• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Aset Tidak Berwujud

Aset Tidak Berwujud

Aset yang dimiliki perusahaan dalam menjalankan bisnisnya tidak selalu memiliki wujud fisik yang bisa dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Jenis aset ini bernama Aset tak berwujud (Intangible Asset). PSAK 19 mendefinisikan Aset tak berwujud sebagai aset non-moneter yang teridentifikasi tanpa wujud fisik. Dikategorikan sebagai aset Non-moneter karena mengandung nilai yang tidak pasti di masa mendatang. Berikut ini Kami tim SDM Indonesia akan memberikan penjelasan mengenai Aset Tidak Berwujud.

Karakteristik Aset Tidak Berwujud
  1. Dapat diidentifikasi
  2. Kurangnya eksistensi fisik.
  3. Bukan aset moneter.

Biasanya diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar. Jenis-jenis aset tak berwujud yaitu paten, hak cipta, waralaba atau lisensi, merek dagang atau nama dagang, daftar pelanggan, dan goodwill.

 

Penilaian Aset Tidak Berwujud yang Dibeli
  • Dicatat dengan biaya.
  • Meliputi semua biaya perolehan ditambah pengeluaran untuk membuat aset tak berwujud siap untuk tujuan penggunaannya.
  • Biaya tipikal termasuk :
    • Harga pembelian.
    • Biaya hukum
    • Beban insidental lainnya.

 

Penilaian Aset Tak Berwujud yang Dibangun Internal
  • Perusahaan membebankan semua biaya tahap penelitian dan beberapa biaya tahap pengembangan.
  • Biaya pengembangan tertentu dikapitalisasi setelah kriteria kelayakan ekonomi terpenuhi.
  • IFRS mengidentifikasi beberapa kriteria spesifik yang harus dipenuhi sebelum biaya pengembangan dikapitalisasi

 

Amortisasi Aset Tidak Berwujud dengan Umur Terbatas

Amortisasi dengan biaya sistematis untuk biaya selama masa manfaat.

  • Akun aset kredit atau akumulasi amortisasi.
  • Kehidupan yang berguna harus mencerminkan periode dimana aset tersebut akan berkontribusi terhadap arus kas.
  • Amortisasi harus biaya dikurangi nilai residu.
  • Perusahaan harus mengevaluasi tak berwujud kehidupan sehari-hari untuk penurunan nilai.

Amortisasi Aset Tidak Berwujud dengan Umur Tidak Terbatas
  • Tidak dapat diperkirakan batas waktu aset diharapkan menghasilkan arus kas.
  • Harus menguji penurunan nilai aset tidak berwujud dengan umur tidak terbatas setidaknya setiap tahunnya.
  • Tidak ada amortisasi.

 

Penurunan Nilai Aset Tidak Berwujud Umur Terbatas

Kerugian penurunan nilai adalah nilai tercatat aset dikurangi jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset yang mengalami penurunan nilai.

 

Penurunan Nilai Aset Tak Berwujud Tak Terbatas Selain Goodwill
  • Harus diuji untuk penurunan nilai setidaknya setiap tahunnya.
  • Uji penurunan nilai sama dengan itu untuk kehidupan yang tidak berwujud. Itu adalah,
  • membandingkan jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset tak berwujud dengan nilai tercatat aset.
  • Jika jumlah terpulihkan kurang dari nilai tercatat, perusahaan mengakui adanya penurunan nilai.

 

Penurunan Nilai Goodwill
  • Perusahaan harus menguji goodwill setidaknya setiap tahun.
  • Uji penurunan dilakukan berdasarkan unit penghasil kas dimana goodwill ditetapkan.
  • Unit penghasil kas = kelompok aset terkecil yang dapat diidentifikasi yang menghasilkan arus kas.
  • Karena jarang ada pasar untuk unit penghasil kas, estimasi jumlah terpulihkan untuk penurunan goodwill biasanya didasarkan pada estimasi nilai dalam penggunaan.

 

Untuk materi selengkapnya mengenai Aset Tidak Berwujud, bisa di download ppt pada link di bawah ini:

PPT Aset Tidak Berwujud

Demikian semoga bermanfaat, dan salam hormat.

Admin,

SDMIndonesia.com

Konsultasi, Training, Pelatihan & In-house Training

hasan100

Leave a Reply