• +08123070905
  • sdmindonesia.info@gmail.com

Monthly Archive October 2019

Training Need Analysis untuk SDM Unggul Indonesia

Training Need Analysis


Unduh materi power point berikut:

Training Need Analysis


Dalam suatu perusahaan kebutuhan akan pelatihan akan dapat diketahui apabila dalam suatu organisasi mengalami masalah ketimpangan (problem) yang dapat mempengaruhi operasi serta kinerja dari suatu organisasi.

Pelaksanaan Training

Suatu kegiatan investasi untuk mewujudkan SDM yang mapan dari segi pemikiran, sikap, dan keterampilan. Sehingga upaya training harus tepat pada sasaran kebutuhan sebuah perusahaan.

 

Training Need Analysis (TNA)

Proses analisa yang di lakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang harus di perbaiki ataupun ditingkatkan didalam perusahaan agar dapat meningkatakan kinerja karyawan.

 

Tujuan TNA
  1. Dapat meningkatkan kompetensi dalam peningatan produktivitas kerja
  2. Dasar dalam penyusunan materi training
  3. Sesuai dengan kebutuhan perusahaan
  4. Mengidentifikasi jenis pelatihan yang akan dibutuhkan
  5. Dasar penyusunan anggaran training

 

Dalam menyusun TNA, terdapat beberapa pendekatan analisis yang harus diperhatikan, pendekatan tersebut meliputi:

  • Analisis Organisasi
  • Analisis Individu
  • Analisis Kompetensi Kerja
  • Analisis Konten
  • Analisis Performa
  • Analisis Kesesuaian Pelatihan
  • Analisis Biaya-Manfaat.
Menentukan Metode

Pelaksanaan TNA dapat direalisasikan dengan menggunakan metode-metode yang sesuai dengan kondisi perusahaan serta berasal dari sumber yang tepat.

 

Langkah TNA
  1. Analisis organisasi : menentukan prioritas training yang sesuai dengan tujuan bisnis bersama anggota tim.
  2. Analisis tugas : pemecahan tugas secara sistematis untuk menghasilkan daftar tugas yang harus dilakukan.
  3. Analisis individu : memahami karakteristik orang-orang yang akan berpartisispasi dalam training.

 

Peserta Training

Penentuan peserta merupakan hal yang sangat krusial karena peserta akan sangat menentukan format pelatihan dalam pemilihan trainer yang tepat agar proses pembelajaran dapat sesuai dengan sasaran.

 

Dukungan dan Komitmen

Komitmen dari para manager atau supervisor untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi para peserta pelatihan untuk dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam pelatihan sehingga perusahaan dapat memperoleh feedback berupa peningkatan kinerja karyawan.

 

Suasana Kondusif di Perusahaan
  • Menempatkan pegawai pada jabatan yang sesuai dengan kompetensinya
  • Memberikan feedback kinerja keryawan secara berkala
  • Mendengarkan keluhan serta permasalahan yang sedang di hadapi oleh karyawan
  • Memberikan reward bagi pekerja berkinerja baik.

 

Biaya

Investasi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan ketika memutuskan program pelatihan karyawan untuk meningkatkan kinerja, meningkatkan produktifitas dan efisiensi perusahaan.

Demikian poin-poin singkat terkait materi Training Need Analysis, untuk lebih jelas, silahkan di unduh slide berikut ini:


Unduh materi power point berikut:

Training Need Analysis


Salam hormat

admin,

sdmindonesia.com


Informasi Pelatihan :

Layanan SDM Indonesia


Kata kunci untuk penelusuran: training need analysis, analisis kebutuhan pelatihan, motivasi, pelatihan pegawai, training sdm, pelatihan manajemen, workshop pegawai, manajemen sumber daya manusia

 

SDM Indonesia & Employee Engagement

Employee Engagement


Dapatkan Slide Presentasi dibawah ini:

(Employee Engagement)


Kosa kata employee engagement pertama kali diperkenalkan oleh Kahn (1990), beliau menyatakan bahwa employee engagement sebagai keterikatan anggota organisasi dengan organisasi itu sendiri bukan hanya secara fisik & kognitif tetapi bahkan secara emosional dalam hal kinerjanya.

Employee Engagement merupakan bentuk fisik, kognitif, dan emosi yang penuh dan positif yang diberikan karyawan terhadap pekerjaan dan organisasi.

Tipe Karyawan
  1. Engaged : karyawan yang bekerja dengan passion dan menemukan hubungan yang erat dengan perusahaanya/organisasinya.
  2. Not engaged : karyawan yang mengahabiskan waktu tanpa memberikan passion atau energi dalam
  3. Actively disangaged : karyawan yang tidak hanya membenci pekerjaanya namun juga menutupi ketidak bahagiaannya.
Job Involvement

Pekerjaan yang menjadi identitas dari seorag karyawan secara psikologis yang terdiri dari aspek kogntif dan belief (aspek fisik dan emosi).

Faktor-faktor job involvement
  1. Aktif berpartisispasi dalam pekerjaanya
  2. Menunjukan pekerjaanya sebagai yang utama
  3. Melihat pekerjaanya sebagai suatu yang penting bagi harga diri
Sikap kerja

Kumpulan perasaan, kepercayaan, dan pemikiran yang dipegang tentang bagaimana cara berperilaku mengenai pekerjaan dan organisasi.

Sikap pegawai
  • sikap positif : optimis dan selalu berfikir kreatif.
  • keterampilan intrapersonal : mampu mendengarkan dan memahami orang lain.
  • sikap keterbukaan : mampu berbagi perasaan kepada orang lain (rekan kerja).
  • menghargai rekan kerja : mampu menerima pendapat serta dapat beradaptasi dengan lingkungan maupun perubahan yang ada.
  • kejujuran dan integritas : selalu menjunjung inggi kejujuran serta tidak melakukan kecurangan dalam hal apapun.
 Kepuasan kerja

Kebanggan tersendiri yang diperoleh dari hasil presensi mengenai seberapa baik (tepat dan cepat) pekerjaan yang telah dilakukan memberikan sebuah hal yang dinilai penting dan brguna bagi organisasi/ perusahaan.

 Komitmen

Sikap setia dan tanggung jawab yang ditunjukan oleh seseorang yang telah memutuskan untuk bergabung dalam suatu keanggotaan tertentu.

 Pilar dalam membangun komitmen
  • Rasa memilki
  • Rasa antusias
  • Kepercayaan manajemen
7 Key drivers membuat pekerja engagement

Setidaknya ada 7 key drives yang mendorong karyawan  atau pekerja untuk lebih engaged dengan  organisasi.

  1. Presepsi karyawan mengenai pentingnya pekerjaan mereka
  2. Kejelasan karyawan mengenai harapan atas pekerjaan
  3. Peningkatan karier
  4. Feedback dan dialog berkala dengan atasan
  5. Hubungan yang berkualitas antar rekan kerja
  6. Komunikasi yang efektif antar anggota organisasi

Dapatkan Slide Presentasi dibawah ini:

(Employee Engagement)


Salam hormat

admin,

sdmindonesia.com


Informasi Pelatihan :

Layanan SDM Indonesia


Kata kunci untuk penelusuran: employee engagement, komitmen pegawai, motivasi karyawan, pelatihan pegawai, training sdm, pelatihan manajemen, workshop pegawai, manajemen sumber daya manusia

Key Performance Indicator

Key Performance Indicator (KPI)


Unduh Slide:

Key Performance Indicator (KPI)


SDMIndonesia.com – Pada setiap perusahaan ukuran kinerja harus diciptakan untuk mengukur kemajuan yang sudah di capai dengan tujuan untuk meningkatkan kemajuan ke arah yang lebih baik.

Key Performance Indicator (KPI)

Ukuran atau indikator kualitatif yang digunakan oleh perusahaan/ industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional.

Jenis KPI
  1. KPI financial : selalu berkaitan dengan keuangan perusahaan/ organisasi.
  • KPI laba kotor (gross profit) : mengukur jumlah uang yang tersisa dari pendapatan setelah dikurangi harga pokok penjualan (HPP)
  • KPI laba bersih (net profit) : mengukur jumlah uang yang tersisa dari pendapatan setelah dikurang dengan harga pokok penjualan (HPP) dan biaya lain seperti bunga dan pajak
  • KPI margin laba kotor (gross profit margin) : nilai presentase yang diperoleh dengan membagi laba kotor dengan pendapatan.
  • KPI margin laba bersih (net profit margin) : nilai presentase yang diperoleh dengan membagi laba bersih dengan pendapatan.
  • KPI rasio lancar (current ratio) : mengukuk kinerja keuangan secara likuiditas.
  1. KPI non financial : secara tidak langsung mempengaruhi keuangan suatu perusahaan/ organisasi.
  • Perputaran tenaga kerja (man power turnover)
  • Metriks epuasan pelanggan (customer satisfaction metriks)
  • Rasio pelanggan berulang terhadap pelanggan baru (repead customer to new customer ratio)
  • Pangsa pasar (market share)
Prinsip KPI
  1. Spesific : sasaran strategi harus secara rinci dan detail menggambarkan apa yang kita raih.
  2. Measurable : harus dapat diukur baik volume, presentase, dan angka nominal.
  3. Achievable : target yang ditetapkan masih bisa dicapai dengan dukungan dan sumber daya yang tersedia.
  4. Relevant : sasaran kinerja harus bersifat relevan dengan tugas pokok dantanggung jawab yang di emban oleh pegawai
  5. Timed : sasaran kinerja yang disusun harus memiliki target waktu yang jelas.
Langkah membuat KPI
  1. Review tugas inti
  2. Review tugas Ad Hoc (khusus)
  3. Analisa sasaran kinerja
  4. Tentukan KPI dan bobot setiap KPI
  5. Tentukan strategi KPI

Demikian sekelumit penjelasan tentang konsep dasar KPI, untuk info dalam bentuk slide presentasi, silahkan di unduh tautan berikut, terima kasih.


Unduh Slide:

Key Performance Indicator (KPI)


Salam Hormat,

admin,

SDMIndonesia.com


Kata kunci penting: kpi, balance scorecard, key performance indicator, pengukuran kinerja, performance management, indikator kinerja utama, sdm indonesia

UKM & Kewirausahaan

Pengembangan UMKM & Kewirausahaan Indonesia

Tautan Artikel & Slide Power Point UMKM & Kewirausahaan:
  1. Menjadi Wirausaha
  2. Berpikir Perubahan
  3. Berpikir Kreatif
  4. Berorientasi Pada Tindakan
  5. Kepemimpinan
  6. Mencari Gagasan Usaha
  7. Pengambilan Resiko
  8. Etika Bisnis
  9. Faktor X
  10. Pemasaran
  11. Manajemen Keuangan Dan Pembiayaan Usaha
  12. Memulai Sebuah Usaha Baru
  13. Rencana Bisnis

 


Informasi Pelatihan :

Layanan SDM Indonesia


Kata kunci: kewirausahaan, entrepreneurship, umkm, ukm, usaha kecil, small business, pengusaha, manajemen bisnis

Pelatihan Manajemen Sumber Daya Manusia

Kumpulan Artikel MSDM 1

Berikut kumpulan artikel MSDM 1, silahkan di unduh:

  1. Behavior Event Interview
  2. Employee Engagement
  3. Training Need Analysis
Behavior Event Interview

Behavioral Event Interview (BEI)


Dapatkan Slide Presentasi dibawah ini:

Behavioral Event Interview (BEI)


Proses recruitment merupakan problem lama yang di alami oleh berbagai perusahaan, karena di sinilah perusahaan akan berada di titik kebimbangan ketika menemukan dan menentukan keryawan yang sesuai dengan kompetensi yang di butuhkan. Berikut sedikit penjelasan tentang BEI:

Pengertian Behavioral Event Interview

Behavioral Event Interview adalah teknik wawancara dengan cara menggali data/informasi mengenai perilaku seseorang yang diwawancarai yang pernah dilakukannya secara nyata. BEI akan mendorong individu tersebut untuk bercerita secara logis mengenai pengalaman yang berupa perilaku-perilaku yang pernah dilakukan. Teknik wawancara BEI dilakukan dengan cara menggali kompetensi dari para pelamar atau calon pegawai.  Teknik ini dilakukan melalui menyampaikan pertanyaan-pertanyaan secara sistematis.

Tujuan Behavioral Event Interview

1. Mengidentifikasi kompetensi pada posisi tertentu
2. Bentuk kontribusi kinerja dalam terwujudnya keberhasilan
3. Kemampuan memprediksi kegagalan dalam situasi spesifik

Kelebihan Behavioral Event Interview

1. Cara yang efektif untuk mengidentifikasi kompetensi yang dimiliki oleh pelamar
2. Bebas dari perbedaan sosial (ras, suku, agama, jenis kelamin)
3. Memberikan gambaran yang lebih spesifik tentang perilaku calon pelamar

Kelemahan Behavioral Event Interview

1. Memerlukan waktu yang lama untuk dapat menggali hasil kompetensi
2. Memerlukan biaya yang mahal
3. Tidak praktis dan efisien untuk menganalisis beberapa konsentrasi pekerjaan

Prinsip Behavioral Event Interview
  • Situation/ Task : latar belakang atau alasan mengapa kandidat melakukan sebuah tindakan.
  • Action : tanggapan atau tindakan atas situation/ task yang sudah di lakukan oleh kandidat.
  • Result : dampak dari action yang telah dilakukan oleh kandidat.
Jenis-Jenis STAR
  • STAR lengkap
    Mengindikasikan secara jelas seberapa kompeten atau seberapa tinggi kompetensi yang dimiliki oleh kandidat.
  • STAR palsu
    Pernyataan yang terlihat hebat namun tidak ada isinya, jawabanya kabur, menyatakan pendapat, bersifat teoritis atau berwawasan masa depan.
  • STAR parsial
    Ketidak lengkapan informasi STAR yang diberikan oleh kandidat sehingga anda tidak memahami sepenuhnya informasi STAR yang di utarakan.
Prosedur Behavioral Event Interview
  1. Pra-wawancara
  2. Menyusun profil kompetensi
  3. Mepersiapkan catatan dan alat perekam
  4. Pembukaan
  5. Lakukan small talk untuk mencairkan suasana
  6. Bangun rasa percaya antar interviewer dan interviewee
  7. Mencatat jawaban kandidat dan mengobservasi bahasa tubuh

Demikian sekilas penjelasan tentang Behavioral Event Interview (BEI), semoga bermanfaat.


Dapatkan Slide Presentasi dibawah ini:

Behavioral Event Interview (BEI)


Salam hormat

admin,

sdmindonesia.com


Informasi Pelatihan :

Layanan SDM Indonesia


Kata kunci untuk penelusuran: behavioral event interview, seleksi pegawai, teknik wawancara karyawan, pelatihan pegawai, training sdm, pelatihan manajemen, workshop pegawai, manajemen sumber daya manusia