Karyawan”

Hubungi Customer Service Anda (Klik disini)

Kata kunci untuk penelusuran: Konsultasi /Pelatihan Kerja / In-house Training / pelatihan kepemimpinan / training leadership / training center/ pelatihan kerja / leadership / outbound training / pelatihan / training / Rekruitmen / Seleksi Karyawan / SDM / Prestasi Kerja /Indonesia


Pelatihan Ketrampilan Asertif

Sikap Asertif, membangun komunikasi yang efektif


Dapatkan file PPT dibawah ini:

 >>>PPT Komunikasi Asertif <<<


komunikasi asertif adalah suatu kemampuan untuk menyampaikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain tanpa bermaksud menyerang orang lain. Orang yang asertif mampu untuk berkata “tidak”, mampu meminta pertolongan, mampu mengekspresikan perasaan positif dan negatif secara wajar, dan mampu berkomunikasi tentang hal-hal yang bersifat umum.

Sikap Asertif

Sikap asertif terutama dibutuhkan ketika kita dan teman kita memiliki keinginan atau pikiran yang berbeda. Kita bersikap asertif ketika kita menyatakan perasaan dan masalah diri dengan menjelaskan bahwa tingkah laku dan masalah orang lain yang mengganggu dan merugikan diri kita, misalnya “saya merasa tertekan bila kamu memaksakan keinginanmu”.

Perilaku Asertif

Perilaku asertif adalah perilaku individu untuk mengungkapkan keinginan, kebutuhan, pikiran, perasaan, harapan, pendapat diri sendiri secara tegas dengan jujur, apa adanya dan sesuai dengan hal dan kewenangan individu tanpa melanggar hak orang lain.

Gaya berkomunikasi (style of communication) juga sangat berpengaruh terhadap perilaku atau tingkah laku sehari-hari.  Tingkah laku yang perlu ditumbuhkan dalam diri agar dapat  berkomunikasi asertif antara lain:

  • Tetap berpandang positif dan baik dalam menghadapi suatu permasalahan
  • Mengatakan kebenaran dalam mempertahankan tujuan walaupun muncul konflik tetapi selalu menjaga perasaan orang lain
  • Percaya diri dan terbuka
  • Mampu memberi dan menerima umpan balik hal-hal positif dan negatif
  • Cara pandang yang positif dan optimis
  • Mengerti tentang bernegosiasi diantara perbedaan-perbedaan pendapat orang lain
  • Menjelaskan tentang perasaan, kebutuhan dan tujuan yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang berhubungan
  • Mampu berkomunikasi secara sabar tanpa bermaksud menyerang orang lain
  • Tegas dalam menentukan pilihan tanpa memaksakan kehendak kepada orang lain
  • Bermain dalam ketentuan yang jelas dan rasional

Orang yang asertif akan :

  • Bebas mengekspresikan dirinya : Verbal & non verbal, tanpa ada perasaan cemas dan menyesal
  • Menegakkan hak-hak pribadi
  • Menolak permintaan yang tidak masuk akal
  • Komunikasi secara terbuka; langsung; terus terang; sebagaimana mestinya
  • Pandangan aktif terhadap kehidupan
  • Menerima keterbatasan dirinya dan tidak merasa malu dalam suatu pertemuan
  • Selalu berusaha mencapai cita-cita

Penjelasan lebih lanjut tentang komunikasi asertif silahkan download ppt pada link di bawah ini :

Dapatkan file PPT dibawah ini:

>>> PPT Komunikasi Asertif <<<

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

admin,

SDMIndonesia.com

Pelatihan / Training / Manajemen / Sumber Daya Manusia / Indonesia / In-house training /  Konsultasi Manajemen Terapan / Training Center / Pelatihan Kerja